Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI


Untuk Memenuhi Tugas

Mata kuliah Analisa Biaya

SRI MEUTIA
NIP.

Disusun Oleh :

Kelompok 6

TEGUH SURYA NUGRAHA (160130092)


MUHAMMAD ARBAIN AZMI (160130100)
MUHAMMAD RAUF ADRIAN (160130089)
SRI DARMAWAN (160130
TESYA VAZIRA ISKANDAR T. (160130087)
TIKA PUTRI (160130091)
HAYATUL HUSNA (160130088)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI
Analisis selisih biaya produksi terdiri dari analisis biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Analisis selisih biaya produksi dapat digunakan sebagai alat
pengendalian biaya produksi yaitu dengan cara membandingkan hasil
dari analisis selisih biaya produksi dengan biaya sesungguhnya untuk
mengetahui efisiensi atau tidak efisien biaya produksi.

Biaya Bahan Baku


Biaya bahan baku standar adalah biaya yang ditentukan dimuka,
yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk
membuat satu satuan produk atau untuk membiaya kegiatan tertentu,
dibawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan factor-faktor lain
tertentu.
Sistem biaya standar merupakan suatu sistem akuntansi biaya
yang mengolah informasi biaya sedemikian rupa sehingga menajemen
dapat mendeteksi kegiatan-kegiatan dalam perusahaan yang biayanya
menyimpang dari biaya standar yang ditentukan. Sistem akuntansi
biaya ini mencatat biaya yang seharusnya dikeluarkan dan biaya yang
sesungguhnya terjadi, dan menyajikan perbandingan antara biaya
standar dan biaya sesungguhnya serta menyajikan analisis biaya
standar dan biaya sesungguhnya, terdiri dari 2 komponen :
i. Harga bahan baku standar (standard raw material price), terdiri
atas :

a. Masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah


keluaran fisik tertentu atau lebih dikenal dengan nama kuantitas
standar.
b. Harga persatuan perfisik tersebut, atau disebut pula harga
standar yang berupa:
- Harga yang diperkirakan akan berlaku dimasa yang akan datang.
- Harga yang berlaku pada saat penyusunan standar.
- Harga yang diperkirakan akan merupakan harga normal dalam
jangka panjang.
ii. Kuantitas bahan baku standar (standard raw material quantity).
Kuantitas standar bahan baku dapat ditentukan dengan
menggunakan :

a. Penyelidikan teknis
b. Analisis catatan masa lalu dalam bentuk :
- Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk atau
pekerjaan yang sama dalam periode tertentu dimasa lalu.
- Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk dalam
pelaksanaan yang paling baik dan yang paling buruk dimasa lalu.
- Menghitung rata-rata dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik.

1. Model Satu Selisih (The One - Way Model)


Dalam analisis selisih biaya produksi hanya akan dijumpai tiga
selisih, selisih biaya bahan baku, selisih biaya tenaga kerja langsung
dan selisih biaya overhead pabrik. Hasil dari perhitungan ini adalah
untuk menentukan laba dan rugi nya suatu perusahaan. Analisis selisih
dalam model ini dapat digambarkan dengan rumus sebagai berikut :

St = (HSt x KSt) – (HS x KS)


Dimana :
St = Total Selisih HSt = Harga Standar
KSt = Kuantitas Standar HS = Harga Sesungguhnya
KS = Kuantitas Sesungguhunya

2. Model Dua Selisih (The Two - Way Model)


Dalam model analisis selisih ini, selisih antar biaya sesungguhnya
dengan biaya standar dipecah menjadi dua macam selisih, yaitu selisih
harga dan selisih kuantitas atau efisiensi. Rumus perhitungan selisih
dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :
SH = (HSt – HS) x KS rumus perhitungan selisih harga
SK = (KSt – KS) x HSt rumus perhitungan selisih kuantitas
Dimana :
SH = Selisih Harga SK = Selisih Kuantitas/efisiensi
HSt = Harga Standar KSt = Kuantitas Standar
HS = Harga Sesungguhnya KS = Kuantitas Sesungguhnya
Dalam hubungannya dengan biaya bahan baku, analisis selisih
biaya bahan baku menjadi selisih harga dan selisih kuantitas ditujukan
untuk membebankan tanggung jawab terjadinya masing-masing jenis
selisih tersebut kepada manajer fungsi pembelian, sedangkan selisih
kuantitas menjadi tanggung jawab manajer produksi.

3. Model Tiga Selisih (The Three – Way Model)


Dalam model ini, selisih antara biaya standar dengan biaya
sesunggguhnya dipecah menjadi tiga macam selisih berikut ini :
selisih harga, selisih kuantitas dan selisih harga atau kuantitas. Harga
standar dan Kuantitas Standar masing-masing lebih tinggi atau lebih
rendah dari harga sesungguhnya dan kuantitas sesungguhnya. Analisis
dalam metode ini dapat digambarkan dengan rumus :
SH = (HSt – HS) x KSt untuk menghitung selisih harga
SK = (KSt – KS) x HSt untuk menghitung selisih kuantitas
SHK = (HSt – HS) x (KSt – KS) untuk menghitung selisih gabungan yang
merupakan selisih harga/kuantitas

Biaya Tenaga Kerja standar (Standar direct labor


cost)
Adalah biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) yang
seharusnya terjadi untuk membuat satu satuan poduk tertentu.Seperti
halnya dengan biaya bahan baku standar,biaya tenaga kerja terdiri dari
dua unsur : jam tenaga kerja standar dan tarif upah standar.
 Jam tenaga kerja standar
Syarat mutlak berlakunya jam tenaga kerja standar adalah :
1. Tata letak pabrik (plant layout) yang efisien dengan peralatan
yang modern sehingga dapat dilakukan produksi yang
maksimum dengan biaya yang minimum.
2. Pengembangan staf perencanaan produksi, routing, scheduling
dan dispatching, agar aliran proses produksi lancar, tanpa
terjadi penundaan dan kesimpangsiuran.
3. Pembelian bahan baku direncanakan dengan baik, sehingga
tersedia pada saat dibutuhkan untuk produksi.
4. Standarisasi kerja karyawan dan metode – metode kerja
dengan instruksi – instruksi dan latihan yang cukup bagi
karyawan, sehingga proses produksi dapat dilakukan dibawah
kondisi yang baik.

 Jam tenaga kerja standar dapat ditentukan dengan cara :


1. Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu
pekerjaan dari kartu harga pokok (cost sheet) periode yang lalu.
2. Membuat tes-run operasi produksi dibawah keadaan normal
yang diharapkan.
3. Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja
karyawan dibawah keadaan nyata yang diharapkan.
4. Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada
pengalaman dan pengetahuan operasi produksi dan produk.

 Tarif Upah Standar


Penentuan tarif upah standar memerlukan pengetahuan
mengenai kegiatan yang dijalankan, tingkat kecepatan tenaga
kerja yang diperlukan dan rata-rata terif upah perjam yang dibayar.
Tarif Upah Standar dapat ditentukan dengan cara :
1. Perjanjian dengan organisasi karyawan.
2. Data upah masa lalu, yang dapat dijadikan sebagai upah
standar adalah: rata-rata hitung, rata-rata tertimbang atau
median dari upah karyawan masa lalu.
3. Penghitungan tarif upah karyawan masa lalu dalam keadaan
operasi normal.
Selisih Biaya Tenaga Kerja
selisih upah langsung adalah selisih antara biaya tenaga kerja
langsung yang sesungguhnya terjadi dengan biaya tenaga kerja
langsung standar.

1. Model Satu Selisih


Rumus perhitungan model selisih ini adalah :
ST = (JKSt x TUSt) – (JKS X TUS)
2. Model Dua Selisih
Rumus perhitungan model selisih ini adalah :
STU = ( TUSt – TUS ) x JKS
SEU = ( JKST – JKS ) x TUSt
3. Model Tiga Selisih
Rumus perhitungan model selisih ini adalah :
STU = ( TUSt – TUS ) x JKSt
SEU = ( JKSt – JKS ) x TUSt
STEU = ( TUSt – TUS ) x ( JKST – JKS )
Keterangan
ST = Selisih Total TUSt = Tarif Upah Standar
STU = Selisih Tarif Upah TUS = Tarif Upah Sesungguhnya
SEU = Selisih Efisiensi Upah JKSt = Jam Kerja Standar
STEU = Selisih Tarif Efisiensi Upah JKS = Jam Kerja
Sesungguahnya

Biaya Overhead Pabrik Standar


Tarif Overhead Standar dihitung dengan membagi jumlah biaya
overhead yang dianggarkan pada kapasitas normal dengan kapasitas
normal. Untuk pengendalian BOP dalam sistem biaya standar, perlu
dibuat anggaran fleksibel, yaitu anggaran biaya untuk beberapa
kisaran (range) kapasitas.

Tarif BOP standar menggabungkan biaya tetap dan variabel dalam


satu tarif yang didasarkan pada tingkat kegiatan tertentu. Sebagai
akibatnya dalam tarif ini semua BOP diperlakukan sebagai biaya
variabel. Di lain pihak anggaran fleksibel memisahkan faktor-faktor
biaya tetap dan variabel, dan memperlakukan BOP tetap sebagai biaya
yang jumlahnya tetap dalam volume tertentu.

Selisih Biaya Overhead Pabrik


Perhitungan selisih biaya overhead pabrik berbeda dengan
perhitungan selisih biaya bahan baku lang dan biaya tenaga kerja
langsung. Perhitungan tarip biaya overhead pabrik adalah
menggunakan kapasitas normal, sedangkan pembebanan biaya
overhead ke pabrik kepada produk menggunakan kapasitas
sesungguhnya. Perusahaan yang menggunakan sistem biaya standar,
analisis selisih biaya overhead pabrik dipengaruhi oleh kapasitas
standar.
1. Model Satu Selisih
Selisih BOP dihitung dengan cara mengurangi BOP dengan tarif
standar pada kapasitas standar dengan BOP sesungguhnya.
2. Model Dua Selisih
Pada model ini, BOP dipecah menjadi dua macam selisih, yaitu :
a. Selisih Terkendali : perbedaan BOP sesungguhnya dengan BOP
yang dianggarkan pada kapasitas standar.
b. Selisih Volume : perbedaan antara BOP yang dianggarkan pada jam
standar dengan BOP yang dibebankan kepada produk.
3. Model Tiga Selisih
Dalam model ini, BOP dipecah menjadi tiga macam selisih, yaitu :
a. Selisih Pengeluaran : perbedaan BOP sesungguhnya dengan BOP
yang dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya.
b. Selisih Kapasitas : perbedaan antara BOP yang dianggarkan pada
kapasitas sesungguhnya dengan BOP yang dibebankan kepada
produk pada kapasitas sesungguhnya.
c. Selisih Efisiensi : tarif BOP dikalikan dengan selisih antara
kapasitas standar dengan kapasitas sesungguhnya.
4. Model Empat Selisih
Pada metode ini selisih BOP dipecah menjadi empat, yaitu :
a. Selisih Pengeluaran.
b. Selisih Kapasitas.
c. Selisih Efisiensi Tetap.
d. Selisih Efisiensi Variabel.
Perhitungan selisih pengeluaran dan selisih kapasitas sama
seperti perhitungan pada metode tiga selisih. Selisih Efisiensi Tetap
dihitung dengan rumus sebagai berikut :
( JKSt – JKS ) x Tarif BOP Tetap Standar
Selisih Efisiensi Variabel dihitung dengan rumus berikut ini :
( JKSt - JKS ) x Tarif BOP Variabel Standar

CONTOH :
Untuk memproduksi 1 satuan produk diperlukan biaya produksi
menurut standar sbb:
Biaya bahan baku 5 kg @ Rp. 1.000 Rp. 5.000
Biaya tenaga kerja 20 jam @ Rp. 500 Rp.10.000
Biaya overhead pabrik:
Variabel 20 jam @ Rp. 400 Rp. 8.000
Tetap 20 jam @ Rp. 300 Rp. 6.000+
Jumlah Rp. 29.000
Kapasitas normal produksi perbulan 5.200 jam kerja langsung.
Transaksi yang terjadi dalam bulan Januari 2008 adalah sebagai
berikut:
1. Jumlah bahan baku yang dibeli adalah 1.500 kg @ Rp. 1.100.
2. Jumlah produk yang diproduksi dan selesai diproses dalam bulan
Januari 2008 adalah 250 satuan dengan biaya produksi sesungguhnya
sbb:
a. Biaya bahan baku 1.050 kg @ Rp. 1.100
b. Biaya tenaga kerja 5.100 jam kerja @ Rp 475
c. BOP sesungguhnya Rp. 3.650.000
Atas dasar data diatas diminta:
1. Analisis selisih biaya bahan baku
2. Analisis selisih biaya tenaga kerja
3. Analisis selisih biaya overhead pabrik
Penyelesaian :
1. Analisis selisih biaya bahan baku
a. Model satu selisih
(Rp.1.000x1.250 kg) – (Rp.1.100x1.050 kg)= Rp.95.000 L
b. Model dua selisih
- Selisih harga biaya bahan baku =
(Rp. 1.000 – Rp. 1.100) x 1.050 kg = Rp. 105.000 R
- Selisih kuantitas biaya bahan baku =
(1.250kg – 1.050kg) x Rp. 1.000 = Rp. 200.000 L
c. Model tiga selisih
(Rp 1.000 – Rp. 1.100) x 1.250kg = Rp.125.000 R
- Selisih kuantitas biaya bahan baku =
(1250kg – 1050kg) x Rp. 1.000 = Rp. 200.000 L
- Selisih harga/kuantitas biaya bahan baku =
(Rp.1.000-Rp.1.100)x(1250–1050)=Rp.20.000 L

2. Analisis biaya tenaga kerja


a. Model satu selisih
SBTK=(5000xRp.500)–5100xRp.475)= Rp.77.500L
b. Model dua selisih
- Selisih tarip upah =
(500-475)x5100 = Type equation here.Rp.127.500 L
- Selisih efisiensi upah = (5000-5100)xRp.500=Rp.50.000 R
c. Model tiga selisih
- Selisih tarif upah = (500–475)x5000=Rp.125.000 L
- Selisih efisiensi upah = (5000–5100)xRp.500=Rp.50.000 R
- Selisih tarif/efisiensi upah =
(Rp.500 – Rp.475) x (5000 – 5100) = Rp. 2.500 R

3. Analisis biaya overhead pabrik


a. Model satu selisih
-Selisih total biaya overhead pabrik:
BOP sesungguhnya = Rp.3.650.000
BOP yang dibebankan:
250 x 20 jam x 700 = Rp. 3.500.000
-Selisih total BOP = Rp. 150.000 R
b. Model dua selisih
-Selisih Terkendali (Controllable):
BOP sesungguhnya = Rp. 3.650.000
BOP tetap pada kapasitas normal:
5.200 x Rp. 300 = Rp. 1.560.000
BOP variabel sesungguhnya = Rp. 2.090.000
BOP variabel pada jam standar:
5.0 m x Rp.400 = Rp. 2.000.000
-Selisih terkendali = Rp. 90.000R
-Selisih Volume (Volume Variance):
Jam tenaga kerja pada kapasitas normal= 5.200 jam
Jam tenaga kerja standar = 5.000 jam
Selisih volume = 200 jam
Tarif BOP tetap = Rp.300/jam
-Selisih volume = Rp.60.000 R
c. Model tiga selisih
- Selisih Pengeluaran (Spending Variance):
BOP sesungguhnya = Rp. 3.650.000
BOP tetap pada kapasitas normal:
5.200 x Rp.300 = Rp 1.560.000
BOP variabel sesungguhn = Rp. 2.090.000
BOP variabel yang dianggarkan pada Jam yang sesungguhnya
dicapai:
5100 jam x Rp.400 = Rp. 2.040.000
- Selisih pengeluaran = Rp. 50.000 R
- Selisih Kapasitas (Idle Capacity Variance)
Kapasitas normal = 5.200 jam
Kapasitas sesungguhnya = 5.100 jam
Kapasitas yang tidak terpakai = 100 jam
Tarif BOP tetap = Rp. 300/jam x
- Selisih kapasitas = Rp. 30.000 R
- Selisih Efisiensi
Jam standar = 5.000 jam
Jam sesungguhnya = 5.100 jam
Selisih efisiensi100 jam
Tarif BOP = Rp.700/jam
Selisih efisiensi = Rp.70.000/jamR

d. Model Empat Selisih


- Selisih pengeluaran = Rp. 50.000 R
- Selisih kapasitas = Rp. 30.000 R
- Selisih efisiensi variabel 100jamxRp400 = Rp40.000 R
- Selish efisiensi tetap 100 jam x Rp.300 = Rp.30.000R
Total selisih BOP = Rp.150.000R