Anda di halaman 1dari 20

Kantin Sehat Sekolah

1. Kantin sekolah berhubungan erat dengan penyediaan makanan jajanan sehat untuk

anak.

2. Pemberdayaan Kantin Sehat

3. Peran Lembaga

Contoh kantin sehat di lihat dari sarpras

pendukung

Contoh kantin sehat di lihat dari sarpras pendukung

Perencanaan Program Pengembangan Kantin Sehat Sekolah

Edukasi terhadap pola makan bergizi, jenis-jenis makanan yang dilarang karena mengandung bahan tambahan makanan pada

siswa, pedagang, pengelolah kantin ( sekolah )

Monitoring untuk penjualan jajan makanan di kantin

Edukasi tentang sarpras kantin : Dapur penyimpanan makanan,

hygiene sanitasi ( tempat cuci tangan, tempat sampah,

Dasar Hukum

Pedoman Keputusan Menteri Kesehatan No 1429 tahun 2006;

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

No.942/Menkes/SK/VII/2003;

Pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2011 mengenai Keamanan Pangan di Sekolah dasar;

Pedoman Keamanan di Kantin Sekolah dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2012.

Contoh penyajian jajanan sekolah yang tanpa di berikan pembungkus dan tidak ada alat makan

seperti sendok

Contoh penyajian jajanan sekolah yang tanpa di berikan pembungkus dan tidak ada alat makan seperti sendok

SOP Penyajian Makanan dan Kebersihan Meja

SOP Penyajian Makanan dan Kebersihan Meja

Hygiene Sanitasi

Hygiene Sanitasi

Sarana Pendukung

Sarana Pendukung

Peran Lembaga

Mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan

Monev tetap konsisten dengan SOP yang ada dan berdasarkan undang-undang yang sudah di

syahkan oleh pemerintah

POSYANDU BALITA

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya

Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang

dilaksanakan oleh, dari, dan bersama masyarakat, untuk

memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada

masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi

ibu, bayi, dan anak balita (Kemenkes, 2012).

Permasalahan yang sering terjadi

Posyandu tidak di minati masyarakat dg Indikator

Balita yang datang ke posyandu kurang dari target kemenkes.

Beberapa alasan masyarakat al :

1. Bayi tidak mau di timbang karena alat yang di gunakan kurang

menarik

2. Pelayanan yang kurang memuaskan karena hanya rutinitas

Beberapa keluhan kader

1. Pelayanan belum maksimal karena sarana terbatas

2. Karena kemampuan pengetahuan kader juga terbatas

Contoh sarana yang ada dari pemerintah

Contoh sarana yang ada dari pemerintah

Meja posyandu belum standar dan pencatatan secara manual

Meja posyandu belum standar dan pencatatan secara manual
Meja posyandu belum standar dan pencatatan secara manual

Kondisi Ideal Dari Standar Posyandu Dan Inovasi Alat

Kondisi Ideal Dari Standar Posyandu Dan Inovasi Alat
Kondisi Ideal Dari Standar Posyandu Dan Inovasi Alat

Alat pengukut TB pada bayi

Alat pengukut TB pada bayi

Makanan Pendamping ASI / MPASI ( Panduan WHO)

1. Frequency (frekuensi MPASI)

2. Amount (jumlah takaran MPASI),

3. Thickness (tekstur makanan MPASI),

4. Variety (jenis),

5. Active/responsive feeding sesuai perkembangan anak

6. Higiene.

Contoh MP-ASI Bayi Minimal 6 Bulan

Contoh MP-ASI Bayi Minimal 6 Bulan
Contoh MP-ASI Bayi Minimal 6 Bulan

Pedoman makanan bayi

Pedoman makanan bayi

Pencatatan

Pencatatan secara manual perlu adanya

perubahan ke teknologi informasi sehingga system pencatatan baik akan mendukung

pelayanan yang baik pula.

BISMILLAH

Selamat ber KKN semoga bermanfaat bagi masyarakat