Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL JURNAL REVIEW

(CJR)
PSIKOLOGI PENDIDIKAN

“MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN


UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL”

DOSEN PENGAMPU : SITI MAHARANI SIMBOLON,S.Pd.,M.Pd.

DISUSUN OLEH:
NAMA : WIRDAHATI ZEBU
KELAS : B 2018
NIM : 3182131007

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
saya rahmat kesehatan dan kesempatan.Sehingga saya dapat menyusun atau dapat
menyelesaikan tugas CJR (CRITICAL JURNAL REVIEW).Penulisan ini saya sajikan secara
ringkas dan sederhana sesuai dengan kemampuan yang saya miliki,dan tugas ini disusun
dalam rangka memenuhi tugas CJR pada mata kuliah PSIKOLOGI PENDIDIKAN.

Dalam penyusunan ini banyak kesalahan dan dan kekurangan ,oleh karena itu kritik dan
saran yang membangun dari semua pihak sangat saya harapkan demi kesempurnaan tugas ini
,dan dalam kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada pihak –pihak yang telah
membantu dan memberikan bimbingannya kepada saya untuk menyelesaikan tugas CJR ini
hingga selesai.

MEDAN,10 MARET 2019

PENULIS

2
DAFTAR ISI

Kata pengantar………………………………………………………………………………2
Daftar isi …………………………………………………………………………………….3
Bab I Latar belakang…………..………………………………………….…………………4
Bab II Ringkasan jurnal…………………………….………………………………………..5
Bab III pembahasan ……………………………………………………………….….……..9
Bab IV penutup………………………………………………………………………..……10
Daftar pustaka………………………………………………………………………………11

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang proses kognitif dan
perilaku.Sedangkan pendidikan adalah ilmu yang mempelajari nilai-nilai karakter dan cara
menenmkannya.Dalam hal ini penulis mencoba mengkritisi sebuah jurnal yang berhubungan
dengan psikologi pendidikan.Dimana jurnal ini adalah buatan manusia atau karya manusia
yang tak pernah luput dari yang namanya kekurangan sehingga penulis mencoba untuk
membahas atau mengkritisi jurnal ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui
gambaran pelaksanaan bimbingan kelompok, (2) mengetahui keterampilan sosial siswa, (3)
menghasilkan model bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran untuk meningkatkan
keterampilan sosial siswa, (4) mengetahui efektivitas model bimbingan kelompok dengan
teknik bermain peran untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa.

1.2.TUJUAN
Mengkritik jurnal (CRITICAL JURNAL REVIEW) ini dibuat sebagai salah satu
referensi ilmu yang bermanfaat untuk menambah wawasan penulis maupun pembaca dalam
mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu jurnal ,menjadi bahan pertimbangan,dan juga
menyelesaikan salah satu tugas individu mata kuliah Psikologi Pendidikan.

4
BAB II
RINGKASAN JURNAL

2.1.IDENTITAS JURNAL

Judul : MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BERMAIN


PERAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL

Penulis : Muhammad Junaedi Mahyuddin

Vol. :2

Nomor :1

Tahun terbit :2016

p-ISSN : 2443-2202

e-ISSN : 2477-2518

2.2.RINGKASAN JURNAL

2.2.1.Pendahuluan
Keterampilan sosial harus dikembangkan sejak dini (Sekolah Dasar) karena anak yang
dapat melakukan hubungan sosial secara baik dengan lingkungannya akan memiliki dasar
dan mempunyai kemampuan untuk meraih keberhasilan di masa yang akan datang, seperti
yang dikemukakan oleh Cartledge & Kiarei (2001: 40) “Social incompetence can lead to
failure cycles and eventual poor school and adult outcomes”,“Keterampilan sosial perlu
dikembangkan sejak dini untuk mencegah kegagalan dan kesulitan di masa sekolah dan masa
dewasa kelak”. Sejalan dengan pendapat Cartledge & Kiarei, menurut Rusmana (2012) dalam
penelitiannya berpendapat bahwa “keterampilan sosial siswa yang dimiliki individu berfungsi
untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul akibat dari berinteraksi”.
Penelitian Schamps (Goleman, 1997: 432) yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak hingga

5
Sekolah Dasar kelas 6 di Northern California, menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki
keterampilan sosial lebih mudah diterima oleh lingkungan sosialnya. Mereka memiliki
karakteristik: mampu bertanggung jawab, tegas, populer dan mudah bergaul, bersifat sosial
dan suka menolong, memahami orang lain, tenggang rasa, penuh perhatian, terampil dalam
menyelesaikan konflik, dan juga pintar dalam menerapkan strategi untuk menyelesaikan
masalah antarpribadi. Menurut Moeslichatoen (2001: 4-5), bentuk keterampilan sosial anak di
Taman Kanak-Kanak yang harus dikuasai dalam memenuhi tugastugas perkembangan
berikutnya sehingga dapat berkembang secara sehat dan normal, antara lain: membina dan
menanggapi hubungan antar pribadi dengan anak lain secara memuaskan, tidak suka
bertengkar, tidak ingin menang sendiri, berbagai makanan ringan dan mainan, dan sering
membantu. Akan tetapi tidak semua anak mampu menguasai bentuk keterampilan sosial
dalam bersosialisasi.
Hasil penelitian Rubin, K. H., Bukowski, W. & Parker, J. G.: 1998, menunjukkan bahwa
anak-anak yang memiliki keterampilan sosial yang rendah, mereka cenderung menunjukkan
prasangka permusuhan, saat berhadapan dengan stimulus sosial yang ambigu mereka sering
mengartikannya sebagai tanda permusuhan sehingga menghadapinya dengan tindakan
agresif. Mereka juga kurang mampu mengontrol emosi, sulit memahami perasaan dan
keinginan orang lain, dan kurang terampil dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial.
Sedangkan hasil penelitian Cartledge, Gwendolyn & Kiarei, Mary W. (2001), rendahnya
ketrampilan sosial ini membuat anak kurang mampu menjalin interaksi secara efektif dengan
lingkungannya dan memilih tindakan agresif sebagai strategi coping. Mereka cenderung
mengganggap tindakan agresif merupakan cara yang paling tepat utnuk mengatasi
permasalahan sosial dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Akibatnya, mereka sering
ditolak oleh orang tua, teman sebaya, dan lingkungan. Penelitian menyebutkan bahwa
kecenderungan anak bermasalah dengan keterampisan sosialnya dipengaruhi karena faktor
lingkungan, keluarga, persahaban, solidaritas kelompok dan kemampuan menyesuaikan diri.
(Bakhtiar, 2015)
Berdasarkan uraian permasalahan, penelitian sebelumnya dan memperhatikan konsep
bimbingan kelompok dan teknik bermain peran. Peneliti akan mengembangkan sebuah model
bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik bermain peran sebagai alat untuk
meningkatkan keterampilan sosial siswa di Sekolah Dasar Athirah Makassar.

2.2.2.Metode Penelitian

6
Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan pendekatan research and
development. Metode penelitian pengembangan merupakan metode yang digunakan untuk
menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2009:
407). Dasar pertimbangan penggunaan pendekatan ini adalah pendapat Borg and Gall (1983:
775) “a process used to develop and validate educational product” yang artinya bahwa
strategi penelitian dan pengembangan merupakan proses yang efektif untuk mengembangkan
dan menvalidasikan produk pendidikan. Produk pendidikan yang dapat dihasilkan melalui
pendekatan riset dan pengembangan adalah buku teks, film instruksional, program komputer,
metode mengajar, dan berbagi program
Produk yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sebuah model bimbingan kelompok
dengan teknik bermain peran untuk meningkatkan keterampilan sosial di Sekolah Dasar
Athira Makassar. Kerangka isi dan komponen model disusun berdasarkan kajian konsep
bimbingan kelompok, kajian konsep bermain peran, kajian konsep keterampilan sosial serta
kajian empiris tentang kondisi aktual layanan bimbingan dan konseling khususnya layanan
bimbingan kelompok di Sekolah Dasar Athira Makassar.

2.2.3.Hasil dan pembahasan


Berdasar hasil penelitian, yang dilaksanakan pada studi pendahuluan tentang
Mahyuddin.Model Bimbingan kelompok di Sekolah Dasar Athirah kemudian hasil studi
pendahuluan tersebut dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat model bimbingan
kelompok dengan teknik bermain peran untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa
Sekolah Dasar Athirah Makassar.
Kondisi Objektif Pelaksanaan Layanan Bimbingan kelompok di Sekolah Dasar Athirah
Makassar. Hasil studi pendahuluan untuk mengetahui implementasi aktual pelaksanaan
bimbingan kelompok dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara terhadap 2
(dua) orang guru BK di Sekolah Dasar Athirah Makassar. Hasil wawancara tersebut dapat
dianalisis dalam beberapa aspek, yaitu: 1) penyusunan program bimbingan dan konseling
yang terdiri dari need assesment dan pihak yang dilibatkan dalam penyusunan program BK,
2) pelaksanaan program yang terdiri dari pelaksana program, rasio guru BK dengan jumlah
siswa, kompetensi guru BK, keterlaksanaan bimbingan kelompok, tujuan pelaksanaan
bimbingan kelompok, komponen bimbingan kelompok, dan tahap-tahap pelaksanaan
bimbingan kelompok, 3) fasilitas bimbingan dan konseling, 4) faktor penunjang dan
penghambat pelaksanaan bimbingan kelompok, 5) evaluasi dan tindak lanjut, 6) dukungan
system.
7
Hasil uji lapangan model bimbingan kelompok teknik bermain peran menunjukkan
bahwa: (1) guru BK memiliki wawasan baru tentang model bimbingan kelompok yang belum
ada di sekolah, guru BK dalam merencanakan bimbingan kelompok lebih memperhatikan
aspek perkembangan, kebutuhan siswa, masalah siswa, kelayakan tempat dan waktu
pelaksanaan, (2) model bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran dapat
diimplementasikan dengan baik pada Sekolah Dasar Athirah Makassar (3) Setelah
pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran dilaksanakan,
memberikan dampak positif bagi siswa, siswa merasa senang, menambah pemahaman yang
belum ia peroleh di kelas, lebih menghargai orang lain, berani bertanggung jawab dan
menjadikan motivasi diri untuk lebih baik dari sebelumnya, (4) Adanya kerja sama antar
komponen lainya di lingkungan sekolah untuk tentang pemahaman layanan bimbingan
kelompok.

2.2.4.Kesimpulan dan Saran


Berdasarkan hasil analisis data, mulai dari tahap penelitian pendahuluan hingga tahap
uji coba model, dapat disimpulkan bahwa: a. Pelaksanaan bimbingan kelompok di Sekolah
Dasar Athirah Makassar telah dilaksanakan oleh konselor akan tetapi belum maksimal,
bimbingan kelompok yang dilaksanakan masih bersifat umum, yaitu hanya diskusi umum
belum menggunakan pendekatan ataupun teknikteknik khusus, materi/topik yang dibahas
tidak terfokus pada keterampilan sosial secara spesifik, sehingga proses pemecahan masalah
menjadi tidak fokus. b. Berdasarkan hasil penyebaran instrumen skala psikologis
keterampilan sosial, diketahui bahwa keterampilan sosial dari 62 siswa kelas V Sekolah
Dasar Athirah Makassar, 8.06% siswa tergolong kategori sangat rendah, 40.32% kategori
rendah dan 38.71 % kategori tinggi, sedangkan 12.90% untuk kategori sangat tinggi.

8
BAB III
PEMBAHASAN

3.1.Keunggulan Jurnal
Penulisan judul sudah benar ,dicetak dengan huruf capital /besar.Penulisan nama
penulis juga sudah benar ,nama penuli ditulis di bawah judul tanpa gelar,tidak boleh disingkat
.Tatacara penulisan dan isi abstrak sudah baik karena penulis dapat memberikan gambaran
menyeluruh mengenai kegatan penelitian tentang MODEL BIMBINGAN KELOMPOK
DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN
SOSIAL.

3.2.Kelemahan Jurnal
Pada metode penelitian peneliti tidak hanya mangambil data kusioner tetapi juga
dengan studi dokumentasi .Namun peneliti tidak menjelaskan bagaimana isi dokumentasi
yang ia lakukan ,hasil studi dokumentasi juga tidak dibahas oleh peneliti.

9
BAB IV
PENUTUP

A.KESIMPULAN
Pihak Sekolah, Sekolah dapat memberikan perhatian dan dukungan dengan menjadikan
bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran sebagai salah satu kegiatan yang penting
Mahyuddin. untuk dikembangkan berbagai aspek, khususnya perkembangan keterampilan
sosial siswa. Guru Sekolah, Menerapkan bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran
sebagai metode bimbingan kelompok untuk mengatasi rendahnya keterampilan sosial siswa.
Peneliti selanjutnya, Hasil penelitian model bimbingan kelompok dengan teknik bermain
peran ini, secara konseptual memberi kontribusi secara teoretis yaitu sebagai perluasan
khasanah keilmuan tentang konsep dan praktik bimbingan dan konseling khususnya dalam
layanan bimbingan kelompok, yang dapat dijadikan sebagai salah satu referensi oleh peneliti
di masa mendatang dan tidak menutup kemungkinan dapat dikembangkan untuk mengangkaji
pada aspek perkembangan yang lain yang ada pada diri siswa.

B.SARAN
Dalam pembahasan jurnal ini terdapat banyak kesalahan dana kekurangan.Untuk itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tugas ini lebih baik dan
bermanfaat bagi pembaca maupun terhadap penulis sendiri.

10
DAFTAR PUSTAKA

https://media.neliti.com/media/publications/127068-ID-model-bimbingan-kelompok-dengan-
teknik-r.pdf

11