Anda di halaman 1dari 15

1

MYOCLONIC JERK

PEMBIMBING:

DISUSUN OLEH:

KIKI MAYA SUCI 17360210

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MALAHAYATI

TAHUN 2018

2
DAFTAR ISI

Daftar isi....................................................................................................... 2

Kata pengantar............................................................................................. 3

Latar belakang.............................................................................................. 4

definisi.......................................................................................................... 7

etiologi......................................................................................................... 7

klasifikasi..................................................................................................... 8

gejala klinis.................................................................................................. 10

patofisiologi................................................................................................. 10

pengobatan..............................................................................................….. 11

prognosis.................................................................................................…. 12

daftar pustaka........................................................................................... …13

3
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Referat

yang berjudul “Myoclonic Jerk”. Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat

dalam mengikuti program stase di bagian NEUROLOGI RSUD DR RM Djoelham

Kota Binjai Sumatera Utara.Pada penulisan dan penyusunan Referat ini, penulis

banyak mengucapkan terima kasih kepada dr. ……………….selaku pembimbing.

Penulis sadar bahwa dalam tugas ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk

itu penulis mengimbau agar para pembaca dapat memberikan saran dan kritik yang

membangun dalam perbaikan referat ini. Penulis berharap agar referat ini dapat

bermanfaat dan memberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi pihak yang

memerlukan khususnya bagi penulis sendiri.

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mioklonus adalah kontraksi otot involunter, berkedut, terbatas tanpa

melibatkan gerakan yang berhuungan, pada ekstermitas, wajah, rongga mulut.

Ini menggambarkan tanda medis dan umumnya bukan merupakan suatu

diagnosis penyakit.

Beberapa peneliti berspekualsi bahwa kelainan pada reseptor

neurotransmitter tertentu dapat menyebabkan beberapa bentuk mioklonus.

Reseptor yang tampaknya berkaitan dengan mioklonus termasuk pada dua

neurotransmitter:

1. Serotonin yang menyempitkan pembuluh darah.

2. Asam Gamma Amino Butirat (GABA) yang membantu otak

menggerakkan kontrol otot.

Reseptor lain yang memiliki kaitan dengan mioklonus termasuk

Benzodiazepin obat yang menyebabkan tidur. Sebuah neurotransmitter

penghambat yang penting untuk mengendalikan fungsi motorik dan sensorik

disumsum tulang belakang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk

menentukan bagaimana kelainan reseptor ini.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1.2. Definisi

Mioklonus adalah kontraksi otot involunter, berkedut, terbatas tanpa

melibatkan gerakan yang berhubungan, pada ekstermitas, wajah, rongga

mulut. Ini menggambarkan tanda medis dan umumnya bukan merupakan

suatu diagnosis penyakit.

1.3. Etiologi

Mioklonik dapat terjadi dengan sendirinya, tetapi paling sering sebagai

Salah satu dari beberapa gejala yang berhubungan dengan berbagai gangguan

sistem saraf, termasuk multiple sclerosis, penyakit Parkinson, penyakit

Alzheimer, opsoclonus mioklonus, penyakit creutzfeld-jacob, dan lupus.

6
Mioklonik jerk biasanya terjadi pada orang dengan epilepsy, kelainan dimana

aktivitas listrik diotak menjadi tidak teratur yang menyebabkan kejang.

Myoclonic jerk atau myoclonus di perkirakan berasal dari berbagai lokasi di

system saraf pusat seperti korteks cerebral ( otak yang bertanggung jawab

untuk memulai gerakan sukarela ) , otak kecil ( otak yang bertanggung jawab

atas gerakan sukarela ) , batang otak ( memainkan kunci peran dalam

gerakan ) dan sumsum tulang belakang ( mentransmisikan sinyal dari otak

ketubuh )

Banyak spekulasi tentang penyebab Myoclonis atau Myoclonic jerk .

Myoclonic jerk dapat berkembang dengan sendirinya dan di akibatkan oleh:

 Infeksi

 Pukulan

 Trauma pada sumsum

 Tumor di otak atau sumsum tulang belakang

 Gagal ginjal

 Gagal hati

 Efek samping obat obatan

 HipoksiaGangguan metabolism

 Syndrome malabsorbsi

Myoclonus jerk juga merupakan gejala dari berbagai kelainan neurologis

 Epilepsi

7
 Radang otak

 Trauma

 Koma

 Multiple sclerosis

 Parkinson

 Demensia

 Sindrom paraneoplastik

1.4. Klasifikasi

Mengklasifikasi berbagai bentuk Myoclonic jerk sangat sulit karena

penyebabnya , efek dan respons terhadap terapi sangat bervarisai . tercantum di

bawah ini jenis jenis myoclonic jerk :

 Action Myoclonus ditandai dengan otot tersentak yang dipicu atau

di intensifkan dengan gerakan sukarela atau bahkan niat untuk

bergerak . hal itu bisa di perburuk dengan usaha gerakan yang tepat

dan terkoodinasi . Tindakan myoclonus adalah bentuk myoclonus

yang paling tidah menentu dan bisa mempengaruhi lengan , kaki ,

wajah , dan bahkan suaranya . Jenis myoclonus ini serang

disebabkan oleh kerusakan otak akibat kekurangan oksigen dan

aliran darah saat pernafasan atau detak jantung .

8
 Cortical Reflex Myoclonus dianggap sebagai jenis epilepsy berasal

dari kortex cerebral lapisa luar , otak bertanggung jawab atas

sebahagian besar proses informasi yang terjad di otak . Pada jenis

myoclonus ini , tersentak biasanya hanya melibatkan beberapa otot

di satu bagian tubuh , tapi tersentak yang melibatkan banyak otot

bisa terjadi

 Essential Myoclonus terjadi tanpa adanya epilepsy atau kelainan

lainya yang tampak jelas di otak atau saraf . Hal inidapat terjadi

secara acak pada orang orang yang tidak memiliki riwayat

keluarga , tetapi juga dapat muncul diantara anggota keluarga yang

sama , yang mengindikasikan bahwa hal itu kadang kadang dapat

menjadi kelainan bawaan .

 Palatal Myoclonus kantaksi terjadi di daerah palatal . Kontaksi ini

bisa disertai mioklonus pada otot lain , termasuk di wajah , lidah ,

tenggorokan , dan diafragma , terjadi sesering 150 kali dalam

semenit dan bisa bertahan saat tidur . Kondisi ini biasanya muncul

pada orang dewasa dan bisa berlangsung secara tidak terbatas .

 Progressive Myoclonus Epilepsy adalah sekelompok penyakit yang

ditandai dengan myoclonus , kejang epilepsy , dan gejala serius

lainnya seperti masalah berjalan atau berbicara . Kelainan langka ini

sering memburuk seiring waktu dan terkadang berakibat fatal

9
 Reticular reflex myoclonus dianggap sebagai epilepsy umum yang

berasal dari batang otak , batang otak yang terhubung ke sumsum

tulang belakang dan mengendalikan fungsi vital seperti pernafasan

dan detak jantung . Myoclonic jerk biasanya mempengaruhi seluruh

tubuh , dengan otot di kedua sisi tubuh berpengaruh secara

bersamaan

 Stimulus Sensitive Myoclonus

 Sleep Myoclonuse

1.5. Gejala Klinis

Kejang mioklonik dapat digambarkan sebagai sentakan yang dialami

dalam satu ekstermitas atau bahkan seluruh tubuh. Perasaan yang dialami

individu digambarkan sebagai sentakan atau goncangan tak terkendali yang

umumnya terjadi karena menerima sengatan listrik ringan. Gejala memiliki

beberapa variabilitas diantara subjek, terkadang seluruh tubuh mungkin

tersentak, seperti respon yang mengejutkan.

1.6. Patofisiologi

Kebanyakan mioklonus disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf

pusat. Beberapa dari cedera sistem saraf perifer. Studi menunjukkan beberapa

10
lokasi diotak terlibat dalam mioklonus, salah satunya ada di batang otak, dekat

dengan struktur yang bertangggung jawab atas respon mengejutkan.

Mekanisme spesifik yang mendasari mioklonus belum sepenuhnya

dipahami. Para ilmuan percaya bahwa beberapa jenis mioklonus yang

sensitive terhadap stimulus mungkin melibatkan terlalu banyak dari bagian

otak yang mengendalikan gerakan. Bagian-bagian ini saling berhubungan

dalam serangan umpan balik yang disebut jalur motor. Jalur ini memudahkan

komunikasi dan memodulasi antara otak dan otot. Memodulasi komunakasi

antara otak dan otot ini adalah yang dikenal sebagai neurotransmitter, yang

membawa pesan dari satu sel saraf, atau neuron ke yang lain.

Neurotransmitter dilepaskan oleh neuron dan menempel pada reseptor pada

bagian sel tetangga. Beberapa neurotransmitter dapat mebuat sel penerima

lebih sensitif, sementara yang lain cenderung membuat sel penerima kurang

sensitif. Studi laboratorium menunjukan bahwa ketidakseimbangan

neurotransmitter dapat mendasari mioklonus.

1.7. Pengobatan

Pengobatan paling efektif bila penyebabnya diketahui. Beberapa obat yang

dipelajari dalam kombinasi yang berbeda termasuk clonazepam, sodium

valproate, piracetam, dan pirimidon. Terapi hormonal dapat memperbaiki respon

terhadap obat antimioklonik pada beberapa orang.

Beberapa peneliti menunjukkan bahwa dosis 5-hydroxytryptophan (5-

HTP) menyebabkan perbaikan pada pasien dengan beberapa jenis mioklonus dan

11
PME. Banyak obat yang digunakan untuk mioklonus seperti barbiturate, fenitoin

dan primidona, juga digunakan untuk mengobati epilepsy. Barbiturate

memperlambat sistem saraf pusat dan menyebabkan efek penenang. Fenitoin dan

primidone adalah obat antiepilepsi yang efektif, walaupun fenitoin dapat

menyebabkan gagal hati atau memiliki efek jangka panjang berbahaya lainnya

pada pasien dnegan PME.

Sodium valproate adalah terapi alternative untuk mioklonus dan dapat

digunakan sendiri atau dikombinasi dengan clonazepam. Pengobatan mioklonus

berfokus pada pengobatan yang dapat membantu mengurangi gejala. Obat yang

digunakan meliputi natrium valproate, clonazepam, levetiracetam antikonvulsan,

dan piracetam. Pembedahan juga merupakan pilihan untuk pengobatan jika

gejalanya disebabkan oleh tumor atau lesi diotak atau sumsum tulang belakang.

Pembedahan juga dapat memperbaiki gejala pada ornag-orang dimana mioklonus

mempengaruhi bagian wajah atau telinga.

1.8. Prognosis

Pada gejala myoclonus atau myoclonic jerk , prognosis tergantung dari diagnose

nya . pada kasus yang sudah laten , terutama yang menunjukkan adanya gangguan

di otak atau saraf , prognosis buruk karena terdistorsi dan membatasi kemampuan

normal . Namun , prognosis baik untuk myoclonus yg lebih sederhana pada

indvidu sehat mungkin bersifat netral , karena gejala ini dapat menyebabkan

sedikit atau tidak ada kesulitan .

12
BAB III

KESIMPULAN

Mioklonus adalah kontraksi otot involunter, berkedut, terbatas tanpa

melibatkan gerakan yang berhuungan, pada ekstermitas, wajah, rongga mulut.

Ini menggambarkan tanda medis dan umumnya bukan merupakan suatu

diagnosis penyakit.

Myoclonic jerk bisa terjadi pada orang normal di malam hari sesaat sebelum

tidur Myoclonic jerk adalah sentakan dari otot atau sekelompok otot , hal ini

menggambarkan kumpulan gejala atau symptom umumnya , bukan

merupakan diagnosa penyakit .

13
Myoclonic jerk atau myoclonus di perkirakan berasal dari berbagai lokasi di

system saraf pusat seperti korteks cerebral ( otak yang bertanggung jawab

untuk memulai gerakan sukarela ) , otak kecil ( otak yang bertanggung jawab

atas gerakan sukarela ) , batang otak ( memainkan kunci peran dalam

gerakan ) dan sumsum tulang belakang ( mentransmisikan sinyal dari otak

ketubuh )

Pengobatan Myoclonic jerk atau myoclonus tergantung diagnosanya , bila

diagnose tidak menganggu otak dan sisitem persarafan umumnya prognosa

baik . Bila sudah menganggu susunan saraf pusat dan harus dilakukan

pembedahan , umumnya prognosis nya buruk.

DAFTAR PUSTAKA

 National Institute of Neurological Disorder and Stroke

www.ninds.nih.gov/Disorder

 Myoclonic jerk – symptoms and cause – Mayo clinic

www.mayoclinic.org

 Myoclonus – National Organization of Rare Disorder (NORD)

https://raredideases.org

 Dejong’s Neurologic Examination – William W Campbell

14
Hal 224 section E The Motor Examination

15