Anda di halaman 1dari 10

UNSUR HARA (TRACE ELEMENTS)

FLUOR

Fluor terdapat pada gigi dan bermanfaat untuk menurunkan


insidens karies terutama pada anak. Selain itu fluor juga
membantu retensi kalsium pada tulang. Akan tetapi bukti-bukti
yang menunjukkan bahwa suplementasi fluor bermanfaat
untuk mencegah atau memperbaiki penyakit tulang seperti
osteoporosis masih kontroversial.

Fluoridasi air minum dengan kadar optimum 0,7-1,2 ppm


merupakan cara yang paling efisien dan ekonomis untuk
menjamin asupan fluor yang cukup. Dengan fluoridasi air
minum dan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor
maka prevelensi karies dentis menurun 30%-60% pada 20
tahun terakhir ini. suplamentasi fluor hanya dibutuhkan bila
kandungan fluor dalam air minum kurang dari 0,7 ppm dan
dosis yang diperlukan tergantung dari kandungan fluor dalam
air tersebut.

Toksisitas menahun (fluorosis) biasanya akibat pajanan jangka


lama dengan insektisida atau debu industri atau meminum air
yang mengandung fluor >4 ppm untuk jangka lama. Fluorosis
gigi (Mottled enamel) dapat terjadi pada gigi yang sedang
tumbuh dan pada orang yang lebih tua dapat menyebabkan
osteomalasia dan osteosklerosis. Gangguan yang nyata pada
gigi dan tulang terjadi bila iar mengandung fluor lebih dari 08
ppm atau akibat kombinasi suplementasi dan asupan fluor
melalui air.

SENG (Zn)

Zn merupakan kofaktor lebih dari 100 enzim dan penting untuk


metabolisme asam nukleat dan sintesis protein. Mineral ini
diperlukan untuk pertumbuhan, fungsi dan maturasi alat
kelamin, nafsu makan dan ketajaman rasa, serta penyembuhan
luka.

Absorpsi Nn dipercepat oleh ligend berat molekul rendah yang


berasal dari pankreas. Kurang lebih 20-30% Zn peroral
dilabsorpsi terutama pada duodenum dan usus halus bagian
proksimal. Jumlah Zn yang diabsorpsi tergantung pada
berbagai faktor termasuk sumbernya Zn yang berasal dari
hewan umumnya diabsorpsi lebih baik daripada yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan. Mungkin hal ini disebabkan oleh
adanya fitat dan serat tumbuhan yang mengikat Zn pada usus
sehingga tidak dapat diabsorpsi. Fosfat, besi, Cu, Pb, kadmium
dan kalsium juga mengambat absorpsi Zn. Sebaliknya absorpsi
Zn ditingkatkan pada masa kehamilan oleh kortikosteroid dan
endotoksin.

Zn didistribusi ke seluruh tubuh dan kadaar tertinggi didapat


pada koroid mata, spermatozoa, rambut, kuku, tulang dan
prostat. Ekskresinya terutama melalui teses sejumlah kurang
lebih 2/3 dari asupan Zn. Hanya sekitar 2% diekskresi melalui
urin. Kehilangan Zn dalam jumlah besar dapat terjadi akibat
diare atau keluarnya cairan dari fistula.

Defisiensi Zn dapat terjadi sebagai akibat asupan yang tidak


cukup misalnya pada orang tua, alkoholisme dengan sirosis
dan gizi buruk, absorpsi yang kurang misalnya pada sindrom
malabsorpsi, fibrosis kristik; meningkatnya ekskresi Zn
misalnya pada anemia sickle cell, luka bakar yang luas, fistula
yang mengeluarkan cairan atau pada pasien dengan gangguan
metabolisme bawaan misalnya akrodermatilis enteropatik.
Defisiensi Zn pada ibu hamil mungkin dapat menimbulkan efek
teratogenik karena malformasi dan gangguan tingkah laku
terjadi pada janin hewan coba.

Bukti yang menunjukkan bahwa Zn dapat mempercepat


penyembuhan luka atau tukak kronik masih kontrofersial.
Percepatan penyembuhan luka setelah penggunaan Zn
mungkin terjadi hanya pada pasien yang mengalami defisiensi.
Banyak pasien rawat-inap dan usia lanjut mengalami defisiensi
Zn yang sangat ringan, untuk mereka tambahan Zn mungkin
bermanfaat bila mengalami penyembuhaan yang lambat.

Zn mempunyai batas keamanan yang relatif lebar. Dengan


dosis 1 mg/kg/hari untuk mengobati defisiensi hampir tidak
menimbulkan efek samping, meskipun dosis berlebihan jangka
lama tidak diannjurkan. Kadar Zn yang tinggi dapat
menghambat respons imun dengan menghambat migrasi
neutrofil dan mengakibatkan terjadinya akumulasi. Asupan Zn
yan berlebihan juga dapat menyebabkan defisiensi Cu dan
Besi. Karena dapat mempengaruhi absorpsi dan penggunaanya
serta dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala,
menggigil, demam, malaise, dan nyeri abdomen.

SELENIUM

Selenium merupakan unsur enzim glutation peroksidase yang


terdapat pada sebagian besar jaringan tubuh. Dan hal ini
menerangkan sebagian aktifitas biologik yang ditimbulkanya.
Selain itu terdapat hubungan erat antara vitamin E dan
selenium.

Bukti yang menunjukan bahwa selenium merupakan mineral


yang penting untuk manusia terlihat pada peneitian penyakit
keshan yaitu kordiomiopati yang fatal, yang terjadi pada anak
dan wanita muda di cina. Insiden penyakit ini ternyata tinggi
pada anak-anak yang hidup di daerah di mana kadar selenium
pada makanan utamanya rendah. Dengan tambahan selenium
secara masal maka praktis penyakit itu tdak terjadi.
Kordomiopati sejenis juga ditemukan pada beberapa pasien
yang mendapat makanan parenteral jangka panjang, mungkin
kurang-kurangnya sebagian hal ini disebabkan oleh defisiensi
selenium. Akan tetapi masih diperlukan informasi lebih lanjut
mengenai kebutuhanya.
Diperkirakan asupan selenium melalui makanan telah
menncakupi kebutuhan. Selenium 0,05-0,02 mg/hari
nampaknya aman untuk orang dewasa. Penggunaanya untuk
memperpanjang hidup atau pencegahan kanker dan pennyakit
jantung iskemik tidak disokong oleh data yang ada. Selenium
dosis besar bersifat toksik dan dapat menyebabkan alopesia,
lepasnya kuku, lemah, mual, dan muntah.

YODIUM

Yodium merupakan bagian dari hormon tiroid;tetrayodotironin


(tiroksin) dan triyodotironin. Keadaan defisiensi mengakibatkan
terjadinya hiperplasia dan hipertrofi kelenjar tiroid (goiter
endemik). Penyakit ini terjadi di daerah di mana tanahnya
mengandung yodium dan sering terjadi sebelum tersedianya
garam meja beryodium. Garam meja beryodium merupakan
sumber yodium yang murah dan efesien. Selain itu yodium
juga dapat didapatkan pada makanan laut.

Mineral ini dibutuhkan sejumlah 100-300 pg/hari dan sampai


dengan 1 mg/hari mungkin dapat dikonsumsi dengan aman.
Kebutuhan yodium meningkat pada anak yang sedang tumbuh
dan wanita pada masa hamil dan laktasi. Akan tetapi
penggunaan jumlah besar janngka waktu yang lama selama
kehamilan dapat mengakibatkan pembesaran tiroid neonatus,
hipotirodisme atau kretinisme.
Manifestasi intoksikasi yodium akut terlihat pada kelennjar
tiroid, kelennjar saliva, mata dan dapat menyebabkan edema,
demam, konyungtifitas. Edema laring dapat mengakibatkan
obstruksi jalan nafas yang bisa fatal. Reaksi lokal pada saluran
cerna seperti nnyeri abdomen, muntah dan diare yanng kadang-
kadang berdarah dapat terjadi dan dapat mengakibatkan terjadinya
dehidrasi dan syok.

Intoksikasi kronik yodium (yodisme) lebih sering terjadi. Sensitivitas


terhadap yodium berfariasi antar individu, dan yodium 6 mg atau
lebih perhari dapat menghambat aktivitas tiroid dan mengakibatkan
terjadinya hipotirodisme. Gejala yang timbul antara lain reaksi
hipersensitivas misalnya ruam kulit dan dermatoses (yang
nampaknya tergantung dosis), mual, edema muka dan mata, sakit
kepala, batuk dan iritasi lambung.

KROMIUM

Kromium trivalen berperan sebagai kompleks kofaktor untuk insulin


dan karena itu berperan pada penggunaan glukosa secara normal di
dalam tubuhh. Kkromium bentuk organik terdapat pada kompleks
dinikotino-glutation pada makannan dan nampaknya diabsorpsi
lebih baik dari pada bentuk anarganik.

Devisiensi pernah dilaporkan pada penderita yang hanya mendapat


makanan secara parenteral selama 5 bulan-3 tahun. Penderita-
penderita tersebut mengalami neuropati perifer dan atau
ensefalopati yang membaik dengan penggunaankromium 150
mg/hari. Gejala devisiensi lain seperti diabetes dengan gangguan
penggunaan glukosa. Akan tetapi pada orang normal tambahan
kromium tidak menimbilkan efek hipoglikemik.

MANGAN

Mineral ini terdapat pada mitokondria sel, terutama pada kelenjar


hipofisis, hati, pannkreas, ginjal dan tulang. Mangan mempengaruhi
seintetis mukopolisakarida, menstimulasi sintesis kolesterol hati dan
lemak, dan merupakan kofaktor banyak enzim seperti agrinase dan
alkali fosfatase di hati. Banyak jenis makanan mengandung mangan
dalam jumlah besar. pada orang dewasa asupan sejumlah 2-5 mg
aman dan cukup jumlahnya. Bila makanan hanya diberikan secara
parenteral untuk jangka panjang maka diperlukan suplementasi
mangan.

Pada daerah tambang dan industri dapat terjadi intoksikasi mangan


menahun akibat inbalasi mangan. Gejala parkinson dapat timbul
dan berlanjut, kecuali bila pajanan dihindarkan. Regiditas
(kekejangan) dan distonia dapat diatasi dengan levodopa.

MOLIBDEN

Molibden merupakan konstituen penting dari banyak enzim. Mineral


ini diabsorpsi baik dan terdapat didalam tulang, hati, ginjal.
Defisiensi jarang terjadi, molibbden 0,15-0,5 mg/hari diperkirakan
cukup dan aman untuk orang dewasa dan nampaknya dapat
dipenuhi oleh makanan sehari-hari.
Asupan sebesar 10-15 mg/hari disertai dengan gejala seperti pirai,
sedangkan kelebihan ringan mungkin diesertai dengan kelarnya Cu
secara bermakna melalui urine.
DAFTAR PUSTAKA

Farmakologi dan Terapi. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran


Universitas Indonesia. 1995
MAKALAH FARMAKOLOGI
“UNSUR HARA/TRACE ELEMENT”

Disusun Oleh

1. Dwi Novitasari
2. Irmawati
3. Leli Sari Dewi
4. Kurnia Wijayanti
5. Revi Juliani
6. Siti Jamilatun
7. Neli Marisa

AKADEMI KEBIDANAN WIRA BUANA METRO


TAHUN 2005