Anda di halaman 1dari 51

RANCANGAN AKTUALISASI

LATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II


KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI
MANUSIA SUMATERA SELATAN

OPTIMALISASI KEBERSIHAN DAN PENERANGAN


LINGKUNGAN DAPUR UNTUK MENINGKATKAN KEBERSIHAN
MAKANAN WARGA BINAAN
LAPAS KELAS IIA TANJUNG RAJA

Oleh:
SOBRIADI
NIP. 199001022017121002
NDH : 36

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II


Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Selatan
Angkatan VIII

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN


KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA BEKERJASAMA
DENGAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2018

1
LEMBAR PERSETUJUAN
OPTIMALISASI KEBERSIHAN DAN PENERANGAN
LINGKUNGAN DAPUR UNTUK MENINGKATKAN KEBERSIHAN
MAKANAN WARGA BINAAN
LAPAS KELAS IIA TANJUNG RAJA

Oleh:
SOBRIADI
NIP. 199001022017121002
NDH : 36

Telah Diseminarkan dan disetujui pada:


Hari/Tanggal : 31 Juli 2018
Tempat : BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan

COACH MENTOR,

Heri Azhari, Bc.IP, S.Sos Jalaludin, SH


Kepala Bapas Kelas I Palembang Kasi Binadik
NIP. 19660512 199003 1 001 NIP. 19730505 199403 1 003

Diketahui/Disetujui Oleh:
An. KAKANWIL KEMENKUMHAM PROVINSI SUMATERA SELATAN
Kepala Divisi Administrasi,

Edilauder Lbn Gaol, SH.,MH


NIP. 19580928 198103 1001

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................... 1


LEMBAR PERSETUJUAN ..................................................... 2
DAFTAR ISI .............................................................................. 3
DAFTAR TABEL ...................................................................... 4
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................... 5
B. Tujuan dan Manfaat ............................................ 8
C. Ruang Lingkup .................................................... 9
Bab II RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)
A. Deskripsi Organisasi ........................................... 9
1. Profil Organisasi ............................................ 9
2. Visi, Misi, Nilai-nilai Organisasi .....…………...15
B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik ........................ 16
C. Analisis Isu........................................................... 20
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih ........ 23
E. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS .............................. 25
F. Matrik Rancangan ............................................... 30
G. Jadwal Kegiatan ................................................. 47
H. Kendala dan Antisipasi ....................................... 49

DAFTAR PUSTAKA ................................................................. 50


BIODATA ................................................................................. 51

3
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Struktur Organisasi Lapas Kelas IIA Tanjung Raja ...................... 14


Tabel 2. Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU AKPK dan USG ............... 20
Tabel 3. Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK ........................................ 21
Tabel 4. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG.......................................... 22
Tabel 5. Matriks Kegiatan ........................................................................... 31
Tabel 6. Jadwal Kegiatan ............................................................................ 47
Tabel 7. Kendala Kegiatan .......................................................................... 49

4
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri
sipil ataupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN adalah pegawai
negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja
(PPPK) yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan
diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintah atau diserahi tugas
negara lainya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Pasal 10 Undang-undang No. 5 Tahun 2014
Tentang Aparatur Sipil Negara, ASN Sebagai bagian dari pemerintah
mempunyai fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik
dan perekat dan pemersatu bangsa. Sebagai ASN yang professional,
diharapkan setiap ASN mengetahui tugas/fungsi dan tanggung jawab
sebagai Aparatur Sipil Negara. Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki
peranan yang menentukan dalam mengelola kekayaan alam yang
melimpah, peluang pasar yang besar, potensi sumber daya manusia,
dan demokrasi yang relatif stabil. Namun, faktanya peluang tersebut
belum mampu dikelola secara efektif dan efisien oleh para aktor
pembangunan, sehingga Indonesia masih tertinggal dari cepatnya laju
pembangunan global dewasa ini. Untuk itu, diperlukan sosok ASN
yang professional, yaitu ASN yang mampu memenuhi standar
kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas
jabatannya secara efektif dan efisien. Untuk dapat membentuk sosok
ASN professional seperti tersebut di atas perlu dilaksanakan
pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT).

5
Sesuai Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN)
RI nomor 38 dan 39 tahun 2014 tentang pedoman penyelenggaraan
prajabatan golongan I, II dan golongan III, maka penyelenggara
pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) prajabatan dilaksanakan dengan
pola baru. Adanya diklat prajabatan pola baru ini diharapkan dapat
membentuk kader ASN yang berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai
dasar yang meliputi: Akuntablitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi yang biasa disebut dengan ANEKA.
Dengan demikian para peserta diklat prajabatan dapat menjadi
Aparatur Sipil Negara yang profesional sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa.
Sistem pembelajaran pola baru menuntut setiap peserta diklat
prajabatan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi. Melalui
proses pembelajaran aktualisasi seluruh atau beberapa nilai dasar
akan melandasi pelaksanaan setiap kegiatan diklat prajabatan. Setiap
peserta harus menemukan dan mengungkapkan makna dibalik
penerapan nilai-nilai dasar ANEKA tersebut pada pelaksanaan setiap
kegiatan yang telah dirancang oleh peserta diklat prajabatan ditempat
tugas. Dalam aktualisasi ini peserta diklat diharapkan mampu
memecahkan isu atau masalah yang dihadapi di tempat kerjanya
mmasing masing. Salah satu kegiatan peserta ialah dengan membuat
rancangan kegiatan aktualisasi sebelum terjun ke UPT nya kembali.
Setelah merancang peserta menerapkan dan menginternalisasikan
Nilai ANEKA di proses habituasi yang akan dibuatnya laporan.
Adapun isu yang akan di angkat dalam habituasi nanti terkait
dengan isu yang ada di Lapas Kelas IIA Tanjung Raja yakni
permasalahan belum optimalnya kebersihan dan penerangan
lingkungan Dapur Lapas Kelas IIA Tanjung Raja. Permasalahan isu ini
perlu diangkat dikarenakan penyediaan seluruh makanan WBP di

6
Lapas Kelas IIA Tanjung Raja menjadi bagian tugas dari dapur Lapas
Kelas IIA Tanjung Raja.
Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun
1995 tentang Permasyarakatan menyebutkan bahwa salah satu hak-
hak dari narapidana adalah mendapatkan makanan yang layak.
Makanan yang memenuhi syarat kesehatan atau makanan sehat
adalah makanan higienis, bergizi dan berkecukupan. Makanan yang
higienis adalah makanan yang tidak mengandung kuman penyakit
atau zat yang dapat membahayakan kesehatan. Makanan yang bergizi
adalah makanan yang cukup mengandung karbohidrat, lemak, protein,
mineral, vitamin, dalam jumlah yang seimbang sesuai dengan
kebutuhan. Makanan yang berkecukupan adalah makanan yang dapat
memenuhi kebutuhan tubuh pada usia dan kondisi tertentu. Selain
memenuhi persyaratan pokok tersebut, perlu diperhatikan juga cara
memasak makanan, suhu makanan pada saat disajikan, dan bahan
makanan yang mudah dicerna. Untuk mendapatkan makanan dan
minuman yang memenuhi syarat kesehatan, maka perlu diadakan
pengawasan terhadap higiene dan sanitasi makanan dan minuman.
Berdasarkan uraian diatas kami tertarik mengkaji hal tersebut
ke dalam bentuk rancangan aktualisasi habituasi di Lapas Kelas IIA
Tanjung Raja dengan Judul “OPTIMALISASI KEBERSIHAN DAN
PENERANGAN LINGKUNGAN DAPUR UNTUK MENINGKATKAN
KEBERSIHAN MAKANAN WARGA BINAAN “.

7
B. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
Ada beberapa tujuan dilaksanakanya kegiatan aktualisasi di
Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Tanjung Raja ini, diantaranya :
a. Mampu menerapkan nilai-nilai akuntabilitas sehingga memiliki
tanggung jawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan.
b. Mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme sehingga bekerja
atas dasar semangat nilai-nilai pancasila.
c. Mampu menerapkan nilai-nilai etika publik sehingga menciptakan
lingkungan kerja yang harmonis dan kondusif.
d. Mampu menerapkan nilai-nilai komitmen mutu sehingga
menciptakan layanan prima terhadap masyarakat.
e. Mampu menerapkan nilai-nilai anti korupsi sehingga menciptakan
sikap yang jujur dan tidak mengambil keputusan berdasarkan
kepentingan pihak tertentu.
f. Mampu melaksanakan pelayanan publik dan kebijakaan publik
secara maksimal serta menjadi alat pemersatu bangsa sesuai
dengan amanat UU ASN No 5 Tahun 2014 Pasal 11.
2. Manfaat
Adapun manfaat dari kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS
ini adalah sebagai berikut :
a. Bagi Peserta Latsar / penulis
1. Peserta diklat mampu menerapkan nilai dasar ANEKA dalam
menjalankan tugas pokok dan fungsinya di UPT masing-
masing.
2. Peserta diklat mampu menjalankan peran dan kedudukan
sebagai ASN yg Professional, Akuntabel, Sinergi, Transparan
serta Inovatif

8
b. Bagi Organisasi / UPT Lapas Kelas II A Tanjung Raja
Mampu mencetak generasi baru pengayoman yang mempunyai
integritas dalam bekerja dengan menerapkan nilai-nilai dasar
ANEKA dan sebagai agen perubahan untuk mengubah
kebiasaan dan sistem lama.
c. Bagi Masyarakat / WBP
Masyarakat / WBP mendapatkan pelayanan yang maksimal,
efektif dan efisien serta mendapatkan sistem pelayanan yang
berbeda dari yg sebelumnya.

C. Ruang Lingkup
Rancangan aktualisasi merupakan dokumen atau produk
pembelajaran aktualisasi yang dihasilkan peserta Pelatihan Dasar
CPNS Golongan II. Dalam merancang aktualisasi ini, setiap peserta
dituntut untuk:
1. Mengidentifikasi, menyusun dan menetapkan isu atau
permasalahan yang terjadi dan harus segera dipecahkan,
2. Mengajukan gagasan pemecahan isu / masalah dengan
menyusunnya dalam daftar rencana tahapan, dan output
kegiatan
3. Mendeskripsikan keterkaitan antara isu dan kegiatan yang
diusulkan dengan substansi mata pelatihan Manajemen ASN,
Pelayanan Publik, dan Whole Of Government, dalam satu atau
keseluruhan persfektif mata pelatihan, baik secara langsung
ataupun tidak langsung dan penerapan nilai-nilai dasar ANEKA
dalam kegiatan Aktualisasi dan Habituasi di UPT / Instansi kerja.
4. Mendeskripsikan rencana pelaksanaan kegiatan dan konstribusi
hasil kegiatan yang didasari aktualisasi nilai-nilai dasar PNS.

9
Kegiatan Habituasi ini dilakukan selama 80 hari, dari tanggal 01
Agustus – 04 Nopember 2018, Tepatnya di lingkungan Dapur Lapas
Kelas IIA Tanjung Raja.

10
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)

A. DESKRIPSI ORGANISASI
1. Profil Organisasi
Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat untuk melakukan
pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di
Indonesia, tempat tersebut disebut dengan istilah penjara. Lembaga
Pemasyarakatan merupakan unit pelaksana teknis di bawah
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia. Penghuni Lembaga Pemasyarakatan biasa disebut
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sedangkan Tahanan ialah
warga binaan yang belum mendapatkan vonis hukuman secara sah
menurut undang-undang, maksudnya yaitu mereka yang masih
dalam proses peradilan dan belum ditentukan bersalah atau tidak
oleh hakim. Pegawai Negeri Sipil yang menangani pembinaan
narapidana dan tahanan di lembaga pemasyarakatan di sebut
dengan Petugas Pemasyarakatan, atau dahulu lebih dikenal dengan
istilah Sipir Penjara. Konsep Pemasyarakatan pertama kali digagas
oleh Menteri Kehakiman Sahardjo pada tahun 1964, pada saat itu
tugas jawatan kepenjaraan bukan hanya melaksanakan hukuman,
namun tugas yang jauh lebih berat adalah mengembalikan orang-
orang yang dijatuhi pidana ke dalam masyarakat. Lembaga
Pemasyarakatan yang tadinya disebut Penjara, bukan saja dihuni
oleh pencuri, perampok, penipu, pembunuh atau perkosaan, tetapi
juga ditempati oleh pemakai, kurir, pengedar dan bandar narkoba,
serta penjudi dan bandar judi, beragam lainnya seperti korupsi dan
lain-lain.

11
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja adalah Unit
Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Lapas Kelas IIA Tanjung
Raja mempunyai tugas melaksanakan pembinaan terhadap
narapidana / anak didik. Dalam melaksanakan tugas, Lapas Kelas IIA
Tanjung Raja menjalankan fungsi :
1. Melakukan pembinaan dan perawatan narapidana
2. Memberikan bimbingan kerja, mempersiapkan sarana dan
mengelola hasil kerja
3. Melakukan bimbingan sosial / kerohanian narapidana
4. Melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban Lembaga
Pemasyarakatan
5. Melakukan urusan ketatausahaan dan rumah tangga

Foto tampak depan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja

12
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjung Raja Berdiri tahun 1952,
beralamat di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II Tanjung Raja kabupaten
Ogan Ilir. Dengan luas tanah 25.485 M2, luas bangunan 14.090 M2
Berdasarkan Sertifikat NO. 04.07.74021000071. Jumlah seluruh pegawainya
ada 60 orang yang terdiri dari 53 orang pegawai laki-laki dan 7 orang
pegawai wanita. Serta memiliki beberapa fasilitas yaitu:
a. 1 Ruang portir atau P2U yaitu satu-satunya pintu yang menghubungkan
dunia luar dengan dalam Lapas. Setiap orang yang memasuki ruangan
ini harus dilakukan penggeledahan oleh petugas Portir pada saat itu;
b. 9 buah blok yang terdiri dari 1 blok wanita, 1 blok anak dan 7 blok
dewasa untuk tempat tinggal para WBP;
c. 4 buah menara yang terletak di bagian sudut/pojok Lapas untuk
memantau keadaan sekitar Lapas dengan lebih seksama;
d. 1 buah Pos Blok / Pos Kontrol WBP yang berada di tengah area Lapas.
e. 1 tempat ibadah yaitu Masjid yang terletak di area steril/area tengah
Lapas;
f. 1 ruang dapur untuk melaksanakan tugas menyuplai makanan ke blok
hunian;
g. 1 ruang klinik untuk penanganan pertama WBP yang sakit.
h. 1 mobil operasional yaitu ambulance untuk mengantar WBP yang dirujuk
ke Rumah Sakit.
Lapas Klas IIA Tanjung Raja mempunyai kapasitas 402 orang
penghuni dan sekarang penghuni yang berada di Lapas berjumlah 695 orang
dengan rincian 691 orang Laki-laki dan dan 4 orang perempuan. Dimana dari
jumlah keseluruhan tersebut terbagi atas 565 Narapidana dan 125 tahanan.

13
STRUKTUR ORGANISASI
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA TANJUNG RAJA

KALAPAS
Drs. MUHAMMAD LUTHFIE, Bc.IP.MH

KASUBAG TU
IBRAHIM LAKONI,SH
KA.KPLP
AMSON MN, SH

KAURPEG & KEU KAUR UMUM


ISMAIL, SH NOVI WAHYUDIN,SE.MH

KASI BINADIK KASI GIATJA KASI KAMTIB


JALALUDDIN, SH ZARDANAR,SH, MH ERMAN DARWIS, SH
.

KASUBSI REGISTRASI KASUBSI BIMKER KASUBSI KEAMANAN


DEDY MEIZA VOLTA,SH.MH ENDANG ISMANTO, SH
IRAWAN,AmD.IP,SH,MH

KASUBSI BIMASWAT KASUBSI SARKER KASUBSI PELTATIB


HARPAN, SH ASNAWI USMAN,SH.M.Si ZAILANI, SH.M.Si

PETUGAS
PENGAMANAN

Gambar 1.Struktur organisasi Lapas Kelas IIA Tanjung Raja

14
2. Visi, Misi, Nilai Organisasi
a. Visi
“ Mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan yang bersih, Sehat,
Kondusif, tertib, dan transparan dengan dukungan petugas yang
berintegritas dan berkompeten dalam pembinaan WBP “.
b. Misi
1. Melaksanakan tugas fungsi pemasyarakatan secara konsisten
dengan mengedepankan penghormatan terhadap hukum dan HAM
serta transparansi publik.
2. Membangun kerja sama dengan mengoptimalkan keterlibatan
stakeholder dan masyarakat dalam pembinaan WBP
3. Mendayagunakan sumber daya manusia petugas dengan
kemampuan penguasaan tugas yang tinggi dan inovatif serta
berakhlak mulia
c. Nilai Organisasi
Untuk membentuk dan merubah perilaku dan pola pikir perlu
adanya nilai-nilai yang menjadi budaya kerja dalam pelaksanaan tugas
dan fungsi suatu organisasi, adapun nilai Organisasi yang dimiliki oleh
Kemenkumham yaitu “PASTI” yang mempunyai makna :
1. Profesional : Aparat kementerian hukum dan HAM adalah aparat
yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui
penguasaan bidang tugasnya, menjunjung tinggi etika dan
integritas profesional.
2. Akuntabel : Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan
pemerintah dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat
sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.
3. Sinergi : Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan
kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan

15
para pemangku kepentingan untuk menemukan dan
melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas.
4. Transparan : Kementrian Hukum dan HAM menjamin akses atau
kebebasan dari setiap orang untuk memperoleh informasi tentang
penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang
kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaanya, serta hasil-hasil
yang dicapai.
5. Inovatif : Kementrian Hukum dan HAM mendukung kreativitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan
dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya.

B. DESKRIPSI ISU LEMBAGA PEMASYARAKATAN

Di dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 disebutkan


“bahwa perlakuan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan
berdasarkan sistem kepenjaraantidak sesuai dengan sistem
pemasyarakatan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945 yang merupakan bagian akhir dari sistem pemidanaan; bahwa
sistem pemasyarakatan sebagaimana dimaksud merupakan rangkaian
penegakan hukum yang bertujuan agar Warga Binaan Pemasyarakatan
menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak
pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat,
dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara
wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab”.
Dalam menetapkan isu penulis menggunakan landasan teoritik
dari agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI (Manajemen ASN,
Whole of Government, dan Pelayanan Publik) dengan ditambah
pemahaman tentang substansi tuntutan pekerjaan dan lingkungan
tempat kerja. Selain itu untuk menjaga relevansi dengan kondisi nyata di

16
tempat kerja, dilakukan juga proses konsultasi dengan atasan di
lingkungan kerja sehingga isu yang disampaikan valid dan reliabel.
Manajemen ASN sendiri merupakan pengelolaan ASN dalam
menghasilkan petugas ASN yang profesional, memiliki dasar, etika
profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi,
dan nepotisme. Terlepas dari usaha menciptakan ASN yang profesional,
Lapas kelas IIA Tanjung Raja mengalami beberapa permasalahan
terkait manajemen ASN dan Pelayanan Publik yaitu :
1. Kurang optimalnya kebersihan dan penerangan di lingkungan
Dapur
Deskripsi Isu: Kebersihan lingkungan dapur mempunyai pengaruh
penting dalam penyediaan makanan yang bersih, higienis, sehat
serta berkualitas bagi warga binaan/narapidana. Karena makanan
yang sehat dan bersih merupakan kebutuhan pokok yang harus
dipenuhi untuk warga binaan. Makanan yang bersih, higienis, sehat
serta berkualitas bersumber dari lingkungan dapur yang bersih,
Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kebersihan di lingkungan
dapur Lapas Kelas IIA Tanjung Raja. Saat ini kebersihan lingkungan
Dapur di Lapas kelas IIA Tanjung Raja masih belum maksimal, baik
dari ruangan dapur, peralatan dapur, sanitasi maupun petugas
dapur yang bertugas untuk memasak makanan untuk para Warga
Binaan / Narapidana. Selain kebersihan penerangan juga
mempunyai peranan penting dalam peningkatan kebersihan
makanan bagi WBP. Terkait penerangan ini isu yang ada saat ini di
lingkungan dapur Lapas Kelas IIA Tanjung Raja yakni masih belum
optimalnya system penerangan pada ruangan dapur. Sehingga ada
bagian-bagian penting di dapur yang perlu ditambah lampu
penerangannya.

17
2. Kurangnya Sarana dan Prasarana
Deskripsi Isu: Laju pertumbuhan penghuni Lapas Kelas IIA Tanjung
Raja tidak sebanding dengan penyediaan sarana dan prasarana di
Lapas, Jumlah Warga Binaan / Narapidana yang masuk lebih besar
daripada Warga Binaan / Narapidana bebas. Banyaknya jumlah
Warga Binaan / Narapidana dan tahanan tanpa diimbangi sumber
daya manusia dan sarana prasarana memadai rentan menimbulkan
pelanggaran, selain itu Jumlah petugas yang sedikit menyebabkan
rendahnya tingkat pengamanan / pengawasan terhadap Warga
Binaan / Narapidana.

3. Kurang Optimalnya Informasi yang di Dapat WBP


Deskripsi Isu: Salah satu hak warga binaan yaitu untuk
mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media masa. Hal
ini juga penting karena warga binaan perlu mendapatkan informasi,
dan berita yang sedang terjadi di luar lingkungan Lapas.

4. Kurang Optimalnya Keterampilan yang didapat WBP


Deskripsi Isu: Lembaga pemasyarakatan Kelas IIA tanjung Raja
terdapat 696 Warga Binaan dan Tahanan, akan tetapi hanya sedikit
pemberian materi keterampilan yang diberikan kepada Warga
Binaan. Kurang optimalnya keterampilan menyebabkan WBP yang
sudah bebas dan kembali ke masyarakat merasa belum bisa
berkontribusi dalam hal kegiatan keterampilan informal di
lingkungan masyarakat. Sehingga akan berdampak pada kehidupan
sosial dan pemenuhan kebutuhan WBP itu sendiri saat sudah bebas
nantinya, hal ini di khawatirkan akan menimbulkan kemauan untuk
berbuat kriminal lagi.

18
5. Kurang optimalnya Kesehatan bagi WBP
Deskripsi Isu: Pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1999
tentang syarat dan tata cara pelaksanaan Hak WBP disebutkan
bahwa salah satu hak Warga Binaan (Napi dan Tahanan) adalah
memperoleh pelayanan kesehatan secara promotif, preventif, dan
rehabilitatif di Lapas. Akan tetapi akibat fasilitas klinik pengobatan
yang kurang memadai para WBP yang sakit tidak bisa diobati
secara maksimal di Klinik Lapas dan terpaksa dirujuk ke Rumah
Sakit Daerah. Belum lagi masalah rokok yang banyak dihisap oleh
sebagian besar narapidana tambah membuat kondisi di lapas
menjadi kurang sehat.

6. Kurang optimalnya pelayanan kunjungan


Deskripsi Isu: Pelayanan Kunjungan yang diterapkan saat ini masih
belum efektif dan efisien. Sehingga dalam pelayanan kunjungan
masih banyak keluhan dari keluarga WBP yang berkunjung. Sistem
pelayanan kunjungan yang masih manual membuat petugas
pelayanan kunjungan di Lapas Kelas II A Tanjung Raja kesulitan
dalam melakukan kegiatan pendaftaran kunjungan, pemeriksaan
serta penitipan barang pengunjung. Sehingga berdampak pada
lambatnya pelayanan kunjungan.

7. Kurangnya pembinaan terhadap WBP


Deskripsi Isu :Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), narapidana
berhak menerima pembinaan sebagai wujud tanggung jawab
pemerintah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12
Tahun 1995. Wujud pembinaan yang wajib diberikan kepada
narapidana adalah pembinaan kepribadian dan pembinaan
kemandirian. Pembinaan kepribadian terkait dengan

19
pengembangan karakter dan mental, sedangkan pembinaan
kemandirian terkait dengan pengembangan bakat dan keterampilan
narapidana.

C. ANALISIS ISU
Analisis isu dilakukan untuk menetapkan kriteria isu dan kualitas
isu. Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas isu yang paling
layak dan paling tinggi tingkat kepentingan dari isu tersebut. Disamping
itu juga tidak semua isu bisa dikategorikan menjadi isu aktual, sehingga
perlu dilakukan analisis kriteria isu. Adapun metode analisis kriteria isu
yang digunakan yaitu dengan metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan,
Problematika, Kelayakan), sedangkan menentukan kualitas isu dengan
menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).
AKPK ( Kriteria Isu)
1. Aktual : Benar-benar terjadi, sedang hangat dibicarakan di
masyarakat.
2. Kekhalayakan : Isu menyangkut hajat hidup orang banyak.
3. Problematik : Isu memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga
perlu dicarikan solusinya sesegera mungkin.
4. Kelayakan : Masuk akal, realisitis, relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.
Pembobotan dan analisis AKPK
Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya
Tabel 2. Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU AKPK dan USG

20
ANALISIS KRITERIA ISU DENGAN ALAT ANALISIS AKPK
A K P K
No ISU Total Peringkat
(1-5) (1-5) (1-5) (1-5)

Kurang optimalnya
kebersihan dan
1. 5 4 4 5 18 1
penerangan
lingkungan Dapur
1. Kurangnya Sarana
2. 3 2 3 4 12 6
dan prasarana.
Kurang optimalnya
3. informasi yang 2 3 3 2 10 7
didapat WBP

Kurang optimalnya
4. keterampilan yang 3 4 4 3 14 4
dimiliki WBP

Kurang optimalnya
5. pelayanan 3 5 4 3 15 3
kesehatan bagi WBP

Kurang optimalnya
6. pelayanan 4 4 4 4 16 2
kunjungan
Kurangnya
7. pembinaan terhadap 3 3 4 3 13 5

WBP
Tabel 3. Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK

21
Analisis Kriteria Isu dengan alat analisis AKPK tersebut kemudian diambil tiga
nilai tertinggi yaitu:
1. Kurang optimalnya kebersihan lingkungan Dapur
2. Kurang optimalnya pelayanan kunjungan
3. Kurang optimalnya pelayanan kesehatan bagi WBP
kriteria isu yang mendapat ranking tiga besar tersebut kemudian dilkaukan
analisis lanjutan yaitu analisis kualitas isu dengan alat analisis USG.
USG ( Kualitas Isu).
1. Urgency: seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti.
2. Seriousness: seberapas serius isu itu harus dibahas dikaitkan dengan
akibat yang ditimbulkan.
3. Growth: seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika
tidak ditangani sebagaimana mestinya.
Penilaian secara USG dilakukan dengan menggunakan nilai dengan rentang
nilai 1 sampai dengan 5. Semakin tinggi nilai menunjukkan bahwa isu
tersebut sangat urgen dan sangat serius untuk segera ditangani.

ANALISIS KUALIATAS ISU DENGAN MENGGUNAKAN ALAT ANALISIS USG.


Penilaian Kreteria
NO JLH PERINGKAT
Masalah U S G
(1-5) (1-5) (1-5)
Kurang optimalnya
1. kebersihan lingkungan 5 4 4 13 1
Dapur

Kurang Optimalnya
2. pelayanan kunjungan 4 4 4 12 2

Kurang optimalnya
3. pelayanan kesehatan bagi 3 4 3 10 3
WBP
Tabel 4. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG

22
Berdasarkan penentuan kualitas Isu dengan alat analisis USG maka
tergambar ranking tertinggi yang merupakan isu final yang perlu dicarikan
pemecahan masalahnya yaitu : Kurang optimalnya kebersihan dan
penerangan di lingkungan Dapur.

D. ARGUMENTASI TERHADAP CORE ISSUE TERPILIH


Kebersihan dapur merupakan permasalahan penting di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas II A Tanjung Raja, karena penyediaan makanan
untuk WBP sepenuhnya dilakukan di lingkungan dapur. Untuk
menghasilkan makanan yang sehat, bersih dan higienis perlu penerapan
lingkungan dapur yang bersih, baik dari aspek SDM, Proses maupun
pengawasan dalam kegiatan memasak di dapur.
Sesuai pasal 14 ayat 1 UU No 12 tahun 1995 tentang
Pemasyarakatan mengenai hak-hak WBP dalam konteks
Pemasyarakatan di Indonesia, antara lain:
1. Melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya
2. Mendapat perawatan, baik perawatan jasmani maupun rohani
3. Mendapatkan pendidikan dan pengajaran
4. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak
5. Menyampaikan keluhan
6. Mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa
lainnya
7. Mendapat upah atau premi atas pekerjaan yang dilakukan
8. Menerima kunjungan keluarga, penasihat hokum, atau orang tertentu
lainnya
9. Mendapat pengurangan masa pidana (remisi)
10. Mendapat kesempatan berasimilisasi termasuk cuti mengunjungi
keluarga
11. Mendapat pembebasan bersyarat

23
12. Mendapat hak-hak lain yang sesuai dengan peraturan perundang-
undangan lainnya.

Berdasarkan Pedoman Penanganan Kesehatan Lingkungan, di


Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara Kementerian
Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Bina
Perawatan tahun 2009, petugas dapur atau penghuni yang mengurus
makanan harus bersih pakaiannya, bersih tubuhnya dan pendek kuku
rambutnya. Petugas dapur harus sering mencuci tangan, petugas dapur
sebaiknya menggunakan celemek untuk menjaga kebersihan makanan
agar terhindar dari tetesan keringat, petugas dapur harus menjalani
pengecekan kesehatan secara rutin. Pekerjaan pembersihan dapur harus
diatur se-efisien mungkin oleh tim perawatan khusus dapur. Lantai harus
di sapu setiap hari. Jika lantainya dari semen atau keramik harus diberi
Disinfektan dengan larutan kaporit seminggu sekali, Lantai harus
dibersihkan juga dengan deterjen untuk menghilangkan lemak,
piring,panci dan alat masak harus dibersihkan secara seksama setiap kali
habis digunakan dan harus didisinfeksi seminggu sekali dengan larutan
kaporit atau dengan cara sederhana dicelupkan kedalam air mendidih. (
Nembrini, 2007 )
Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995
tentang Permasyarakatan menyebutkan bahwa salah satu hak-hak dari
narapidana adalah mendapatkan makanan yang layak. Makanan yang
memenuhi syarat kesehatan atau makanan sehat adalah makanan
higienis, bergizi dan berkecukupan. Makanan yang higienis adalah
makanan yang tidak mengandung kuman penyakit atau zat yang dapat
membahayakan kesehatan. Makanan yang bergizi adalah makanan yang
cukup mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dalam
jumlah yang seimbang sesuai dengan kebutuhan. Makanan yang

24
berkecukupan adalah makanan yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh
pada usia dan kondisi tertentu. Selain memenuhi persyaratan pokok
tersebut, perlu diperhatikan juga cara memasak makanan, suhu makanan
pada saat disajikan, dan bahan makanan yang mudah dicerna. Untuk
mendapatkan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan,
maka perlu diadakan pengawasan terhadap higiene dan sanitasi
makanan dan minuman.

E. NILAI – NILAI DASAR PROFESI PNS


Dalam merancang kegiatan aktualisasi ini ada lima nilai dasar
atau indikator profesi ASN yang menjadi landasan yakni : Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi yang
disingkat menjadi ANEKA. Sehingga setiap kegiatan memiliki keterkaitan
dengan nilai – nilai dasar ANEKA. Berikut ini penjelasan umum dari
setiap nilai – nilai dasar ANEKA dan indikator-indikator nilai yang
terkandung pada nilai dasar tersebut yaitu:
1. Akuntabilitas
Istilah akuntabilitas berasal dari Bahasa Inggris yaitu
accountability yang berarti keadaan untuk dipertanggungjawabkan,
atau keadaan yang dapat dimintai pertanggungjawaban. 45 Menurut
The Oxford Advance Learner’s Dictionary, akuntabilitas adalah
required or expected to give an explanation for one’s action.
Dengan kata lain, dalam akuntabilitas terkandung kewajiban untuk
menyajikan dan melaporkan segala tindak tanduk dan kegiatannya
terutama di bidang administrasi keuangan kepada pihak yang lebih
tinggi/atasannya.46

Adapun nilai-nilai dasar profesi ASN yang terkandung dalam


akuntabilitas antara lain:

25
1. Tanggung Jawab (responsibilitas)
2. Integritas
3. Keadilan
4. Kejelasan Laporan
5. Konsistensi
6. Kejujuran
7. Netralitas
8. Menghindari praktek kecurangan dan perilaku korup
9. Penggunaan sumber daya milik Negara
10. Menyimpanan dan penggunaan data serta informasi
pemerintah
11. Mengatasi konflik kepentingan

2. Nasionalisme
Menurut Anthony Smith, Nasionalisme merupakan suatu
gerakan ideologis untuk mencapai dan mempertahankan otonomi,
kesatuan, dan identitas bagi suatu populasi, yang sejumlah
anggotanya bertekad untuk membentuk suatu bangsa yang aktual
atau bangsa yang potensial.4
Nilai-nilai dasar profesi ASN yang terkandung dalam
nasionalisme antara lain:

1. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa,


2. Nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat Indonesia.
3. Nilai persatuan Indonesia.
4. Nilai Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat
5. Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
6. Kerja keras.
7. Disiplin.
8. Tidak diskriminatif.

26
9. Cinta tanah air.
10. Rela berkorban

3. Etika publik
Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. ,Nilai-nilai dasar
profesi ASN yang terkandung dalam etika publik sebagaimana
yang terkandung dalam pasal 5 ayat (2) Undang-Undang No. 5
Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara
pancasila.
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
3. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak.
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang tidak diskriminatif.
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika publik.
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya pada publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat akurat berdaya guna berhasil guna dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan yang berkualitas tinggi.
11. Menghargai komunikasi konsultasi dan kerja sama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.

27
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.

4. Komitmen Mutu
Nilai-nilai dasar (Pasal 4) dan kode etik (Pasal 5)
layanan publik sebagaimana dituangkan dalam UU Nomor 5 Tahun
2014 tentang ASN, secara keseluruhan mencerminkan perlunya
komitmen mutu dari setiap aparatur dalam memberikan layanan,
apapun bidang layanannya dan kepada siapapun layanan itu
diberikan.50 Dalam arti lain kinerja aparatur dalam memberikan
layanan publik yang bermutu harus berlandaskan prinsip efektivitas,
efisiensi, dan inovasi. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam
komitmen mutu adalah sebagai berikut:

1. Tepat waktu
2. Sesuai SOP (Prosedur standar operasional)
3. Akurasi
4. Kerjasama
5. Cepat dan tepat
6. Tanggap
7. Evaluasi
8. Cermat
9. Melakukan yang terbaik
10. Profesional
11. Menerima pembaharuan
12. Tidak mempersulit

28
5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari Bahasa latin corruptio dan
corruptus yang berarti kerusakan atau kebobrokan. 51 Korupsi
atau dikenal juga dengan kata rasuah, mengandung arti
tindakan penjabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri,
serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara
tidak wajar dan ilegal menyalah gunakan kepercayaan publik
yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan
keuntungan sepihak. Dalam menanggulangi upaya tindak
pidana korupsi, pemerintah membentuk peraturan yang
menjadi landasan hukum dalam memberantas korupsi yaitu
dengan lahirnya UU No. 20 Tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Adapun untuk
membantu pemerintah dalam memberantas korupsi, maka
pemerintah membuat UU. No. 30 Tahun 2002 tentang
pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK
bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi
nilai-nilai dasar anti korupsi, dan dihasilkan sebanyak 9 nilai
anti korupsi sebagai berikut:
1. Jujur
2. Peduli
3. Mandiri
4. Disiplin
5. Tanggung jawab
6. Kerja keras
7. Sederhana
8. Berani
9. Adil

29
F. MATRIK RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : LAPAS KELAS IIA TANJUNG RAJA


Identifikasi Isu :
1. Kurang optimalnya kebersihan dan penerangan
lingkungan Dapur
2. Kurangnya Sarana dan prasarana.
3. Kurang optimalnya informasi yang didapat WBP
4. Kurang optimalnya keterampilan yang dimiliki
WBP
5. Kurang optimalnya pelayanan kesehatan bagi
WBP
6. Kurang optimalnya pelayanan kunjungan
7. Kurangnya pembinaan terhadap WBP

Isu yang diangkat : Kurang optimalnya kebersihan dan penerangan


di lingkungan Dapur Lapas Kelas IIA Tanjung
Raja.
Gagasan pemecahan Isu :
1. Membuat Baner / Spanduk bertemakan
kebersihan
2. Membuat jadwal piket kebersihan dapur
3. Membuat Usulan Penyediaan dan peningkatan
peralatan penunjang kebersihan
4. Membuat usulan dan mengajukan Pakaian
khusus untuk memasak bagi juru masak di
dapur
5. Memperbaiki rak penyimpanan bahan makanan
6. Menambah sistem penerangan di lingkungan
dapur

30
7. Sosialisasi dan internalisasi budaya kebersihan
kepada para juru masak di dapur.
8. Melaksanakan kontrol dan pengawasan
kegiatan piket kebersihan lingkungan dapur,
serta pengwasan dan seleksi bahan makanan
yang akan di masak

31
No. Kegiatan Tahapan Output/ Keterkaitan nilai-nilai ANEKA Kontribusi Kegiatan Kontribusi Pencapaian
Hasil Pencapaian Visi dan Penguatan Nilai-Nilai
Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Membuat 1. Meminta saran dan 1. Dokumen Akuntabilitas:  Dengan kegiatan  Profesional dalam
Spanduk/ pendapat kepada rancangan Tanggung jawab dalam koordinasi kegiatan karena
Baner atasan terkait rencana pengajuan isu kegiatan mewujudkan visi sesuai dengan
bertemakan rencana aktualisasi kegiatan rencana aktualisasi habituasi misi membamgun bidang tugas
kebersihan dan habituasi di 2. Daftar hadir yang diangkat kepada kerjasama yang Akuntabel yaitu
lingkungan kerja. pertemuan pimpinan dan transparan baik antar bagian dengan tanggung
2. Meminta saran dan Kalapas, terhadap isu serta dalam isntansi, jawab membuat
pendapat serta Kasi Binadik, Bertanggung jawab dalam transparan dalam laporan kegiatan.
berkonsultasi KPLP dan implementasi pembuatan dan pembinaan serta Sinergitas langsung
pimpinan: Kalapas, Staf bagian penataan spanduk/baner penggunaan dengan pimpinan.
Kasi Binadik, KPLP dapur. sumber daya
dan Staf bagian 3. Surat Nasionalisme: dalam kegiatan
dapur untuk /Lembar Disiplin, dan berani serta adil pembinaan di
menyampaikan persetujuan dalam mengemukanan ide Lapas kelas IIA
gagasan ide dari Kalapas pendapat kepada atasan Tanjung Raja. Kegiatan sosialisasi dan
pembuatan mengenai sebagai bentuk abdi negara internalisasi budaya
spanduk/baner. persetujuan serta Keadilan sosial dalam  Dengan adanya bersih dari isi spanduk
3. Sosialisasi rencana kegiatan pemberian informasi, nilai kerja spanduk adalah salah satu bentuk
kegiatan Aktualisasi aktualisasi. keras demi pencapaian tujuan, bertemakan perwujudan nilai Inovatif
Habituasi kepada 4. Daftar serta gotong royong. kebersihan akan dan Sinergi antara
Juru masak dapur inventarisir menanamkan petugas dengan WBP.
spanduk budaya dan pola Hal ini sesuai dengan

32
4. Merancang, yang akan Etika Publik : hidup bersih nilai organisasi yaitu
Membuat dan dibuat. Mengemukakan ide dan kepada juru Inovatif dan Sinergi,
mencetak 5. Foto gagasan secara profesional, masak di dapur, dalam nilai PASTI
baner/spanduk yang Spanduk / santun, hormat, sopan, jujur Isi sehingga
bertemakan tentang Baner dan isi Spanduk dan baner tercapainya visi
kebersihan 6. Foto yang bertemakan kebersihan, dan misi yang
5. Memasang kegiatan nilai positif kebersihan, berkaitan dengan
spanduk/baner di pemasangan pentingnya budaya kebersihan peningkatan
dapur dan serta isi spanduk yang sopan kebersihan
6. Menata ulang penataan dan santun merupakan wujud personal WBP,
spanduk dan baner spanduk dan dari nilai etika publik. lingkungan dapur
yg sudah ada di baner serta kebersihan
dapur agar lebih rapi 7. Foto Komitmen mutu: dalam
dan menarik kegiatan Efektif dan efisien dalam penyediaan
sosialisasi perencanaan, pembuatan, makanan bagi
pencetakan dan pemasangan WBP.
spanduk/baner, inovasi dalam
pembuatan spanduk/baner,
tema spanduk/baner yang
tepat berkaitan dengan
buadaya kebersihan

Anti Korupsi:
Jujur, peduli dan transparansi
dalam pelaksanaan kegiatan
serta disiplin waktu dalam

33
pelaksaan merupakan wujud
dari nilai anti korupsi.

2 Membuat 1. Meminta saran dan 1. Dokumen Akuntabilitas: Dengan adanya Membuat jadwal piket
jadwal piket pendapat kepada Jadwal piket Integritas dan tanggung jawab perencanan dalam kebersihan berkaitan
pimpinan untuk kebersihan penuh terhadap tugas piket setiap kegiatan akan dengan nilai
kebersihan
menentukan jadwal dapur, yang telah disusun, merupakan tercapainya visi dan profesionalitas ,
Dapur piket kebersihan kebersihan bentuk nilai dari akuntabilitas. misi organisasi dalam tanggung jawab
dapur bagi WBP peralatan rangka Mewujudkan pegawai, dan
yang menjadi juru masak, Nasionalisme: Lembaga mempererat sinergitas
masak di dapur . kebersihan Bermusyawarah terlebih Pemasyarakatan antara pegawai dengan
2. Menyusun dan wadah dahulu dalam penyusunan yang bersih, Sehat, WBP serta pelaksanaan
membuat jadwal piket makanan jadwal piket, hal ini berkaitan Kondusif, tertib, dan tugas yang inovatif. Hal
kebersihan dapur, WBP. dengan sila ke 4 pancasila. transparan dengan ini sesuai dengan nilai
peralatan masak 2. Dokumen dukungan petugas organisasi PASTI.
serta wadah Bukti ceklist Etika Publik: yang berintegritas
makanan WBP pelaksanaan Melaksanakan pengawasan dan berkompeten
3. Menyusun dan tugas piket dan kontrol kegiatan piket dalam pembinaan
membuat uraian kersihan kebersihan dengan cermat dan WBP
tugas kegiatan piket 3. Foto disiplin, tidak diskriminatif
kebersihan tersebut. kegiatan dalam pemebrian tugas piket,
4. Memasang jadwal sosialisasi adil dalam pemberian beban
piket di dapur daftar piket kerja.
5. Sosialisasi jadwal kebersihan

34
piket kepada WBP 4. Foto Komitmen mutu:
yang menjadi juru kegiatan Efisien waktu dalam kegiatan
masak di dapur pengawasan piket, pelaksanaan piket
pelaksana piket pelaksanaan kebersihan sesuai dengan
6. Membuat daftar piket SOP yang telah di sepakati,
ceklist pelaksanaan kebersihan. kerjasama dalam tim, serta
piket. continuous improvement dalam
7. Pengawasan menjaga kebersihan
pelaksanaan lingkungan dan perlatan dapur.
kegiatan piket.
Anti korupsi:
Jujur, mandiri, kerja keras,
mandiri serta disiplin dalam
menjalankan tugas piket
kebersihan dapur merupakan
wujud dari nilai anti korupsi.

3 Membuat dan 1. Meminta saran dan 1. Rekapan Akuntabilitas: Membuat lingkungan Kegiatan penyediaan
mengusulkan pendapat kepada peralatan Tanggung jawab dalam dapur menjadi bersih dan peningkatan
pimpinan mengenai kebersihan penyedian sarana pendukung dan sehat demi peralatan penunjang
Penyediaan penyedian peralatan dapur yang kebersihan, rensponsibilitas terciptanya kebersihan berkaitan
dan kebersihan yang akan di beli. terhadap peralatan kebersihan penyediaan makanan dengan nilai PASTI,
peningkatan akan di beli. 2. Tersedia yang belum optimal merupakan yang bersih, sehat yakni:
2. Membuat Daftar peralatan wujud nilai anti korupsi. dan higienis bagi Profesional dalam
peralatan
inventarisir peralatan kebersihan : WBP, hal ini pengadaan peralatan

35
penunjang kebersihan dapur  Sapu Nasionalisme: merupakan kebersihan, akuntabel
kebersihan yang akan di beli  Kain pel Salah satu bentuk Cinta tanah penerapan Visi dalam meletakkan dan
seperti : ember, sapu,  Ember air dengan rela berkorban “Mewujudkan menata peraaltan
Kain Pel, Pembersih  Sabun cuci materi dan waktu untuk Lembaga kebersihan, sinergis
lantai, sabun pencuci tangan pemenuhan kebutuhan instansi Pemasyarakatan dengan WBP dalam
tangan, sabun  Sabun cuci kerja yang bersih, Sehat, rangka pemeliharaan,
pencuci piring, dll piring Kondusif, tertib, dan transparan dalam
3. Penataan peralatan  Sikat Etika publik: transparan dengan pengadaan dan
kebersihan dapur Wajan Dalam kegiatan penyedian alat dukungan petugas penggunaan dana dan
4. Pemeliharaan  Sikat piring kebersihan ini terkait nilai etika yang berintegritas inovatif dalam
peralatan kebersihan public yakni Mengutamakan dan berkompeten penyediaan alat
 Pembersih
yg sudah ada. pencapaian hasil dan dalam pembinaan kebersihan yang akan di
lantai
mendorong kinerja pegawai WBP”, serta Misi beli.
3. Foto /
dan oragnisasi, serta bekerja organisasi :
dokumentasi
sama tanpa membedakan Mendayagunakan
kepentingan. sumber daya
manusia petugas
Komitmen mutu: dengan kemampuan
Penyedian dan peningkatan penguasaan tugas
sarana kebersihan merupakan yang tinggi dan
bentuk perwujudan dari nilai inovatif serta
komitmen mutu yakni berakhlak mulia
:Tanggap, Cermat, Melakukan
yang terbaik serta Kerjasama

36
Anti korupsi:
Jujur dalam pelaporan
penggunaan keuangan,
Mandiri dalam kegiatan
penyediaan perlengkapan
kebersihan serta cepat dan
tepat dalam penyediaan
peralatan kebersihan.

4 Membuat dan 1. Meminta saran dan 1. Data Akuntabilitas: Penyediaan Pakaian Kegiatan ini
Mengusulkan pendapata terlebih rekapan Bertanggung jawab melakukan khusus untuk berkontribusi langsung
dahulu dengan jumlah dan penyediaan pakaian khusus memasak bagi juru kepada pencapaian nilai-
dan Pakaian
pimpinan, mentor dan jenis item untuk memasak, memimpin masak di dapur nilai organisasi yang
khusus untuk kepala dapur yang akan pembagian pakaian kepada merupakan profesional, akuntabel,
memasak mengenai pakain dibeli terkait juru masak secara adil. perwujudan Visi dan sinergis, transfaran dan
yang akan dibuat pakaian Misi “Mewujudkan inovatif.
bagi juru
untuk juru masak di khusus Nasionalisme: Lembaga Kegiatan ini mencakup
masak di dapur. memasak. Adil dalam pembagian pakaian Pemasyarakatan beberapa nilai organisasi
dapur 2. Merencanakan dan 2. Baju dan kepada juru masak di dapur yang bersih, Sehat, diantaranya akuntabel
menginventarisir celemek merupakan wujud nilai Kondusif, tertib, dan dan bertanggung jawab
jumlah dan item untuk nasionalisme. transparan dengan dalam pelayanan sarana
penyedian pakaian memasak dukungan petugas pakaian memasak, serta
untuk memasak yang 3. Topi penutup Etika Publik: yang berintegritas inovatif ,mempunyai
akan di ajukan. kepala Melaksanakan pengawasan dan berkompeten inisiatif untuk

37
3. penyediaan pakaian 4. Sarung pembagian pakaian dengan dalam pembinaan penyediaan pakaian
khusus untuk tangan untuk disiplin dan cermat serta tanpa WBP“. khusus untuk memasak
memasak memasak tekanan. agar pemenuhan
4. Menerapkan budaya 5. Foto/ Komitmen mutu: makanan yang sehat,
memakai pakaian dokumentasi Efektif dan efisien dana dalam bersih dan layak dapat
khusus memasak yg kegiatan penyediaan pakaian khusus tercapai.
telah ada setiap untuk memasak, pemilihan
kegiatan memasak. bahan pakaian yang
berkualitas, merupakan wujud
dari nilai komitmen mutu.

Anti korupsi:
Transparan dalam penyediaan
pakaian khusus untuk
memasak, baik dari segi harga,
jumlah maupun kualitas.

5 Memperbaiki
lemari 1. Meminta saran dan 1. Lemari yg Akuntabilitas: Lingkungan yang profesional dalam
penyimpanan pendapat terlebih sudah di Bertanggung jawab melakukan sehat dan bersih pekerjaan,
bahan dahulu dengan perbaiki perbaikan lemari penyimpanan disekitar lingkungan akuntabilitas dalam
makanan pimpinan, mentor dan 2. Foto / makanan sampai selesai dapur Lapas, bertugas, sinergis
kepala dapur dokumentasi merupakan wujud akuntabilitas mencapai visi dengan anggota jaga.
mengenai kegiatan kegiatan terhadap kegiatan. organisasi yang Hal ini berkontribusi
perbaikan lemari mengharapkan langsung terhadap nilai

38
penyimpanan bahan Nasionalisme: terciptanya organisasi yaitu PASTI.
makanan. Rela bekorban materi, tenaga, lingkungan bersih
2. Merenovasi dan pikiran dan waktu untuk dan sehat.
memperbaiki lemari memperbaiki dan merenovasi Mewujudkan
penyimpanan bahan lemari penyimpanan makanan lembaga
makanan demi kemajuan organisasi pemasyarakatan
3. Pengecatan dan merupakan perwujudan dari yang bersih , Sehat ,
finishing lemari yang nilai nasionalisme. Kondusif, tertib , dan
telah di perbaiki. transfaran dengan
4. Menata posisi lemari Etika Publik: dukungan petugas
agar lebih mudah Melaksanakan pembuatan yang berintegritas
dalam penyimpanan pengawasan renovasi lemari dan berkompeten
makanan, lebih disiplin, sopan santun dan dalam pembinaan
efektif dan efisien. cermat serta tanpa tekanan WBP, merupakan visi
merupakan wujud nilai etika yang ada di Lapas
publik. Kelas IIA Tanjung
Raja dan berkaitan
Komitmen mutu: langsung dengan
Efektif dan efisien dana dalam kegiatan ini.
renovasi lemari penyimpanan
makanan dengan hasil yg
berkualitas bagus merupakan
wujud dari nilai komitmen mutu.

Anti korupsi:
Transparan dalam pembuatan

39
dan renovasi lemari baik dari
segi harga, jumlah maupun
kualitas adalah bentuk nilai anti
korupsi.

6 Mengusulkan
penambah 1. Meminta saran dan 1. Bola lampu Akuntabilitas: Mewujudkan profesional dalam
pendapat terlebih putih Bertanggung jawab melakukan lembaga pekerjaan,
sistem
dahulu dengan 2. Kabel perbaikan lampu dapur yang pemasyarakatan akuntabilitas dalam
penerangan pimpinan, mentor dan 3. Colokan sudah mati sampai selesai. yang bersih , Sehat , bertugas, sinergis
di lingkungan kepala dapur /terminal Kondusif, tertib , dan dengan anggota jaga.
mengenai kegiatan listrik Nasionalisme: transfaran dengan Hal ini berkontribusi
dapur
perbaikan sistem 4. Foto / Rela bekorban materi, tenaga, dukungan petugas langsung terhadap nilai
penerangan di dokumentasi pikiran dan waktu untuk yang berintegritas organisasi yaitu PASTI
lingkungan dapur. kegiatan memperbaiki system dan berkompeten
2. Menginventarisir jalur penerangan di dapur demi dalam pembinaan
kelistrikan / kemajuan organisasi WBP, merupakan visi
penerangan lampu di merupakan perwujudan dari yang ada di Lapas
dapur nilai nasionalisme. Kelas IIA Tanjung
3. Menginventarisir jenis Raja dan berkaitan
kerusakan jalur / Etika Publik: langsung dengan
penerangan lampu di Melaksanakan penggantian kegiatan ini.
dapur bola lampu yang mati dengan
4. Menginventarisir prinsip cermat n wujud nilai
lampu penerangan etika publik.

40
yang akan di ganti Komitmen mutu:
5. Mengusulkan Berupaya untuk menerapkan
penambahan lampu perbaikan terus menerus demi
penerangan di dapur. peningkatan fasilitas
6. Mengganti lampu penerangan dapur merupakan
dapur yang mati wujud dari nilai komitmen mutu.
7. Menambah lokasi Anti korupsi:
lampu baru agar Transparan perbaikan dan
penerangan di dapur penggantian lampu baik dari
lebih maksimal segi harga, jumlah maupun
8. Mengganti bola kualitas adalah bentuk nilai anti
lampu kuning dengan korupsi.
bola lampu putih

7 Sosialisasi 1. Melakukan sosialisasi 1. Print out Akuntabilitas: Kegiatan sosialisasi Kegiatan ini
dan dan internalisasi Materi Bertanggung jawab dan
dan internalisasi berkontribusi langsung
internalisasi tentang kebersihan sosialisasi berintegritas tinggi dalam budaya kebersihan dengan Profesional
budaya secara umum kepada tentang penyampaian dan penerimaan berkaitan dengan dalam pengawasan
kebersihan juru masak kebersihan materi sosialisasi merupakan salah satu misi kebersihan lingkungan
kepada para 2. Sosialisasi nilai-nilai 2. Foto wujud nilai akuntabilitas. organsasi yaitu dapur pada khususnya
juru masak di budaya kebersihan kegiatan Melaksanakan tugas dan lingkungan lapas
dapur. yang terkandung di 3. Daftar hadir Nasionalisme: fungsi pada umumnya, hal ini
dalam spanduk/baner peserta Meningkatkan rasa kepedulian pemasyarakatan sesuai dengan nilai
yang di pasang 4. Video terhadap kebersihan dalam rangka akuntabilitas dan

41
kepada juru masak di kebersihan lingkungan dapur dan Lapas, pemenuhan sinergi dalam nilai
dapur. dapur Lapas nilai rela bekorban demi kebutuhan makanan PASTI
3. Melakukan sosialisasi terbaik memajukan kesejahteraan yang bersih dan
dan internalisasi 5. Spanduk/ban WBP terkait penyediaan sehat kepada WBP.
budaya kebersihan di er/standar makanan yang bersih dan
dapur minimum sehat. Terwujudnya
4. Melakukan sosialisasi kebersihan lingkungan dapur
dan internalisasi dapur Etika Publik: yang sehat secara
tentang pentingnya Sopan, santun serta ramah langsung
menjaga kebersihan dalam penyampaian materi mengarahkan
sebelum memasak sosialisasi dan internalisasi tercapainya visi
makanan budaya kebersihan kepada juru Lapas Kelas IIA
5. Melakukan sosialisasi masak di dapur, Merupakan Tanjung Raja.
dan internalisasi wujud nilai etika publik.
contoh-contoh
kegiatan dalam Komitmen Mutu:
menjaga kebersihan.  Pelaksanakan sosialisasi
6. Melakukan sosialisasi dan internalisasi
dampak positif dan merupakan wujud dari nilai
negatif pentingnya menerima pembaharuan
menajaga kebersihan dalam nilai komitmen mutu
dalam memasak  Pembuatan dan sosialisasi
makanan standar minimum
7. Membuat dan kebersihan merupakan
mensosialisasikan wujud dari nilai sesuai
standar minimum

42
kebersihan dapur. dengan Standar
8. Pemutaran video operasional prosedur.
terkait dapur Lapas  Efektif dan efisien kegiatan
yang menjuarai sehingga mudah di pahami
lomba kebersihan oleh juru masak di dapur
dapur Lapas. Anti korupsi:
 Bagi WBP: Jujur dalam
menjalankan hasil
sosialisasi merupakan
wujud nilai anti korupsi
 Bagi penulis : bertanggung
jawab terhadap kegiatan
yang dilakukan.

8 Melaksanakan 1. Meminta saran dan 1. Dokumen / Akuntabilitas: Kegiatan Kegiatan ini


kontrol dan pendapat kepada surat  Bertanggung jawab dan pengawasan piket berkontribusi langsung
pengawasan atasan, Kasi binadik persetujuan berintegritas tinggi dalam kebersihan dan dengan Profesional
kegiatan piket (mentor), Ka. KPLP penyusunan penyampaian ide kepada pengawasan bahan dalam pengawasan
kebersihan untuk membuat jadwal pimpinan mengenai makanan yang akan kebersihan serta
lingkungan rencana jadwal piket petugas penyusunan jadwal piket di masak berkaitan pengawasan bahan
dapur, serta petugas control pengawasan pengawasan kebersihan dengan salah satu makanan yang akan di
pengawasan kebersihan dapur. piket dapur. misi organsasi yaitu masak lingkungan dapur
dan seleksi 2. Membuat jadwal kebersihan  Pelaksanaan pengawasan Melaksanakan tugas pada khususnya dan
bahan kegiatan piket dapur terhadap makanan yang fungsi lingkungan lapas pada
makanan petugas kontrol 2. Jadwal pemasyarakatan umumnya, hal ini sesuai

43
yang akan di kebersihan dapur petugas akan di masak baik dari dalam rangka dengan nilai
masak serta pengawasan piket segi kualitas, kuantitas pemenuhan akuntabilitas dan
dan seleksi bahan kebersihan maupun jenis merupakan kebutuhan makanan sinergi dalam nilai
makanan yang akan dan wujud dari nilaiyang bersih dan PASTI
di masak pengawasan akuntabilitas dan tanggung sehat kepada WBP.
3. Mensosialisasikan bahan jawab terhadap kualitas Terwujudnya
jadwal piket tersebut makanan dan kuantitas secara tepat lingkungan dapur
kepada petugas yang yang akan di ,akurat sesuai dengan yang sehat secara
bersangkutan masak. SOP. langsung
4. Pelaksanaan 3. Foto / mengarahkan
pengwasan piket dokumentasi tercapainya visi
kebersihan dapur kegiatan. Nasionalisme: Lapas Kelas IIA
5. Pelaksanaan Meningkatkan rasa kepedulian Tanjung Raja.
pengawasan dan terhadap kebersihan
seleksi bahan lingkungan dapur dan Lapas,
makanan yang akan nilai rela bekorban demi
di masak, baik dari memajukan kesejahteraan
kualitas, jenis, WBP terkait penyediaan
kuatntitas dll. makanan yang bersih dan
6. Membuat laporan sehat.
kegiatan piket
pengawasan Etika Publik:
kebersihan dapur Sopan, santun serta ramah
dalam pengawasan piket
kebersihan dapur serta
penyeleksian bahan makanan

44
wujud dari nilai etika publik.

Komitmen Mutu:
 Pelaksanakan pengawasan
piket kebersihan
merupakan wujud dari
komitmen mutu dalam
rangka mewujudkan
lingkungan dapur yang
lebih bersih, rapi dan lebih
higienis dari sebelumnya.
 Pelaksanaan pengawasan
terhadap makanan yang
akan di masak baik dari
segi kualitas, kuantitas
maupun jenis merupakan
wujud dari nilai komitmen
mutu.
 Efektif dan efisien dalam
kegiatan pengawasan
sehingga lingkungan dapur
tetap bersih.

45
Anti korupsi:
 Bagi WBP: Jujur dan
bertanggung jawab dalam
menjalankan tugas piket
merupakan wujud nilai anti
korupsi
 Bagi petugas : bertanggung
jawab terhadap jadwal piket
yang telah dilakukan
merupakan wujud dari nilai
anti korupsi.
 Pelaksanaan pengawasan
terhadap makanan yang
akan di masak baik dari
segi kualitas, kuantitas
maupun jenis merupakan
wujud dari anti korupsi
dalam penyediaan bahan
makanan.

46
G. JADWAL KEGIATAN
Bulan
No Kegiatan
Agustus September Oktober
I II III IV I II III IV I II III IV
Membuat Baner / Spanduk bertemakan
1.
kebersihan.

2. Membuat jadwal piket kebersihan dapur


Membuat Usulan dan mengajukan
3. Penyediaan dan peningkatan peralatan
penunjang kebersihan
Membuat usulan dan mengajukan
4. Pakaian khusus untuk memasak bagi
juru masak di dapur
Memperbaiki Rak penyimpanan bahan
5.
makan
Menambah sistem penerangan di
6.
lingkungan dapur.
Sosialisasi dan internalisasi budaya
7 kebersihan kepada para juru masak di
dapur.

47
Melaksanakan kontrol dan
pengawasan kegiatan piket
8 kebersihan lingkungan dapur, serta
pengwasan dan seleksi bahan
makanan yang akan di masak
Tabel 6. Jadwal Kegiatan
Keterangan :

Pelaksanaan Jadwal Kegiatan ini disesuaikan dengan jadwal habituasi Pelatihan Dasar CPNS Gol. II
Kemenkumham RITahun 2018 (off campus) yaitu mulai tanggal 01 Agustus s.d. 06 Nopember 2018.

48
H. KENDALA DAN ANTISIPASI

No. Kendala Antisipasi


1
Dana dalam melakukan setiap 1. Mengajukan proposal ke
kegiatan bendahara atau atasan
2. Menyiapkan dana sendiri
2 Insfrastruktur yang belum Berkonsultasi dengan Kasi
memadai untuk mendukung setiap Binadik selaku mentor, Ka.
kegiatan KPLP, Kasubag
Perencanaan, Kas IT,
petugas dapur serta regu
pengamanan dan penjaga
rangka Mempersiapkan
sarana dan prasarana
pendukung kegiatan
habituasi di Lapas dengan
mengoptimalkan sumber
3 Pengawasan kegiatan piket dan Senantiasa
daya yang ada. berkonsultasi
kontrol dalam menjaga kebersihan dengan Kalapas, Ka. KPLP
lingkungan dapur. Kasi Binadik selaku mentor
serta petugas jaga dalam
melakukan kontrol dan
pengawasan kebersihan
lingkungan dapur

Tabel 7 . Kendala kegiatan

49
DAFTAR PUSTAKA

Undang-undang ASN No 5 Tahun 2014

Undang-undang Pemasyarakatan No 12 Tahun 1995

Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI nomor 38 dan 39


tahun 2014 tentang pedoman penyelenggaraan prajabatan golongan I, II dan
golongan III.

50
BIODATA

NAMA : SOBRIADI

NIP : 19900102 201712 1 002

TEMPAT TANGGAL LAHIR : MUSI BANYUASIN / 02 JANUARI 1990

PENDIDIKAN TERAKHIR : SMA

NOMOR HP : 0822 8048 2464

0813 6747 0021

51