Anda di halaman 1dari 4

TUGAS AKUNTANSI MANAJEMEN BIAYA LANJUTAN

TUGAS KELOMPOK

CHADWICK, INC. – CASE ANALYSIS

Oleh:
Kelompok 6
Nurul Meutia Salsabila (1806278951)
Hanifah Dina Zain (1806278794)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


MAGISTER AKUNTANSI - PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI
AKUNTANSI
JAKARTA
2019
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

“Kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah
murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada
mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan dengan jelas
menggunakannya.
Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.”

Mata Ajaran : Akuntansi Manajemen Biaya Lanjutan (AMBL)


Judul Makalah/Tugas : Chadwick Inc. (Group Case Study)
Tanggal : 10 April 2019
Dosen : Dr. Katjep Krismulyono Abdoelkadir Ph.D.

No Nama NPM Tanda Tangan

1. Nurul Meutia Salsabila 1806278951

2. Hanifah Dina Zain 1806278794


1. Adapun pendapat yang dapat kami kembangkan dari pemahaman atas penggunaan
balanced scorecard yaitu,pendekatan balanced scorecard dengan yang tradisional, yaitu
pada ketentuan dimana perusahaan memiliki kesempatan untuk melakukan penjabaran atas
metode ataupun strategi yang digunakan mengimplementasikan objektifnya, serta rincian
yang lebih jelas terhadap pengukuran kinerja perusahaan yang lebih efektif.
Pada dasarnya, pendekatan pengukuran kinerja tradisional memberikan informasi
mengenai data historis yang menjabarkan kinerja perusahaan, namun bukan pilihan yang
terbaik untuk mengukur potensi atau forecast dari kinerja perusahaan.

Beberapa kasus yang telah dibahas sebelumnya merupakan kasus-kasus akuntansi yang
berdasarkan pada fungsi akuntansi yang berlandaskan aktivitas, sementara pada kasus
Chadwick, Inc. lebih membahas pada aspek strategi yang akan diterapkan. Perbedaan
kedua pendekatan tersebut menurut Hansen & Mowen (2018) yaitu sebagai berikut:
1. Activity-based memfokuskan pada proses dan menggunakan pengukuran keuangan
(varians, dll) sebagai standar pengambilan keputusan operasi selanjutnya, sementara
pengukuran yang bersifat strategic (contohnya balanced scorecard) mengukur
perspektif yang tidak hanya berbasiskan keuangan (konsumen, dll).
2. Pengukuran berbasiskan aktivitas (activity-based) menerapkan standar yang bersifat
value-added, dapat menyesuaikan dengan dinamika kondisi perusahaan dan
merupakan standar yang optimal. Sementara itu, konsep pengukuran yang strategik
akan menerapkan standar tersebut untuk menyesuaikan kecocokan dan tingkat
keberhasilan strategi yang sebelumnya sudah diterapkan (pre-determined).

Filosofi yang mengatakan tentang pendekatan lain yang seakan-akan dapat mengukur
semua aspek dan menghasilkan kesimpulan apapun yang diinginkan, penerapan dari
balanced scorecard lebih mengukur performa kinerja 4 (empat) elemen yaitu financial
(keuangan), customers (konsumen), internal (proses internal), dan innovation (inovasi,
berhubungan dengan learning and growth). Keempat elemen tersebut memiliki perspektif
dan objektif yang berbeda-beda, namun secara keseluruhan berhubungan dengan visi dan
misi perusahaan. Selain itu, impelementasi atas balanced scorecard mampu mengukur
seberapa jauh strategi ataupun objektif perusahaan sudah tercapai ataupun berhasil.

2. Berikut merupakan simulasi atas penyusunan balance scorecard untuk Chadwick Inc. yang
dianggap memadai sesuai dengan kasus tersebut:
3. Dikarenakan jenis barang atau produk yang dihasilkan oleh Chadwick, Inc dan Norwalk
Pharmaceutical Division sangatlah berbeda, maka bentuk penerapan atas scorecard pada
masing-masing objek pun akan berbeda. Hal ini dikarenakan, kedua perusahaan tersebut
memfokuskan kepada strategi yang kemungkinan besar akan berbeda, mengingat bahwa
jenis market ataupun pemasaran yang mereka lakukan pun tidaklah sama.

Kami berpendapat bahwa adanya potensi konflik divisional yang terjadi terkait penerapan
balanced scorecard ini, karena terkesan pada desripsi kasus bahwa Direktur Chadwick Inc,
menginginkan agar scorecard tersebut dibuat secara spesifik untuk divisi tertentu. Hal ini
menyebabkan adanya kebebasan di manajer ataupun kalangan top manajemen untuk
menyusun scorecard tanpa adanya control yang memadai.

References:
Mowen, M. M., & Hansen, D. R. Cornerstones of Cost Accounting, 4th Edition. 2017.
Cengage Learning.