Anda di halaman 1dari 54

CRITICAL BOOK REVIEW (CBR)

Nama Kelompok : Dandi Abdul Halim (7182220015)

Mulak Rohani Simanuhuruk (7183220037)

Gilang Suryabuana (7183520014)

Margaret Cahyani Nainggolan (7183520016)

Wahyu Nafis Azmi Nasution (7183520017)

Dosen Pengampu: Akmal Huda Nasution, SE.M.Si

Mata Kuliah: Pengantar Ekonomi Mikro

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI –FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

DESEMBER 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan RahmatNya, kami dapat
menyelesaikan Critical Book Report untuk mata kuliah Ekonomi Mikro ini.

Kami juga ingin berterimakasih pada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini, terutama
kepada Ibu Akmal Huda Nasution, SE.M.Si sebagai dosen pengampu kami.

Critical Book Report ini berisi tentang perbandingan dua buku yang membahas tentang Ekonomi Mikro,
yang dipaparkan kelemahan dan kelebihan dari buku.

Tujuan pembuatan Critical Book Report ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Mikro,
juga sebagai referensi bagi siapapun yang membacanya. Untuk itu kami mohon maaf apabila ada
kekurangan dalam makalah ini, semoga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Medan, 04 Desember 2018

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………………………………………………

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………………………………………………….

BAB I : PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………………………………….

a. Latar Belakang ……………………………………………………………………………………………………………………


b. Tujuan ………………………………………………………………………………………………………………………………...
c. Identitas Buku …………………………………………………………………………………………………………………….

BAB II: PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………………………………………………..

a. Ringkasan Buku Utama ……………………………………………………………………………………………………………….

b. Ringkasan Buku Pembanding ……………………………………………………………………………………………………..

c. Kelebihan dan Kekurangan Buku ………………………………………………………………………………………………..

BAB III: PENUTUP ………………………………………………………………………………………………………………………….

a. Kesmipulan ……………………………………………………………………………………………………………………………….

b. Saran ………………………………………………………………………………………………………………………………………..
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era globalisasi ini, semakin banyak sumber yang sebenarnya bisa kita manfaatkan
untuk menambah wawasan mengenai Ekonomi Mikro, namun seringkali banyak sumber
yang tentunya memiliki keterbatasan dalam beberapa hal. Oleh karena itulah, Critical
book Report ini dibuat disamping untuk menambah wawasan, juga untuk mengurangi
kelemahan dan kelebihan beberapa buku, yang dapat dijadikan sebagai masukan bagi
siapapun yang membutuhkannya.

B. Tujuan

Untuk memenuhi tugas kuliah Ekonomi Mikro, Mengetahui kelebihan dan kekurangan
antara dua buku, yaitu buku karangan Thamrin,Eko Wahyu Nugraha,Muhammad Fahmi
dan Jeffrey M.Perloff Untuk memperdalam pemahaman tentang Ekonomi Mikro.

C. Identitas Buku BUKU UTAMA

Judul Buku : Pengantar Ekonomi Mikro

Penulis : Thamrin,Eko Wahyu Nugraha,Muhammad Fahmi

Penerbit : Madenatera

Tahun Terbit : 2018

Kota Terbit : -

ISBN : 978-602-8848-85-5
BUKU PEMBANDING

Judul Buku : MicroEconomics

Penulis : Jeffrey M.Perloff

Penerbit : Sixth Edition

Tahun terbit :-

Kota Terbit :-

ISBN :-
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 RINGKASAN BUKU UTAMA

BAB I

KONSEP DASAR EKONOMI MIKRO

Ilmu ekonomi sebagai suatu bidang studi mulai berkembang semenjak bagian kedua
abad 18, yaitu setelah Adam Smith seorang pemikir dari inggris menulis buku yang
berjudul: An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Adam Smith
dapat dipandang sebagai “bapak ilmu ekonomi”.

Ekonomi timbul karena adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan (needs) dan


sumber daya (resources), kebutuhan manusia akan barang dan jasa tidak terbatas
sedangkan di sisi lain sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan barang dan jasa
tersebut sangat terbatas, akibat dari ketidakseimbangan tersebut akan mengakibatkan
masalah kelangkaan dan kekurangan (scarity).

Sumber daya atau sering disebut juga sebagai faktor-faktor produksi adalah benda
yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia, yang dapat digunakan untuk
memproduksikan barang dan jasa. Sumber daya atau factor produksi dapat dibedakan
menjadi tiga golongan yaitu (1) tanah dan sumber daya alam (2) tenaga kerja (3) modal.

Ilmu ekonomi terdiri dua bagian yaitu ekonomi mikro (microeconomics) dan ekonomi
makro (macroeconomics). Perbedaan yang mendasar dari sebuah ekonomi mikro dan
makro yaitu antara lain: Ekonomi mikro suatu ilmu yang mempelajari bagaimana rumah
tangga dan perusahaan membuat keputusan dan berinteraksi dipasar. Sedangkan
ekonomi makro suatu ilmu yang mempelajari fenomena secara luas, termasuk inflasi,
pengangguran, dan juga pertumbuhan ekonomi.

BAB II

FUNGSI DALAM ILMU EKONOMI

Dalam ilmu matematika, himpunan adalah keolompok dari objek-objek yang berbeda.
Objek-objek ini mungkin berupa kelompok bilangan-bilangan atau sesuatu kelompok
yang lainnya. Dan objek-objek dalam himpunan dalam suatu himpunan disebut sebagai
elemen-elemennya.

Fungsi adalah suatu hubungan dimana setiap elemen dari wilayah (domain) saling
berhubungan dengan satu dan hanya satu elemen dari jangkauan (range). Dengan
demikian suatu fungsi dapat dinyatakan

Y = f(X) , suatu fungsi dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:

a. Fungsi linear, adalah fungsi yang paling sederhana karena hanya mempunyai
satu variable bebas dan berpangkat satu pada variable tersebut. Fungsi linear
disebut dengan fungsi garis lurus, sebab hasil dari kurva akan menunjukkan
garis lurus. Bentuk transformasi fungsi linear kepada persamaan fungsi linear
yaitu Y = f(X) Y = a + b1X1
b. Fungsi non-linear disebut juga dengan fungsi kuadrat dengan satu variable
bebas adalah polynomial tingkat dua, dimana fungsi ini mempunyai bentuk
umum sebagai berikut
Y = f(X) Y = a + a1X + a2X2 atau bila koefisien - koefisien dapat diubah,
maka bentuknya adalah : Y = f(X) Y = aX2 + bX + C
Maka untuk mencari nilai dari X dengan cara memfaktorkannya atau
menggunakan rumus kuadrat, sebagai berikut :

−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
X1,2 = 2𝑎

BAB III

PERMINTAAN,PENAWARAN, DAN HARGA KESEIMBANGAN


Terdapat beberapa factor yang menentukan permintaan masyarakat atas suatu
barang. Factor yang terpenting adalah tingkat harga barang tersebut. Teori
permintaan menerangkan sifat dan hubungan antara tingkat harga dengan
kuantitas yang diminta. Hokum permintaan menyatakan semakin rendah harga
suatu barang, semakin banyak kuantitas barang yang diminta. Berdasarkan
kepada hokum permintaan ini secara grafik dapat digambarkan dalam kurva
permintaan.
Disamping factor harga, permintaan atas suatu barang ditentukan pula oleh
factor-faktor lain yaitu : pendapatan konsumen, selera konsumen, ekspektasi
konsumen tentang perekonomian dimasa depan, distribusi pendapatan
masyarakat. Perubahan atas factor-faktor ini akan menggeser kurva penawaran
ke kanan atau ke kiri. Pergeseran itu berarti, pada setiap tingkat harga kuantitas
barang yang diminta masyarakat telah mengalami perubahan.
Interaksi anatara permintaan dan penawaran akan menentukan keadaan
kesimbangan di pasar, yaitu dimana keinginan masyarakat untuk membeli
adalah sama dengan keinginan produsen barang untuk menjual barangnya.
Keseimbangan ini akan menentukan tingkat harga yang berlaku di pasar dan
kuantitas barang yang akan diperjualbelikan dan perlu diproduksikan.
Titik ekuilibrium terjadi apabila dimana titik antara permintaan Od=a bP dan
penawaran Os=a+bP saling berpotongan, dan gejala ini merupakan proses alami
di dalam mekanisme pasar. Selanjutnya perubahan factor-faktor selain harga
yang mempengaruhi permintaan atau penawaran akan menimbulkan perubahan
keadaan ekuilibrium tersebut, dengan demikian terdapat empat kemungkinan
perubahaan kurva penawaran dan permintaan, sebagai berikut: permintaan
bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan atas), permintaan berkurang
(kurva permintaan bergeser ke kiri bawah), penawaran bertambah (kurva
penawaran bergeser ke kanan bawah), penawaran berkurang (kurva penawaran
bergeser ke kiri atas).

BAB IV
ELASTISITAS
Elastisitas adalah ukuran besrnya respons jumlah permintaan dan jumlah
penawaran terhadap perubahan salah satu penentunya yaitu harga barang itu
sendiri. Elastisitas permintaan dan penawaran merupakan ukuran yang
menunjukkan sampai di mana kuantitas barang yang diminta atau ditawarkan
akan mengalami perubahan sebagai akibat dari suatu perubahan harga.
Elastisitas permintaan yaitu suatu pengukuran kuantitatif yang menunjukkan
sampai dimana besarnya pengaruh perubahan harga ke atas perubahan
permintaan.
Elastisitas permintaan dapat dibedakan kepada tiga konsep berikut: Elastisitas
permintaan harga, elastisitas silang, dan elastisitas pendapatan. Elastisitas
permintaan harga adalah perbandingan jumlah barang yang diminta dengan
presentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hokum permintaan,
dimana jika harga naik, maka kuantitatis barang turun dan sebaliknya. Elastisitas
permintaan silang (cross price elasticities of demand) adalah mengukur respons
persentase perubahan jumlah barang yang diminta karena persentase
perubahan harga barang lain. Sedangkan elastisitas pendapatan mengukur
sampai dimana kuantitas diminta akan mengalami perubahan apabila
pendapatan berubah.
beberapa ciri penting dari elastisitas permintaan harga adalah tingkat elastisitas
dapat dibedakan menjadi lima bagian: permintaan inelastic sempurna,
permintaan elastis sempurna, permintaan elastis uniter, permintaan tidak elastis,
dan permintaan elastis.
Elastis penawaran menunjukkan suatu pengukuran kuantitatif yang menunjukkan
sampai dimana besarnya pengaruh perubahan harga ke atas perubahan
penawaran. Sama halnya dengan elastisitas permintaan, elastisitas penawaran
dibedakan menjadi lima bagian yakni: inelastic sempurna, elastis sempurna,
selastis uniter, inelastic dan elastis.

BAB V
TEORI PERILAKU KONSUMEN
Teori perilaku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen di pasar,
yaitu menerangkan sikap konsumen dalam membeli dam memilih barang yang
akan dibelinya. Teori ini dikembangkan dalam dua bentuk : teori utility dan
analisis kepuasan sama.
Ada du acara pengukuran nilai manfaat (utility) dari suatu komoditas yakni:
secara cardinal (dengan menggunakan pendekatan nilai absolut) dan secara
ordinal (dengan menggunakan pendekatan nilai relative; order atau rangking).
Dalam pendekatan utilitas cardinal, dianggap bahwa manfaat atau kenikmatan
yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif dan dapat
diukur secara pasti. Untuk setiap unit yang dikonsumsi akan dapat dihitung nilai
gunanya. Dengan menggunakan metode ordinal tingkat utility diukur melalui
order atau rangking tetapi tidak disebutkan nilai gunanya secara pasti.
Nilai guna marginal adalah pertambahan atau pengurangan kepuasan sebagai
akibat dari pertambahan atau pengurangan penggunaan satu unit komoditas
tertentu. Berkaitan dengan fenomena ini dalam teori nilai guna dikenal hokum
diminishing. Marginal utility; yaitu pertambahan utilitas yang menurun karena
pertambahan satu unit komoditas yang dikonsumsi.
Teori tingkah laku konsumen dapat menerangkan mengapa kurva permintaan
menurun dari kiri atas ke kanan bawah, yaitu menggambarkan apabila harga
turun, permintaan bertambah. Dengan menggunakan teori nilai guna dapat
diterangkan mengpa permintaan atas suatu barang bersifat demikian dan
selanjutnya teori nilai guna dapat juga digunakan untuk mewujudkan kurva
permintaan konsumen.
Kepuasan konsumen dari mengkonsumsi suatu barang biasanya lebih tinggi dari
pengorbanan yang dibuat untuk memperoleh barang tersebut. Perbedaan di
antara keduanya dinamakan surplus konsumen.

BAB VI
TEORI PRODUKSI
Kegiatan prduksi mempunyai keterkaitan dengan barang yang akan diproduksi
dan bagaimana cara memproduksinya, sehingga yang awal dari bahan mentah
(input) menjadi barang jadi (out put) dan dapat dijual kepada konsumen. Dengan
demikian teori produksi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana
mengalokasikan factor-faktor produksi agar menghasilkan output. Keputusan
yang diambil oleh suatu perusahaan tentang berapa banyak yang akan
diproduksi, bagaimana memproduksi, dan input apa yang diminta semuanya
mempertimbangkan waktu. Kegiatan produksi dibagi kepada dua rentang waktu
yakni: jangka Panjang dang jangka pendek.
Keterkaitan antara factor-faktor produksi dengan tingkat produksi yang diciptakan
disebut dengan fungsi produksi. Ada dua model yang dapat digunakan dalam
teori produksi yang model produksi dengan atu factor produksi variabel :
produksi total, produksi marginal, dan produksi rata-rata. Sedangkan modal
produksi dengan dua factor produksi variabel : Isokuan, isokos, dan perubahan
output karena perubahan skala penggunaan produksi (return of scale): kenaikan
hasil tetap, kenaikan hasil bertambah dan kenaikan hasil berkurang.
Keseimbangan produsen terjadi ketika kurva isocost bersinggungan dengan
kurva isoquant. Di titik peringgungan itu kombinasi penggunaan kedua factor
produksi akan memberikan hasil output yang maksimum. Keseimbangan dapat
berubah karena perubahan kemampuan anggaran maupun harga factor
produksi.
Kombinasi input yang memenuhi aspek teknis dan aspek financial tersebut juga
dapat ditelusuri melalui kurva expantion path. Kurva ini menggambarkan
kombinasi input yang menghasilkan output maksimal dengan biaya tertentu, atau
output tertentu, dengan biaya yang rendah apabila perusahaan melakukan
perluasan yang menunjukkan keseimbangan (equilibrium of firm)

BAB VII
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau
dimana dapat terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun
pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan dipasar. Bentuk pasar dengan
persaingan sempurna (perfect competition) ditandai oleh sifat-sifat berikut (i)
komoditas yang diperjual belikan adalah homogen (seruap) (ii) jumlah penjual
atau pembeli yang sangat banyak, (iii) perusahaan adalah penerima harga (price
taker). (iv) tidak adanya penetapan-penetapan dari luar yang bersifat memaksa
baik terhadap permintaan, penawaran ataupun terhadap harga dari komoditas
yang diperjualbelikan. (v) semua unit-unit ekonomi mempunyai pengetahuan
yang sempurna mengenai harga. (vi) tiap pembeli memiliki pengetahuan yang
sempurna mengenai harga komoditas yang akan dibeli. (vii) terdapat mobilitas
sumber-sumber daya, barang-barang dan atau jasa-jasa dalam aktivitas ekonomi
sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi. (viii) setiap perusahaan mudah keluar
atau masuk industry.
Untuk memperolehan keuntungan suatu perusahaan dibedakan menjadi jangka
pendek dan jangka Panjang. Hal ini mengingat sifat biaya produksi dari
perusahaan dalam jangka pendek berada dengan jangka Panjang. Dalam jangka
pendek dikenal adanya biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost)
sedangkan dalam jangka Panjang tidak dikenal lagi adanya pemilihan fixed cost
maupun variable cost. Dalam jangka pendek dikenal adanya fixed cost (FC) yang
ditimbulakan oleh pemakaina input tetap dan variable cost (VC) yang ditimbulkan
oleh pemakaian input variabel.
Perlu dicatat bahwa pada umumnya perusahaan bertujuan memaksimumkan
keuntungan total (total profit = 𝜋 ) dan bukannya keuntungan rata-rata per unit
yang terjual π.
Q
Penegasan tujuan diperlukan karena jumlah unit output yang harus dihasilkan
bila perusahaan bertujuan memaksimumkan total profit akan berbeda dengan
bila perusahaan bertujuan memaksimumkan keuntungan rata-rata per unit yang
terjual.

BAB VIII
PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu
perusahaan saja, dan perusahaan tersebut hanya menghasilkan barang tidak
mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. Adapun ciri-ciri pasar monopoli
adalah (i) pasar monopoli adalah industry yang terdiri dari suatu perusahaan. (ii)
tidak mempunyai komoditas pengganti yang mirip (close substituse). (iii) tidak
memungkinkan perusahaan-perusahaan lain masuk industry karena adanya
hambatan yang bersifat legal, undang-undnag, teknologi (teknologi yang
digunakan sangat canggih dan tidak mudah dicontoh), keuangan (modal yang
diperlukan sangat besar) dan sebagainya (iv) perusahaan monopoli merupakan
satu-satunya perusahaan di pasar, yang menentukan harga. (v) promosi iklan
kurang diperlukan.

BAB IX
PASAR PERSAINGAN MONOPOLI
Pasar persaingan monopoli pada berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem,
yaitu persaingan sempurna dan monopoli. Dengan demikian sifat-sifatnya
mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli dan sifat pasar persaingan
sempurna. Definisi pasar persaingan monopoli adalah suatu pasar dimana
terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak
(differentiated product).
Ciri-ciri pasar persaingan monopoli adalah (1) terdapat cukup banyak pengusaha
(2) komoditas berbeda karakterisitik (3) perusahaan memiliki sedikit kekuasaan
menentukan harga (4) rendahnya hambatan memasuki industry (5) penjualan
promosi sangat efektif.

BAB X
PASAR OLIGOPOLI
Pasar oligopoly adalah pasar yang terdiri hanya beberapa produsen saja, ada
kalanya pasar oligopoly terdiri dari dua perusahaan saja, pasar itu disebut dengan
duopoly. Ciri-ciri oligopoly adalah (i) menghasilkan komoditas standar atau
komoditas berbeda corak. (ii) kekuasaan menentukan harga ada kalanya lemah
dan ada kalanya sangat Tangguh. (iii) pada umumnya perusahaan oligopoly perlu
melakukan promosi iklan yang insentif terutama bila perusahaan oligopoly
tersebut menghasilkan komoditas yang berbeda karakteristik (iv) perusahaan
oligopoly yang menghasilkan komoditas standar melakukan pengeluaran untuk
iklan yang lebih sedikit karena iklan tersebut terutama ditunjukan untuk menjalin
hubungan baik dengan masyarakat.

3.1 RINGKASAN BUKU PEMBANDING

Bab 1

Perkenalan

1. Mikroekonomi

Alokasi Sumber Daya Langka Mikroekonomi studi tentang bagaimana individu dan
perusahaan membuat mereka sendiri sebaik mungkin di dunia kelangkaan dan
konsekuensi dari keputusan individu untuk pasar dan seluruh individu ekonomi dan
perusahaan mengalokasikan sumber daya mereka yang terbatas untuk membuat diri
mereka sebaik mungkin. Konsumen memilih campuran barang dan jasa yang membuat
mereka sesenang mungkin mengingat kekayaan mereka yang terbatas. Perusahaan
memutuskan barang mana yang akan diproduksi, di mana untuk memproduksinya,
berapa banyak yang harus diproduksi untuk memaksimalkan keuntungan mereka, dan
bagaimana menghasilkan tingkat output tersebut dengan biaya terendah dengan
menggunakan lebih banyak atau lebih sedikit berbagai input seperti tenaga kerja,
modal, bahan, dan energi. Pemilik sumber daya alam yang dapat habis seperti minyak
memutuskan kapan menggunakannya. Pengambil keputusan pemerintah - untuk
menguntungkan konsumen, perusahaan, atau birokrat pemerintah - memutuskan
barang dan jasa apa yang diproduksi pemerintah dan apakah akan mensubsidi, pajak,
atau mengatur industri dan konsumen. Alokasi Sumber Daya Langka. Mikroekonomi
adalah studi tentang pengalokasian sumber daya yang langka. Konsumen, perusahaan,
dan pemerintah harus membuat keputusan alokasi. Tiga trade-off kunci yang dihadapi
masyarakat adalah barang dan jasa apa yang harus diproduksi, bagaimana
memproduksinya, dan siapa yang mendapatkannya. Keputusan-keputusan ini saling
terkait dan bergantung pada harga yang dihadapi oleh konsumen dan perusahaan dan
pada tindakan-tindakan pemerintah. Harga pasar mempengaruhi keputusan konsumen
dan perusahaan individu, dan interaksi keputusan konsumen dan perusahaan individu
menentukan harga pasar. Organisasi pasar, terutama jumlah perusahaan di pasar dan
informasi konsumen dan perusahaan, memainkan peran penting dalam menentukan
apakah harga pasar sama atau lebih tinggi dari biaya marjinal.

2. Model.

Model berdasarkan teori ekonomi digunakan untuk memprediksi masa depan atau
untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana beberapa perubahan, seperti
peningkatan pajak, mempengaruhi berbagai sektor ekonomi. Teori yang baik mudah
digunakan dan membuat prediksi yang jelas dan bisa diuji yang tidak disangkal oleh
bukti. Kebanyakan model mikroekonomi didasarkan pada perilaku memaksimalkan.
Pakar ekonomi menggunakan model untuk membangun hipotesis positif tentang
bagaimana penyebab menyebabkan efek. Pertanyaan-pertanyaan positif ini dapat diuji.
Sebaliknya, pernyataan normatif, yang merupakan penilaian nilai, tidak dapat diuji.

3. Penggunaan Model Mikroekonomi.

Individu, pemerintah, dan perusahaan menggunakan model mikroekonomi dan prediksi


untuk mengambil keputusan. Misalnya, untuk memaksimalkan laba, perusahaan perlu
mengetahui kriteria pengambilan keputusan konsumen, pertukaran antara berbagai
cara memproduksi dan memasarkan produknya, peraturan pemerintah, dan faktor
lainnya. Untuk perusahaan besar, keyakinan tentang bagaimana saingan perusahaan
akan bereaksi terhadap tindakannya memainkan peran penting dalam bagaimana
membentuk strategi bisnisnya.

Bab 2

Penawaran dan permintaan

1. Permintaan.
Kuantitas barang atau jasa yang diminta oleh konsumen tergantung pada selera
mereka, harga barang, harga barang yang menjadi substitusi dan pelengkap,
pendapatan mereka, informasi, peraturan perundang-undangan, dan faktor-
faktor lainnya. The Law of Demandâ € ”yang didasarkan pada observasiâ €”
mengatakan bahwa kurva permintaan menurun ke bawah. Semakin tinggi harga,
semakin sedikit barang yang diminta, memegang faktor-faktor lain yang
mempengaruhi permintaan. Perubahan harga menyebabkan pergerakan di
sepanjang kurva permintaan. Perubahan dalam pendapatan, selera, atau faktor
lain yang memengaruhi permintaan selain harga menyebabkan pergeseran
kurva permintaan. Untuk mendapatkan kurva permintaan total, kami secara horic
menjumlahkan kurva permintaan individu atau jenis konsumen atau negara.
Artinya, kami menambahkan jumlah yang diminta oleh setiap individu dengan
harga tertentu untuk mendapatkan total yang diminta.
2. Pasokan.

Kuantitas barang atau jasa yang disediakan oleh perusahaan tergantung pada harga,
biaya, persyaratan pemerintah, dan faktor lainnya. Kurva penawaran pasar tidak perlu
melandai ke atas tetapi biasanya. Perubahan harga menyebabkan pergerakan di
sepanjang kurva penawaran. Perubahan harga input atau peraturan pemerintah
menyebabkan pergeseran kurva penawaran. Kurva penawaran total adalah jumlah
horizontal kurva penawaran untuk masing-masing perusahaan.

3. Pasar Ekuilibrium.

Persimpangan kurva permintaan dan kurva penawaran menentukan harga dan


kuantitas ekuilibrium di pasar. Kekuatan pasarâ € ”tindakan konsumen dan
perusahaanâ €” mendorong harga dan kuantitas ke tingkat ekuilibrium jika awalnya
terlalu rendah atau terlalu tinggi.

4. Mengejutkan Ekuilibrium.

Suatu perubahan dalam faktor yang lebih rendah dari harga menyebabkan pergeseran
kurva suplai atau kurva permintaan, yang mengubah keseimbangan. Sebagai contoh,
jika harga daging sapi naik, kurva permintaan untuk babi bergeser ke luar,
menyebabkan pergerakan di sepanjang kurva penawaran dan mengarah ke
keseimbangan baru dengan harga dan kuantitas yang lebih tinggi. Jika perubahan
dalam faktor-faktor mendasar ini mengikuti satu demi satu, pasar yang menyesuaikan
secara perlahan dapat tetap keluar dari ekuilibrium untuk jangka waktu yang panjang.

5. Efek Ekuilibrium dari Intervensi Pemerintah.

Beberapa kebijakan pemerintah â € “seperti pelarangan imporâ €” menyebabkan


pergeseran kurva penawaran atau permintaan, sehingga mengubah ekuilibrium.
Kebijakan pemerintah lainnya - seperti pengendalian harga atau upah minimum -
menyebabkan kuantitas yang dipasok menjadi lebih besar atau lebih kecil dari kuantitas
yang diminta, sehingga menyebabkan kelebihan atau kekurangan yang berlebihan.

6. Kapan Harus Menggunakan Model Pasokan-dan-Permintaan.

Model penawaran-dan-permintaan adalah alat yang kuat untuk menjelaskan apa yang
terjadi di pasar atau untuk membuat prediksi tentang apa yang akan terjadi jika
underlyingfactor yang mendasarinya di pasar berubah. Model ini, bagaimanapun, hanya
berlaku di pasar dengan banyak pembeli dan penjual; barang identik; kepastian dan
informasi lengkap tentang harga, kuantitas, kualitas, pendapatan, biaya, dan
karakteristik pasar lainnya; dan biaya transaction rendah.

Bab 3

Menerapkan Model Penawaran dan Permintaan

1. Bagaimana Shapes of Supply and Demand Curves Matter.

Sejauh mana guncangan (seperti kenaikan harga suatu faktor) menggeser kurva
penawaran dan mempengaruhi harga dan kuantitas ekuilibrium tergantung pada bentuk
kurva permintaan. Demikian pula, sejauh mana guncangan (seperti kenaikan harga
pengganti) menggeser kurva permintaan dan mempengaruhi keseimbangan tergantung
pada bentuk kurva penawaran.

2. Sensitivitas Kuantitas yang Dituntut Terhadap Harga.

Elastisitas harga permintaan (atau elastisitas permintaan), meringkas bentuk kurva


permintaan pada titik tertentu. Elastisitas permintaan adalah perubahan persentase
dalam kuantitas yang diminta sebagai respons terhadap persentase perubahan harga
tertentu. Sebagai contoh, kenaikan harga 1% menyebabkan kuantitas yang diminta
jatuh Karena kurva permintaan menurun ke bawah sesuai dengan Hukum Permintaan,
elastisitas permintaan selalu negatif.Kurva permintaan sangat inelastis jika elastis jika
elastis unitary jika elastis jika dan elastis sempurna ketika mendekati infinity negatif.
Kurva permintaan vertikal sangat inelastis pada setiap harga. Kurva permintaan
horisontal sangat elastis. Elastisitas pendapatan permintaan adalah perubahan
persentase dalam kuantitas yang diminta sebagai respons terhadap persentase
perubahan pendapatan tertentu. Elastisitas permintaan harga-silang adalah perubahan
persentase dalam kuantitas yang diminta dari satu barang ketika harga barang-barang
terkait meningkat dengan persentase tertentu. Di mana konsumen dapat mengganti
barang lebih mudah dalam jangka panjang, kurva permintaan jangka panjang lebih
elastis daripada kurva permintaan jangka pendek. Namun, jika barang dapat disimpan
dengan mudah, kurva permintaan jangka pendek lebih elastis daripada kurva jangka
panjang.
3. Sensitivitas Kuantitas yang Disediakan pada Harga.

Elastisitas harga pasokan (atau elastisitas pasokan), adalah η, ε 6 1, ε 0 7 ε 7 1, ε = 1,


ε = 0,persentase perubahan dalam kuantitas yang diberikan sebagai tanggapan
terhadap persentase perubahan harga tertentu. Elastisitas pasokan positif jika kurva
penawaran memiliki kemiringan ke atas. Kurva penawaran vertikal sangat tidak elastis.
Kurva penawaran horisontal sangat elastis. Jika produsen dapat meningkatkan output
dengan biaya tambahan yang lebih rendah dalam jangka panjang daripada dalam
jangka pendek, kelonggaran pasokan jangka panjang lebih besar daripada elastisitas
jangka pendek.

4. Efek dari Pajak Penjualan.

Dua jenis pajak penjualan yang umum adalah pajak ad valorem, di mana pemerintah
mengumpulkan persentase tetap dari harga yang dibayarkan per unit, dan pajak
khusus, di mana pemerintah mengumpulkan sejumlah uang tetap per unit yang terjual.
Kedua jenis pajak penjualan biasanya menaikkan harga ekuilibrium dan menurunkan
kuantitas ekuilibrium. Keduanya biasanya menaikkan harga yang dibayar konsumen
dan menurunkan harga yang diterima pemasok, sehingga konsumen tidak menanggung
beban penuh atau insiden pajak. Efek pada quantitas, harga, dan kejadian pajak yang
jatuh pada konsumen tergantung pada elastisitas pasokan dan permintaan. Di pasar
yang kompetitif, di mana analisis penawaran dan analisis sesuai, pengaruh pajak atas
jumlah ekuilibrium, harga, dan insiden pajak tidak terpengaruh oleh apakah pajak
dikumpulkan dari konsumen atau produsen.

Bab 4

Pilihan konsumen

Konsumen memaksimalkan utilitasnya (kesejahteraan) dengan tunduk pada batasan


berdasarkan pendapatan mereka dan harga barang.

1. Preferensi.
Untuk memprediksi tanggapan konsumen terhadap perubahan dalam batasan ini, para
ekonom menggunakan teori tentang preferensi individu. Salah satu cara untuk
menentukan preferensi konsumen adalah dengan keluarga kurva indiferen. Kurva
indiferen terdiri dari semua bundel barang yang memberikan konsumen tingkat utilitas
tertentu. Berdasarkan pengamatan perilaku konsumen, ekonom beranggapan bahwa
preferensi konsumen memiliki tiga properti: kesempurnaan, transitivitas, dan lebih
banyak lagi lebih baik. Mengingat ketiga asumsi ini, kurva indifferens memiliki sifat-sifat
berikut: â– Konsumen mendapatkan lebih banyak kesenangan dari kumpulan pada
kurva indiferens yang lebih jauh dari asal kurva. â– Ada kurva indiferen melalui bundel
yang diberikan. â– Kurva indiferen tidak bisa menyeberang. â– Kurva indiferen menurun
ke bawah. â- Kurva indiferen tipis.

2. Utilitas.

Para ekonom menyebut himpunan nilai-nilai numerik yang mencerminkan peringkat


relatif dari kumpulan utilitas barang. Utility adalah ukuran ordinal: Dengan
membandingkan utilitas yang diperoleh konsumen dari masing-masing dua bundel, kita
tahu bahwa konsumen lebih menyukai bundel dengan utilitas yang lebih tinggi, tetapi
kita tidak dapat mengetahui seberapa banyak konsumen lebih menyukai bundel itu.
Utilitas marjinal dari suatu barang adalah utilitas tambahan yang didapatkan seseorang
dari mengkonsumsi satu unit lagi barang tersebut, menahan konsumsi semua barang
lainnya secara konstan. Tingkat di mana konsumen bersedia mengganti Good 1 untuk
Good 2, tingkat substitusi marjinal, MRS, bergantung pada jumlah relatif utilitas marjinal
yang didapat konsumen dari masing-masing dua barang.

3. Kendala Anggaran.

Jumlah barang yang dapat dibeli oleh konsumen dengan harga tertentu dibatasi oleh
pendapatan mereka. Akibatnya, semakin besar penghasilan mereka dan semakin
rendah harga barang, semakin baik pula mereka. Tingkat di mana mereka dapat
menukarkan Good 1 untuk Good 2 di pasar, tingkat transformasi marjinal, MRT,
tergantung pada harga relatif dari kedua barang tersebut.

4. Pilihan Konsumen Terbatas.


Setiap orang memilih paket barang yang terjangkau untuk dikonsumsi sehingga
memaksimalkan kesenangannya. Jika seorang individu menyatukan Baik 1 dan Baik 2
(solusi interior), utilitas individu dimaksimalkan ketika empat kondisi ekuivalen berikut
memegang: â– Kurva indiferen antara dua barang bersinggungan dengan anggaran.
paksaan. â– Konsumen membeli bundel barang yang berada pada kurva indiferen
tertinggi yang dapat diperoleh. â– Tingkat substitusi marginal konsumen (kemiringan
kurva indiferen) sama dengantingkat transformasi marjinal (kemiringan garis anggaran).
â– Dolar terakhir yang dihabiskan untuk Good 1 memberikan konsumen sebanyak
utilitas tambahan seperti dolar terakhir yang dibelanjakan untuk Good 2. Namun,
konsumen tidak membeli sebagian dari semua barang yang mungkin (solusi pojok).
Dolar terakhir yang dibelanjakan untuk barang yang benar-benar dibeli memberikan
utiliti lebih banyak daripada nilai dolar dari barang yang dipilih pembeli untuk tidak
membeli.

5. Ekonomi Perilaku.

Menggunakan wawasan dari psikologi dan penelitian empiris pada kognisi manusia dan
bias emosional, para ekonom mulai memodifikasi model ekonomi rasional untuk lebih
memprediksi pengambilan keputusan ekonomi. Sementara orang dewasa cenderung
membuat pilihan transitif, anak-anak cenderung tidak melakukannya, terutama ketika
hal-hal baru terlibat. Akibatnya, sebagian orang berpendapat bahwa kemampuan anak
untuk membuat pilihan ekonomi harus dibatasi. Jika konsumen memiliki efek
endowmen, sehingga mereka menempatkan nilai yang lebih tinggi pada barang yang
baik jika mereka memilikinya daripada yang mereka lakukan jika mereka
mempertimbangkan untuk membelinya, mereka kurang sensitif terhadap perubahan
harga dan karenanya cenderung untuk berdagang daripada yang diprediksi oleh model
ekonomi standar. Banyak konsumen mengabaikan pajak penjualan dan tidak
memperhitungkannya saat membuat keputusan.

Bab 5

Penerapan Teori konsumen

1. Kurva Permintaan Derivasi.


Kurva permintaan individu dapat diturunkan dengan menggunakan informasi
tentang selera yang terkandung dalam peta kurva indiferen konsumen.
Memvariasikan harga satu barang, menahan harga lain dan pendapatan
konstan, kita menemukan bagaimana kuantitas yang diminta bervariasi dengan
harga itu, yang merupakan informasi yang kita butuhkan untuk membuat kurva
permintaan. Selera konsumen, yang ditangkap oleh kurva indiferensi,
menentukan bentuk kurva permintaan.
2. Bagaimana Perubahan dalam Kurva Pergeseran Perubahan Penghasilan.

Kurva permintaan seluruh bergeser sebagai pendapatan konsumen naik. Dengan


memvariasikan pendapatan, menahan harga konstan, kami menunjukkan bagaimana
kuantitas menuntut pergeseran dengan pendapatan. Kurva Engel merangkum
hubungan antara pendapatan dan kuantitas yang diminta, menjaga harga tetap
konstan.

3. Efek dari Perubahan Harga.

Peningkatan harga yang baik menyebabkan efek substitusi dan efek pendapatan. Efek
substitusi adalah jumlah di mana permintaan konsumen untuk perubahan yang baik
sebagai akibat dari kenaikan harga ketika kita memberi kompensasi kepada konsumen
untuk kenaikan harga dengan meningkatkan pendapatan individu dengan cukup bahwa
utilitasnya melakukan tidak berubah. Efek substitusi tidak ambigu: Kenaikan harga
barang yang seimbang selalu menyebabkan konsumen kurang membeli barang
tersebut. Efek pendapatan menunjukkan bagaimana permintaan konsumen akan
perubahan yang baik karena pendapatan konsumen menurun. Kenaikan harga
menurunkan peluang konsumen, karena konsumen sekarang dapat membeli kurang
dari sebelumnya dengan pendapatan yang sama. Efek pendapatan dapat bersifat
positif atau negatif. Jika suatu barang normal (elastisitas pendapatan adalah positif),
efek pendapatannya negatif.

4. Penyesuaian Biaya-Hidup.
Indeks inflasi utama pemerintah, Indeks Harga Konsumen, melebih-lebihkan inflasi
dengan mengabaikan efek substitusi. Meskipun rata-rata kecil, bias substitusi mungkin
substansial untuk individu atau perusahaan tertentu.

5. Turunkan Kurva Pasokan Tenaga Kerja.

Dengan menggunakan teori konsumen, kita dapat memperoleh kurva permintaan


harian untuk waktu luang, yang merupakan waktu yang dihabiskan untuk kegiatan lain
selain bekerja. Dengan mengurangi kurva permintaan untuk waktu luang dari 24 jam,
kami memperoleh kurva penawaran tenaga kerja, yang menunjukkan bagaimana
jumlah jam kerja bervariasi dengan upah. Tergantung pada apakah waktu luang
merupakan barang inferior atau barang normal, kurva penawaran tenaga kerja mungkin
miring ke atas atau ke belakang. Bentuk kurva penawaran untuk tenaga kerja
menentukan dampak pemotongan pajak. Bukti empiris berdasarkan teori ini
menunjukkan mengapa pemotongan pajak tidak selalu meningkatkan penerimaan pajak
individu seperti yang diperkirakan oleh berbagai administrasi.

Bab 6
Perusahaan dan produksi

Kepemilikan dan manajemen perusahaan. Ada tiga jenis Perusahaan: Swasta, Publik,
dan perusahaan nirlaba. Perusahaan swasta adalah perseorangan, kemitraan, atau
perusahaan. Di perusahaan-perusahaan yang lebih kecil (terutama perseorangan
tunggal dan kemitraan), pemilik biasanya menjalankan perusahaan. Di perusahaan
besar (seperti kebanyakan perusahaan), pemilik meminta manajer untuk menjalankan
perusahaan. Pemilik ingin memaksimalkan keuntungan. Jika manajer memiliki tujuan
yang berbeda dari pemilik, pemilik harus terus mengawasi manajer untuk memastikan
bahwa keuntungan dimaksimalkan.
Produksi. Input (faktor produksi) seperti tenaga kerja, modal, dan material digabungkan
untuk menghasilkan output menggunakan keadaan pengetahuan saat ini tentang
teknologi dan manajemen. Untuk memaksimalkan keuntungan, perusahaan harus
menghasilkan seefisien mungkin: Itu harus mendapatkan jumlah output maksimum dari
masukan yang digunakan, diberikan pengetahuan yang ada. Perusahaan mungkin
memiliki akses ke banyak proses produksi yang efisien yang menggunakan kombinasi
input yang berbeda untuk menghasilkan tingkat output tertentu. Teknologi baru atau baru
bentuk organisasi dapat meningkatkan jumlah output yang dapat dihasilkan dari
kombinasi tertentu input. Fungsi produksi menunjukkan caranya banyak output dapat
diproduksi secara efisien dari berbagai tingkat input. Perusahaan dapat memvariasikan
semua inputnya jangka panjang tetapi hanya beberapa dari mereka dalam jangka
pendek.
Produksi Jangka Pendek: Satu Variabel dan Satu Input Tetap. Dalam jangka pendek,
perusahaan tidak bisa menyesuaikan kuantitas beberapa input, seperti modal.
Perusahaan bervariasi outputnya dengan menyesuaikan input variabelnya, seperti
sebagai tenaga kerja. Jika semua faktor diperbaiki kecuali tenaga kerja, dan sebuah
perusahaan yang menggunakan tenaga kerja sangat sedikit meningkatkan
penggunaannya tenaga kerja, outputnya dapat meningkat lebih dari proporsional untuk
peningkatan persalinan karena spesialisasi yang lebih besar pekerja. Akhirnya,
bagaimanapun, karena lebih banyak pekerja dipekerjakan, para pekerja masuk satu
sama lain cara atau menunggu untuk berbagi peralatan, sehingga output meningkat
dengan jumlah yang lebih kecil dan lebih kecil. Yang terakhir ini Fenomena digambarkan
oleh hukum yang semakin berkurang hasil marjinal: Produk marjinal dari suatu masukan
output ekstra dari unit input terakhir akhirnya berkurang karena lebih banyak input yang
digunakan, memegang input lain tetap.
Produksi Jangka Panjang: Dua Masukan Variabel. Dalam jangka panjang, ketika semua
input bersifat variabel, perusahaan dapat mengganti antar input. Isoquant menunjukkan
kombinasi input yang dapat menghasilkan tingkat yang diberikan keluaran. Tingkat
marjinal substitusi teknis nilai absolut dari kemiringan isoquant dan menunjukkan betapa
mudahnya perusahaan dapat mengganti satu faktor produksi untuk yang lain. Biasanya,
lebih banyak salah satu masukan yang digunakan perusahaan, semakin sulit untuk
menggantikannya masukan itu untuk input lain. Yaitu, ada mengurangi tingkat marjinal
substitusi teknis sebagai perusahaan menggunakan lebih dari satu input.
Penggunaan skala. Jika, ketika suatu perusahaan meningkatkan semua inputsecara
proporsional, outputnya meningkat dengan proporsi yang sama, proses produksi
dikatakan menunjukkan konstan kembali ke skala. Jika output meningkat kurang dari
dalam proporsi input, proses produksi telah penurunan hasil skala; jika meningkat lebih
dari secara proporsional, ini memiliki skala hasil yang meningkat. Semua tiga jenis
pengembalian skala biasanya terlihat di industri yang sebenarnya. Banyak proses
produksi yang dipamerkan pertama meningkat, lalu konstan, dan akhirnya menurun
kembali ke skala saat ukuran perusahaan meningkat.
Produktivitas dan Perubahan Teknis. Meskipun semuanya perusahaan dalam industri
menghasilkan secara efisien, mengingat apa mereka tahu dan kendala institusional dan
lainnya mereka hadapi, beberapa perusahaan mungkin lebih produktif daripada lain:
Mereka dapat menghasilkan lebih banyak output dari yang diberikan kumpulan input.
Karena inovasi seperti teknis kemajuan atau cara baru untuk mengatur produksi, suatu
perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak hari ini daripada yang dapat dilakukan di
lalu dari bundel input yang sama. Inovasi semacam itu mengubah fungsi produksi.

Bab 7
Biaya

Dari semua proses produksi yang efisien secara teknologi, sebuah perusahaan memilih
yang efisien secara ekonomi. Itu proses produksi yang efisien secara ekonomi adalah
teknologi proses yang efisien di mana biaya produksi sebuah kuantitas output yang
diberikan adalah yang paling rendah, atau yang menghasilkan hasil paling banyak
untuk biaya tertentu.
Sifat Biaya. Dalam mengambil keputusan tentang produksi, manajer perlu
memperhitungkan biaya peluang suatu input, yang merupakan nilai dari penggunaan
alternatif terbaik dari masukan. Misalnya, jika manajer adalah pemilik perusahaan dan
tidak menerima gaji, jumlah yang bisa diterima pemilik telah memperoleh tempat lain
penghasilan forgone adalah biaya peluang dari waktu manajer dan relevan dalam
memutuskan apakah perusahaan harus menghasilkan atau tidak. Biaya peluang goodwill
yang tahan lama bergantung pada penggunaan alternatif saat ini. Jika pengeluaran masa
lalu untuk baik tahan lama adalah tenggelam itu, itu tidak dapat dipulihkan kemudian
masukan itu tidak memiliki biaya peluang dan maka tidak boleh mempengaruhi
keputusan produksi saat ini.
Biaya Jangka Pendek. Dalam jangka pendek, perusahaan bisa bervariasi biaya faktor-
faktor yang dapat menyesuaikan, tetapi biayanya faktor lainnya diperbaiki. Rata-rata
perusahaan tetap biaya turun ketika outputnya naik. Jika sebuah perusahaan memiliki
jangka pendek kurva biaya rata-rata yang berbentuk U, biaya marjinalnya kurva berada
di bawah kurva biaya rata-rata ketika rata-rata biaya jatuh dan di atas biaya rata-rata saat
itu naik, sehingga kurva biaya marjinal memotong rata-rata kurva biaya seminimal
mungkin.
Biaya Jangka Panjang. Dalam jangka panjang, semua faktor bisa jadi bervariasi, jadi
semua biaya bervariasi. Akibatnya, rata-rata biaya dan biaya variabel rata-rata identik.
Perusahaan memilih kombinasi input yang digunakan untuk meminimalkan biayanya.
Untuk menghasilkan tingkat output tertentu, ia memilih garis isocost terendah yang
menyentuh isokuan yang relevan, yang bersinggungan dengan isokuan. Secara setara,
untuk meminimalkan biaya, perusahaan menyesuaikan input hingga yang terakhir dolar
yang dihabiskan untuk input apa pun meningkatkan output dengan sebagai sama seperti
dolar terakhir yang dihabiskan untuk masukan lainnya. Jika perusahaan menghitung
biaya produksi setiap kemungkinan tingkat output diberikan harga input saat ini, ia tahu
fungsi biayanya: Biaya adalah fungsi dari harga input dan tingkat output. Jika biaya rata-
rata perusahaan turun output mengembang, ia memiliki skala ekonomi. Jika rata-rata
biaya meningkat ketika output meluas, ada skala diseconomies
Biaya Lebih Rendah dalam Jangka Panjang. Perusahaan itu selalu bisa lakukan dalam
jangka panjang apa yang dilakukannya dalam jangka pendek, jadi itu biaya jangka
panjang tidak pernah bisa lebih besar daripada jangka pendeknya biaya. Karena
beberapa faktor diperbaiki dalam jangka pendek, untuk memperluas output, perusahaan
harus meningkatkannya penggunaan faktor lain, yang relatif mahal. Dalam jangka
panjang, perusahaan dapat menyesuaikan semua faktor, suatu proses yang menekan
biaya. Biaya jangka panjang juga bisa lebih rendah dari biaya jangka pendek jika ada
teknologi kemajuan atau belajar dengan melakukan.
Biaya Memproduksi Banyak Barang. Jika kurang mahal bagi sebuah perusahaan untuk
memproduksi dua barang secara bersama-sama daripada secara terpisah, ada lingkup
ekonomi. Jika ada diseconomies of scope, itu lebih murah untuk memproduksi barang
secara terpisah.
Bab 8

Perusahaan kompetitif dan Pasar

Persaingan sempurna. Perusahaan kompetitif adalah harga pengambil yang tidak dapat
mempengaruhi harga pasar. Pasar cenderung kompetitif jika ada jumlah besar pembeli
dan penjual, semua perusahaan di pasar menjual produk yang sama, pembeli dan
penjual tahu harga dibebankan oleh perusahaan, biaya transaksi rendah, dan
perusahaan dapat masuk dan keluar pasar dengan bebas. Kompetitif perusahaan
menghadapi kurva permintaan horisontal di pasar harga.
Memaksimalkan keuntungan. Sebagian besar perusahaan memaksimalkan ekonomi
laba, yang merupakan pendapatan dikurangi biaya ekonomi (biaya eksplisit dan implisit).
Karena keuntungan bisnis, yang merupakan pendapatan dikurangi hanya biaya eksplisit,
tidak termasuk biaya implisit, laba ekonomi cenderung kurang dari keuntungan bisnis.
Perusahaan yang menghasilkan nol ekonomi laba menghasilkan sebanyak mungkin jika
sumber dayanya dikhususkan untuk penggunaan alternatif terbaik mereka. Untuk
memaksimalkan laba, semua perusahaan (bukan hanya perusahaan pesaing) harus
membuat dua keputusan. Pertama, perusahaan menentukan kuantitas dimana
keuntungannya paling tinggi. Keuntungan dimaksimalkan ketika keuntungan marjinal
adalah nol atau, ekuivalen, ketika pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal.
Kedua, perusahaan memutuskan apakah akan memproduksi sama sekali.

Kompetisi dalam Jangka Pendek. Karena kompetitif perusahaan adalah pengambil


harga, pendapatan marjinalnya sama harga pasar. Akibatnya, perusahaan kompetitif
memaksimalkan keuntungannya dengan mengatur outputnya sehingga jangka pendek
biaya marjinal sama dengan harga pasar. Perusahaan menutup jika harga pasar kurang
dari minimumnya biaya variabel rata-rata. Dengan demikian, memaksimalkan laba kurva
penawaran jangka pendek perusahaan pesaing adalah miliknya kurva biaya marjinal di
atas rata-rata minimumnya harga bervariasi. Kurva penawaran pasar jangka pendek,
yang merupakan jumlah kurva penawaran dari fixed jumlah perusahaan yang
memproduksi dalam jangka pendek, rata tingkat output rendah dan miring ke atas pada
tingkat yang lebih besar. Ekuilibrium kompetitif jangka pendek ditentukan oleh
persimpangan kurva permintaan pasar dan kurva penawaran pasar jangka pendek. Efek
dari suatu peningkatan permintaan tergantung pada apakah permintaan memotong
pasokan pasar di ratakan atau ke atas bagian.

Persaingan dalam Jangka Panjang. Dalam jangka panjang, sebuah perusahaan


kompetitif menetapkan outputnya di mana pasar harga sama dengan biaya marjinal
jangka panjangnya. Itu mati jika harga pasar lebih kecil dari nilai minimumnya biaya
jangka panjang rata-rata karena semua biaya bersifat variabel jangka panjang.
Akibatnya, perusahaan yang bersaing kurva penawaran adalah biaya marjinal jangka
panjang di atasnya biaya rata-rata minimum jangka panjang. Pasokan jangka panjang
kurva suatu perusahaan mungkin memiliki kemiringan yang berbeda daripada kurva
jangka pendek karena dapat memvariasikan faktor tetapnya di jangka panjang. Kurva
penawaran pasar jangka panjang adalah jumlah horizontal dari kurva penawaran dari
semua perusahaan di pasar. Jika semua perusahaan identik, masuk dan keluar mudah,
dan harga input bersifat konstan, jangka panjang kurva penawaran pasar datar dengan
biaya rata-rata minimum. Jika perusahaan berbeda, entri sulit atau mahal, atau masukan
harga bervariasi dengan output, pasokan pasar jangka panjang kurva memiliki
kemiringan ke atas. Pasokan pasar jangka panjang kurva miring ke atas jika harga input
meningkat dengan output dan miring ke bawah jika harga input menurun dengan output.
Harga ekuilibrium pasar jangka panjang dan kuantitas berbeda dari harga jangka pendek
dan kuantitas.

Bab 9

Menerapkan model Kompetitif

Laba nol untuk Perusahaan Kompetitif dalam Jangka Panjang. Meskipun perusahaan
kompetitif dapat menghasilkan keuntungan atau kerugian dalam jangka pendek, mereka
memperoleh keuntungan ekonomi nol dalam jangka panjang. Jika perlu, harga input yang
langka menyesuaikan untuk memastikan bahwa perusahaan kompetitif membuat laba
nol jangka panjang. Karena memaksimalkan laba perusahaan hanya impas dalam jangka
panjang, perusahaan yang tidak berusaha memaksimalkan keuntungan akan kehilangan
uang. Perusahaan kompetitif harus memaksimalkan keuntungan untuk bertahan hidup.
Kesejahteraan Konsumen. Kesenangan yang diterima konsumen dari kelebihan biaya
yang baik disebut surplus konsumen. Surplus konsumen sama dengan area di bawah
kurva permintaan konsumen di atas harga pasar hingga kuantitas yang dibeli konsumen.
Berapa banyak konsumen yang dirugikan oleh kenaikan harga diukur dengan perubahan
surplus konsumen.
Kesejahteraan Produser. Keuntungan perusahaan dari perdagangan diukur dengan
surplus produsennya. Surplus produser adalah jumlah uang terbesar yang bisa diambil
dari pendapatan perusahaan dan masih meninggalkan perusahaan yang mau
menghasilkan. Artinya, surplus produsen adalah jumlah yang dibayarkan perusahaan
dikurangi biaya produksi variabelnya, yang merupakan keuntungan dalam jangka
panjang. Ini adalah area di bawah harga dan di atas kurva penawaran hingga kuantitas
yang dijual perusahaan. Efek dari perubahan harga pada pemasok diukur dengan
perubahan dalam surplus produsen.
Kompetisi Memaksimalkan Kesejahteraan. Salah satu ukuran standar kesejahteraan
adalah jumlah surplus konsumen dan surplus produsen. Semakin banyak harga di atas
biaya marjinal, semakin rendah ukuran kesejahteraan ini. Dalam ekuilibrium yang
kompetitif, di mana harga sama dengan biaya marjinal, kesejahteraan dimaksimalkan.
Kebijakan Itu Kurva Pasokan Pergeseran. Pemerintah sering membatasi jumlah
perusahaan di pasar secara langsung, dengan melisensikannya, atau secara tidak
langsung, dengan menaikkan biaya masuk ke perusahaan baru atau menaikkan biaya
keluar. Pengurangan jumlah perusahaan dalam persaingan pasar menaikkan harga,
merugikan konsumen, membantu menghasilkan perusahaan, dan menurunkan ukuran
standar kesejahteraan. Penurunan kesejahteraan ini merupakan bobot mati kerugian:
Keuntungan bagi produsen lebih kecil daripada kerugian bagi konsumen.
Kebijakan yang diciptakan Wedge Antara Penawaran dan Permintaan. Pajak, Harga
dasar , dan harga membuat celah antara harga yang dibayar konsumen dan harga yang
diterima perusahaan. Kebijakan ini memaksa harga di atas biaya marjinal, yang
menaikkan harga ke konsumen dan menurunkan jumlah yang dikonsumsi. Ganjalan
antara harga dan biaya marjinal menghasilkan kerugian bobot mati: Hilangnya surplus
konsumen dan surplus produsen tidak diimbangi oleh peningkatan pajak atau oleh
manfaat bagi kelompok lain.
Membandingkan Kedua Jenis Kebijakan: Impor. Pemerintah dapat menggunakan
pembatasan kuantitas seperti kuota, yang menggeser kurva penawaran, atau tarif, yang
menciptakan ganjalan, untuk mengurangi impor atau mencapai tujuan lain. Kebijakan-
kebijakan ini mungkin memiliki implikasi kesejahteraan yang berbeda. Tarif yang
mengurangi impor dengan jumlah yang sama dengan kuota memiliki bahaya yang sama
a kehilangan surplus konsumen yang lebih besar daripada peningkatan surplus produsen
domestik tetapi memiliki keuntungan yang bersifat offsetting sebagian meningkatkan
pendapatan tarif bagi pemerintah. Kegiatan pencarian sewa adalah upaya oleh
perusahaan atau individu untuk mempengaruhi pemerintah untuk mengadopsi kebijakan
yang menguntungkan mereka. Dengan menggunakan sumber daya, pencarian sewa
memperparah kerugian kesejahteraan di luar kerugian bobot mati yang disebabkan oleh
kebijakan itu sendiri. Dalam pasar persaingan sempurna, kebijakan pemerintah sering
kesejahteraan rendah. Namun, seperti yang kita tunjukkan di bab-bab selanjutnya,
kebijakan pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan di pasar yang tidak kompetitif
sempurna.

Bab 10

Ekuilibrium umum dan Kesejahteraan ekonomi

Keseimbangan Umum. Suatu kejutan untuk satu pasar mungkin memiliki efek
tumpahan di pasar lain. Kesetimbangan umum analisis memperhitungkan langsung
efek guncangan di pasar dan tumpahan efek di pasar lain. Sebaliknya, analisis
ekuilibrium parsial (seperti yang kami gunakan dalam bab-bab sebelumnya) hanya
melihat pada satu pasar dan mengabaikan efek tumpahan di pasar lain. Efek
keseimbangan parsial dan ekuilibrium umum dapat berbeda.

Perdagangan Antara Dua Orang. Jika orang melakukan semua perdagangan yang
mereka inginkan, keseimbangan yang dihasilkan akan menjadi efisien Pareto: Dengan
bergerak dari kesetimbangan ini, kita tidak dapat membuat satu orang lebih baik tanpa
merugikan orang lain. Pada ekuilibrium Pareto-efficient, tingkat substitusi marjinal
antara manusia sama karena kurva indifference mereka bersinggungan.

Pertukaran Kompetitif. Persaingan, di mana semua pedagang adalah pengambil harga,


mengarah ke alokasi di mana rasio harga relatif sama dengan marginal tingkat
substitusi setiap orang. Dengan demikian, setiap ekuilibrium kompetitif adalah Pareto
yang efisien. Selain itu, setiap keseimbangan Pareto-efisien dapat diperoleh dengan
kompetisi, diberikan sumbangan yang sesuai.

Produksi dan Perdagangan. Ketika satu orang dapat menghasilkan lebih dari satu
barang dan orang lain dapat menghasilkan lebih banyak barang dengan menggunakan
input yang sama, perdagangan dapat menghasilkan produksi gabungan yang lebih
besar.

Efisiensi dan Kesetaraan. Kriteria efisiensi Pareto mencerminkan penilaian nilai bahwa
perubahan dari satu alokasi ke yang lain diinginkan jika itu membuat seseorang menjadi
lebih baik tanpa merugikan orang lain. Kriteria ini tidak memungkinkan semua alokasi
untuk diberi peringkat, karena beberapa orang mungkin lebih baik dengan satu alokasi
dan yang lain mungkin lebih baik dengan yang lain. Mayoritas voting mungkin tidak
menghasilkan konsensus atau menghasilkan pemesanan transitif alokasi. Pakar
ekonomi, filsuf, dan lain-lain telah mengusulkan banyak kriteria untuk alokasi peringkat,
seperti yang dirangkum dalam kesejahteraan fungsi. Masyarakat dapat menggunakan
fungsi kesejahteraan seperti itu untuk memilih di antara alokasi Pareto-efisien (atau
lainnya).

Bab 11
Monopoli

1. Maksimalisasi Keuntungan Monopoli.


Seperti perusahaan apa pun, monopoli penjual tunggal memaksimalkan keuntungannya
dengan
mengatur outputnya sehingga pendapatan marjinalnya sama biaya marjinalnya.
Monopoli itu membuat positif laba jika biaya rata - rata kurang dari harga di keluaran
maksimalisasi laba.
a. Kekuatan Pasar.
Kekuatan pasar adalah kemampuan suatu perusahaan untuk membebankan harga di
atas biaya marjinal dan mendapatkan hasil positif keuntungan. Semakin elastis
permintaan wajah monopoli pada kuantitas yang dimaksimalkannya keuntungannya,
semakin dekat harganya dengan biaya marjinal dan semakin dekat Indeks Lerner atau
markup harga,
ke nol, tingkat kompetitif.
b. Efek Kesejahteraan Monopoli.
Karena monopoliharga di atas biaya marjinalnya, terlalu sedikit outputnya diproduksi, dan
masyarakat menderita kerugian bobot mati. Itu monopoli membuat keuntungan lebih
tinggi daripada jika itu terjadi
bertindak sebagai pengambil harga. Konsumen lebih buruk, membeli lebih sedikit output
dengan harga lebih tinggi.
c. Keuntungan Biaya Yang Menciptakan Monopoli.
Sebuah perusahaan mungkin monopoli jika mengontrol input kunci, memiliki
pengetahuan unggul tentang memproduksi atau mendistribusikan baik, atau memiliki
skala ekonomi yang besar. Di pasar dengan skala ekonomi substansial, tunggal penjual
disebut monopoli alami karena total produksi biaya akan naik jika lebih dari satu
perusahaan diproduksi yang baik.
d. Tindakan Pemerintah yang Menciptakan Monopoli.
Pemerintah dapat membangun milik pemerintah dan monopoli yang dioperasikan.
Mereka juga dapat membuat pribadi monopoli dengan menetapkan hambatan masuk
yang mencegah perusahaan lain dari bersaing. Hibah negara paten, yang memberi
penemu hak monopoli untuk periode waktu terbatas.
e. Tindakan Pemerintah yang Mengurangi Kekuatan Pasar.
SEBUAH pemerintah dapat menghilangkan bahaya kesejahteraan a monopoli dengan
memaksa perusahaan untuk menetapkan harga pada tingkat kompetitif. Jika pemerintah
menetapkan harga tingkat yang berbeda atau mengatur nonoptimally, kesejahteraan
pada monopoli optimal yang diatur lebih rendah
dari pada kesetimbangan kompetitif. Sebuah pemerintahan dapat menghilangkan atau
mengurangi bahaya monopoli oleh memungkinkan atau memfasilitasi entri.

f. Keputusan Monopoli atas Waktu dan Perilaku


Ekonomi. Jika suatu kebaikan memiliki eksternalitas jaringan positif sehingga nilainya
bagi konsumen tumbuh sebagai jumlah unit terjual meningkat, maka penjualan saat ini
mempengaruhi kurva permintaan masa depan monopoli. SEBUAH monopoli dapat
memaksimumkan laba jangka panjangnya keuntungan dari waktu ke waktu — dengan
menetapkan harga perkenalan yang rendah pada periode pertama yang menjual barang
bagus dan kemudian menaikkan harganya karena popularitas produknya memastikan
penjualan masa depan yang besar dengan harga lebih tinggi. Akibatnya, itu monopoli
tidak memaksimalkan laba jangka pendeknya
periode pertama tetapi memaksimalkan jumlah keuntungannya selama semua periode.

Bab 12
Penetapan Harga dan Iklan
1. Mengapa dan Bagaimana Harga Perusahaan Diskriminasi.
Sebuah perusahaan bisa harga mendiskriminasi jika memiliki kekuatan pasar, tahu
pelanggan mana yang akan membayar lebih untuk setiap unit output,
dan dapat mencegah pelanggan yang membayar harga rendah
dari menjual kembali kepada mereka yang membayar harga tinggi. Sebuah perusahaan
menghasilkan laba yang lebih tinggi dari diskriminasi harga
dari harga seragam karena (a) perusahaan menangkap
sebagian atau seluruh surplus konsumen pelanggan
yang bersedia membayar lebih dari harga seragam
dan (b) perusahaan menjual kepada sebagian orang yang tidak mau
beli dengan harga seragam.
2. Diskriminasi Harga Sempurna.
Untuk membedakan harga dengan sempurna,
perusahaan harus tahu jumlah maksimum
setiap pelanggan bersedia membayar untuk setiap unit output.
Jika perusahaan membebani pelanggan, maksimum masing-masing
bersedia membayar untuk setiap unit output, monopoli
menangkap semua surplus konsumen potensial dan menjual
tingkat output yang efisien (kompetitif). Dibandingkan dengan
persaingan, kesejahteraan total adalah sama, konsumen
lebih buruk, dan perusahaan lebih baik di bawah harga sempurna
diskriminasi.

3. Diskriminasi Kuantitas.
Beberapa perusahaan membebani pelanggan
harga yang berbeda tergantung pada berapa banyak unit
mereka membeli. Jika konsumen yang menginginkan lebih banyak air
memiliki permintaan kurang elastis, utilitas air dapat meningkat
keuntungannya dengan menggunakan penurunan harga blok, di mana
harga untuk beberapa galon air pertama lebih tinggi
dari itu untuk galon tambahan.

4. Diskriminasi Harga Multimarket.


Perusahaan yang melakukannya
tidak memiliki informasi yang cukup untuk membedakan harga dengan sempurna
mungkin mengetahui elastisitas relatif
permintaan kelompok pelanggannya. Seperti profitmaximizing
perusahaan membebankan kelompok harga konsumen
sebanding dengan elastisitas permintaan mereka,
kelompok konsumen dengan permintaan paling tidak elastis
membayar harga tertinggi. Kesejahteraan kurang di bawah multimarket
diskriminasi harga daripada di bawah persaingan
atau diskriminasi harga sempurna tetapi mungkin lebih besar atau
kurang dari itu di bawah monopoli harga tunggal.

5. Tarif Dua Bagian.


Dengan membebankan satu biaya kepada konsumen
hak untuk membeli dan harga terpisah per unit, perusahaan
dapat memperoleh laba lebih tinggi daripada hanya dari pengisian
setiap unit terjual. Jika perusahaan tahu permintaan pelanggannya
kurva, dapat menggunakan dua bagian tarif (bukan sempurna
diskriminasi harga) untuk menangkap semua surplus konsumen.
Bahkan jika perusahaan tidak mengenal setiap pelanggan
kurva permintaan atau tidak dapat mengubah tarif dua bagian
di seluruh pelanggan, dapat menggunakan tarif dua bagian untuk membuatnya
keuntungan yang lebih besar daripada jika menetapkan harga tunggal.

6. Penjualan Tie-In.
Perusahaan dapat meningkatkan laba dengan menggunakan
penjualan dasi yang memungkinkan pelanggan untuk membeli satu produk
hanya jika mereka juga membeli yang lain. Dalam persyaratan
penjualan dasi, pelanggan yang membeli satu barang bagus
melakukan semua pembelian atas barang atau jasa lain
dari firma itu. Dengan bundling (paket tie-in sale),
sebuah perusahaan hanya menjual seikat dua barang atau lebih
bersama. Harga berbeda di seluruh pelanggan di bawah keduanya
jenis penjualan dasi.

7. Iklan.
Monopoli mengiklankan atau melibatkan diri
kegiatan promosi lainnya untuk menggeser kurva permintaannya
ke kanan atau membuatnya kurang elastis untuk menaikkannya
laba bersih dari biaya iklannya.
Bab 13

Kompetisi Oligopoli dan Monopoli


1. Struktur Pasar.
Harga, laba, dan jumlah dalam
keseimbangan pasar bergantung pada struktur pasar.
Karena perusahaan yang m
emaksimalkan laba menetapkan marjinal
pendapatan sama dengan biaya marjinal, harga di atas
pendapatan marjinal — dan karenanya biaya marjinal — hanya jika
perusahaan menghadapi kurva permintaan menurun ke bawah. Di
monopoli, oligopoli, dan persaingan monopolistik
pasar, perusahaan menghadapi permintaan miring ke bawah
kurva, berbeda dengan perusahaan di pasar yang kompetitif.
Ketika entri diblokir, seperti dengan monopoli atau
oligopoli, perusahaan dapat memperoleh laba positif; namun,
ketika masuk gratis, seperti dalam kompetisi atau monopolistik
persaingan, laba didorong menuju nol.
Oligopoli nonkooperatif dan persaingan monopolistik
perusahaan, berbeda dengan kompetitif dan
perusahaan monopoli, harus memperhatikan saingan mereka.

2. Kartel.
Jika perusahaan berhasil berkolusi, mereka menghasilkan
output monopoli dan secara kolektif menghasilkan
tingkat keuntungan monopoli. Meskipun mereka kolektif
keuntungan meningkat jika semua perusahaan berkolusi, masing-masing perusahaan
memiliki insentif untuk menipu pada pengaturan kartel
untuk meningkatkan keuntungannya sendiri lebih tinggi. Untuk harga kartel
agar tetap tinggi, anggota kartel harus dapat mendeteksi
dan mencegah kecurangan, dan perusahaan noncartel tidak boleh
dapat menyediakan sangat banyak output. Saat antitrust
hukum atau kebijakan persaingan mencegah perusahaan dari berkolusi,
perusahaan dapat mencoba menggabungkan jika diizinkan oleh hukum.

3. Oligopoli Nonkooperatif.
Jika perusahaan oligopoli bertindak
secara mandiri, output ekuilibrium, harga, dan
total laba perusahaan berada di antara mereka yang bersaing
dan kartel (monopoli). Hasil pasar tergantung
pada karakteristik pasar, seperti jumlahnya
perusahaan, apakah perusahaan menghasilkan dibedakan
produk, dan apakah perusahaan bertindak secara bersamaan
atau secara berurutan.

4. Model Cournot.
Jika perusahaan oligopoli bertindak secara mandiri,
output pasar dan laba perusahaan terletak di antara
tingkat persaingan dan monopoli. Dalam Cournot
model, setiap perusahaan oligopoli menetapkan outputnya pada saat yang sama
waktu. Dalam keseimbangan Cournot (Nash), masing-masing perusahaan
menghasilkan output respon terbaiknya — output itu
memaksimalkan keuntungannya — mengingat output yang dihasilkan saingannya.
Karena jumlah perusahaan Cournot meningkat, maka
Harga ekuilibrium, kuantitas, dan laba ekuilibrium
mendekati tingkat pengambilan harga.

5. Model Stackelberg.
Jika satu perusahaan, Stackelberg
pemimpin, memilih outputnya sebelum para pesaingnya, para
Pengikut Stackelberg, pemimpin menghasilkan lebih banyak dan
menghasilkan laba yang lebih tinggi dari setiap pengikut biaya identik
perusahaan. Pemerintah dapat mensubsidi domestik
perusahaan oligopoli sehingga menghasilkan Stackelberg
kuantitas pemimpin, yang dijualnya di pasar internasional.
6. Perbandingan Collusive, Cournot, Stackelberg,
dan Kesetimbangan Kompetitif.
Total output pasar
dimaksimalkan dan harga diminimalkan di bawah kompetisi.
Untuk sejumlah perusahaan, Stackelberg
output ekuilibrium melebihi ekuilibrium Cournot,
yang melebihi dari keseimbangan kolusif
(yang sama dengan hasil monopoli).
Sejalan dengan itu, harga Stackelberg kurang dari
harga Cournot, yang kurang dari kolusi atau
harga monopoli.

7. Model Bertrand.
Dalam banyak oligopolistik atau monopolistik
pasar kompetitif, perusahaan menetapkan harga sebagai gantinya
kuantitas. Jika produk itu homogen dan
perusahaan menetapkan harga, harga ekuilibrium Bertrand sama
biaya marjinal (yang lebih rendah dari Cournot
harga ekuilibrium pengaturan kuantitas). Jika produk
dibedakan, harga ekuilibrium Bertrand adalah
di atas biaya marjinal. Biasanya, markup harga
lebih dari biaya marjinal lebih besar semakin banyak barang
dibedakan.

8. Kompetisi Monopolistik.
Secara monopolistik
pasar kompetitif, setelah semua entri menguntungkan terjadi,
ada beberapa perusahaan di pasar itu masing-masing
Perusahaan menghadapi kurva permintaan yang condong ke bawah.
Akibatnya, perusahaan membebankan harga di atas marjinal
biaya. Pasar-pasar ini tidak kompetitif sempurna
karena ada relatif sedikit perusahaan — mungkin
karena biaya tetap yang tinggi atau skala ekonomis itu
relatif besar terhadap permintaan pasar — atau karena
perusahaan menjual produk yang berbeda.

Bab 14

Teori permainan
1. Gambaran Umum Teori Game.
Seperangkat alat itu
para ekonom digunakan untuk menganalisis konflik dan kerja sama
di antara pemain (seperti perusahaan) disebut teori permainan.
Setiap pemain mengadopsi strategi atau rencana pertempuran untuk bersaing
dengan perusahaan lain. Para ekonom biasanya berasumsi
bahwa pemain memiliki pengetahuan umum tentang aturan
permainan, fungsi pembayaran, dan pemain lain
pengetahuan tentang masalah ini. Di banyak game, pemain
memiliki informasi lengkap tentang cara pembayaran
tergantung pada strategi semua pemain. Di beberapa
game, pemain memiliki informasi sempurna tentang pemain
gerakan sebelumnya.

2. Pertandingan Statis.
Dalam permainan statis, seperti di
Model Cournot atau game dilema tahanan, pemain
masing-masing membuat satu gerakan secara bersamaan. Pakar ekonomi
menggunakan representasi bentuk normal atau matriks hasil untuk
menganalisis permainan statis. Biasanya, para ekonom belajar
permainan statis di mana pemain memiliki informasi lengkap
tentang fungsi pembayaran — imbalan untuk apa pun
pemain tergantung pada tindakan yang dilakukan semua pemain — tetapi
informasi yang tidak sempurna tentang bagaimana pesaing mereka berperilaku
karena mereka bertindak secara bersamaan. Kumpulan pemain
strategi adalah keseimbangan Nash jika, mengingat bahwa semua yang lain
pemain menggunakan strategi ini, tidak ada pemain yang dapat memperoleh
hasil lebih tinggi dengan memilih strategi yang berbeda. Kedua
strategi murni dan strategi campuran Nash equilibria adalah
mungkin dalam permainan statis, dan mungkin ada beberapa
Nash equilibria untuk game yang diberikan. Tidak ada jaminan
bahwa Nash equilibria dalam permainan statis memaksimalkan
imbalan bersama dari semua pemain.

3. Game Dinamis.
Dalam permainan dinamis, pemain membutuhkan
perpindahan pemain lain sebelumnya ke akun saat
memilih bergerak. Dalam game gerak berurutan, satu
pemain bergerak sebelum pemain lain. Ekonom biasanya
mempelajari permainan sekuensial informasi lengkap
tentang hadiah dan informasi sempurna tentang
gerakan sebelumnya. Penggerak pertama mungkin memiliki keuntungan
alih penggerak kedua, seperti di Stackelberg
permainan. Seorang incumbent dengan keuntungan first-mover mencegah
masuk dengan membuat ancaman yang kredibel. Sebagai contoh,
dalam permainan Stackelberg, pemimpin berkomitmen untuk memproduksi
begitu banyak keluaran yang ada di dalam pengikut terbaik
bunga untuk menghasilkan jumlah output yang relatif kecil.
Dalam permainan yang berulang-ulang, pemain memainkan kembali permainan statis
di mana mereka bergerak secara bersamaan dalam suatu periode.
Para pemain memiliki informasi yang sempurna tentang yang lain
perpindahan pemain di periode sebelumnya tetapi tidak sempurna
informasi dalam suatu periode karena para pemain
bergerak secara bersamaan. Solusi yang paling terkenal dari suatu
permainan dinamis adalah equilibrium Nash sempurna sub-tim,
di mana strategi pemain adalah ekuilibrium Nash
di setiap subgame — game yang tersisa
mengikuti persimpangan tertentu dalam game. Pemain
dapat menggunakan strategi yang lebih kompleks dalam permainan yang dinamis
daripada di game statis. Apalagi, itu lebih mudah bagi pemain
untuk memaksimalkan hasil gabungan mereka dalam permainan berulang
dari pada permainan satu periode.
4. Lelang.
Lelang adalah permainan informasi yang tidak lengkap
karena penawar tidak tahu penilaiannya
yang lain menempatkan pada yang baik. Strategi optimal pembeli
tergantung pada karakteristik lelang. Dibawah
kondisi umum, jika aturan lelang menghasilkan
kemenangan oleh orang yang menempatkan nilai tertinggi pada a
baik bahwa berbagai bidder nilai berbeda,
harga yang diharapkan sama di semua lelang. Sebagai contoh,
harga yang diharapkan dalam berbagai jenis nilai privat
pelelangan adalah nilai yang baik bagi orang tersebut
yang menghargai nilai tertinggi kedua. Di lelang mana
semua orang menghargai hal yang sama, meskipun mungkin
berbeda dalam perkiraan mereka tentang nilai itu, yang berhasil
penawar dapat menderita kutukan pemenang — membayar
terlalu banyak — kecuali para penawar menaungi tawaran mereka untuk memberi
kompensasi
untuk estimasi mereka yang terlalu optimis
nilai bagus.
Bab 15

Pasar Faktor
1. Pasar Faktor Kompetitif.
Perusahaan mana pun memaksimalkannya
untung dengan memilih kuantitas faktor seperti itu
produk pendapatan marjinal (MRP) dari faktor itu—
pendapatan marjinal dikalikan dengan produk marjinal
faktor — sama dengan harga faktor. MRP adalah
permintaan faktor perusahaan. Marginal perusahaan kompetitif
pendapatan adalah harga pasar, jadi MRP-nya adalah pasar
harga kali produk marjinal. Jangka panjang perusahaan
permintaan faktor biasanya lebih datar daripada jangka pendeknya
permintaan karena dapat menyesuaikan lebih banyak faktor, sehingga memberi
lebih banyak fleksibilitas. Permintaan pasar untuk suatu faktor
mencerminkan bagaimana perubahan harga faktor mempengaruhi output
harga dan karenanya tingkat output di pasar produk.

2. Pengaruh Monopoli pada Pasar Faktor.


Jika perusahaan
kekuatan pasar latihan untuk menaikkan harga di atas marginal
biaya di pasar output atau pasar faktor, kuantitas
diminta oleh konsumen jatuh. Karena jumlahnya
output dan kuantitas input sangat erat
terkait, pengurangan jumlah input
mengurangi output, dan pengurangan output mengurangi
permintaan input.

3. Monopsoni.
Monopsoni yang memaksimalkan laba — a
pembeli tunggal — menetapkan harganya sehingga menjadi nilai marjinal
ke monopsoni sama dengan pengeluaran marginalnya.
Karena monopsoni membayar harga di bawah yang kompetitif
tingkat, unit lebih sedikit dijual daripada di kompetitif
pasar, produsen faktor lebih buruk,
monopsoni menghasilkan laba yang lebih tinggi daripada jika itu terjadi
adalah pengambil harga, dan masyarakat menderita bobot mati
kerugian. Monopsoni juga dapat membedakan harga.
BAB 16

Suku bunga, Investasi, dan Pasar modal

Bab ini membahas investasi mana yang dibayar. Orang berinvestasi dalam modal dan
lainnya barang tahan lama: produk yang dapat digunakan selama bertahun-tahun.
Perusahaan menggunakan barang tahan lama seperti : sebagai pabrik manufaktur,
mesin, dan truk - untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan layanan.
Konsumen membelanjakan satu dari setiap delapan dolar mereka untuk barang-barang
tahan lama seperti rumah, mobil, dan lemari es. Sama seperti perusahaan
mempertimbangkan apakah atau tidak berinvestasi dalam modal fisik, individu
memutuskan apakah akan berinvestasi pada manusia lain sendiri.

Di mana perusahaan memilih daya tahan dari peralatan, beberapa orangberinvestasi


dalam memperpanjang rentang hidup yang diharapkan dengan berolahraga atau
membeli medis

Di mana perusahaan membeli mesin dan modal lainnya untuk menghasilkan lebih banyak
output dan meningkatkan laba masa depannya, individu berinvestasi dalam pendidikan
untuk meningkatkan produktivitas mereka dan penghasilan masa depan mereka.

Di Bab ini akan dibahas tentang:

1. Membandingkan Uang Hari Ini dengan Uang di Masa Depan.

Selain inflasi, kebanyakan orang menilai uang dalam masa depan kurang dari uang hari
ini. Tingkat bunga mencerminkanberapa banyak orang yang menilai satu dolar hari ini
daripada dolar di masa depan. Untuk membandingkan pembayaran yang dilakukan
masa depan untuk yang dibuat hari ini, kita bisa mengekspresikan pembayaran masa
depan dalam hal dolar saat ini dengan menyesuaikan menggunakan tingkat bunga.
Demikian pula, aliran pembayaran dari waktu ke waktu terkait dengan saat ini atau
masa depan nilai pembayaran ini dengan tingkat bunga.

2. Pilihan seiring Waktu.

Seorang individu atau perusahaan dapat pilih antara dua opsi dengan arus kas yang
berbeda dari waktu ke waktu dengan memilih satu dengan hadiah yang lebih tinggi nilai.
Demikian pula, perusahaan berinvestasi dalam sebuah proyek jika jaringnya nilai
sekarang adalah positif atau tingkat pengembalian internal lebih besar dari tingkat
bunga. Jika orang memiliki mengurangi tingkat diskon dari waktu ke waktu, mereka
tidak konsisten dalam perilaku mereka dari waktu ke waktu: Mereka tidak memiliki
kontrol diri dan menunda.

3.Sumber Daya yang Lelah.

Sumber daya tak terbarukan seperti batubara, emas, dan minyak digunakan dari waktu
ke waktu dan tidak dapat diisi ulang. Jika sumber daya ini langka, biaya marjinal
penambangan mereka konstan atau meningkat, dan struktur pasar tetap tidak berubah,
harga mereka naik dengan cepat seiring waktu karena suku bunga positif. Namun, jika
sumber daya berlimpah, biaya marjinal penambangan jatuh waktu, atau pasar menjadi
lebih kompetitif, tidak terbarukan harga sumber daya mungkin tetap konstan atau jatuh
seiring waktu.

4. Pasar Modal, Suku Bunga, dan Investasi.

Penawaran dan permintaan di pasar modal menentukan suku bunga pasar. Suatu
kejutan yang menggeser pasokan kurva ke kiri atau kurva permintaan ke kanan
menaikkan suku bunga. Dengan meningkatnya suku bunga, perusahaan ingin
melakukan investasi lebih sedikit.

BAB 17

Ketidakpastian
1. Tingkat Risiko.

Probabilitas mengukur kemungkinan bahwa keadaan alam tertentu terjadi. Orang-orang


dapat menggunakan frekuensi historis, jika tersedia, untuk dihitung sebuah probabilitas.
Kurang informasi rinci, orang membentuk perkiraan subjektif dari probabilitas pada
basis informasi yang tersedia. Nilai yang diharapkan adalah rata-rata tertimbang
probabilitas dari nilai-nilai dalam setiap keadaan alam. Salah satu ukuran risiko yang
banyak digunakan adalah varians (atau standar deviasi, yang mana akar kuadrat dari
varians). Variansnya adalah rata-rata tertimbang probabilitas dari perbedaan kuadrat
dari nilai di setiap keadaan alam dan nilai yang diharapkan.

2. Pengambilan Keputusan di Bawah Ketidakpastian.

Apakah orang-orang pilih opsi berisiko di atas yang tidak mudah marah tergantung
pada sikap mereka terhadap risiko dan hasil yang diharapkan dari berbagai opsi.
Kebanyakan orang adalah risk averse dan akan memilih opsi yang lebih berisiko saja
Jika nilai yang diharapkan jauh lebih tinggi dari itu dari pilihan yang kurang berisiko.
Orang yang netral risiko memilih opsi mana saja yang memiliki tingkat pengembalian
yang lebih tinggi karena mereka tidak peduli dengan risiko. Lebih memilih risiko orang
dapat memilih opsi yang berisiko bahkan jika memiliki tingkat pengembalian yang lebih
rendah. Fungsi utilitas individu mencerminkan sikap orang itu terhadap risiko. Orang-
orang pilih opsi yang memberikan perkiraan tertinggi utilitas. Utilitas yang diharapkan
adalah probabilitas tertimbang rata-rata utilitas dari hasil di berbagai keadaan alam.

3. Menghindari Risiko.

Orang mencoba dengan beberapa cara untuk mengurangi risiko yang mereka hadapi.
Mereka menghindari beberapa risiko opsional dan mengambil tindakan yang
menurunkan kemungkinan buruk acara atau mengurangi bahaya dari peristiwa-
peristiwa itu. Dengan mengumpulkan informasi sebelum bertindak, investor dapat
melakukannya pilihan yang lebih baik. Orang dapat lebih mengurangi risiko dengan
mengumpulkan investasi berisiko mereka, strategi yang disebut diversifikasi. Kecuali
pengembalian sangat positif berkorelasi, diversifikasi mengurangi risiko. Asuransi
perusahaan menawarkan kebijakan untuk risiko yang dapat mereka diversifikasikan
dengan mengumpulkan risiko di banyak individu. Riskaverse orang-orang memastikan
sepenuhnya jika mereka ditawarkan adil asuransi, dari mana pengembalian yang
diharapkan kepada pemegang polis adalah nol. Mereka mungkin membeli asuransi
bahkan jika asuransi tidak adil. Ketika membeli asuransi yang tidak adil, mereka
menukar risiko kerugian besar untuk kepastian kerugian yang lebih kecil.

4. Berinvestasi dibawah Ketidakpastian.

Apakah seseorang membuat investasi tergantung pada ketidakpastian imbalan,


pengembalian yang diharapkan, sikap individu terhadap risiko, tingkat bunga, dan biaya
mengubah kemungkinan hasil yang baik. Untuk riskneutral orang, investasi membayar
jika jaring yang diharapkan nilai sekarang adalah positif. Orang yang menghindari risiko
berinvestasi hanya jika utilitas yang diharapkan orang tersebut berinvestasi. Jadi,
orang yang menghindari risiko melakukan investasi berisiko jika investasi itu membayar
tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari investasi yang lebih aman membayar. Jika
investasi dibutuhkan tempat dari waktu ke waktu, investor risiko netral menggunakan
nyata suku bunga untuk mendiskon nilai masa depan yang diharapkan dan berinvestasi
jika nilai sekarang bersih yang diharapkan adalah positif. Orang membayar untuk
mengubah kemungkinan berbagai hasil dari investasi jika melakukan hal itu
menimbulkan mereka utilitas yang diharapkan.

5. Ekonomi Perilaku Risiko.

Ekonom dan psikolog telah mengidentifikasi perilaku di bawah ketidakpastian yang


tidak konsisten dengan teori utilitas yang diharapkan. Pilihan ini mungkin karena
perkiraan yang bias probabilitas atau tujuan yang berbeda dari yang diharapkan utilitas.
Sebagai contoh, beberapa orang lebih peduli kerugian daripada tentang keuntungan.
Salah satu teori alternatif itu adalah konsisten dengan banyak pilihan yang
membingungkan ini teori prospek, yang memungkinkan orang memperlakukan
keuntungan dan kehilangan secara asimetris dan berat hasil berbeda dari dengan
probabilitas yang digunakan dalam teori utilitas yang diharapkan

BAB 18

Eksternalitas, Akses Terbuka,dan Baran Publik


1. Eksternalitas.

Eksternalitas terjadi ketika konsumen kesejahteraan atau kemampuan produksi


perusahaan secara langsung dipengaruhi oleh tindakan konsumen lain atau
perusahaan daripada secara tidak langsung terpengaruh melalui perubahan harga.
Eksternalitas yang merugikan yang lain adalah eksternalitas negatif, dan yang
membantu yang lainnya adalah eksternalitas positif. Beberapa eksternalitas manfaatkan
satu grup sambil merugikan yang lain.

2. Inefisiensi Persaingan dengan Eksternalitas.

Karena produsen tidak membayar untuk eksternalitas negatif seperti polusi, biaya
pribadi lebih kecil dari biaya sosial. Sebagai konsekuensinya, pasar kompetitif
menghasilkan lebih banyak eksternalitas negatif daripada optimal. Jika satu-satunya
cara untuk memotong eksternalitas adalah dengan mengurangi output, solusi optimal
adalah mengatur output di mana manfaat marjinal mengurangi eksternalitas sama
dengan biaya marjinal bagi konsumen dan produsen dari kurang output. Biasanya
optimal untuk dimiliki beberapa eksternalitas negatif, karena menghilangkan semua
mereka membutuhkan penghapusan keluaran dan konsumsi yang diinginkan kegiatan
juga. Jika pemerintah sudah cukup informasi tentang permintaan, biaya produksi, dan
bahaya dari eksternalitas, dapat menggunakan pajak atau kuota untuk memaksa pasar
kompetitif untuk menghasilkan optimal sosial. Mungkin pajak atau membatasi negatif
eksternalitas, atau mungkin pajak atau membatasi output.

3. Struktur Pasar dan Eksternalitas.

Meskipun pasar yang kompetitif menghasilkan output yang berlebihan dan eksternalitas
negatif, pasar yang tidak kompetitif menghasilkan lebih banyak atau lebih sedikit dari
tingkat optimal. Dengan eksternalitas negatif, ekuilibrium yang tidak kompetitif mungkin
lebih dekat dari kesetimbangan kompetitif ke optimal sosial. Pajak yang sama dengan
sosial marjinal bahaya eksternalitas negatif — yang menghasilkan optimal sosial ketika
diterapkan pada pasar yang kompetitif — mungkin kesejahteraan rendah bila
diterapkan pada nonkompetitif pasar.
4. Mengalokasikan Hak Milik untuk Mengurangi Eksternalitas.

Eksternalitas muncul karena hak milik tidak didefinisikan dengan jelas. Menurut
Teorema Coase, mengalokasikan hak milik ke salah satu dari dua pihak menghasilkan
hasil yang efisien jika para pihak dapat menawar. Penetapan hak milik, bagaimanapun,
mempengaruhi distribusi pendapatan, karena hak itu berharga. Sayangnya, tawar-
menawar biasanya tidak praktis, terutama ketika banyak orang terlibat. Sedemikian
kasus, pasar untuk izin untuk menghasilkan eksternalitas dapat mengatasi masalah
eksternalitas.

5. Buka-Akses Properti Umum.

Eksternalitas adalah masalah dengan akses umum terbuka, yang adalah sumber daya
yang setiap orang memiliki akses gratis dan hak yang sama untuk dieksploitasi. Sumber
daya tersebut dieksploitasi secara berlebihan. Misalnya, jika ada yang bisa mengemudi
di jalan raya, terlalu banyak orang cenderung melakukannya karena mereka abaikan
eksternalitas — keterlambatan karena kemacetan— bahwa mereka memaksakan pada
orang lain. Pajak dan kuota mungkin mengurangi atau menghilangkan penggunaan
berlebihan.

6. Barang Publik.

Barang publik tidak memiliki persaingan. Sekali barang publik diberikan kepada siapa
saja, dapat disediakan kepada orang lain tanpa biaya tambahan. Tidak termasuk siapa
pun dari mengkonsumsi barang publik tidak efisien. Pasar menyediakan terlalu sedikit
dari barang publik yang tidak ekslusif. Sebuah pemerintah menghadapi tantangan
dalam memberikan yang optimal jumlah karena sulit untuk menentukan berapa banyak
orang menghargai kebaikan publik.

BAB 19

Informasi asimetris

1. Masalah Karena Informasi Asimetris.


Informasi asimetris menyebabkan kegagalan pasar saat pihak yang diinformasikan
terlibat dalam perilaku oportunistik di mengorbankan pihak yang tidak mendapat
informasi. Kegagalan yang dihasilkan termasuk penghapusan pasar dan penetapan
harga di atas biaya marjinal. Dua jenis masalah muncul dari oportunisme. Pilihan yang
salah adalah oportunisme dimana hanya pihak-pihak yang memiliki informasi yang tidak
teramati karakteristik yang memungkinkan mereka memperoleh manfaat kesepakatan
setuju untuk itu, untuk merugikan yang kurang informasi pesta. Bahaya moral adalah
oportunisme dimana suatu pihak yang diinformasikan mengambil keuntungan dari yang
kurang informasi pesta melalui aksi yang tidak teramati.

2. Tanggapan terhadap Seleksi yang Merugikan.

Menghindari merugikan masalah pemilihan membutuhkan pembatasan oportunistik


perilaku atau menghilangkan informasi asimetri. Untuk mencegah oportunisme yang
terjadi ketika informasi asimetris, pemerintah mungkin campur tangan di pasar atau
orang-orang yang terlibat dapat tulis kontrak yang membatasi perilaku informasi orang-
orang. Untuk menghilangkan atau mengurangi asimetri informasi, layar orang yang
tidak informasi untuk menentukan informasi dari orang-orang yang mendapat informasi,
orang-orang yang mendapat informasi mengirim sinyal kepada orang yang tidak tahu,
atau pihak ketiga seperti pemerintah memberikan informasi.

3. Bagaimana Ketidaktahuan Tentang Kualitas Mendorong Kualitas Tinggi


Barang.

Jika konsumen tidak dapat membedakan antara produk baik dan buruk sebelum
membeli, buruk produk dapat mendorong yang baik keluar dari pasar. Masalah lemon
ini disebabkan oleh seleksi yang merugikan. Metode menangani masalah lemon
termasuk hukum yang membatasi oportunisme, penyaringan konsumen (semacam itu
sebagai dengan menggunakan ahli atau mengandalkan reputasi perusahaan),
penyediaan informasi oleh pihak ketiga seperti instansi pemerintah atau kelompok
konsumen, dan memberi isyarat oleh perusahaan (termasuk menetapkan nama merek
dan memberikan jaminan atau jaminan).

4. Diskriminasi Harga Karena Keyakinan Palsu Tentang Kualitas.


Perusahaan dapat membedakan harga jika beberapa konsumen keliru berpikir bahwa
kualitas bervariasi produk identik. Karena hanya sebagian konsumen yang
mengumpulkan informasi tentang kualitas, hanya para konsumen tahu apakah kualitas
berbeda antara produk di beberapa pasar. Perusahaan dapat mengeksploitasi
konsumen yang tidak peduli dengan menciptakan suara: menjual barang yang sama di
bawah dua nama merek berbeda dengan harga berbeda.

5. Kekuatan Pasar dari Ketidaktahuan Harga

Jika konsumen tidak tahu bagaimana harga bervariasi di perusahaan, perusahaan


dapat menaikkan harganya tanpa kehilangan semua pelanggannya. Sebagai akibatnya,
ketidaktahuan konsumen tentang harga menciptakan kekuatan pasar. Di pasar yang
akan kompetitif dengan informasi lengkap, ketidaktahuan konsumen tentang harga
dapat menyebabkan harga monopoli atau distribusi harga.

BAB 20

Kontrak danBahaya Moral

1. Masalah Agen-Pelaku.

Kontrak utama dengan agen untuk melakukan beberapa tugas. Ukuran sendi mereka
laba tergantung pada aset apa pun yang disumbangkan oleh prinsipal, tindakan agen,
dan keadaan alam. Jika kepala sekolah tidak dapat mengamati agen tindakan, agen
dapat terlibat dalam oportunistik tingkah laku. Bahaya moral ini mengurangi keuntungan
bersama. Kontrak yang efisien akan menghasilkan efisiensi dalam produksi
(Keuntungan bersama dimaksimalkan dengan menghilangkan bahaya moral) dan
efisiensi dalam menanggung risiko (yang kurang berisiko pihak menanggung lebih
banyak risiko). Tiga umum jenis kontrak adalah kontrak biaya tetap, di mana satu pihak
membayar yang lain biaya tetap dan yang lainnya menyimpan sisa laba; menyewa
kontrak.

2. Efisiensi Produksi.
Apakah efisiensi dalam produksi tercapai tergantung pada kontrak bahwa kepala
sekolah dan agen yang digunakan dan sejauh mana informasi mereka tidak simetris.
Untuk agen untuk dimasukkan Untuk tingkat optimal dari usaha dalam contoh kita, yang
agen harus mendapatkan keuntungan marjinal penuh dari itu usaha atau kepala
sekolah harus memantau agen. Kapan para pihak memiliki informasi lengkap, agen
dengan kontrak biaya tetap atau kontrak bagi hasil mendapatkan Seluruh keuntungan
marjinal dan menghasilkan secara optimal tanpa pemantauan. Jika kepala sekolah tidak
dapat memonitor agen atau tidak mengamati untung dan biaya, hanya a kontrak sewa
dengan biaya tetap mencegah masalah moral hazard dan mencapai efisiensi produksi.

3. Menjualkan Antara Efisiensi dalam Produksi dan dalam Bantalan Risiko.

Seorang pelaku dan agen dapat menyetujui kontrak yang menghasilkan keseimbangan
antara pengurangan bahaya moral dan mengalokasikan risiko secara optimal. Kontrak
yang menghilangkan bahaya moral membutuhkan agen untuk menanggung risiko. Jika
agen lebih risk averse daripada kepala sekolah, para pihak dapat melakukan trade off
pengurangandalam efisiensi produksi untuk menurunkan risiko agen.

4. Pemantauan.

Karena informasi asimetris, sebuah majikan biasanya harus memantau upaya pekerja
untuk mencegah kelalaian. Pemantauan kurang diperlukan sebagai minat karyawan
dalam menjaga pekerjaan meningkat. Itu majikan dapat meminta karyawan untuk
memposting yang besar ikatan yang hilang jika karyawan tertangkap melalaikan,
mencuri, atau melakukan kesalahan. Jika karyawan tidak mampu mengirim obligasi,
majikan dapat menggunakan pembayaran yang ditangguhkan atau upah efisiensi—
upah yang sangat tinggi — untuk membuatnya bermanfaat bagi karyawan untuk
mempertahankan pekerjaan. Pengusaha juga mungkin mampu mencegah kelalaian
dengan terlibat setelah fakta pemantauan. Namun, pemantauan seperti itu hanya
berfungsi jika perilaku buruk dapat dihukum setelah fakta.

5. Cek pada Pelaku Utama.

Sering kali agen dapat terlibat dalam perilaku oportunistik. Jika sebuah perusahaan
harus mengungkapkan tindakannya kepada karyawannya, kemungkinannya kecil untuk
dapat memanfaatkan karyawan. Untuk menyampaikan informasi, majikan dapat
membiarkan karyawan berpartisipasi dalam pertemuan pengambilan keputusan atau
mengaudit buku-buku perusahaan. Atau, seorang pmpinan dapat membuat komitmen
sehingga itu adalah yang terbaik dari majikan tertarik untuk memberi tahu karyawan
tentang kebenaran. Komitmen ini, seperti memberhentikan pekerja daripada
mengurangi upah selama kemerosotan, dapat mengurangi moral bahaya tetapi
mengarah pada produksi yang tidak optimal.
 Kelebihan
o Dalam isi buku terdapat rangkuman / ringkasan dari tiap bab.
o Ukuran buku utama lebih kecil dari buku pembanding sehingga lebih
mudah dan praktis dibawa.
o Dalam buku utama, tidak terdapat latihan soal.
o Adanya ringkasan/ poin – poin utama dalam tiap bab.
 Kekurangan
o Jumlah materi / bab lebih sedikit dari buku pembanding.
o Dari segi referensi, sedikit memuat informasi dari sumber nasional apalagi
internasional.
o Kurangnya ilustrasi dan lampiran sehingga materi susah dipahami.
o Tampilan buku tergolong biasa / kurang menarik.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Pembanding


 Kelebihan
o Tampilan buku lebih menarik daripada buku utama.
o Materi / penjelasan dari tiap bab lebih lengkap dari buku utama.
o Dari segi referensi, informasi yang dimuat lebih lengkap daripada buku
utama.
o Lengkapnya ilustrasi dan lampiran seperti skema / bagan lebih lengkap
daripada buku utama.
o Adanya ringkasan/ poin – poin utama dalam tiap bab.
 Kekurangan
o Ukuran buku besar dan cukup berat sehingga tidak mudah / praktis
dibawa.

Kesimpulan
Dari dua buku yang kami bandingkan diatas, dapat kami simpulkan bahwa kedua
buku memiliki pembahasan / penjelasan yang cukup baik di dalamnya, hanya saja letak
perbedaan mendasar terletak pada lengkapnya materi serta pendukungnya seperti
ilustrasi dan lampiran contoh.
Saran
Menurut kami, agar setiap pembaca dapat memahami dengan baik isi materi
yang disajikan, sebaiknya penulis dapat menyajikan materi / pembahasan yang lebih
lengkap lagi. Kami juga menyarankan sebaiknya penulis menggunakan bahasa yang
ringkas dan mudah dimengerti oleh pembaca.
BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Dari kedua buku yang di review di atas, yaitu antara buku Ekonomi Mikro dengan buku

MicroEconomics. Dari hasil review yang kami lakukan kami dapat mengatakan bahwa buku

utamanya yang berjudul Ekonomi Mikro lebih memiliki materi yang lebih yang baik ketimbang

buku pembanding, sebab dalam buku utama materi yang di jelaskan lebih menyeluruh ketimbang

pada buku pembanding. Buku pembanding ini juga bukanlah buku yang tidak baik, buku ini

adalah buku yang baik juga namun pada isinya buku ini banyak mencampur materi, tidak seperti

pada buku utama yang secara jelas memberikan penjelasan mengenai materi yang di bahas

nantinya, itu memudahkan pembaca mencari materi apa yang di bahas.

B.SARAN

Apabila penulis melakukan revisi terhadap buku ini terutama pada buku pembanding yang

berjudul MicroEconomics, agar sebaiknya penulis melakukan sedikit perbaikan pada penulisan

materi, contohnya pada Bab 1 “PERKENALAN” baik nya penulis membuat Bab sebelum Bab

ini yang membahas Pengertian Ekonomi Mikro serta Ruang lingkup nya, agar kiranya

pembaca dapat mengetahui apa itu manajemen dan juga ruanglingkupnya.