Anda di halaman 1dari 2

Aksi Sikat Gigi Massal Siswa SD Plus GB untuk mencegah Karies

Ada suasa berbeda di SD Plus Gembala Baik Pontianak. Selasa 26 Februari 2018, ratusan
siswa kelas I dan II SD Plus Gembala Baik Pontianak berkumpul di Lapangan Sekolah SD
Plus Gembala Baik Pontianak. Anak-anak tersebut tengah mengikuti kegiatan aksi sikat gigi
massal yang diselenggarakan oleh UPK Puskesmas Parit Haju Husin II bekerjasama dengan
pihak SD Plus Gembala Baik.Tampak di antaranya para Dokter Kecil dari sekolah turut
berbaur dan berbaris rapi.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran sejak
dini kepada siswa dalam menjaga kebersihan gigi. Berbekal sikat, pasta gigi dan segelas air,
sekitar 190 siswa berbaris di lapangan sekolah.

Acara itu berlangsung sebelum mereka masuk kelas.


"Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama kalinya
yang dilaksanakan di SD Plus Gembala Baik
bekerjasama dengan pihak Puskesmas Paris 2" kata
Kepala SD Plus Gembala Baik Pontianak Suster
Petronela Ntimuk, CP., S.Pd. di sekolahnya.

Suster Petronela mengungkapkan, tujuan kegiatan ini


guna membiasakan dan menjaga kesehatan gigi anak.
Sekaligus bentuk mencegah karies atau penyakit
infeksi yang merusak struktur gigi. Karies
menyebabkan gigi berlubang.
"Semoga kegiatan ini terus berlangsung tiap tahunnya
sehingga yang tadinya mereka tidak biasa menggosok
gigi sekarang jadi biasa. Selain itu, bukan hanya di
sekolah kebiasaan tersebut harus dilakukan di
rumahnya dan menebarkan virus membiasakan gosok
gigi ke anggota keluarganya," tutur Suster Petronela.

Pantauan penulis, sekitar 30 menit mereka menyimak


arahan. Ada tujuh langkah untuk membersihkan gigi yang baik dan benar. Bersihkan gigi
bagian atas depan, belakang dan gigi pengunyah kiri kanan diteruskan bagian bawah depan,
belakang dan gigi pengunyah kiri kanan. Langkah lainnya yaitu
membersihkan lidah agar terhindar dari bau mulut.

Bukan hanya itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk menghindari


anak dari kerusakan gigi atau karies yang dapat merusak struktur
gigi. Sebelum menyikat gigi, para siswa mendapat arahan oleh
gurunya sekaligus pembina dokter gigi kecil di sekolahnya.

"Anak seusia mereka rentan mengalami kerusakan gigi, bolong


giginya hingga sakit. Semoga dengan dibiasakan sejak dini mereka
akan terhindar dari karies," ujar pembina dokter kecil SD Plus
Gembala Baik Kristianus Mantio, S.Pd.

Salah satu siswa, Junio Peter Nathanael (6), senang dengan kegiatan tersebut. "Senang bisa
gosok gigi bareng teman dan tahu cara menggosok gigi yang baik dan benar," katanya.

Siswa lainnya, Christovelt Michael Bonis (7), semoga gigi jadi bersih. "Setelah ikut kegiatan
ini semoga rajin menggosok gigi sehingga menjadi bersih," ucap Christovelt.

Selain itu, Maria Benita Octania Hikara (11) yang merupakan satu diantara siswa yang
mengikuti Dokter Kecil mengungkapkan bahwa"Lebih mengenal cara untuk membersihkan
gigi dengan benar supaya gigi kita lebih bersih" katanya. (doc)

Junio Peter Nathanael Christovelt Michael Bonis Maria Benita Octania Hikara
(Siswa Kelas I) (Siswa Kelas II) (Siswa Kelas IV)