Anda di halaman 1dari 67

LAPORAN

STUDI LAPANG TERINTERGRASI (SLT)

JUDUL:
“Meningkatkan Pengetahuan serta Wawasan dalam Kajian Ilmu
dan Pendidikan di Bidang Biologi Melalui Studi Lapang
Terintegrasi”

(21 November 2018 – 25 November 2018)

DISUSUN OLEH:
Fatimah Azzahra (201610070311001)
Mujiati Perwita Sari (201610070311069)
Fadillah Lil’aini Eka Putri (20161007031070)
Rico Dwi Setiawan (201610070311098)

DOSEN PEMBIMBING:
Dra.Roimil Latifa, M.Si, MM.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
November 2018
HALAMAN PENGESAHAN

Judul:
“Meningkatkan Pengetahuan serta Wawasan dalam Kajian Ilmu dan Pendidikan
di Bidang Biologi dan Mewujudkan Generasi Biologi yang Siap Menghadapi
Revolusi Industri Melalui Studi Lapang Terintegrasi”

Tempat/Tujuan SLT:
LIPI, Muhammadiyah Boarding School, UPI, Kali Suci dan Kebun Raya Bogor

Rencana Tanggal Pelaksanaan:


21 November 2018 – 25 November 2018

Malang, 20 Desember 2016


Menyetujui,
Dosen Pembimbing Ketua Kelompok

Dra. Roimil Latifa, M.Si, MM Rico Dwi Setiawan


0720036301 201610070311069

Mengetahui,
Ketua Prodi Pendidikan Biologi

Dra. Iin Hindun, M.Kes


0004096401

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah Subhanahu Waa Ta’alla
yang senantiasa selalu memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada saya, serta
kesehatan maupun kesempatan dalam memberikan dorongan dan motivasi sehingga
Proposal Studi Lapang Terintegrasi ini dapat diselesaikan sesuai yang diharapkan.
Shalawat dan salam selalu saya hanturkan kepada Nabi Besar Muhammad Salallahu
Allahi Wassalam, yang telah memberikan petunjuk hingga akhir zaman untuk kita
umatnya.
Proposal ini dibuat dalam rangka untuk memenuhi tugas Studi Lapang
Teritegrasi yang akan dilaksanakan di Jogja, Bogor dan Bandung. Proses
pembuatan proposal ini tentunya saya mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan
saran, untuk itu rasa terimakasih penulis sampaikan sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan proposal
ini karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki, untuk itu saya mohon maaf yang
sebesar-besarnya. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan
demi kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan informasi bagi
masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu
pengetahuan bagi kita semua.

Malang, 13 November 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang Kegiatan .......................................................................... 1
1.2 Rumusan Kegiatan ................................................................................... 3
1.3 Tujuan Kegiatan ....................................................................................... 4
1.4 Manfaat Kegiatan ..................................................................................... 5
BAB II. GAMBARAN UMUM INSTANSI/TEMPAT KUNJUNGAN SLT 6
2.1 Muhammadiyah Boarding School ............................................................ 6
2.2 Universitas Pendidikan Indonesia ............................................................ 7
2.3 2 Kebun Raya Bogor............................................................. ................... 10
2.4 Goa Kali Suci.......................................................................................... 16
2.5 LIPI......................................................................................................... 18
BAB III. DESKRIPSI PROGRAM DAN PEMBAHASAN......................... 26

2.1 Muhammadiyah Boarding School ............................................................ 26


2.2 Universitas Pendidikan Indonesia ............................................................ 32
2.3 2 Kebun Raya Bogor............................................................. ................... 41
2.4 Goa Kali Suci.......................................................................................... 52
2.5 LIPI......................................................................................................... 55
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 57

iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kegiatan


Kemampuan dasar yang harus dimiliki mahasiswa,
khususnya calon guru untuk dapat bersaing di dunia global adalah
knowledge, skill, dan attitude. Knowledge adalah pengetahuan yang
luas agar, wawasan yang terbuka, dan pemikiran yang cerdas
sehingga dalam kehidupan sehari-hari tidak mudah dibodohi dan
dibelokkan, bahkan bila perlu mampu mencerahkan masyarakat atau
orang-orang di sekitarnya. Skill merupakan keterampilan atau
keahlian khusus sehingga mempunyai nilai lebih dibandingkan
dengan yang lain. Sementara itu, Attitude yaitu sikap atau
kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain sehigga dapat
diteladani sekaligus disegani. Knowledge, skill, dan attitude tidak
semuanya dapat di peroleh dari bangku perkuliahan (kegiatan belajar
mengajar di kelas), tetapi dapat di peroleh dari praktek nyata di
lapangan (melalui terjun lapang, praktik langsung, dan pengamatan).

Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah


Malang sebagai lembaga akademis yang berorientasi pada ilmu
pendidikan mengakomodasi perkembangan yang ada, dengan
memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan
kegiatan studi lapang terintegrasi yang diharapkan dapat menjadi
salah satu sarana untuk melengkapi ketiga aspek tersebut. Kegiatan
studi lapang mahasiswa tidak hanya melalui proses pendidikan
akademis saja tetapi juga melalui pendidikan non akademis. Prodi
pendidikan biologi sebagai jurusan yang berada di bawah naungan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan berusaha menunjukkan
ketanggapan akan pentingnya pengembangan potensi sumber daya
manusia dalam bidang non akademis melalui kunjungan mahasiswa
ke lembaga-lembaga yang berbasis dengan biologi sebagai bentuk
representasi dalam pembelajaran.

1
Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah
kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya
mencapai 87 hektaree dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan
tumbuhan.Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai
tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun
Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium
Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan PUSTAKA. Melalui
paradigma barunya saat ini Kebun Raya Bogor tidak hanya sebagai
obyek wisata dan tempat koleksi tumbuhan semata, namun juga
sebagai ajang pendidikan lingkungan. Karena itu dalam Kebun Raya
disediakan berbagai sarana yang dapat menunjang kegiatan
pendidikan lingkungan, seperti papan-papan interpretasi, Program
Wisata Flora, pemanduan keliling, serta bimbingan pelajar dan
mahasiswa. Sebagai sebuah program pendidikan lingkungan yang
sudah berjalan sejak tahun 1992, program Wisata Flora saat ini
semakin diminati pengunjung dari kalangan pelajar, hal tersebut
sejalan dengan tujuan program ini untuk melengkapi kurikulum
sekolah dalam memperkenalkan tumbuhan dan isu-isu lingkungan
hidup melalui Kebun Raya kepada kelompok pelajar mulai dati TK
hingga SMA.

Wisata Gunungkidul Yogyakarta yang paling populer baru-


baru ini adalah wisata alam goa kalisuci dengan Cave tubingnya.
Kalisuci terletak di Desa Pacarejo Kecamatan Semanu, dengan jarak
12 km dari Wonosari. Kalisuci terletak di Padukuhan Jetis Wetan,
Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul,
Daerah Istimewa Yogyakarta Merupakan wisata minat khusus yang
menawarkan susur sungai (rafting) bawah tanah sekaligus susur goa
(cave tubing) di kawasan karst Gunung kidul. Dinamai kalisuci
karena memiliki air yang jernih, ketika terjadinya hujan itu tidak
mempengaruhi air kalisuci menjadi keruh, namun tetap jernih.
memang airnya akan tetap jernih walaupun sedang musim hujan
sekalipun. Kalisuci juga dikatakan sebagai sumber mata air, karena

2
biasanya kalisuci ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti
mandi, minum, hingga mencuci. Tempat ini juga sering
dipergunakan sebagai kawasan wisata pendidikan, yaitu
mempelajari tentang Speologi (ilmu tentang gua dan sekitarnya),
speleogenesis (Ilmu yang mempelajari tentang asal mula
terbentuknya sebuah goa dan morfologi kawasan batu kapur tersebut
dapat dijadikan obyek penelitian).

1.2 Rumusan Kegiatan

Rumusan kegiatan studi lapang terintegrasi adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana Sistem Pendidikan yang diterapkan di MBS


Bogor?
2. Bagaimana konsep boarding / pesantren yang dilakukan?
3. Apa saja kurikulum yang digunakan ?
4. Bagaimana cara pengelolaan atau manajemen MBS ?
5. Bagaimana kerangka kurikulum sekolah pascasarjan UPI ?
6. Bagaimana Kendali Mutu yang diterapkan di Pascasarjana
UPI?
7. Apa saja Koleksi tumbuhan dikebun raya Bogor?
8. Apa saja peranan Kebun Raya Bogor dalam kegiatan
pelestarian flora?
9. Bagaimana Kebun raya menjaga dan merawat dan menjaga
koleksi tanaman?
10. Bagaimana ekologi air tawar di sekitar sungai Goa Kali
Suci?
11. Bagaimana geologi dan kearifan lokal di Goa Kali Suci?
12. Bagaimana pengelolaan wisata Goa Kali Suci?
13. Bagaimana Arah dan Visi Penelitian yang dilakukan LIPI?
14. Bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh Puslit Biologi?
1.3 Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan studi lapang terintegrasi adalah sebagai berikut:

3
1. Mahasiswa dapat mendeskripsikan cara pengelolaan dan
management di Muhammadiyah Boarding School
2. Mahasiswa dapat mengetahui Kurikulum yang digunakan di
MBS
3. Mahasiwa dapat mengetahui kegiatan yang dilakukan siswa di
MBS
4. Mahasiwa dapat mengetahui kerangka kurikulum sekolah
pascasarjan UPI
5. Mahasiswa dapat mengetahui Kendali Mutu yang diterapkan di
Pascasarjana UPI
6. Mahasiswa dapat mengidentifikasi berbagai koleksi jenis
tanaman tingkat rendah hingga tanaman tingkat rendah di Kebun
Raya Bogor.
7. Mahasiswa dapat mendeskripsikan cara merawat dan menjaga
koleksi tanaman yang ada di Kebun Raya Bogor.
8. Mahasiswa dapat mendeskripsikan cara pengelolaan atau
manajemen Kebun Raya Bogor.
9. Mahasiswa dapat mendeskripsikan ekologi air tawar di sekitar
sungai Goa Kali Suci.
10. Mahasiswa dapat mendeskripsikan geologi dan kearifan lokal
di Goa Kali Suci.
11. Mahasiswa dapat mendeskripsikan pengelolaan wisata Goa
Kali Suci.
12. Mahasiswa dapat mengidentifikasi arah dan visi penelitian di
LIPI
1.4 Manfaat Kegiatan

Manfaat kegiatan studi lapang terintegrasi adalah sebagai berikut:

1. Memperoleh informasi yang belum pernah diperoleh pada saat


perkuliahan.
2. Mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan elemen lain
dari luar kampus sehingga memperoleh wawasan dan

4
pengalaman yang tidak diperoleh dibangku perkuliahan serta
menjembatani dunia akademik dengan realita dalam
masyarakat dan dunia kerja.
3. Memperoleh pengalaman-pengalaman praktis dan
meningkatkan keterampilan kerja serta kreativitas pribadi.

BAB II

GAMBARAN UMUM INSTANSI TUJUAN SLT

2.1 Visi dan Misi Muhammadiyah Boarding School

2.1.1 Visi

5
Terwujudnya MBS sebagai Institusi pendidikan
Muhammadiyah yang terdepan dalam menyiapakan kader ulama,
pendidik dan pemimpin bagi umat dan bangsa.

2.1.2 Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan islam berasrama, holistik-


integralistik dalam rangka mengembangkan kompetensi santri di
bidang ilmu keislaman, sains, teknologi dan seni budaya

2. Mengembangkan pendidikan bahasa arab, bahasa inggris


dan lainnya sebagai alat komunikasi

3. Membangun akhlak mulia, jiwa kepemimpinan


kemandirian dan life skill

4. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan


kader muhammadiyah dalam rangka mewujudkan cita-cita
muhammadiyah.

2.1.3 Dewan Mudir Muhammadiyah Boarding Scool Bogor

Mudir : Ust. Dr. H. Endang Mintarja, MA.

Wakil : Ust. H. Ahsin Abdul Wahab, MA

Wakil : Ust. Nur Achmad, MA

2.2 Visi dan Misi Universitas Pendidikan Indonesia Magister


Pendidikan Biologi (S2)

2.2.1 Visi

Untuk mewujudkan Universitas Pelopor dan Unggul


(Leading and Outstanding University), Program Magister
Pendidikan Biologi memiliki visi menjadi program pendidikan yang

6
mengantarkan mahasiswanya menjadi tenaga pendidik dan ilmuwan
yang bertanggung jawab, menguasai kompetensi pedagogi biologi
serta unggul dalam riset pendidikan biologi, dan publikasi ilmiah
pada tataran nasional dan internasional.

2.2.2 Misi

1. Meningkatkan kualitas tenaga pendidik biologi yang


profesional untuk kepentingan pembangunan pendidikan
nasional dan peningkatan sumber daya manusia Indonesia.
2. Menghasilkan berbagai temuan pendidikan biologi yang
bermutu melalui riset-riset pendidikan untuk menopang upaya
peningkatan kualitas pendidikan nasional, dan pengembangan
mutu sumber daya.
3. Menghasilkan berbagai terobosan inovatif untuk kepentingan
pendidikan, bangsa, dan masyarakat global.
4. Menyelenggarakan kegiatan akademik yang melibatkan
jejaring dan masyarakat ilmiah internasional.
5. Menghasilkan berbagai publikasi ilmiah pada tataran nasional
dan internasional.

2.2.3 Program Studi Magister Pendidikan Biologi

 Dibuka berdasarkan SK Rektor Nomor 15/Un40/KL/2011


 Berdasarkan SK Rektor UPI Nomor 1849/UN40/2012 Progra
Megister Pendidikan Biologi secara akademik terintegrasi ke
Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI
 Terakreditasi BAN PT B. Saat ini dalam proses reakredatasi
 Bersertifikat ISO 9001 : 2008

2.2.4 Struktur Organisasi

7
Gambar 2.1. Struktur Organisasi

Ketua Departemen : Dr. Bambang Supriatno, M.Si


Sekretaris Departemen : Dr. Yayan Sanjaya, M.Si.

Edy Mulyana, S.Kom & Nandar


Tata Usaha :
Rochimat

Ketua Program Studi


: Dr. Mimin Nurjhani K, M.Pd.
Pendidikan Biologi
Ketua Program Studi
: Dr. Didik Priyandoko, M.Si.
Biologi

Unit Akademik &


: Dr. Hernawati, M.Si.
Perpustakaan
Ketua Laboratorium : Dr. Topik Hidayat, M.Si.
Penelitian dan
: Dr. Wahyu Surakusumah, M.T.
Pengabdian

8
Pembimbing
: Drs. Suhara, M.Pd.
Kemahasiswaan
Dr. Hernawati, M.Si. & Dr. Hj.
DBS :
Sariwulan Diana, M.Si.

Laboratorium
Laboratorium
: Sri Rahayu KArtini, S.Si.
Fisiologi
Laboratorium
: Iin Maemunah, S.Pd.
Ekologi
Laboratorium
: Sarna Suryana, M.Pd.
Struktur Tumbuhan
Laboratorium
: Kusmayadi.
Struktur Hewan
Laboratorium
: Renardi Erwinsyah Putra, S.Pd.
Mikrobiologi
Laboratorium Riset : Rahadian Deden Juansah, S.Pd.
Laboratorium Pusat
: Eman Moch. Ramdan.
Kajian
Laboratorium
: Rahadian Deden Juansah, S.Pd.
Lingkungan
Laboratorium
: Salim & Pepen Supendi.
Kebun Botani

2.3 Kebun Raya Bogor

2.3.1 Sejarah Berdirinya Kebun Raya Bogor

9
Kebun Raya Bogor awal mulanya ini hanya akan
digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman
perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda.
Namun pada perkembangannya pendirian Kebun Raya
Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu
pengetahuan di Indonesia dan sebagai wadah bagi
ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia secara
terorganisasi pada zaman itu (1880 - 1905). Dari sini lahir
beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti
Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense
(1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium
Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi
(1894).

Setelah kemerdekaan, tahun 1949 ‘s Lands


Plantentiun te Buitenzorg berganti nama menjadi Jawatan
Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat
Penyelidikan Alam (LLPA) untuk pertama kalinya
dikelola dan dipimpin oleh bangsa Indonesia, Prof. Ir.
Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA punya 6
anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus
Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub
Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensis dan
Laboratorium Penyelidikan Laut. Pada tahun 1956 untuk
pertamakalinya pimpinan Kebun Raya dipegang oleh
bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kassan menggantikan J.
Douglas.

Terkait dengan pengembangan koleksi tanaman


yang sesuai dengan iklim di Indonesia, Kebun Raya
Bogor membangun beberapa cabang kebun raya lainnya:

10
1. Kebun Raya Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus
dan Laboratorium Cibodas) di Jawa Barat. Luasnya
120 hektar berada pada ketinggian 1400 mdpl,
didirikan olehJohannes Elias Teijsmann tahun 1866,
mempunyai koleksi tanaman khas dataran tinggi
beriklim basah daerah tropis dan sub-tropis. Tahun
1891 Kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium
untuk Penelitian flora dan fauna.
2. Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa
Timur. Luasnya 85 hektar berada pada ketinggian
250 mdpl, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941,
mempunyai koleksi tanaman khas dataran rendah
beriklim kering daerah tropis.
3. Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul-Bali didirikan
tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo.
Luasnya 159,4 hektar berada pada ketinggian 1400
mdpl, mempunyai koleksi tanaman khas dataran
tinggi beriklim kering.

2.3.2 Visi dan Misi Kebun Raya Bogor

2.3.2.1 Visi
"Menjadi salah satu Kebun Raya terbaik di
dunia dalam bidang konservasi dan penelitian
tumbuhan tropika, pendidikan lingkungan dan
pariwisata".

2.3.2.2 Misi
1. Memperkuat bobot ilmiah di dalam pengelolaan
koleksinya.

11
2. Mengembangkan model pengelolaan tumbuhan
secara ex situ dalam bentuk kebun raya.
3. Melakukan pembinaan dan pengawasan teknis
atas pembangunan kebun raya di Indonesia.
4. Meningkatkan mutu penelitian di bidang
konservasi, domestikasi, ekonomi botani dan
reintroduksi tumbuhan Indonesia.
5. Melakukan diseminasi dan komersialisasi produk
hasil penelitian.
6. Memperkuat manajemen kelembagaan menuju
reformasi birokrasi, wilayah bebas dari korupsi
(WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani
(WBBM).
7. Meningkatkan mutu pelayanan publik, termasuk
mutu pendidikan lingkungan dan penyediaan
informasi ilmiah.
8. Memperkuat jaringan kerjasama dengan para
pemangku kepentingan, baik dari dalam maupun
luar negeri.
9. Meningkatkan dan memperkuat capacity building
sumber daya manusia.
10. Membangun dan mengembangkan sarana
prasarana yang dibutuhkan, khususnya sarana
prasarana yang menunjang pelayanan publik dan
penelitian.

2.3.3 Bentuk Layanan Jasa Kebun Raya Bogor

a. Pelayanan Penelitian

12
PKT Kebun Raya-LIPI sebagai lembaga
konservasi exsitu yang salah satu Tupoksi (Tugas Pokok
dan Fungis) adalah penelitian, menyediakan pelayanan
untuk mahasiswa dan peneliti yang akan mengadakan
penelitian mengenai tumbuhan atau manajemen yang
sesuai dengan kebutuhan peneliti. Tujuan dari layanan
ini adalah Memfasilitasi pelanggan untuk memperoleh
data dan informasi yang akurat. Dasar hukum yang
dijadikan acuan adalah PP No. 106 Tahun 2012 tentang
Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku di
lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Adapun prosedur pengajuan penelitian di PKT


Kebun Raya-LIPI adalah sebagai berikut :

1. Pengajuan surat permohonan penelitian dari


kampus atau lembaga yang bersangkutan dan
Proposal penelitian.
2. Berkas ajuan akan diproses, setelah itu akan
diberikan surat balasan.
3. Apabila permohonan disetujui pelanggan
diharuskan menyelesaikan biaya administrasi di
loket sebelum penelitian dimulai.
4. Bila diperlukan pembimbing penelitian, PKT
Kebun Raya-LIPI akan menunjuk staf peneliti
yang kompeten sesuai dengan tema penelitian.
5. Waktu pelaksanaan penelitian adalah hari senin
sampai hari jumat pukul 07.30 WIB - 17.00 WIB.
Bertempat di PKT Kebun Raya-LIPI.
6. Setelah selesai penelitian, Petugas Pelayanan Jasa
dan Fasilitas membuatkan Surat Keterangan
selesai penelitian.

13
2.3.4 Fasilitas Kebun Raya Bogor

Fasilitas yang diberika di Kebun Raya Bogor adalah


sebagai berikut:

Tabel 2.1 Fasilitas Kebun Raya Bogor

INTERESTING PLANTS

FACILITIES

PLACES COLLECTION

Main Gate Monumen Lady Raffles Medicinal Plant

Collection

Information Centre J.J. Smith Memorial Koompassia excels

Zoological Museum Scissor Pond Araceae Plant

Collection

Conservation Building Teisjmann Park Amorphophallus

titanium

Guest House Dutch Cemetery Rattan

Treub Laboratory Bogor Palace Pandanus Collection

Garden Shop Canary Avenue I Cactus Collection

14
(Mexican Garden)

Nursery Canary Avenue II Palm Collection

Gate II Hanging Bridge Water Palm Collection

Main Office Surya Lembayung Orchidarium

Bridge

Mosque Astrid Avenue Climbing Plant

Collection

Herbarium & Seeds Museum Orchid House Fern Collection

Gate III Sudjana Kassan Park Wild Corner

Café Outbond Area Cinnamomum

Collection

Orchid Nursery Victoria amazonica

Tissue Culture Laboratory Wood Plant Collection

Gate IV Bamboo Collection

Mosque

15
Reintroduction & Rare Plants

Nursery

2.4 Goa Kali Suci

2.4.1 Sejarah Berdirinya Goa Kali Suci

Gunungkidul merupakan salah satu dari


empat kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul
ialah 1.485,36 km², meliputi 18 kecamatan dan 144
desa/kelurahan. Katalog Badan Pusat Statistik (BPS)
tentang Kabupaten Gunungkidul dalam Angka
Tahun 2015 memuat bahwa Kecamatan Semanu
merupakan kecamatan terluas yang menempati
7,30% luas kabupaten. Kecamatan Semanu memiliki
keadaan topografi yang berbukit-bukit. Menurut
sejarah geologi, dahulu daerah ini merupakan dasar
laut yang mengalami proses pengangkatan tektonik
dan vulkanik yang menyebabkan kemunculan
perbukitan karst di sepanjang garis pantai selatan
Pulau Jawa meliputi Kabupaten Gunungkidul,
Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Pacitan.
Wilayah karst tersebut diberi nama Gunung Sewu.
Pada 19 September 2015, Gunung Sewu secara
resmi dinobatkan sebagai anggota Global Geoparks
Network oleh UNESCO. Gunung Sewu menyimpan
kekayaan geologi, salah satunya gua karst. Sejumlah
wilayah di Kabupaten Gunungkidul memperoleh air
yang mengalir dari sungai di dalam gua. Selain mata

16
airnya berperan sebagai sumber penghidupan
masyarakat, gua karst pun dimanfaatkan sebagai
daya tarik wisata. Salah satunya Gua Kalisuci yang
terletak di Dusun Kalisuci, Desa Pacarejo,
Kecamatan Semanu.

2.4.2 Visi dan Misi Goa Suci

2.4.2.1 Visi

Memberikan wisata aternatif bagi para wisatawan


yang ingin berlibur dengan keluarga, teman maupun
kelompok supaya menghasilkan sebuah kebahagian serta
pelayanan yang maksimal. Dan juga memberikan
peluang kerja bagi para pengangguran di wilayah Desa
Pacarejo.

2.4.2.2 Misi

1. Memberikan pemasukan dana bagi pemerintah


gunungkidul dengan adanya wisata goa Kali Suci.
2. Menjadi Wisata aternatif bagi seluruh Indonesia dan
luar negeri.
3. Mengurangi masyarakat pengangguran di sekitar Desa
Pacarejo
4. Memperlihatkan wisata alam yang langka bagi seluruh
dunia

5. Memberikan pelayanan yang maksimal bagi


pengunjung Goa Kali Suci
6. Memajukan sector pariwisata bagi wilayah
gunungkidul

17
7. Mengenalkan Sumber daya alam yang bisa di
manfaatkan
8. Mengenalkan SDA kepada wisatawan siswa siswi
9. Menambah keistimewaan di daerah DI Yogyakarta
2.2.3 Bentuk Layanan Jasa Goa Kali Suci

Wisata Goa Kali Suci menawarkan banyak sekali


jasa untuk para pengunjung disana, diantaranya:

1. Jasa Foto Keliling


2. Wahana Cave Tubing
3. Jasa Pemandu

2.2.4 Fasilitas Goa Kali Suci

Beberapa fasilitas yang ditawarkan di Goa Kali Suci


adalah sebagai berikut:

1. Tempat Pembelian Loket


2. Unit Transit Pendopo
3. Fasilitas objek wisata: jaket pelampung, dan ban tubing
4. Jasa jemput dari selesai cave tubing
5. Area parkiran luas

2.5 Gambaran Umum Pusat Penelitian LIPI


2.5.1 Sejarah Singkat LIPI

Keberadaan Pusat Penelitian Biologi - LIPI


sebenarnya sudah dimulai sejak era kolonial sekira tahun
1800-an. Pada tahun 1834, Sir Thomas Stamford Raffles,
Gubernur Jendral Hindia Belanda di Jawa, mendirikan
kebun raya di Bogor, yang kemudian dikembangkan
menjadi stasiun penelitian bernama Land Plantentuin.
Stasiun ini mengakomodasi seluruh pekerjaan di bidang
taksonomi baik tumbuhan maupun hewan, dimana ribuan

18
kehidupan liar Indonesia kemudian diberi nama ilmiah.
Seiring dengan perkembangannya, penelitian juga memberi
perhatian terhadap perkembangan ilmu serangga
(entomologi) sejalan dengan kenyataan bahwa pada waktu
itu serangga merupakan hama utama bagi pertanian. Hal
tersebut memberi jalan bagi berdirinya Museum
Zoologicum Bogoriense, atau Museum Zoologi Bogor
1894.

Seiring berjalannya waktu, hasil-hasil penelitian


mendominasi forum ilmiah internasional, institusi ini
menjadi semakin kuat dan kuat lagi. Oleh karena lembaga
ini sangat berarti bagi dunia ilmiah internasional, lembaga
ini tidak terpengaruh oleh perang yang berkecamuk selama
awal abad ke-20. Hingga negara Indonesia memperoleh
kemerdekaanya, lembaga tersebut selalu terbebas dari
pengaruh kondisi polikik maupun kekacauan sosial. Pada
masa setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia mengubah
nama Land Plantentuin menjadi Lembaga Hortus Botanicus
Pusat (LHBP), atau Kebun Raya Indonesia (KRI), atau
Kebun Raya Bogor (KRB). Lembaga ini berada dibawah
administrasi Djawatan Penelitian Alam (DPA), yang
kemudian diganti namanya menjadi Lembaga Pusat
Penyelidikan Alam (LPPA) dibawah Departemen Pertanian.
Pada tahun 1962 berdasar dekrit MPR No. II, 1960,
Kebun Raya Bogor dan LPPA itu sendiri dipisahkan dari
Departemen Pertanian, dan diganti namanya menjadi
Lembaga Biologi Nasional (LBN) dibawah administrai
Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI), yang
kemudian berganti nama menjadi Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam perkembangan
selanjutnya berdasar dekrit presiden No.I, 1986 tentang
reorganisai LIPI, nama Lembaga Biologi Nasional diganti

19
menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi, yang
diikuti dengan didirikannya dua lembaga baru yaitu
Puslitbang Bioteknologi dan Puslitbang Limnologi.
Berdasarkan Keputusan kepala LIPI No. 23/kep/D.5/1987
P2 Biologi ditugaskan untuk melakukan penelitian dan
pengembangan ilmu-ilmu biologi, memperbaiki
kemampuan komunitas ilmiah, dan mengembangkan jasa-
jasa dan distribusi informasi biologi dalam upaya untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keragaman
biologi Indonesia.
Adapun alamat pusat penelitian LIPI terletak di Jl.
Raya Bogor Km 46, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 16912,
Indonesia. Nomor Telpon yaitu : +62 (021) 87907604 Fax :
+62 (021) 87907612.
2.5.2 Profil singkat Instansi dan Visi Misi
2.5.2.1 Profil Singkat

Gambar .1 Kunjungan Ruang Koleksi Kering Mamalia

20
Gambar 2. Kunjungan Ruang Koleksi Kering Burung

Gambar 3. Kunjungan Koleksi Awetan Basah

2.5.3 Visi dan Misi LIPI

Pusat Penelitian Biologi-LIPI memiliki Visi dan Misi,


dimana visinya yaitu: “ Menjadi Pusat Acuan Terpercaya
Bidang Pemberdayaan dan Konservasi Keanekaragaman Fauna
Indonesia”. Sedangkan Misi yang dibuat yaitu “ Menjadi Pusat
Pangkalan Data dan Sumber Informasi Ilmiah Fauna Indonesia
“.

2.5.4 Pengelola SDM Pengelola Pusat Penelitian Biologi-LIPI

Pada tahun 2016, Sumber Daya Manusia (SDM) pusat


penelitian Biologi LIPI berjumlah 395 orang ditambah dengan
pegawai tidak tetap yang membantu berbagai kegiatan di Pusat
Penelitian Biologi.

Secara khusus dapat digambarkan bahwa Pusat


Penelitian Biologi yang mempunyai Kompetensi inti dibidang
riset biologi mempunyai jumlah peneliti sebanyak 156 peneliti
dan 28 teknisi. Kekuatan utama tersebut menjadi modal dasar

21
dalam mengimplementasikan kegiatan risetnya sesuai dengan
tugas dan fungsi Pusat penelitian Biologi ditataran Nasional
maupun Internasional.

Berdasarkan tingkat pendidikan, pegawai Pusat


Penelitian Biologi sebagian besar berada pada jenjang
pendidikan S3 dengan jumlah 54 orang, S2 dengan jumlah 78
orang, kemudian diikuti jenjang pendidikan S1 dengan jumlah
100 orang, D4 , D3 , D2 dan D1 lebih jumlah pegawainya lebih
sedikit dibandingkan pada jenjang pendidikan SD. Kemudian
SLTA sebanyak 133 orang, sedangkan SLTP dan SD berjumlah
12 dan 9 orang.

2.5.5 Bentuk Layanan Jasa dan Fasilitas Pusat Penelitian Biologi


LIPI
1. Botani
a) Layanan Jasa

 Pelayanan jasa identifikasi, informasi keanekaragaman


jenis, analisis kandungan kimia, pembuatan preparat
tumbuhan.
 Penyelenggaraan pelatihan taksonomi, pengelolaan
herbarium, pembimbingan mahasiswa.
 Menyediakan sarana wisata edukasi melalui peragaan
pameran artefak etnobotani di Museum Etnobotani
Indonesia.
 Menyediakan referensi berupa buku reprint dokumen dan
majalah yang berkenaan dengan penelitian botani.
b) Fasilitas
Tersedia sarana untuk penelitian sistematika,
ekologi, fisiologi, morfogenetika, fitokimia dan etnobotani

22
 Sekitar 2 juta spesimen koleksi tumbuhan berupa
herbarium, koleksi basah, karpologi, biji, kayu, fosil,
gambar dan artefak etnobotani.
 Sejumlah koleksi referensi berupa 8.752 buah buku,
7.009 buah reprint, 420 buah dokumen, 129 judul majalah
terbitan dalam negeri dan 153 judul majalah luar negeri
tersedia untuk menunjang penelitian.
 Sebuah pangkalan data (IBIS) yang dibangun atas biaya
Bank Dunia melalui Global Environtmental Facilities
(GEF) dapat diakses.
 Laboratorium sistematika yang dilengkapi dengan
fasilitas untuk pengamatan sitologi, anatomi dan
molekuler.
 Laboratorium fitokimia yang memenuhi standard
"certificate of analysis" berdasarkan metode baku AOAC,
Departemen Kesehatan RI, WHO, dan standard baku
farmakologi.
 Rumah kaca untuk penelitian fisiologi.
2.2 Zoologi
a) Layanan Jasa

 Analisis DNA.
 Analisis Nutrisi.
 Analisis ekologi satwa liar.
 Identifikasi jenis-jenis fauna Indonesia.
 Survei keanekaragaman fauna.
 Taksidermi.
 Pelatihan (taksonomi, taksidermi, metode survei dan
pemantauan fauna, metode koleksi fauna, pengelolaan
koleksi spesimen ilmiah fauna berstandar
internasional, biologi molekuler, dsb.)
 Bimbingan penelitian untuk karya ilmiah (SLTA,
mahasiswa S1, S2 dan S3)

23
 Informasi bidang zoologi (keanekaragaman jenis
fauna Indonesia, sebaran, ekologi dan fisiologi fauna
Indonesia, dsb).
b) Fasilitas
Fasilitias yang terdapat di Bidang Zoologi adalah :

 Laboratorium Biosistematika.
 Ruang Koleksi Kering (Burung, Serangga, Mamalia
and Moluska).
 Ruang Koleksi Basah (Ikan, Reptil, Amfibi, Krustacea
dan Avertebrata lain).
 Laboratorium Ekologi .
 Laboratorium Nutrisi.
 Laboratorium Genetika.
 Laboratorium Reproduksi.
 Laboratorium Penangkaran Satwa Liar.
 Ruang Mikroskop.

 Studio Fotografi

3 Mikrobiologi
a) Layanan Jasa
Analisis dan aktivitas Lab. yang dapat dilakukan di
Bidang Mikrobiologi:

 Penentuan jumlah mikroorganisme (TPC)


 Identifikasi Bakteri
 Identifikasi Kapang
 Identifikasi Khamir
 Fotografi sel
 Analisis HPLC
 Analisis GC
 Analisis enzimatik
 Ekstraksi dan purifikasi DNA

24
 Amplifikasi dan identifikasi gen tertentu dengan PCR
 Elektroforesis material genetik
 Analisis sekuensing
 Preservasi sel mikroba
 Freeze-drying bahan/sel
 Pelatihan (taksonomi,pengelolaan koleksi spesimen
berstandar internasional, biologi molekuler, dsb.)
 Bimbingan penelitian untuk karya ilmiah (SLTA,
mahasiswa S1, S2 dan S3)
b) Fasilitas
Laboratorium yang terdapat di Bidang Mikrobiologi adalah:
 Laboratorium Biosistematika dan Genetika.
 Laboratorium Ekologi dan Fisiologi.
 Laboratorium Biokimia.
 Laboratorium Mikrobiologi Terapan dan
Pengembangan Potensi Mikroba.

BAB III

DESKRIPSI PROGRAM DAN PEMBAHASAN

3.1 Deskripsi Program Muhammadiyah Boarding School

Kegiatan telah dilaksanakan selama pelaksanaan Studi Lapang


Terintegrasi (SLT) Bogor-Bandung-Yogyakarta pada Tanggal 21
November – 25 November 2018. Mengunjungi Muhammadiyah

25
Boarding School (MBS) dan pusat penelitian Biologi LIPI yang ada di
Bogor. Mengunjungi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang ada
di Bandung, dan mengunjungi Kali Suci yang ada di Gunung Kidul
Yogyakarta.

3.1.1 Muhammadiyah Boarding School (MBS)

3.1.3.1 Langkah-langkah Kegiatan Studi Lapang Terintegrasi di


MBS adalah sebagai berikut:

1. Para peserta studi lapang terintegrasi diarahkan ke masjid yang


ada di Muhammadiyah Boarding School untuk dilakukannya
acara penyambutan selamat datang.
2. Para peserta studi lapang terintegrasi disini dibagi menjadi dua
kelompok, ada yang mendengarkan sejarah berdirinya MBS
yang ada di bogor ini dan pengamatan sekolah secara langsung
dari sekolah SMP-SMA.
3. Setelah acara pembukaan, peserta diarahkan untuk segera
bergegas melakukan tugasnya yang telah dibagi.
4. Peserta didampingi oleh guru yang mengajar di SMP-SMA
Muhammadiyah Boarding School.
5. Pesert yang telah menerim amateri sejarah MBS akan
melakukan pengamatan dikelas.
6. Setiap kegiatan dilakukan didokumentasikan.

3.1.3.2 Data Hasil Pengamatan

Muhammdiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus


Hadikusumo yang terletak di jl. Raya Parung- Desa Japang,
Kec. Kemang-Bogor akhirnya dilaunching pada tanggal 5
Mei 2016. Tepatnya juli 2017 sudah menerima angkatan
perdana sebanyak 45 santri SMP dan SMA, dan angkatan
kedua tahun 2018 sebanyak 130 santri. Akreditasi yang

26
dimiliki Muhammadiyah Boarding School adalah B.
Pendaftaran santri dapat secara langsung maupun lewat via
online, agar mempermudah siswa yang berada diluar kota
dapat mendaftar secara mudah. Kurikulum yang digunakan
di MBS adalah K13 yang baru digunakan tahun 2017.
Sedangkan kelas 8 dan 9 masih menggunakan kurikulum
KTSP 2006. Kelas santri laki-laki dan santri perempuan
dibedakan ruangannya kecuali kelas 9. Dan untuk SMA
santri laki-laki dan perempuan dijadikan dalam satu kelas.

Setelah Berkeliling di lingkungan sekolah


Muhammadiyah Boarding School sekilas terlihat tidak ada
yang berbeda dengan sekolah pada umumnya, akan tetapi
sekolah Muhammadiyah Boarding School ini masih
kekurangan gedung sebagai fasilitas sekolah dan ada juga
bagunan yang sedang dalam proses pembangunan, kira-kira
baru 50% terbangun. Di MBS juga masih terdapat beberapa
siswanya masih mengikuti kelas regular artinya mereka
tidak menetap dipondok setiap harinya mereka pulang
kerumah masing-masing seperti sekolah pada umumnya.
Media pembelajaran yang digunakan di MBS seperti buku,
proyektor, LCD, Al-Qur’an dan Hadits. Rapot santri juga
akan dikeluarkan dan diberikan kepada santrinya jika sudah
menjadi mondok selama menempuh pendidikan SMP-SMA.

27
Gambar 3.1 Kelas 7 Santri laki-laki

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 3.2 Kelas 7 Santri Perempuan

Sumber: Dokumen Pribadi

Gambar 3.3 kelas 8 Santri Laki-laki

Sumber : Dokumen Pribadi

28
Gambar 3.4 kelas 8 Santri Perempuan

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 3.5 Kelas 9 Campuran laki-laki dan perempuan

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 3.6 Kelas 10

Sumber : Dokumen Pribadi

29
Gamabar 3.7 Kelas 11

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 3.8 Kelas 12

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 3.9 Lingkungan Sekolah

Sumber : instagram muhammadiyah_Boarding_School

30
Kegiatan yang dilakukan sehari-hari oleh santri
dipondok : bangun tidur sholat tahajud dan subhu
berjamaah, pembelajaran pondok, makan dan mandi,
mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Pembelajar
pondok dilakukan setelah sholat Isya, ini dilakukan agar
pembelajaran dalam sekolah tidak terganggu. Khususnya
dihari sabtu dilaksanakan pembelajaran Bahasa Arab yang
didatangkan langsung oleh pembina profesional, salah
satunya bernama Syekh Alaa Saber kandili, Lc, MA., agar
santri belajar dengan mudah dari narasumber terpercaya.
sedangkan hari minggunya untuk kegiatan ekstrakulikuler
seperti Hizbul Wathon, IPM, Tapak Suci,
Muhadharah/pidato, Marawis. Ekstrakuikuler ini wajib
diikuti oleh seluruh siswa, baik santri ataupun siswa reguler.

Para santri juga ditanamkan nilai-nilai moral seperti


gotong royong saat piket. Saling membantu satu sama lain.
Diajarkan juga Bahasa asing seperti Bahasa inggris. Bahasa
asing ini diterapkan juga di lingkunga sekolah, baik didalam
kelas dan di masjid. Jika tidak menggunakan Bahasa inggris
maka akan di kenakan hukuman. Misalnya saat bertanya
guru tidak akan menghiraukan pertanyaan santri tersebut.
Begitu juga dengan pembelajaran pondok wajib
menggunakan Bahasa Arab jika tidak maka santri tersebut
akan dikenakan hukuman, seperti membersihkan kamar
salah satunya.

Sekolah Muhammadiyah Boarding School ini juga


memiliki program Unggulan, dimana santri ini akan diajak
untuk melakukan hafalan Al-Qur’an yang dilaksakan setiap
hari. Saat kelulusan santri juga akan dites yang bertujuan
untuk mengetes apakah santri ini benar-benar mengerti dan
hafal, minimal juz yang akan distorkan beselum kelulusan
adalah 5 juz, program ini disebut juga sebaga program
Tahfidz Al-Qur’an. Ada juga program-program yang
lainnya, yaitu : Tahfidz Al-Hadits (Min 200 Hadits),
program Penguasaan Bahasa Asing, Program Kelas Robotic,
Entrepreneurship, Program Ekstra Kulikuler seperti tapak
suci yang wajib di ikuti seluruh Murid.

Fasilitas yang dimiliki oleh Muhammadiyah


Boarding School yaitu gedung yang digunkaan milik

31
sendiri, memiliki Laboratorium Bahasa, Laboratorium
Komputer, Laboratorium IPA, Asrama Santri,
Perpustakaan, Masjid, Lapangan Olahraga, memiliki wifi
dan CCTV sudah terpasang di lingkungan sekolah

3.2 Universitas Pendidikan Indonesia

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan selama pelaksanaan


Studi Lapang Terintegrasi di Sekolah Pascasarjana Universitas
Pendidikan Indonesia Bandung. adalah sebagai berikut:

3.2.1 Langkah-langkah Kegiatan

Langkah-langkah kegiatan Studi Lapang Terintegrasi di


Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung
adalah sebagai berikut:

1. Para peserta Studi Lapang dikumpulkan di Aula Sekolah


Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung
2. Pemimpin Ketua Program Studi Biologi Sekolah
Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung memberikan sambutan-sambutan bagi dosen
dan peserta Studi Lapang
3. Dosen Universitas Muhammadiyah Malang
menjelaskan maksud dan tujuan datang ke Pascasarjana
Universitas Pendidikan Indonesia
4. Ketua Program Studi Biologi Sekolah Pascasarjana
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung memberikan
materi berupa powepoint
5. Para peserta Studi Lapang melakukan tanya jawab
mengenai materi yang telah disampaikan
6. Dosen Universitas Muhammadiyah Malang
menyerahkan cinderamata kepada Ketua Program Studi

32
Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan
Indonesia Bandung dan foto bersama
7. Para peserta Studi Lapang melakukan observasi secara
langsung dengan mengelilingi Sekolah Pascasarjana
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

3.2.2 Pembahasan

Sekolah Pascasarjana adalah unit pelaksana akademik yang


berfungsi menyelenggarakan dan/atau mengoordinasikan program
pendidikan megister, program doktor, program magister terapan,
program doktor terapan, dan program lain sesuai dengan
kewenangannya.

Perkembangan ilmu pendidikan biologi dan ilmu biologi


serta penerapannya dalam kehidupan masyarakat yang begitu pesat
memberikan dampak yang sangat penting terhadap perkembangan
dunia pendidikan dan penelitian yang terkait biologi. Bersamaan
dengan itu, tuntutan terhadap peningkatan mutu pendidikan juga
terus meningkat, terutama peningkatan mutu pendidik, baik di
tingkat sekolah maupun di perguruan tinggi. Disamping itu, era
global yang cenderung memberikan dampak terhadap pergeseran
budaya secara tidak langsung mendesak agar pendidikan mampu
berkontribusi dalam mempertahankan karakter bangsa kepada
peserta didiknya. Ketiga permasalahan tersebut secara langsung
ataupun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
perkembangan pendidikan biologi dan penelitian-penelitian biologi
di Indonesia Jurusan Pendidikan Biologi memiliki dua program
studi yaitu Program Studi Pendidikan Biologi dan Program Studi
Biologi yang dibuka semenjak perluasan mandat (wider mandate),
pada tahun akademik 1998. Keberadaan Program Studi Pendidikan
Biologi dan Program Studi Biologi Pada Jurusan Pendidikan
Biologi dikembangkan dengan prinsip cross fertilization dan
resource sharing yang akan memperkuat satu dengan yang lainnya.

33
Hasil penilaian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN
PT), pada tahun 2006 Program Studi Pendidikan Biologi
memperoleh akreditasi A dan Program Studi Biologi juga mendapat
akreditasi A. Sejak Agustus 2011 Jurusan Pendidikan Biologi juga
sudah bersertifikat ISO 9001 : 2008 dan pada tahun 2011 membuka
Program Studi Strata 2 Pendidikan Biologi. Pada saat ini Jurusan
Pendidikan Biologi mempunyai 41 dosen dan setiap tahunnya
menerima rata-rata 150 mahasiswa yang dijaring melalui jalur
undangan, UM, dan SNMPTN.

3.2.3 Tujuan

1. Menghasilkan Magister dan Doktor dalam ilmu pendidikan,


pendidikan disiplin ilmu, dan ilmu lainnya yang menguasai
konsep dan memiliki wawasan yang luas dalam bidangnya
serta memiliki kepribadian dan daya saing yang dapat
ditampilkan pada tingkat nasional maupun internasional.
2. Menghasilkan karya-karya penelitian yang bermutu dan
dipublikasikan nasional maupun internasional.
3. Menghasilkan karya-karya pengabdian kepada masyarakat
yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
4. Meningkatkan kapasitas program dan reputasi akademik di
tingkat nasional dan internasional.
5. Meningkatkan kapasitas manajemen dan sumber daya yang
mendukung lingkungan pendidikan, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat yang bermutu.

3.2.4 Struktur Kurikulum


Desain kurikulum program magister pendidikan
biologi memuat tiga bagian pokok, yaitu Kurikulum Prasyarat,
Kurikulum Inti dan Kurikulum Pilihan. Kurikulum Prasyarat
disiapkan untuk para mahasiswa yang berlatar belakang S1

34
dari bidang kajian berbeda dengan S2 magister pendidikan
biologi. Kurikulum prasyarat memuat empat mata kuliah (12
SKS) yang berkaitan dengan kompetensi dasar
pendidikan/pembelajaran biologi. Kurikulum Inti merupakan
kurikulum yang wajib ditempuh oleh semua mahasiswa untuk
mengembangkan kompetensi utamanya sebagai magister
pendidikan biologi. Kurikulum inti terdiri dari MKLK (9
SKS), MKK SPs (6 SKS), dan MKK Prodi (15 SKS).
Kurikulum Pilihan merupakan kurikulum yang dapat ditempuh
mahasiswa berdasarkan minat dan spesifikasi kajian untuk
memperkuat kompetensi utamanya. MKK Pilihan terdiri dari
sejumlah mata kuliah baik yang berkaitan dengan pengetahuan
pedagogik maupun pendalaman materi/isi biologi. Setiap
mahasiswa diwajibkan menempuh sejumlah MKK Pilihan
dengan total SKS minimal 12 SKS. Selain mata kuliah tersebut
di atas, para mahasiswa diwajibkan menempuh Tesis (6 SKS)
yang ditulis berdasarkan hasil penelitian mahasiswa.

 Kurikulum Prasayarat (Matrikulasi): Untuk mahasiwa


yang berlatang belakang S1 tidak sebidang (9-12 SKS)
 Kurikulum inti (24-27 SKS)
 Kurikulum pilihan (15-18 SKS)
 Tesis (6 SKS)
Total SKS untuk S2 = 45-48

Akhir-akhir ini, minat, kebutuhan, dan apresiasi masyarakat


terhadap pendidikan tinggi semakin meningkat dan berkembang.
Kecenderungan ini diindikasikan dengan semakin banyak dan
beragamnya peminat dan peserta pendidikan di Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI), khususnya peminat dan peserta
pendidikan pada tingkat Sekolah Pascasarjana (SPs).

35
Di pihak lain, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni (Ipteks) dan tuntutan kehidupan global meniscayakan SPs,
sebagai gerbang mutu di UPI, untuk memiliki lulusan yang benar-
benar bermutu. Tuntutan akan lulusan yang bermutu ini
meniscayakan SPs untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas
layanan pendidikannya. Kesuksesan SPs dalam menyelenggarakan
layanan pendidikan dan menghasilkan lulusan yang bermutu ini
akan menentukan keberadaan dalam komunitas pendidikan tinggi
di Indonesia dan mancanegara.

Perkembangan sistem regulasi pendidikan tinggi juga


menuntut SPs untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian.
Diterbitkannya Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI) oleh
Pemerintah akhir-akhir ini, misalnya, memberikan rambu-rambu
tentang kualifikasi dan gradasi kompetensi lulusan yang dengan
sendirinya menuntut SPs untuk melakukan penyesuaian-
penyesuaian. Kebijakan dan program Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen
Dikti Kemendikbud) yang salah satunya berupa upaya
meningkatkan produktivitas perguruan tinggi (PT) dalam
menghasilkan karya ilmiah juga perlu mendapat respons dan upaya
serius dari SPs.

Seiring dengan kecenderungan-kecenderungan di atas,


sejumlah permasalahan internal masih teridentifikasi. Permasalahan
tersebut di antaranya adalah rata-rata waktu penyelesaian studi yang
belum memenuhi target Rencana Strategis (renstra) UPI—5
semester untuk S2, dan 7 semester untuk S3; penjenjangan
kurikulum S1, S2, dan S3 yang belum begitu jelas perbedaan dan
kontinuitasnya; penugasan dosen yang belum terkoordinasikan
dengan baik; serta latar belakang dan kualifikasi akademik
mahasiswa yang mendaftar dan diterima di SPs yang beragam
sehingga memerlukan perlakuan yang beragam pula.

36
Kecenderungan-kecenderungan yang terjadi baik secara
internal maupun eksternal sebagaimana dideskripsikan di atas
meniscayakan SPs untuk melakukan upaya-upaya pembenahan
program yang signifikan, termasuk di antaranya
mengintegrasikan kurikulum dan sistem akademik program
pendidikan S1, S2, dan S3 bagi program-program studi yang
linier. Selain itu, kurikulum SPs yang berlaku terakhir ini adalah
Kurikulum 2006 yang hingga dengan tahun 2012 sudah
diberlakukan selama tujuh tahun. Dengan periode implementasi
selama itu, secara periodik kurikulum SPs ini juga sudah saatnya
untuk direviu dan direvisi.

Responsif terhadap berbagai tuntutan dan perkembangan


sebagaimana dideskripsikan di atas, Kurikulum SPs UPI 2013
sudah dirancang secara integrative dengan mempertimbangkan
berbagai tuntutan baik yang berkembang secara internal maupun
eksternal. Dengan demikian, Kurikulum SPs UPI 2013 ini
diharapkan lebih mendukung terjaminnya kualitas
penyelenggaraan layanan akademik terhadap mahasiswa
sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Kurikulum program pendidikan S2 dan S3 terdiri atas


dua kelompok mata kuliah, yakni Mata Kuliah Landasan
Keahlian (MKLK) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK). MKLK
adalah kelompok mata kuliah dasar yang melandasi
pengembangan cara berpikir dan kerja ilmiah. Yang termasuk ke
dalam MKLK adalah mata kuliah Metodologi Penelitian dan
Statistika Terapan. MKK adalah kelompok mata kuliah bidang
keahlian yang terutama terfokus pada pengembangan
kemampuan kepakaran mahasiswa dalam bidang tertentu. MKK
ini terdiri atas MKK SPs yang wajib diikuti oleh semua
mahasiswa, MKK Prodi yang wajib diikuti oleh semua
mahasiswa pada prodi yang bersangkutan, dan MKK Pilihan

37
yang dapat dipilih oleh mahasiswa sesuai dengan fokus keahlian
dan keminatannya. Terdapat perbedaan penekanan antara MKK
untuk program pendidikan dalam bidang terapan dan program
pendidikan dalam bidang keilmuan. MKK untuk program
pendidikan dalam bidang terapan terdiri atas kajian-kajian materi
yang lebih terkait dengan pengetahuan aplikatif di lapangan,
sementara MKK untuk program pendidikan dalam bidang
keilmuan terdiri atas kajian-kajian materi aplikatif dan teoretis
secara seimbang. Penyelesaian akhir studi dilakukan melalui
penulisan tesis (S2) dan disertasi (S3). Selain itu, mahasiswa
yang berlatar belakang pendidikan tidak sebidang (yang
dianggap belum memenuhi standar mutu input) dipersyaratkan
untuk mengikuti aanvullen setara 12 sks pada prodi yang
bersangkutan atau prodi lain yang relevan.

3.2.5 Perkuliahan

Pendekatan dan metode perkuliahan ditentukan dengan


mempertimbangkan karakteristik setiap mata kuliah sehingga
dapat memberikan pengalaman belajar para mahasiswa sesuai
dengan tuntutan bidang kajiannya. Aktivitas perkuliahan diisi
dengan diskusi, presentasi dosen dan presentasi mahasiswa. Pada
mata kuliah tertentu selain diskusi dan preserntasi dilakukan
kegiatan praktikum di laboratorium. Untuk mata kuliah yang
menuntut pengalaman lapangan dilakukan kegiatan kuliah
lapangan di luar kampus. Setiap aktivitas mahasiswa umumnya
disertai dengan tuntutan penyelesaian penyerahan tugas berupa
paper atau makalah.

 Kegiatan perkuliahan (teori, praktek dan lapang)


 Kuliah berorientasi produk

38
3.2.6 Proses Perkuliahan

 Lama studi 4-8 semester, beban SKS per semester 9-15


SKS
 Bentuk perkuliahan : Tatap muka, praktek lab, kuliah
lapang
 Aktivitas perkuliahan terutama ditekankan pada kajian
dan penguasaan teoritis dan aplikatif

3.2.7 Sumber Daya Manusia

 27 Doktor
 5 Guru Besar
 Tenaga Kependidikan

3.2.8 Fasilitas

 Ruang perkuliahan di SPs dan FPMIPA


 5 ruang laboratorium Biologi
 2 laboratorium Riset Biologi
 Pusat Kajian Media dan Pembelajaran

3.2.9 Penelitian

 Pengembangan media dan bahan ajar


 Inovasi pembelajaran
 Pengembangan kompetensi spesifik
 Etnopedagogi
 Pendidikan alternatif/Etnik
 TPACK/TIK

Kegiatan yang dilakukan adalah seminar dan observasi di


Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

39
FOTO DOKUMENTASI

Gambar 1. Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia


Bandung

Gambar 2. Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia


Bandung

Gambar 3. Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia


Bandung

40
Gambar 4. Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung

3.3 Kebun Raya Bogor

3.3.1 Langkah-langkah Kegiatan

Langkah-langkah kegiatan Studi Lapang


Terintegrasi di Kebun Raya adalah sebagai berikut:

1. Para peserta Studi lapang dikumpulkan perkelompok


dan dilakukan breefing, kemudian diberikan
penjelasan mengenai kebun raya Bogor serta cara
pemanduan.
2. Para peserta mencatat apa yang disampaikan oleh
pemandu dan melakukan tanya jawab.
3. Setiap kelompok mengikuti masing-masing
pemandu untuk fokus pada kelompok tanaman
peminatan yang ditentukan oleh pemandu bersama
para peserta kelompok yaitu tentang tanaman
merambat berserta manfaatnya di Kebun Raya Bogor
4. Para peserta mengikuti penjelasan yang diberikan
pemandu
5. Setiap kegiatan yang dilakukan didokumentasikan.

41
3.3.2 Data Hasil Pengamatan

Gambar 1

Dokumen Pribadi

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpigiales
Famili : Salicaaceae
Genus : Salix L
Nama Spesies : Salix purpurea
Nama Lokal : Kukuk Sumpung

Ciri Umum : Tumbuhan merambat, berkayu, tinggi


dapat mencapai 30 m. daun bulat
telur, pangkal membulat, tekstur
seperti kulit, halus tidak berbulu,
pertulangan daun jelas pada
permukaan atas maupun permukaan
bawah, 12-17 cm x 8-14 cm. bunga
jantan dengan kelopak bulat teliur
sampai hampir lingkaran, panjang ±
8 mm, mahkota memanjang sampai
bangun segitiga, panjang ± 6 mm.

42
bunga betina dengan lebar kelopak 8-
9 mm, panjang mahkota 10-12 mm.
buah bulat, ujung terbuka lebar,
coklat, diameter 25-30 cm, tektur
kulit halus. Biji dengan panjang 3-4
cm, bersayap tipis, panjang sayap 5-
16 cm.

Gambar 2

Dokumen Pribadi

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Bauhinia
Nama Spesies : Bauhinia integrifolia Roxb
Nama Lokal : Akar katup-katup, ketup-
ketup, kekatup

Ciri Umum : Tumbuhan pemanjat, mempunya


tendril yang besar, cabang muda
beralur, seperti wol kaku. Daun
berseling, panjang tangkai 1-5 cm,

43
membundar telur sampai bundar, 6,8-
12,4 cm x 7,5-12,5 cm, pangkal
bangun jantung, ujung menguntuh,
memiliki 9-11 tulang daun.
Perbungaan malai majemuk. Bunga
biseksual, kelopak terpisah menjadi
2-3 ruang, mahkota 5, membundar
telur sungsang, panjang 8-15 mm,
oranye yang kemudian akan menjadi
merah berambut merah dibagian luar.
Buah polong,lonjong, 20 cm x5 cm,
tidak atau sedikit berambut. Biji
membundar telur sampai bundar,
diameter 2 cm, 5-8 biji tiap buah.

Gambar 3

Dokumen Pribadi

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Derris

44
Nama Spesies : Derris elegans Graham ex
Benth

Nama Lokal : Akar tuba, imora

Ciri Umum : Liana atau perdu memanjat, panjang


dapat mencapai 10 m, cabang coklat
keunguan. Daun majemuk, anak daun
3-7, gundul atau berambut dibagian
bawah. Perbungaan diketiak daun
atau bergerombol pada cabang yang
tua. Bunga dengan kelopak coklat,
merah jambu atau merah, mahkota
putih. Buah elips, jorong atau
lonjong, pada salah satu sisinya
terdapat sayap yang sempit, saat
masak berwarna coklat jingga.

Gambar 4

Dokumen Pribadi

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dycotiledoneae

45
Ordo : Fabales
Famili : Elaeagnuceae
Genus : Elaegnus
Nama Spesies : Elaeagnus latifolia L

Nama Lokal : Areuy dudurenan

Ciri Umum : tumbuhan pemanjat berkayu,


percabangan monopodial dengan
sisik bintang. Daun tersusun spiral,
tunggal, menjorong sampai bulat
telur terbalik. Perbungaan terbatas,
muncul di ketiak daun. Bunga
biseksual, bersimetri banyak, bentuk
tabung atau lonceng, harum. Buah
batu, tertutup tabung perhiasan bunga
yang berdaging, eksokarp berdaging,
mesokarp kasar, endocarp berambut
di bagian dalam. Biji hanya satu
dengan embrio yang lurus.

Gambar 5

Dokumen Pribadi

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae

46
Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledon
Ordo : Poales
Famili : Flagellaceae
Genus : Flageelaria
Nama Spesies : Flagellaria indica L

Nama Lokal : Rotan dapit, kokrok, owar

Ciri Umum : tumbuhan merambat tahunan,


panjang 2-15 m. batang lurus, licin,
berkayu di bagian pangkal, jarang di
temukan bercabang. Daun tunggal,
duduk di batang, berhadapan
bersilangan, seludang daun membulat,
melengkung menutupi buku-buku,
helaian lonjong memanjang,
menyerupai pita, 48 cm x 7 cm,
pangkal membulat, tepi rata,
pertulangan berjajar paralel, ujung
daun menyempit, berakhir dengan
sulur yang melengkung dan licin.
Perbungaanya malai tegak. Bunga
duduk di batang, tidak bermahkota,
berkelamin ganda, kelopak tegak,
lonjong membundar, panjang 2-3 mm,
putih tipis transparan, benang sari dan
kepala putik tersisip, terpisah
berjauhan

Gambar 6

47
Dokumen Pribadi

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnioliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Piparales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Nama Spesies : Piper betle L.

Nama Lokal : Sirih

Ciri Umum : Semak memanjat,herba. Batang


panjang mencapai 5-15 m. daun
berseling,cepat rontok dan
meninggalkan tanda bekas berbentuk
cincin; helaian daun bulat telur sampai
memanjang dengan pangkal daun
berbentuk jantung, atau pangkal
miring dan ujung meruncing, 5-18 x 2-
20 cm, licin, permukaan mengkilat,
pertulangan daun. Bunga majemuk
bulir, berumah satu, daun pelindung,
bentuk lingkaran, bulat telur terbalik
atau bulat telur memanjang. Bunga
jantan panjang tangkai 1,5-3 cm,

48
benang sari sangat pendek. Bulir
betina, panjang pendek 2,5-6 cm;
kepala putik 3-5.

Gambar 7

Dokumen Pribadi

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Vitales
Famili : Vitaceae
Genus : Tetrastigma
Nama Spesies : Tetrastigma leucostaphylum
(Dennst.) Alst

Nama Lokal : Talikoja

Ciri Umum : Batang tua pipih dan berkayu tetapi


rapuh, permukaan dipenuhi bintil-
bintil kecil, diameter dapat mencapai
20 cm, bersandara pada pohon atau

49
semak dengan sulur. Daun majemuk
menjari, anak daun 5, lonjong, ujung
meruncing, tepi bergerigi, 6-21 cm x 3-
8,5 cm. Bunga jantan dan betina
terpisah, dasar bunga jantan maupun
betina berkembang baik, berbentuk
lingkaran, mahkota bunga hijau
keputihan, mempunyai ciri khas yaitu
kepala putiknya terbagi 4. Buah berry,
diameter 2-15 mm, putih, tekstur
seperti pulp.

3.3.3 Deskripsi Beberapa Hal Mengenai Kebun Raya Bogor

1. Koleksi Kebun Raya Bogor


a) Koleksi Tanaman Obat Kebun Raya Bogor
b) Koleksi Tanaman Merambat Kebun Raya Bogor
c) Koleksi Tanaman Air Kebun Raya Bogor
d) Koleksi Tanaman Buah Kebun Raya Bogor
e) Koleksi Anggrek
f) Koleksi tanaman palem
g) Koleksi Bank Biji
2. Peranan Kebun Raya dalam Kegiatan Pelestarian
Flora
1) Fungsi konservasi
yaitu melestarikan keanekaragaman jenis
tumbuhan secara ex situ untuk dijadikan koleksi
rujukan yang bernilai ilmiah tinggi,
dikembangkan potensi guna pemanfaatan secara
berkelanjutan, serta dijadikan back up penting
bagi upaya pemulihan jenis-jenis tumbuhan
terancam kepunahan serta pemulihan lahan-
lahan terdegradasi.

50
2) Fungsi penelitian
yaitu melaksanakan dan memfasilitasi berbagai
kegiatan penelitian dan pengembangan dibidang
konservasi, domestikasi dan reintroduksi
tumbuhan.

3) Fungsi pendidikan
yaitu menyajikan informasi yang jelas dan
memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk
meningkatkan pengetahuan di bidang botani,
konservasi, lingkungan dan pemanfaatan
tanaman; serta untuk merangsang tumbuh-
kembangnya kesadaran, kepedulian,
tanggungjawab dan komitmen masyarakat
terhadap pelestarian tumbuhan.

4) Fungsi rekreasi
yaitu menciptakan wisata alam yang memiliki
muatan ilmu pengetahuan, sekaligus juga
nyaman, aman, menyegarkan dan inspiratif
untuk mendukung kehidupan sosial
kemasyarakatan yang lebih baik.

5) Fungsi jasa lingkungan


yaitu memberikan dampak ekologis bagi
peningkatan kualitas lingkungan yang meliputi
tata air, keanekaragaman hayati, penyerapan
karbon dan keindahan lengkap.

3.3.4 Kegiatan Kebun Raya Dalam Merawat Dan


Menjaga Koleksi Tanaman Yang Ada.
Pada kegiatan merawat dan menjaga
koleksi tanaman yang ada di kebun raya bogor
tiap area perkebunan sudah ada petugas masing-

51
masing yang bertanggung jawab untuk menjaga
koleksi tanaman yang ada. Dengan melakukan
pemupukan, membersihkan gulma-gulma, ranting
yang bengkok di pangkas sedangkan pada
tanaman yang busuk disemen.

3.3.5 Deskripsi Cara Pengelolaan/ Manajemen Kebun


Raya Bogor

Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya


merupakan instansi pemerintah yang mempunyai
tugas dan fungsi melakukan konservasi
tumbuhan, mencakup usaha-usaha melestarikan,
mendayagunakan dan mengembangkan potensi
tumbuhan secara berkesinambungan melalui
kegiatan pelestarian, penelitian, pendidikan
lingkungan, pariwisata, serta peningkatan
apresiasi masyarakat terhadap dunia tumbuhan
dan lingkungan hidup. Dalam pengelolaan Kebun
Raya Bogor dibagi menurut koleksi famili yang
ada di Kebun Raya Bogor, hal ini agar
memudahkan dalam perawatan tumbuhan setiap
famili. Di kebun raya bogor juga pernah ditanam
kelapa sawit tertua. Kebun raya berada di bawah
lembaga ilmu penelitian Indonesia. Bidang
Konservasi Tumbuhan Ex situ mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan
teknis pelaksanaan, pemberian bimbingan dan
pembinaan, pengendalian, serta penyusunan
program diseminasi dan pelayanan, penyusunan
rencana, program, dan pengelolaan konservasi
tumbuhan ex situ. Di dalam tugas kesehariannya
Bidang Konservasi Tumbuhan Ex situ dibantu

52
oleh Sub bidang Registrasi dan Pembibitan, dan
Sub bidang Pemeliharaan Koleksi Tumbuhan.

53
3.4 Kali Suci Cave Tubing

3.4.1 Langkah-langkah Kegiatan Langkah-langkah kegiatan Studi


Lapang Terintegrasi di Goa Pindul adalah sebagai berikut:

1. Para peserta studi lapang diarahkan kesuatu tempat untuk


melakukan breafing dan pengarahan mengenai pelaksanaan
cavetubing.
2. Para peserta studi lapang diberi materi mengenai sejarah dan
perkembangan Kalisuci, dan ekologi.
3. Para peserta diarahkan untuk menggunakan savety berupa alat
pelampung dan ban.
4. Para peserta diarahkan untuk menuju lokasi cavetubing di
Kalisuci
5. Para peserta mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh
pemandu.
6. Setiap kegiatan yang dilakukan didokumentasikan.

3.4.2 Data Pengamatan

Gambar 3.4.2 Cave Tubing Kali suci

1. Ekologi air tawar kali suci


Beberapa penjelasan dari ahli cave tubing sehingga kita dapat

52
mengetahui goa kalisuci memiliki 3 zona yaitu zona terang, zona remang,
dan zona gelap :
a. Zona terang (di mulut gua) kalisuci terdapat komponen biotik berupa:
lumut, burung sriti, dan ikan. Sedangkan komponen abiotiknya :
tanah, batu, air, stalaktit, stalakmit.
b. Zona remang, cahaya yang masuk ke lapisan gua sangat kecil.
Komponen biotiknya adalah kelelawar gua, udang dan ikan.
Sedangkan abiotiknya terdapat batu kolon yang merupakan hasil
pertemuan endapan antara stalaktit dan stalakmit yang akhirnya
membentuk tiang yang menghubungkan stalaktit dan stalakmit
menjadi satu, lalu ada air, batu tirai yaitu terbentuk dari air yang
menetes melalui bidang rekahan yang memanjang pada langit-langit
yang miring hingga membentuk endapan cantik yang berbentuk
lembaran tipis vertical, kemudian ada stalakmit, stalaktit.
c. Zona gelap, tidak ada sama sekali cahaya yang masuk dan ketinggian
air semakin dalam. Komponen biotiknya adalah kelelawar goa, udang,
dan ikan. Sedangkan komponen abiotiknya terdapat stalaktit yaitu
terbentuk dari tetesan air dari atap gua yang mengandung kalsium
karbonat (CaCO3) yang mengkristal, dari tiap tetes air akan
menambah tebal endapan yang membentuk kerucut menggantung
dilangit-langit gua, stalakmit merupakan pasangan dari stalaktit, yang
tumbuh di lantai gua karena hasil tetesan air dari atas langit-langit gua,
batu kristal yang terbentuk dari pembentukan rongga oleh aktifitas
pelarutan air`tanah, selain batu kristal ada batu kapur, batu tirai besar.
pada hasil pengamatan didapatkan keanekaragaman di ekosistem gua
kalisuci, dimana pada gua kalisuci didominasi dengan ekosistem air
didalamnya, sehingga disana pun banyak hewan-hewan air yang
tinggal. Selain itu di gua kalisuci komponen biotik yang ditemukan
lebih sedikit, hewan yang kami temukan hanya kelelawar gua yang
hidup di bagian atas gua.
2. Geologi dan Kearifan Lokal
Wisata Gunungkidul Yogyakarta yang paling populer baru-baru ini

53
adalah wisata alam goa kalisuci dengan Cave tubingnya. Kalisuci terletak di
Desa Pacarejo Kecamatan Semanu, dengan jarak 12 km dari Wonosari. Kalisuci
terletak di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu,
Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Merupakan wisata minat
khusus yang menawarkan susur sungai (rafting) bawah tanah sekaligus susur goa
(cave tubing) di kawasan karst Gunung kidul. Dinamai kalisuci karena memiliki
air yang jernih, ketika terjadinya hujan itu tidak mempengaruhi air kalisuci
menjadi keruh, namun tetap jernih. memang airnya akan tetap jernih walaupun
sedang musim hujan sekalipun. Kalisuci juga dikatakan sebagai sumber mata
air, karena biasanya kalisuci ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti
mandi, minum, hingga mencuci. Tempat ini juga sering dipergunakan sebagai
kawasan wisata pendidikan, yaitu mempelajari tentang Speologi (ilmu tentang
gua dan sekitarnya), speleogenesis (Ilmu yang mempelajari tentang asal mula
terbentuknya sebuah goa dan morfologi kawasan batu kapur tersebut dapat
dijadikan obyek penelitian).
Melakukan kegiatan cave tubing dengan perlengkaapan yang telah
disediakan di goa kalisuci ban dalam, life jacket (pelampung), pelindung lutut
dan siku, kemudian penerangan. Kemudian pada saat melakukan cave tubing
(menyusuri sungai dalam tanah) dengan arus (grade) yang rendah dan yang
didampingi oleh ahli cave tubing sehingga memudahakan kita dalam proses cave
tubing. Kombinasi rafting dengan tubing, Cave Tubing Goa kalisuci merupakan
goa horizontal-vertikal dengan aliran sungai bawah tanah waktu tempuh sekitar
30 menit.

3. Pengaruh Cavetubing Terhadap Ekosistem Air Tawar Di


Sekitar Sungai Gua Kali Suci
Adapun Pengaruh cavetubing terhadap ekosistem air tawar di sekitar
sungai kali suci adalah dapat mengganggu ketenangan beberapa hewan yang
tinggal di ekosistem tersebut, tetapi tidak akan mengganggu siklus kehidupan
dan siklus rantai makanan disana. Berdasarkan penjelasan dari ketua wisata Goa
kalisuci menjelaskan bahwa dalam ekosistem tersebut menghasilkan rentetan
rantai makanan berupa kelelawar yang dibiarkan tetap tinggal di Goa kalisuci

54
tersebut sehingga akan menghasilkan kotoran dan kotoran tersebut untuk
makanan ikanikan yang meninggali ekosistem air tawar Goa kalisuci tersebut.

4. Cara Pengelolaan/Manajemen Wisata Goa Kali Suci


Cara pengelolaan/manajemen yang dilaksanakan di wisata Goa Kali
Suci adalah sebagai berikut:

a. Kalisuci yang dikelolah oleh Kelompok Sadar Pariwisata


(POKDARWI) telah melakukan upaya pemasaran untuk meningkatkan
kunjungan. Pemasaran dilakukan dalam bentuk promosi mulai dari
lokal, regional, nasional bahkan sampai internasional.

b. Peningkatan mutu dan layanan makanan.Selain berbagai pelatihan


kepada ibu darma wanita dalam peningkatan mutu juga terjun langsung
ke lokasi tempat berjualan bagaimana seharusnya sikap pedagang
dalam menyambut para pembeli.

c. Kelestarian air Dalam pelestarian air di wisata goa kali suci sangat dijaga
karena dalam satu bulan sekali untuk air tawar yang terdapat di dalam
goa diuji kualitas airnya PH, banyak koloni bakteri, warna, bau dll.

3.5 Deskripsi Program dan Pembahasan LIPI

1). Pembahasan
Pusat Penelitian Biologi LIPI terdiri dari beberapa bidang yaitu
Bidang Botani, Bidang Zoologi dan Bidang Mikrobiologi. Akan tetapi
pada penelitian ini hanya terdapat di bidang zoology. Dimana pada
Bidang Zoologi terdapat beberapa penggolongan yang terdiri dari
Mamalia, Aves, Amfibi dan Reptil, Pisces, krustasea, Moluska, Insecta.
Jumlah koleksi fauna ± 3.030.657 spesimen. Koleksi Ikan terdiri dari
1.300 jenis dan 112.082 spesimen dan 536 spesimen type; Koleksi
Mamalia terdiri dari 460 Jenis dan 34.656 spesimen dan 303 spesimen
type; Koleksi Burung 1.200 Jenis dan 32.892 spesimen dan 869
spesimen type; koleksi serangga dan Artrophoda lain 15.805 Jenis dan

55
2.540.065 spesimen dan 2.674 spesimen type; koleksi molusca dan
invertebrate lain 3.007 jenis dan 135.884 spesimen dan 153 spesimen
type serta koleksi Amphibi dan Reptil yaitu 800 jenis dan 31.328
spesimen dan 603 spesimen type.
Seluruh koleksi spesimen mati disimpan diruang koleksi basah
dan koleksi kering. Pada koleksi basah menggunakan pengawetan
alkhohol 70% dengan menimbangkan antara harga dan pengawet.
Koleksi basah terdapat di lantai 1 yang terdiri dari hewan vertebrata dan
invertebrate. Hewan vertebrata terdiri dari 3 koleksi besar diantaranya
Mamalia, Amphibi dan reptile serta ikan, contohnya monyet, biawak,
ular, tikus dll. Sedangkan hewan invertebrate terdiri dari Krustasea,
Molusca dan Invertebrata lain; Serangga dan Arthopoda lain. Koleksi
kering terdapat di lantai 1 dan 2 yang terdiri dari koleksi Mamalia,
Koleksi Serangga dan Koleksi Burung. Koleksi Mamalia berasal dari
hewan yang di lindungi yang sudah punah, contohnya harimau yang
hanya diambil bagian kulitnya untuk keperluan pameran atau hewan
kesayangan seperti kucing. Selain itu ada tikus, kelelawar dll. Koleksi
serangga terdiri dari kupu-kupu, nyamuk, lebah, tawon, belalang dan
jenis serangga lainnya. Sedangkan untuk Koleksi Burung terdiri dari
Jalak Bali, Cendrawasih dan jenis burung lainnya. Spesmen yang
digunakan berasal dari berbagai wilayah, diantaranya Sulawesi,
Sumatra, Kalimantan, Papua, NTT, NTB serta wilayah Jawa.
Adapun fungsi dan peran Pusat Penelitian Biologi LIPI adalah
sebagai tempat atau perpustakaan bagi hewan dan tumbuhan serta
memberikan informasi antara satwa kepada masyarakat dengan fungsi
menjalankan fungsi konservasi, penelitian, dan pendidikan.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

56
1. Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo
dilaunching sejak 5 Mei 2016. Setahun kemudian tepatnya Juli 2017 sudah
menerima angkatan perdana sebanyak 45 santri SMP dan SMA, dan
angkatan kedua Tahun 2018 sebanyak 130 santri.MBS ini didirikan
dengan tujuan membentuk kader-kader umat dan bangsa yang
berwawasan luas, terampil dan berakhlakul karimah

2. Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesin (UPI)


merupakan salalh u SPs tertua di Indonesi. Jurusan Pendidikan Biologi ini
disusun berdasarkan pada visi, misi, tujuan, dan fungsi Jurusan Pendidikan
Biologi serta mengacu pada visi dan misi fakultas dan universitas yang
selanjutnya akan dijadikan sebagai landasan dalam menyusun program-
program utama serta kebijakan-kebijakan yang akan dikembangkan.
Memiliki laboratorium lengkap dan juga terdapat media pembelajaran
yang lengkap untuk menunjang pembelajaran maupun penelitian

3. Pengelolaan obyek wisata minat khusus Kalisuci Cave Tubing merupakan


bagian dari pembangunan di kawasan karst pada sektor pariwisata.
Pengelolaan obyek wisata minat khusus Kalisuci Cave Tubing diarahkan
untuk mewujudkan pembangunan masyarakat kawasan kalisuci yang
dalam pelaksanannya memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi
(lingkungan).

4. Pengelolaan Kalisuci melalui pendekatan prinsip geowisata memaparkan


bahwa pengembangan kawasan wisata Kalisuci harus memperhatikan
aspek konservasi dengan membuat sistem zonasi, memperhatikan daya
dukung lingkungan, dan pneyediaan fasilitas. Aspek edukasi sangat
penting dikembangkan melalui upaya pembuatan paket wisata karstologi,
pelatihan kepemanduan wisata gua. Aspek peningkatan perekonomian
dapat diupayakan melalui kegiatan yang melibatkan kreativitas
masyarakat lokal seperti pemasaran ramah lingkungan, pengelolaan
pendapatan dari kegiatan wisata, dan berpartisipasi dalam pameran
pariwisata yang diselenggarakan dinas pariwisata.

57
5. Pusat Penelitian Biologi LIPI terdapat beberapa bidang salah satunya yaitu
Bidang Botani, Zoologi dan Mikrobiologi. Dibidang Zoologi terdiri dari
koleksi basah dan koleksi kering Vertebrata dan Invertebrata.

4.2 Saran
Saran untuk SLT tahun depan mahasiswa UMM lebih kritis dan akif lagi
mengenai bagaimana melatih keterampilan mahasiswa jika dihadapkan sebuah
forum diskusi.
Destinasi peserta SLT lebih baik disamakan agar tidak menyulitkan dalam
membuat laporan sehingga harus meminta data kekelas lain, dan juga agar tidak ada
perasaan iri antar peserta SLT.
.

DAFTAR PUSTAKA

Mulya, Edi. 2018. Studi Lapang Universitas Muhammadiyah Malang. (Online).


http://biologi.upi.edu Diakses pada tanggal 30 November 2018

UPI. http://Www.Upi.Edu/Profil/Fakultas/Sekolah-Pasca-Sarjana. (Online).


Diakses pada tanggal 30 November 2018

Anonim.2016. Sejarah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (online)


http://buntutdangdeur.blogspot.com/2016/01/sejarah-lembaga-ilmu-
pengetahuan.html. Diakses pada tanggal 13 November 2018

Anonim. 2018. Visi dan Misi Lembaga Penelitian Pertama, Terbesar dan Terbaik
di Indonesia. (online). htps://lipi.go.id/tentang/visimisi. Diakses pada
tanggal 1 November 2018.

Anonim. 2018. Identitas Pondok. (online). https://mbs.sch.id/identitas-pondok/.


Diakses pada tanggal 13 November 2018.

58
Anonim. 2018. Saran dan Prasarana. (online).
http://pusbindiklat.lipi.go.id/organisasi/sarana-dan-prasarana/. Diakses
pada tanggal 13 November 2018

Anonim. 2018. Sejarah Kebun Raya Bogor. (online).


http://krbogor.lipi.go.id/id/sejarah-kebun-raya-bogor.html. Diakses pada
tanggal 13 November 218.

Anonim. 2018. Struktur Organisasi PKT Kebun Raya-LIPI.(online).


http://krbogor.lipi.go.id/id/Struktur-Organisasi-PKT-Kebun-
RayaLIPI.html. Diakses pada tanggal 13 November 2018.

Anonim. 2018. Sumber Daya Manusia. (online).


http://krbogor.lipi.go.id/id/Sumber-Daya-Manusia.html. Diakses pada
tanggal 13 November 2018.

Setyaningsih, Eka. 2018. Kebun Raya Bogor tawarkan fasilitas tambahan.


(online).https://www.google.com/amp/s/www.alinea.id/amp/gaya-
hidup/kebun-raya-bogor-tawarkan-fasilitas-tambahan-b1U0O9bX6. Diakses
pada tanggal 13 November 2018.

Anonim. 2017. Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia. (online).


http://www.upi.edu/tentang/sejarah. Diakses pada tanggal 13 November
2018.

Anonim. 2017. Visi dan Misi Universitas Pendidikan Indonesia. (online).


http://www.upi.edu/tentang/visi. Diakses pada tanggal 13 November 2018

Anonim. 2017. Pusat pembelajaran (online) http://www.upi.edu/tentang/visi.


Diakses pada tanggal 13 November 2018

Anonim.2017. Goa Kali Suci. (online). https://visitingjogja.com/11797/goa-


kalisuci/. Diakses pda tanggal 14 November 2018.

Anonim. 2018. Kali Suci. (online) https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kali_Suci.


Diakses pada tanggal 14 November 2018.

59
Anonim. 2016. Sarana dan Prasarana Kali Suci . (online)
https://www.google.co.id/search?q=sarana+dan+prasarana+kali+suci&client
=ucweb-b&channel=sb. Diakses pada tanggal 14 November 2018

60