Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOLOGI UMUM
“PENGGUNAAN MIKROSKOP”

Oleh
Nama : Vania Robiatul Adawiyah
NIM : 180210102001
Kelompok : II (Dua)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019
I JUDUL
Penggunaan Mikroskop
II TUJUAN
2.1 Memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara
peenggunaannya
2.2 Mempelajari cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di
bawah mikroskop
III DASAR TEORI
Penggunaan lup umtuk mengamati benda-benda kecil ada
batasnya.jika kita menggunakan lup yang berjarak fokus kecil untuk
mendapatkan perbesaran yang lebih besar,bayangan yang diperoleh tidak
sempurna,untuk itu diperlukan mikroskop.Dengan memakai mikroskop
kita dapat mengamati benda atau hewan renik,seperti bakteri dan virus
yang tidak dapat dilihat mata secara langsung ataupun dengan memakai
lup.Jens mikroskop mutakhir yang sudah dibuat manusia adalah
mikroskop elektron(Suwarna,2010:99)
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil
untuk dilihat secara kasat mata. Kata mikoskop berasal dari bahasa Yunani
yaitu micros yang artinya kecil. dan scopein yang artinya melihat.
Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh
laboratorium untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil
(mikroskopis)' Mikroskop ditemukan oleh Antonie Van Leeuwenhoek,
dimana sebelumnya sudah ada Robert Hook dan Marcello Malphigi yang
mengadakan penelitian melalui lensa yang sederhana. Lalu Antony Van
Leuwenhoek mengembangkan lensa sederhana itu menjadi lebih kompleks
agar dapat mengamati protozoa, bakteri dan berbagai makhluk kecil
lainnya. Setelah itu pada sekitar tahun 1600 Hanz dan Z Jansen telah
menemukan mikroskop yang dikenal dengan mikroskop ganda yang lebih
baik daripada mikroskop yang dibuat oleh Antony Van
Leuwenhoek(Mahartini,2018:1)
Mikroskop merupakan salah satu peralatan yang
dibutuhkan di Laboratorium IPA.Alat ini biasanya digunakan untuk
melakukan kegiatan pengamatan terhadap benda-benda yang berukuran
mikroskopis, baik benda diam maupun mikroorganisme yang dapat
bergerak.Kegiatan pengamatan menggunakan mikroskop terhadap benda
/mikroorganisme baik yang tidak bergerak maupun bergerak ,
membutuhka keahlian, kecermatan, kesabaran dan ketelitian serta
konsentrasi yang tinggi.Kesulitan. menemukan obyek yang diamati,
seringkali membuat seorang pengamat menjadi putus asa,sehingga
mengakhiri aktivitasnya tanpa hasil yang sesuai dengan tujuan
pengamatan.Kelelahan mata ketika melakukan pengamatan dengan
menggunakan mikroskop cahaya merupakan hal yang biasa dan sering
dialami oleh para pengamat.Ditemukannya mikroskop elektron yang
mampu memperbesar obyek pengamatan hingga 1.000.000x (1000x dari
perbesaran mikroskop cahaya biasa),mempermudah kegiatan
pengamatan terhadap benda-benda mikroskopis, bahkan dapat
melihat bagian-bagian yang ada di dalamnya secara detail.
Penemuan ini sangat membantu penelitian di
laboratorium(Sadina,2017:174)
Proses transfer pengetahuan mengenai mikroskop dan keterampilan
penggunaan mikroskop dapat dipercepat dengan menggunakan metode,
media, dan pelatihan. Dalam hal ini metode yang dianggap tepat adalah
pengenalan dan pelatihan dengan cara ceramah, diskusi, demonstrasi,
pelatihan dan metode, serta pendampingan. Seluruh kegiatan pengenalan
dan pelatihan penggunaan serta pemeliharaan mikroskop di laboratorium
IPA dengan melibatkan guru-guru IPA di tingkat MTs wilayah kabupaten
Tasikmalaya dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan pembelajaran
IPA. Metode ini dilakukan dengan tujuan sosialisasi/diseminasi mengenai
berbagai macam jenis mikroskop terutama dalam hal penggunaan dan cara
perawatan mikroskop. Dengan hal ini tentu saja diharapkan guru IPA
dapat meningkatkan pengetahuan mengenai mikroskop serta
meningkatkan keterampilan menggunakan mikroskop serta pemeliharaan
mikroskop di laboratorium IPA dalam menunjang kegiatan belajar
mengajar mata kuliah IPA ataupun Biologi(Suprapto,et al.2018:43)
Dalam pembelajaran materi alat optik tentang mikroskop, siswa
mengamati sebuah benda kecil. Secara umum, komponen utama
mikroskop optik terdiri dari lensa obyektif dan lensa okuler. Lensa
obyektif berfungsi membentuk bayangan riil obyek yang diamati.
Bayangan riil tersebut kemudian jatuh di depan lensa okuler yang jaraknya
lebih kecil dari fokus lensa okuler, sehingga terbentuk bayangan maya
(Malacara, 1998)(Alfian,et al.2017:33)
IV METODE PRAKTIKUM

4.1 Alat dan Bahan

4.1.1 Alat

1. Mikroskop
2. Gelas obyek
3. Gelas penutup

4.1.2 Bahan

1. Potongan huruf “d” atau “b”

4.2 Skema Kerja

4.2.1 Penggunaan mikroskop

Membuka selubung mikroskop dan mencolokkan kabel


mikroskop pada stop kontak

Menekan tombol on/off pada mikroskop untuk


menyalakan lampu sebaga sumber cahaya
Mengatur perbesaran lubang diafragma,pastikan lampu
menyala sesuai kebutuhan cahaya saat itu

Meletakkan preparat yang akan diamati diatas meja


obyek dan menjepit preparat agar tidak bergeser

Mengatur meja objek dengan menggeser ke kanan atau


kiri dan depan atau belakang agar preparat tepat berada
di tengah sumber cahaya

Mengamati preparat dengan perbesaran lensa objektif


paling lemah dulu dan menaik turunkan tubus
menggunakan makrometer atau mkrometer untuk lebih
memfokuskan pengamatan pada preparat

Mengatur bagian-bagian mikroskop seperti keadaan


awal setelah melakukan pengamatan

4.2.2 Pengamatan potongan huruf “ b” atau “d”

Meletakkan potongan huruf “d” atau “b” pada gelas


obyek dan tutuplah perlahan-lahan dengan gelas
penutup,lalu mengamati preparat dengan menggunakan
perbesaran lensa obyektif lemah
Membandingkan letak bayangan dengan letak obyek
yang diamati,(letak bayangan sama atau terbalik?apakah
bayangan tersebut merupakan bayangan cermin?)
menggambar bayangan tersebut!

Sambil memandang ke dalam okuler,menggeser


preparat dari kiri ke kanan(ke arah mana bayangan
bergeser? Dan kemana kah bayangannya jika preparat di
geser ke belakang?)

Menggambar dan menuliskan hasil pengamatan yang di


amati

V HASIL PENGAMATAN

1. Pengamatan potongan huruf “d” dan “b”


Potongan huruf “d” Potongan huruf “d”

Perbesaran 4 x 10 Perbesaran 4 x 10

Gambar hasl pengamaatan Gambar hasl pengamatan


Bayangan yang terbentuk Bayangan yang terbentuk
maya,terbalik dan diperbesar maya,terbalik dan diperbesar

VI PEMBAHASAN
Mikroskop berasal dari (bahasa yunani=micron=kecil dan
scopos=tujuan) .jadi,mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat obyek
yang sangat kecil.Artinya,mkroskop adalah sebuah alat optik yang dapat
membesarkan suatu benda ataupun bentuk makhluk hidup berupa
organisme yang sangat kecil.Mikroskop merupakan alat optik yang
berguna untuk mengamati organisme-organisme kecil yang tidak bisa di
lihat dengan mata manusia seperti virus,bakteri dan sebagainya.Ada juga
yang menyatakan jika mikroskop merupakan alat optik yang terdiri dari
satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari
sebuah benda yang ditaruh dibidang fokal dari lensa tersebut.
Dalam mikroskop elektron terdapat beberapa bagian dimana setiap
bagian memiliki fungsi yang berbeda.Gambar berikut merupakan gambar
mikroskop elektron beserta bagian-bagiannya:

1. Lensa okuler adalah bagian mikroskop yang menghasilkan


bayangan maya, tegak dan diperbesar dari lensa obyektif. Lensa
okuler adalah jenis lensa pada mikroskop yang berfungsi untuk
memperbesar dan membalik bayangan yang dihasilkan oleh lensa
obyektif.
2. Revolver pemutar lensa obyektif berguna untuk menyesuaikan
perbesaran benda objektif yang dinginkan.
3. Lensa obyektif Lensa obyektif adalah bagian mikroskop yang
menghasilkan bayangan nyata, terbalik dan diperbesar.
4. Pengatur fokus kasar(makrometer) berfungsi menghasilkan image
atau bayangan yang fokus alias memperjelas gambar.
5. Pengatur fokus halus(mkrometer) berfungsi menghasilkan image
atau bayangan yang fokus alias memperjelas gambar.
6. Meja preparat berfungsi sebaga tempat meletakkan
preparat(pengamatan) atau objek yang akan diamati.
7. Iluminator berfungsi sebagai sumber cahaya/penerangan pada
mikroskop.
8. Diafragma berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya
cahaya(intensitas cahaya) yang diarahkan pada preparat.
9. Pengatur letak preparat berfungsi untuk mengatur tempat yang pas
untuk preparat.
10. Kondensor berfungsi untuk mengumpulkan dan memfokuskan
cahaya dari iluminator ke spesimen yang diiamati.
11. Tabung lensa sebagai alat yang menghubungkan antara lensa
obyektif dan lensa okuler.
Cara kerja mikroskop ini adalah dengan cara gambar yang dihasilkan
dibuat berdasarkan deteksi elektron baru(elektron sekunder)atau
elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan
sampel tersebut dipndai dengan sinar elektron.Elektron sekunder atau
elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat
sinyalnya,kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi
gelap terang pada layar monitor CRT(Chatode Ray Tube).Dilayar CRT
inilah gambar struktur objek yang sudah dperbesar bisa dilihat.
Dalam kehidupan kita terdapat beberapa jenis-jenis
mikroskop.Berdasarkan sumber cahaya dan jenis alat pembesarnya,
mikroskop dibagi menjadi dua,yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop
elektron.
a. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya menggunakan lensa dari kaca untuk
memperbesar penampilan suatu benda. Sumber cahaya mikroskop
ini dapat berasal dari cahaya matahari atau cahaya
lampu.Mikroskop cahaya mampu memperbesar bayangan suatu
benda sampai 1.000 kali ukuran benda aslinya. Mikroskop cahaya
yang sering digunakan dalam pengamatan di sekolah-sekolah
memiliki beberapa jenis. Terdapat tiga jenis mikroskop cahaya,
yakni mikroskop monokuler,mikroskop binokuler, dan mikroskop
stereo.
 Mikroskop monokuler yaitu mikroskop yang hanya memiliki
satu lensa yang dimiliki saja. Alat ini berfungsi hanya fokus
kedalam sebuah sel yang detail untuk diamati. Cahaya yang
dipancarakan oleh mikroskop monokuler bekerja untuk
mengamati dalam isi sel, cahaya yang dipancarkan pada
mikroskop monokuler berasal dari lampu.
 Mikroskop binokuler adalah jenis mikroskop menggunakan 2
lensa okuler. Binokuler berasal dari kata bi dan okuler. Bi
bermakna 2 (dua), sedangkan okuler yaitu jenis lensa yang
dekat mata. Untuk lensa yang dekat dengan obyek (benda)
yang diamati disebut dengan lensa obyektif.
 Mikroskop stereo atau bisa disebut juga mikroskop
stereoskopik, adalah alat optik yang berbeda dari jenis lain dari
mikroskop dalam instrumentasi dan prinsip kerja. Seperti kita
semua sadar, mikroskop biasa memiliki satu lensa mata dan
satu lensa objektif. Dalam bertentangan dengan ini, kerja
mikroskop stereo melibatkan dua set sistem optik, yang pada
gilirannya hasil dalam pembentukan dua jalur cahaya yang
berbeda. Tujuan dari konfigurasi lensa adalah untuk
menciptakan gambar tiga dimensi yang lebih jelas.
b. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron mampu memperbesar bayangan suatu benda
hingga ratusan ribu kali ukuran benda aslinya. Mikroskop elekron
tidak menggunakan cahaya untuk mendapatkan bayangan benda,
tetapi menggunakan berkas elektron.
Selain mikroskop cahaya dan elektron juga terdapat jenis-jenis
mikroskop sebagai berikut :

1. Mikroskop Ultraviolet
Merupakan suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa,
karena cahay ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih
pendek daripada cahaya yang dapat dilihat.Penggunaan cahaya
ultraviolet untuk pencahayaan dapat meningkatkan daya pisah
menjadi 2 kali lipatdaripada mikroskop biasa. Cahaya ultraviolet
tidak dapat dilihat oleh mata, bayangan benda harus direkam pada
piringan peka cahaya (Photografi Plate) karena menggunakan lensa
kuat.

2. Mikroskop Pender
Mikroskop Pender (FlourensceneMicroscope) digunakan
untuk mendeteksi benda asing (antigen) seperti bateri atau virus
dalam jaringan.Mikroskop medan magnet digunakan untuk
mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang
hamper mendekati batas daya mikroskop majemuk. Mikroskop
medan gelap berbeda dengan cahaya majemuk dalam hal
kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas
cahaya yang dapat dilihat.

3. Mikroskop Fase Kontras


Digunakan untuk mengamati benda-hidup dalam keadaan
alamiah dengan tidak memberi warna dalam keadaan hidup
sehingga pada mikroskop fase kontras memiliki susunan filter dan
diafragma yang akan mengubah perbedaan fase( Tidak dapat
ditangkap oleh mata) menjadi perbedaan perbedaan dalam terang
yaitu daerah-daerah terang dan bayangan yang dapat ditangkap
oleh mata.

Sifat bayangan pada mikroskop ditentukan oleh 2 lensa, yaitu


lensa obyektif dan lensa okuler. Bayangan yang dihasilkan oleh benda
haruslah terletak antara jarak titik dekat dan titik jauh mata agar dapat
diamati dengan jelas. Biasanya mikroskop dipergunakan untuk
mengamati benda dengan kecil, maka benda yang dimat iharuslah
terletak sedekat mungkin dengan lensa objektif, agar sudut penglihatan
oleh lensa objektif menjadi sebesar mungkin. Hal ini, berarti bahwa
jarak fokus lensa objektif mikroskop harus sekeci mungkin. Jarak
fokus sekecil ini dapat diperoleh dengan menggunakan sistem lensa
sebagai lensa objektif mikroskop. Di samping itu, dengan
menggunakan sitem lensa, abrasi dapat dikurangi. Karena lensa
objektif hanyalah membentuk bayangan nyata yang diperbesar, yang
kemudian diamati dengan lensa okuler. Sesuai dengan sifat bayangan
yang dihasilkan oleh lensa objektif yaitu maya, terbalik, dan diperbesar
maka bayangan yag dioeroleh tidak akan sama dengan aslinya.
Bayangan benda yang sebenarnya yaitu maya, terbalik, diperbesar.

VII PENUTUP
7.1 Kesimpulan
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang sangat
kecil. Artinya,mkroskop adalah sebuah alat optik yang dapat
membesarkan suatu benda ataupun bentuk makhluk hidup berupa
organisme yang sangat kecil.Terdapat beberapa jenis mikroskop yang
digunakan oleh manusiadiantaranya adalah jika menurut sumber
cahaya dan alat pembesarannya yaitu mkroskop cahaya(yang dii
dalamnya terdapat tiga jenis yaitu mikroskop
monokuler,binokuler,dan stereo) dan mikroskop elektron.Ada juga
mikroskop ultraviolet,pender,dan mikroskop fase kontras.
7.2 Saran
7.2.1 Praktikan dapat lebih mempersapkan diri lagi untuk mengikuti
kegiatan praktikum
7.2.2 Praktikan dapat lebih baik lagi dalam mengerjakan laporan hasil
praktikum
DAFTAR PUSTAKA

Alfian,Yulianto,Agus,Subali,Bambang.2017. Desain Alat Peraga Digital Image


Creator For Optical Microscope (DIGICOM) dalam Pembelajaran IPA
untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa. Unnes Physics Education
Journal.6(3:33).

Mahartini , Ni Nyoman. 2018. Mikroskop . Denpasar: Departemen Patologi Klnis


Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Sadina.2017.Mengubah Mikroskop Cahaya Menjadi Mikroskop Digital


Multimedia Dengan Menggunakan Software IM Magician 4TEACH
software. Jurnal Kelitbangan.02(02:174).

Suprapto,Purwanti K,Ali, Mufti,Nuryadin,Egi.2018. Pelatihan Penggunaan Dan


Pemeliharaan Mikroskop Bagi Guru-Guru IPA Madrasah Tsanawiyah
(MTs) Di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya.Jurnal Pengabdian
Siliwangi.4(1:44).

Suwarna,Iwan P. 2010. Optik. Bogor: Duta Grafika.


LAMPIRAN

 Gambar potongan huruf “b” dan “d”

Anda mungkin juga menyukai