Anda di halaman 1dari 12

MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN AYAM PEMBIBIT BROILER FASE

GROWER DI PT. CHAROEN POKHPAND JAYA FARM KAJEN,


PEKALONGAN, JAWA TENGAH

PROPOSAL PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Oleh:

FACHUR ROCHMAN
230101161120017

PROGRAM STUDI S-1 PETERNAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2018
MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN AYAM PEMBIBIT BROILER FASE
GROWER DI PT. CHAROEN POKHPAND JAYA FARM KAJEN,
PEKALONGAN, JAWA TENGAH

Oleh

FACHUR ROCHMAN
23010116120017

Dosen Wali

Dr. Ir. Isroli, M.P.


NIP. 19580502 198603 1 002

Usul PKL ini telah terdaftar


Di Program Studi S1 Peternakan

Nomor :
Tanggal :

Disetujui oleh:

Ketua Program Studi Dosen Pembimbing


S1 Peternakan Praktik Kerja Lapangan

Dr. drh. Enny Tantini Setiatin, M.Sc. Maulana H. Nasution, S.Pt., M.P.
NIP. 19610912 199003 2 002 NIP. 19710511 199512 1 002
MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN AYAM PEMBIBIT BROILER FASE
GROWER DI PT. CHAROEN POKHPAND JAYA FARM KAJEN,
PEKALONGAN, JAWA TENGAH

Oleh

FACHUR ROCHMAN
23010116120017

Mengetahui,

Koordinator Laboratorium Dosen Pembimbing


Produksi Ternak Unggas Praktik Kerja Lapangan

Teysar Adi Sarjana, S.Pt., M.Si., Ph.D Maulana H. Nasution, S.Pt., M.P.
NIP. 19810310 200501 1 001 NIP. 19710511 199512 1 002
MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN AYAM PEMBIBIT BROILER FASE
GROWER DI PT. CHAROEN POKHPAND JAYA FARM KAJEN,
PEKALONGAN, JAWA TENGAH

LATAR BELAKANG

Bertambahnya penduduk Indonesia maka kebutuhan pangan semakin

meningkat pula. Kebutuhan akan protein hewani untuk masyarakat sangat tinggi.

Sumber protein hewani salah satunya berasal dari daging ayam karena mudah

didapat dan harganya yang lebih murah. Usaha peternakan broiler menjadi peluang

yang sangat potensial di Indonesia karena permintaan daging ayam yang terus

meningkat tersebut. Peternakan ayam broiler memiliki kelebihan siklus

produksinya yang singkat sekitar 28-34 hari dan pertumbuhan ayam broiler yang

cepat serta dapat dipotong di umur muda. Permintaan yang tinggi juga harus di

imbangi dengan produktivitas yang tinggi pula.

Aspek penentu keberhasilan pemeliharaan yaitu aspek pakan. Aspek pakan

tersebut dapat berupa kandungan nutrien, penyimpanan pakan, pemberian pakan,

konsumsi pakan dan konversi pakan. Seluruh aspek tersebut masuk dalam aspek

manajemen pakan. Pakan merupakan aspek penting karena mempengaruhi kondisi

kesehatan dan pertumbuhan ayam itu sendiri. Manajamen pakan perlu di perhatikan

karena mencakup 70% biaya produksi pemeliharaan broiler. Oleh karena itu

diperlukan efisiensi melalui manajemen pakan sehingga dapat menekan biaya

pakan dan memperoleh keuntungan yang maksimal.

TUJUAN

Tujuan dari pelaksanaan praktek kerja lapangan ini adalah untuk

mengetahui manajemen pemberian pakan pada ayam pembibit broiler fase Grower
yang terdapat di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Kajen, Pekalongan, Jawa

Tengah dan membandingkannya dengan literatur.

MANFAAT

Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini adalah

mengetahui secara langsung kegiatan pemeliharaan ayam pembibit broiler serta

memiliki keterampilan menejemen pemberian pakan yang dilakukan di PT.

Charoen Pokphand Jaya Farm Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah.

TINJAUAN PUSTAKA

Ayam Pembibit

Ayam pembibit adalah ayam induk yang dipelihara dengan tujuan

menghasilkan telur tetas untuk mendapatkan Day Old Chick (DOC) yang

berkualitas. Setiap tahun usaha pembibitan semakin banyak sehingga muncul strain

pembibit yang beragam. Perbedaan mutu genetik pada setiap strain akan

menenyebabkan perbedaan respon pada lingkungan sehingga bobot akhir pada

umur yang sama akan berbeda pada tiap strain (Risnajanti, 2012). Strain Cobb

adalah yang diminati oleh peternakan di Indonesia karena strain ini lebih tahan di

iklim panas dingin, lingkungan terbuka dan suhu ekstrim (Cahya, 2017)

Pemberian Pakan

Pemberian pakan ayam broiler dapat dilakukan dengan dua cara yaitu

terbatas sesuai dengan kebutuhannya dan ad libitum yang selalu tersedia di tempat

pakannya. Pemberian secara terbatas akan mencegah ayam mengalami kegemukan.


Tujuan pembatasan pakan supaya ayam tidak terlalu gemuk karena menyebabkan

kerugian antaranya produksi menurun, rentan terkena penyakit, mudah tercekam

panas dan mortalitas tinggi (Kartasudjana dkk. 2006). Program pemberian pakan

pada fase grower bertujuan untuk mencapai dewasa kelamin pada umur yang

optimal dengan bobot badan yang optimal dan sesuai dengan standar (Sembiring,

2016)

Penyimpanan Pakan

Penyimpanan pakan dalam gudang sebaiknya menggunakan alas untuk

mencegah pakan lembab dan berjamur (Kartadisastra, 2012). Penyimpanan pakan

sebaiknya tidak melebihi 3 bulan untuk menjaga kualitasnya (Bintang dkk. 2003).

Lama penyimpanan akan mempengaruhi sifat fisik pakan dan menurunkan kualitas

ransum jika disimpan melebihi batas waktu tertentu (Wigayati, 2009)

Konsumsi Pakan

Konsumsi pakan sangat mempengaruhi produktivitas ayam. Setiap bibit

ayam terdapat standar konsumsi tertentu sehingga performa ayam akan terlihat

(Rasyaf, 2008). Konsumsi ransum yang tidak maksimal dapat menyebabkan ayam

kesulitan mencapai standar bobot badan (Kurniawan dkk. 2012). Kebutuhan pakan

ayam fase grower umur 11 minggu yaitu sebanyak 64 gram/ekor/hari (Syahid,

2010)

Konversi Pakan

Ayam broiler mememiliki kelebihan yaitu mampu menghasilkan 1 kg bobot

badan dengan mengkonsumsi pakan kurang dari 1 kg. Ayam pembibit dengan bobot
badan 1800-200 gram memiliki nilai FCR 2,1 – 2,3 (Fadilah, 2014). Semakin

rendah nilai konversi pakan maka penggunaan pakan akan lebih sedikit sehingga

efisien (Anggrodi, 1995). Faktor yang mempengaruhi konversi pakan

antara lain strain atau bangsa ayam, mutu pakan, keadaan kandang, dan jenis

kelamin (Rasyaf, 2008)

MATERI DAN METODE

Waktu Pelaksanaan

Praktek kerja lapangan (PKL) dilaksanakan pada bulan Desember 2018

sampai Januari 2019 di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Kajen, Pekalongan, Jawa

Tengah.

Materi

Materi yang digunakan dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

adalah unit peternakan PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Kajen, Pekalongan, Jawa

Tengah. PT. Charoen Pokphand dipilih sebagai tempat PKL karena merupakan

perusahaan peternakan yang sudah memenuhi standar mutu di Indonesia dan

sebagai mitra kerjasama dengan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas

Diponegoro.

Metode

Metode yang digunakan dalam melakukan kegiatan Praktek Kerja

Lapangan ini adalah dengan partisipasi aktif dengan melakukan kegiatan rutin dan
melakukan pencatatan data di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Kajen,

Pekalongan, Jawa Tengah. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara

mengamati langsung dan mewawancarai karyawan maupun staf perusahaan

berdasarkan pertanyaan yang telah dibuat dalam bentuk kuisioner (Terlampir). Data

sekunder diperoleh dari catatan perusahaan dan monografi perusahaan. Data yang

diperoleh kemudian diolah, dianalis dan dibandingkan dengan pustaka kemudian

disusun menjadi sebuah laporan Praktek Kerja Lapangan.

RENCANA JADWAL KEGIATAN

Kegiatan Desember Januari Februari Maret April Mei

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Perencanaan

Pelaksanaan

Penyusunan
Laporan

Konsultasi

Ujian
DAFTAR PUSTAKA

Anggrodi, R. 1995. Ilmu Makanan ternak Unggas Kemajuan Mutakhir. Fakultas


Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Bintang, I.A.K., A.P. Sinurat dan T. Purwadaria. 2003. Respon broiler terhadap
pemberian ransum yang mengandung lumpur sawit fermentasi pada berbagai
lama penyimpanan. Jurnal Ilmu Ternak Veteriner. 8(2): 71 – 75.

Cahya, H. A., dan E. Suprijatna. 2017. Manajemen Usaha Peternakan Ayam Broiler
Pembibit Di Farm Gekbrong Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Kajian
Biosekuritas). Fakultas Peternakan Dan Pertanian. Universitas Diponegoro,
Semarang. (Skripsi)

Fadilah, R. dan Fatkhuroji. 2013. Memaksimalkan Produksi Ayam Ras Petelur.


Agromedia Pustaka, Jakarta.

Kartasudjana, R. dan E. Suprijatna. 2006. Manajemen Ternak Unggas. Panebar


Swadaya, Jakarta.

Kurniawan, L. A., U. Atmomarsono dan L. D. Mahfudz. 2012. Pengaruh berbagai


frekuensi pemberian pakan dan pembatasan pakan terhadap pertumbuhan
tulang ayam broiler. Agromedia. 30(2): 14 – 23.

Rasyaf, M. 2008. Panduan Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta.

Risnajati, D. 2017. Perbandingan bobot akhir, bobot karkas dan persentase karkas
berbagai strain broiler. Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu
Peternakan. 10(1): 11 – 14.

Sembiring, F.M.B. 2016. Manajemen Pemberian Pakan dan Kontrol Bobot Badan
Ayam Pembibit Fase Grower di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit
Semarang 8 Kalijoyo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.
Fakultas Peternakan Dan Pertanian. Universitas Diponegoro, Semarang.
(Tugas Akhir)

Wigayanti, D. 2009. Pengaruh Jenis Kemasan dan Lama Penyimpanan Terhadap


Serangan Serangga dan Sifat Fisik Ransum Broiler Starter Berbentuk
Crumble. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor. (Skripsi)
KUISIONER

A. Profil Perusahaan

 Nama Perusahaan

 Sejarah Perusahaan

 Tanggal berdiri

 Pemilik Perusahaan

 Status Hukum

 Visi Misi Perusahaan

B. Lokasi Perusahaan

 Alamat Perusahaan

 Luas Area

 Alasan memilih lokasi

 Jarak dari pemukiman

C. Fasilitas Perusahaan

 Gudang pakan

 Transportasi

 Perkandangan

 Peralatan

D. Pakan dan minum

 Asal pakan

 Komposisi pakan

 Cara pemberian pakan dan minum

 Bentuk pakan
 Frekuensi pemberian pakan dan minum

 Jumlah konsumsi pakan dan minum

 Waktu pemberian pakan dan minum

 Pemberian suplemen tambahan

 Harga pakan

E. Penjamin mutu pakan

 Metode pemeriksaan kualitas pakan

 Waktu pengontrolan

 Sarana pendukung penjamin mutu pakan

 Pengecekan kualitas air minum

 Hama perusak pakan

F. Pengiriman Pakan

 Jumlah pakan sekali kirim

 Waktu dan lama pengiriman

 Sarana pengiriman

 Prosedur dan ketentuan pengiriman pakan

G. Pergudangan pakan

 Luas area gudang

 Jumlah area gudang

 Perlakuan saat penyimpanan

 Sistem distribusi pakan

 Kapasitas

 Lama penyimpana
H. Tempat pakan dan minum

 Tata letak tempat pakan dan minum

 Pembersihan tempat pakan dan minum

 Jumlah tempat pakan dan minum

 Perawatan tempat pakan dan minum

 Jarak antar tempat pakan

 Satu tempat pakan berapa ayam

 Satu tempat minum berapa ayam

I. Standar Pakan

 Standar kandungan nutrisi perusahaan

 Pengecekan pakan saat pemberian

 Metode evaluasi pemberian pakan