Anda di halaman 1dari 7

SESI TANYA JAWAB

1. – Kel. 2  Kedua kelompok

Apakah bronkopneumonia berat termasuk SKDI 4A?

Pada SKDI hanya ada bronkopneumonia. Apabila sudah mengalami komplikasi tidak masuk
kedalam 4A.

2.– Kel. 4  Kelompok 6

Pasien tidak pernah mendapat imunisasi, kemudian menderita bronkopneumonia.


Apabila diberikan vaksin pneumococcus, apakah masih efektif?

Vaksin sudah tidak terlalu efektif lagi karena sudah menderita penyakitnya yang
menyebabkan pada tubuh pasien sudah memiliki imunnya.

Tapi menurut WHO, tetap diperlukan imunisasi sesuai dengan jadwal yang ditetapkan WHO,
IDAI.

Imunisasi yang dianjurkan  DPT, BCG, HiB

Pneumonia  Bisa virus bisa bakteri

Pneumonia sering menyertai penyakit yang lain, misal gizi buruk, campak, diare. Jadi tetap
diberikan imunisasi dasar  DPT, BCG, Hepatitis B, HiB, polio. Sesuaikan dengan jadwal
imunisasi

3.– Kel. 5  Kelompok 1

Staging hanya untuk pneumonia lobaris (Stages : Hepatisasi merah, kelabu, resolusi).
Apakah bronkopneumonia sama seperti pneumonia lobularis?

Semua stage pneumonia sama tapi tipe pneumonia nya berbeda.

Apabila mengenai satu lobus maka disebut pneumonia Lobaris : Lobus


SESI TANYA JAWAB 2

1. - Kelompok 3  Kedua kelompok

Ada tatalaksana supportif. Pada kasus ini, anak usia 2 tahun, bagaimana tatalaksana
supportifnya? (Pemberian oksigen, dll)

Terapi oksigen diberikan pada semua anak untuk pneumonia berat. Apabila sudah >90%
tidak perlu lagi diberikan oksigen.

Pemberian oksigen dilanjutkan sampai gejala hipoksia sudah menghilang.

Cara pemberian oksigen menggunakan kateter nasal, kateter nasofaring, dan nasalprongs.
Pada bayi 2 tahun paling bagus menggunakan nasalprongs.

Caranya dimasukkan kedalam cuping hidung dan rekatkan dengan plester di kedua pipi dekat
hidung. Jaga agar cuping hidung anak bersih. Pasang aliran oksigen 1-2l/menit, pada bayi
0,5l/mnt  memberikan oksigen 30-35%.

Antipiretik untuk demam 39o secara oral

Apabila ada wheezing diberikan bronkodilator yang cepat

Cara pemberiannya tergantung pasien rawat inap atau rawat jalan. Kalau rawat inap  IV.

2. - Kelompok 7  Kedua kelompok

Apakah bronkopneumonia akan terulang lagi? Bagaimana edukasi kepada ibu pasien?

Kelompok 6 : Bronkopneumonia sifatnya akut dan etiologinya bisa virus dan bakteri. Tidak
menutup kemungkinan untuk kambuh lagi, misal kekebalan imun anak tidak terjaga
dengan baik. Tapi bila imunitas baik, nutrisi baik, ada kemungkinan tidak terkena lagi

Ada kemungkinan akan berulang kalau yang etiologinya virus. Ada vaksin pneumococcus
tapi tidak lazim di Indonesia. Vaksin DPT, BCG diperlukan untuk mencegah pneumonia.

Edukasi : Edukasikan tentang penceegahan, pengobatan (antibiotik : diminum sampai habis)

Lakukan imunisasi, jangan jelaskan pada ibu pasien “penyakit ini TIDAK AKAN berulang”
karena ada beberapa gejala yang mirip dengan gejala pneumonia.

3. Kelompok 8  Kedua kelompok

Jelaskan manifestasi klinis dari masing-masing klasifikasi pneumonia? (pneumonia


lobaris, interstisial, bronkopneumonia)

Manifestasi klinis : Tidak ada bedanya, perbedaanya terletak di letaknya. Jadi bisa dilihat saat
pemeriksaan radiologi.
Bronko  Streptococus

Interstisial  Atipikal

Tapi karena untuk tau mikroorganismenya lama, pengobatannya menggunakan antibiotik


broad spectrum.

Tergantung dari lokasinya. Apabila lobaris  kanan  paru-paru sebelah kanannya


mengembang
Antipiretik untuk demam 39o

Apabila ada wheezing diberikan bronkodilator yang cepat

Cara pemberiannya tergantung pasien rawat inap atau rawat jalan. Kalau rawat inap IV.

PENJELASAN EXPERT

Apakah anak sesak

> Perhatikan secara inspeksi

> Tentukan anak batuk atau tidak (<2 minggu : pneumonia, bronkiolitis akut, bronkitis) kalau
>2 minggu, pikirkan penyakit yang kronik (TBC, asma, atau alergi yang lain)

Istilah yang dipakai --> Pneumonia bukan bronkopneumonia

Setelah inspeksi, lakukan auskultasi (suara napas)

> Tentukan tipe napas (normal, ada suara tambahan (ronki basah, halus, kering) biasanya ada
suara napas wheezing (biasanya pada stadium 3 dan 4), stridor juga mungkin terjadi apabila
gangguan kearah atas

Meraba

panas atau dingin, stem fremitus kanan dan kiri

palpasi

> bandingkan kanan dan kiri

***

Nilai pula tanda bahaya

Apakah anaknya masih menetek dengan kuat, ada penurunan kesadaran atau tidak, ada biru
(sianosis) atau tidak, ada kejang, ada muntah atau tidak
Klasifikasi ada 4

Pneumonia sangat berat

> Ada tanda bahaya, kejang, gizi buruk.

Pneumonia berat

> Apabila ada penurunan saturasi oksigen <90% atau ada tarikan dinding dada bagian bawah.
Bagian bawah dilihat saat pasien menarik napas dan bernapas biasa, bukan pada saat pasien
menangis.

Kalau menarik napas, normalnya cembung tidak ada lekukan. Kalau pneumonia ada lekukan
di subcostal. Lekukan bisa terlihat pada anak yang menangis kuat, maka anak harus dalam
kondisi tenang.

Pneumonia

> kalau napasnya cepat. Lihat berdasarkan umur. <1 tahun : > 50x/mnt ; <5 tahun : >40
menit.

Bukan pneumonia

> Bukan bakteri atau virus. Tidak ada napas cepat, cuma batuk saja

***

4A : Pneumonia yang napas cepat

Berikan antibiotik --> rawat jelas

Amoksisilin 80/100mg/hari dibagi 2 dosis

Endemik HIV tinggi : 5 hari

Rendah : 3 hari

Eritromisin

Pneumonia Berat
SKDI : DIagnosis dan Tatalaksana Awal --> Rujuk

Supportif dilakukan terlebih dahulu.

Sesak napas --> Oksigen (Diberikan apabila ada tandatanda distres pernapasan dan
penurunan saturasi oksigen <90%, atau <93% tapi ada tanda tanda sepsis, pucat, atau
penurunan kesadaran)

Terapi oksigen yang diberikan dengan nasalprongs. Nasal prongs beda dengan kateter nasal.

Oksigen yang diberikan 100% dengan flow 2 bulan --> 0,5l/mnt ; 1 tahun --> 1 l/mnt ; 1-5 -->
2l/mnt ; >5 tahun - anak sekolah --> 4-5l/mnt

Jika ada tanda distres pernapasan yang berat --> Jangan diberikan nasal prongs lagi tapi
lakukan intubasi dan pemasangan konti

dosis di kelompok 1 (?)

Ada tanda-tanda dekom --> kurangi cairan jadi 3/4 kebutuhan cairan

Berikan diuretik

Supportif lainnya :

Demam --> Antipiretik

Sebelum dirujuk :

- Berikan oksigen

- Berikan antibiotik 1x dosis (yang intravena ; Ampisilin, chloramfenicol, gentamisin)


Ampicilin dan gentamicin <2 bulan. Ampisilin dan chloram >2 bulan.

Ampisilin : 50 mg/kg/kali (?)

Gentamisin : 3mg/kg/hari (??)

Pemberian dilakukan melalui IV

- Telfon tempat rujukan


Yang paling penting : Berikan antibiotik sesuai indikasi dan waktu lamanya pengobatan

Yang edukasi

- Cara pemberian antibiotik (oral)

- mengenali tanda tanda bahaya

- Kapan harus datang kembali