Anda di halaman 1dari 11

CASE REPORT

SPACE MAINTAINER
KEPANITERAAN KLINIK PEDONDOSIA
BLOK 4

Nama Pasien :Khaisa radisti putty


No. RM :12259
Operator :YF.Indah Permata Sari
NIM :112110236
Pembimbing :drg.Sandy Christiono, Sp.KGA

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2017
I. DATA PASIEN
No. RM : 12259
Nama Pasien : Khaisa radisti putty
Umur : 8,5 tahun
Alamat : jl.Grinsing VII No 27 perum Tlogosari Semarang

II. DATA MEDIK UMUM


1. Penyakit jantung : d.t.a.k
2. Diabetes : d.t.a.k
3. Hemophilia : d.t.a.k
4. Hepatitis : d.t.a.k
5. Penyakit lainnya : d.t.a.k
6. Alergi : d.t.a.k

III. PEMERIKSAAN SUBJEKTIF

 Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan giginya ompong setelah gigi belakang bawah
kiri tanggal sekitar 2 bulan yang lalu.

 Anamnesa
Ibu pasien datang mengeluhkan gigi anaknya bawah belakang kiri ompong
setelah gigi susunya tanggal sekitar 2 bulan yang lalu. Ibu pasien kawatir jika
gigi anaknya tidak tumbuh. Ibu pasien ingin agar gigi anaknya diperiksa dan
dirawat.
.
 Riwayat penyakit gigi dan gusi sebelumnya : dtak
 Kebiasaan penderita :
- Bernafas memalui mulut : tidak ada
- Menghisap bibir : tidak ada
- Bruxism : tidak ada
- Tongue thrusting : tidak ada

IV. PEMERIKSAAN FISIK


Keadaan umum pasien : Baik
BB : 40 kg
Nadi : 90x/menit
RR : 17x/menit
TB : 90 cm
V. PEMERIKSAAN OBYEKTIF

A. Ekstra Oral

fasial neuromuskular K.ludah K.limfe Tl.rhng TMJ


Deformitas - - - - - -
Nyeri - - - - - -
Tumor - - - - - -
Gangguan - - - - - -
fungsi

B. Intra Oral
Tidak terdapat lesi/ kelainan yang ditemukan.
Torus palatinus : tidak ada
Torus mandibularis : tidak ada
Palatum : sedang
Supernumerary teeth : tidak ada
Gigi anomali : tidak ada

C. Odontogram

Gigi 55  post pulpektomi dan ssc


Gigi 65 post pulpektomi dan ssc
Gigi 84  missing teeth
Gigi 75  missing teeth
Gigi 85  missing teeth

D. Status Kebersihan Mulut


DI-S : 4
CI-S : 2
OHI-S : 1
Kategori Baik

ANALISIS FOTO RONTGEN (PANORAMIK)

VI. PENGUKURAN DAN PERHITUNGAN

1. Relasi molar tetap pertama 2. Relasi Insisiv

( √ ) Klas I ( ) Baik

( ) End to End

3. Tempat yang tersedia (Maxilla)

a. Dengan lengkungan kawat : 80,4 mm


b. Dengan pengukuran : 73,3 mm

16 A 15,5
5,8 B 6
15 C 15
36,8 Jumlah 36,5
4. Tempat yang dibutuhkan (Maxilla)

2 1 1 2 (Diukur) : 26, 7 mm

5 4 3 3 4 5 (21,5) (Perkiraan) : 41, 8 mm +


74,0 mm

Jumlah yang dibutuhkan : 68,5 mm

Jumlah yang tersedia : 73,3 mm -

Kekurangan : 6,8 mm

5. Tempat yang tersedia (Mandibula)

a. Dengan lengkungan kawat : 73,5 mm


b. Dengan pengukuran : 70,2 mm

20,5 A 18,3
5,1 B 5
10,4 C 10,9
36 Jumlah 34,2

Tempat yang dibutuhkan (Mandibula)

2 1 1 2 (Diukur) : 20,9 mm

54 3 3 4 5 (Perkiraan) : 42,0 mm +

63,0 mm

Jumlah yang dibutuhkan : 62,9 mm

Jumlah yang tersedia : 70,2 mm -

Kekurangan : 7,3 mm

Kesimpulan:

Dari hasil perhitungan didapatkan rahang atas kekurangan ruang sebanyak 6,8 mm
dan pada rahang bawah kekurangan ruang sebanyak 7,3 mm. Sehingga pada rahang
bawah dapat diindikasikan untuk pemakaian space maintener.
VII. DIAGNOSIS
Premature loss gigi 75

VIII. RENCANA PERAWATAN


Dari hasil pemeriksaan memperlihatkan bahwa terdapat gigi yang premature
loss. Guna menjaga ruang yang akan ditempati oleh gigi pengganti agar tidak
terjadi pergeseran gigi molar 1 permanen maka dibuatkan space maintainer
lepasan dengan plat akrilik.
Space maintainer akan dipasang pada rahang bawah. Sebelum dilakukan
perawatan, pasien dan orang tua pasien diberikan edukasi mengenai perawatan
pemakaian space maintainer.
Urutan rencana perawatan yang dilakukan untuk RB :
1. DHE
2. Insersi space maintainer
3. Kontrol alat 2 minggu sekali

IX. PROSEDUR PERAWATAN


1. Memotivasi pasien agar mau memakai alat, serta memotivasi orang tua agar
mau untuk selalu megingatkan anaknya memakai alat.
2. Pembuatan space maintainer
Space maintainer yang dilengkapi dengan :
a. Labial arch dengan U loop pada gigi 73 dan 83, berfungsi sebagai
stabilitas.
b. Adam klamer pada gigi 36 dan 46, berfungsi sebagai penjangkar (retensi).
c. Pemberian anasir gigi sebagai pengganti gigi 75 guna menutup ruangan
dan mecegah ekstrusi gigi antagonis.

3. Jalannya perawatan
- Plat akrilik yang digunakan untuk penutupan ruang pada gigi yang premature
loss dikurangi jika gigi pengganti sudah mulai erupsi, agar tidak mengganggu
erupsi gigi geligi.
- Space maintainer dilepas ketika gigi geligi pengganti sudah erupsi sebagian.
X. DESIGN ALAT

Keterangan : 1: Labial arch, 2: Adam klamer, 3: anasir gigi, 4: Plat akrilik

XI. PROGNOSIS

Hasil perawatan space maintainer ini diharapkan baik, mengingat anak kooperatif,
dan orang tua juga sadar akan kesehatan gigi dan mulut anaknya.
TAHAPAN PERAWATAN SPACE MAINTAINER

No. Tanggal Keterangan perawatan

1. Hasil pemeriksaan intra oral didapatkan area premature loss pada gigi
75 pada area RB kiri
tindakan berupa :
 Indikasi Space Maintainer
 Pencetakan RA dan RB untuk perawatan sapce maintainer
 Rontgen panoramik

2. Diskusi space maintainer


Berupa perhitungan space maintainer, perencanaan space maintainer,
desain space maintainer

3. Insersi alat space maintainer dengan desain


a. Labial arch dengan U loop pada gigi 73 dan 83, berfungsi sebagai
stabilitas.
b. Adam klamer pada gigi 36 dan 46, berfungsi sebagai penjangkar
(retensi).
c. Pemberian anasir gigi sebagai pengganti gigi 75 guna menutup
ruangan dan mecegah ekstrusi gigi antagonis.

4. Kontrol ke-1 perawatan space maintainer


 PemeriksaanSubjektif: Tidak ada keluhan
 Pemerikasaan Objektif:
- Cekoklusi
- Alat masih baik, tidak patah
- Kondisi gingiva normal, tidak ada inflamasi
 Keadaan space masihsama
 Gigi 35 belum erupsi

5. Kontrol ke-2 perawatan space maintainer


 Pemeriksaan Subjektif: Tidak ada keluhan
 Pemerikasaan Objektif:
- Cek oklusi
- Alat masih baik, tidak patah
- Kondisi gingiva normal, tidak ada inflamasi
 Keadaan space masih sama
 Gigi 35 belum erupsi
6. Kontrol ke-3 perawatan space maintainer
 Pemeriksaan Subjektif: Tidak ada keluhan
 Pemerikasaan Objektif:
- Cek oklusi
- Alat masih baik, tidak patah
- Kondisi gingiva normal, tidak ada inflamasi
 Keadaan space masihsama
 Gigi 35 belum erupsi
7. Kontrol ke-4 perawatan space maintainer
 Pemeriksaan Subjektif: Tidak ada keluhan
 Pemerikasaan Objektif:
- Cek oklusi
- Alat masih baik, tidak patah
- Kondisi gingiva normal, tidak ada inflamasi
 Keadaan space masih sama
 Gigi 35 belum erupsi
8. Kontrol ke-5 perawatan space maintainer
 Pemeriksaan Subjektif: Tidak ada keluhan
 Pemerikasaan Objektif:
- Cek oklusi
- Alat sudah tidak bisa dipakai, tidak patah
- Kondisi gingiva normal, tidak ada inflamasi
 Keadaan space masih sama
 Gigi 35 belum erupsi

9. Kontrol ke-5 perawatan space maintainer


 Pemeriksaan Subjektif: Tidak ada keluhan
 Pemerikasaan Objektif:
- Cek oklusi
- Alat sudah tidak bisa dipakai, tidak patah
- Kondisi gingiva normal, tidak ada inflamasi
 Keadaan space masih sama
 Gigi 35sudah erupsi sempurna
 Cetak akhir

PERHITUNGAN PROBABILITY MOYERS SESUDAH PERAWATAN


1. Relasi molar tetap pertama
(v ) Klas 1
( ) end to end
2. Relasi Insisiv
( v ) Baik
3. Tempat yang tersedia (Maxilla)
a. Dengan lengkungan kawat : 62,6 mm
b. Dengan pengukuran :

17,1 A 17,4
6,6 B 7
15,3 C 15,6
39 Jumlah 40
A. Tempat yang dibutuhkan (Maxilla)

21 1 2 (Diukur) : 31,0 mm

5 4 3 3 4 5 (21,2) (Perkiraan) : 44,0 mm +

Jumlah yang dibutuhkan : 75 mm

Jumlah yang tersedia : 79 mm -

Kekurangan : -4 mm

B. Tempat yang tersedia (mandibula)


a. dengan lengkungan kawat : 79,1 mm
b. Dengan pengukuran

12,2 A 13.3
7,6 B 6,4
12,1 C 11,7
31,9 Jumlah 31,7

2 1 1 2 (Diukur) : 22,4 mm

5 4 3 3 4 5 (20,7) (Perkiraan) : 43,2 mm +

Jumlah yang dibutuhkan : 65,6 mm

Jumlah yang tersedia : 63,3 mm -

Kelebihan : 2,3 mm

Kesimpulan :
Dari hasil perhitungan didapatkan rahang atas kekurangan tempat sebanyak -4 mm
dan untuk rahang bawah kelebihan 2,3 mm. Sehingga perlu dilakukan rencana
perawatan space mantainer.