Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MK. PROFESI KEPENDIDIKAN


PRODI S1 PENDIDIKAN
AKUNTANSI

Skor Nilai :

Jurnal Promosi Pendidikan Ekonomi

(Pengaruh Profesional Guru dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru

Pendidikan Ekonomi SMA Se- Kota Malang, Tiara Anggia Dewi, 2015)

NAMA : ROLASMARIA SAMSIDA PRISISKA SIRINGORINGO

NIM : 7183142041

DOSEN PENGAMPU : Dr. YASARATODO WAU, M.Pd

MATA KULIAH : PROFESI KEPENDIDIKAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNUVERSITAS NEGERI MEDAN

MARET 2019
EXECUTIVE SUMMARY

Dari ketiga jurnal ini yang dapat saya simpulkan yaitu bahwa guru adalah salah
satu profesi yang bersifat profesional, yang dimana untuk mendapatkan profesi tersebut
dibutuhkan bekal ilmu yaitu melalui pendidikan keguruan. Dan semua itu harus
dipersiapkan secara khusus lagi, karena menjadi seorang guru hanya mampu dijalani
oleh Dia yang mempunyai etos semangat yang tinggi. Kompetensi yang melekat pada
diri seorang guru itu sebagai modal dasar bagi yang bersangkutan dalam menjalankan
tugasnya.

Dimana dalam menjalankan tugasnya guru membutuhkan prasyarat yaitu:

1. Mempunyai keahlian tertentu dalam mengajar peserta didik.


2. Mampu menguasai kelas dengan berbagai sifat dan tingkah laku nya.

Guru haruslah memiliki kepribadian yang terbuka dan sehat dimana, jika guru itu
terbuka pada peserta didik maka peserta didik itu akan menjadikan guru nya sebagai
teladannya bukan malah sebaliknya. Pribadi Guru yang sehat juga dibutuhkan dalam
pembelajaran. Jika guru tersebut memiliki sifat dan sikap yang sehat maka pembelajaran
akan tersampaikan dengan baik dan pastinya akan tepat sasaran.

Dalam perspektif kebijakan pendidkan nasional, Kompetensi guru profesional


dibagi menjadi empat yaitu:

1. Kompetensi Pedagogik
Yaitu guru harus mampu memahami, merancangkan pembelajaran,
mengevaluasi hasil pembelajaran dan pengembangan siswa guna untuk
mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya.
2. Kompetensi Kepribadian
Yaitu merumuskan konstruksi yang lebih memiliki indikator empiriknya,
maksdunya kepribadian individu merupakan serangkaian kejadian dan
karakteristik dalam seluruh kehidupan, dan merefleksikan elemen – elemen
tingkah lakunya yang bertahan lama.
3. Kompetensi Sosial
Yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru untuk dapat berkomunikasi dan
bergaul secara efektif.
4. Kompetensi Profesional

2|CJR ProfesiPendidikan
Yaitu penguasaaann materi pembelajaran yang secara luas dan mendalam
yang harus dikuasai guru mencakup penguasaan materi kurikulum
sekolah.Keseluruhan kompetensi Guru dalam praktiknya merupakan satu
kesatuan yang utuh.

3|CJR ProfesiPendidikan
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas lindungan dan
berkat Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Critical Journal Review pada mata kuliah
“Profesi kependidikan”. Dengan adanya tugas critical journal report ini saya lebih
memahami akan mereview dan membandingkan beberapa jurnal yang berkaitan dengan
mata kuliah dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Yasaratodo
Wau , M.Pd , selaku dosen pengampu mata kuliah “profesi kependidikan” yang telah
membimbing saya dalam penyelesaian laporan ini.

Saya membutuhkan saran dan kritik dari pembaca untuk kesempurnaan penulisan
berikutnya. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Medan, 19 Maret 2019

Rolasmaria Siringoringo

NIM : 7183142041

4|CJR ProfesiPendidikan
DAFTAR ISI

COVER...............................................................................................................................

EXECUTIVE SUMMARY ...................................................................................................

KATA PENGANTAR .........................................................................................................

DAFTAR ISI .........................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................

1.1 Rasionalisasi pentingnya CJR................................................................................


1.2 Tujuan penulisan CJR ............................................................................................
1.3 Manfaat CJR .............................................................................................................
1.4 Identitas jurnal yang direview ..............................................................................

BAB II RINGKASAN ISI JURNAL ...................................................................................

2.1 Pendahuluan ............................................................................................................


2.2 Deskripsi Isi .............................................................................................................

BAB III PEMBAHASAN/ ANALISIS ...............................................................................

3.1 Pembahasan isi jurnal .............................................................................................


3.2 Kelebihan dan kekurangan jurnal ........................................................................

BAB IV PENUTUP ..............................................................................................................

4.1 Kesimpulan................................................................................................................
4.2 Rekomendasi ...........................................................................................................

5|CJR ProfesiPendidikan
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Rasionalisasi pentingnya CJR


CJR atau Critical Journal Review adalah salah satu tugas yang diberikan kepada

mahasiswa, CJR dibuat dengan adanya maksud yaitu: bahwa jika pembaca ataupun

penulis ingin memahami dan membedah sebuah jurnal mengenai suatu bahan ajar itu

menggunakan waktu yang cukup lama. Tetapi dengan adanya CJR ini mahasiswa jadi

mendapat banyak pengetahuan mengenai membandingkan dan mereview suatu jurnal

maupun beberapa jurnal dengan baik dan benar.

1.2 Tujuan penulisan CJR


Tujuan dari penulisan CJR ini yaitu karena sebagai salah satu pemenuhan dari

tugas yang diberikan oleh dosen pengampu, sebagaimana CJR ini dibuat untuk

menambah pemahaman isi artikel jurnal dengan cara mereview point – point yang

terpenting saja, dan meningkatkan kesadaran para pembaca mengenai materi yang

bersangkutan serta menguatkan pemahaman akan isi dari artikel jurnal tersebut dan juga

untuk membudayakan kebiasaan membaca artikel, jurnal maupun buku.

1.3 Manfaat CJR


CJR ini bermanfaat bagi pembaca, karena CJR ini membantu kita untuk

memahami suatu artikel jurnal dengan cara yang mudah, mengetahui isi sebuah artikel

jurnal dengan lebih mendalam, dan juga dapat sebagai perbandingan artikel lain yang

relevan terhadap satu mata kuliah.

6|CJR ProfesiPendidikan
1.4 Identitas Jurnal yang Direview

 Jurnal Utama
1. Judul : Pengaruh Profesionalisme Guru Dan Motivasi Kerja

Terhadap Kinerja Guru Ekonomi Sma Se-Kota Malang

2. Volume : Vol. 3, No.1

3. Peneliti : Tiara Anggia Dewi

4. Nama Jurnal : Jurnal Promosi Pendidikan Ekonomi

5. Penerbit : Universitas Muhammadiyah Metro

6. Kota terbit : Metro, Lampung

7. Tahun terbit : 2015

8. ISSN : 2442-9449

 Jurnal Pembanding 1
1. Judul : Profesionalisme Guru Dalam Meningkatkan Kualitas
Sumber Daya Manusia
2. Volume : Vol 2, No. 1
3. Peneliti : Yusutria
4. Nama Jurnal : Jurnal Curricula Kopertis Wilayah X
5. Penerbit : STKIP PGRI Sumatera Barat
6. Kota terbit : Padang
7. Tahun terbit : 2017
8. ISSN :-

 Jurnal Pembanding 2
1. Judul : Pengembangan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar
2. Volume : Vol. 6 ,No. 1
3. Peneliti : Oding Supriadi
4. Nama Jurnal : Jurnal Tabularasa PPs Unimed
5. Penerbit : Universitas Negeri Medan
6. Kota terbit : Medan

7|CJR ProfesiPendidikan
7. Tahun terbit : 2009
8. ISSN :-

8|CJR ProfesiPendidikan
BAB II

RINGKASAN ISI JURNAL

2.1 Pendahuluan

 Jurnal Utama
Peningkatan kualitas pendidikan merupakan agenda besar pendidikan di
Indonesia. Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang bermutu tentu tidak terlepas
dari peranan berbagai pihak, salah satunya adalah peran tenaga kependidikan. Hamalik
(2003 : 9) tenaga kependidikan merupakan suatu komponen yang penting dalam
penyelenggaraan pendidikan, yang bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar,
melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola dan memberikan pelayanan teknis dalam
bidang kependidikan. Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, aspek utama yang
ditentukan adalah kualitas guru. Hal ini disebabkan guru merupakan titik sentral dalam
pembaharuan dan peningkatan mutu pendidikan, dengan kata lain salah satu
persyaratan penting bagi peningkatan mutu pendidikan adalah apabila pelaksanaan
proses belajar mengajar dilakukan oleh pendidik-pendidik yang dapat diandalkan
keprofesionalannya.
Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 menjelaskan bahwa
profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi
sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan
yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan
profesi. Selanjutnya dalam melakukan kewenangan profesionalismenya, guru dituntut
memiliki seperangkat kemampuan (competency) yang beraneka ragam.
Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 dan Peraturan
Pemerintah No. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi
kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.
Berlakunya undang-undang dan peraturan tersebut menuntut para guru untuk
meningkatkan profesionalismenya melalui pelatihan, penulisan karya ilmiah, dan
sebagainya. Luthans (2008: 158) mengemukakan bahwa “Motivation is a process that starts
with a physiological or psychological deficiency or need that activates a behavior or a drive that is
aimed at a goal or incentive”. Guru yang memiliki motivasi tinggi akan memandang
berbagai kekurangan yang ada di sekolah sebagai tantangan. Ia akan berusaha sedapat

9|CJR ProfesiPendidikan
mungkin untuk mengatasi kekurangan itu. Dengan adanya perhatian yang baik terhadap
guru, akan dapat menimbulkan motivasi para guru untuk berbuat yang terbaik dalam
melakukan tugas sehingga menumbuhkan komitmen dalam melakukan pekerjaan yang
berkualitas dan bertanggung jawab demi kemajuan organisasi. Kinerja seorang guru
dikatakan baik apabila guru tersebut mampu menguasai dan mengembangkan bahan
pelajaran, kreatif dalam penyampaian pembelajaran, mampu menunjukkan komitmen
yang tinggi pada tugas mengajar, disiplin dalam pekerjaan, melakukan kerjasama
dengan semua warga sekolah, serta memiliki kepribadian yang menjadi panutan bagi
siswa.

 Jurnal Pembanding 1
Upaya peningkatan kualitas SDM haruslah diikuti dengan peningkatan
kualitas pendidikan dan guru. Dengan komitmen pemerintah untuk berperan dalam
peningkatan mutu pendidikan dan juga guru, serta upaya-upaya agar peningkatan mutu
pendidikan dan guru dapat terlaksana dengan baik, diharapkan dimasa depan akan
muncul generasi yang cerdas, kreatif, dan kompetitif untuk berpartisipasi dalam
membangun bangsa dan negara guna mewujudkan bangsa dan negara yang maju
dimasa mendatang.
Komisi Internasional UNESCO untuk pendidikan abad ke-21 menyatakan
bahwa berbeda dengan periode sebelumnya, dalam memasuki abad ke-21 ini guru
memiliki peranan yang sangat strategis karena diharapkan dapat ikut membentuk
karakter dan kecerdasan generasi muda atau dalam bahasa aslinya “moulding character
and minds of young generation” (Soedijarto: 2008). Komisi Internasional UNESCO untuk
pendidikan memasuki abad ke-21 menyatakan bahwa berbeda dengan periode
sebelumnya, dalam memasuki abad ke-21 ini guru memiliki peranan yang sangat
strategis karena diharapkan dapat ikut membentuk karakter dan kecerdasan generasi
muda atau dalam bahasa aslinya “moulding character and minds of young generation”
(Soedijarto: 2008).
Sejalan dengan kebijakan pemerintah, melalui UU No. 14 Tahun 2005 pasal
7 mengamanatkan bahwa pemberdayaan profesi guru diselenggarakan melalui
pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif,
dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai
kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi. Disamping itu menurut pasal 20,
dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban meningkatkan dan

10 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n
mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dunia pendidikan
dituntut agar menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kemajuan IPTEK.
Guru mempunyai peranan yang penting dalam pendidikan, sehingga hampir semua
usaha pembaharuan di bidang pendidikan bergantung pada guru. Pengembangan
profesionalisme guru diarahkan pada peningkatan kualitas. Kriteria profesionalisme
guru meliputi kemampuan: menguasai bahan, mengelola PBM, mengelola kelas,
mengelola media pembelajaran, menguasai landasan kependidikan, mengenal interaksi
belajar mengajar, menilai prestasi siswa, mengenal fungsi dan program pelayanan BP,
dan mengenal administrasi sekolah.

 Jurnal Pembanding 2
Dunia pendidikan dituntut agar menghasilkan sumber daya manusia (SDM)
yang sesuai dengan kemajuan teknologi. Guru mempunyai peranan yang penting dalam
pendidikan, sehingga hampir semua usaha pembaharuan di bidang pendidikan
bergantung pada guru. Guru tanpa menguasai bahan pelajaran, strategi belajar mengajar,
mendorong siswa belajar untuk mencapai prestasi yang tinggi maka segala upaya
peningkatan kualitas pendidikan tidak akan mencapai hasil yang meksimal. Dalam
pelaksanaan pendidikan, guru merupakan ujung tombak, sehingga perlu
pengembangan professional guru. Setiap guru memiliki potensi dan kebutuhan untuk
berkembang serta meralisasikan dirinya. Perkembangan IPTEK menuntut guru untuk
melaksanakan pekerjaan secara professional. Seorang guru sekolah dasar harus memiliki
empat kompetensi, yaitu kompetensi: pedagogic, kepribadian, social dan professional.
Keempat kompetensi tersebut harus melekat pada setiap guru sekolah dasar
dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar disekolah. Akan tetapi
kemampuan peran dasar tersebut di atas tidak akan berkembang jika hanya
mengandalkan pengalaman. Namun harus dirangsang dan didorong pengetahuan baru
agar dapat menumbuhkan sikap profesi yang matang. Guru sekolah dasar berbeda
dengan guru sekolah lanjutan. Guru sekolah dasar dengan sistem guru kelas dituntut
lebih mampu dalam mengelola kelas, penguasaan materi/bahan pembelajaran sebanyak
tujuh jenis (PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, Bahasa Daerah, KTK)
Penjaskes, dan PAI disajikan oleh guru bidang.
Keberhasilan pengelolaan pendidikan bergantung pada kualitas para guru.
Kedudukan dan peran guru sangat besar pengaruhnya dan merupakan titik yang
strategis dalam kegiatan pendidikan. Guru bukan hanya cerdas dan mempunyai gelar,

11 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n
akan tetapi juga mempunyai karakter beriman, bertaqwa, berahlak mulia, berbudi
pekerti luhur, dan mengamalkan ilmunya secara bertanggung jawab. Selaku pendidik,
guru harus menjadi teladan bagi muridmuridnya. Hal ini berarti pengembangan
professionalisme guru baik pada dimensi penguasaan ilmu, kompetensi guru,
keterampilan dan perilaku yang dapat dipercaya. Kepercayaan masyarakat terhadap
guru merupakan kunci pembentukan manusia yang berkualitas, pemberi ilmu serta
menamkan, membentuk dan mengembangkan nilai moral dan etika, sehingga menjadi
landasan berpijak.

2.2 Deskripsi Isi


 Jurnal Utama
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) pengaruh profesionalisme
guru terhadap kinerja guru ekonomi, (2) pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru
ekonomi, (3) pengaruh profesionalisme guru dan motivasi kerja terhadap kinerja guru
ekonomi. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksplanasi. Subjek penelitian ini
adalah seluruh guru ekonomi di SMA Se-kota Malang yang berjumlah 82 orang. Data
dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner. Data dianalisis dengan analisis
statistik inferensial dengan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis
data menunjukkan secara parsial profesionalisme guru berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja guru ekonomi dengan nilai sig. T sebesar (0,000) < α (0,05)
dan thitung (4,361) > t tabel (1,666). Analisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
guru ekonomi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai sig. t
sebesar (0,000) < α (0,05) dan thitung (3,650) > t tabel (1,666). Secara simultan
profesionalisme guru dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja guru ekonomi dengan nilai sig. F sebesar (0,000) < α (0,05). Selain itu, dari hasil
analisis regresi besar R Square adalah 0,530.

 Jurnal Pembanding 1
Persaingan dalam berbagai kehidupan baik dalam bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM
ditentukan oleh mutu dan tingkat pendidikan. Kualitas pendidikan yang rendah
menyebabkan kualitas SDM rendah; makin tinggi tingkat pendidikan maka makin tinggi

12 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n
pula kualitas SDM yang akan berpengaruh terhadap cara pikir, nalar, wawasan, keluasan
dan kedalaman pengetahuan. Tujuannya untuk mengetahuan definisi profesionalisme,
faktor yang mempengaruhi guru profesional serta kompetensi guru
profesional.Meningkatkan kualitas SDM, dilakukan dengan jalur kualifikasi, kompetensi
dan sertifikasi pendidik. Profesionalisme guru tercermin pada pelaksanaan tugas yang
ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Sosok profesional guru
ditunjukkan melalui tanggung jawab dalam melaksanakan seluruh pengabdian.
Profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai
guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa negara, dan agamanya. Guru
professional mempunyai tanggung jawab sosial, intelektual, moral dan spiritual.
Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi
dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Seorang guru
profesional harus menguasai betul tentang seluk belukpendidikan dan pengajaran serta
ilmuilmu lainnya, guru juga harus mendapatpendidikan khusus untuk menjadi guru
yang memiliki keterampilan ataukeahlian khusus, dan memiliki kompetensi agar
menjadi guru yang profesional. Guru yang profesional mampu menguasai karakteristik
bahan ajar dan karakteristik peserta didik (Mardapi, 2012, 5). Sedangkan profesional
adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan olehseseorang dan menjadi sumber
penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian,kemahiran, atau kecakapan yang
memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. (UU
RI nomor 14 tahun 2005). Sehingga profesional dituntut untuk menjalankan
pekerjaannya sesuai dengan tuntutan profesi atau dengan kata lain memiliki
kemampuan dan sikap sesuai dengan tuntutan profesinya.

 Jurnal pembanding 2
Dunia pendidikan dituntut agar menghasilkan SDM yang sesuai dengan
kemajuan iptek. Guru mempunyai peranan yang penting dalam pendidikan, sehingga
hampir semua usaha pembaharuan di bidang pendidikan bergantung pada guru.
Pengembangan profesionalisme guru diarahkan pada peningkatan kualitas. Kriteria
profesionalisme guru meliputi kemampuan: menguasai bahan, mengelola PBM,
mengelola kelas, mengelola media atau sumber, menguasai landasan kependidikan,
mengenal interaksi belajar mengajar, menilai prestasi siswa, mengenal fungsi dan
program pelayanan BP, dan mengenal administrasi sekolah. Pada hakekatnya

13 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n
pembinaan professionalisme guru ditekankan pada tiga kemampuan dasar, yaitu:
kemampuan profesi, kemampuan pribadi dan kemampuan sosial.
Kemampuan profesional setiap guru tidaklah sama. Hal ini merupakan dilema
didalam mencapai tujuan pendidikan secara umum. Guru dituntut untuk tanggap
terhadap perubahan yang terjadi pada masyarakat, sebagai akibat dari kemajuan arus
informasi dan perkembangan Iptek. Pengembangan profesi dapat dilakukan oleh diri
sendiri, melalui kegigihan dalam melaksanakan tugasnya. Dipihak lain guru sebagai
personil di sekolah, merupakan bawahan kepala sekolah. Secara langsung kepala sekolah
berkewajiban mengembangkan kemampuan professional guru.
Fakry Gaffar (1987:126) konsep pengembangan professional mengandung dua
arti, yaitu (1) dikaitkan dengan usaha peningkatan kemampuan professional yang dapat
dilakukan secara independen pada tingkat sekolah oleh individe masing-masing dan (2)
dikaitkan dengan jenjang karir kepegawaian dan ini harus dipolakan dari tingkat yang
lebih tinggi. Pembinaan berkaitan dengan fungsi dan usaha untuk meningkatkan daya
guna dan hasil guna manusia dalam suatu proses kerjasama untuk mencapai tujuan
bersama. Pembinaan professional adalah usaha memberi bantuan kepada guru untuk
memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan mengajar, dan menumbuhkan
sikap professional sehingga para guru lebih ahli dalam mengelola KBM dalam
membelajarkan anak didik.

14 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n
BAB III

PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan isi
 Jurnal Utama
Pada jurnal utama, yang dibahas adalah penelitian terhadap
profesionalisme guru SMA di Kota Malang secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan
untuk menjelaskan:
(1) Pengaruh profesionalisme guru terhadap kinerja guru ekonomi,
(2) Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru ekonomi,
(3) Pengaruh profesionalisme guru dan motivasi kerja terhadap kinerja guru
ekonomi.
Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksplanasi. Subjek penelitian ini
adalah seluruh guru ekonomi di SMA Se-kota Malang yang berjumlah 82 orang.
Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa hasil dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa sebagian besar guru ekonomi di SMA sekota Malang memiliki
tingkat keprofesionalan yang sangat tinggi, terbukti dengan mayoritas 80,52% guru
memiliki skor sangat tinggi. Sedangkan sebagian kecil responden yakni sekitar 19,48%,
memiliki tingkat keprofesionalan yang tinggi. Sehingga, secara keseluruhan rata-rata
tingkat keprofesionalan guru tergolong dalam klasifikasi tinggi.

 Jurnal Pembanding 1
Dalam jurnal pembanding 1 ini, yang menjadi topik pembahasan adalah
upaya profesionalisme guru dalam meningkatkan sumber daya manusia. Penelitian
yang dilakukan oleh penulis artikel ini bersifat deskriptif, yaitu deskriptif yang
memusatkan perhatiannya pada prinsip umum yang mendasari perwujudan satuan-
satuan gejala yang ada dalam kehidupan manusia, atau pola-pola (Rahmat, 2016).
Hasil dari penelitian dalam jurnal ini menunjukkan bahwa berdasarkan dari
papapran di atas dapat disimpulkan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh
kualitas sumber daya manusia dari pada kekayaan sumber daya alam.Untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia diperlukan pendidikan yang berkualitas.
Peningkatan kualitas pendidikan ditentukan 3 komponen yaitu in put, proses dan out put.
Adapun in put terdiri dari pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik(in put pola

15 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n
rekruitmen pendidik dan tenagapendidik), pengalaman guru dalam mengajar dan
pengembangankompetensi serta peserta didik. Adapun proses bisa dilihat bagaimana
pendidik melakukan proses pembelajaran dan tenaga kependidikan mendukung proses
pembelajaran tersebut serta peserta didik yang dapat memahami proses pembelajaran
yang di sampaikan, barulah dapat diketahui akankualitas out put dari lembaga
pendidikan tersebut.
Rekomendasi yang bisa diberikan terhadap profesionalisme guru dalam
pengembangan kualitas sumber daya manusia hendaknya dilaksanakan secara
sungguhsungguh. Selama pemerintah tidak sungguhsungguh mewujudkan
profesionalisme guru dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia, bisa
dipastikan bahwa mutu pendidikan stagnan dan bahkan menurun dalam
pengembangan kualitas sumber daya manusia.

 Jurnal Pembanding 2
Jurnal pembanding 2 ini membahas mengenai profesionalisme guru SD.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengembangan kemampuan guru
disesuaikan dengan tingkat dan jenjang pendidikan. Pada hakekatnya pembinaan
kemampuan professional guru ditekankan pada tiga kemampuan dasar, yaitu:
kemampuan profesi, kemampuan pribadi dan kemampuan sosial. 1) Kemampuan Profesial
(Profesial Comptency) Kemampuan yang harus dimilki guru sekolah dasar dalam proses
belajar mengajar. Guru mempunyai tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa
untuk mencapai tujuan pengajaran. Untuk itu guru dituntut untuk mampu
menyampaikan bahan pengajaran. Guru harus selalu menguasai dan memperluas materi
pelajaran dan memperluas materi pelajaran yang akan disajikan. Hal ini dapat dicapai
dengan banyak membaca dan mengikuti perkembangan yang berhubungan dengan hal
tersebut . sebenarnya guru sebagai nara sumber pelajaran yang harus selalu siap dalam
proses belajar mengajar. Guru didituntut untuk dapat menciptakan situasi belajar yang
dapat mendorong siswa untuk mau belajar.

3.2 Kelebihan dan Kekurangan Jurnal

1) Jurnal Utama

Kelebihan:

 Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku namun mudah dimengerti.


 Metode penelitian yang digunakan lengkap penjelasannya secara rinci.
16 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n
Kekurangan:

 Artikel ini sederhana dan masih termasuk jurnal lokal.

2) Jurnal Pembanding 1

Kelebihan:

 Penulisaan baik, spasi yang digunakan tepat. Sehingga memudahkan pembaca


untuk membacanya.
 Sudah sesuai dengan EyD.
 Mudah dipahami.

Kelemahan:
 Warna font terlalu datar.
 ISSN nya tidak ada.

3) Jurnal Pembanding 2

Kelebihan:

 Materi yang disajikan lebih rinci dan penjelasan yang diberikan cukup mudah

untuk dipahami.

 Metode penelitiannya bagus mudah dimengerti.

Kelemahan:

 Materi yang disajikan hanya seputar profesionalisme guru SD saja, tidak

membahas keguruan secara luas.

 Banyak sekali kutipan dari para ahli.

17 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n
BAB IV
PENUTUP

1.1 Kesimpulan

Guru adalah profesi yang sangat terpuji karena untuk mendapatkan profesi
tersebut dibutuhkan pendidikan serta pelatihan yang tepat. Dalam ruang lingkupnya
guru harus memiliki empat kompetensi yang melakat guna untuk mendukung proses
pembelajaran. Empat kompetensi itu yaitu; kompetensi kepribadian, kompetensi
pendagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Semuanya itu dalam satu
cakupan yang harus diembannya.

Menjadi guru yang profesional bukan hal yang mudah, guru tersebut harus
terus melatih dirinya yaitu bisa dengan mengikuti seminar ataupun pelatihan untuk
menambah kemampuan akan proses pembelajaran yang baik.

1.2 Rekomendasi

Bagi pembaca sebaiknya saya merekomendasikan untuk mengkaji lebih lanjut

ketiga jurnal tersebut, dan saya berpendapat bahwa tidak cukup bagi kita untuk

menggunakan ketiga artikel tsb untuk memperdalam mengenai profesi kependidikan

ini.

18 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Anggia Tiara., 2015. Pengaruh Profesionalisme Guru Dan Motivasi Kerja Terhadap

Kinerja Guru Ekonomi Sma Se-Kota Malang : Universitas Muhammadiyah Metro.

Lampung.

Yusutria,2017. Profesionalisme Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya

Manusia : STKIP PGRI Sumatera Barat. Sumatera Barat

Supriadi, Oding., 2009. Pengembangan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar : Universitas


Negeri Medan. Medan.

19 | C J R P r o f e s i P e n d i d i k a n