Anda di halaman 1dari 3

DAFTAR PUSTAKA

Adamson, A.W. & Gast, A.P. (1991). Physical Chemistry of Surfaces. 6th.ed.
New York: John Willey & Sons
Allen, S.J. & Koumanova, B. (2005). Decolourisation of Water/Wastewater Using
Adsorption (Review). Journal of the University of Chemical technology
and Metallurgy. 40(3), 175-192.
Andrini, N. (2016). Pinus. Diperoleh 3 Juni 2018 dari https://nabilahandrini.
wordpress.com/2016/04/29/pinus/
Atkins, P.W. (1999). Kimia Fisika. Terj. Kartahadiprojo Irma. Jakarta : Erlangga
Badan Standarisasi Nasional. (2009). SNI 6989.8:2009. Air dan Limbah- Bagian
8: Cara Uji Timbal (Pb) secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-
Nyala. Jakarta: BSN.
Benefield, L.D., Judkins, J.F., & Weand, B.L. (1982). Process Chemistry for
Water and Wastewater Treatment. New York : Pretice-Hall Inc.
Cotton, A. & Wilkinson, G. (1989). Kimia Anorganik Dasar. Terj. Suhati Suharto.
Pedamping: Yanti R. A. Koestoer. Cetakan Pertama. Jakarta : Universitas
Indonesia (UI-Press)
Danarto, Y.C. & Samun, T. (2008). Pengaruh Aktivasi Karbon dari Sekam Padi
Pada Proses Adsorpsi Logam Cr (VI). Ekuilibrium, 7(1), 13-16.
Darmono. (1995). Logam Dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Jakarta : UI-
Press.
Day, R.A. & Underwood, A.L. (2002). Analisis kimia kuantitatif. Edisi ke-6. Terj.
Joke Wattimena dan Sriewoelan Soebit. Jakarta: Erlangga.
Fardiaz. (2008). Polusi Air dan Udara. Yogyakarta : Kanisius.
Fortner, U. & Prosi, F. (1979). Heavy Metal Pollution in Freshwater Ecosystem.
Proceedings of the Course Held at the Joint Research Centre of the
Commission of the European Communities, Ispra, Italy, 5–9 June 1978.
272-280. New York : Elsevier
Harahap, R.M.S. (2000). Status Hutan Alam Pinus merkusii di Sumatera Utara
saat ini. dalam E.B. Hardiyanto (ed) Prosiding Seminar Nasional Status
Silvikultur 1999: Peluang dan Tantangan Menuju Produktivitas dan
Kelestarian Sumberdaya Hutan Jangka Panjang. 54-57. Yogyakarta :
Fahutan UGM.
Harahap, R.M.S. & Izudin, E. (2002). Konifer di Sumatera Bagian Utara.
Pematang Siantar : Konifera.

42
43

Hartanto & Ratnawati. (2010). Pembuatan karbon aktif dari tempurung kelapa
sawit dengan metode aktivasi kimia. Jurnal Sains Materi Indonesia.
12(1): 12-16.
Haswel, S.J. (1991). Atomic Apsoption Spectrometry, Theory, Design, and
Applications. New York : Elsevier.
Hendayana, S., Kadarohmah, A., Sumarna, A.A., & Supriatna, A. (1994). Kimia
Analitik Instrumen. Edisi Kesatu. Semarang : IKIP Semarang Press.
Hidayat, J. & Hansen, C.P. (2001). Informasi Singkat Benih: Pinus merkusii
Jungh. et de Vries. Bandung: Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan.
Houston. (1972). Rice Chemistry and Technology. Minessota: American
Association of Cereal Ceramic, Inc.
Husainy, I.A., Bakti, D., & Leidonald, R. (2014). Analisis Kandungan Logam
Berat Timbal (Pb) di Air dan Sedimen Pada Aliran Sungai Percut
Provinsi sumatera Utara. Jurnal Aquacoastmarine, 5 (4), 20-30.
Jankowska, H., Swiatkowski, A., & Choma, J., (1991), Active Carbon. London:
Horwood.
Kalensun, A.G., Wuntu, A. D., & Kamu, V.S. (2012). Isoterm Adsorpsi Toluena
pada Arang Aktif strobilus Pinus (Pinus merkusii). Jurnal Ilmiah Sains,
12(2), 100-104.
Khaerudin. (1999). Pembibitan Tanaman HTI. Jakarta : Penebar Swadaya.
Khopkar, S.M. 2014. Konsep Dasar Kimia Analitik. Terj. Saptorahardjo, A.
Jakarta: UI-Press.
Larry, D.B., Judkins J.F., & Weant, B.L. (1992). Process Chemistry for Water
and Wastewater. New Jersey: Prentice Hall Inc.
Li, W., Yang, K., Peng, J., Zhang, L., Guo, S., & Xia, H. (2008). Effects of
Carbonization Temperatures on Characteristics of Porosity in Coconut
Shell Chars and Activated Carbons Derived from Carbonized Coconut
Shell Chars. Industrial Crops and Products, 28(1), 190–198.
Miller, J.C. & Miller, J.N. (1991). Statistika untuk Kimia Analitik. Bandung : ITB.
Nasution, F.A. (2010). Bahaya Timbal dan Permasalahannya. Jakarta: Republika.
Oscik. (1994). Adsorption. New York: Ellis Horwood.
Othmer, K. (1991). Encyclopedia of chemical technology, volume 15 Lasers to
mass spectro metry. New york: John Wiley & Sons.
Palar, H. (2008). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
44

Pari, G. & R. Sudradjat. (2011). Arang Aktif: Teknologi Pengolahan dan Masa
Depannya. Jakarta: Badan Peneliti dan Pengembangan Kehutanan
Reynolds, T.D. (1982). Unit Operations and Processes in Environmental
Engineering. California: Wadsworth Inc.
Robinson, D.L. & Raesijadi, H. (1990). Inorganic Chemistry. London: Elsevier
Publishing Company.
Sembiring, T.M. & Sinaga, T.S. (2003). Arang Aktif (Pengenalan dan Proses
Pembuatannya). Medan: Universitas Sumatera Utara
Soerawidjaja, T.H. (2005). Pangkalan/Basis Sumber Daya Biomassa. Bandung:
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut
Teknologi Bandung.
Subadra, I., Setiaji, B., & Tahir, I. (2005). Activated Carbon Production from
Coconut Shell with (NH4)HCO3 Activator as an Adsorbent in Virgin
Coconut Oil Purification. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Suryani, A.M. (2009). Pemanfaatan Tongkol Jagung Untuk Pembuatan Arang
Aktif sebagai Adsorben Pemurnian Minyak Goreng Bekas. Diperoleh 3
Oktober 2017 di http://repositoy.ipb.ac.id/bitstream/handle/G09ams
Susanti, R., Dewi, M., & Fitri, A.S. (2014). Analisis Kadar Logam Berat pada
Sungai di Jawa Tengah. Jurnal Sains dan Teknologi Sainteknol, 12(1),
35-40.
Steenis. (2008). Flora untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
Suziyana, D., Syarfi, & H.S., Edward. (2017). Pengaruh Massa Adsorben Batang
Pisang dan Waktu Kontak Adsorpsi Terhadap Efisiensi Penyisihan Fe
dan Kapasitas Adsorpsi Pada Pengolahan Air Gambut. Jom FTEKNIK,
4(1), 1-9.
Swiatkowski, A. (1998), Adsorption and Its Application and Enviromental
Protection Studies in Surface Science and Catalysis. New york : Elsivier
Tangio, J.S. (2013). Adsorpsi Logam Timbal (Pb) dengan Menggunakan
Biomassa enceng Gondok (Eichhorniacrassipes). Jurnal Entropi: Inovasi
Penelitian, pendidikan dan Pembelajaran Sains, 8(1), 500-506.
Yustinah, H. (2011). Adsorbsi Minyak Goreng Bekas Menggunakan Arang Aktif
dari Sabut Kelapa, Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia
“Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan
Sumber Daya Alam Indonesia. 1-5. Bandung: Teknik Kimia ITB

Beri Nilai