Anda di halaman 1dari 3

Intisari buku KOTTAK, untuk anropologi

Sistem dunia
Sistem dunia dan hubungan antar negara terbentuk karena adanya ekonomi dunia kapitalis.
Peningkatan besar dalam perdagangan internasional selama dan setelah abad 15 membawa
kepada ekonomi kapitalis (Wallerstein, 1982), satu sistem dunia saling berlomba dan memacu
produksi untuk dijual atau ditukarkan. Modal (kapital) adalah ukuran kekuatan dari sistem
ekonomi kapitalis yang mengacu kepada kekayaan atau sumber daya dan digunakan untuk
menghasilkan keuntungan.
Teori sistem dunia dapat ditemukan dalam tulisan Fernand Braudel (Prancis) dalam buku
Civilization and Capitalism, edisi 15-18. Braudel mengatakan bahwa masyarakat terdiri dari
bagian-bagian yang saling berrelasi yang tersusun menjadi sistem. Masyarakat merupakan
subsistem dari suatu sistem, sistem yang besar ialah sistem dunia.
Berdasarkan Wallerstein (1982), teori sistem dunia membagi negara-negara di dunia menjadi
tiga bagian 1. Negara inti 2. Negara Semiperiferi 3. Negara Periferi. Negara inti (core) adalah
negara yang memiliki posisi dominan di dalam hubungan dalam lingkup internasional. Sebutan
negara inti menurut Soekarno adalah OLDEFO (Old Established ....). pada negara inti,
“komplesitas aktifitas ekonomi dan besarnya akumulasi modal adalah paling besar”
(Thompson, 1983). Dengan teknologi yang maju, negara inti dapat memproduksi barang-
barang kebutuhan tidak hanya untuk konsumsi domestik tetapi utama untuk dijual ke negara
periferi atau semiperiferi. Menurut Arrighi (1984) negara inti memonopoli aktivitas yang
menguntungkan, terkhusus pada pengendalian keuangan dunia. Negara semiperiferi adalah
negara pertengahan antara negara inti dan periferi. Negara yang termasuk dalam golongan ini
adalah negara industri, tetapi masih kalah dominan dengan negara inti dalam hal produksi dan
kekuatan. Kekurangan sumber daya juga menjadi salah satu cirinya. Layaknya negara inti,
mereka juga mengimpor barang kebutuhan, tetapi masih kurang dalam kekuatan dan dominasi
ekonomi dari negara inti. Kemudian negara periferi, ialah negara dunia ketiga yang
terbelakang. Modal yang sedikit, teknologi yang rendah, dan dominasi ekonomi yang lemah
mencirikan negara periferi. Negara periferi dalam perdagangan internasional masih mengimpor
bahan baku, komoditas pertanian, dan pekerja untuk diekspor ke negara inti atau negara
semiperiferi (Shannon 1996).

Latar belakang terciptanya sistem dunia


Awal mulanya sistem dunia adalah karena penjelajahan samudera yang dilakukan oleh pelaut-
pelaut Eropa seperti Colombus, Ferdinand Magelhaend dan lainnya. Penjelajahan samudera
membuka jalan baru bagi bangsa barat untuk mencari tanah jajahan mereka, tempat untuk
mendapatkan sumber daya yang banyak. Seperti, indonesia dan afrika sudah terhubung selama
kurang lebih 2000 tahun. Baru pada abad 15, sejak saat itu negara Eropa berhubungan langsung
dengan asia, india dan sekitarnya. Pelayaran Colombus dari spanyol menuju kepulauan
Bahama diikuti oleh pelayaran selanjutnya. Pelayaran ini membuka jalan yang lebih besar
untuk pertukaran orang,sumber daya, tenaga, barang, ide, penyakit, sebagai dunia baru dan
lama yang selamanya terhubung (Crosby 2003; Diamond 1997; Fagan 1998; Viola and
Margolis 1991).
Industrialisasi
Pada abad ke-18, adalah zamanya bagi Revolusi Industri – transformasi sejarah di Eropa
setelah 1750 dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern melalui industrialisasi.
Bibit dari industrialisasi sebenarnya sudah dimulai sebelum abad 18, contohnya penemuan
mesin pintal pada 1589 di Inggris pada waktu itu memainkan peran yang sangat
menguntungkan dua atau tiga abad setelahnya.

Penyebab Industrialisasi
Revolusi industri pada awalnya bermula dari kemunculan katun, besi dan lainnya. Barang ini
menjadi sangat penting perannya pada waktu itu. Ketika proses produksi berpindah dari rumah
ke pabrik, ketika mesin menggantikan tenaga manusia, masyarakat agraris berubah menjadi
masyarakat industri. Industrialisasi di Inggris berbeda dengan di Perancis. Mengapa?
Industrialisasi di Perancis tidak perlu mentransformasi domestik manufaktur mereka dengan
infustrialisasi, sedangkan Inggris iya.

Dampak Sosial-Ekonomi Industrialisasi


Dampak sosail-ekonomi dari industrialisasi adalah campuran. Contohnya pendapatan negara
Inggris mejadi tiga kali lipat antara 1700 dan 1815 dan meningkat 30kali lebih banyak dari
1839. Pada awalnya, para pekerja mendapatkan gaji yang layak dan yang dapat memenuhi
kebutuhan hidup mereka. Kemudian, para pemilik – dalam tujuannya mencari keuntungan –
mencoba mencari tenaga kerja yang murah termasuk wanita dan anak-anak sehingga biaya
produksi dapat ditekan.

Stratifikasi Industri
Industrialisasi yang terjadi di Inggis, menurut Karl Marx dan Max Weber telah melahirkan dua
golongan yang saling berlawanan. Yaitu kaum Borjuis dan kaum Proletar. Borjuis adalah
pemilik modal yang mengendalikan perusahaan. Dapat juga dikatakan bahwa kaum borjuis
adalah kumpulan orang-orang yang memiliki sumber daya untuk berproduksi (modal, tenaga
kerja, tanah, alat produksi). Tujuan pemilik menjalankan pabriknya adalah untuk mengejar
keuntungan yang sebesar-besarnya. Sedangkan proletar atau kaum pekerja adalah orang yang
digunakan oleh borjuis dalam proses produksi. Orang-orang proletar adalah orang yang hanya
memberikan tenaganya dalam proses produksi, dalam artian lain mereka tidak mempunyai alat-
alat produksi seperti kaum pemilik. Hubungan kaum borjuis-proletar layaknya hubungan
majikan dan bawahannya, yaitu saling bertentangan, pemilik menginginkan pekerja yang mau
dibayar murah sedangkan kaum pekerja meminta bayaran yang layak untuk mencukupi
kehidupan mereka.
Kata Ahli
1. Peningkatan besar dalam perdagangan internasional selama dan setelah abad 15
membawa kepada ekonomi kapitalis (Wallerstein, 1982)
2. Teori sistem dunia dapat ditemukan dalam tulisan Fernand Braudel (Prancis) dalam
buku Civilization and Capitalism, edisi 15-18. Braudel mengatakan bahwa
masyarakat terdiri dari bagian-bagian yang saling berrelasi yang tersusun menjadi
sistem.
3. Berdasarkan Wallerstein (1982), teori sistem dunia membagi negara-negara di dunia
menjadi tiga bagian 1. Negara inti 2. Negara Semiperiferi 3. Negara Periferi.
4. Menurut Arrighi (1984) negara inti memonopoli aktivitas yang menguntungkan,
terkhusus pada pengendalian keuangan dunia.
5. Negara periferi dalam perdagangan internasional masih mengimpor bahan baku,
komoditas pertanian, dan pekerja untuk diekspor ke negara inti atau negara semiperiferi
(Shannon 1996).
6. Pelayaran ini membuka jalan yang lebih besar untuk pertukaran orang,sumber daya,
tenaga, barang, ide, penyakit, sebagai dunia baru dan lama yang selamanya terhubung
(Crosby 2003; Diamond 1997; Fagan 1998; Viola and Margolis 1991).