Anda di halaman 1dari 29

PELAPORAN SEGMEN DAN EVALUASI KINERJA

Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen yang
diampu oleh Ibu Ida Nurhayati,SE.,M.Si.

Disusun Oleh:

1. Beni Adi Suryanto (17.05.72.0009)


2. Nilna Sakina (17.05.72.0008)

S-1

FAKULTAS EKONOMIKA & BISNIS

UNIVERSITAS STIKUBANK SEMARANG

1
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
berjudul “PELAPORAN SEGMEN DAN EVALUASI KINERA”.

Makalah ini berisikan tentang “PELAPORAN SEGMEN DAN EVALUASI KINERA”


.Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
“PELAPORAN SEGMEN DAN EVALUASI KINERA”.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.Oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.Semoga Tuhan Yang Maha Esa
senantiasa memberikan anugrah-Nya kepada kita Amin.

Semarang, 28 November 2017

Penulis

2
Latar Belakang

Perusahaan pada dasarnya menginginkan apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat tercapai.
Diantaranya yaitu bahwa perusahaan mempu memperoleh laba atau keuntungan dan bukan
kerugian.Dalam perhitungan keuntungan atau perhitungan laba tersebut ada dua metode yang
biasa digunakan dalam perusahaan.Yang pertama yaitu perhitungan berdasarkan biaya
variable dan yang kedua yaitu perhitungan berdasarkan biaya absorpsi.

Keduanya merupakan metode perhitungan biaya karena berkaitan dengan cara menentukan
biaya produk.Perbedaaan antara perhitungan biaya variable dan absorpsi bergantung pada
perlakuan terhadap satu biaya tertentu yaitu overhead tetap.

3
Perumusan Masalah

1.Perbedaan perhitungan biaya variabel dan perhitungan biaya absorpsi

2.Laporan laba rugi segmen berdasarkan pendekatan biaya variable dan absorpsi

3.Manfaat perhitungan biaya variabel bagi manager

4.Perhitungan biaya variabel dapat digunakan dalam perencanaan dan pengendalian

4
BAB 10

PELAPORAN SEGMEN DAN EVALUASI KINERJA

TUJUAN BELAJAR

1. Menjelaskan bagaimana dan mengapa perusahaan memilih untuk melakukan desentralisasi

2. Menjelaskan perbedaan antara perhitungan biaya absorpsi dan variabel, serta menyiapkan
laporan laba rugi segmen

3. Menghitung dan menjelaskan ROI

4. Menghitung dan menjelaskan laba residu dan nilai tambah ekonomi

5. Menjelaskan peran penetapan harga transfer pada perusahaan yang terdesentralisasi.

DESENTRALISASI DAN PERTANGGUNGJAWABAN

• Sistem akuntansi pertanggungjawaban adalah sistem yang mengukur berbagai hasil yang
dicapai setiap pusat pertanggungjawaban menurut informasi yang dibutuhkan para manajer
untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka.

• Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang pengambilan keputusan kepada jenjang yang


lebih rendah.

5
Sentralisasi Desentralisasi

Manajemen Manajemen
tingkat puncak tingkat puncak

informasi keputusan koordinasi

pusat pertanggungjawaban pusat pertanggungjawaban

informasi keputusan informasi keputusan

ALASAN MELAKUKAN DESENTRALISASI

1 Mengumpulkan dan menggunakan informasi lokal

Kualitas dari berbagai keputusan dipengaruhi oleh kualitas informasi yang tersedia. Sejalan
dengan pertumbuhan perusahaan dan penambahan operasi dipasar dan area yang berbeda,
manajemen pusat mungkin tidak memahami kondisi lokal. Akan tetapi, manajer tingkat
rendah yang berhubungan dengan kondisi operasional langsung (seperti kekuatan dan sifat
persaingan lokal ,sifat tenaga kerja lokal) memiliki akses terhadap informasi ini. Akibatnya,
mereka sering berada dalam satu posisi yang lebih baik untuk membuat keputusan lokal.

2 Memfokuskan manajemen pusat

Dengan mendesentralisasikan keputusan operasional, manajemen pusat bebas menganai


perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. Keberlangsungan jangka panjang dari
perusahaan harus lebih penting bagi manajemen pusat daripada operasional sehari hari.

3 Melatih dan memotivasi para manajer

Organisasi selalu membutuhkan manajer yang terlatih untuk menggantikan posisi manajer
jenjang lebih tinggi yang keluar untuk mengambil keuntungan dari peluang yang lain.
Adakah cara yang lebih baik untuk mempersiapkan generasi penerus manajer jenjang yang
lebih tinggi,selain memberikan mereka peluang membuat keputusan penting? Peluang seperti

6
itu juga memungkinkan manajer puncak mengevaluasi kemampuan manajer lokalnya.
Manajer yang menghasilkan keputusan terbaik adalah manajer yang bisa dipromosikan.

4 Meningkatkan daya saing

Pada perusahaan yang sangat tersentralisasi ,margin laba secara keseluruhan mampu
menutupi ketidak efisienan yang terjadi di berbagai divisinya. Perusahaan perusahaan besar
sekarang menemukan bahwa mereka tidak mampu mempertahankan suatu divisi yang tidak
berdaya saing. Salah satu cara terbaik untuk meningkat kinerja sebuah divisi atau pabrik
adalah memperkenalkannya lebih jauh pada kekuatan pasar.

DIVISI DALAM PERUSAHAAN YANG TERDESENTRALISASI

Desentralisasi biasanya diwujudkan melalui pembentukan unit-unit yang disebut divisi. Cara
pembagian divisi Berdasar barang/jasa yang diproduksi. Sebagai contoh, divisi divisi
PepsiCo mencakup Frito lay, Gatorade, Quaker, dan Tropicana. Serta divisi minuman ringan
utamanya. Gambar dibawah menunjukan divisi Pepsi Co yang terdesentralisasi. Divisi ini
diatur atas dasar lini produk. Perhatikan bahwa beberapa divisi bergantung pada divisi lain.
Dalam latar desentralisasi ,biasanya terdapat beberapa saling kebergantungan. Jika tidak,
suatu perusahaan hanya akan menyerupai kumpulan entitas yang terpisah secara total.

Divisi dapat juga diciptakan menurut garis geografis. Sebagai contoh, UAL,Inc (induk
perusahaan United Airlines) memiliki sejumlah divisi regional :Asia pasifik,Karibia,
Eropa,Amerika Latin ,Amerika Utara. Kehadiran divisi yang membentang di Satu atau
beberapa wilayah menciptakan kebutuhan akan evaluasi kinerja yang mampu
mempertimbangkan perbedaan lingkungan divisi. Cara ketiga ini untuk membedakan divisi
adalah berdasarkan jenis pertanggungjawaban yang diberikan pada manajer divisi. Saat
perusahaan tumbuh,manajemen puncak biasanya menciptakan berbagai area
pertanggungjawaban yang dikenal sebagai pusat pertanggung jawaban dan menugaskan
manajer dibawahnya untuk menangani wilayah tersebut.

PEPSICO

Gatorade
FritoLay Quaker
Tropicana Pepsi

7
Pusat pertanggungjawaban (responbility center) merupakan suatu segmen bisnis yang
manajernya bertangung jawab terhadap serangkaian kegiatan tertentu , hasil dari setiap pusat
pertanggung jawaban bisa diukur berdasarkan informasi yang dibutuhkan manajer untuk
mengoperasikan pusat pertangung jawaban mereka. Berikut jenis utama pusat
pertanggungjawaban:

 Pusat biaya (post center) : manajernya bertanggung jawab hanya terhadap biaya
 Pusat pendapatan (revenue center) : manajernya bertanggung jawab hanya terhadap
penjualan
 Pusat laba (profit center) : manajernya bertanggung jawab terhadap penjualan dan biaya.
 Pusat investasi (investment center) : manajernya bertanggung jawab terhadap penjualan,
biaya, dan investasi modal.

Cara pusat pertanggungjawaban dibebankan mencerminkan situasi aktual dan jenis informasi
yang tersedia bagi manajer. Informasi adalah kunci bagi para manajer yang bertanggung
jawab pada hasil hasilnya.sebagai contoh, manajer departemen produksi bertanggung jawab
atas biaya departemen,tetapi tidak untuk penjualan. hal tersebut dikarenakan manajer
departemen produksi tidak hanya mengendalikan beberapa biaya ini secara langsung ,tetapi
juga mengetahui dan memahami. Manajer departemen Pemasaran mengatur harga dan
memproyeksikan penjualan. oleh karena itu, departemen pemasaran dievaluasi sebagai pusat
pendapatan. Biaya langsung departemen pemasaran dan penjualan keseluruhan adalah
tanggung jawab manajer penjualan.

PENGUKURAN KINERJA PUSAT INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN


LAPORAN LABA RUGI VARIABEL & ABSOPRPSI

Perhitungan Biaya Variabel Perhitungan Biaya Absorpsi Hanya membebankan biaya


manufaktur variabel ke produk Membebankan semua biaya manufaktur pada produk
Overhead tetap diperlakukan sebagai beban periode dan tidak disertakan dalam penentuan
biaya produk Overhead tetap dipandang sebagai biaya produk, bukan biaya periode

Klasifikasi biaya sebagai Biaya Produk atau Periode menurut Perhitungan Biaya Variabel
dan Absorpsi Perhitungan Biaya Absorpsi Perhitungan Biaya Variabel Biaya Produk Bahan
Baku Langsung Bahan Baku Langsung Tenaga Kerja Langsung Tenaga Kerja Langsung
Overhead variabel Overhead variabel Overhead tetap Biaya Periode Beban penjualan
Overhead tetap Beban administrasi Beban penjualan Beban administrasi

8
Akhir-akhir ini, perhitungan biaya absorpsi diisyaratkan untuk keperluan pelaporaneksternal,
FASB, IRS dan lembaga pengatur lainnya tidak menerima perhitungan biaya variabelsebagai
metode perhitungan biaya produk untuk pelaporan eksternal.Akan tetapi, perhitungan biaya
variabel mampu memberikan informasi biaya yang penting untuk pengambilan keputusandan
pengendalian.Informasi seperti ini tidak dapat diperoleh dari perhitungan biaya
absorpsi.Untuk tujuan internal, perhitungan biaya variabel merupakan alat manajerial yang
bermanfaat.Berikut ini di bahas bagaimana kedua metode perhitungan biaya tersebut
mempengaruhi penilaian persediaan dan penetapan laba.

Perhitungan biaya absorpsi Perhitunagan biaya variable

Biaya produk Bahan baku langsung Bahan baku langsung


Tenaga kerja langsung Tenaga kerja langsung
Over had variable Overhad langsung
Overhad tetap
Biayaperiode Beban penjualan Overhad tetap
Beban administratif Beban penjualan
Beban administrative

Penilaian Persediaan

Tentu saja, metode perhitungan biaya produksi yang berbeda akan mempengaruhi nilai
barang yang tersimpan dalam persediaan. Contoh berikut akan menunjukkan cara penilaian
persediaan menurut perhitungan biaya variabel dan absorpsi secara habis jelas. Selama
tahunterakhir, Farchild Company memiliki data berikut yang berkaitan dengan produk
yangdihasilkannya

Unit persediaan awal -

Unit yang diproduksi 10.000

Unit yang di jual ($ 300 per unit) 8.000

Biaya variabel per unit:

Bahan baku langsung $50

9
Tenaga kerja langsung $100

Overhead variabel $50

Biaya tetap:

Overhead tetap per unit yang diproduksi 25

Penjualan dan adm.tetap $100.000

Persediaa akhir 2000

Perhitungan biaya Absorpsi Perhitungan Biaya Variabel


bahan baku langsung $50 bahan baku langsung $50
tenaga kerja langsung $100 tenaga kerja langsung $100
overhead variabel $50 overhead variabel $50
overhead tetap $25
biaya produk per unit $225 biaya produk per unit $200

nilai persediaan akhir


= 2.000 x 225 $450.000 =2.000x 200 $400.000

Tampilan 10-5

LAPORAN LABA RUGI DENGAN MENGGUNAKAN BIAYA VARIABEL DAN


ABSORPSI

Karena biaya produk per unit merupakan dasar bagi penghitungan Harga pokok penjualan.
metode perhitungan biaya variabel dan absorpsi dapat mengakibatkan angka laba bersih yang
berbeda. Perbedaan tersebut terjadi karena jumlah overhead tetap yang diakui sebagai beban
pada kedua metode. Dengan menggunakan data Fairchild Company sebagai contoh,
Tampilan berikut ini menunjukan cara menghitung harga pokok penjualan dan laporan laba
rugi dengan menggunakan metode penghitungan biaya variabel dan absorpsi.

Tampilan 10-6 menunjukan laba menurut penghitungan biaya absorpsi adalah $50.000 lebih
tinggi dari pada laba menurut perhitungan biaya variabel. Perbedaan ini karena sebagian
overhead tetap periode tersebut yang masuk dalam persediaan ketika perhitungan biaya
absorpsi digunakan. Bahkan, hanya $200.000 ($25 x 8.000) dari overhead tetap yang
dimasukkan dalam harga pokok penjualan pada perhitungan biaya absorpsi; sisanya yaitu
$50.000 ($25 x 2.000) ditambahkan ke persediaan. Akan tetapi pada perhitungan biaya
variabel semua biaya overhead tetap sebesar $250.000 untuk periode tersebut ditambahkan ke
beban dan laporan laba rugi. Perhatikan bahwa beban penjualan dan administrasi tidak

10
pernahdimasukkan dalam biaya produk. Beban penjualan dan administrasi selalu dikeluarkan
dari laporan laba rugi dan tidak pernah muncul di neraca.

Fairchild Company
Laporan laba rugi menurut Perhitungan biaya Absorpsi
penjualan ( $300x 8.000) $2.400.000
Dikurangi : Harga Pokok penjualan 1.800.000
Margin Kotor $600.000
Dikurangi : beban penjualan dan administrasi 100.000
Laba Operasi $500.000

*dengan menggunakan biaya unit produk absorpsi yang dihitung pada


Tampilan 10-5
harga pokok penjualan = biaya unit produk absorpsi x unit terjual
= $225 x 8.000= $1.800.000

FairChild Company
Laporan laba rugi menurut perhitungan Biaya Variabel
penjualan ($300 x 8.000) $2.400.000
Dikurangi beban variabel :
Harga pokok penjualan Variabel ** $1.600.000
Margin kontribusi $800.000
Dikurangi beban tetap :
Overhead tetap $250.000
Penjualan dan administrasi tetap 100.000 350.000
Laba bersih $450.000

** dengan menggunakan biaya unit produk vriabel pada tampilan 10-5


harga pokok penjualan =biaya unit produk variabel x unit terjual= $200 x 8.000= $1.600.000

Tampilan 10-6 Laporan Laba rugi Fairchild Company menurut Perhitungan Biaya Absorpsi dan Variabel

HUBUNGAN ANTARA PRODUKSI, PENJUALAN, DAN LABA

Hubungan antara laba menurut perhitungan biaya variabel dan laba menurut perhitungan
biaya absorpsi berubah ketika hubungan antara produksi dan penjualan berubah. Jika barang
yang terjual lebih banyak dari yang diproduksi, maka laba menurut perhitungan biaya
variabel akan lebih tinggi dari laba menurut perhitungan biaya absorpsi. Situasinya adalah
kebalikan dari contoh Fairchild. Menjual lebih banyak dari yang diproduksi berarti
persediaan awal dan unit yang dproduksi telah terjual. Menurut perhitungan biaya absorpsi,
unit unit yang keluar dari persediaan mengandung overhead tetap dari periode sebelumnya,
selain itu , unit unit yang diproduksi dan dijual telah mengandung seluruh overhead tetap
menurut perhitungan biaya absorpsi lebih besar dari overhead tetap periode berjalan, yaitu
sebesar jumlah overhead tetap yang keluar dari persediaan. Oleh karena itu , laba menurut

11
perhitungan biaya variabel lebih tinggi dari laba menurut perhitungan biaya absorpsi sebesar
jumlah overhead tetap yang mengalir keluar dari persediaan awal.

Jika jumlah produksi dan penjualan sama, maka tidak ada perbedaan pada laba yang
dilaporkan. Karena unit unit yang diproduksi terjual seluruhnya. Perhitungan biaya absorpsi
seperti juga perhitungan biaya variabel akan mengakui total overhead tetap periode tersebut
sebagai beban. Tidak ada overhead tetap yang masuk atau keluar dari persediaan.

Hubungan antara produksi,penjualan,dan kedua laba yang dilaporkan disajikan pada tampilan
10-7. Perhatikan babhwa jika produksi lebih besar dari penjualan, maka persediaan
meningkat. Jika produksi lebih kecil dari penjualan,maka persediaan berkurang. Jika
produksi sama dengan penjualan, maka persediaan awal sama dengan persediaan akhir.

Untuk mengilustrasikan hubungan tersebut, perhatikan contoh berikut yang didasarkan pada
data operasional Belnip,Inc. Pada tahun 2006,2007,2008.

biaya variabel per unit


bahan baku langsung $4,00
tenaga kerja langsung 1,50
overhead variabel (estimasi dan aktual) 0,50
penjualan dan administrasi variabel 0,25

jika maka
1. produksi > penjualan Laba bersih Absorpsi > Laba bersih variabel
2. produksi < penjualan Laba bersih Absorpsi < Laba bersih variabel
3. produksi= penjualan Laba bersih Absorpsi = Laba bersih Variabel
Tampilan 10-7 Hubungan antara Produksi,penjualan, dan laba

Estimasi :
Volume produksi 150.000
Overhead tetap $150.000
Aktual (setiap tahun) :
Volume produksi 150.000
Overhead tetap $150.000
Beban penjualan dan administrasi tetap $50.000
Harga jual $10 per unit

12
data operasional lainnya adalah sebagai berikut :
2006 2007 2008
persediaan awal - - 50.000
produksi 150.000 150.000 150.000
penjualan 150.000 100.000 200.000
persediaan akhir - 50.000 -

Laporan laba rugi yang disusun menurut perhitungan biaya absorpsi dan cariabel
diperlihatkan pada tampilan 10-8

Laporan Laba Rugi Menurut perhitungan Biaya Absorpsi


(dalam ribuan dolar)
2006 2007 2008
penjualan $1.500 $1.000 $2.000
dikurangi : harga pokok penjualan* 1.050 700 1.400
Margin kotor $450 $300 $600
Dikurangi : beban penjualan dan administrasi 87,5 75 100
Laba operasi $362,5 $225 $500

persediaan awal - - $300


Harga pokok produksi $1.050 $1.050 1.050
Barang yang tersedia untuk dijual 1.050 1.050 1.400
Dikurangi: persediaan akhir - 350 -
Harga pokok penjualan $1.050 $700 $1.400

Laporan Laba Rugi Menurut Perhitungan Biaya Variabel


(dalam ribuan dollar)
2006 2007 2008
penjualan $1.500 $1.000 $2.000
Dikurangi beban variabel:
harga pokok penjualan variabel (900) (600) (1200)
penjualan dan administrasi variabel (37,5) (25) (50)
Margin kontribusi $562,5 $375 $750
Dikurangi beban tetap:
overhead tetap (150) (150) (150)
penjualan dan administrasi tetap (50) (50) (50)
Laba operasi $362,5 $175 $550
persediaan awal - - $300
harga pokok produksi variabel $900 $900 900
barang yang tersedia untuk dijual $900 $900 $1200
Dikurangi : persediaan akhir - 300 -
harga pokok penjualan variabel $900 $600 $1200
$0,25 per unit x unit terjual

Kunci untuk menjelaskan perbedaan diantara kedua laba tersebut adalah analisis terhadap
arus overhead tetap. perhitungan biaya variabel selalu mengakui total overhead tetap periode
sebagai beban. Di lain pihak, perhitungan biaya absorpsi hanya mengakui overhead tetap
yang ada pada unit unit yang terjual. Jika jumlah yang diproduksi berbeda dari yang terjual,
overhead tetap akan mengalir keluar atau ke dalam persediaan. Jika jumlah overhead tetap
dalam persediaan meningkat,maka laba menurut perhitungan biaya absorpsi lebih besar
daripada laba menurut perhitungan biaya variabel sebesar kenaikan bersihnya. Jika overhead

13
tetap persediaan berkurang,maka laba menurut perhitungan biaya variabel lebih besar
daripada laba menurut perhitungan biaya absorpsi sejumlah penurunan bersihnya.

Perubahan dalam overhead tetap dalam persediaan adalah tepat sama dengan selisih diantara
kedua laba. Perubahan ini dapat dihitung melalui perkalian tarif overhead tetap dengan
perubahan total unit persediaan awal dan akhir (yang merupakan selisih antara produksi dan
penjualan). selisih antara laba operasi menurut perhitungan biaya absorpsi dan laba bersih
menurut perhitungan biaya variabel dapat dinyatakan sebagai berikut :

laba menurut
laba menurut perhitungan biaya perhitungan biaya tarif overhead (unit diproduksi -
absorpsi - variabel = tetap x unit terjual)

tampilan 10-9 memperlihatkan bagaimana pendekatan praktis ini dapat digunkana untuk menjelaskan selisih tersebut

2006 2007 2008


Laba operasi :
perhitungan biaya absorpsi $362,5 $22,5 $500
perhitungan biaya variabel 362,5 175 550
selisih $0 $50 $(50)
penjelasan :
Unit diproduksi 150 150 150
unit terjual 150 100 200
Perubahan dalam persediaan 0 50 -50
tarif overhead tetap x $1 x $1 x$1
selisih yang dijelaskan $0 $50 $(50)

*pada tahun 2006,perhitungan biaya absorpsi hanya mengakui overhead tetap periode sebagai
beban. Tidak ada overhead tetap yang keluar dan masuk persediaan. Pada tahun 2007, $50.000
overhead tetap masuk dalam persediaan dan pengakuannya sebagai beban ditangguhkan ke
periode berikutnya. pada tahun 2008 , $50.000 overhead tetap keluar dari persediaan dan
diakui sebagia beban.

tampilan 10-9 Rekonsiliasi perhitungan biaya variabel dan absorpsi (dalam ribuan dolar)

PERLAKUAN OVERHEAD TETAP PADA PERHITUNGAN BIAYA ABSORPSI

Menurut perhitungan biaya absorpsi, overhead tetap harus dibebankan pada unit yang
diproduksi. Hal ini menciptakan dua masalah yang belum kita bahas secara eksplisit.
Pertama, bagaimana kita mengonversi overhead pabrik yang dibebankan berdasarkan jam
tenaga kerja langsung atau jam mesin terhadap overhead pabrik yang ditetapkan untuk unit

14
yang diproduksi? Kedua, apa yang dilakukan jika overhead pabrik yang aktual tidak sama
dengan overhead pabrik yang dibebankan?

Masalah pertama dapat diatasi dengan relatif mudah. Misalkan overhead pabrik ditetapkan
atas dasar jam tenaga kerja langsung. Selanjutnya, misalkan dibutuhkan 0,25 jam tenaga kerja
langsung untuk memproduksi satu unit. Jika tarif overhead pabrik tetap adalah $12 per jam
tenaga kerja langsung, maka overhead tetap per unit adalah $3 (0,25 x $12)

Solusi untuk masalah kedua membutuhkan pemikiran yang lebih dalam. Pertama, kkita harus
menghitung overhead tetap yang ditetapkan dan membebankannya pada unit yang
diproduksi. Selanjutnya total overhead yang ditetapkan dibandingkan dengan overhead tetap
aktual. Jika kelebihan atau kekurangan overhead yang ditetapkan tidak material, maka akan
ditutup dalam harga pokok penjualan. setiap unit yang masuk dalam persediaan akhir
mengandung overhead tetap yang ditetapkan. Overhead variabel (yang juga dapat ditetapkan
terlalu tinggi atau terlalu rendah) diperlakukan dengan cara yang sama. Jika jumlah yang
ditetapkan terlalu tinggi atau terlalu rendah itu material, maka dialokasikan diantara barang
dalam proses, barang jadi,dan harga pokok penjualan.

MENGEVALUASI MANAJER PUSAT LABA

Evaluasi terhadap para manajer sering berkaitan dengan profitabilitas unit- unit yang berada
dalam kendali mereka. Jika kinerja laba diharapkan untuk mencerminkan kinerja manajerial,
maka manajer berhak mengharapkan berlakunya hal-hal berikut ini:

 Ketika pendapatan meningkat sementara faktor lainnya tetap, maka laba akan meningkat.
 Ketika pendapatan menurun sementara faktor lainnya tetap, maka laba akan menurun.
 Ketika pendapatan tidak berubah sementara faktor lainnya tetap, maka labaakan tetap
tidak berubah.

Perhitungan biaya variabel memang memastikan hubungan diatas, tetapi menurut


perhitungan biaya absorpsi terkadang tidak demikian. Sebagai ilustrasi anggaplah suatu
divisi memiliki data operasional berikut selama dua tahun pertama. (untuk penyederhanaan,
dianggap tidak ada beban penjualan dan administratif)

2007 2008
biaya manufaktur variabel per unit $10 $10
produksi (unit yang diharapkan dan
aktual) 10.000 5.000
unit terjual ($25 per unit) 5.000 10.000
Overhead tetap (estimasi dan aktual) $100.000 $100.000

15
Biaya produk menurut perhitungan biaya variabel adalah $10 per unit pada kedua tahun.
Dengan mengasumsikan volume aktual yang diharapkan digunakan untuk menghitung tarif
overhead tetap yang telah ditetapkan sebelumnya, biaya produk menurut perhitungan biaya
absorpsi adalah $20 per unit pada tahun 2007 dan $30 per unit tahun 2008 ($10
+($100.000/10.000) untuk tahun 2005, $10+$100.000/5.000 untuk tahun 2008)

Penjualan meningkat dari 5.000 menjadi 10.000 unit. Total biaya tetap,biaya manufaktur
variabel per unit, dan harga jual per unit adalah sama untuk kedua periode. Jadi,kenaikan dua
kali lipat dalam penjualan mencerminkan satu satunya perubahan yang terjadi dari satu
periode ke periode selanjutnya.

Laba menurut Perhitungan Biaya Variabel

2007 2008
Penjualan $125.000 $250.000
dikurangi beban variabel :
harga pokok penjualan variabel 50.000 100.000
margin kontribusi $75.000 $150.000
dikurangi beban tetap :
overhead tetap 100.000 100.000
Laba (rugi) operasi $(25.000) $50.000

Laba menurut Perhitungan Biaya Absorpsi

2007 2008
Penjualan $125.000 $250.000
dikurangi harga pokok penjualan 100.000 250.000
Laba (rugi) operasi $25.000 $0
$10 x 5.000 pada tahun 2007 dan $10x 10.000 pada tahun 2008
Persediaan awal $ - $100.000
harga pokok produksi 200.000 150.000
barang yang tersedia untuk dijual $200.000 $250.000
dikurangi : persediaan akhir 100.000 -
harga pokok penjualan $100.000 $250.000

tampilan 10-10 Laporan laba rugi menurut perhitungan biaya variabel dan absorpsi

16
LAPORAN LABA RUGI SEGMEN DENGAN MENGGUNAKAN PERHITUNGAN
BIAYA VARIABEL

Perhitungan biaya variabel berguna dalam menyiapkan laporan laba rugi segmen karena
perhitungan ini menyediakan informasi penting mengenai beban variabel dan tetap. sebuah
segmen adalah subunit dari suatu perusahaan yang cukup penting dalam pembuatan laporan
kinerja. Segmen bisa berupa divisi,departemen,lini produk,kelompok pelanggan,dll. Akan
tetapi dalam laporan laba rugi segmen, beban tetap dibagi menjadi dua kategori :

1. Beban tetap langsung (direct fixed exspense)


Adalah beban tetap yang secara langsung dapat ditelusuri ke suatu segmen (lini produk pada
contoh ini). Beban ini terkadang disebut sebagai beban tetap yang dapat dihindari (avoidable
fixed expenses) atau beban tetap yang dapat ditelusuri (traceable fixed expense) karena beban
ini akan hilang jika segmen ditutup atau dihapus. Contoh , jika segmen adalah wilayah
penjualan, beban tetap langsung untuk setiap wilayah adalah sewa kantor penjualan, gaji
manajer penjualan di setiap wilayah.
2. Beban tetap umum (common fixed expense)
Disebabkan oleh dua atau lebih segmen secara bersamaan. Beban beban ini tetap muncul,
bahkan ketika salah satu segmen dihapus. Contoh, depresiasi gedung kantor pusat,gaji
CEO,dan biaya untuk mencetakdan mendistribusikan laporan tahunan kepada para pemegang
saham adalah beban tetap umum bagi Walt Disney Company. Jika Walt Disney Company
akan menjual sebuah taman tematis atau membuka yang baru,maka beban tetap tersebut tidak
akan terpengaruh.

Sebagai contoh,Audiomatronics memproduksi alat pemutar MP3 dan pemutar DVD.


Audiomatronics menyediakan informasi berikut ini untuk tahun depan :

Pemutar MP3 Pemutar DVD


penjualan $400.000 $290.000
Harga pokok penjualan variabel 200.000 150.000
Overhead tetap langsung 30.000 20.000

Sebuah komisi penjualan sebesar 5 persen dari penjualan dibayarkan ke setiap lini produk.
Beban penjualan dan administrasi tetap langsung diperkirakan sebesar $10.000 untuk lini
MP3 dan $15.000 untuk lini DVD.

Overhead tetap umum untuk pabrik diperkirakan sebesar $100.000; beban penjualan dan
adminitrasi umum diperkirakan sebesar $20.000. tampilan 10-11 menunjukan laporan laba
rugi segmen dimana segmen segmen nya adalah lini produk.

Perhatikan bahwa tampilan 10-11 menunjukan pemutar MP3 dan pemutar DVD memiliki
margin kontribusi positif yang besar ($180.000 untuk pemutar MP3 dan $125.500 untuk

17
pemutar DVD). Kedua produk memberikan penghasilan yangmelebihi biaya variabel yang
dapat digunakan untuk membantu menutup biaya tetap perusahaan. akan tetapi, sebagian dari
biaya tetap perusahaan disebabkan oleh segmen itu sendiri. Jadi, ukuran riil kontribusi laba
dari setiap segmen adalah jumlah yang tersisa setelah biaya tetap langsung ditutupi.

Kontribusi laba yang dihasilkan setiap segmen untuk menutupi biaya tetap umum perusahaan
disebut margin segmen (segment margin). Suatu segmen harus mampu menutup paling tidak
biaya variabel dan biaya tetap langsungnya sendiri. Laba segmen yang negatif mengurangi
total laba perusahaan. untuk menghapus segmen tersebut, dibutuhkan pertimbangan. Dengan
mengabaikan setiap pengaruh yang dimiliki suatu segmen terhadap penjualan segmen
lainnya,margin segmen dapat mengukur perubahan laba perusahaan yang mungkin terjadi
jika segmen dihapus.

Audiomatronics ,Inc.
Laporan Laba rugi Segmen
untuk Tahun Depan

Pemutar MP3 DVD Pemutar Total


penjualan $400.000 $290.000 $690.000
harga pokok penjualan variabel (200.000) (150.000) (350.000)
beban penjualan variabel (20.000) (14.500) (34.500)
margin kontribusi $180.000 $125.500 $305.500
dikurangi beban tetap langsung
overhead tetap langsung (30.000) (20.000) (50.000)
penjualan dan administrasi langsung (10.000) (15.000) (25.000)
margin segmen $140.000 $90.500 $230.000
Dikurangi beban tetap umum
overhead tetap umum (100.000)
penjualan dan administrasi umum (20.000)
Laba bersih $110.500

Tampilan 10-11 Laporan Laba Rugi Segmen

Laporan laba rugi segmen dengan menggunakan perhitungan biaya variabel memiliki satu
keistimewaan disamping laporan laba rugi perhiitungan biaya variabel yang telah disajikan
sebelumnya. Pembagian seluruh beban tetap dalam 2 kategori : beban tetap langsung dan
beban tetap umum, memberikan informasi tambahan bagi manajer. Pembagian tambahan ini
menggarisbawahi biaya yang dapat dikendalikan dengan biaya yang tidak dapat dikendalikan
dan meningkatkan kemampuan manajer untuk mengevaluasi setiap kontribusi segmen
terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Karena beban tetap langsung dapat ditelusuri ke suatu segmen (lini produk dalam contoh ini),
beban ini disebabkan oleh keberadaan dari segmen itu sendiri. Jika segmen atau lini produk
dihapus,maka beban tetap ini akan hilang. Hal ini memberikan suatu gambaran yang lebih
tepat kepada manajer mengenai profitabilitas segmen.

18
Dilain pihak, beban tetap umum disebabkan oleh dua atau lebih segmen. Jika salah satu
segmen dihapus, beban tetap umum ini tetap ada dan dalam tingkat yang sama dengan yang
sbelumnya. Pada contoh Audiomatronics, penyusutan pabrik dan gaji supervisor adalah
beban tetap umum. Penghapusan satu lini produk tidak akan menghapus pabrik dan
penyusutannya. Supervisor pabrik juga akan tetap dibutuhkan untuk mengawasi produksi lini
produk lainnya.

Biaya tetap yang merupakan biaya tetap langsung pada suatu segmen mungkin dapat menjadi
biaya tetap tak langsung atau umum pada segmen lain. Sebagai contoh, anggaplah lini produk
pemutar MP3 disegmentasi menjadi dua wilayah penjualan. pada kasus ini,penyusutan
peralatan yang digunakan untuk memproduksi pemutar MP3 merupakan beban umum bagi
kedua wilayah, tetapi dapat ditelusuri secara langsung ke segmen produk itu sendiri.

PENGUKURAN KINERJA PUSAT INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN ROI

1. Pengembalian atas investasi


Divisi divisi yang merupakan pusat investasi akan memiliki laporan laba rugi dan neraca
sendiri. Jelas bahwa menghubungkan laba operasi dengan aktiva yang digunakan untuk
menghasilkannya merupakan suatu ukuran kinerja yang lebih bermakna.
Satu cara mengaitkan laba operasi dengan aktiva yang digunakan adalah dengan menghitung
pengembalian atas investasi (return on investment atau ROI),yaitu laba yang diperoleh
untuk setiap dolar investasi. ROI adalah ukuran kinerja yang paling lazim bagi suatu pusat
investasi. ROI dapat didefinisikan sebagai berikut:

ROI = Laba Operasi


Aktiva Operasi Rata Rata

Laba operasi (operating income) mengacu pada laba sebelum bunga dan pajak. Aktiva
operasi (Operating asset) adalah seluruh aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba
operasi,termasuk kas, piutang,persediaan,tanah,gedung dan peralatan. Gambaran aktiva
operasi rata rata dihitung sebagai berikut:

Aktiva operasi rata rata = (nilai buku bersih awal+ nilai buku bersih akhir)
2

Hal yang penting adalah memastikan satu metode diterapkan secara konsisten sepanjang
waktu. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk membandingkan ROI antar berbagai divisi
sepanjang waktu.

19
2. Margin dan perputaran
Cara kedua untuk menghitung ROI adalah memisahkan rumusnya. (Laba operasi/ Aktiva
operasi rata rata) dalam margin dan perputaran.
ROI = Margin x perputaran
= Laba operasi x penjualan
penjualan Aktiva operasi rata rata
Margin adalah rasio dari laba operasi terhadap penjualan. hal ini menunjukan jumlah laba
operasi yang dihasilkan dari setiap dolar penjualan. hal ini menyatakan, bagian dari penjualan
yang tersedia untuk bunga,pajak,dan laba. Perputaran (turn over) adalah suatu ukuran lain
yang dihitung dengan membagi pendapatan penjualan dengan aktiva operasi rata rata.
Perputaran menunjukan jumlah penjualan yang dihasilkan dari setiap dolar yang
diinvestasikan dalam aktiva operasi. Hal ini menunjukan produktivitas aktiva yang digunakan
untuk menghasilkan penjualan.
Contoh, Calimar Company memperoleh laba operasi tahun lalu seperti laporan laba rugi
berikut:
penjualan $480.000
harga pokok penjualan 222.000
margin kotor $258.000
beban penjualan dan administrasi 210.000
laba operasi $48.000

Pada awal tahun, nilai buku bersih dari aktiva operasi adalah $277.000. pada akhir tahun,
nilai buku bersih dari aktiva operasi adalah $323.000. maka :

aktiva operasi rata rata = (aktiva awal +aktiva akhir)


2

= ($277.000+ $323.000)
2
= $300.000

Margin = Laba operasi


penjualan

= $48.000
$480.000
= 0,10 atau 10 persen

20
perputaran = Penjualan
Aktiva operasi rata rata
= $480.000
$300.000
= 1,6

ROI = Margin x Perputaran =0,10 x 1,6 = 0,16 atau 16 persen

Atau ROI = Laba operasi / Aktiva operasi rata rata = $48.000 / $300.000

3. Keunggulan ROI
Ada 3 hasil positifdari penggunaan ROI
a. ROI mendorong manajer untuk fokus pada hubungan antara penjualan, beban, dan investasi
sebagaimana yang diharapkan dari seorang manajer pusat investasi.
Della Barnes, manajer Plastic Division,sedang mempertimbangkan saran dari direktur
pemasarannya untuk meningkatkan anggaran iklan sebesar $100.000. direktur pemasaran
yakin bahwa kenaikan ini akan mendorong hasil penjualan sebesar $200.000. della sadar
bahwa kenaikan biaya variabel akan sebesar $80.000. divisi ini juga perlu membeli mesin
tambahan untuk mengatasi peningkatan produksi. Peralatan tersebut memerlukan biaya
$50.000 dan menambahkan beban penyusutan sebesar $10.000. akibatnya saran tersebut akan
menambahkan $10.000($200.000- $80.000-$10.000-$100.000) kepada laba operasi. Saat ini,
penjualan divisi adalah sebesar $2 juta beban total adalah $1.850.000, dan laba operasi bersih
sebesar $150.000. aktiva operasi sama dengan $1juta.
tanpa peningkatan iklan dengan peningkatan iklan
penjualan $2.000.000 $2.200.000
dikurangi beban 1.850.000 2.040.000
Laba operasi $150.000 $160.000
Aktiva operasi $1.000.000 $1.050.000

ROI:
$150.000/ $1.000.000 = 0,15 atau 15 persen
$160.000/$1.050.000= 0,1524 atau 15,24 persen

b. ROI mendorong manajer untuk fokus pada efisiensi biaya


Kyle Chugg,manajer Turner’s Battery Division ,kesal ketika mengkaji proyeksi proyeksi
pada semester kedua dari tahun fiskal berjalan. Resesi ekonomi telahmengganggu kinerja
divisinya. Penambahan proyeksi laba operasi sebesar $200.000 pada laba operasi aktual
semester pertama menghasilkan proyeksi laba tahunan sebesar $425.000. selanjutnya, Kyle
membagi proyeksi laba operasi dengan aktiva operasi rata rata divisi untuk mendapatkan
proyeksi ROI sebesar 12,15 persen. Kyle memerintahkan semua manajer operasional untuk
mengidentifikasikan dan menghapus semua aktivitas yang tidak bernilai tambah. Hasilnya

21
manajer jenjang rendah menemukan cara mengurangi biaya sampai $150.000 selama
semester kedua. Pengurangan ini meningkatkan laba operasi tahunan dari $425.000 menjadi
$575.000 yang meningkatkan ROI dari 12,15 persen menjadi 16,43 persen. Kyle mendapati
bahwa sejumlah pengurangan biaya dapat dipertahankan setelah bisnis kembali normal.

c. ROI mendorong manajer untuk fokus pada efisiensi aktiva operasi.


Electronic Storage Division menikmati kemakmuran selama tahun tahun awal berdirinya.
Pada awalnya, divisi ini mengembangkan teknologi baru untuk penyimpanan data
ekternal,penjualan dan pengembalian atas investasi luar biasa tingginya. Namun, selama
beberapa tahun terakhir,pesaing berhasil mengembangkan teknologi yang berdaya saing dan
ROI dvisi anjlok dari 30 persen menjadi 15persen. Pada awalnya, pemotongan biaya cukup
membantu, tetapi saat semua pemborosan biaya telah dihapuskan,perbaikan lebih lanjut
melalui pemotongan biaya tidak dimungkinkan lagi. Selain itu,peningkatan penjualan
tampaknya tidak dapat dicapai karena persaingan terlalu tajam. Manajer divisi mengupayakan
beberapa cara meningkatan ROI paling sedikit 3 sampai 5 persen. Hanya dengan
meningkatan ROI, divisi ini dapat mengimbangi divisi lain. Divisi berhrap dapat menerima
tambahan modal untuk riset dan pengembangan. Manajer divisi memulai suatu program
intensif untuk mengurangi aktiva operasi. Hasil terbesar diperoleh dari pengurangan
persediaan. Namun, satu pabrik ditutup karena penurunan jangka panjang pada pangsa pasar.
Melalui pengoperasian sistem pembelian dan pengolahan just in time (JIT), divisi mampu
mengurangi aktivanya tanpa mengancam pangsa pasarnya yang masih ada. Akhirnya,
pengurangan dalam aktiva operasi berarti biaya operasi masih dapat dikurangi lebih jauh.
Hasil akhirnya adalah peningkatan 50 persen pada ROI divisi, dari 15 persen menjadi lebih
dari 22 persen.

KELEMAHAN ROI

2 aspek negatif ROI


a. ROI mengakibatkan fokus yang sempit pada profitabilitas divisi dengan mengorbankan
profitabilitas keseluruhan perusahaan.
Cleansing Product Division berkesempatan melakukan investasi dalam 2 proyek pada tahun
mendatang. Biaya yang dibutuhkan untuk setiap investasi,tingkat pengembalian, dan ROI
adalah sebagai berikut .
Proyek I Proyek II
investasi $10.000.000 $4.000.000
Laba operasi 1.300.000 640.000
ROI 13% 16%
Saat ini, divisi menghasilkan ROI sebesar 15% dengan aktiva operasi $50 juta dan laba
operasi atas investasi berjalan sebesar $7,5 juta. Divisi telah mendapat persetujuan
menambah investasi sebesar $15 juta pada investasi modal baru. Kantor pusat perusahaan
mensyaratkan semua investasi harus menghasilkan laba paling sedikit 10persen (tingkat laba

22
ini mencerminkan biaya perusahaan untuk mendapatkan modal). Setiap modal yang tidak
digunakan divisi akan diinvestasikan oleh kantor pusat dan menghasilkan laba tepat
10persen.
Manajer divisi mempunyai emoat alternatif,yaitu investasi dalam proyek I,investasi dalam
Proyek II, investasi dalam proyek I dan proyek II, atau tidak melakukan investasi pada kedua
proyek. ROI divisi dihitung untuk setiap alternatif.
Alternatif
hanya memilih hanya memilih Memilih kedua Tidak memilih
Proyek I Proyek II proyek Kedua proyek
Laba Operasi $8.800.000 $8.140.000 $9.440.000 $7.500.000
Aktiva Operasi $60.000.000 $54.000.000 $64.000.000 $50.000.000
ROI 14,67% 15,07% 14,75% 15,00%

Manajer divisi memilih investasi hanya dalam proyek II karena investasi tersebut akan
meningkatkan ROI dari 15,00% menjadi 15,07%. Meskipun mampu memaksimalkan ROI
divisi, Proyek II sebenarnya membebani perolehan laba perusahaan. jika proyek I yang
dipilih, perusahaan akan memperoleh laba $1,3juta. Dengan tidak memilih Proyek ,modal
$10 juta (0,10 x $10.000.000) .akibatnya perhatian yang hanya ditujukan pada ROI divisi
merugikan perusahaan dalam bentuk hilangnya laba sebesar $300.000 ($1.300.000-
$1.000.000)

b. ROI mendorong para manajer untuk fokus pada kepentingan jangka pendek dengan
mengorbankan kepentingan jangka panjang.
Ruth Lunsford, manajer Small Tools Division, kecewa dengan kinerja divisinya selama tiga
kuartal pertama. Berdasarkan proyeksi laba kuartal keempat, ROI untuk tahun tersebut adalah
13 persen, paling tidak dua persen dibawah harapan. ROI ini mungkintidak cukup kuat
sebagai alasan pendukung bagi promosi yang diinginkannya. Dengan sisa waktu 3 bulan,
tindakan drastis harus dilakukan. Kemungkinan penjualan dibukukan paling sedikit 2 atau 3
bulan sebelumnya. Penekanan pada kegiatan penjualan ekstra akan bermanfaat untuk kinerja
tahun berikutnya. Hal yang diperlukan adalah beberapa cara meningkatkan kinerja tahun ini.
Setelah mempertimbangkan secara hati hati,Ruth memutuskan untuk menempuh langkah
berikut :
 Memberhentikan lima pegawai penjualan yang menerima gaji tertinggi
 Memotong anggaran iklan kuartal keempat sampai 50 persen
 Menunda seluruh promosi pegawai dalam divisi selama 3 bulan
 Mengurangi anggaran pemeliharaan sampai 75 persen
 Menggunakan bahan baku yang lebih murah untuk produksi selama kuartal keempat.

Secara keseluruhan ,langkah langkah tersebut akan mengurangi beban,menaikkan laba, dan
meningkatkan ROI menjadi sekitar 15,2persen. Meskipun tindakan Ruth bisa meningkatkan
laba dan ROI dalam jangka pendek, tindakan tersebut mengandung beberapa konsekuensi
negatif dalam jangka panjang. Pemberhentian pegawai penjualan yang menerima gaji

23
tertinggi yang kemungkinan adalah pegawai terbaik) dapat mengganggu kemampuan divisi
untuk menghasilkan penjualan di masa datang. Penjualan di masa mendatang mungkin juga
akan terganggu karena pemotongan biaya iklan dan penggunaan bahan baku yang lebih
murah. Penundaan promosi pegawai mungkin merusak moral pegawai, bahkan dapat
mengurangi produktivitas dan penjualan di masa datang. Akhirnya, pengurangan biaya
pemeliharaan mungkin akan meningkatkan frekuensi peralatan yang rusak dan mengurangi
usia produktif peralatan.

MENGUKUR KINERJA PUSAT INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN LABA


RESIDU & EVA

Laba residu adalah perbedaan antara laba operasi dan pengembalian minimum yang
disyaratkan atas aktiva operasi perusahaan.

Laba Residu = Laba operasi - (tingkat pengembalian minimum x aktiva operasi rata rata)

Tingkat pengembalian minimum ditentukan perusahaan dan sama dengan burdle rate yang
disebutkan pada bagian ROI. Jika laba residu lebih besar dari nol, divisi memperoleh lebih
banyak tingkat pengembalian minimum yang diminta (atau burdle rate). Jika laba residu
kurang dari nol, divisi memperoleh lebih sedikit tingkat pengembalian minimum yang
diminta. Akhirnya, laba residu yang sama dengan nol menunjukan divisi memperoleh tepat
sama dengan tingkat pengembalian minimum yang diminta.

 Keunggulan laba residu


Ingat kembali bahwa manajer Cleansing Product Division menolak proyek I karena akan
menurunkan ROI divisi. Namun, keputusan tersebut membebani laba perusahaan sebesar
$300.000. penggunaan laba residu sebagai ukuran kinerja akan mencegah kerugian ini. Laba
residu untuk setiap proyek dihitung sebagai berikut:
proyek I
Laba operasi - ( tingkat pengembalian minimum x aktiva
Laba residu = operasi rata rata
= $1.300.000-(0,10x $10.000.000)
= $300.000

proyek II
Laba residu = $640.000-(0,10x$4.000.000)
= $240.000
Perhatikan bahwa kedua proyek memiliki laba residu positif. Untuk tujuan perbandingan,laba
residu divisi untuk setiap alternatif tersebut diidentifikasikan sbb:

24
Alternatif

hanya memilih hanya memilih Memilih kedua Tidak memilih


Proyek I Proyek II proyek Kedua proyek
Aktiva Operasi $60.000.000 $54.000.000 $64.000.000 $50.000.000
Laba operasi $8.800.000 $8.140.000 $9.440.000 $7.500.000
pengembalian minimum 6.000.000 5.400.000 6.400.000 5.000.000
Laba residu $2.800.000 $2.740.000 $3.040.000 $2.500.000
Seperti yang ditunjukan diatas, memilih kedua proyek menghasilkan peningkatan laba residu
yang terbesar. Penggunaan laba residu mendorong para manajer untuk menerima proyek
apapun yang menghasilkan tingkat diatas minimum.

 Kelemahan laba residu


Laba residu seperti hal nya ROI,bisa mendorong orientasi jangka pendek. Jika Ruth Lunsford
dievaluasi atas dasar laba residu, dia mungkin akan mengambil tindakan yang sama.
Masalah lainnya dengan laba residu tidak seperti ROI, laba residu adalah ukuran absolut dari
profitabilitas. Jadi perbandingan langsung dari kinerja pada dua pusat investasi yang berbeda
menjadi sulit karena tingkat investasinya bisa berbeda. Sebagai contoh, pertimbangkan
penghitungan laba residu untuk divisi A dan divisi B dimana tingkat pengembalian minimum
yang diminta adalah 8%.

Divisi A Divisi B
aktiva operasi rata rata $15.000.000 $2.500.000
Laba operasi $1.500.000 $300.000
Pengembalian minimum -1.200.000 -200.000
Laba residu $300.000 $100.000
Pengembalian residu 2% 4%
a 0,08x aktiva operasi
b laba residu dibagi dengan aktiva operasi

Ada kecenderungan untuk menyatakan kinerja Divisi A lebih baik daripada Divisi B karena
laba residunya tiga kali lebih besar. Akan tetapi, perhatikan bahwa Divisi A jauh lebih besar
daripada Divisi B dan memiliki aktiva 6x lebih banyak. Salah satu cara yang memungkinkan
untuk mengoreksi kelemahan ini adalah menghitung pengembalian atas investasi dan laba
residu,serta menggunakan kedua ukuran tersebut untuk evaluasi kinerja. Kemudian, ROI bisa
digunakan untuk perbandingan antar divisi.

25
NILAI TAMBAH EKONOMI

Cara khusus menghitung laba residu adalah nilai tambah ekonomi. Nilai tambah ekonomi
(economic value added-EVA) adalah laba bersih(laba operasi dikurangi pajak) dikurangi total
biaya modal tahunan. Pada dasarnya, EVA adalah laba residu dengan biaya modal sama
dengan biaya modal aktual dari perusahan (sebagai ganti dari suatu tingkat pengembalian
minimum yang diinginkan perusahaan karena alasan lainnya). Jika EVA positif,maka
perusahaan sedang menciptakan kekayaan, jika negatif,maka perusahaan sedang menyiapkan
modal. EVA membantu perusahaan untuk menentukan apakah uang yang didapatkannya
lebih besar daripda uang yang digunakan untuk mendapatkan uang tersebut. Dalam jangka
panjang, hanya perusahaan yang menghasilkan modal/ kekayaan yang dapat bertahan.
Sebagai bentuk dari laba residu, EVA adalah suatu bentuk satuan dolar,bukan suatu tingkat
presentase pengembalian. Tetapi EVA juga menghasilkan tingkat pengembalian seperti ROI
karena menghubungkan penghasilan bersih dengan modal yang dipakai. Inti EVA adalah
penekanan pada laba bersih operasi dan biaya aktual dari modal lain pihak,secara khusus
pendapatan residual menggunakan suatu tingkat minimum pengembalian yang diharapkan.
Para investor menyukai EVA karena menghubungkan laba dengan jumlah sumber sumber
daya yang diperlukan untuk mencapainya.

Menghitung EVA

EVA adalah laba bersih atau laba operasi setelah pajak dikurangi biaya modal yang dipakai.
Biaya modal yang dipakai adalah persentase aktual dari biaya modal dikali dengan total
modal yang dipakai. Persamaan EVA dinyatakan sebagai berikut :

(presentase biaya modal


Laba operasi
EVA = - aktual x total modal yang
setelah pajak
dipakai)

Aspek Perilaku EVA:

Sejumlah perusahaan menemukan bahwa EVA membantu mendorong jenis perilaku yang
sesuai dari berbagai divisi dengan menunjukan semata-mata pada pendapatan operasi tidak
mencukupi. Alasan yang mendasarinya adalah EVA mengandalkan biaya modal yang
sebenarnya. Di banyak perusahaan, tanggung jawab keputusan investasi terletak pada
manajemen perusahaan. akibatnya, biaya modal diperhitungkan sebagai pengeluaran
perusahaan. jika suatu divisi menumpuk persediaan dan melakukan investasi, biaya
pendanaan investasi akan dilaporkan dalam neraca laba rugi perusahaan secara keseluruhan
dan tidak diperlihatkan sebagai pengurangan pendapatan operasi divisi. Akibatnya, investasi
terlihat seolah olah bebas biaya bagi divisi dan mereka tentu menginginkan lebih.

26
PENETAPAN HARGA TRANSFER

Harga transfer adalah harga yang dibebankan untuk suatu komponen oleh divisi penjual pada
divisi pembeli di perusahaan yang sama. Penetapan harga transfer adalah masalah yang
rumit. Dampak dari harga transfer terhadap divisi divisi dan perusahaan secara keseluruhan,
serta metode metode penetapan harga transfer dibahas pada bagian berikut.

DAMPAK PENETAPAN HARGA TRANSFER TERHADAP DIVISI DAN


PERUSAHAAN SECARA KESELURUHAN

Ketika satu divisi dari suatu perusahaan menjual pada divisi lain, kedua divisi tersebut dan
perusahaan secara keseluruhan terkena pengaruhnya. Harga yang dikenakan untuk barang
yang ditransfer memengaruhi biaya divisi pembeli dan pendapatan divisi penjual. Artinya,
laba kedua divisi tersebut,sebagaimana juga evaluasi dan kompensasi para manajer
mereka,dipengaruhi oleh harga transfer. Karena berpengaruh terhadap ukuran kinerja
berdasarkan laba dari kedua divisi (misalnya, ROI dan laba residu), penetapan harga transfer
sering terjadi masalah yang ditanggapi secara emosional. Tampilan 10-15 mengilustrasikan
dampak harga transfer terhadap 2 divisi ABC,Inc

Meskipun harga transfer aktual tidak memengaruhi perusahaan sebagai satu kesatuan,
penetapan harga transfer ternyata mampu memengaruhi tingkat laba yang dihasilkan
perusahaan multinasional melalui pajak badan dan persyaratan hukum lainnya yang
ditetapkan negara tempat berbagai divisi beroperasi. Sebagai contoh, jika divisi penjual
berada di negara yang pajaknya rendah dan divisi pembeli beroperasi di negaraa yang pajak
nya tinggi,maka biaya transfer bisa ditetapkan cukup tinggi. Selanjutnya,laba akan masuk ke
divisi yang berada di negara dengan pajak rendah dan biaya akan dibebankan pada divisi
yang berada di negara dengan pajak tinggi. Hal ini menyebabkan pengurangan dari pajak
badan secara keseluruhan.

KEBIJAKAN PENETAPAN HARGA TRANSFER

Dalam penyusunan sebuah kebijakan penetapan harga transfer,kedua pandangan dari divisi
penjual dan divisi pembeliharus dipertimbangkan. Pendekatan biaya peluang (opportunity
cost approach) mencapai tujuan tersebut dengan mengidentifikasi harga minimum yang ingin
diterima divisi penjual dan harga maksimum yang ingin dibayar divisi pembeli . harga harga
minimum dan maksimum tersebut sesuai dengan biaya peluang transfer internal. Berikut
harga harga yang ditetapkan di setiap divisi.

1. Harga transfer minimum adalah harga transfer yang akan membuat keadaan divisi penjual
tidak menjadi lebih buruk jika barang dijual pada divisi internal dari pada dijual pada pihak
luar. Hal ini terkadang disebut “ batas bawah (floor) ’’ dari rentang penawaran.

27
2. Harga transfer maksimum adalah harga transfer yang akan membuat keadaan divisi
pembeli tidak menjadi lebih buruk jika suatu input dibeli dari divisi internal dari pada jika
barang yang sama dibeli secara eksternal. Hal ini terkadang disebut “ batas atas (ceiling)”
dari rentang penawaran.

Beberapa kebijakan harga transfer digunakan dalam praktik. Kebijakan harga transfer ini
mencakup :

a. Harga pasar
Jika terdapat pasar luar dengan persaingan sempurna untuk produk yang ditransfer, maka
harga transfer yang paling sesuai adalah harga pasar. Pada situasi demikian, berbagai
tindakan manajer divisi akan mengoptimalkan laba divisi dan laba perusahan secara simultan.
Lagi pula, tidak ada divisi yang memperoleh manfaat diatas beban divisi lain. Bila
demikian,manajemen pusat tidak akan tertarik untuk melakukan campur tangan.
Jika tersedia, harga pasar adalah pendekatan terbaik untuk penetapan harga transfer. Karena
divisi penjual mampu menjual produknya pada harga pasar, transfer internal pada harga yang
lebih rendah dari harga pasar akan mengakibatkan divisi tersebut merugi. Divisi pembeli
yang selalu mampu membeli barang pada harga pasar mungkin juga tidak akan bersedia
membayar lebih tinggi dari harga pasar untuk barang yang ditransfer secara internal.
Apakah kedua divisi ini akan mentransfer sesuai harga pasar? Hal itu tidak menjadi masalah
karena divisi dan perusahaan akan tetap berjalan dengan baik secara keseluruhan meskipun
transfer terjadi secara internal atau tidak. Akan tetapi,jika transfer terjadi, harganya akan
sesuai dengan harga pasar.

b. Harga transfer berdasarkan biaya


Harga pasar luar kerap tidak tersedia. Hal tersebut bisa terjadi karena produk yang akan
ditransfer menggunakan desain hak paten yang dimiliki perusahaan induk. Dalam hal ini,
perusahaan bisa menggunakan pendekatan penetapan harga transfer berdasarkan biaya.
Sebagai contoh, perusahaan matras menggunakan busa dengan kepadatan tinggi untuk matras
dari tempat tidur lipat tersebut dan perusahaann luar tidak memproduksi matras semacam ini
dengan ukuran yang sesuai. Jika perusahaan telah menetapkan kebijakan penetapan harga
transfer berdasarkan biaya, maka divisi matras akan membebankan biaya penuh dari matras
tersebut.(biaya penuh mencakup biaya bahan baku langsung,tenaga kerja langsung,overhead
variabel,dan bagian dari overhead tetap)

bahan baku langsung $15


tenaga kerja langsung 5
overhead variabel 3
overhead tetap 5
biaya penuh $28

Jadi harga transfer adalah $28 per matras. Jumlah ini akan dibayarkan ke divisi matras oleh
divisi furnitur. Perhatikan bahwa harga transfer ini tidak memungkinkan adanya laba untuk

28
divisi penjual. Dalam hal ini, anggaplah perusahaan mengizinkan penetapan harga transfer
sesuai biaya plus 10 persen. Jadi harga transfer adalah $30,80 ($28 + (0,10 x $28))
Jika kebijakannya adalah penetapan harga transfer berdasarkan biaya,apakah akan terjadi ?
tergantung, misalkan,jika Divisi Furnitur ingin membeli matras berkualitas rendah dari pasar
luar seharga $25 per matras, maka transfer tidak akan terjadi. Misalkan, sama halnya jika
Divisi Matras berproduksi sesuai dengan kapasitasnya dan bisa menjual matras khusus
tersebut seharga $40 per matras. Divisi Matras akan menolak untuk mentransfer matras ke
Divisi Furnitur dan akan menjual semua yang bisa diproduksinya ke pihak luar.

c. Harga transfer yang dinegosiasikan


Akhirnya, manajemen tingkat atas bisa mengizinkan manajer divisi pembeli dan penjual
untuk menegosiasikan harga transfer. Secara khusus, pendekatan ini berguna saat kondisi
pasar tidak sempurna, seperti kemampuan divisi didalam perusahaan untuk menghindari
biaya penjualan dan distribusi. Dalam hal ini,biaya yang dihemat bisa dibagi diantara 2 divisi.
Dengan menggunakan contoh Divisi Matras dan Divisi Furnitur,anggaplah matras untuk
tempat tidur lipat biasanya dijual seharga $50 dan biaya penuhnya adalah $28. Komisi
penjualan sebesar $5 umumnya dibayarkan kepada tenaga penjual, biaya tersebut tidak perlu
dikeluarkan untuk transfer internal. Dalam hal ini, terdapat rentang penawaran. Rentang ini
mulai dari harga transfer minimum hingga maksimum.
Pada contoh ini,harga transfer minimum adalah $45 ($50 harga pasar dikurangi $5 komisi
penjualan yangbisa dihindari pada penjualan internal). Harga transfer maksimum $50 (harga
pasar luar yang harus dibayar oleh Divisi furnitur jika membeli matras secara eksternal).
Berapa harga transfer aktualnya? Tergantung keahlian negosiasi dari manajer Divisi Matras
dan Divisi Furnitur. Setiap harga transfer yang berada diantara $45 dan $50 akan
dimungkinkan.

29