Anda di halaman 1dari 3

Apa Itu Waterproof Breathable

Berawal dari diskusi teman tentang lebih baik mana gore-tex dengan eVent? (yg kemudian
baru saya tau bahwa banyak sekali tipe model semacam gore-tex dengan nama lain, tidak
hanya melulu tentang goretex,eVent,omnitech,texapore). maka mulailah saya cari tau tentang
gore-tex, apa sih gore-tex? apa sih hyvent? apa sih texapore? ketika saya mencari cari tentang
hal itu, mereka (texapore,goretex,hyvent) sering sekali menyebut waterproof dan
breathability. wew apa maksudnya waterproof? breathability?, oh ternyata waterproof adalah
tahan air, lalu apa yg dimaksud breathability? bernafas atau kemampuan untuk bernafas. oke,
saya mulai ada gambaran, jadi mereka (texapore,gore-tex,hyvent) menjual produk berupa
kain yg tahan air dan mampu bernafas.

wow, tahan air? apa yg menarik dari kain tahan air sehingga menjadi bahan perdebatan
sepanjang masa? mungkin sampai akhir zaman malah? (lebay) bukankah kita sudah memiliki
jas hujan? raincoat, yap! raincoat yg banyak dijual di pinggir jalan. lalu apa yg membuat
mereka lebih superior daripada raincoat itu sendiri?di sini akan saya coba deskripsikan secara
sederhana tentang pembagian kain waterproof itu sendiri.

1. waterproof breathable
waterproof breathabilty (diukur dengan g/m2/24 hours) memungkinkan udara lembab
bisa keluar dari bahan/kain, sehingga dengan begitu bisa meminimalisir gerah
(sumuk) hal ini sangat berguna bagi yg memiliki aktifitas tinggi, mendaki gunung,
berspeda.

Spoiler for waterproof dan breathable bekerja:

1.
dari gambar diatas terlihat bahwa kain yg berbahan waterproof dan breathable
memiliki 3 pelapis, pelapis tersebut diberi nama lining (lapis paling bawah yg dekat
dengan kulit), waterproof membran (lapisan inilah yg menghasilkan apa yg disebut
waterproof breathable), dan outer material (kain yg berasal dari brand yg
bersangkutan), di dalam gambar itu juga dijelaskan bagaimana udara lembab yg
terdapat di bawah lapisan paling dalam (lining) mampu dilepaskan atau keluar dari
kain tersebut sehingga potensi untuk berkeringat bisa diminimalisir. sedangkan
gangguan dari luar yaitu berupa air tidak dapat masuk/menembus kain tersebut, dalam
gambar tersebut juga disebutkan bahwa DWR (Durrable Water Repellent) memiliki
pengaruh sehingga air yg menempel di kain yg palin luar menjadi seperti air yg
berada di daun talas, seperti butiran, atau embun yg menempel di daun. oleh karena
itu kain ini sangat cocok bagi teman teman yang melakukan aktifitas diluar ruangan
ketika mengalami cuaca kurang bersahabat seperti gerimis dan juga hujan.

2. waterproof non-breathable
waterproof non breathable adalah tipe kain yg biasa digunakan untuk kegiatan yg
intensitasny rendah, misalkan dipakai waktu menggunakan sepeda motor, contohnya
seperti jas hujan, ponco, atau mungkin flysheeet, karena non breathable, maka uap
yang dihasilkan oleh tubuh terjebak di dalam kain ini (tidak bisa keluar), sehingga
akan merasa lebih panas dan menghasilkan keringat, oleh karena itu kain yg sifatnya
waterproof non breathable tidak cocok digunakan untuk kegiatan alam bebas yg
membutuhkan intensitas gerak tubuh cukup tinggi. gak kebayang kan kalo kita
melakukan aktifitas berat dan panas tubuh tidak bisa keluar dari tubuh? gerah..

saya disini mencoba menguliti seperti apa sesungguhnya waterproof breathable tersebut,
tentunya melalui sudut pandang saya, sudut pandang yang terbentuk ketika saya banyak
berdiskusi dengan google, yg sangat mungkin kerangka berpikir saya yg sangat lemah ini
mendapatkan masukan membangun dari teman teman OANC sekalian, dan demi lebih
baiknya thread ini, serta lebih baiknya pemahaman saya pada khusunya.

A. Sejarah Waterproof Breathable


waterproof breathable mulai naik daun pada tahun 1978 ketika diciptakannya pakaian luar
dengan teknik laminasi yg diperkenalkan oleh Gore-tex, dan sejak itu banyak waterproof
breathable lainnya bermunculan seperti eVent, Sympatex, MemBrain Strata, dan yang
lainnya. beberapa orang mungkin mengaggap bahwa waterproof breathable adalah Gore-tex
meskipun sesungguhnya waterproof breathable tersebut tidak serta merta bermerk Gore-tex,
seperti ketika seseorang menyebut air mineral berkemasan dengan sebutan a*ua padahal
merknya clu*.

B. Fungsi Waterproof Breathable


waterproof breathable memiliki 2 fungsi yaitu :

1. menolak pengendapan yg disebabkan oleh gangguan dari luar seperti air hujan, salju,
sehingga membuat sang pemakai dan pakaian dalamnya tetap kering.
2. memberikan jalan keluar bagi uap tubuh (yg jika didiamkan akan menjadi keringat)
serta menjaga suhu tubuh agar tetap nyaman dalam beraktifitas ketika hujan.

C. Kontruksi Waterproof Breathable


Kontruksi pada waterproof breathable dibagi menjadi dua, yaitu kontruksi dalam dan
kontruksi luar, kenapa dibagi menjadi luar dan dalam? karena waterproof breathable ini
terletak di bawah (dalam) kain standar dari pabrik (katakanlah jaket), dan di atas kain (luar).

1. Lapisan dalam
Teknologi lapisan dalam pada waterproof dibagi menjadi dua, teknologi laminasi dan
teknologi coating, pada bagian jaket dapat menggunakan salah satu dari dua teknologi
ini agar jaket menjadi waterproof breathable. adapun penjelasan dari teknologi
laminasi dan teknologi coating adalah :
 Laminasi
laminasi terjadi ketika membran waterproof breathable seakan akan terikat
(menjadi satu) dengan kain jaket, membran waterproof tersebut seperti
wallpaper yg ditempelkan pada dinding dan menjadi satu, wallpaper dan
dinding yang menjadi satu ini disebut laminasi
contoh waterproof breathable yang menggunakan teknologi laminasi : Gore-
Tex, eVent, MemBrain Strata (Marmot), Conduit (Mountain Hardwear)

Spoiler for contoh jaket yang menggunakan teknologi laminasi:


 Coating
Coating terjadi ketika komposisi cair disebarkan pada kain jaket, seperti mengaplikasikan cat
yg tahan air kepada sebuah dinding atau tembok.
contoh waterproof breathable yang menggunakan teknologi coating : hyvent
Spoiler for contoh jaket yang menggunakan teknologi coating:

 

jadi yg membedakan laminasi dengan coating adalah jika laminasi menggunakan membran,
dan jika coating menggunakan cairan (yg disapukan pada kain jaket) adapun membran dan
cairan ini sifatnya waterproof breathable
 Lapisan luar
Pada semua jaket yang waterproof breathable, permukaan kain jaket yg berasal dari brand
jaket tersebut mendapatkan sentuhan DWR (Durrable Water Repellant), DWR sendiri adalah
lapisan yg ditambahkan pada bagian luar kain sehingga ketika kain (jaket) terkena air, air
tersebut tidak mengendap di jaket, ilustrasi seperti gambar di bawah ini
Spoiler for hasil dari DWR:

2.

pada dasarnya DWR tidak akan mempengaruhi lapisan yg ada di dalam kain jaket (baik
laminasi ataupun coating), tujuan DWR adalah agar kain tidak mudah jenuh karena
mengendap pada kain, sehingga air yg terkena DWR akan seperti butiran butiran pada
permukaan kain, DWR tidak mempengaruhi breathability pada jaket.
faktor seringnya jaket dipakai di lapangan, terkena kotoran, dan seringnya pencucian akan
menyebabkan kurang optimalnya fungsi DWR tersebut untuk melindungi permukaan jaket.
agar DWR dapat selalu bekerja dengan optimal, maka diperlukan perawatan, perawatan
tersebut dengan cara memperbahurui kondisi DWR itu sendiri, caranya bisa melalui teknik
spray ataupun teknik cuci, tapi yg populer sekarang adalah teknik spray karena ringkasnya
perawatan, adapun merk2 spray yg digunakan u/ memperbahurui ataupun merawat DWR
adalah seperti : nikwax, grangers, mcnett.

Spoiler for tes produk DWR:

gambar diatas nunjukin report dari goretex xcr yg telah dilapisi produk DWR teknik spray
maupun teknik cuci. adapun sampel yang telah mendapat sentuhan dengan berbagai merk itu
kemudian dicuci dengan mesin cuci sampai dengan 10x. yg bertuliskan 50,65,70...[dst] garis
vertikal menunjukkan seberapa tinggi pencapain nilai produk yg disebutkan dalam garis
horizontal.