Anda di halaman 1dari 9

CRITICAL JOURNAL REVIEW

GEOMORFOLOGI DASAR

DISUSUN OLEH :

NAMA : WIRDAHATI ZEBUA

KELAS : B 2018

NIM : 3182131007

Dosen pengampu:Anik Juli Dwi Astuti ,M.Si.,M.SC

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan saya rahmat kesehatan dan kesempatan.Sehingga saya dapat menyusun atau
dapat menyelesaikan tugas CJR (CRITICAL JOURNAL REPORT).Penulisan ini saya
sajikan secara ringkas dan sederhana sesuai dengan kemampuan yang saya miliki,dan tugas
ini disusun dalam rangka memenuhi tugas CJR pada mata kuliah Geomorfologi Dasar.

Dalam penyusunan ini banyak kesalahan dan dan kekurangan ,oleh karena itu kritik
dan saran yang membangun dari semua pihak sangat saya harapkan demi kesempurnaan
tugas ini ,dan dalam kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada pihak –pihak
yang telah membantu dan memberikan bimbingannya kepada saya untuk menyelesaikan
tugas CJR ini hingga selesai.

Medan ,Oktober 2018

WIRDAHATI ZEBUA

2
DAFTAR ISI

Cover…………………………………………………………………………………………1

Kata pengantar……………………………………………………………………………….2

Daftar isi……………………………………………………………………………………...3

Bab l pendahuluan……………………………………………………………………………4

1.1.latar belakang…………………………………………………………………………4

1.2.tujuan CJR……………………………………………………………………………4

Bab ll Ringkasan jurnal……………………………………………………………………….5

2.1.identitas jurnal………………………………………………………………………..5

2.2.Ringkasan jurnal……………………………………………………………………...5

Bab lll Pembahasan………………………………………………………………………….8

Daftar pustaka……………………………………………………………………………….9

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Bumi merupakan tempat hidup bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Plato (ahli
ftlsafat) mengatakan bahwa bumi terdiri dari massa cair pijar yang dikelilingi oleh lapisan
batuan atau kerak bumilkulit bumi. Batuan dalam berbagai jenisnya akan mengalarni proses
sebagai akibat tenaga dari luar bwni (tenaga eksogen) dan tenaga dari dalam bumi (tenaga
endogen). Akibat proses tersebut batuan-batuan akan membentuk konfigurasi di permukaan
bumi. Batuan denganberbagai konfigurasi dan proses yang membentuk konfigurasi di
permukaan bumi akan turut berpengaruh terhadap kehidupan di permukaan bumi.
Erosi merupakan salah satu bentuk proses eksogen yang dapat merubah konfigurasi
permukaan
bumi. Erosi merupakan proses pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan
pengangkatan benda-benda, seperti air mengalir, es, angin, dan gelombang atau arus. Secara
umum, terjadinya erosi ditentukan oleh faktor-faktor iklim (terutama intensitas hujan),
topografi, karakteristik tanah, vegetasi penutup tanah, dan tata guna lahan.

1.2.Tujuan Penulisan CJR

Critical jurnal review ini dibuat sebagai salah satu referensi ilmu yang bermanfaat untuk
menambah wawasan penulis maupun pembaca dalam mengetahui kelemahan dan kelebihan
suatu jurnal ,menjadi bahan pertimbangan,dan juga untuk menyelesaikan tugas individu mata
kuliah Geomorfologi Dasar .

4
BAB II

RINGKASAN JURNAL
2.1.Identitas Jurnal

Judul : Pendekatan Geomorfologi Dalam Survei Kejadian Erosi


Penulis : Fitryane Lihawa
Tahun terbit : 2009
Penerbit : Pelangi ilmu
Volume :5

2.2.Ringkasan Jurnal

2.2.1.Pendahuluan
Bumi merupakan tempat hidup bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Permukaan
bumi selalu mengalami perubahan sebagai akibat berlangsungnya proses eksogen dan
endogen secara terns menerus. Proses endogen adalah proses yang berasal dan dalam kerak
bumi karena adanya aktivitas gunung api, tektonik, maupun gempa bumi. Aktivitas tersebut
menghasilkan struktur geologi maupun geomorfologi permukaan bumi. Proses eksogen
berlangsung pada permukaan bumi dan tenaganya berasal dari luar kulit bumi. Tenaga yang
bekerja disebut tenaga geomorfologi, yaitu semua tenaga alami yang mampu mengikis dan
mengangkut material di permukaan bumi.
Akibat bekerjanya proses endogen maka terjadilah proses agradasi dan proses
degradasi. Proses eksogen tersebut dipengaruhi oleh factor geologis, iklim, topografi,
vegetasi dan tanah. Erosi merupakan salah satu bentuk proses eksogen yang dapat merubah
konfigurasi permukaan bumi. Erosi merupakan proses pengikisan permukaan bumi oleh
tenaga yang melibatkan pengangkatan benda-benda.

2.2.2.Kajian Teori
Geomorfologi mempunyai pengertian studi tentang bentuk lahan (Loback, 1939), dan
Thornbury (1954) mengemukakan bahwa sasaran utama dari kajian geomorfologi adalah
bentuk lahan
(landform). Verstappen (1983) mendefmisikan geomorfologi sebagai ilmu pengetahuan yang
berhubungan dengan bentuk lahan yang menyusun permukaan bumi, baik di atas permukaan
laut maupun di bawah permukaan air laut, dan menekankan pada asal mula terbentuknya
(genesis) dan perkembangannya pada masa yang akan datang, dan dalam hubungan kontek
lingkungan.Van Zuidam, et.al (1979). mendefmisikan geomorfologi merupakan kajian yang
menguraikan bentuk laban dan proses-proses yang menyebabkan pembentukannya, dan
menyelidiki hubungan antara bentuk lahan dengan proses tersebut dalam tatanan
keruangannya.

2.2.3.Pembahasan

Geomorfologi arti filologisnya adalah uraian tentang bentuk bumi, tetapi yang menjadi
sasaran kajiannya bukan bentuk bumi secara global tetapi terbatas pada bentuk muka
burninya saja.Geomorfologi mempunyai pengertian studi tentang bentuk lahan (Loback,
1939), dan Thornbury (1954) mengemukakan bahwa sasaran utama dari kajian geomorfologi
adalah bentuk lahan (landform). Bahan kajian geomorfologi yaitu bentuk lahan, asal mula

5
terbentuknya bentuk lahan, proses perkembangannya dan materi penyusun bentuk laban, serta
hubungannya dengan lingkungan. Kajian proses geomorfologi mempelajari proses yang
mengakibatkan perubaban bentuk lahan dalam waktu pendek sertaproses terbentuknya bentuk
laban. Kajian yang menekankan pada evolusi bentuk laban adalab kajian morfogenesis.
Kajian geomorfologi lingkungan adalab kajian yang mempelajari hubungan antara
geomorfologi dengan lingkungan dalam hal ini unsur-unsur bentang alam yaitu tanah, batuan,
dan air .
Geomorfologi mempelajari bentuk laban dan proses yang mempengaruhi bentuk
lahan, serta menyelidiki hubungan timbal balik antara bentuk lahan dan proses di dalam
susunan keruangan. Proses pelapukan, erosi dan longsoran menjadi sasaran kajian
geomorfologi yang dipandang sebagai proses ekstemal yang berpengaruh pada evolusi bentuk
lahan. Proses tersebut terjadi karena interaksi dari berbagai faktor fisik dan biotik yang secara
keruangan bervariasi meliputi tipe, intensitas dan sebarannya. Oleh sebab itu pendekatan
geomorfologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari bentuk lahan diperlukan dalam
pendugaan kejadian-kejadian yang dapat menyebabkan perubahan bentuk lahan seperti
kejadian erosi.
Dua penyebab utama erosi adalah erosi karena sebab alamiah , dan erosi karena
aktivitas manusia. Erosi alamiah dapat terjadi karena proses pembentukan tanah dan proses
erosi yang terjadi untuk mempertahankan keseimbangan tanah secara alami. Erosi bawah
permukaan (underground erosion) disebabkan oleh aliran air dalam tanah, yang dapat
dibedakan menjadi internal erosion, tunner erosion dan karst erosion. Oleh Berttrand
(Zachar, 1982) erosi dalam tubuh tanah disamakan dengan erosi geologi.

2.2.4.Kesimpulan
Geomorfologi adalab ilmu'yang mempelajari bentuk laban, proses yang menyebabkan
perubaan bentuk laban dan hubungan timbale batik antara bentuk laban dan proses dalam
susunan keruangan. Dalam penerapannya geomorfologi dibutuhkan dalam berbagai bidang
kajian yang memerlukan informasi bentuk laban dalam implementasinya. Survei
geomorfologi menghasilkan penggolongan laban kedalam unit-unit geomorfologi. Survei
erosi dengan pendekatan geomorfologis dapat menghasilkan informasi-informasi yang sangat
penting dalam perubaban bentuk laban yaitu dapat menetapkan pemetaan corak-corak erosi
yang terjadi, pemetaan perkembangan erosi, pembagian medan kedalam unit-unit erosi yang
ditandai dengan intensitas erosi, dan estimasi basil sedimen yang berasal dari proses erosi.

6
BAB III

PEMBAHASAN

3.1.Pembahasan isi jurnal

Jurnal ini membahas tentang bagaimana Pendekatan Geomorfologi Dalam Survei


Kejadian Erosi.Geomorfologi adalab ilmu'yang mempelajari bentuk laban, proses yang
menyebabkan perubaan bentuk laban dan hubungan timbale batik antara bentuk laban dan
proses dalam susunan keruangan. Dalam penerapannya geomorfologi dibutuhkan dalam
berbagai bidang kajian yang memerlukan informasi bentuk laban dalam implementasinya.
Survei geomorfologi menghasilkan penggolongan laban kedalam unit-unit geomorfologi.
Survei erosi dengan pendekatan geomorfologis dapat menghasilkan informasi-informasi yang
sangat penting dalam perubaban bentuk laban yaitu dapat menetapkan pemetaan corak-corak
erosi yang terjadi, pemetaan perkembangan erosi, pembagian medan kedalam unit-unit erosi
yang ditandai dengan intensitas erosi, dan estimasi basil sedimen yang berasal dari proses
erosi.

3.2.Kelebihan dan kekurangan jurnal

>Kelebihan
Jurnal ini penggunaan bahasanya mudah dipahami oleh si pembaca ,hasil penelitiaanya
cukup bagus dan pada abstrak terdapat penggunaan bahasa asing yang dilengkapi
dengan terjemahannya.
>Kelemahan
Tidak menuliskan kota terbit jurnal,tidak ada ISSN ,dan lembaga penerbit.

7
BAB IV

PENUTUP

A.Kesimpulan

Geomorfologi adalab ilmu'yang mempelajari bentuk laban, proses yang menyebabkan


perubaan bentuk laban dan hubungan timbale batik antara bentuk laban dan proses dalam
susunan keruangan. Dalam penerapannya geomorfologi dibutuhkan dalam berbagai bidang
kajian yang memerlukan informasi bentuk laban dalam implementasinya. Survei
geomorfologi menghasilkan penggolongan laban kedalam unit-unit geomorfologi. Survei
erosi dengan pendekatan geomorfologis dapat menghasilkan informasi-informasi yang sangat
penting dalam perubaban bentuk laban yaitu dapat menetapkan pemetaan corak-corak erosi
yang terjadi, pemetaan perkembangan erosi, pembagian medan kedalam unit-unit erosi yang
ditandai dengan intensitas erosi, dan estimasi basil sedimen yang berasal dari proses erosi.
Pada isi jurnal ini meneliti tentang Pendekatan Geomorfologi Dalam Survei Kejadian
Erosi. Berdasarkan isinya dan pengguaan bahasanya jurnal ini memiliki kelebihan dan
kekurangan .

B.Saran

Sebaiknya jurnal lebih memperhatikan teori-teori yang terdapat pada isi jurnal sebagai
pendukung untuk melakuakan penelitian.

8
DAFTAR PUSTAKA

Lihawa,Fitriyane.2009.Pendekatan-Geomorfologi-Dalam-Survei-Kejadian-
Erosi.Jakarta:pelangi ilmu