Anda di halaman 1dari 25

PEDOMAN

PELAYANAN UNIT
PENDAFTARAN
PUSKESMAS BULELENG III

PEMERINTAH KABUPATEN BULELENG


DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BULELENG III

Alamat : Jl. Pulau Seribu, Penarukan, Singaraja- Bali,


Email.Puskbll3@gmail.com, Tlp(0362) 26809
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Pedoman
1.3 Ruang Lingkup Pelayanan
1.4 Batasan Oprasional
1.5 Landasan Hukum

BAB II STANDART KETENAGAAN


2.1 Kualifikasi Sumber Daya Manusia
2.2 Distribusi Ketenagaan
2.3 Jadwal Kegiatan, Termasuk Pengaturan Jaga (Rawat Inap)

BAB III STANDART FASILITAS


3.1 Denah Ruang
3.2 Standar Fasilitas
BAB IV TATA LAKSANA PELAYANAN
4.1 Tata Laksana Pelayanan di poli Umum
4.1.1 Petugas Penanggung Jawab
4.1.2 Perangkat Kerja
4.1.3 Tata laksana Pelayanan di Poli Umum
4.1.4 Jenis Pelayanan Yang Dilakukan di Poli Umum

BAB V LOGISTIK
5.1 Standart Obat di Poli Umum
5.1.1 Obat Live Saving

BAB VI KESELAMATAN PASIEN

BAB VII KESELAMATAN KERJA


BAB VIII PENGENDALIAN MUTU

BAB IX PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan oleh suatu
organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan individu, keluarga, kelompok,
dan masyarakat
Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat
memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan
rata-rata penduduk, serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan
standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan.dan prefentif untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi – tingginya di wilayah kerjanya.
Pusat Kesehatan masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah
fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat
dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan
upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Upaya kesehatan perseorangan yang selanjutnya disebut UKP adalah suatu
kegiatan dan atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk
peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat
penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan.
Dengan semakin meningkatnya jumlah penderita rawat jalan, maka
diperlukan peningkatan pelayanan rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan /
Puskesmas.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka di Poli Umum perlu dibuat standar
pelayanan yang merupakan pedoman bagi semua pihak dalam tata cara pelaksanaan
pelayanan yang diberikan ke pasien rawat jalan Puskesmas Buleleng III
Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka, dalam melakukan pelayanan rawat
jalan di Poli Umum Puskesmas Buleleng III harus berdasarkan standar pelayanan
Poli Umum Puskesmas Buleleng III
1.2 Tujuan Pedoman
Tersedianya pedoman bagi kepala puskesmas, penanggung jawab dan pelaksana
dalam melakukan pelayanan di puskesmas. Sehingga pelayanan dapa dilaksanakan
sesuai dengan rencana yang telah dibuat serta memperoleh hasil sesuai yang
diharapkan.
1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup pelayanan di Poli Umum meliputi :
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif
dan preventif
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu,
kelompok dan masyarakat
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan dan
keselamatan pasien, petugas dan pengunjung
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan
kerjasama inter dan antar profesi
- Melaksanakan rekam medis
- Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap mutu dan akses
pelayanan kesehatan
- Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
- Mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya
- Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem
rujukan
- Sebagai wahana pendidikan tenaga kesehatan.

1.4 Batasan Oprasional


Untuk tercapainya visi pembangunan kesehatan melalui puskesmas, yakni
terwujudnya menuju Indonesia sehat. Puskesmas bertanggung jawab
mengembangkan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang ditujukan untuk
menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan perorangan dan keluarga.
Sedangkan pelayanan kesehatan masyarakat ditujukan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit suatu keluarga dan masyarakat.
Batasan oprasional untuk pelayanan kesehatan perorangan meliputi :
1. Pendaftaran Pasien
Adalah pelayanan rutin untuk menertibkan urutan pelayanan dan
memudahkan mendapatkan informasi rekam medis bagi seluruh fasilitas pelayanan
yang tersedia di puskesmas. Yang dimulai dari persiapan kedatangan pasien sampai
pengiriman kartu rekam medis ke masing - masing unit pemeriksaan, kemudian
mengembalikan lagi kartu rekam medis kedalam tempat semula.
2. Pelayanan Klinis
Pelayanan klinis adalah pelayanan perorangan yang dilakukan untuk pasien
dengan melibatkan seluruh tim kesehatan sesuai dengan masalah kesehatan pasien.
Kegiatan pelayanan klinis dimulai dari anamnesa sampai dengan tindakan dan atau
pengbatan yang sesuai dengan diagnosanya.
Pelayanan klinis meliputi :
1. Pelayanan Umum
2. Pelayanan Gigi
3. Pelayanan KIA
4. Pelayanan MTBS
5. Pelayanan KB

3. Pelayanan Laboratorium
Adalah salah satu pelayanan penunjang yang dilakukan untuk membantu
menegakkann diagnosa suatu penyakit. Kegiatan pelayanan laboratorium dimulai dari
permintaan pemeriksaan yang berasal dari rujukan internal maupun eksterna.
4. Pelayanan Kefarmasian
Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sumber daya (SDM, Sarana
prasaranan, Sediaan farmasi & administrasi dan pelayanan farmasi
klinis(penerimaan resep, peracikan obat, penyerahan obat, informasi obat dan
pencatatan atau penyimpanan resep) dengan memanfaatkan tenaga, dana,sarana
prasarana dan metode tata laksana yang sesuai dalam upaya mencapai tujuan yang
ditetapkan.
5. Pelayanan Kesehatan masyarakat
Adalah pelayanan kesehatan yang dilaksanakan diluar gedung berupa
pendekatan promotif, preventif.
Kegiatan tsb meliputi :
1) Upaya KIA
Upaya dibidang kesehatan yang menyangkut pelaksanaan dan
pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu meneteki , bayi dan balita serta anak
prasekolah.
Upaya kesehatan itu ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu sehingga
mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas serta mengurangi angka
kematian ibu.
2) Upaya P2M
Pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular
yaitu upaya pelayanan kesehatan puskesmas untuk mencegah dan mengedalikan
penularan penyakitmenular/infeksi. Untuk melindungi masyarakat dari
tertularnya penyakit, menurunkan jumlah yang sakit, cacat dan atau meninggal
dunia, serta untuk mengurangi dampak sosial ekonomi akibat penyakit menular.
Prioritas penyakit menular yang akan ditanggulangi adalah malaria,
DBD, Diare, Filaria , Kusta, TBC, HIV-AIDS, Pneumonia, & penyakit yang
dapat dicegah dengan Imunisasi. Prioritas penyakit jantung dan gangguan
sirkulasi, Diabetes Militus, Kanker.
3) Upaya Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan yaitu upaya pelayanan kesehatan lingkungan
puskesmas untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya
sanitasi dasar, pengawasan lingkungan dan tempat termasuk pengendalian
pencemaran lingkungan dengan peningkatan peran serta masyarakat untuk
mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik kimia, biologi maupun
sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang
setinggi - tingginya.
4) Upaya Promkes
Promkes adalah salah satu program puskesmas yang berfokus pada
pelayanan prevenif dan promotif kepada masyarakat. Kegiatannya meliputi
penyuluhan kesehatan dan pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat.
Diantara kegiatannya juga meliputi pembinaan desa siaga kesehatan,
kerjasama lintas sektor dan upaya dalam merumuskan kebijakan bersama dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
5) Upaya Perbaikan Gizi
Adalah salah satu upaya pokok puskesmas yaiu kegiatan yang
meliputi meningkatkan pendidikan gizi, gangguan akibat kurang yodium
(GAKY) kurang vit A , keadaan zat gizi lebih, peningkatan surveilans gizi, dan
pemerdayaan usaha peraikan gizi keluarga aau masyarakat.
Upaya perbaikan gizi keluarga atau masyarakat untuk peningkatan
mutu gizi perorangan dan masyarakat. Kegiatan upaya dilaksanakan mulai dari
perencanaan, pelaksanaan , dan evaluasi.
1.5 Landasan Hukum
2. Undang – undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Undang – undang No 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
4. Undang – undang No 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran
5. Undang – undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
6. Peraturan Pemerintah No 46 tahun 2014 tentang Sistem Informasi
Kesehatan
7. Peraturan Presiden No 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional
8. Peraturan Menteri Kesehatan No 75 Tahun 2004 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat.
BAB II
PENGORGANISASIAN

Puskesmas merupakan unit pelaksanan teknis Dinas Kesehatan Kabupaten /


Kota, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan perorangan tingkat pertama
secara terintegrasi dan berkesinambungan.
Organisasi puskesmas disusun oleh DinasKesehatan Kabupaten / Kota
berdasarkan kategori, upaya kesehatan dan beban kerja puskesmas.
Organisasi puskesmas paling sedikit terdiri atas :
a. Kepala Puskesmas
b. Kepala sub bagian tata usaha
c. Penanggung jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
d. Penanggung jawab UKP, Kefarmasian dan laboratorium
e. Penanggunag jawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas
pelayanan kesehatan
Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dilaksanakan dalam bentuk :
a. Pelayanan rawat jalan
b. Pelayanan gawat darurat
c. Pelayanan satu hari ( one day care )
d. Home care
Di Pelayanan rawat jalan yang melakukan pemeriksaan, pengobatan,
konseling, maupun rujukan adalah tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter
dan tenaga paramedis.
BAB III
STANDAR KETENAGAAN

Kualifikasi SDM ( Sumber Daya manusia )

Pola ketenagaan dan kualifikasi SDM Poli Umum adalah :

Nomor Nama Jabatan Kualifikasi Keterangan


Formal
1 Penanggung jawab Dokter
Pelayanan Poli Umum Umum
2 Dokter Poli Umum Dokter
Umum
3 Perawat Pelaksana S1/D III
Poli Umum Keperawatan
BAB IV
STANDAR FASILITAS

A. Standar Fasilitas

I. Jenis Peralatan

Peralatan yang tersedia di Poli Umum untuk penunjang kegiatan pelayanan


terhadap pasien rawat jalan :
a. Meubelair, terdiri dari :
1. Meja kerja : 3 buah
2. Kursi kerja : 9 buah
3. Tempat tidur pemeriksaan : 1 buah
4. Lemari arsip : 0 buah
5. Lemari tempat peralatan : 1 buah
b. Perlengkapan, terdiri dari :
1. Komputer desk : 1 buah
2. Laptop : 0 buah
3. Printer : 1 buah
4. Bantal :1 buah
5. Sarung bantal : 1 buah
6. Sprei :1 buah
7. Taplak meja : 2 buah
8. Wastafel cuci tangan : 1 buah
9. Perlak : 1 buah
10. Tempat sampah tertutup yang dilengkapi dengan injakan pembuka
penutup : sampah organik, sampah anorganik, sampah medis
c. Set pemeriksaan umum, terdiri dari ;
1. Buku tes ishihara
2. Snellen chart ( alphabet chart )
3. Senter untuk periksa
4. Tensimeter
5. Stop watch
6. Stetoskop
7. Termometer
8. Metline ( pengukur lingkar pinggang )
9. Timbangan injak dewasa dan pengukur tinggi badan
d. Bahan Habis Pakai, teridir dari :
1. Masker wajah
2. Sarung tangan non steril
3. Sabun tangan atau antiseptic
e. Pencatatan dan Pelaporan, terdiri dari :
1. Buku Register Harian Pelayanan Poli umum
2. Buku Register Rujukan balik
3. Buku Register Rujukan Eksternal
4. Kertas Resep
5. Formulir Permintaan Rujukan sub unit
6. Formulir Rujukan Eksternal
7. Formulir Surat Keterangan Dokter ( surat keterangan sehat )
8. Formulir Surat Keterangan Sakit
9. Formulir Informed consent
BAB V
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. TATA LAKSANA PELAYANAN DI POLI UMUM

I. Petugas Penanggung Jawab

 Dokter

 Tenaga paramedis / perawat

II. Perangkat Kerja

1. Buku Register Harian Pelayanan Poli umum

2. Buku Register Rujukan balik

3. Kertas Resep

4. Formulir Permintaan Rujukan sub unit

5. Formulir Rujukan Eksternal

6. Formulir Surat Keterangan Dokter ( surat keterangan sehat )

7. Formulir Surat Keterangan Sakit

8. Formulir Informed consent

9. Rekam medis

III. Tata Laksana Pelayanan di Poli Umum

1. Pendaftaran pasien yang datang ke Poli Umum dilakukan oleh pasien /

keluarga dibagian admission

2. Sebagai bukti pasien sudah mendaftar di bagian admission akan

memberikan status/ rekam medis untuk diisi oleh dokter / tenaga

paramedis yang bertugas


3. Petugas admission memberikan rekam medis ke Poli Umum

4. Paramedis memanggil pasien, kemudian mencocokkan identitas pasien

dengan rekam medisnya

5. Paramedis melakukan anamnesa untuk mengetahui kondisi yang

dialami pasien

6. Paramedis melakukan pemeriksaan vital sign

7. Dokter melakukan pemeriksaan sesuai SOAP

8. Bila diperlukan, akan dilakukan pemeriksaan ke laboratorium untuk

menegakkan diagnosa .

9. Dokter menegakkan diagnosa, bila pasien memerlukan tindakan

dilakukan di Ruang Tindakan , dan bila memerlukan rujukan paramedis

membuatkan surat rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.

10. Dokter memberikan terapi, mengedukasi, menulis resep dan

menyerahkan ke pasien / keluarga,

11. Dokter mencatat hasil pemeriksaan, tindakan, terapi ke dalam rekam

medis.

12. Paramedis menulis hasil pemeriksaan ke dalam buku register harian.

13. Paramedis mengembalikan rekam medis pasien ke bagian admission.

IV. Jenis Pelayanan Yang Dilakukan Di Poli Umum

1. Kajian awal klinis meliputi :

Anamnesis
adalah wawancara terhadap pasien atau keluarganya tentang
penyakit / keluhan, lamanya sakit dan pengobatan yang sudah
didapatkan
Sebelum anamnesis dilakukan sebaiknya konfirmasi dahulu identifas
pasien.

Keluhan utama
Adalah keluhan yang paling dirasakan atau yang paling berat sehingga
mendorong pasien datang berobat atau mencari pertolongan medis.

Riwayat Penyakit Sekarang


Adalah perjalanan penyakit dimulai saat pertama kali pasien
merasakan munculnya keluhan atau gejala penyakitnya atau dengan
kata lain mulai dari akhir masa sehat. Setelah itu ditanyakan
bagaimana perkembangan penyakitnya apakah cenderung menetap,
berfluktuasi atau bertambah lama bertambah berat sampai akhirnya
datang mencari pertolongan medis.

Riwayat Penyakit Dahulu


Merupakan informasi tentang riwayat penyakit dahulu ini secara
lengkap, karena seringkali atau penyakit riwayat pengobatan yang
pernah diterimanya.

Riwayat Penyakit Keluarga


Merupakan penyakit yang berhubungan dengan faktor keturunan
seperti misalnya diabetes melitus, hipertensi. Menanyakan riwayat
penyakit orangtua, kakek nenek dan lain lain.

Riwayat kebiasaan/sosial
Kebiasaan yang biasa dilakukan oleh pasien yang bisa mempengaruhi
kondisi kesehatannya. Seperti kebiasaan merokok, atau minum
alkohol, dan lain lain
Kesadaran
Penentuan tingkat kesadaran dilakukan secara kualitatif dan
kuantitatif. Secara kualitatif : compos mentis, apatis, somnolen, stupor,
koma. Sedangkan secara kuantitatif dengan glasgow coma scale (GCS)

Tanda tanda vital


Pemeriksaan tanda tanda vital meliputi pemeriksaan tekanan darah,
nadi, suhu, dan respirasi.

Pemeriksaan fisik
adalah pemeriksaan yang mencakup :
a. Inspeksi : Keadaan umum pasien secara visual
b. Palpasi : Pemeriksaan raba(perabaan benjolan,konsistensi
hepar/ lien)
c. Perkusi : Pemeriksaan ketuk (batas jantung, paru , hepar ,
asites)
d. Auskultasi : Periksa dengan menggunakan stetoskop

Pemeriksaan penunjang sederhana


Adalah pemeriksaan yang diperlukan untuk membantu
menegakkan diagnosa penyakit yaitu Laboratorium, Rontgen,
EKG

Penegakan diagnosis (assesment)


adalah menetapkan jenis penyakit yang diderita oleh pasien
berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang yang dilakukan oleh dokter atau oleh paramedik apabila
dokter tidak ada

Rencana penatalaksanaan komprehensif (plan)


Bagian ini berisi rencana tindakan yang akan dilakukan terhadap
pasien
1. Pengobatan / terapi
Pengobatan diberikan sesuai dengan diagnosa yang ditegakkan
berdasarkan hasil pemeriksaan dan penunjang.
Pengobatan juga memberikan kesempatan kepada pasien untuk
memilih menerima atau pun menolak akan tindak lanjut terapi
yang akan diberikan kepada pasien.
2. Rujukan internal
adalah rujukan yang ditujukan atau berasal dari sub unit lain
dalam lingkungan Puskesmas meliputi KIA - KB, Gigi, UGD/
Rawat Inap, Kesling, Gizi, Poli Umum, MTBS, Laboratorium.
3. Rujukan Eksternal
adalah rujukan ke fasilitas kesehatan di luar Puskesmas (
Rumah Sakit, Laboratorium swasta )
Kriteria rujukan
 Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan yaitu diluar
diagnosa 144 penyakit yang tidak boleh dirujuk.
 Berdasarkan persetujuan dari pasien
4. Pengisian rekam medis
Harus diisi secara lengkap oleh petugas yang melaksanakan
layanan klinis mulai dari anamnesa, riwayat penyakit sekarang,
riwayat penyakit dahulu, riwayat alergi, konseling pasien, diagnosa
pasien, serta terapi yang akan diberikan ( S/ subjektif,O/
objektif,A/ assesment,P/ planning )
BAB VI
LOGISTIK

STANDART OBAT DI POLI UMUM

I. OBAT LIVE SAVING

a. Injeksi

No Nama Obat Satuan Jumlah

1. Aminophilin Ampul 1

2. Diazepam Ampul 1

3. Adrenalin Ampul 2

4 Vit k Ampul 2

5. Dexametason Ampul 2

6 Mgso4 Ampul 1
7 Deladryl Flacon 2

b. CairanInfus

No Nama Obat Satuan Jumlah

1. Dextrose 5 % 500 ml Kolf 1

2. Ringer Lactat Kolf 1


c. Alat

No Nama Alat Satuan Jumlah

1. Spuit 1 cc buah 1
2. Spuit 3 cc buah 1
3. Spuit 5 cc buah 1
4. Infusion set buah 2
5. Abocat no 18 buah 1
6. Abocat no 22 buah 1
7. Abocat no 24 buah 1

Penyediaan obat dan bahan habis pakai dilakukan melalui Instalasi Farmasi.
Pengadaan obat dan alat kesehatan dilakukan oleh panitia pengadaan setelah
mendapat persetujuan dari kepala Puskesmas.
BAB VII
KESELAMATAN PASIEN

A. Pengertian

Keselamatan Pasien ( Patient Safety )

Adalah suatu sistem dimana Puskesmas membuat asuhan pasien lebih aman.
Sistem tersebut meliputi :
 Asesment resiko
 Identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien
 Pelaporan dan analisis insiden
 Kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya
 Implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko

Sistem ini mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh :


 Kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan
 Tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil

B. Tujuan
 Terciptanya budaya keselamatan pasien di Puskesmas
 Meningkatnya akuntabilitas Puskesmasterhadap pasien dan masyarakat
 Menurunkan Kejadian Tidak Diharapkan ( KTD ) di Puskesmas
 Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi
pengulangan Kejadian Tidak Diharapkan ( KTD )

STANDAR KESELAMATAN PASIEN


1. Hak pasien
2. Mendidik pasien dan keluarga
3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
4. Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi
dan program peningkatan keselamatan pasien
5. Mendidik staf tentang keselamatan pasien
6. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien
7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien

KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN ( KTD )


ADVERSE EVENT :
Adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan, yang mengakibatkan cedera pasien
akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang
seharusnya diambil, dan bukan karena penyakit dasarnya atau kondisi pasien.
Cedera dapat diakibatkan oleh kesalahan medis atau bukan kesalahan medis
karena tidak dapat dicegah

KTD yang tidak dapat dicegah


Unpreventable Adverse Event :
Suatu KTD yang terjadi akibat komplikasi yang tidak dapat dicegah dengan
pengetahuan mutakhir

KEJADIAN NYARIS CEDERA ( KNC )


Near Miss :
Adalah suatu kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan ( commission ) atau
tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil (omission ), yang dapat
mencederai pasien, tetapi cedera serius tidak terjadi :
 Karena “ keberuntungan”
 Karena “ pencegahan ”
 Karena “ peringanan ”

KESALAHAN MEDIS
Medical Errors:
Adalah kesalahan yang terjadi dalam proses asuhan medis yang mengakibatkan
atau berpotensi mengakibatkan cedera pada pasien
KEJADIAN SENTINEL
Sentinel Event :
Adalah suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius;
biasanya dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat
diterima, seperti : operasi pada bagian tubuh yang salah.

Pemilihan kata “sentinel” terkait dengan keseriusan cedera yang terjadi ( seperti,
amputasi pada kaki yang salah ) sehingga pencarian fakta terhadap kejadian ini
mengungkapkan adanya masalah yang serius pada kebijakan dan prosedur yang
berlaku.

C. TATA LAKSANA
a. Memberikan pertolongan pertama sesuai dengan kondisi yang terjadi pada
pasien
b. Melaporkan pada dokter jaga puskesmas
c. Memberikan tindakan sesuai dengan instruksi dokter jaga
d. Mengobservasi keadaan umum pasien
e. Mendokumentasikan kejadian tersebut pada formulir “ Pelaporan Insiden
Keselamatan”
BAB VIII
KESELAMATAN KERJA

I. Pendahuluan
HIV / AIDS telah menjadi ancaman global. Ancaman penyebaran HIV
menjadi lebih tinggi karena pengidap HIV tidak menampakkan gejala. Setiap
hari ribuan anak berusia kurang dari 15 tahun dan 14.000 penduduk berusia 15 -
49 tahun terinfeksi HIV. Dari keseluruhan kasus baru 25% terjadi di negara -
negara berkembang yang belum mampu menyelenggarakan kegiatan
penanggulangan yang memadai.
Angka pengidap HIV di Indonesia terus meningkat, dengan peningkatan
kasus yang sangat bermakna. Ledakan kasus HIV / AIDS terjadi akibat
masuknya kasus secara langsung ke masyarakat melalui penduduk migran,
sementara potensi penularan dimasyarakat cukup tinggi (misalnya melalui
perilaku seks bebas tanpa pelindung, pelayanan kesehatan yang belum aman
karena belum ditetapkannya kewaspadaan umum dengan baik, penggunaan
bersama peralatan menembus kulit : tato, tindik, dll).
Penyakit Hepatitis B dan C, yang keduanya potensial untuk menular
melalui tindakan pada pelayanan kesehatan. Sebagai ilustrasi dikemukakan
bahwa menurut data PMI angka kesakitan hepatitis B di Indonesia pada
pendonor sebesar 2,08% pada tahun 1998 dan angka kesakitan hepatitis C
dimasyarakat menurut perkiraan WHO adalah 2,10%. Kedua penyakit ini
sering tidak dapat dikenali secara klinis karena tidak memberikan gejala.
Dengan munculnya penyebaran penyakit tersebut diatas memperkuat
keinginan untuk mengembangkan dan menjalankan prosedur yang bisa
melindungi semua pihak dari penyebaran infeksi. Upaya pencegahan
penyebaran infeksi dikenal melalui “ Kewaspadaan Umum “ atau “Universal
Precaution” yaitu dimulai sejak dikenalnya infeksi nosokomial yang terus
menjadi ancaman bagi “Petugas Kesehatan”.
Tenaga kesehatan sebagai ujung tombak yang melayani dan melakukan
kontak langsung dengan pasien dalam waktu 24 jam secara terus menerus
tentunya mempunyai resiko terpajan infeksi, oleh sebab itu tenaga kesehatan
wajib menjaga kesehatan dan keselamatan darinya dari resiko tertular penyakit
agar dapat bekerja maksimal.

II. Tujuan
a. Petugas kesehatan didalam menjalankan tugas dan kewajibannya dapat
melindungi diri sendiri, pasien dan masyarakat dari penyebaran infeksi.

b. Petugas kesehatan didalam menjalankan tugas dan kewajibannya


mempunyai resiko tinggi terinfeksi penyakit menular dilingkungan
tempat kerjanya, untuk menghindarkan paparan tersebut, setiap petugas
harus menerapkan prinsip “Universal Precaution”.

III. Tindakan yang beresiko terpajan


a. Cuci tangan yang kurang benar.
b. Penggunaan sarung tangan yang kurang tepat.
c. Penutupan kembali jarum suntik secara tidak aman.
d. Pembuangan peralatan tajam secara tidak aman.
e. Tehnik dekontaminasi dan sterilisasi peralatan kurang tepat.
f. Praktek kebersihan ruangan yang belum memadai.

IV. Prinsip Keselamatan Kerja


Prinsip utama prosedur Universal Precaution dalam kaitan keselamatan
kerja adalah menjaga higiene sanitasi individu, higiene sanitasi ruangan dan
sterilisasi peralatan. Ketiga prinsip tesebut dijabarkan menjadi 5 (lima) kegiatan
pokok yaitu :
a. Cuci tangan guna mencegah infeksi silang
b. Pemakaian alat pelindung diantaranya pemakaian sarung tangan guna
mencegah kontak dengan darah serta cairan infeksi yang lain.
c. Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai
d. Pengelolaan jarum dan alat tajam untuk mencegah perlukaan
e. Pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan.
BAB IX
PENGENDALIAN MUTU

Insrument mutu yang digunakan di Puskesmas Buleleng III dalam


memberikan pelayanan di poli Umum adalah pemberi pelayanan adalah dokter
dengan target 100%, kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan di Poli
Umum dengan target > 90%
Dalam pelaksanaan instrument mutu menggunakan kurva harian dalam
format tersendiri dan dievaluasi serta dilaporkan setiap bulan pada Tim mutu dan
Kepala Puskesmas Buleleng III