Anda di halaman 1dari 42

Fakultas Farmasi

Universitas Surabaya

Kontrol Kualitas
(Granul dan Tablet)
ITAS D
L
C
B
Jadi…
UALITAS: A Apa itu kontrol
ajemen mutu
da pemenuhan kualitas???
kualitas
KONTROL KUALITAS: A
bagian dari manajemen mutu
yang berfokus pada pemenuhan
persyaratan kualitas
KONTROL KUALITAS

B
KARAKTERISTIK GRANUL
C
D
DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL
❖ Distribusi ukuran partikel mempengaruhi
kemampuan alir granul → distribusi ukuran
yang bervariasi mengakibatkan aliran yang
tidak seragam ke dalam ruang kompresi →
keseragaman bobot tablet akan terpengaruh.
❖ Metode mechanical sieving (pengayak)
banyak digunakan untuk mengklasifikasikan
serbuk atau granul berdasarkan ukuran
partikelnya.
❖ Aspek penting metode ini → partikel diberi
getaran.
❖ Metode ini tepat dipilih bila ukuran sebagian
besar partikel >75 µm.
❖ Tablet yang baik →kurva distribusi normal →
prosentase fines 10-20%.
BOBOT JENIS
❖ BJ Benar:
• Rasio antara masa bahan terhadap volume TANPA
mengukur volume pori-pori.
• Terdapat tiga metode → gas pycnometry, liquid
displacement, flotation in a liquid.
❖ BJ Nyata:
• Rasio massa terhadap volume dari sejumlah bahan
yang dituang bebas dalam gelas ukur (pori ikut
terukur).
❖ BJ Mampat:
• Rasio massa terhadap volume setelah massa
tersebut dimampatkan sampai volumenya tetap.
• Menggunakan metode tapping machine.
POROSITAS
❖ Porositas antar partikel tidak termasuk
pori di dalam partikel.
❖ Partikel dengan densitas yang tinggi dan ϵ
% =
𝝆 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓 −𝝆 𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂
𝝆 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓
𝒙 𝟏𝟎𝟎%
porositas rendah memiliki sifat yang
baik dan dapat mengalir dengan bebas.

• Densitas partikel rendah → partikel


tersusun sedemikian rupa sehingga
meninggalkan sela-sela besar di antara
permukaannya.
• Densitas partikel tinggi → partikel yang
lebih kecil akan menyusup/mengatur diri
di atara partikel-partikel yang lebih
besar.
KOMPRESIBILITAS
❖ Indeks kompresibilitas
(Carr’s Index) saat ini
banyak digunakan untuk 𝝆 𝒎𝒂𝒎𝒑𝒂𝒕 −𝝆 𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂
memprediksi karakteristik
Carr’s = 𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝝆 𝒎𝒂𝒎𝒑𝒂𝒕
aliran suatu serbuk/granul.

❖ Indeks kompresibilitas
ditentukan dengan cara
mengukur perubahan
volume sejumlah berat
tertentu serbuk yang
dimasukkan hati-hati ke
dalam gelas ukur.
KOMPRESIBILITAS
DAYA ALIR (FLOWABILITY)
❖ Bentuk granul yang baik adalah bentuk sferis
karena bentuk ini dapat mengurangi gesekan
antar partikel dan mempunyai sifat alir yang
baik.

❖ Untuk mendapatkan sifat alir yang baik, maka


bahan harus mempunyai bentuk yang sama
dan kontak antar partikel yang kecil.
DAYA ALIR (FLOWABILITY)
DAYA ALIR (FLOWABILITY)
❖ Pengukuran daya alir granul ditentukan dengan pengukuran
secara langsung dan tidak langsung.

Pengukuran Pengukuran
Langsung Tidak Langsung
• Pengukuran • Sudut diam (angle
kecepatan alir of repose)
dengan metode • Nisbah Hausner
corong
DAYA ALIR (FLOWABILITY)
❖ KECEPATAN ALIR:
• Menurut Guyot, waktu yang
diperlukan 100 gram granul untuk
dapat mengalir dengan baik harus
kurang dari 10 detik.
• Kec. Alir < 10 gram/detik
• Apabila waktu yang dibutuhkan oleh
100 gram granul tersebut untuk
mengalir lebih besar dari 10 detik,
maka keseragaman bobot tablet
akan sulit tercapai.
• Untuk mengatasi hal tersebut dapat
ditambahkan pelincir.
DAYA ALIR (FLOWABILITY)
❖ SUDUT DIAM (angle of repose):
• Sudut diam adalah sudut maksimum yang
terbentuk antara permukaan timbunan
serbuk dengan bidang horizontal.
• Sudut diam (θ) dihitung dengan rumus:
DAYA ALIR (FLOWABILITY)
❖ Metode pengukuran sudut diam:
a. Fixed height cone/Fixed-funnel
Corong ukuran tertentu diletakkan pada
ketinggian tertentu di atas bidang datar
bebas
b. Fixed base cone
Corong diletakkan di atas piring petri
dengan diameter tertentu
c. Tilting box
Kotak miring
d. Rotating cylinder/revolving cylinder
Silinder berputar, salah satunya sisinya
transparan
DAYA ALIR (FLOWABILITY)

❖ NISBAH HAUSNER: 𝝆 𝒎𝒂𝒎𝒑𝒂𝒕


Hausner =
• Didefinisikan sebagai 𝝆 𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂
nisbah antara densitas
mampat terhadap
densitas ruahan.
DAYA ALIR (FLOWABILITY)
MOISTURE CONTENT
❖ Peningkatan kadar
kelembaban dalam suatu
serbuk akan menurunkan
kemampuan serbuk untuk
mengalir.
❖ Namun, peningkatan
kelembaban juga membuat
partikel serbuk menjadi
lebih kompresibel.

❖ Kadar kelembaban granul


yang dapat diterima
adalah 1-4%.
KONTROL
KUALITAS
TABLET
KONTROL
KUALITAS
TABLET

Pharmacopoeial Test Non-Pharmacopoeial Test


(RESMI) (TIDAK RESMI)
Keseragaman
Kandungan

Keseragaman
Kerapuhan
Bobot
Pharmacopoeial
Test
Kadar Bahan
Disolusi
Aktif

Disintegrasi
Keseragaman SEDIAAN
• Keseragaman Sediaan bertujuan untuk menjamin KONSISTENSI SATUAN
SEDIAAN.
• Satuan sediaan didefinisikan sebagai bentuk sediaan yang mengandung dosis
tunggal atau bagian dari dosis bahan aktif pada masing-masing satuan.

• Keseragaman Sediaan pada Farmakope Indonesia V terdiri dari:


– Keseragaman Bobot
– Keseragaman Kandungan

• Pada FI V → keseragamn sediaan tidak berlaku untuk suspensi, emulsi, atau


gel dalam wadah satuan dosis yang ditujukan untuk penggunaan EKSTERNAL
pada kulit.
Keseragaman Kandungan dan Bobot
Keseragaman Kandungan
• Untuk Tablet yang mengandung • Untuk Tablet yang mengandung
bahan aktif < 50 mg. bahan aktif < 25 mg dan < 25% dari
bobot satuan sediaan.
• Ambil tidak kurang dari 30 tablet.
• Ambil tidak kurang dari 30 satuan
• Syarat: tidak boleh lebih dari 2 tablet sediaan.
yang kadarnya di luar rentang 85-
115% dan tidak boleh lebih dari 1 • Tetapkan kadar masing-masing 10
tablet yang kadarnya diluar rentang satuan menggunakan metode
75-125%. analisis yang sesuai. Hitung nilai
penerimaan (NP) → L1 dan L2.
Keseragaman Bobot
• Untuk Tablet yang mengandung • Untuk Tablet yang mengandung
bahan aktif > 50 mg dan > 50% dari bahan aktif > 25 mg dan > 25% dari
bobot satuan sediaan. bobot satuan sediaan.
• Dilakukan pada 10 tablet dengan • Asumsi bobot zat aktif per bobot
cara menimbang satu per satu,
kemudian dihitung rata-ratanya. satuan sediaan homogen.
• Ambil tidak kurang dari 30 satuan
• Uji penyimpangan bobot dapat sediaan.
menjadi pilihan untuk menentukan • Timbang seksama 10 tablet satu per
keseragaman kandungan dalam satu. Hitung jumlah zat aktif dalam
tablet bila sebagian besar (90-95%) tiap tablet dinyatakan dalam % dari
tablet berisi zat aktif. jumlah yang tertera di etiket. Hitung
• Contoh: Keseragaman bobot tablet nilai penerimaan (NP).
parasetamol 650 mg, tidak boleh
lebih dari 2 tablet menyimpang lebih
besar 5% dari bobot rata-rata.
Kriteria Keseragaman Bobot

Deviasi
Bobot Tablet Maksimum
Rata-rata
(mg) 2 1
Tablet Tablet
< 25 15 % 30 %
26 - 150 10 % 20 %
151 – 300 7,5 % 15 %
> 300 5% 10 %
TABEL 1 Penggunaan Uji Keseragaman Kandungan dan Uji
Kesragaman Bobot Untuk Sediaan
KRITERIA KESERAGAMAN SEDIAAN
NILAI PENERIMAAN
TABEL 2
CONTOH PERHITUNGAN
KESERAGAMAN KANDUNGAN
CONTOH
PERHITUNGAN
KESERAGAMAN
KANDUNGAN
SAMPEL A

SAMPEL B
KADAR BAHAN AKTIF
• Ditentukan berdasarkan monografi obat masing-masing.
• Dilakukan terhadap 10 tablet.

• Contoh:
– Tablet Parasetamol mengandung Parasetamol tidak kurang
dari 90,0% dan tidak lebih dari 110,0% dari jumlah yang tertera
pada etiket.
DISINTEGRASI
• Tujuan: mengetahui waktu hancur
tablet.
• Ditujukan untuk tablet yang diberikan
lewat mulut, kecuali tablet kunyah atau
tablet lepas lambat.
• Sediaan dinyatakan hancur sempurna
apabila sisa sediaan yang tertinggal pada
kasa alat uji merupakan masa lunak yang
tidak berbentuk inti yang jelas.

• Instrumen: Disintegration tester (6


tablet). Tabung dinaikkan dan diturunkan
di dalam wadah yang berisi aquadem
37oC.
DISOLUSI
• Tujuan: mengetahui waktu pelepasan bahan
aktif dan kadar maksimum tercapai dalam
media solusi.
• Bahan obat harus berada dalam bentuk
larutan sebelum diabsorpsi.

• Contoh:
• Uji disolusi tablet parasetamol:
– Media disolusi 900 mL larutan dapar fosfat
pH 5,8
– Alat tipe 2 dengan 50 rpm
– Waktu 30 menit
– Toleransi dalam waktu 30 menit harus larut
tidak kurang dari 80% dari yang tertera
pada etiket.
KERAPUHAN
• Tujuan: untuk mengukur kekuatan tablet
terhadap bantingan dan gesekan selama
waktu tertentu.
• Menggunakan dua macam alat, yaitu:
– Abrasion Tablet Tester, untuk
menentukan daya tahan gores tablet.
– Rolling and Impact Durability Tester,
untuk menentukan daya tahan lama
tablet.
• Tablet berbobot > 650 mg → ambil 10 tablet.
• Tablet berbobot < 650 mg → ambil tablet
sejumlah tertentu hingga minimal 6,5 gram.

• Syarat kehilangan berat < 1%.


Non-
Pharmacopoeial
Test

Dimensi Kekerasan
DIMENSI
• Tujuan: menguji keseragaman ukuran
tablet untuk tujuan estetika.

• Dilakukan terhadap 30 tablet dan


ditentukan ukuran tebal dan
diameter tablet.

• Syarat: diameter tablet tidak boleh


lebih dari 3 kali dan tidak boleh
kurang dari 1/3 tebal tablet.
KEKERASAN
• Tablet harus mempunyai kekuatan
atau kekerasan tertentu agar dapat
bertahan terhadap berbagai
guncangan mekanik pada saat
manufacturing, packaging, dan
shipping.

• Alat yang digunakan: Hardness


Tester (Monsanto, Pfizer, Erweka,
Schleunger, Strong-Cobb).

• Prinsip: mengukur tekanan yang


diperlukan untuk mematahkan tablet
(satuan kilogaram).
Hardness Tester Erweka