Anda di halaman 1dari 16

DAFTAR ISI

BAB I ...................................................................................................................... 2

PENDAHULUAN .................................................................................................. 2

A. LATAR BELAKANG ................................................................................. 2

B. RUMUSAN MASALAH ............................................................................. 2

C. TUJUAN ...................................................................................................... 2

BAB II ..................................................................................................................... 3

PEMBAHASAN ..................................................................................................... 3

A. PENGERTIAN OBAT ................................................................................. 3

B. PENGGOLONGAN OBAT ......................................................................... 3

BAB III ................................................................................................................. 14

PENUTUP ............................................................................................................. 14

A. KESIMPULAN .......................................................................................... 14

B. SARAN ...................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 16

PENGGOLONGAN OBAT 1
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Obat adalah bahan atau zat yang berasal dari tumbuhan,

hewan,mineral maupun zat kimia tertentu yang dapat digunakan untuk

mengurangi rasa sakit, memperlambat proses penyakit dan atau

menyembuhkan penyakit. Obat harus sesuai dosis agar efek terapi atau

khasiatnya bisa kita dapatkan.

Golongan obat adalah penggolongan yang dimaksud untuk

peningkatan keamanan dan ketepatan penggunaan distribusi yang terdiri

dari obat bebas, obat keras, psikotropika dan narkotika, obat bebas terbatas

yang akan dibahas secara mendetail pada pembahasan selanjutnya.

Untuk mengawasi penggunaan obat oleh rakyat serta untuk menjaga

keamanan penggunaannya, maka pemerintah menggolongkan obat.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah itu obat ?

2. Apa saja penggolongan obat ?

C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengertian obat.

2. Untuk mengetahui penggolongan obat.

PENGGOLONGAN OBAT 2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN OBAT

Menurut PerMenKes 917/Menkes/Per/x/1993, obat (jadi) adalah

sediaan atau paduan-paduan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau

menyelidiki secara fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan

diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan

dan kontrasepsi.

Obat merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap untuk

digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau

keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan,

penyembuhan, pemulihan, peningkatan, kesehatan dan kontrasepsi.

B. PENGGOLONGAN OBAT

Untuk memudahkan pengawasan, penggunaan dan pemantauan,

obat digolongkan sebagai berikut :

1. Penggolongan Obat Berdasarkan Keamanan

a. Obat bebas

Adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter

disebut OTC (Over The Counter),terdiri atas obat bebas dan obat

terbatas. Penandaan obat bebas diatur berdasarkan S.K Menkes RI

Nomor 2380/A/SKA/1983 tentang tanda khusus untuk obat bebas

PENGGOLONGAN OBAT 3
dan obat bebas terbatas. Di Indonesia,obat golongan ini ditandai

dengan lingkaran bewarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam.

Contoh : Tablet Vit. C 100 mg, 250 mg; tablet B complex,

tablet Bi 100 mg, 50 mg, 25mg; tablet multivitamin. Boorwater, 2-4

salap, salep boor. Julapium, buikdrank, staaldrank. promag, bodrex,

biogesic, panadol, puyer bintang toedjoe, diatabs, entrostop, dan

sebagainya.

b. Obat Bebas Terbatas

Adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi

masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai

dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket

obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna

hitam.

Obat Bebas Terbatas juga mempunyai tanda tanda

peringatan yang selalu tercantum pada kemasan obat, berupa empat

persegi panjang berwarna hitam berukuran panjang 5 cm dan lebar

2 cm. Tand peringatan ini memuat pemberitahuan pemberitahuan

PENGGOLONGAN OBAT 4
penggunaan obat dan ditulis dengan tinta putih. Contoh tanda tanda

peringatan itu antara lain :

Contoh : Tinctura Iodii (P3) = antiseptik, lequor burowi (P3)

= obat kompres, gargarisma kan (P2) = obat kumur, rokok asthma

(P4) = obat asthma, tablet Ephedrinum 25 mg (P1) = obat asthma,

tablet santonin 30 mg (P1) = obat cacing, tablet Vit. K 1,5 mg = anti

pendarahan, ovula sulfanilamidun (P5) = anti inveksi di vagina, obat

batuk, obat pilek, krim antiseptic, neo rheumacyl neuro, visine,

rohto, antimo

c. Obat Wajib Apotek

Adalah obat keras yang dapat diberikan oleh Apoteker

Penglola Apotek atau disingkat APA kepada pasien. Tujuan OWA

ini adalah memperluas keterjangkuan obat untuk masyarakat. Obat

obat yang digolongkan dalam golongan iini merupakan obat obatan

yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang diderita pasien.

PENGGOLONGAN OBAT 5
Contoh : Clindamicin 1 tube, obat luar untuk acne;

Diclofenac 1 tube, obat luar untuk anti inflamasi (asam mefenamat);

flumetason 1 tube, obat luar untuk inflamasi; Ibuprofen tab. 400mg,

10 tab. Tab. 600mg, 10 tab; obat alergi kulit (salep hidrokotison),

infeksi kulit dan mata (salep oksitetrasiklin), antialergi sistemik

(CTM), obat KB hormonal

d. Obat Keras

Adalah obat yang mempunyai khasiat tinggi dan harus

dengan resep dokter untuk mendapatkannya. Berdasarakan

keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor 02396/A/SKA/III/1986

penandaan obat keras dengan lingkaran berwarna merah dan

bergaris tepi hitam serta huruf K yang menyentuh garis.

Contoh : Semua obat injeksi, obat antibiotik

(chloramphenicol, penicillin, tetracyclin, ampicillin), obat

antibakteri (sulfadiazin, sulfasomidin), amphetaminum (O.K.T),

hydantoinum = obat anti epilepsi, reserpinum = obat anti hipertensi,

Vit. K = anti perdarahan, Yohimbin = aphrodisiaka, Isoniazidum =

anti TBC, nitroglycerinum = obat jantung

PENGGOLONGAN OBAT 6
e. Obat Psikotropika dan Narkotika

Adalah zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau

merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan

perilaku,disertai dengan munculnya halusinasi,ilusi,gangguan

berfikir,perubahan perasaan dan dapat menyebabkan

ketergantungan dan efek stimulasi bagi penggunanya. Tanda pada

golongan obat ini adalah palang merah didalam lingkatan putih

bergaris tepi merah.

Contoh : Psikotropika adalah Ecstasy dan Sabu-sabu.

Narkotika adalah opium, sediaan opium (tinctura, extractum,pulv.

deveri), kikain kasar dan ecgonin, morfin, diasetil morfin, kokain

dan garamny, cannabis indicac = ganja dan sediaannya, kodein,

thebain dan juga, obat bius sintetis (dolantin, pethidin, demerol,

amidon, methadon, symoron)

2. Berdasarkan Cara Atau Jalur Pemakaian

a. Obat Luar

Obat Luar ialah obat yang pemakaiannya tidak melalui saluran

pencernaan (mulut). Termasuk obat luar adalah salep, injeksi, lotion,

tetes hidung, tetes telinga, dan krim.

PENGGOLONGAN OBAT 7
b. Obat Dalam

Obat dalam ialah semua obat yang penggunaannya melalui mulut,

masuk pada saluran pencernaan, bermuara pada lambung, dan usus

halus. Contohnya obat-obat yang berbentuk tablet, kapsul, dan sirup.

3. Berdasarkan Sumber Atau Asalnya

a. Tanaman

Obat dapat bersumber dari akar, batang, daun, dan biji tanaman

tertentu atau dari kandungan tanaman seperti alkaloid, glikosida,

resin, karbohidrat atau protein.

b. Hewan

Dapat berupa hormon atau enzim, misalnya insulin.

c. Mineral.

Dapat berupa elemen-elemen organik atau bentuk garamnya,

misalnya alumunium hidroksida, magnesium trisilat, natrium

karbonat, dan garam inggris.

d. Sintesis

Merupakan cara pembuatan obat dengan melakukan reaksi-reaksi

kimia. Kebanyakan obat yang digunakan sekarang bersumber dari

semisintesis atau sintesis.

4. Berdasarkan Golongan Kerja Obat

a. Anti Biotik

Anti biotik adalah obat yang dipergunakan untuk

menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Obat ini telah

PENGGOLONGAN OBAT 8
digunakan untuk melawan infeksi berbagai bakteri pada tumbuhan,

hewan, dan manusia.

b. Anti Inflamasi

Pengobatan anti inflamasi mempunyai dua tujuan utama

yaitu, meringankan rasa nyeri yang seringkali merupakan gejala

awal yang terlihat dan keluhan utama yang terus menerus dari pasien

dan kedua memperlambat atau membatasi perusakan jaringan.

c. Anti Hipertensi

Anti hipertensi digunakan untuk menurunkan mortalitas dan

morbiditas cardiovascular.

d. Anti Konvulsan

Anti konvulsan berfungsi untuk mencegah dan mengobati bangkitan

epilepsi (epileptic seizure) dan bangkitan non-epilepsi.

e. Anti Koagulasi

Anti Koagulasi digunakan untuk mencegah pembekuan darah

dengan jalan menghambat pembentukan atau menghambat fungsi

beberapa faktor pembekuan darah.

f. Anti Histamin

Pada manusia histamin merupakan mediator yang penting pada

reaksi alergi tipe segera dan reaksi inflamasi.

PENGGOLONGAN OBAT 9
g. Psikotropika

Psikotropika adalah obat yang mempengaruhi fungsi perilaku,

emosi, dan pikiran yang biasa digunakan dalam bidang psikiatri atau

ilmu kedokteran jiwa.

h. Anti Jamur Atau Anti Fungi

Anti jamur atau anti fungi berfungsi untuk mengobati infeksi yang

disebabkan oleh jamur.

5. Berdasarkan Bentuk Sediaan

a. Padat, meliputi ekstrak, serbuk, pil, tablet, suppositoria, kapsul, dan

ovula.

b. Cair, meliputi sirup, larutan, suspensi, linimen, lotion, dan infus.

c. Semi padat, meliputi salep, krim, gel, dan pasta.

d. Gas, yaitu aerososl, oksigen, dan inhaler.

6. Berdasarkan Cara Pemakaian

a. Oral : obat yang dikonsumsi melalui mulut kedalam saluran cerna,

contoh tablet, kapsul, serbuk, dll

b. Perektal : obat yang dipakai melalui rektum, biasanya digunakan

pada pasien yang tidak bisa menelan, pingsan, atau menghendaki

efek cepat dan terhindar dari pengaruh pH lambung, FFE di hati,

maupun enzim-enzim di dalam tubuh

c. Sublingual : pemakaian obat dengan meletakkannya dibawah lidah.,

masuk ke pembuluh darah, efeknya lebih cepat, contoh obat

hipertensi : tablet hisap, hormon-hormon

PENGGOLONGAN OBAT 10
d. Parenteral : obat yang disuntikkan melalui kulit ke aliran darah. baik

secara intravena, subkutan, intramuskular, intrakardial.

e. Langsung ke organ, contoh intrakardial.

f. Melalui selaput perut, contoh intra peritoneal

7. Penggolongan Obat Berdasarkan Keamanan Jika Diberikan Selama

Kehamilan

a. Kategori A

Obat-obat yang telah banyak digunakan oleh wanita hamil tanpa

disertai kenaikan frekuensi malformasi janin atau pengaruh buruk

lainnya. Misalnya Parasetamol, Penisilin, Eritromisin, Digoksin,

Isoniazid, dan Asam Folat.

b. Kategori B

Obat-obat yang pengalaman pemakaiannya pada wanita hamil

masih terbatas, tetapi tidak terbukti meningkatkan frekuensi

malformasi atau pengaruh buruk lainnya pada janin. Kategori B

dibagi lagi berdasarkan temuan-temuan pada studi toksikologi pada

hewan, yaitu:

- B1: Dari penelitian pada hewan tidak terbukti meningkatnya

kejadian kerusakan janin. Contoh simetidin, dipiridamol, dan

spektinomisin.

- B2: Data dari penelitian pada hewan belum memadai, tetapi ada

petunjuk tidak meningkatnya kejadian kerusakan janin. Contoh

PENGGOLONGAN OBAT 11
tikarsilin, amfoterisin, dopamin, asetilkistein, dan alkaloid

belladonna.

- B3: Penelitian pada hewan menunjukkan peningkatan kejadian

kerusakan janin, tetapi belum tentu bermakna pada manusia.

Misalnya karbamazepin, pirimetamin, griseofulvin, trimetoprim,

dan mebendazol.

c. Kategori C

Obat-obat yang dapat memberi pengaruh buruk pada janin tanpa

disertai malformasi anatomic semata-mata karena efek

farmakologiknya. Efeknya bersifat reversibel. Contoh narkotik,

fenotiazin, rifampisin, aspirin, AINS, dan diuretika.

d. Kategori D

Obat-obat yang terbukti menyebabkan meningkatnya kejadian

malformasi janin pada manusia atau menyebabkan kerusakan janin

yang bersifat ireversibel. Obat-obat dalam kategori ini juga

mempunyai efek farmakologik yang merugikan terhadap janin.

Misalnya: androgen, fenitoin, pirimidon, fenobarbiton, kinin,

klonazepam, asam valproat, dan steroid anabolik.

e. Kategori X

Kategori obat yang telah terbukti mempunyai resiko tinggi

terjadinya pegaruh buruk yang menetap (irreversibel) pada janin jika

diminum pada masa kehamilan. Obat dalam kategori ini merupakan

PENGGOLONGAN OBAT 12
kontraindikasi mutlak selama kehamilan. Misalnya isotretionin dan

dietilstilbestrol, talidomid.

8. Penggolongan Obat Berdasarkan Daya Kerja atau Terapi

a. Farmakodinamik

Adalah obat obat yang bekerja mempengaruhi fisilogis tubuh,

contoh hormon dan vitamin.

b. Kemoterapi

Adalah obat obatan yang bekerja secara kimia untuk membasmi

parasit/bibit penyakit, mempunyai daya kerja kombinasi.

PENGGOLONGAN OBAT 13
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Obat merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap untuk

digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau

keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan,

penyembuhan, pemulihan, peningkatan, kesehatan dan kontrasepsi.

Penggolongan obat secara luas dibedakan berdasarkan beberapa hal,

diantaranya :

1. Penggolongan obat berdasarkan keamanan

2. Penggolongan obat berdasarkan cara atau jalur pemakaian

3. Penggolongan obat berdasarkan sumber atau asalnya

4. Penggolongan obat berdasarkan golongan kerja obat

5. Penggolongan obat berdasarkan bentuk sediaan

6. Penggolongan obat berdasarkan cara pemakaian

7. Penggolongan obat berdasarkan keamanan jika diberikan selama

kehamilan

8. Penggolongan obat berdasarkan daya kerja atau terapi

B. SARAN

Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat khususnya bagi

para pembaca, masyarakat dan khususnya bagi mahasiswa kebidanan dan

dapat menambah pengetahuan tentang lingkup praktik kebidanan.

PENGGOLONGAN OBAT 14
Untuk itu penulis mengharapkan kepada para pembaca untuk lebih

jauh memahami makalah ini dan dapat memberikan kritik dan saran yang

sifatnya membangun.

PENGGOLONGAN OBAT 15
DAFTAR PUSTAKA

Malfinr_12. (2019, Maret 12). Makalah Penggolongan Obat. Retrieved from

Scribd: https://www.scribd.com/doc/288369266/Makalah-Penggolongan-

Obat

Silmin, M. (2019, Maret 18). Obat dan Penggolongan Obat. Retrieved from

Mika_Silmin Pharmacy of Halu Oleo University:

http://mikasilmin.blogspot.com/2015/11/obat-dan-penggolongan-obat.html

Trianingsih, P. (2019, Maret 18). Penggolongan Obat. Retrieved from Academia:

https://www.academia.edu/7005738/PENGGOLONGAN_OBAT

PENGGOLONGAN OBAT 16