Anda di halaman 1dari 2

RSUD MUARA BELITI PENGAMBILAN SPECIMEN

KAB. MUSI RAWAS


SPUTUM
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman
1/2
Tanggal Revisi

Ditetapkan,
Tanggal terbit Direktur RSUD MA. BELITI

SPO
dr. RENY SYARTIKA, M. EC, Dev
NIP. 19720117 200212 2006

PENGERTIAN Pada penderita yang diduga terinfeksi oleh bakteri


Mycobacterium tuberculose maka akan dibutuhkan
pemeriksaansebagai pemeriksaan penunjang untuk
menegakan diagnosa.
Pada pemeriksan laboratorium untuk menegakan diagnosa
seseorang terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosae maka
dibutuhkan pemeriksaan preparat BTA dengan spesimen yang
diambil dari sputum/ dahak penderita
TUJUAN Pemeriksaan BTA dilakukan untuk mengetahui dengan pasti,
benarkah penderita terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculose.
Pengambilan bahan pemeriksaan sputum/ dahak penderita,
akan dilakukan akan dilakukan. Agar dapat dilakukan
pengamatan dengan perlakuan pengecatan BTA.

KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Muara Beliti


Nomor : 03/KPTS/RS.DS.II.3/I/2016 tentang Kebijakan
Pelayanan Laboratorium RSUD Muara Beliti
PROSEDUR 1. Siapkan peralatan yang akan, dan digunakan untuk
membuat sediaan BTA
2. Gunakan APD seperti jas laboratorium, masker dan
handschoond
3. Siapkan botol bersih dan kering bermulut lebar, berikan
penderita dengan nasehat cara mengeluarkan sputum/
dahak benar.
4. Beritahu penderita bahwa sputum/ dahak yang diambil
adalah dahak pagi hari ketika ia bangun tidur.
5. Beritahu penderita untuk pagi hari ketika bangun, duduk
tegak ditempat yang ada sinar matahari.
RSUD MUARA BELITI
PENGAMBILAN SPECIMEN
SPUTUM

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman


2/2
Tanggal Revisi
KAB. MUSI RAWAS

PROSEDUR 6. Kemudian tarik nafas yang dalam dan tahan.


7. Setelah itu batukan sekaligus dengan kuat, dan
sputum/dahak yang keluar ditampung dalam botol bertutup
ulir.
8. Bila penderita sulit mengeluarkan dahak/sputum maka
anjurkan untuk berkumur dengan air garam atau minum
ekspektoran/obat batuk pengencer dahak ketika tidur malam
hari.
9. Beritahukan agar penderita membawa botol berisi sputum ke
labporatorium sendiri.
10. Sampai dilaboratorium, dahak diserahkan kepada petugas
laboratorium, untuk diberi label dan penderita diberi lagi
sebuah botol baru yang kering dan bersih, dan dianjurkan
untuk berdahak lagi di laboratorium di tempat yang sudah
tersedia, dengan cara yang sama. Sputum yang sudah
diambil diserahkan pada petugas lab untuk diberi label.
11. Setelah itu penderita pulang dengan dibekali lagi sebuah
botol yang sama guna tempat sputum lagi pada keesokan
paginya, dengan cara pengambilan yang sama.
12. Kembali penderita datang ke laboratorium, untuk
menyerahkan sputum yang ketiga, diserahkan pada petugas
untuk diberi label.
13. Pemeriksaan sputum yang benar dilakukan sebanyak 3x
berturut-turut yaitu pagi-sewaktu-pagi.
UNIT TERKAIT Instalasi Laboratorium
Ruang rawat inap

DOKUMEN TERKAIT 1. Hasil Pemeriksaan


2. Arsip hasil pemeriksaan

UNIT KERJA Laboratorium Mikrobiologi


Ruang rawat inap