Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOLOGI UMUM
“PENGGUNAAN MIKROSKOP”

Oleh :
Nama : Nurul Mega Astutik
NIM : 180210102079
Kelas :B
Kelompok :2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019
I JUDUL

Penggunaan Mikroskop

II TUJUAN

2.1 Memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara


penggunaannya.
2.2 Mempelajari cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah
mikroskop.

III DASAR TEORI

Bidang studi biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang alam


dan makhluk hidup. Bidang studi bilogi tidak hanya mempelajari pengetahuan
secara teori, tetapi juga mempelajari pengetahuan dalam bentuk praktikum.
Dalam melakukan suatu praktikum diperlukan beberapa peralatan sebagai
unsur pendukung. Salah satu alat yang digunakan untuk mengamati objek yang
sangat kecil dan tidak kasat mata adalah mikroskop. Miskroskop merupakan
alat bantu utama untuk melakukan pengamatan dan penelitian dalam bidang
biologi (IPA), karena dapat digunakan untuk membuat objek pengamatan yang
kecil terlihat besar (Arianti, 2014).

Antony Van Leeuwenhoek (1632-1723), yang tinggal di Delft, Belanda,


dapat dipastikan sebagai orang pertama yang melihat mikroorganisme tunggal.
Ia membuat mikroskop yang mampu membesarkan objek 100 sampai 300 kali.
Mikroskop buatan Leeuwenhoek tersebut meliputi sebuah lensa kecil tunggal
dan merupakan kaca pembesar yang sangat kuat. Untuk memfokuskan objek
mikroskop Leeuwenhoek bukan pekerjaan mudah terutama mengganti
spesimen yang diamati. Leeuwenhoek cenderung membuat sebuah mikroskop
baru untuk tiap-tiap spesimen dengan membiarkan spesimen dan mikroskop
yang sudah ada (Ibrahim, 2007:87).
Perkembangan instrumen yang berkemampuan melebihi indra manusia
berjalan seiring kemajuan sains. Penemuan dan penelitian awal tentang sel
menjadi maju berkat penciptaan mikroskop pada tahun 1950 dan peningkatan
mutu alat tersebut selama tahun 1600-an. Mikroskop masih menjadi bagian
yang tidak terpsisahkan dari penelitian sel. Mikroskop pertama kali digunakan
oleh ilmuwan (saintis) zaman Renaisans, dan mikroskop yang biasa digunakan
di laboratorium, merupakan mikroskop cahaya. Dalam mikroskop cahaya (light
microscope, LM), cahaya tampak diteruskan melalui spesimen dan kemudian
melalui lensa kaca. Lensa ini merefraksi (membengkokkan) cahaya sedemikian
rupa sehingga citra spesimen diperbesar ketika diproyeksikan ke mata, ke film
fotografi atau sensor digital, atau ke layar video. Dua parameter penting dalam
mikroskopi (teknk-teknik dalam penggunaan mikroskop) adalah perbesaran
dan daya resolusi (atau resolusi saja) atau daya urai. Perbesaran (magnification)
adalah perbandingan ukuran citra objek dengan ukuran sebenarnya. Resolusi
adalah ukuran kejelasan citra; jarak minimum yang dapat memisahkan dua titik
sehingga masih bisa dibedakan sebagai dua titik. Parameter terpenting ketiga
dalam mikroskopi adalah kontras, yang mempertajam perbedaan dalam bagian-
bagian dari sampel. Sebagian besar peningkatan mutu mikroskopi cahaya dalam
seratus tahun terakhir melibatkan metode-metode terbaru dalam peningkatan
kontras, misalnya pewarnaan atau pelabelan komponen-komponen sel agar
terlihat menonjol. Biologi sel maju pesat pada tahun 1950-an ketika mikroskop
elektron diperkenalkan. Sebagai ganti pemakaian cahaya, mikroskop elektron
(electron miscroscope, EM) memfokuskan seberkas elektron melalui spesimen
atau pada permukaannya. Mikroskop elektron modern secara teoretis dapat
mencapai resolusi sekitar 0,002 nm, walaupun untuk kegunaan praktis biasanya
mikroskop semacam itu tidak dapat meresolusi struktur biologis yang lebih
kecil daripada 2 nm (Campbell, 2008:103-104).
Mikroskop adalah suatu teknologi untuk melihat benda-benda yang
sangat kecil menjadi dapat dilihat oleh mata manusia. Karena mikroorganisme
sangatlah kecil, unit-unit yang dipakai untuk mengukur mikroorganisme
mungkin tidak lazim menggunakan unit-unit yang biasa dipakai untuk
menyatakan ukuran organisme mikroskopik (Ibrahim, 2007: 88).

Perkembangan mikroskop saat ini sudah sampai pada mikroskop digital


yang memudahkan pengamat mikroskop untuk melihat objek benda yang cukup
dengan mengamati citra hasil dari objek pada layar monitor. Mikroskop digital
banyak sekali manfaatnya apabila ditinjau dari besar kecilnya objek yang
diamati dimulai dari segi keilmuwan dan pendidikan, analisis objek yang
diamati, keperluan analisis medik dan biomedik, analisis suatu lapisan tipis dan
Quality Control (QC). Ukuran sebuah citra digital yang diperoleh dari objek
mikroskop memiliki beberapa macam dilihat dari besar kecilnya perbesaran
mikroskop dan revolusi citrayang dihasilkan dalam bentuk citra warna RGB
sesuai kemampuan maksimum dari kamera mikroskop. Melalui citra digital,
suatu objek mikroskop akan mudah untuk dilakukan analisis dan pengolahan
data menggunakan komputer. Melalui citra digital juga dapat digunakan untuk
menentukan suatu nilai parameter identifikasi fokus objek pada mikroskop
(Bawono et al, 2014).

Mikroskop memiliki model yang bermacam-macam dan cara


penggunaan yang berbeda. Mikroskop optik, cara kerja dari mikroskop ini
adalah dari cahaya lampu yang dibiaskan oleh lensa kondenser, setelah
melewati lensa kondenser sinar mengenai spesimen dan diteruskan oleh lensa
objektif. Lensa objektif ini merupakan bagian paling penting dari mikroskop.
Karena dari lensa ini dapat diketahui perbesaran yang dilakukan mikroskop.
Sinar yang diteruskan oleh lensa objektif ditangkap oleh lensa okuler dan
diteruskan pada mata atau kamera. Pada mikroskop ini mempunyai batasan
perbesaran yaitu dari 400 X sampai 1400 X. Mikroskop scanner elektron, cara
kerja dari mikroskop ini adalah sinar dari lampu dipancarkan pada lensa
kondensor, sebelum masuk pada lensa kondensor ada pengatur dari pancaran
sinar elektron yang ditembakkan. Sinar yang melewati lensa kondensor
diteruskan lensa objektif yang dapat diatur maju mundurnya. Sinar yang
melewati lensa objektif diteruskan pada spesimen yang diatur miring pada
pencekamnya, spesimen ini disinari oleh deteksi x-ray yang menghasilkan
sebuah gambar yang diteruskan pada layar monitor. Mikroskop transmission
elektron, cara kerja dari mikroskop ini yaitu elektron ditembakkan dari electron
gun yang kemudian melewati oleh dua lensa kondensor yang berguna
menguatkan dari elektron yang ditembakkan. Setelah melewati dua lensa
kondensor elektron dterima oleh spesimen yang tipis dan berinteraksi, karena
spesimen tipis maka elektron yang berinteraksi dengan spesimen diteruskan
pada tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa intermediate dan lensa proyektor
(Respati, 2008).

Mikroskop optik, atau mikroskop cahaya, telah mengalami bermacam-


macam perbaikan sejak masa Leeuwenhoek dan mencapai bentuknya seperti
saat ini tak lama sebelum peralihan abad ke dua puluh. Mikroskop ini adalah
sebuah mikroskop sinar gabungan, karena mikroskop ini memiliki lebih dari
satu lensa. Sebuah mikroskop gabungan dengan satu okuler tungga sebut
sebagai mikroskop monokuler. Sebuah mikroskop gabungan dengan dua okuler
dinamakan mikroskop binokuler. Sinar memasuki mikroskop dari suatu sumber
cahaya pada kaki mikroskop, kemudian melintas biasanya melalui sebuah filter
biru, yang menyaring keluar sinar dengan gelombang sinar lebih pendek
sehingga dapat memperbaiki resolusi. Sinar kemudian lewat melalui sebuah
kondensor, yang mengumpulkan berkas sinar sebelum melintas melalui
spesimen. Diagram mengontrol jumlah sinar yang melintas melalui spesimen
dan masuk ke dalam lensa objektif. Makin tinggi pembesaran lensa yang
digunakan, makin besar jumlah sinar yang dibutuhkan untuk melihat spesimen
dengan jelas. Lensa objektif membesarkan citra sebelum sinar melintas melalui
tabung mikroskop menuju ke lensa okuler pada ujung atas tabung, selanjutnya
ke mata. Lensa okuler lebih lanjut membesarkan citra yang sudah dibesarkan
oleh lensa okuler. Mekanisme pemfokusan menggunakan dua buah tombol,
yang pemutar kasar (coarse adjustment), yang merubah jarak antara lensa
objektif dan spesimen secara cepat, dan tombol pemutar halus (fine adjustment),
yang mengubah jarak antara spesimen dengan lensa objektif secara pelan-pelan
(halus). Pemutar halus berfungsi memfokuskan bayangan secara tajam.
Mikroskop lensa gabungan memiliki sampai enam lensa objektif yang memiliki
kekuatan pembesaran berbeda. Pembesaran total sebuah mikroskop sinar
dihitung dengan mengalikan kekuatan pembesaran lensa objektif (lensa yang
dekat dengan spesimen yang diamati) dengan kekuatan pembesaran lensa
ocular (lensa yang dekat dengan mata). Mikroskop cahaya telah membuka pintu
tersingkapnya dunia mikroba. Namun demikian, penglihatan dibatasi pada
observasi-observasi pada level sel secara utuh dan pengaturab-pengaturan
mereka. Kemajuan mikroskop elektron memungkinkan struktur-struktur kecil
seperti ribosom, membran sel, golgi, mitokondria, dan organel sel yang lain
yang dapat diamati dan dipelajari. Mikroskop elektron menggunakan berkas
elektron sebagai ganti sinar elektromagnet untuk membelokkan dan
memfokuskan arus elektron sebagai ganti lensa. Mikroskop elektron jauh lebih
mahal daripada mikroskop cahaya. Mikroskop ini juga menggunakan tempat
lebih banyak dan memerlukan ruang tambahan untuk persiapan spesimen dan
untuk pemrosesan foto. Dua tipe paling umum mikroskop elektron adalah
mikroskop elektron transmisi dan mikroskop elektron scan. Keduanya dipakai
untuk mempelajari bermacam-macam bentuk kehidupan (Ibrahim, 2007: 98-
106).
IV METODE PRAKTIKUM

4.1 Alat dan Bahan


4.1.1 Alat
a. Mikroskop
b. Gelas obyek dan gelas penutup
4.1.2 Bahan
a. Potongan kertas yang bertuliskan huruf “d” atau “b”
b. Air
4.2 Skema Kerja
4.2.1 Pengamatan potongan huruf “d” atau “b”

Meletakkan potongan huruf “b” atau “d” pada gelas


obyek dan menutupnya perlahan-lahan dengan gelas
penutup, lalu mengamati preparat dengan
menggunakan perbesaran lensa obyektif lemah

Membandingkan letak bayangan dengan letak obyek


yang diamati. Lalu menggambar bayangan tersebut

Sambil memandang ke dalam okuler, menggeser


preparat dari kiri ke kanan

Menggambar dan menuliskannya di hasil pengamatan


yang diamati
V Hasil Pengamatan

Gambar Keterangan

Bayangan potongan huruf “b” menjadi


terbalik yaitu huruf “q”.

Pada saat preparat digeser dari kiri ke


kanan, bayangan akan bergeser dari kanan
ke kiri.

Pada saat preparat digeser dari depan ke


belakang, bayangan akan bergeser dari
belakang ke depan, dan sebaliknya

Bayangan potongan huruf “d” menjadi


terbalik yaitu huruf “p”.

Pada saat preparat digeser dari kiri ke


kanan, bayangan akan bergeser dari kanan
ke kiri.

Pada saat preparat digeser dari depan ke


belakang, bayangan akan bergeser dari
belakang ke depan, dan sebaliknya

VI Pembahasan

Mikroskop adalah suatu teknologi untuk melihat benda-benda yang


sangat kecil menjadi dapat dilihat oleh mata manusia. Mikroskop berfungsi
untuk meningkatkan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat
mengamati objek yang sangat halus sekalipun dengan mata telanjang.
Mikroskop biasa digunakan untuk mengamati objek berukuran kecil seperti sel,
organisme bersel satu, organel sel dan lain-lain. Mikroskop digunakan untuk
melihat objek mikro dengan batas minimal 0,2 mikrometer atau 200 nanometer,
seukuran dengan bakteri kecil, berapapun faktor perbesarannya.
Berdasaran kenampakan objek yang diamati, terdapat dua jenis
mikroskop yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop
tiga dimensi (mikroskop stereo). Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop
dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop
cahaya memiliki perbesaran maksimum 1000 kali. Prosedur penggunaan
mikroskop cahaya yang pertama yaitu menghubungkan mikroskop pada aliran
listrik, lalu menghidupkan tombol on. Mengatur posisi cermin datar/cekung
sehingga kaca kondensor menjadi terang, kemudian menaikkan kondensor
sampai maksimal dengan memutar tombol kondensor. Menempatkan preparat
di meja mikroskop, kemudian menurunan tabung mikroskop hingga lensa
objektif hampir menyentuh gelas penutup. Melalui lensa okuler, mengamati
lensa preparat sampai terfokus dengan cara memutar pengatur kasar dan
pengatur halus. Bayangan yang dihasilkan oleh mikroskop ditentukan oleh dua
lensa, yaitu lensa objektif dan lensa okuler.

Mikroskop memiliki beberapa komponen-komponen dengan fungsi


yang berbeda. Lensa okuler adalah lensa yang dekat dengan mata praktikan dan
berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, diperbesar dari lensa
objektif. Lensa objektif adalah lensa yang dekat dengan objek yang diamati dan
berfungsi untuk membentuk bayangan nyata, terbalik, dperbesar. Pembesaran
pada lensa objektif diatur oleh revolver yang terdapat di mikroskop. Tabung
mikroskop atau tubus adalah bagian dari mikroskop berbentuk tabung yang
berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungkan lensa okuler dengan lensa
objektif. Pemutar kasar atau makrometer adalah bagian dari mikroskop yang
berfungsi untuk menaik-turunkan tabung mikroskop dengan cepat. Pemutar
halus atau mikrometer adalah bagian dari mikroskop yang digunakan untuk
menaik-turunkan tabung mikroskop secara lambat. Revolver merupakan bagian
mikroskop yang berfungsi mengatur perbesaran lensa objektif. Reflektor adalah
bagian mikroskop yang berfungsi memantulkan cahaya dari cermin ke objek
yang diamati melewati lubang yang ada di meja objek. Reflektor terdiri dari
dua cermin, yaitu cermin datar yang digunakan saat cahaya yang dibutuhkan
terpenuhi, dan cermin cekung yang digunakan saat cahaya yang dibutuhkan
kurang sehingga cermin cekung berguna untuk mengumpulkan cahaya.
Diafragma adalah bagian mikroskop yang berfungsi mengatur banyak
sedikitnya cahaya yang masuk. Kondensor adalah bagian mikroskop yang
berfungsi untuk mengumpulkan cahaya. Kondensor bisa diputar dan dinaik-
turunkan. Meja mikroskop adalah bagian mikroskop yang berfungsi sebagai
tempat untuk meletakkan objek yang akan diamati. Penjepit kaca berfungsi
sebagai pelapis objek yang akan diamati agar tidak dapat bergeser-geser.
Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan pada mikroskop. Kaki
mikroskop berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. Sendi
inklinasi atau pengatur sudut adalah bagian dari mikroskop yang mengatur
sudut tegak mikroskop.

Pada percobaan penggunaan mikroskop ini adalah mengamati objek


potongan huruf “b” dan “d”. Pengamatan ini dilakukan dengan cara membuka
penutup mikroskop, mencolokkan kabel mikroskop pada stop kontak,
menghidupkan mikroskop dengan cara menekan tombol on/off pada
mikroskop, setelah lampu menyala, mengatur perbesaran diafragma,
meletakkan potongan huruf “b” atau “d” pada gelas obyek dan menutup
perlahan-lahan dengan gelas penutup, lalu mengamati preparat dengan
perbesaran lensa obyektif lemah, setelah objek mulai nampak, putar skrup
dengan pengatur kasar kemudian pengatur halus, lalu membandingkan letak
bayangan dan letak objek yang diamati untuk mengetahui apakah letak
bayangan sama atau terbalik, menggambar bayangan tersebut, sambil
memandang ke dalam okuler, menggeser preparat dari kiri ke kanan atau ke
belakang untuk mengetahui ke arah mana bayangan akan bergeser, lalu
menggambar dan menulis hasil pengamatan yang diamati.
Berdasarkan data hasil pengamatan, didapatkan letak bayangan yang
terbalik dan merupakan bayangan cermin. Arah bayangan bergeser berlawanan
dari arah geser. Pada saat preparat digeser ke arah kiri maka bayangan akan
bergeser ke arah ke arah kanan, jika preparat digeser ke arah kanan maka
bayangan akan bergeser ke arah kiri dan ketika preparat digeser ke arah
belakang maka bayangan akan bergeser ke arah depan dan sebaliknya, ketika
preparat digeser ke arah belakang maka bayangan akan bergeser ke belakang.
Hasil pengamatan tersebut membuktikan bahwa pergeseran bayangan
merupakan kebalikan dari pergeseran objek/preparat.

Lensa objektif membentuk suatu bayangan maya, kemudian bayangan


maya tersebut akan diperbesar oleh lensa okuler sehingga menghasilkan
bayangan maya yang terlihat oleh mata. Pada pengamatan potongan huruf “b”,
bayangan yang dihasilkan terbalik menjadi huruf “q” dengan bayangan yang
lebih besar. Sedangkan pada pengamatan potongan huruf “d”, bayangan yang
dihasilkan terbalik menjadi huruf “p” dengan bayangan yang lebih besar juga.
Hasil bayangan yang lebih besar ini dipengaruhi oleh lensa objektif dan lensa
okuler.

Perbesaran mikroskop diperoleh dari hasil kali perbesaran lensa okuler


dengan lensa objektif. Perbesaran yang digunakan pada percobaan ini adalah
perbesaran lensa terkecil adalah 10 kali dari lensa okuler dan 4 kali dari lensa
objektif. Sehingga perbesaran yang dihasilkan sebesar 40 kal dan menghasilkan
bayangan yang lebih besar. Sehingga, dari pengamatan yang telah dilakukan,
sifat bayangan yang dihasilkan adalah maya, terbalik, dan diperbesar.
VII Penutup

7.1 Kesimpulan
7.1.1 Mikroskop memiliki komponen-komponen yang memiliki
fungsi dan cara kerja berbeda-beda. Komponen mikroskop
terdiri dari lensa okuler, lensa objektif, meja mikroskop,
diafragma, revolver, kondensor, lengan mikroskop, kaki
mikroskop, makrometer (pemutar kasar), mikrometer (pemutar
halus), tabung mikroskop, reflektor, penjept kaca, sendi
inklinasi atau pengatur sudut. Cara kerja mikroskop yaitu dari
cahaya lampu yang dibiaskan oleh lensa kondensor, setelah
melewati lensa kondensor sinar mengenai spesimen dan
diteruskan oleh lensa objektif. Lensa objektif ini merupakan
bagian paling penting dari mikroskop. Karena dari lensa ini
dapat diketahui perbesaran yang dilakukan mikroskop. Sinar
yang diteruskan oleh lensa objektif ditangkap oleh lensa okuler
dan diteruskan pada mata atau kamera.
7.1.2 Cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah
mikroskop dapat dilakukan dengan cara menyiapkan preparat
yang akan diamati dan meletakkan preparat tersebut pada kaca
preparat dan ditutup dengan kaca penutup, kemudian preparat
diamati di bawah mikroskop.
7.2 Saran
7.2.1 Sebaiknya penempatan mikroskop diberi jarak antarkelompok
agar tidak berdesakan dan meminimalisir kecelakan praktikum.
7.2.2 Praktikan seharusnya lebih teliti dalam melakukan percobaan
sehingga mendapat hasil yang akurat.
DAFTAR PUSTAKA

Arianti, Elli. 2014. Mikroskop Sederhana dari Botol Plastik Sebagai Alat Pembelajaran
pada Pengamatan Sel. Jurnal Edubio Tropika. 2 (2) : 244-245.

Bawono, Ari., K. Adi, dan R. Gernowo. 2014. Identifikasi Fokus Mikroskop Digital
Menggunakan Metode OTSU. Jurnal Ilmu Fisika. 17 (4) : 139-140.

Campbell, N. A., J. B. Reece. 2008. Biology. Eight Edition. San Fransisco:


Pearson Education Inc. Terjemahan oleh D.T. Wulandari, 2010. Biologi, Edisi
8 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Ibrahim, Muslimin. 2007. Mikrobiologi Prinsip dan Aplikasi. Surabaya: Unesa


University Press.

Respati, S.M.B. 2008. Macam-Macam Mikroskop dan Cara Penggunaannya. Jurnal


Momentum. 4(2) : 42-43.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai