Anda di halaman 1dari 2

4.2.

5 Meningkatkan pemantauan dan kapasitas peringatan dini kekeringan


Dalam meningkatkan pemantauan dan sistem peringatan dini kekeringan diperlukan kerja sama
untuk mempromosikan pengembangan sistem yang tepat. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan
pengembangan kapasitas sosial dan teknologi yang sesuai dengan mengimplementasikan program yang
mudah dipahami dan dikomunikasikan saat menghadapi kekeringan dan dampak resiko yang terjadi.
Terciptanya sistem yang baik dalam menangani peristiwa kekeringan mampu meningkatkan kemapuan
pemerintah sehingga dapat dijadikan sebagai referensi penyebaran data untuk penilaian, pemantauan,
dan peringatan dini terjadinya kekeringan di tingkat internasional, regional, nasional, dan lokal.
Oleh karena itu, perlu menyusun dan menganalisis informasi secara konsisten tentang
terjadinya bahaya kekeringan untuk meningkatkan pemahaman yang lebik baik untuk kedepannya.
Dengan infromasi tersebut perencana dapat mulai meneliti, menganalisis dan melaporkan perubahan
jangka panjang risiko kekeringan sehingga dapat mengevaluasi potensi untuk menggabungkan
penilaian risiko kekeringan ke dalam penilaian kerentanan dan adaptasi nasional untuk perubahan iklim.
Sekelompok ahli hidrologi Eropa telah melakukan proyek yang didukung oleh Uni Eropa untuk
mengembangkan kerangka kerja pemodelan yang sangat konsisten dengan mengintegrasikan tiga
disiplin ilmu yang berbeda, yaitu sumber daya air, hidrologi, dan studi iklim. Proyek terintegrasi, yang
disebut WATCH (WATer dan global CHange), akan mengevaluasi bagaimana siklus air global dan
khususnya kekeringan menanggapi pendorong perubahan global di masa depan, termasuk pelepasan
gas rumah kaca dan perubahan tutupan lahan.
Di beberapa negara dan wilayah tanpa infrastruktur yang memadai untuk mengukur manifestasi
fisik kekeringan, seperti curah hujan, aliran air, atau tingkat air tanah, sistem peringatan dini mungkin
didasarkan pada efek kekeringan, seperti fluktuasi pasar (kenaikan harga pangan atau penjualan ternak),
indikator kesehatan (peningkatan malnutrisi atau penyakit), migrasi manusia atau hewan, atau indikator
sosial lainnya.
Mempromosikan inklusi kelompok adat atau lokal dan pengetahuan dalam pemantauan
kekeringan dan sistem peringatan dini sangat penting untuk mengembangkan indikator kekeringan lokal
yang tepat, memverifikasi terjadinya kekeringan, dan mengkomunikasikan peringatan kepada populasi
lokal. Sebagai contoh, FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) Near East Regional Office telah bekerja
dengan pemerintah Suriah untuk mengembangkan sistem peringatan dini untuk kekeringan di wilayah
pegunungan Suriah. Sistem ini memanfaatkan anggota masyarakat yang telah dilatih untuk menjadi
pemantau lapangan untuk membantu mensurvei indikator kekeringan setiap bulan. Informasi ini
kemudian dikompilasi ke dalam basis data pemantauan kekeringan nasional, dan buletin kekeringan
bulanan telah diproduksi secara teratur sejak 2005 dalam bahasa Inggris dan Arab.
Jaringan juga harus terus dibentuk untuk mendukung pembagian informasi iklim dasar dan
sistem peringatan dini lintas batas dan wilayah. Misalnya, AGRHYMET (Pusat Komite Khusus Antar
Negara untuk Pengawasan Kekeringan di Sahel) menyediakan layanan pemantauan agrometeorologis
di seluruh Afrika barat dengan memantau sejumlah kondisi seperti jumlah curah hujan dan persediaan
air permukaan, mulai musim tanam, kebutuhan air tanaman, hama dan penyakit tanaman, dan tekanan
terhadap vegetasi. AGRHYMET juga merupakan anggota konsorsium, bersama dengan Pusat Aplikasi
Meteorologi Afrika untuk Pembangunan (ACMAD) dan Otoritas Cekungan Sungai Niger, yang
mengeluarkan perkiraan untuk curah hujan kumulatif Juli-September, dua hingga tiga bulan
sebelumnya, untuk Masyarakat Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) negara anggota
(Gambar 24). Jenis kolaborasi dan berbagi informasi ini penting untuk menciptakan sistem peringatan
dini kekeringan yang kuat dan internasional.
Kapasitas nasional dan lokal mungkin perlu ditingkatkan untuk memastikan bahwa informasi
peringatan dini sesuai untuk kebutuhan pengguna (termasuk yang ada di tingkat masyarakat), dan
bahwa informasi itu terintegrasi dengan baik ke dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan
serta sistem manajemen darurat di kedua tingkat nasional dan tingkat lokal. Kapasitas ini perlu
digunakan untuk tujuan pengurangan risiko kekeringan untuk mengembangkan jaringan pengetahuan
kekeringan di mana pemerintah, organisasi internasional dan regional, pakar, dan praktisi dapat bertukar
informasi, kebijakan, dan praktik dengan cara yang terkoordinasi dan sistematis. Jaringan ini juga
penting untuk meningkatkan informasi perkiraan dan peringatan dini.
Menambah prakiraan dan informasi peringatan dini dengan kapabilitas penunjang keputusan
untuk memberikan informasi tentang opsi untuk mengurangi kerentanan terhadap kekeringan
meningkatkan kapasitas penanggulangan lokal dan menyediakan mekanisme penting untuk mengurangi
risiko kekeringan

Untuk Fasli
1. Dalam meningkatkan pemantauan dan sistem peringatan dini kekeringan diperlukan kerja sama
untuk mempromosikan pengembangan sistem yang tepat dengan memanfaatkan
pengembangan kapasitas sosial dan teknologi.
2. Untuk meningkatkan pemahaman yang lebik baik perlu menyusun dan menganalisis informasi
secara konsisten tentang terjadinya bahaya kekeringan.
3. Mempromosikan inklusi kelompok adat atau lokal dan pengetahuan dalam pemantauan
kekeringan dan sistem peringatan dini sangat penting untuk mengembangkan indikator
kekeringan lokal yang tepat, memverifikasi terjadinya kekeringan, dan mengkomunikasikan
peringatan kepada populasi lokal.
4. Jaringan juga harus terus dibentuk untuk mendukung pembagian informasi iklim dasar dan
sistem peringatan dini lintas batas dan wilayah.
5. Menambah prakiraan dan informasi peringatan dini dengan kapabilitas penunjang keputusan
untuk memberikan informasi tentang opsi untuk mengurangi kerentanan terhadap kekeringan
meningkatkan kapasitas penanggulangan lokal dan menyediakan mekanisme penting untuk
mengurangi risiko kekeringan.