Anda di halaman 1dari 9

KANKER SERVIKS

PANDUAN PRAKTIK
KLINIS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
(PROSEDUR)
……………. ………… 1/9
Tanggal terbit Ditetapkan
Direktur,

(dr. H. L. Hamzi Fikri, MM)


…………………… NIP. 197406212002121007
Kanker serviks adalah penyakit ganas pada serviks uterus yang
PENGERTIAN disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV) grup onkogenik
risiko tinggi; terutama HPV 16 dan 18 serta filogeniknya. Lebih dari 95%
kanker serviks adalah tipe epithelial yang terdiri atas jenis karsinoma sel
skuamosa dan adenokarsinoma.
ANAMNESIS GejalaKlinis:
Pada stadium awal belum timbul gejala klinis yang spesifik.
1. Keputihan berulang berbau dan bercampur darah.
2. Perdarahan sesudah bersenggama yang kemudian berlanjut dalam
bentuk metroragia, menoragia, dan menometroragia.
3. Perdarahan spontan dan nyeri panggul - menjalar ke pinggul dan
paha: Pada stadium lanjut, saatsel kanker invasif ke parametrium
dan jaringan di rongga pelvis.
4. Nyeri berkemih
5. Kencing berdarah
6. Perdarahan dari dubur.
7. Edema tungkai bawah : Apabila sudah ada metastasis ke KGB
inguinal
8. Uremia: Jika sudah ada incasi dan metastasis yang dapat menyumbat
ureter distal
PEMERIKSAAN Inspeksi, Inspekulo, Palpasi
FISIK

1
KANKER SERVIKS
PANDUAN PRAKTIK
KLINIS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
(PROSEDUR)
……………. ………… 2/9
Tanggal terbit
Ditetapkan
Direktur,

(dr. H. L. Hamzi Fikri, MM)


……………………
NIP. 197406212002121007
Diagnosis ditegakkan atas dasar:
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan klinik : inspeksi, Inspekulo, palpasi,
3. Pemeriksaan Penunjang: Biopsi, sistoskopi, rektoskopi, IVP, foto
toraks, USG,CT/PET-Scan, dan MRI
Kecurigaan metastasis ke kandung kemih dan rektum dilakukan
pemeriksaan sistoskopi dan rektoskopi (clinical staging). Bila
didapatkan pembesaran KGB inguinal atau supraklavikula, dapat
dilakukan FNAB
4. Histopatologi spesimen biopsi serviks (saat operasi): surgical
staging
KRITERIA
DIGNOSIS Penentuan Stadium
Stadium kanker serviks didasarkan kriteria FIGO 2009
Stadiu Keterangan
m
IA Kedalaman invasi < 5 mm dan penyebaran horisontal
maksimal <7 mm
IA1 Kedalaman invasi < 3mm
IA2 Kedalaman invasi 3-5 mm
IB Lesi lokal lanjut, namun terbatas pada serviks
IB1 Lesi kurang atau sama 4 cm
IB2 Lesi lebih dari4 cm

2
KANKER SERVIKS
PANDUAN PRAKTIK
KLINIS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
(PROSEDUR)
……………. ………… 3/9
Tanggal terbit
Ditetapkan
Direktur,

(dr. H. L. Hamzi Fikri, MM)


……………………
NIP. 197406212002121007
II Lesi keluar melewati uterus namun belum mencapai
dinding pelvis atau mencapai 1/3 distal vagina
II A Tanpa invasi ke parametrium
II A 1 Lesi yang tampak ≤ 4 cm
II A 2 Lesi yang tampak > 4 cm
II B Dengan penyebaran k parametrium
III Tumo menyebar sampai dinding panggul dan atau
KRITERIA mencapai 1/3 bawah vagina dan atau menyebabkan
DIAGNOSIS
hidronefrosis/ kerusakan ginjal.
IIIA Tumor mencapai 1/3 dis al dinding vagina, namun belum
mencapai dinding panggul
III B Penyebaran sampai dinding panggul dan atau terdapat
hidronefrosis dan kerusakan ginjal
IVA Penyebaran ke organ sekitar
IVB Penyebaran jauh
-
DIAGNOSIS KERJA
Kanker endometrium (terutama stadium II)
DIAGNOSIS
BANDING Servisitis kronis.
Biopsi, sistoskopi,rektoskopi,IVP, foto toraks, USG,CT/PET-Scan, dan
MRI
PEMERIKSAAN Kecurigaan metastasis ke kandung kemih dan rektum dilakukan
PENUNJANG
pemeriksaan sistoskopi dan rektoskopi (clinical staging). Bila didapatkan
pembesaran KGB inguinal atau supraklavikula, dapat dilakukan FNAB

3
KANKER SERVIKS
PANDUAN PRAKTIK
KLINIS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
(PROSEDUR)
……………. ………… 4/9
Tanggal terbit
Ditetapkan
Direktur,

(dr. H. L.Hamzi Fikri, MM)


……………………
NIP. 197406212002121007
Stadium Penatalaksanaan
Stadium Konisasi (Cold and hot knife).
0/CIS Bila margin free, konisasi sudah adekuat pada yang
masih memerlukan fertilitas.
Bila tidak free margin re-konisasi.
Bila fertilitas tidak diperlukan histerektomi total
Bila hasil konisasi ternyata invasif, terapi sesuai
tatalaksana kanker invasif.
Stadium IA1 Konisasi (Cold Knife) bila free margin (terapi
(LVSI adekuat) apabila fertilitas dipertahankan.
negatif) (Tingkat evidens B)
Bila tidak free margin dilakukan rekonisasi atau
simple histerektomi.
Histerektomi Total apabila fertilitas tidak
dipertahankan.
TERAPI
Stadium IA1 Operatif. Trakelektomi radikal dan limfadenektomi
(LVSI pelvik apabila fertilitas dipertahankan.
positif) Bila operasi tidak dapat dilakukan karena
kontraindikasi medik dapat dilakukan radiasi.
Stadium Pilihan :
IA2, IB1, II 1.Operatif
A1 Histerektomi radikal dengan limfadenektomi pelvik.
(Tingkat evidens 1 / Rekomendasi A)
Radioterapi (RT)/ Kemoradiasi ajuvan kalau terdapat
faktor risiko yaitu metastasis KGB , metastasis
parametrium,batas sayatan tidak bebas tumor,deep
stromal invasion, LVSI dan faktor risiko lainnya.
Apabila hanya metastasis KGB saja, radiasi ajuvan
hanya EBRT.
Bila tepi sayatan tidak bebas tumor/closed margin,

4
KANKER SERVIKS
PANDUAN PRAKTIK
KLINIS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
(PROSEDUR)
……………. ………… 5/9
Tanggal terbit
Ditetapkan
Direktur,

(dr. H. L. Hamzi Fikri, MM)


……………………
NIP. 197406212002121007
pasca radiasi eksterna dilanjutkan dengan brakiterapi
ovoid 2 x 10 Gy
2. Non operatif
Radiasi (EBRT dan brakiterapi)
Kemoradiasi (Radiasi : EBRT plus kemoterapi
konkuren dan brakiterapi)
Stadium IB2 Pilihan :
dan IIA2 1.Neoajuvan kemoterapi (tiga seri) dilanjutkan
radikal histerektomi dan pelvik limfadenektomi.
IB2 dan IIA2 yang direncanakan operasi tanpa
kontraindikasi dilakukan kemoterapi neoajuvan
terlebih dahulu dan dilakukan nilai ulang paska
kemoterapi neoajuvan untuk operabilitasnya
2.Operatif histerektomi radikal dan pelvik
TERAPI limfadenektomi.
Pemberian radioterapi (RT)/ Kemoradiasi ajuvan
kalau terdapat faktor risiko yaitu metastasis KGB,
metastasis parametrium,batas sayatan tidak bebas
tumor,deep stromal invasion, LVSI dan faktor risiko
lainnya.
Pasien yang menolak operasi radiasi/kemoradiasi
definitif
Radiasi, atau kemoradiasi dengan cisplatin mingguan
atau kemoradiasi cisplatin-ifosfamide 3 mingguan.
Stadium IIB Pilihan :
1.Neoajuvan kemoterapi (tiga seri) dilanjutkan
radikal histerektomi dan pelvik limfadenektomi.
2.Radiasi atau Kemoradiasi

5
PANDUAN PRAKTIK KANKER SERVIKS
KLINIS
(PROSEDUR) No. Dokumen No. Revisi Halaman
……………. ………… 6/9
Tanggal terbit
Ditetapkan
Direktur,

(dr. H. L. Hamzi Fikri, MM)


……………………
NIP. 197406212002121007
Stadium Kemoradiasi
IIIA-IIIB Kemoterapi + radiasi
Catatan : Bila terdapat obstruksi ureter dilakukan
pemasangan DJ stent/nefrostomi dan hemodialisa.
Stadium IV Radiasi dan atau kemoradiasi mingguan/ 3
A mingguan
Radiasi 4000 cGY.
Respon (+) : Radiasi Eksterna dilanjutkan sampai 50
Gy ditambah BT 2x 850 cGy/ 3x700 cGy.
Respon (-) : Terapi dihentikan
Catatan : Bila terdapat obstruksi ureter dilakukan
pemasangan DJ stent/Nefrostomi dan hemodialisa.
Stadium IV Terapi Paliatif (radiasi pelvik / kemoterapi dapat
B dipertimbangkan)
1.Tumor Primer dilakukan evaluasi keluhan dan
TERAPI
gejala
2.Metastasis jauh
Terapi nyeri (analgetik step ladder, neural block)
Nutrisi
Spiritual
Pendidikan Keluarga.
Catatan :
Bila terdapat obstruksi ureter dilakukan pemasangan
DJ stent/Nefrostomi dan hemodialisa.
Bila terdapat efusi pleura dilakukan punksi atau
pemasangan WSD
Bila terdapat ascites dilakukan punksi ascites
Pasien dengan stadium <4, dan usia muda (< 40 tahun) sebaiknya
dilakukan transposisi ovarium.

6
PANDUAN PRAKTIK KANKER SERVIKS
KLINIS
(PROSEDUR) No. Dokumen No. Revisi Halaman
……………. ………… 7/9
Tanggal terbit
Ditetapkan
Direktur,

(dr. H. L. Hamzi Fikri, MM)


……………………
NIP. 197406212002121007
Penatalaksanaan kanker serviks rekurens :
- Pasca radikal histerektomi (residif lokal dapat diterapi dengan
pembedahan atau radiasi, residif sentral diterapi dengan radiasi,
residif jauh diterapi dengan radiasi atau kemoterapi)
TERAPI - Pasca radiasi ( residif lokal < 1 tahun diterapi sebagai terapi
paliatif, residif lokal> 1 tahun diterapi dengan radiasi)
Pasca kemoradiasi (residif lokal < 1 tahun diterapi sebagai terapi paliatif,
residif lokal> 1 tahun diterapi dengan radiasi)

- Faktor risiko: aktif secara seksual, usia lebih dari 30 tahun, merokok,
pasien dengan HIV dan gangguan system imun.
- Tanda dan gejala kanker serviks: perdarahan pervaginam abnormal,
spotting, perdarahan setelah hubungan seksual, tanda gejala kanker
stadium lanjut seperti nyeri, masalah berkemih, dan pembengkakan
kaki

EDUKASI - Papsmear adalah cara terbaik untuk mendeteksi sel-sel abnormal di


serviks. Setiap wanita yang sudah aktif secara seksual disarankan
untuk melakukan pemeriksaan setiap tahunnya (usia 21-29), dan
setiap 3 tahun bagi mereka yang berusia dibawah 21 tahun
- Rekomendasi ACOG : wanita dengan resiko rendah, dan dengan
hasil Papsmear negative selama 3 tahun berturut-turut dapat
melakukan skrining setiap 2-3 tahun

7
PANDUAN PRAKTIK KANKER SERVIKS
KLINIS
(PROSEDUR) No. Dokumen No. Revisi Halaman
……………. ………… 8/9
Tanggal terbit
Ditetapkan
Direktur,

(dr. H. L.Hamzi Fikri, MM)


……………………
NIP. 197406212002121007
Ad vitam : dubia ad bonam/malam

PROGNOSIS Adsanationam :dubia ad bonam/malam


Adfungsionam : dubia ad bonam/malam
1. Pedoman Pelayanan Medik Kanker Ginekologi, Kanker Serviks, ed-
2,2011, hal 19-28.
2. European Society Gyncology Oncology (ESGO), Algorithms for
management of cervical cancer, 2011.
3. Clinical Practice Guidelines in Oncology V.2.2013.
National Comprehensive Cancer Network.
4. Bloss JD, Blessing JA, Behrens BC, Mannel RS, Rader JS,
SoodAK,Markman M, Benda J. Randomized Trial of Cisplatin and
Ifosfamide With or Without Bleomycin in Squamous Carcinoma of
the Cervix: A Gynecologic Oncology Group Study. J Clin Oncol
KEPUSTAKAAN 20:1832-1837.
5. Bloss JD, Blessing JA, Behrens BC, Mannel RS, Rader JS, Sood
AK,Markman M, Benda J. Randomized Trial of Cisplatin and
Ifosfamide With or Without Bleomycin in Squamous Carcinoma of
the Cervix: A Gynecologic Oncology Group Study. J Clin Oncol
20:1832-1837.
6. Delgado G, Bundy B, Zaino R, Sevin BU, Creasman WT, Major F.
Prospective surgical-pathological study of disease-free Interval in
patients with stage IB squamous cell carcinoma of the cervix: A

Gynecologic Oncology Group Study. Gynecologic Oncology

8
PANDUAN PRAKTIK KANKER SERVIKS
KLINIS
(PROSEDUR) No. Dokumen No. Revisi Halaman
……………. ………… 9/9
Tanggal terbit
Ditetapkan
Direktur,

(dr. H. L.Hamzi Fikri, MM)


……………………
NIP. 197406212002121007
1990;38:352-7.Landoni F,Maneo A,Colombo A,Placa F,Milani
R,Perego P,Favini G,Ferri L, Mangioni C. Randomised study of
radical surgery versus radiotherapy for stage IB-IIA cervical cancer.
Lancet. 1997;350:535-40.
7. Pecorelli S: Revised FIGO staging for carcinoma of the vulva, cervix,
and endometrium. Int J Gynaecol Obstet 105 (2): 103-4, 2009.
8. Sedlis A, Bundy BN, Rotman M, Lentz S, Muderspach LI, Zaino R. A
randomized trial of pelvic radiation versus no further therapy in
KEPUSTAKAAN selected patient with stage IB carcinoma of the cervix after radical
hysterectomy and pelvic lymphadenectomy: a Gynecologic Oncology
Group study. Gynecol Oncol 1999; 73: 177-83.
9. ACOG. Protect and Detect: What women should know about cancer.
10. Cancer Research UK. Webpage address: http:
//www.cancerresearchuk.org/cancer-help/type/cervical-
cancer/treatment/cervical-cancer-statistics-and-outlook

Semua dokter SpOG yang bertugas di RSUD Prov. NTB


TELAAH