Anda di halaman 1dari 5

PENYAKIT KETIDAK BERSIHAN REPRODUKSI

Sistem reproduksi pada manusia rentan mengalami masalah berupa penyakit,


kelainan, juga gangguan. Penyakit sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor,
meliputi virus, bakteri, tumor atau memang karena disfungsi organ reproduksi yang
disebabkan oleh zat-zat kimia yang masuk dalam tubuh.

Penyakit reproduksi adalah penyakit yang terjadi pada organ-organ reproduksi. Organ-organ
reproduksi wanita meliputi sel telur, ovarium, tuba fallopi, uterus dan vagina. Organ
reproduksi pria terdiri dari sperma, testis, epididimis, vas deferens, uretra, dan penis.

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita


1. Vaginitis
Vaginitis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita dengan kondisi vagina yang
mengalami infeksi. Infeksi pada vagina disebabkan oleh beberapa jenis mikroorganisme,
yaitu seperti bakteri, jamur, dan parasit.

Penyakit pada sistem reproduksi ini bisa menyerang vagina langsung atau melalui perineum.
Penyakit vaginitis bisa disebabkan oleh jamur Candida Albicans, bakteri Gardnerella, parasit
Trichomonas Vaginalis, dan virus.

Penderita vaginitis memiliki beberapa gejala yang bisa diamati. Beberapa gejala penyakit
vaginitis seperti nyeri hebat pada vagina, disuria, pruritas di vulva, ruam bibir vagina, edema
vukva, vagina bau busuk, dan perdarahan vagina.

2. Condiloma Accuminata

Condiloma Accuminata adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita yang disebabkan oleh
virus yang tak asing lagi. Virus yang dimaksud adalah virus Human Papiloma.

Virus tersebut juga merupakan virus penyebab kutil. Wanita yang mengalami penyakit
condiloma accuminata sebaiknya segera diobati. Hal ini dikarenakan obat condiluma
accuminta bisa berkembang menjadi kanker pada organ lainnya seperti rahim wanita.
3. Kanker ovarium

Kanker ovarium juga termasuk ke dalam penyakit pada sistem reproduksi wanita. Penyakit
ini berawal dari kista ovarium yang merupakan tumor jinak dan kecil di dalam rahim.

Kista ovarium yang paling sering terjadi adalah kista dermoid, kista lutein, dan kista cokelat.
Tumor jinak atau kista ovarium tersebut lambat laun akan berkembang menjadi semakin
besar dan ganas yang menjadi kanker ovarium.

Tumor ganas ovarium (kanker ovarium) dengan ukuran besar dapat menyebabkan kelainan
letak janin. Penyebab penyakit kanker ovarium disebabkan oleh gaya hidup yang keliru,
asupan, kurang olahraga, dan lainnya. Berhati-hatilah kamu jika memiliki siklus menstruasi
yang tidak teratur karena itu merupakan gejala dari penyakit kanker ovarium.

4. Kanker serviks

Kanker serviks adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita yang juga umum terjadi.
Penyakit ini disebabkan karena adanya sel-sel abnormal yang tumbuh pada lapisan epitel
serviks. Sel abnormal tersebut akan terus tumbuh dengan ganas.

Hal tersebut membuat jaringan yang ada di sekitar leher rahim jadi kurang berfungsi.
Pengobatan kanker serviks umumnya dilakukan dengan mengangkat rahim, oviduk, ovarium,
sepertiga dari vagina (bagian atas).

5. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu penyakit pada sistem reproduksi wanita. Meski pria juga
memiliki payudara, namun penyakit yang satu ini lebih rentan menyerang wanita sebab
jaringan lemak pada payudara wanita jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pria.
Penyakit Pada Sistem Reproduksi Pria
6. Prostatitis

Penyakit pada sistem reproduksi pria yang umumnya sering terjadi adalah prostatitis.
Prostatitis adalah penyakit pada sistem reproduksi pria di mana kelenjar prostat mengalami
infeksi.

Penyebab dari prostatitis adalah bakteri. Bakteri yang menginfeksi kelenjar prostat pria
adalah E. coli, Klebsiella, dan Proteus. Pria yang mengalami prostatitis akan memiliki
beberapa gejala seperti sulit ejakulasi, gagal ereksi, disuria, dan demam.

7. Epididimitis

Penyakit pada sistem reproduksi pria yang disebabkan karena adanya infeksi pada organ
reproduksi pria. Penyakit tersebut adalah epididimitis. Epididimitis adalah kondisi di mana
bagian epididimis mengalami peradangan.

Beberapa bakteri yaitu Chlamydia trachomatis, E. coli, dan Neisseria gonorrhoeae adalah
jenis bakteri yang sering menyebabkan penyakit epididimitis. Penyakit ini sering menimpa
para pria yang suka berganti-ganti pasangan seks.

Ada beberapa gejala dari penyakit epididimitis, yaitu nyeri pada testis, ada darah di dalam
sperma, sakit saat ejakulasi, nyeri pada testis, dan disuria.

8. Sifilis

Penyakit pada sistem reproduksi lainnya adalah sifilis. Penyakit sifilis juga biasa disebut ‘raja
singa’. Sifilis bisa terjadi karena aktivitas seksual. Selain itu, bisa juga karena transfusi darah.
Bakteri yang menyebabkan sifilis adalah bakteri Reponema Pallium.

9. Gonorhea

Gonorhea atau kencing nanah juga merupakan penyakit reproduksi pria yang sering terjadi.
Penyebab dari gonorhea adalah bakteri Neisseria Gonorrheae. Penyakit ini ditularkan melalui
aktivitas seksual yang bebas dan menyimpang.
10. Hipogonadisme

Penyakit pada sistem reproduksi lainnya pada pria adalah hipogonadisme. Hipogonadisme
adalah kondisi di mana testis pria tidak dapat memproduksi hormon testosteron yang cukup.
Masalah ini bisa dialami sejak janin berkembang di perut.

3 Faktor Utama yang Sebabkan Munculnya Keputihan

Keputihan sejatinya menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi pada kaum
perempuan. Keputihan dapat berpengaruh pada kesehatan vagina karena ketidakseimbangan
pH yang terjadi di dalamnya.

Padahal, kesehatan vagina menjadi hal yang perlu diperhatikan secara baik dan teliti.
Pasalnya, organ kewanitaan ini sangat berpengaruh pada kesehatan, kehidupan seks, dan
memiliki peran penting pada kesuburan.

Dalam penjelasan dr. Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia, tiga dari
empat perempuan, pernah mengalami masalah kewanitaan seperti keputihan.

“Area kewanitaan itu harus memiliki pH antara 3.8 - 4.2 ditingkat asam. Keputihan yang
normal, akan berbentuk lendir, tidak berbau, tidak gatal, dan jumlahnya tidak banyak,” jelas
Mery saat ditemui kumparanSTYLE (kumparan.com) di Glass House, Ritz-Carlton Hotel,
Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Namun, beberapa keputihan dapat sebabkan bau tak sedap, menyebabkan iritasi, rasa sakit
saat berhubungan seks, sakit saat buang air kecil, bahkan hingga pendarahan ringan.

Dalam penjelasan dr. Mery, keputihan dapat disebabkan beberapa hal, antara lain:

1. Bakteri

Ilustrasi Organ Reproduksi Wanita (Foto: thinsktock)


Keputihan yang disebabkan oleh bakteri, memiliki bau yang sangat dominan dan cenderung
amis.
“Di beberapa kasus, bahkan keputihan akibat bakteri ini bisa menyebabkan nyeri saat
berhubungan seksual,” jelas dr. Mery.

Tekstur keputihan yang diakibatkan oleh jamur akan berwarna putih seperti susu dan terasa
kental saat dipegang.

Infeksi jamur ini sangat umum terjadi di negara tropis seperti indonesia karena lingkungan
vagina yang lembap menjadi tempat terbaik untuk jamur berkembang biak.

“Itulah mengapa, kita harus pastikan vagina selalu dalam keadaan kering,” tambah dr. Mery.

3. Trikomoniasis
Vagina Terasa Sakit (Foto: Thinkstock)
Keputihan yang diakibatkan oleh penyakit menular seksual karena parasit bernama
Trichomonas vaginalis (TV) ini tidak memiliki gejala khusus. Namun, keputihan yang
dihasilkan akan berwarna kuning kehijauan.

Jika dicek secara detail di bawah mikroskop, maka akan ada bintik-bintik berwarna
kemerahan.

Keputihan ini dapat terjadi karena ekosistem vagina yang tidak baik. Mulai dari merokok,
kebersihan yang kurang dijaga, penggunaan kontrasepsi, antibiotik yang berlebihan,
gangguan hormonal, pola makan, hingga celana dalam yang berbahan nylon, bisa menjadi
penyebab terjadinya keputihan.