Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN KERJA PRAKTEK

STUDI PREPARASI DAN PENGAMBILAN SAMPEL


PT. MANUNGGAL SURYA SARANA PRATAMA SULAWESI
TENGGARA

OLEH:

RINOPAN BUDI
F1B2 13 066

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS ILMU DAN REKNOLOGI KEBUMIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARi

1
LEMBAR PENGESAHAN PERUSAHAAN
No. /ST/PA.11/42.20/05-2018

Direksi PT. Semen Tonasa menerangkan bahwa:

Nama : Rinopan Budi

NIM : F1B2 13 066

Jurusan : Teknik Pertambangan

Program Studi : Teknik pertambangan

Perguruan : Universitas Halu Oleo

Telah melaksanakan Kerja Praktik di PT. Manunggal Sarana Surya Pratama


dari tanggal 22 mei s/d 5 juli 2018 dan pengehan pembimbing terlampir
Demikian disampaikan untuk bahan

seperlunya.

Boenaga, Juli 2018

Disahkan,

PT. Manunggal sarana surya pratama Mengetahui

Ardiansyah Muh.Fahrullah.ST,IPP

Direktur Utama Kepala Teknik Tambang

2
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Muh.Arif Bijaksana

Departemen : Eksplorasi

Telah melakukan bimbingan sejak tanggal 22 mei s/d 5 Juli 2018

dan telah memeriksa hasil laporan Tugas Akhir mahasiswa berikut ini:

Nama : Rinopan Budi

Nim : F1B2 13 066

Jurusan : Teknik Pertambangan

Program Studi : Teknik Pertambangan

Perguruan : Universitas Halu Oleo

Demikian disampaikan untuk bahan seperlunya.

Boenaga, Juli 2017

Mengetahui,
Project Manager Pembimbing

La Sabihis Pemuda, ST Mohamad Syukran A, ST

3
Mahasiswa Peneliti

Mahasiswa yang akan melaksanakan Kerja Praktek adalah sebagai berikut :

Nama : Rinopan Budi

Stambuk : F1B2 13 066

Tempat dan Tanggal Lahir : Awila, 13 Oktober 1995

Jurusan : Teknik Pertambangan

Fakultas : Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITK)

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Status : Mahasiswa

Agama : Islam

No.Handphone : 082347405710

Alamat : Jalan Transito, Kel.haeba 5, Kec. Lepo-lepo


Kota Kendari, Prov. Sulawesi Tenggara

Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek

Minggu
No Jenis Kegiatan
I II III IV

1 Studi Literatur
2 Observasi Lapangan
3 Pengambilan Data
4 Pengolahan dan Analisis Data
5 Pembuatan Laporan

4
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala tuntunan dan
berkat-Nya sehingga penyusun dapat kerja praktek dan penulisan laporan kerja
praktek yang berjudul “KAJIAN STUDI PREPARASI DAN
PENGAMBILAN SAMPEL
Laporan kerja praktek ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat

kelulusan mata kuliah di Program Studi Teknik Pertambangan, Universitas

Halu oleo. Penelitian dilakukan di PT MANUNGGAL SARANA SURYA

PRATAMA. .

Dengan telah tersusunnya laporan kerja praktek ini tidak lupa penulis

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

ir ini, penulis menyadari bahwa masih ada kekurangan, oleh karena itu

penulis menerima kritik dan saran dari pembaca agar dapat menyempurnakan

laporan ini.

5
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ............................................................................................... i


Kata Pengantar ...................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................... iii
Daftar Tabel ........................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1

1.2 Maksud Kerja Praktek ........................................................................... 2

1.3 Tujuan Kerja Praktek............................................................................. 2

1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................ 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 3

2.1 Sejarah Perusahaan ................................................................................. 3

2.2 Lokasi dan Kesampaian daerah .............................................................. 8

2.3 Keadaan Lingkuangan Daerah ............................................................. 10

2.4Quality Control ................................................................................................ 11

2.5 Stockpile ............................................................................................... 13

BAB III HASIL KERJA PRAKTEK ................................................................ 15

3.1 Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek ....................................................... 15

3.2 Ruang Lingkup Kerja Praktek .............................................................. 15

3.3 Hasil Kerja Praktek ................................................................................... 15

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 28

4.1 Kesimpulan ........................................................................................... 28

4.2 Saran ....................................................................................................... 2

6
BAB I
PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki potensi sumber

daya mineral yang cukup banyak. Dengan perkembangan dinamika

pembangunan dan pertumbuhan pendudukan membuat semakin meningkat

pula kebutuhan akan sumber daya mineral tersebut. Hal ini membuat sektor

pertambangan menjadi sebagai salah satu sektor utama dalam pengolahan

sumber daya alam tersebut.

Bahan galian adalah semua bahan atau substansi yang terjadi dengan

sendirinya di alam dan sangat dibutuhkan oleh manusia untuk keperluan

industrinya. Bahan tersebut dapat berupa logam maupun non logam dan dapat

berupa bahan tunggal ataupun berupa campuran lebih dari satu bahan.

penggunaan logam nikel diberbagai sektor industri di dunia semakin

meningkat, bagi Indonesia nikel merupakan salah satu komoditi tambang yang

utama hingga saat ini masih menjadi komoditi penghasil devisa cukup besar

bagi Negara, sehingga nikel laterit merupakan cadangan yang strategis,

khususnya bagi Negara kiata yang mempunyai cadangan nikel laterit yang

cukup besar untuk dapat memberikan konstribusi memasok kebutuhan nickel

di dunia. Oleh karena itu kegiatan eksplorasi merupakan suatu kegiatan

penting yang harus di lakukan sebelum suatu usaha pertambangan di

laksanakan. Hasil dari kegiatan eksplorasi itu harus dapat memberikan

informasi yang lengkap dan akurat mengenai sumber daya mineral/bahan

7
galian maupuan kondisi geologi yang ada, agar upaya kelayakan untuk

pembukaan usaha pertambangan yang di maksud dapat di lakukan dengan

teliti dan benar (akurat).

Pemboran adalah pembuatan lubang eksplorasi yang daimeternya

relative kecil bila di bandingkan dengan kedalamannya. Pemboran ini

biasanya di lakukan pada batuan atau formasi batuan dalam rangka

pengumpulan data informasi dan pengambilan conto (sample).

Preparasi merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam mempersiapkan

contoh untuk dianalisis, yang metodenya disesuaikan dengan keadaan contoh

dan kepentingan. Berdasarkan keadaan contohnya, terdapat 2 jenis preparasi:

Contoh ruah (bulk samples) yaitu preparasinya meliputi pengeringan,

penimbangan (pengukuran volume), pencucian, pendulangan, pengeringan,

pengayakan, pemagnetan, dan penimbangan masing-masing fraksis Serta

konsentrat dulang. Prinsip preparasinya adalah pemisahan mineral berdasarkan

sifat kemagnetan (magnetic separation).

Tingkat kepastian dari penyebaran endapan, jumlah cadangan serta

kualitas cadangan merupakan dasar dalam perencanaan aktivitas pada industri

pertambangan, sehingga peranan kegiatan eksplorasi menjadi hal yang sangat

penting sebagai langkah awal dari seluruh rangkaian pekerjaan dalam industri

pertambangan. Pada tahun 2007, terjadi peningkatan permintaan pasar

terhadap bijih nikel. Tingginya permintaan terhadap bijih nikel ini datangnya

dari pasar internasional seperti China, India, Jepang dan Eropa Timur. Hal

inilah yang melatar belakang salah satu perusahan tambang swasta Indonesia

8
yaitu PT. Manunggal Sarana Surya Pratama, melakukan kegiatan eksplorasi

terhadap endapan nikel laterit yang terdapat di Kabupaten Konawe Utara, yang

gunanya untuk memulai usahanya di bidang pertambangan.

Pertambangan merupakan suatu kegiatan pengambilan endapan

mineral berharga dari dalam kulit bumi, baik penggaliannya dilakukan di

permukaan maupun di bawah permukaan. Mengingat bahan galian yang

diambil merupakan kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui dan karena

terjadinya suatu endapan bahan galian memerlukan waktu yang cukup lama,

maka dalam pemanfaatannya diusahakan semaksimal mungkin.

PT Manunggal Sarana Surya Pratama Sulawesi Tenggara merupakan

salah satu perusahaan yang melakukan penambangan dan pengolahan bijih

nikel yang berlokasi di Desa Boenaga Kecamatan lasolo Kepulauan,

Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawaei Tenggara. Memiliki beberapa

wilayah penambangan antara lain: Wilayah Tambang Utara, dan Wilayah

Tambang Salatan,

Penambangan bijih nikel di Desa Boenaga Kecamatan Lasolo

Kepulauan dilakukan dengan tambang terbuka (open pit mining) yang

dikerjakan dengan langkah-langkah kegiatan penambangan antara lain:

penggalian kegiatan/pembongkaran, pemuatan, pengangkutan bijih,

penimbunan bijih dan pengawasan kualitas. Karena kadar nikel tidak merata,

maka dilakukan “selektif mining”. Kegiatan penambangan bijih nikel di PT

Manunggal Sarana Surya Pratama menggunakan alat dorong, gali/muat dan

alat angkut.

9
1.2. Maksud Dan Tujuan Kerja Praktek

Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:

a. bagaimana tahapan-tahapan dalam preparasi sampel.

b. Peralatan apa saja yang digunakan pada kegiatan preparasi

sampe(conto)

c. Faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya penurunan kadar Nikel.

1.3. Manfaat Kerja Praktek

Manfaat dari pelaksanaan praktek kerja lapangan ini biasa dirasakan oleh

pihak yang terkait, antara lain:

a. Bagi Mahasiswa

 Menambah pengetahuan dan pengalaman kerja yang sebenarnya

secara praktis.

 Sebagai latihan bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja

yang sebenarnya.

 Melatih pemahaman tentang aplikasi pengetahuan teknik

pertambangan yang diterapkan di industri.

b. Bagi PerguruanTinggi

 Mengetahui sejauh mana ilmu yang diserap oleh mahasiswa selama

kuliah.

 Memperoleh gambarannya tatentang perusahaan sebagai bahan

informasi untuk mengembangkan kurikulum yang ada.

c. Bagi Perusahaan

10
 Merupakan wujudnya tatentang perusahaan dalam mengembangkan

bidang pendidikan.

 Memperoleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang potensial untuk

perusahaan.

11
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sejarah PT. MANUNGGAL SURYA SARANA PRATAMA

Usaha pertambangan di PT Manunggal Surya Sarana Pratama (MSSP)

adalah perusaahan yang bergerak dalam bidang penyedia jasa kontruksi.

Beralamat di jalan jenderal yani no 193 kendari Sulawesi tenggara, yang di

dirikan pada tanggal 7 november 1997 dengan akte notaries rachmatia Hambu,

SH no 20 tanggal 7 november 1997 dan terdaftar dalam surat keputusan

menteri kehakiman Republik Indonesia No: C2-17. 801 RT.01.01 TH 1998.

Pada tahun 2013 PT manunggal Sarana Surya Pratama mendapatkan sertifikat

ISO 9001:2008. PT Manunggal Sarana Surya Pratama kini juga telah bergerak

di bidang pertambangan nikel sejak tahun 2008 dan masuk Ke Desa Boenaga

Kec.Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara. Pada tahun 1997 nama

perusaahan ini adalah CV. Manunggal Sarana, dan berganti nama di tahun

2000 menjadi PT. Manunggal Sarana Surya Pratama. PT Manunggal Sarana

Surya Pratama dalam hal ini telah melakukan mapping dan Auger pada bulan

april 2012. Kemudian di lanjutkan dengan pengeboran inti detrail pada bulan

juli 2012 yang menyelesaikan 13 titik pengeboran dengan total kedalaman

155,1 meter. Kegiatan pengeboran ini menggunakan 3 unit mesin pemboran

tipe MD (Maxi Drill) singlen tube

12
2.2. Lokasi dan Kesampaian Daerah

Kegiatan kerja praktek ini dilaksanakan selama kurun waktu 1 bulan

dengan interval waktu tanggal . secara administrasi wilayah pertambangan

PT. Manunggal Sarana Surya Pratama terletak di Desa Boenaga Kecamatan

Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe utara Provinsi Sulawesi Tenggara.

Lokasi penambangan PT Manunggal Sarana Surya Pratama secara

administrative terletak di Desa Boenaga, Kecamatan Lasolo Kepulauan

Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

PT Manunggal Sarana Surya Pratama dengan batas-batas wilaya

sebagai berikut:

a. Sebelah utara perbatasan dengan bumi santoso jaya

b. Sebelah timur berbatasan dengan PT daka

c. Sebelah selatan berbatasan dengan PT paramita persada

d. Sebelah barat berbatasan dengan bumi santoso jaya

Secara geografis wilaya IUP PT Manunggal Sarana Surya Pratama

terletak pada 1220 22’23”-122023’28” BT dan antara 30 24’29”-30 25’ 41” LS

di Daerah Boenaga Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara,

Provinsi Sulawesi Tenggara. Daerah ini dapat di tempu dengan mengunakan

kendaraan roda empat atau dua dari kota kendari menuju Kecamatan Lasolo,

Kabupaten Konawe Utara dengan jarak tempu sekitar 128 km, kemudian

dilanjutkan dengan menggunakan jalur laut menuju lokasi IUP Eksplorasi

dengan waktu tempuh 2 jam kemudian dari dermaga ke lokasi blok IUP

Eksplorasi menggunakan jalur darat dengan waktu tempu sekitar 5 menit

13
2.3. Profil Perusaahan
PT. Manunggal Sarana Surya Pratama merupakan salah satu

perusahaan yang bergerak dibidang penambangan nikel. Metode penambangan

yang dipiih yaitu Open Cut dengan luas IUP 284.92 Ha. PT. Manunggal

Sarana Surya Pratama telah melakukan bukaan tambang seluas 5 Ha.

Gambar
Peta Geologi Regional Lokasi IUP PT. Manunggal sarana surya pratama
2.4. Keadaan Lingkungan Daerah

2.4.1. Lingkungan

Lasolo kepulauan merupakan sebuah kecamatan di Sulawesi

Tenggara yang beriklim tropis. Lasolo Kepulauan memiliki banyak

bukit, sungai, serta hutan lindung. Adapun perairan tergolong luas.

14
2.4.2. Penduduk dan Mata Pencaharian

Penduduk asli di kecamatan lasolo kepulauan desa boenaga

merupakan suku bajo, Penduduk pendatang umum suku bugis.

Penduduk asli umumnya berprofesi sebagai nelayan,pedagang dan

pegawai PT. Manunggal Surya Sarana Pratama. Penduduk pendatang

umumnya berprofesi sebagai pegawai PT.Manunggal Surya Sarana

Pratama

2.4.3. Iklim

Manunggal Surya Sarana Pratama memiliki iklim tropis dengan

kisaran bersuhu udara (26-37)oC. Musim kemarau berlangsung antara

bulan maret hingga juli, sedangkan musim penghujan antara bulan

september hingga februari.

Kabupaten Konawe Utara merupakan wilayah yang memiliki

curah hujan yang cukup tinggi. Yang memiliki 2 musim yaitu musim

hujan dan musim kemarau. Keadaan musim ini sangat dipengaruhi

oleh arus angin yang bertiup diatas wilayah pertambangan.

1. Mei s/d Juli adalah musim hujan

2. Agustus s/d Oktober adalah musim panas

3. April adalah musim pancaroba atau peralihan antara musim hujan

dan musim kemarau.

15
2.4.4. Geologi Lokal

 Morfologi Lokal

Morfologi daerah IUP PT Manunggal Sarana Surya Pratama

merupakan morfologi dengan kelerengan topografi yang bervariasi, yang

dapat dikelompokkan kedalam interval-interval tertentu. Terbentuknya pola

kelerengan tersebut memiliki kaitan erat terhadap kondisi material dan

struktur geologi. Oleh karenanya, pola kelerengan tertentu dari suatu

wilayah akan mencerminkan proses dan intensitas pembentukan. Dilain

pihak, kelompok derajat kelerengan dari suatu bentang alam memiliki peran

kontrol dalam pembentukan pelapukan suatu batuan, dimana pada kondisi-

kondisi tertentu derajat kelerengan dari suatu wilayah akan mengontrol

sirkulasi air beserta reagen-reagen lainnya apakah akan menjadikan air

sebagai aliran permukaan (surfacerun off) ataukah air akan meresap ke dalam

lapisan tanah (infiltrasi) yang selanjutnya akan mendukung proses-proses

pelapukan batuan di dalamnya.

Salah satu faktor utama dalam pembentukan nikel laterit adalah aspek

geomorfologi. Kemiringan yang datar dan bergelombangakan memudahkan

meresapnya air permukaan, sehingga membuat proses kerja pelapukan terjadi

secara intensif. Proses pelapukan adalah proses utama untuk membentuk

nikel laterit. Bertentangan dengan ini, kemiringan yang tinggi akan

memudahkan run off air, berarti lebih sedikit airmenyusup ketanah atau

batu. Sehingga membuat proses pelapukan tidak intensif untuk membentuk

laterit nikel atau bahkan tidak.

16
Berdasarkan klasifikasi kelas lereng menurut Van Zuidam (1983),

secara umum bentangalam (morfologi) daerah penelitian dapat

diklasifikasikan menjadi dua satuan morfologi, yaitu satuan morfologi

perbukitan bergelombang dan satuan morfologi perbukitan bergelombang

terjal.

 Morfologi Perbukitan Bergelombang

Penyebaran satuan ini menempati sekitar 70% pada lokasi IUP PT

Manunggal Sarana Surya Pratama. Litologi penyusun satuan ini terutama

oleh batuan ultramafik. Kenampakan bentuk bentangalam pada satuan ini

dicirikan oleh daerah perbukitan berkisar antara 0 – 220 mdpl dan sudut

lereng berkisar antara 5o – 20o. Proses geomorfologi yang sedang

berlangsung pada satuan ini terutama berupa proses pelapukan, erosi,

sedimentasi. Sungai yang mengalir umumnya merupakan jenis sungai

intermittent dan membentuk pola aliran dendritik. Vegetasi umumnya berupa

hutan heterogen dan semak belukar.

 Morfologi Perbukitan Bergelombang Terjal

Penyebaran satuan ini menempati sekitar 30%pada lokasi IUP PT

Manunggal Sarana Surya Pratama. Litologi penyusun satuan ini terutama

oleh batuan ultramafik. Kenampakan bentuk bentangalam pada satuan ini

dicirikan oleh daerah perbukitan berkisar antara 0 – 330 mdpl dan sudut

lereng berkisar antara >20o. Proses geomorfologi yang sedang berlangsung

17
pada satuan ini terutama berupa proses pelapukan dan erosi. Vegetasi

umumnya berupa hutan heterogen dan semak belukar.

Perb. terjal Perb. bergelombang

Gambar.Kenampakan morfologi perbukitan bergelombang pada lokasi penelitian. (

difoto relatif kearah Barat Laut )

2.5. Quality Control

Quality Control (QC) PT Manunggal Surya Sarana Pratama terdiri dari

dua satuan kerja yaitu quality analis, preparasi sampel,. satuan kerja ini

dimaksudkan untuk mengendalikan kadar-kadar yang terkandung dalam ore

yang diproduksi sehingga ore yang diproduksi sesuai dengan Cut Of Grade

(COG) yang ditentukan.

18
2.5.1.Quality Analis

Qualiti Analis adalah suatu kegiatan yang di mana untuk

mengontrol kadar ni pada ore yang di tambang pada suatu lokasi

penambangan dengan menggunakan metode eks

2.5.2. Preparasi Sampel (Sampel Preparation)

Sampel preparation merupakan tahap awal sebelum dilakukan

analisa kadar nikel pada lab instrument maupun lab kimia. Kegiatan

preparasi sampel meliputi selevtive mining,re-check,ore ekspor dan

umpan pabrik. Sebelum dilakukan preparasi sampel, dilakukan sampling

di lapangan. Sampling adalah kegiatan yang bersifat

menggeneralisasikan keseluruhan populasi ore dengan analisa statistik

dari suatu sampel yang diperoleh. Dalam kegiatan sampling PT

Manunggal surya sarana pratama.

2.5.3. Lab Instrument

Lab instrument merupakan lab yang bertugas untuk menganalisis

kadar Nikel dari hasil preparasi sampel yang telah dilakukan , alat yang

digunakan pada lab instrument yakni MagicX Fast PW2540 vrc dengan

teknologi memanfaatkan sinar x-ray fluorescence , hasil yang terbaca

pada alat ini adalah kandungan atau kadar Ni, Fe, SiO2 , CaO, MgO,

Al2O3 , dan Cr2O3 . Sampel yang dianalisis pada laboratorium

instrument bukan hanya sampel yang berasal dari mining, akan tetapi

terdapat sampel output dari pabrik maupun batubara. Pada laboratorium

instrument sampel di press atau ditekan dalam bentuk pallete.

19
2.5.4. Laboratorium Kimia

Pada laboratorium kimia sampel yang dianalisis yakni sampel

yang diambil dari sampel ekspor , tujuan dari laboratorium yaitu

menganalisi kadar ore hasil sampel ekspor berupa kadar Ni, Fe,

CaO,MgO dan silika dengan cara titrasi menggunakan reagen kimia

yang telah ditentukan oleh analis. Perbedaan Laboratorium kimia dengan

laboratorium instrument, pada pengerjaan nya untuk lab instrument

menggunakan teknik atau metoda fisika atau sampel yang digunakan

dalam keadaan kering sedangkan lab kimia dengan campuran reagen

kimia dengan metoda wet. Hasil kadar Ni pada Laboratorium instrument

dengan laboratorium kimia hanya diperbolehkan berbeda dengan selisih

0,25 %. Apabila target tidak sampai , maka sampel lab kimia dengan lab

instrument harus ditukar dan di analisis kembali kadar Ni nya.

 Litologi

Berdasarkan karakteristik litologi dari masing-masing batuan

yang dapat dikenali dilapangan, maka litologi daerah penelitian

dikelompokkan berdasarkan satuan batuan yang dapat dipetakan yaitu

satuan batuan ultramafik.

 Satuan Batuan Ultramafik

Satuan batuan ultramafik di daerah ini didominasi oleh

peridotite. Adapun karakteristik dari batuan ultramafik yang terdapat di

lokasi penelitian secara deskriptif sebagai berikut : Berdasarkan

pengamatan petrologi yang dilakukan, peridotite umumnya telah lapuk

20
dan berwarna abu-abu kecoklatan, sedang yang masih segar berwarna

hitam kehijauan, tekstur granular dengan xenomorphyc olivine dan

pyroxene, massive, komposisi mineral utama berupa olivine, sedang

magnetite hadir sebagai mineral aksesoris. Sebagian besar telah

terserpentinisasi, terkekarkan dan terbreksikan.

21
BAB III

HASIL KERJA PRAKEK

3.1. Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek

Kerja praktek dilaksanakan di PT.Manunggal Sarana Surya Pratama

Kabupaten Konawe Utara Kexcamatan Lasolo Kepulauan Desa Boenaga

selama satu bulan

Gambar 3. Peta lokasi penelitian

22
3.2. Ruang Lingkup Kerja Praktek

Ruang lingkup kerja praktek PT Manunggal Sarana Surya Pratama

meliputi kegiatan orientasi umum, studi literatur, diskusi dengan pembimbing,

dan evaluasi di Quality Analis

3.3. Alur Proses Preparasi Sampel

Preparasi sample merupakan suatu pekerjaan untuk mempersiapkan

sample dikirim kelaboratorium untuk dianalisis kadar nikelnya. Sebelum

sample dianalisis, terlebih dahulu dilakukan preparasi dengan tujuan untuk

mereduksi baik jumlahnya maupun ukuran butirnya sampai dengan kehalusan

200 mesh yang representatif dari sample itu sendiri.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi kegiatan preparasi sample :

 Terlambatnya sample yang dimasukkan ke tempat preparasi

 Proses pengeringan sample yang cukup lama

 Sample dari lapangan kadar airnya cukup banyak

 Volume sample

 Kurangnya crew yang bekerja

3.3.1. Prosedur dan Tahapan-Tahapan Kegiatan Preparasi Sample

a.Timbang

Sample yang sudah dibor dilapangan kemudian dimasukan ke

core shed untuk dilogging dan disampling. Sample dilogging dan

disampling sesuain dengan nomor core box. Kemudian di masukan ke

laboratorium untuk di preparasi. Setelah sample diterima dari core

shed, langkah awal yang dilakukan yaitu sample ditimbang. Sebelum

23
sample ditimbang, sample harus dicek kembali. Pastikan sample sudah

pada urutannya dimilai dari nomor yang terkecil sampai pada nomor

terbesar dan lihat nomor digit pada lebel alumunium tag yang ada

didalam tray. Setelah sample cek dan tidak ada masalah, sample

tersebut kemudian di timbang untuk mengetahui berapa berat dan

kadar air pada sample, dan untuk menghitung moisture. Sebelum di

masukkan kedalam oven pengering. Sample di timbang, timbangan

yang gunakan yaitu timbangan digital AND FG < 30 KAM, timbangan

ini dapat menimbang sample dengan berat maximal 30 kg.

Sample ditimbang sesuai dengan nomor urut sample yang sada di

didalam tray, dimulai dari nomor yang paling kecil. Sample yang

sudah ditimbang kemudian diatur diatas troly, sample yang beratnya

lebih dari 2 kg dibagi menjadi dua tray, untuk mempermudah proses

pengeringan didalam oven

b. Drying/Oven

Setelah semua sample ditimbang dan telah diatur diatas troly,

sample tersebut kemudian dimasukan kedalam oven pengering. Oven

hanya mampu menampung satu buah troly, sedangkan satu troly

mampu menampung sample sebanyak 150 sample yang sudah

diletakan didalam tray. Sample yang diatur diatas troly tidak bias

terlalu banyak, karena akan memperlambat proses pengeringan.

Sample dikeringkan selama 1 X 24 jam atau satu hari, dengan suhu

24
1050 C, dalam pengeringan sample ini suhu tidak boleh lebih dari 1050

karena akan mengurangi elemen-elemen dari sample tersebut.

Gambar 3.1 Drying/oven

c. Crusher

Crusher yaitu tahapan untuk menghancurkan sample yang sudah

dikeringkan didalam oven. Tetapi sebelum sample dihancurkan, Sample

yang sudah dikeringkan kemudian diditimbang lagi untuk mengetahui

berapa % kadar air yang hilang setelah sample dikeringkan, atau untuk

menghitung moisture.

Rumus menghitung moisture :

WT1 + WT2

WT1

Keterangan :

25
WT1 : Berat Sample Sebelum ditimbang (berat basah)

WT2 : Berat Sample Setelah dikeringkan (berat kering)

Selanjutnya sample yang sudah ditimbang kemudian dihancurkan (crusher)

dengan menggunakan mesin jaw crusher. Sample dihancurkan dengan 5

mm. pada tahapan ini seteleh menghancurkan satu sample, mesin crusher

dibersihkan dengan menggunakan barren wash (batu pembersih)

Gambar 3.2 jaw crusher

d. Test Kehalusan Sample

kehalusan sample harus selalu di test setiap 20 sample dan dicatat

dalam buku yang telah disediakan test kehalusan sample menggunakan

ayakan 200# (200 lubang ayak) dengan ketentuan bahwa % kehalusan

(-200#):95 %-100% atau % kekasaran (+200#):0-5%. jumlah sample

26
yang akan di ayak untuk di test tidak boleh tidak terlalu sedikit,

(minimum 30 gr) apabila terlalu sedikit,dianggap tidak mewakili.

Rumus test kehalusan sample :

Dimana :

A = Berat Halus (gr)

B = Berat Kasar (gr)

A+B = Total Berat (gr)

Gambar Top Grinding

e. Packing

Akhir dari tahapan preparasi sample. Sample yang sudah di

masukan ke kedalam packet kecil, kemudian di masukan lagi

27
kedalam karton kecil lalu bungkus dengan karung yang sudah di

sediakan untuk dipacking. selanjutnya sample yang sudah dipacking

itu kemudian di timbang dan selanjutnya dibawa ke kantor.

Gambar 3.5 Sampel yang di masukan ke dalam plastik

3.3.2. Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Kadar

a. Penyebaran Bijih Yang Tidak Merata

Dalam penyebaran biji yang tidak merata dapat mempengaruhi

kadar dari hasil penambangan sehingga tidak sesuai dengan kadar dari

hasil eksplorasi. Dimana dengan spasi titik bor 50 x 50 tidak semua

kadar dalam luasan tersebut tersebar dengan yang rata atau sama.

28
b. Kegiatan Penambangan

Dalam kegiatan penambangan sangat berperan penting dalam

menjaga kestabilan kadar yang ada. Dimana faktor-faktor yang

mempengaruhinya yaitu sebagai berikut :

1. Pengotoran Bijih

Pengotoran bijih sangat berpengaruh terhadap kadar yang

diperoleh saat proses penambangan. Dimana suatu material yang

sedikit mengandung unsur nikel yang ikut tercampur dalam bijih

pada saat proses oregetting berlangsung. Ada beberapa hal yang

dapat mempengaruhi kualitas kadar bijih nikel diantaranya

adalah sebagai berikut :

2. Posisi waste terhadap ore

Daerah penggalian bijih yang lebih rendah dari lokasi

pengupasan tanah penutup akan lebih rawan terhadap waste,

dimana saat musim hujan atau aliran air, maka daerah

penggalian bijih yang akan mengalami suatu dilusi dari material

yang terbawa bersama air.

3. Posisi Ore

Biasanya posisi ore yang memiliki kadar tinggi berada

diantara boulder. Permasalahannya adalah sangat sukar bagi

alat untuk melakukan selective terhadap bijih dengan boulder.

Dalam hal ini suatu proses pengambilan sampel pada daerah

29
tersebut tidak mewakili keseluruhan daerah dikarenakan adanya

baoulder yang tidak dapat di jangkau oleh alat berat.

4. Tercampurnya ore dan pengotor

Tercampurnya ore dan pengotor sering kali

mengakibatkan kehilangn bijih tercampur dengan waste, maka

dara itu pihak pengontrol wajib melakukan pengawasan untuk

memindahkan ore dengan waste, karena semakin banyak

pengotor maka semakin tinggi pula penurunan kadar yang

terjadi. Conto pengotor pada nikel yaitu silikat, conto

mineralnya yaitu berupa kuarsa dan krisopras.

5. Ketelitin dalam pengambilan sampel

Standarisasi pengambilan sampel yang telah ditetapkan

haruslah menjadi perhatian bagi pengawas dan tenaga lapangan

dalam melakukan pengambilan sampel. Kelalaian terhadap

cara-cara pengambilan sampel yang telah ditetapkan, misalnya

dalam pengambilan sampel namun yang dilakukan adalah

pengambilan sampel, maka tentunya mengurangi ketelitian

dalam penentuan kadar dari setiap hasil penambangan.

Mempersiapkan sarana pendataan dan pengambilan sampel;

sekop

30
IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil Kerja Praktek, maka kami dapat menyimpulkan bahwa:

Secara umum ukuran conto dapat berpengaruh terhadap hasil analisis

sehingga sebelum dianalisis dilakukan pengurangan conto. Pengurangan

ukuran partikel atau dengan kata lain proses pembagian (spilit) conto

sebaiknya dilakukan pada fraksi ukuran yang telah seragam. Secara umum

ukuran conto sangat berpengaruh terhadap hasil analisa sehingga biasanya

analisis dilakukan pada dua laboratorium yang berbeda dan sebagian conto

lainnya disimpan sebagai dokumen.

Preparasi adalah pekerjaan yang dilakukan untuk mengolah conto dari

lapangan yang masih heterogen dan kasar menjadi material yang homogen dan

halus sesuai dengan persyaratan laboratorium. alat yang digunakan dalam

preparasi sampel harus sesuai standar operasional prosedur. Boulder-boulder

conto perlu dimasukkan ke dalam pengecilan ukuran sampai semua conto

menjadi sama rata, setelah itu dilakukan pengayakan dengan ukuran lolos yang

sudah ditentukan.

Setelah conto diperoleh sebelum di bawah ke laboraturium untuk

dilakukan analisis kadar (assay). Karena yang dianalisis tersebut hanya

sebagian kecil dari conto, maka diperlukan preparasi (persiapan) conto, agar

pada bagian conto yang dianalisis bersifat representatif terhadap kondisi

sebenarnya.

31
Faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan kadar yaitu terjadinya

penyebaran bijih yang tidak merata dapat mengakibatkan kadar nikel

tercampur oleh material pengotor, selain itu ketelitian dalam pengambilan

sampel, dimana pengambilan sampel harus di awasi langsung oleh divisi

quality Analis

B. Saran

1) Untuk mencapai target yang di inginkan, pekerjaan di preparasi di bagi dua

shift yaitu shift siang dan malam

2) Sample yang besar volumenya dan kadar air yang tinggi harus dibagi dua,

agar mempermudah proses pengeringannya

3) Crew yang bekerja harus di tambah sehingga dapat meringankan pekerjaan

di preparasi

4) Alat alat yang digunakan di preparasi harus sesuai stendar operasional

prosedur(SOP).

32
DAFTAR PUSTAKA

Fitrian, E.B, dkk. 2016. Identifikasi Sebaan Nikel Laterit Dan Volume Bijih
Nikel Daerah Anoa Menggunakan Korelasi Data Bor. Universitas
Hasanuddin
Hardiansyah, 2008. Analisis Kadar Nikel Laterit Pada Pt Anugerah Sakti
Utama Kecamatan Pagimana Kabupaten Luwuk Banggai Provinsi
Sulawesi Tengah (Unpublished)
Isjudarto. A. 2013. Pengaruh morfologi lokal terhadap Pembentukan nikel
laterit. SEMINAR NASIONAL ke 8 Tahun 2013 : Rekayasa
Teknologi Industri dan Informasi
Japanese Industrial Standard (JIS M-1809), 1996. Garnerite Nickel Ores-
Methods For Sampling, Sample Preparation And Determination Of
Moisture Content. Standards Association Jepang
Sari, Y.A., 2013, Penentuan Kadar Nikel dalam Mineral Laterit Melalui
Pemekatan dengan Metode Kopresipitasi Menggunakan Cu-pirolidin
Dithiokarbamat, Jurusan Kimia FMIPA,Universitas Negeri Semarang
Waheed, Ahmed. 2002. Mine Geology at PT. INCO. PT. INCO : Sorowako

33