Anda di halaman 1dari 13

PLANT

OF DIARE
ACTION

2015
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil alamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT, kami Puskesmas

Tanah Merah dapat menyelesaikan POA (Plant Of Action) DIARE dengan baik. Dengan

POA ini kami berharap semua program yang telah kami rencanakan dapat terlaksana

dengan baik.

Namun, tujuan mulia dari semua program ini dapat tercapai jika seluruh unsur

masyarakat dan instansi terkait dapat berjalan beriringan. Dengan berpedoman pada POA

ini, kami berharap program diare Puskesmas Tanah Merah Tahun 2015 dapat bermanfaat

serta terlaksana dengan baik. Semoga Allah SWT meridhoi segala upaya kita, Amin...

Tanah Merah, 2015

Ka. UPT Dinas Kesehatan


Puskesmas Tanah Merah

H. MOHAMMAD TOHA, S. Kep, Ns


NIP. 19670525 198903 1 008
BAB I
PLANING OF ACTION (POA)
PROGRAM DIARE – PUSKESMAS TANAH MERAH
TAHUN 2015

I. PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesehatan, kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mewujudkan derajat kesehatan bagi
masyarakat diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan,
peningkatan kesehatan (Promotif), pencegahan penyakit (Preventif), penyembuhan
(Kuratif), dan pemulihan kesehatan (Rehabilitatif), yang dilaksanakan secara
menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.
Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal diperlukan
suatu sistem manajemen puskesmas yang tepat. Salah satu fungsi penting dari
manajemen puskesmas adalah fungsi perencanaan yang merupakan langkah awal dari
proses manajemen disamping fungsi lainnya seperti pengorganisasian, penggerakan,
pengawasan dan lain-lain. Perencanaan merupakan penentuan dari suatu tindakan yang
akan dilaksanakan, tanpa perencanaan maka tidak ada sesuatu yang diorganisir,
digerakkan dan diawasi. Dengan demikian perencanaan merupakan suatu keharusan
yang penting dalam suatu sistem manajemen modern sehingga dapat diwujudkan
indonesia sehat 2020.
VISI
Terwujudnya masyarakat Tanah Merah sehat melalui pelayanan puskesmas prima dan
terjangkau
MISI
a. Pelayanan sesuai standart dengan pelayanan 5S ( Salam, sapa, senyum, santu dan
sembuh ).
b. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan mendorong kemandirian
keluarga hidup bersih sehat melalui kegiata promotif dan preventif.
c. Meningkatkan sumberdaya untuk menunjang mutu pelayanan kesehatan.

II. TUJUAN
a. TUJUAN UMUM
Meningkatkan kemajuan manajemen puskesmas dalam mengelola kegiatan
dalam upaya meningkatkan fungsi puskesmas sebagai pusat pengembangan,
pembinaan, pelaksanaan upaya kesehatan diwilayah kerjanya. Dan mengurangi AKB (
angka kematian bayi ) masyarakat Tanah Merah akibat penyakit diare yang
ditimbulkan oleh PHBS dan sanitasi lingkungan yang kurang baik sekaligus sebagai
pengendalian pemberantasan penyakit diare di wilayah Tanah Merah.

b. TUJUAN KHUSUS
1. Untuk mengendalikan penyakit diare di wilayah kerja puskesmas Tanah Merah.
2. Untuk membina peran serta masyarakat melalui penyuluhan sehingga dapat
melakukan pencegahan diare dan tatalaksana diare di rumah tangga.
3. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga setempat terutama ibu-ibu yang
memiliki bayi mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat.
4. Meningkatkan kesadaran warga setempat untuk menggunakan pelayanan kesehatan
yang tersedia.

III. SASARAN / KEBIJAKAN PROGRAM


Sasaran ditujukan kepada seluruh masyarakat di wilayah kerja puskesmas Tanah
Merah.
BAB II
ANALISA SITUASI

A. DATA UMUM
I. Data Wilayah
1. Luas Wilayah : 68 km²
- Wilayah dataran rendah : 65%
- Wilayah dataran tinggi : 35%
2. Jumlah Desa / Kelurahan : 23 Desa
- Yang dapat dijangkau kendaraan roda 4 : 23 Desa
- Yang dapat dijangkau kendaraan roda 2 : 23 Desa
- Yang dapat dijangkau kendaraan roda 4 &2 : 23 Desa

II. Data Kependudukan


1. Jumlah Penduduk Seluruhnya : 62166 / 66310 Orang
- Laki-laki : 29027 / 31325 Orang
- Perempuan : 32418 / 34985 Orang
2. Piramida Penduduk
3. Jumlah Kepala Keluarga ( KK ) : 13310 / 17115 KK
4. Jumlah Penduduk Total Miskin ( Jamkesmas ) : 5784 / 27082 Jiwa
5. Jumlah Kepala Keluarga Miskin ( KK ) : 5785 / 6640 KK
6. Jumlah Anggota Keluarga Miskin ( Jamkesmas ) : 5786 / 24497 Orang
7. Jumlah yang mempunyai kartu Jamkesmas : 5787 / 24458 Orang
8. Jumlah Ibu Hamil : 1344 Orang
9. Jumlah Ibu Hamil Miskin : 277 Orang
10. Jumlah Bayi ( <1 tahun ) : 1269 Bayi
11. Jumlah Anak Balita ( 1-4 tahun ) : 4146 Anak
12. Jumlah Wanita Usia Subur : 21410 Orang
13. Jumlah Pasangan Usia Subur : 12035 Pasang
14. Jumlah Ibu Bersalin : 1267 Orang
15. Jumlah Ibu Nifas : 1267 Orang
16. Jumlah Ibu Meneteki : 2529 Orang

III. Data Pendidikan


a. Jumlah Sekolah
1. Taman Kanak-kanak yang ad : 16 Buah
2. SD / MI yang ada : 52 / 8 Buah
3. SLTP / MTs yang ada : 5 / 2 Buah
4. SMU / MA yang ad : 1 / 1 Buah
5. Akademi yang ada :0/0
6. Perguruan Tinggi yang ada :0/0
7. Jumlah Pompes yang ada : 12 Buah
b. Jumlah Murid yang ada
1. Taman Kanak-kanak : 315 buah
2. SD / MI : 7933 / 630 Murid
3. SLTP / MTs : 1753 / 408 Murid
4. SMU / MA : 195 / 274 Murid
5. AKADEMI : 0 Mahasiswa
6. PERGURUAN TINGGI : 0 Mahasiswa
7. Jumlah santri Ponpes yang ada : 3855 Santri

B. DATA KHUSUS
I. Derajat Kesehatan
1. Jumlah Kematian Ibu : 1 Orang
2. Jumlah Kematian Perinatal : 0 Bayi
3. Jumlah Kematian Neonatal : 1 Bayi
4. Jumlah Lahir Mati : 2 Anak
5. Jumlah Lahir Hidup : 1269 Anak
6. Jumlah Kematian Bayi : 0 Bayi
7. Jumlah Kematian Balita : 0 Balita
8. Jumlah Kematian semua umur : 0 Orang

II. Ketenagaan
1. Dokter : 2 Orang
2. Dokter Gigi : 1 Orang
3. Dokter Mahir Jiwa : 0 Orang
4. Sarjana Kesehatan Masyarakat : 0 Orang
5. Bidan
- P2B : 1 Orang
- D3 Kebidanan / D4 Kebidanan : 27 / 8 Orang
6. Bidan di Desa : 27 Orang
7. Perawat Kesehatan
- SPK : 2 Orang
- D3 : 18 Orang
- S1 : 13 Orang
8. Perawat Gigi : 1 Orang
9. Perawat Mahir Jiwa : 1 Orang
10. Sanitarian / D3 Kesling : 1 Orang
11. Petugas Gizi / D3 Gizi : 0 Orang
12. Asisten Apoteker : 2 Orang
13. Analis Laboratorium / D3 laboratorium : 1 Orang
14. Juru Imunisasi / Juru Malaria : 0 Orang
15. Tenaga Administrasi : 30 Orang
16. Sopir / Penjaga : 2 Orang
17. Lain-lain : 0 Orang

III. Sarana Kesehatan


1. Rumah sakit : 0 Buah
- Rumah Sakit Pemerintah
- Rumah Sakit Swasta
2. Rumah Bersalin : 0 Buah
3. Puskesmas Pembantu : 5 Buah
4. Puskesmas Keliling : 3 Buah
5. Polindes / Ponkesdes : 19 / 7 Buah
6. BP Swasta : 0 Buah
7. Praktek dokter Swasta : 1 Buah
8. Praktek Bidan Swasta : 2 Buah
9. Praktek Prawat : 2 Buah

IV. Peran Serta Masyarakat


1. Jumlah Dukun Bayi : 10 Orang
2. Jumlah Kader Posyandu : 345 Orang
3. Jumlah Kader Poskesdes : 69 Orang
4. Jumlah Kader Tiwisada : 0 Orang
5. Jumlah Guru UKS : 0 Orang
6. Jumlah Santri Husada : 20 Orang
7. Jumlah Kader Lansia : 115 Orang
8. Jumlah Kelompok Usia Lanjut : 23 Kelompok
9. Jumlah Kelompok Batra : 13 Kelompok
10. Jumlah Posyandu : 69 Pos
11. Jumlah Polindes : 14 Pos
12. Jumlah Poskesdes : 23 Pos
13. Jumlah Poskestren : 7 Pos
14. Julah Pos UKK : 0 Pos
15. Jumlah Saka Bhakti Husada : 0 SBH
16. Jumlah Organisasi Masyarakat/LSM peduli kesehatan : 1 Kelompok
17. Jumlah Panti Asuhan : 0 Buah
18. Jumlah Panti Wreda : 0 Buah
19. Jumlah Posyandu Lansia : 23 Buah
20. Jumlah UKBM Lainnya : 0 Pos
21. Jumlah Kader Kes. Jiwa : 0 Orang

V. Program Kesehatan
Program Diare
1. Penemuan Penderita Diare yang diobati di Puskesmas dan Kader
2. Cakupan Pelayanan Diare
3. Angka Penggunaan Oralit
4. Angka Penggunaan Rl
5. Proporsi Penderita Diare Balita yang diberi Tablet Zinc
6. Case Fatality Rate KLB Diare

BAB III
PERUMUSAN MASALAH

A. IDENTIFIKASI MASALAH
1. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah / SDM yang kurang
2. Kurangnya pengetahuan ibu / masyarakat tentang kebersihan dan penyakit.
3. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang perilaku hidup sehat dan bersih
dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
4. Kebersihan lingkungan kurang.
5. Lingkungan masyarakat yang tidak sehat dekat dari pembuangan sampah.
6. Fasilitas kesehatan yang kurang
7. Penanganan pertama diare yang salah
8. Petugas kurang aktif dalam memberikan informasi kesehatan melalui penyuluhan.
9. Informasi yang diterima masyarakat tentang kesehatan masih kurang

B. ANALISA MASALAH MENGGUNAKAN USG ( URGEN SERIOUS


GROWTH )
NO PERMASALAHAN PEMILIH RANGKING
1 Masih banyaknya penderita diare IIIIIIIIIIIIII I
2 Kurangnya pengetahuan ibu IIIIIIII III
tentang kebersihan dan penyakit.
3 Kurangnya pengetahuan tentang IIIII IV
perilaku hidup sehat dan bersih
dengan mencuci tangan sebelum
dan sesudah makan.
4 Lingkungan masyarakat yang tidak IIIIIIIIII II
sehat dekat dari pembuangan
sampah.
5 Petugas kurang aktif dalam IIII V
memberikan informasi kesehatan
melalui penyuluhan.
Jumlah 41 Orang

C. MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH


CARA MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH DENGAN USG

NILAI KRITERIA
NO MASALAH TOTAL
U S G
1 Tingkat pendidikan masyarakat yang 4 3 3 36
rendah / SDM yang kurang.
2 Kurangnya pengetahuan ibu / masyarakat 5 3 4 60
tentang kebersihan dan penyakit.
3 Kurangnya pengetahuan dan kesadaran 5 4 4 80
tentang perilaku hidup sehat dan bersih
dengan mencuci tangan sebelum dan
sesudah makan.
4 Fasilitas kesehatan yang kurang. 3 3 3 27
5 Penanganan pertama diare yang salah. 4 4 4 64
6 Petugas kurang aktif dalam memberikan 3 3 3 27
informasi kesehatan melalui penyuluhan.
7 Informasi yang diterima masyarakat 3 3 3 27
tentang kesehatan masih kurang.
8 Lingkungan masyarakat yang tidak sehat 3 2 3 18
dekat dari pembuangan sampah.
9 Kebersihan lingkungan kurang. 3 2 3 18

Keterangan :
1 = Ringan
2 = Sedang
3 = Cukup
4 = Bermasalah
5 = Sangat

D. PRIORITAS MASALAH YANG MUNCUL


1. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang perilaku hidup sehat dan bersih
dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
2. Penanganan pertama diare yang salah.
3. Kurangnya pengetahuan ibu / masyarakat tentang kebersihan dan penyakit.
4. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah / SDM yang kurang.
5. Petugas kurang aktif dalam memberikan informasi kesehatan melalui penyuluhan.
BAB IV
RUK DAN RPK

A. STRATEGI PROGRAM
1. Melaksanakan pengobatan diare dan rehidrasi pada kasus diare dengan dehidrasi
sesuai standar pelayanan kesehatan.
2. Melaksanakan kaporitisasi pada sumber-sumber air minum baik oleh petugas
kesehatan maupun masyarkat sendiri.
3. Melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat sehingga dapat melakukan
pencegahan penyakit diare dan tatalaksana diare di rumah tangga.
4. Melaksanakan penyelidikan epidemiologi pada kasus diare dengan dehidrasi untuk
mengetahui adanya penderita lain di masyarakat dan mengetahui sumber penularan.
5. Kerjasama lintas sektoral dengan instansi – instansi terkait.
6. Berperan aktif dalam pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan terhadap kegiatan
penyuluhan di masyarakat.

B. HASIL CAKUPAN
Data cakupan diare tahun 2015 sampai bulan Desember 2015

CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN
SUB
VARIABEL
VARIABEL
DIARE X X X 99%
1 Penemuan penderita diare
yang di oabati di puskesmas 10% x Target 18.965 189 X
dan kader
2 Cakupan pelayanan diare 100% 2019 106 X
3 Angka penggunaan oralit 100% 2019 100 X
4 Angka penggunaan RL 1% 164 0,08 X
5 Proporsi penderita diare balita
100% 761 100 X
yang di beri tablet Zinc
6 Case Fatality Rate KLB diare <1% 0 0 X

C. PEMECAHAN MASALAH
1. Melakukan observasi lapangan
2. Mengadakan penyuluhan terhadap masyarakat desa tentang pentingnya perilaku
hidup sehat.
3. Mengadakan penyuluhan tentang diare.
4. Menjalin kerjasama dengan aparat desa dalam pemberian penyuluhan kepada
masyarakat.
5. Pengadaan leaflet untuk bahan penyuluhan.
6. Bekerjasama dengan bidan desa dalam pemberian oralit dan tablet Zinc

E. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN


No Uraian Kegiatan Tempat Waktu Pelaksanaan Biaya
1 Melakukan pertemuan Balai desa 09-09-2015 Panitia Puskesmas
dengan pihak petugas pelaksana dan dan Swadaya
Puskesmas, RT/RW, Tokoh masyarakat masyarakat
masyarakat sekitar
2 Pembentukan panitia Balai desa 10-09-2015
pelaksana / kader
3 Pertemuan dengan warga Balai desa 11-09-2015
untuk menginformasikan
tentang penyakit diare
4 Persiapan alat dan bahan Balai desa 11-09-2015
5 Pelaksanaan penyuluhan Balai desa 12-09-2015
tentang penyakit diare dan
PHBS
6 Evaluasi hasil kegiatan Balai desa 12-09-2015

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN DAN HARAPAN


Adapun kesimpulan yang diperolah dari permasalahan yang ada adalah sebagai
berikut:
1. Cakupan program diare belum mencapai target.
2. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk perilaku bersih dan sehat.
3. Kurangnya kerjasama dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat sehingga
penyampaian informasi tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat tidak
berjalan dengan baik.
4. Kurangnya pemberian penyuluhan ke masyarakat yang berakibat kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
5. Keterbatasan sarana dan prasarana untuk penyuluhan diare.
Dengan di susunya Planing Of Action (POA) ini kami mengharapkan :
1. Pencapaian cakupan program diare akan sesuai dengan target.

2. Masyarakat khususnya ibu-ibu yang mempunyai balita dapat mengerti tentang


pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

3. Kerjasama dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat dapat terjalin dengan baik
sehingga penyampain informasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dapat
berjalan dengan baik.

4. Pemberian informasi melalui penyuluhan dapat ditingkatkan sehingga masyarakat


dapat mengerti tentang pentingnya hidup bersih dan sehat .

5. Sarana dan prasarana yang kurang agar dapat di lengkapi.

Pemegang Program Diare

Lilik Kurniawati, S Kep. Ners