Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM OBAT TRADISIONAL

PEMBUATAN PAREM

Disusun Oleh :

1. Alief Isatuloh (171251591)


2. Dhimas Nurul H (171251608)
3. Deviyana Fitria S (171251604)
4. Hesti Yuliani (171251631)
5. Laylatul Amanah M.H (171251649)
6. Nur Faizah Gita (171251672)
7. Reza Ihza Mardhatillah (171251677)
8. Sofi Herawati (171251696)
9. Titania Putr iAmriadi (171251703)
10. Verdhea Kristiana (171251707)

AKADEMI FARMASI JEMBER


JalanPangandaran No. 42 Antirogo – Jember
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan
lengkap praktikum Obat Tradisional sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Tujuan dari penyusunan laporan lengkap praktikum Obat Tradisional ini
adalah sebagai salah satu syarat untuk mengikuti praktikum Obat Tradisiona
lselanjutnya, penyusun mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing atas
bimbingan dan arahannya.
Kami ucapkan terima kasih kepada laboran dan teman teman telah
banyak membantu penyusunan selama praktikum sampai penyusunan laporan ini
selesai. Penyusun menyadari bahwa penyusunan laporan lengkap ini masih jauh
dari sempurna. Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan penyusun laporan
oleh karena itu, penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun, demi kesempurnaan laporan ini. Akan tetapi, penyusun berharap
semoga laporan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penyusun.

Jember, 6 April 2019

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR .......................................................................................2
DAFTAR ISI ......................................................................................................3
BAB I PENDUHULUAN
1.1 Latar Belakang ..............................................................................................4
1.2 Tujuan ...........................................................................................................4
1.3 Tinjauan Pustaka ...........................................................................................4
BAB II METODE PEMBUATAN
2.1 Alat dan Bahan ..............................................................................................7
2.2 Prosedur Pembuatan ......................................................................................7
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Hasil dan Pembahasan...................................................................................8
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ...................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................10
LAMPIRAN .......................................................................................................11

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jamu diartikan sebagai obat yang dibuat dari akar-akar, daun-daunan, dan
sebagainya. Jamu merupakan obat tradisional Indonesia. Obat tradisional adalah
bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan
mineral, sediaan sarian atau galenik, atau campuran bahan-bahan tersebut, yang
secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Obat tradisional merupakan produk yang telah dibuat dari bahan alam
yang jenis dan sifat kandungannya sangat beragam sehingga untuk menjamin
mutu obat tradisional diperlukan cara pembuatan yang baik dengan lebih
memperhatikan proses produksi dan penanganan bahan baku.
Bahan baku adalah simplisia, sediaan galenik, bahan tambahan atas bahan
lainnya, bak yang berkhasiat maupun tidak berkhasiat, yang merubah maupun
tidak berubah yang digunakan dalam pengolahan obat tradisional.
Dari pengertian di atas telah jelas bahwa sediaan obat tradisional yang di
produksi harus memenuhi mutu yang baik guna memenuhi persyartan keamanan
dan khasiat, namun tidak diperbolehkan mengandung senyawa kimia lain untuk
menekan khasiatnya. Oleh karena itu produk-produk obat tradisional yang beredar
harus bebas dari senyawa kimia dalam sediaannya.

1.2 Tujuan

Mahasiswa dapat memahami cara CPOTB, registrasi dan penandaan Obat


Tradisional, melakukan penjaminan mutu obat tradisional yaitu pembuatan parem

1.3 Tinjauan Pustaka

Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah. Alam Indonesia dengan


keanekaragaman hayati merupakan sumber kecantikan yang tidak ada habisnya.
Pada zaman yang sudah serba modern ini, ternyata jamu masih diakui
keberadaannya oleh masyarakat Indonesia. Seruan kembali ke alam atau istilah

4
back to nature menjadi bahan pembicaraan seiring dengan semakin dirasakannya
manfaat ramuan alam tradisional. Mengingat potensi yang sangat membantu
meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat, pemanfaatan ramuan tersebut
seharusnya terus digalakkan (Tilaar, 1998).
Pemanfaatan produk alam yang lebih dikenal dengan istilah jamu guna
untuk penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan di kalangan masyarakat
Indonesia memegang peranan yang sangat besar. Hal ini terjadi karena sebagian
besar dari produk alam merupakan warisan nenek moyang yang tidak diragukan
lagi khasiatnya dan terus dikembangkan pemanfaatannya di berbagai daerah.
Peranan jamu akan semakin terasa pada daerah-daerah terpencil, dimana sulit
diperoleh pelayanan medis atau obat-obat modern. Disamping itu sebagian
masyarakat masih banyak mencari pengobatan tradisional dan mencoba
melakukan pengobatan sendiri dengan cara tradisional bila menderita sakit
(Tilaar, 1998).
Parem adalah obat tradisional dalam bentuk padat, pasta atau seperti bubuk
yang digunakan dengan cara melumurkan pada kaki atau tangan pada bagian
tubuh lain. Parem yang dibuat adalah Parem linu dengan menggunakan tanaman
temulawak.
Tanaman temulawak (Curcuma zanthorrihiza L.) Manfaat tanaman
temulawak untuk kesehatan auntuk sediaan parem linu adalah untuk mengurangi
radang sendi, mereingankan ostheoarthritis,mengobati sakit limfa. Tanaman
temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh liar di hutan-hutan
jati di Jawa dan Madura. Tumbuhan semak berumur tahunan, batang semunya
terdiri dari pelepah-pelepah daun yang menyatu, mempunyai umbi batang. Tinggi
tanaman antara 50-200 cm, bunganya berwarna putih kemerah-merahan atau
kuning bertangkai 1,5-3 cm berkelompok 3 sampai 4 buah. Tumbuhan ini tumbuh
subur pada tanah gembur, dan termasuk jenis temu-temuan yang sering berbunga.
Panen dapat dilakukan pada umur 7-12 bulan setelah tanam atau daun telah
menguning dan gugur. Sebagai bahan tanaman untuk bibit digunakan tanaman
sehat berumur 12 bulan (Hayani, 2006). Temulawak termasuk tanaman tahunan
yang tumbuh merumpun dengan habitus mencapai ketinggian 2-2,5 meter. Tiap
rumpun tanaman ini terdiri atas beberapa anakan dan tiap anakan memiliki 2-9

5
helai daun. Daun temulawak bentuknya panjang dan agak lebar. Panjang daunnya
sekitar 50-55 cm dan lebar ± 18 cm. Warna bunga umumnya kuning dengan
kelopak bunga kuning tua dan pangkal bunganya berwarna ungu. Rimpang
temulawak bentuknya bulat seperti telur dengan warna kulit rimpang sewaktu
masih muda maupun tua adalah kuning kotor. Warna daging rimpang adalah
kuning dengan cita rasa pahit, berbau tajam dan keharumannya sedang.

Klasifikasi Temulawak (Curcuma zanthorrhiza L.)


Gambar 2.1 Rimpang Temulawak (Anonymous, 2011).
Menurut klasifikasi dalam tata nama ( sistematika ) tumbuhan, tanaman
temulawak (Curcuma zanthorrhiza L.) termasuk ke dalam :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Familia : Zingiberceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma zanthorrhiza L. (Anonymous, 2011)

6
BAB II
METODE PEMBUATAN

2.1 Alat Dan Bahan


 Alat :
1. Timbangan analitik
2. Wadah
3. Mortir stemper
4. Sudip
 Bahan :
1. Mentol
2. Camphora
3. Temulawak

2.2 Metode Pembuatan


1. Timbang semua bahan
2. Campurkan semua bahan simplisia serbuk aduk ad homogen
3. Menthol dan champora gerus aduk ad leleh tambahkan campuran bahan
sebelumnya
4. Tambahkan aquadest ad homogen dan dapat dibentuk menjadi bulatan-
bulatan, kemudian di pipihkan dan siap untuk dijemur sampai kering
5. Masukkan pada wadah kemasan primer dan sekunder

BAB III
PEMBAHASAN

7
3.1 Hasil dan Pembahasan
Pada praktikum kali ini dilakukan pembuatan sediaan param linu
menggunakan bahan alami yaitu tepung beras, zingiberis rhizhoma,kaemferiae
rhizoma,lempuyang, curcuma heyneana rhizoma, charyophylli flos serbuk,
myristica fructus, cynnamomi cortex, adas pula waras, oleum gandopura, menthol,
champhora, aquadest. Obat tradisional indonesia ini berbentuk padatan dengan
menggunakan simplisia yang memiliki khasiat untuk mengurangi rasa sakit akibat
memar, terkilir, keseleo, bengkak, atau myeri sehabis berolahraga dan aktifitas
berat.
param linu dibuat dengan cara mencampurkan semua bahan simplisia
serbuk aduk ad homogen, setelah itu menthol dan champora gerus ad leleh
kemudian tambahkan campuran serbuk, tambahkan aquadest ad homogen dan
dapat dibentuk menjadi bulatan-bulatan. Kemudian dipipihkan dan siap dijemur
sampai kering.
Parem adalah obat tradisional dalam bentuk padat, pasta atau seperti bubuk
yang digunakan dengan cara melumurkan pada kaki atau tangan pada bagian
tubuh lain. Cara pemakaian parem padet ini adalah dengan melarutkan terlebih
dahulu dalam sedikit air hangat sehingga membentuk adonan seperti lulur
kemudian balurkan pada tubuh yang terasa sakit.

8
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Parem adalah obat tradisional dalam bentuk padat, pasta atau seperti
bubuk yang digunakan dengan cara melumurkan pada kaki atau tangan pada
bagian tubuh lain.
pembuatan sediaan param linu menggunakan bahan alami yaitu tepung
beras, zingiberis rhizhoma,kaemferiae rhizoma, lempuyang, curcuma heyneana
rhizoma, charyophylli flos serbuk, myristica fructus, cynnamomi cortex, adas pula
waras, oleum gandopura, menthol, champhora, aquadest. Obat tradisional
indonesia ini berbentuk padatan dengan menggunakan simplisia yang memiliki
khasiat untuk mengurangi rasa sakit akibat memar, terkilir, keseleo, bengkak, atau
myeri sehabis berolahraga dan aktifitas berat.

9
DAFTAR PUSTAKA

H.A.R Tillar.(1998) Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa


Depan .Bandung: Remaja Rosdakarya
Harmanto, dan Subroto. 2007. Pilih Jamu dan Herbal Tanpa Efek Samping.
Bandung : Elekmedia

10
LAMPIRAN

11

Anda mungkin juga menyukai