Anda di halaman 1dari 9

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SKI MI

A. Pengertian Pengembangan Bahan Ajar SKI di MI

Bahan ajar atau materi pembelajaran (learning materials) adalah segala sesuatu yang menjadi isi
kurikulum yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar dalam rangka
pencapaian kompetensi dasar setiap mata ajar dalam satuan pendidikan tertentu.[1]

Pengertian lainnya mengatakan bahwa materi/bahan ajar adalah segala sesuatu yang hendak
dipelajari dan dikuasai peserta didik berupa pengetahuan, keterampilan maupun sikap melalui
kegiatan pembelajaran. Bahan ajar menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan
kurikulum. Oleh karena itu materi pembelajaran harus dipersiapkan dengan baik agar pelaksanaan
pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebut harus sesuai dengan kompetensi
inti/standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya, materi
yang ditentukan untuk kegiatan pembelajran hendaknya materi yang benar-benar menunjang
tercapainya kompetensi inti/standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya lindikator.

Pengembangan bahan ajar adalah suatu proses yang sistematis dalam mengidentifikasi
mengembangkan, dan mengevaluasi isi dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-
prinsip tertentu yang diadaptasi dari teori-teori pembelajaran yang diarahkan untuk mencapai
tujuan pembelajaran secara lebih efektif dan lebih efisien.[2]

Pengembangan materi pada pembelajaran SKI adalah pengetahuan keterampilan dan sikap yang
harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi inti atau standar kompetensi yang telah
ditentukan.[3]

B. Struktur dan Jenis Materi Ajar SKI

Sebelum proses penyelenggaraan pembelajaran, guru dituntut mengenal, mengetahui dan


memahami materi yang akan disampaikan kepada peserta didik. Berikut ini adalah struktur dan jenis
materi Sejarah Kebudayaan Islam:

a) Fakta

Sejarah secara umum berisi data-data yang berhubungan dengan peristiwa masa lampau. Data-data
sejarah ini adalah fakta yaitu segala sesuatu yang berwujud kenyataan dan kebenaraan. Fakta-fakta
sejarah meliputi nama-nama orang, peristiwa, tempat atau benda-benda.

b) Konsep

Konsep adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil
pemikiran, meliputi definisi, pengertian-pengertian, ciri khusus, hakikat, inti atau isi.

c) Prinsip

Komponen ini merupakan hal yang utama dari mata pelajaran yang berisi hal-hal utama, pokok dan
memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta
hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat.

d) Prosedur

Bagian struktur ini berupa langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan sesuatu
aktivitas dan kronologi suatu sistem atau peristiwa. Prosedur juga menyangkut materi yang berisi
urutan atau jenjang, yang satu dilakukan setelah yang lainnya.
e) Sikap atau nilai

Merupakan struktur materi afektif yang berisi aspek sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih
sayang, tolong menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja. Materi ajar yang baik tidak
hanya memuat aspek kognitif dan psikomotor saja, sebagaimana tercermin dari empat aspek diatas,
melainkan juga harus sarat dengan muatan afektif. [4]

C. Prinsip-Prinsip Pengembangan Bahan Ajar SKI di MI

Ada beberapa prinsip yang harus dipegang oleh guru yang melakukan pengembangan materi
pembelajaran.Prinsip-prinsip antara lain kesesuaian (relevansi), konsistensi dan
kecukupan (adequacy).

1) Relevansi

Adanya relevansi atau kesesuaian anatra materi yang dikembangkan dengan Standar isi yang
menyangkut Standar Kompetensi/ Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Jika kemampuan yang
diharapkan dikuasai peserta didik berupa pengenalan fakta, maka materi pembelajaran yang
diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain. Contoh:

Kompetensi Dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah “Menceritakan kondisi alam, sosial dan
perekonomian masyarakat Arab pra-Islam. Maka, dalam pengembangan materi pembelajaran yang
dapat dilakukan adalah dengan mencari referensi yang berkenaan dengan kondisi alam yang
menyangkut cuaca, musim dan geografi tempat tinggal masyarakat Arab pra-Islam, serta struktur
dan strata sosial serta ekonomi mereka.

2) Konsistensi

Prinsip ini berarti keajegan. Artinya, adanya keajegan antara bahan ajar dengan kompetensi dasar
yang harus dikuasai siswa. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa ada empat macam, maka
materi atau bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam.

3) Adequacy

Prinsip ini berarti kecukupan. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu
peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh telalu sedikit dan tidak
boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi
dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan
dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan SK/KI dan KD).[5]

D. Sumber Pengembangan Materi SKI di MI

Sumber pengembangan materi ajar adalah bahan ajar, yaitu rujukan tempat bahan ajar dapat di
peroleh. Untuk mencari sumber bahan ajar, siswa dapat dilibatkan untuk mencarinya, sesuai dengan
prinsip pembelajaran siswa aktif. Sumber-sumber yang dimaksud dapat disebutkan di bawah ini :

1) Buku teks yang diterbitkan oleh berbagai penerbit

2) Laporan hasil penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian

3) Buku modul sejarah kebudayaan islam untuk PGMI

4) Jurnal penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah


5) Sejarawan kebudayaan islam

6) Buku kurikulum

7) Terbitan berkala seperti harian, mingguan dan bulanan

8) Situs-situs internet

9) Multimedia (TV,Video, VCD, kaset audio, dsb)

10) Lingkungan (alam, sosial, seni budaya, teknik, industri, ekonomi)

11) Narasumber(masyarakat).[6]

E. Langkah-langkah Pengembangan Bahan Ajar SKI di MI

Langkah-Langkah Pengembangan Bahan Ajar:

1. Identifikasi Standar Kompetensi/Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Sebelum menentukan pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek keutuhan


kompetensi yang harus dipelajari atau dikuasai peserta didik. Sejalan dengan berbagai aspek
kompetensi inti, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik.

2. Indentifikasi jenis-jenis materi pembelajaran

Identifikasi dilakukan berkaitan dengan kesesuaian materi pembelajaran dengan tingkatan


aktivitas/ranah pembelajarannya. Meteri yang sesuai untuk ranah kognitif ditentukan berdasarkan
perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan
berpikir. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah kognitif adalah fakta, konsep,
prinsip dan prosedur.

Materi yang sesuai untuk ranah afektif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek
perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Dengan demikian
jenis materi yang sesuai untuk ranah afektif meliputi rasa dan penghayatan, seperti pemberian
respon, penerimaan, internalisasi,dan penilaian.

Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah psikomotor ditentukan berdasarkan perilaku yang
menekankan pada aspek ketrampilan motorik. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk
ranah psikomotor terdiri dari membut Mind Map, atau Concept Map, Timeline, dan melakukan
gerakan-gerakan yang dituntut penguasaanya.

3. Menentukan Cakupan Materi

Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus diperhatikan apa jenis
materinya, apakah itu berupa aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur), aspek afektif (nilai
dan sikap), ataukah aspek psikomotorik (prosedur dan gerak melakukan sesuatu). Selain itu, perlu
diperhatikan pula yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang
menyangkut keluasan dan kedalaman materinya, inti dan pendukung, atau prasyarat dan
lanjutan.[7]
Contoh Pengembangan Materi SKI di MI

Dalam langkah-langkah pengembangan bahan ajar MI terutama dalam materi Sejarah Kebudayaan
Islam bisa dilakukan dengan merujuk dan memanfaatkan rincian kompetensi dasar dari standar
kompetensi. Yang ada,berikut contoh langkah-langkah pengembanganya:

1. Analisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi :

Mengenal sejarah masyarakat Arab pra-Islam

Kompetensi Dasar :

1.Menceritakan kondisi alam, sosial, dan perekonomian masyarakat Arab pra-Islam.

2. Menjelaskan keadaan adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam.

3. Mengambil ibrah dari sejarah masyarakat Arab pra-Islam.

Materi pelajaran yang bisa dikembangkan berdasarkan SK-KD diatas adalah sejarah masyarakat Arab
pra-Islam yang mliputi kondisi alam atau geografi, sosial, ekonomi,adat istiadat dan
sistemkepercayaannya. Aspek yang terdapat dalam SK-KD diatas bisa dikategorikan dalam tiga ranah
pembelajaran.

Dalam ranah kognitif contohnya, mengelompokkan hal-hal yang berhubungan dengan sejarah
masyarakat Arab pra-Islam yang meliputi kondisi alam dan geografis, sosial, ekonomi, adat istiadat,
dan sistemkepercayaan yang berlaku saat itu. Dalam ranah afektif contonya, menyetujui atau
menyanggah nilai-nilai budaya masyarakat Arab pra-Islam. Adapun ranah psikomotorik
contohnya, mengidentifikasi dan menjelaskan kondisi alam dan terutama geografi bisa dilakukan
dengan cara mapping, membuat peta untuk daerah geografis maupun sosial arab saat itu.

2. Identifikasi jenis materi pembelajaran “Masyarakat Arab pra-Islam”

Untuk langkah yang pertama kita mengidentifiasi, Asal Usul Masyarakat Arab Pra Islam. Untuk
memahmi sejarah awal kebudayaan Islam dengan baik, diperlukan pemahaman konteksnya terlebih
dahulu, diantaranya maksud dari masyarakat Arab pra-Islam adalah orang-orang keturunan Arab dan
berbahasa Arab yang tinggal di Jazirah Arab menjelang kelahiran Nabi Muhammad Saw. Tempat
yang menjadi pusat dari kebudayaan masyarakat ini adalah kota Makkah yang didirikan oleh Nabi
Ibrahim dan Ismailtermasuk bangunan tua yang dianggap suci di tengah-tengahnya dikenal dengan
nama Ka’bah, sekarang terletak ditengah-tengah masjidil Haram.dan dikota itu pula terdapat sumber
mata air yang dikenal drngan nama Bi’ru Zam-Zam.
Yang kedua kondisi alam dan geografi, Secara garis besar Jazirah arab terbagi menjadi dua bagian
yaitu, bagian tengah dan bagian pinggir. Daerah bagian tengah berupa padang pasir yang sebagian
besar penduduknya adalah suku Badui yang mempunyai gaya hidupnomaden, yaitu berpindah-
pindah dari tempat satu ketempat yang lain. Sedangkan bagian pinggir penduduknya hidup menetap
dengan mata pencaharian bertani dan berniaga. Adanya dua macam kondisi geografis yang berbeda
ini, mengakibatkan terjadinya dua bentuk karakter penduduk yang berbeda, yakni antara kaum
Badui dan penduduk kota yang disebut Hadhori.

Yang ketiga menganalisis kondisi sosial, orang Arab sangat menekankan hubungan kesukuan,
sehingga kesetiaan atau kesolidaritasan antar kelompok menjadi sumber kekuatan.

Keempat menganalisis kondisi ekonomi, bentuk perekonomian yang paling menonjol di daerah kota
adalah perdagangan seperti Makkah, sementara itu kota lain yang terletak dekat dengan oase,
sumber mata air, seperti Thaif dan Madinah mereka mengembangkan perekonomian mereka
dengan cara bertani dan berkebun.

Kelima menganalisis Adat-Istiadat, Masyarakat Arab pra-Islam sebetulnya bisa dilihatdari syair-syair
karena syair adalahbentuk dan jenis pengetahuan yang tergolong tinggi.

a. Menepat janji. Bagi orang arab janji adalah hutang, dan Karena itu harus dibayara atau
ditepati.

b. Bertekad kuat. Apabila orang arab bertkad mnendapatkan sesuatu, mereka akan berusaha
sekuat tenaga mndapatkannya.

c. Menjaga harga diri. Orang arab akan melakukan apa saja untuk memepertahankan harga
dirinya. Bahkan sampai cenderung negatif sampai melakukan balas dendam.

Disamping itu juga, adat isttiadat yang tercela yang bias didapati dari kehidupan masyaraakat pra-
islam. Di antaranya yaitu :

a. Mereka percaya takhayul

b. Suka berkelahi
c. Mengubur bayi perempuan hidup-hidup

d. Suka melakukan persembahan pada patung

JENIS MATERI PADA MASYARAKAT ARAB PRA-ISLAM

A. Fakta

Ada beberapa fakta yang bias diidentifikasi dari materi “Masyarakat Arab Pra-Islam” diantara fakta-
fakta itu antara lain :

1) Nama Geografis Arab adalah Jazirah (PUlau) Arab Karena bnetunya yang menyerupai pulau
meskipun lebh tepat semenanjug.

2) Letak geografis, di sebelah barat, berbatasan dengan laut merah, disebelah timur dngan teluk
arab (dahulu namanya teluk Persia), disebelah sselatan dengan laut hiindia, dan di sebelah timur
dengan Gurun IRak dan Gurun Syam (Gurun Syiria).

3) Kondisi alam terdiri atas dua bagian pinggir yang lebih diknal dengan guru sahara (padang
passir) dan pinggir yang dekat dengan laut.

4) Ka’bah yaitu, bangunan tua yang dibangun oleh nabi Ibrahim as dan nabi ismail as ditengah
kota mekkah.

5) Masjidil Haram, masjid tempat ka’bah berada.

6) Bi’ru Zamzam, yaitu sumber mata air aatau sumur peninggalan Nabi Ismail as, yang ada I
daerah mekkah dekat Ka’bah

7) Sistem perekonomian Arab Pra-Islam : perdagangan, pertukangan, pertanian, dan peternakkan.

8) Lata, Uzza, Maat, dan Hubal adalah nama-nama berala yang terkenal dalam masyarakat Arab
Pra-Islam.
9) Ukkadz, Majnah, dan Dzi a-Majaz adalah nama asar masyarakat Arab Pra-Islam.

B. Konsep

1) Zaman jahiliyah adalah zaman kebodohan yang menandai masyarakat Arab Pra-Islam disebut
jahiliyah karena mayarakatnya menegdepankan hawa nafsu dan bukan akal pikiran untuk
mengambil pikiran untuk mengambil keputusan dan mengedepankan sesuatu.

2) Badhui dan Hadhar. Keduanya adalah nama kelompok masyarakat Arab yang dibedakan atas
dasar daerah tinggal dan budayanya.

3) Kepercayaan atau agama watsani, adallah bentuk atau system kepercayaan yang meneymbah
patung atau berhala.

4) Adat Istiadat adalah adalah kebiasaan yang dialkuakan oleh masyarakat tertentu.

5) Nomaden aalah hidup yang tidak menetap di suatu melainkan berindah dari tempatsatu ke
tempat lainnya.

6) Sukuatau kabilah adalah kumpulan dari beberapa marga, keluarga, atau bani. Suku adalah
system social dan politik masyarakat arab pra-Islam yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan
yang sama, kesetiaan atau solidaritas sekelompok menjadi kekuatan.

7) Ban atau keluarga. Ini adalah unsur pendduk adanya kabilah. Seperti Bni Hasyim adalah Kabilah
Quraisy.

8) Ashabiyah adalah watak dan oloyalitas kesukuan ini yang menjadi factor penting dalam
membentuk kleompok social poitik yang solid.

C. Prinsip
1) System kesukuan masyarakat rab pra-Islam terbentuk melalui pertalian darah dan semangat
ashabiyah (solidaritas).

2) Kondisi geografis menentukan cara berfikir seseorang

3) Orang tidak bias hidup sendirian.

D. Prosedur

Dalam pembuatan mind map ada prosedur-prosedur yang harus dilakukan, diantaranya:

1) Buat sebuah gambar yang melambangkan topik utama sekaligus merupakan garis atau
lingkaran besar ditengah kertas.

2) Buat garis tebal berlekuk-lekuk yang menyambung dari gambar di tengah-tengah kertas ke
masing-masing cabang untuk setiap ide utama yang ada atau sebagai subjek.

3) Beri nama setiap ide di atas atau boleh juga menambahkan gambar-gambar kecil mengenai
masing-masing ide tersebut.

4) Dari setiap ide yang ada, tarik garis penghubung lainnya, yang menyebar seperti cabang-cabang
pohon. Kemudian tambahkan buah pikiran ke setiap ide tadi.

[1]Dirman dan Cicih Juarsih,Pengembangan Kurikulum,(Jakarta:PT.Rineka Cipta,2014),hlm.70.

[2]Dirman dan Cicih Juarsih.....hlm.96.


[3]Fihris, Desain Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, (Semarang:PUSTAKA
ZAMAN,2013),hlm.74.

[4]Hanafi, Pembelajaran Sejarah Kebudayaan islam, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Departemen Agama RI, 2009), hlm. 132-133.

[5]Hanafi, Pembelajaran Sejarah Kebudayaan islam, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Departemen Agama RI, 2009), hlm. 134.

[6]Hanafi, Pembelajaran Sejarah Kebudayaan islam, (Jak