Anda di halaman 1dari 30

MODUL 2 KB 1:

DAR 2/Profesional/184/005/2018

PENDALAMAN MATERI
FISIKA

MODUL 2 KB 1:
USAHA DAN ENERGI

Penulis : Dwi Nugraheni Rositawati, M.Si

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

2018
DAFTAR ISI

A. Pendahuluan ..................................................................................................... 1
B. Capaian pembelajaran ...................................................................................... 2
C. Sub Capaian Pembelajaran .............................................................................. 2
D. Uraian Materi ................................................................................................... 2
1. Pengertian Usaha .......................................................................................... 2
2. Teorema Usaha-Energi................................................................................. 6
3. Usaha yang dilakukan oleh gaya yang berubah ........................................... 9
4. Gerak di dalam medan konservatif ............................................................ 13
5. Kekekalan energi mekanik di dalam medan konservatif ........................... 18
6. Teorema usaha energi umum ..................................................................... 22
7. Hukum kekekalan energi............................................................................ 23
8. Daya ........................................................................................................... 24
E. Tugas………………………………………………………………………...25
F. Rangkuman .................................................................................................... 26
G. Daftar pustaka ................................................................................................ 27
H. Soal Tes formatif ........................................................................................... 28

- iv -
-v-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

A. Pendahuluan

Modul ini berkontribusi dalam pemenuhan capaian pembelajaran yaitu


menguasai konsep-konsep, hukum-hukum dan teori-teori fisika serta
penerapannya secara khusus meliputi materi usaha dan energi. Materi yang
terdapat pada modul ini adalah pengertian usaha, usaha oleh gaya konstan dan
gaya berubah, teorema usaha energi, gerak di dalam medan konservatif,
kekekalan energi mekanik di dalam medan konservatif, teorema usaha energi
umum, Hukum kekekalan energi dan daya. Pemenuhan capaian pembelajaran
ditempuh melalui proses pembelajaran mandiri. Materi pada modul ini
merupakan kelanjutan dari modul-modul sebelumnya terutama terkait dengan
materi Hukum Newton. Setelah mempelajari materi pada modul ini diharapkan
peserta memperoleh konsep-konsep mendasar yang dapat digunakan untuk
mempelajari materi-materi Fisika seperti materi tumbukan, gerak rotasi, fluida,
gerak harmonik sederhana, termodinamika.

Diharapkan selama mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta mengikuti


petunjuk belajar sebagai berikut:
1. Peserta memahami capaian pembelajaran dan sub capaian pembelajaran
modul.
2. Peserta mempelajari materinya secara mendalam terkait dengan konsep-
konsep, gambar, grafik, dan animasi/video pembelajaran supaya
pemenuhan capaian pembelajaran modul tidak hanya secara konseptual
tetapi juga secara analisis. Setelah itu, peserta mengerjakan soal-soal yang
meliputi Soal Tes Formatif.
3. Umpan balik dari soal-soal yang sudah dikerjakan dapat diketahui dari
Kunci Jawaban Tes Formatif yang tersedia di bagian akhir modul.

-1-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

B. Capaian pembelajaran

Menguasai konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori fisika serta


penerapannya yang meliputi materi usaha dan energi.

C. Sub Capaian Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini diharapkan peserta dapat :


a. memahami pengertian usaha, energi dan Hukum kekekalan energi.
b. menurunkan teorema usaha dan energi serta Hukum kekekalan energi.
c. menemukan besaran atau makna fisis gerak benda berdasarkan hubungan
usaha dengan energi potensial atau kinetik.
d. menjelaskan dan memiliki kemampuan menganalis hubungan antara gerak
dan gaya yang menyebabkannya yaitu dengan menelaah gerak benda secara
multirepresentasi berdasarkan hukum kekekalan energi.
e. memahami makna Hukum Kekekalan energi dan menjelaskan gejala alam
yang berkaitan dengannya.

D. Uraian Materi

Selamat pagi/ siang/ sore/ malam Bapak/ Ibu semuanya, semoga hari ini Bapak/ Ibu
senantiasa dalam keadaan sehat. Hari ini kita akan mulai mempelajari materi Usaha
dan energi yang merupakan kelanjutan dari materi Hukum-hukum Newton. Materi
Usaha dan energi yang akan dipelajari meliputi Pengertian Usaha, Teorema Usaha
Energi, Usaha yang dilakukan oleh gaya yang berubah, Gerak di dalam medan
konservatif, Kekekalan Energi Mekanik di dalam medan konservatif, Teorema
Usaha Energi umum, Hukum Kekekalan Energi dan Daya.

1. Pengertian Usaha

Dalam kehidupan sehari-hari, usaha merupakan segala sesuatu yang dilakukan


oleh manusia. Sedangkan dalam pengertian fisika, usaha mempunyai pengertian
yang sungguh berbeda dengan usaha dalam kehidupan sehari-hari.

-2-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Perhatikan Gambar 1.1 berikut.

Gambar 1.1. Gaya konstan mempengaruhi gerak suatu benda

Pada Gambar 1.1 dapat dilihat bahwa orang tersebut hendak memindahkan
kotak sejauh s dengan cara menarik kotak tersebut. Bagaimana usaha yang
dilakukan pada kotak oleh gaya yang diberikan orang tersebut dapat
dinyatakan?

Suatu gaya konstan 𝐹⃗ yang membentuk sudut 𝜃 dengan perpindahannya yang


dikerjakan pada benda sehingga benda mengalami perpindahan 𝑠⃗ dapat
digambarkan seperti Gambar 1.2 di bawah ini

Gambar 1.2. Gaya ⃗𝑭⃗ membentuk sudut 𝜽 dengan perpindahan⃗⃗⃗


𝒔 pada suatu benda.

Usaha yang dilakukan pada suatu benda oleh gaya konstan 𝐹⃗ yang membentuk
sudut 𝜃 dengan perpindahannya sehingga benda mengalami perpindahan
𝑠⃗ dapat dinyatakan sebagai perkalian titik (dot) gaya tersebut dengan
perpindahannya sesuai dengan persamaan (1.1) di bawah ini

-3-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

𝑊 = 𝐹⃗ ∙ 𝑠⃗ (1.1)

𝑊 = |𝐹⃗ ||𝑠⃗| cos 𝜃

𝑊 = 𝐹𝑐𝑜𝑠 𝜃𝑠 = 𝐹𝑥 𝑠 (1.2)

𝐹𝑥 merupakan komponen gaya yang searah dengan perpindahannya yang


besarnya adalah 𝐹𝑐𝑜𝑠 𝜃. Sehingga dari penjabaran di atas, dapat dikatakan juga
bahwa usaha merupakan perkalian komponen gaya yang searah perpindahannya
dengan besar perpindahannya. Karena usaha merupakan hasil perkalian dot dua
buah vektor maka usaha merupakan besaran skalar.

Apabila suatu benda dipengaruhi gaya 𝐹⃗ yang membentuk sudut 𝜃 dengan


perpindahannya sehingga bergerak dengan perpindahan 𝑠⃗ pada suatu bidang
datar yang kasar maka usaha total dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan
seluruh komponen usaha dari semua gaya yang bekerja pada benda tersebut.

Perhatikan video 1.1.berikut ini:

Video 1.1. Usaha oleh gaya ⃗𝑭⃗ yang membentuk sudut 𝜽 pada suatu bidang datar yang kasar

Usaha yang dilakukan oleh gaya konstan dapat digambarkan secara grafik
sebagai luasan daerah di bawah kurva Fx versus x seperti dapat dilihat pada
gambar 1.3 di bawah ini

-4-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Fx

x1 x1 x

Gambar 1.3. Grafik Fx versus x sepanjang perpindahan Δx = x2 – x1

Satuan usaha diperoleh dari penurunan satuan gaya dan satuan perpindahan.
Sehingga diperoleh satuan usaha (SI) adalah joule (disingkat J) yang diperoleh
dari satuan gaya (newton) dan satuan perpindahan (meter)

1 J = 1 Nm

satuan usaha (cgs) adalah erg

1 erg = 1 dyne cm

Contoh soal:

Sebuah gaya 100 N dikerjakan pada sebuah kotak membentuk sudut 30° dengan
horisontal. Tentukanlah usaha yang dilakukan oleh gaya itu jika kotak bergerak
sejauh 3m?

Jawab:
𝐹⃗𝑁 𝐹⃗𝑁

Gambar 1.4. Gaya 100 N yang membentuk sudut 30 ° terhadap horizontal


dikerjakan pada sebuah kotak

-5-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Kerja total yang dilakukan gaya tersebut dapat ditentukan sebagai berikut:

𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑊𝑁 + 𝑊𝐵 + 𝑊𝑘

𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 0 + 0 + 𝐹𝑐𝑜𝑠𝜃 𝑠

𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = (100𝑁) cos 30°(3𝑚) = 150√3𝐽

Jadi usaha total yang dilakukan gaya tersebut adalah 150√3𝐽.

2. Teorema Usaha-Energi

Akan diturunkan hubungan antara usaha dan energi. Apabila pada suatu benda
bekerja gaya 𝐹𝑥 yang merupakan gaya netto yang bekerja pada benda tersebut
maka sesuai Hukum Newton II

𝐹𝑥 = 𝑚𝑎

Karena 𝐹𝑥 konstan maka percepatan a juga konstan.

Jika karena pengaruh gaya tersebut, suatu benda yang bergerak dengan
percepatan a mempunyai kelajuan awal v0 dan kelajuan akhir vt sehingga benda
berpindah sejauh s maka

𝑣𝑡2 = 𝑣02 + 2 𝑎𝑠

1
𝑎𝑠 = 2 ( 𝑣𝑡2 −𝑣02 ) (2.1)

Usaha total yang dilakukan oleh gaya netto adalah

𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝐹⃗ . 𝑠⃗ = 𝐹𝑥 𝑠 = 𝑚𝑎𝑠

1 1 1
𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑚 [ ( 𝑣𝑡2 −𝑣02 )] = 𝑚𝑣𝑡2 − 𝑚𝑣02 = 𝐾𝑡 − 𝐾0
2 2 2

𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = ∆𝐾 (2.2)

Persamaan (2.2) menyatakan usaha total sama dengan perubahan energi kinetik
dan biasanya disebut sebagai persamaan Teorema Usaha Energi. Apabila

-6-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

1
bendanya diam (v = 0) maka besaran 2 𝑚𝑣 2 tidak mempunyai nilai, sebaliknya
1
ketika benda bergerak, besaran 𝑚𝑣 2 akan mempunyai nilai sehingga disebut
2

sebagai energi kinetik atau energi gerak karena mempunyai nilai hanya ketika
benda bermassa m tersebut bergerak dengan kecepatan v. Energi kinetik
merupakan besaran skalar yang nilainya tergantung dari massa benda yang
bergerak dan kecepatan benda yang bergerak.

Contoh soal:

Sebuah benda bermassa 5 kg ditarik oleh seseorang sepanjang lantai dengan


gaya konstan sebesar 20 N yang membentuk sudut 60° dengan horisontal
sehingga benda tersebut berpindah sejauh 4 m. Lantai tersebut memberikan
gaya gesek sebesar 5 N.

Tentukanlah:

a. Usaha yang dilakukan oleh setiap gaya yang bekerja pada benda tersebut
b. Usaha total yang dilakukan pada benda tersebut
c. Kecepatan benda ketika berpindah 4 m apabila diketahui pada keadaan awal
benda tersebut diam.

Jawab:

Gambar 2.1. Gaya 20 N yang membentuk sudut 60 ° terhadap horizontal


dikerjakan pada sebuah kotak

-7-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Gaya – gaya yang bekerja pada benda tersebut adalah:


- Gaya tarik yang diberikan orang terhadap benda
- Gaya gesekan
- Gaya berat benda
- Gaya normal

Besarnya usaha yang dilakukan masing-masing gaya adalah sebagai


berikut:
Usaha yang dilakukan oleh gaya tarik orang terhadap benda
𝑊𝑇 = 𝐹 cos 𝜃 𝑠 = (20𝑁)(cos 60°)(4𝑚) = 40𝐽

Usaha yang dilakukan gaya gesek

𝑊𝑓𝑔 = 𝑓𝑔 cos 180° 𝑠 = (5𝑁)(−1)(4𝑚) = −20𝐽

Sudut antara perpindahan 𝑠⃗ dan gaya gesek 𝑓⃗𝑔 adalah 180° karena gaya
gesek menunjuk arah yang berlawanan dengan gerak benda sehingga usaha
yang dilakukan oleh gaya gesek pada benda bernilai negatif.

Usaha yang dilakukan gaya berat


𝑊𝐵 = 𝑚𝑔 (cos 90°) 𝑠 = 0

Usaha yang dilakukan gaya normal


𝑊𝑁 = 𝐹𝑁 (cos 90°) 𝑠 = 0

b. Usaha total yang dilakukan pada benda


𝑊𝑡𝑜𝑡 = 𝑊𝑇 + 𝑊𝑓𝑔 + 𝑊𝐵 + 𝑊𝑁

𝑊𝑡𝑜𝑡 = 40𝐽 + (−20𝐽) = 20𝐽

Jadi usaha total yang dilakukan pada benda adalah 20 J

-8-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

c. Kecepatan benda ketika berpindah 4 m apabila diketahui pada keadaan awal


benda tersebut diam dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan
1 1
𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑚𝑣𝑡2 − 𝑚𝑣02
2 2
Karena pada keadaan awal, benda tersebut diam maka v0 = 0
1
𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑚𝑣𝑡2
2

2𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑣𝑡 = √
𝑚

2(20𝐽)
𝑣𝑡 = √ = 2,82 𝑚/𝑠
5 𝑘𝑔

Jadi kecepatan benda ketika berpindah 4 m adalah 2,82 m/s.

3. Usaha yang dilakukan oleh gaya yang berubah

Apakah yang dimaksud sebagai gaya yang berubah?


Gaya yang berubah adalah gaya yang nilainya selalu berubah terhadap
perpindahannya. Contoh gaya yang berubah adalah gaya pegas. Gaya yang
berubah dapat digambarkan misalnya seperti grafik pada Gambar 3.1 di bawah
ini

Fx

x
x1 x2
Δxi

Gambar 3.1. Grafik Fx versus x

-9-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Bandingkan Gambar 1.3 dengan Gambar 3.1, apakah perbedaannya? Apakah


dapat dipahami pengertian gaya yang berubah itu?

Selanjutnya kita akan menurunkan usaha yang dilakukan oleh gaya yang
berubah:
usaha yang dilakukan oleh gaya yang berubah dapat ditentukan dengan cara
membagi daerah pada grafik menjadi bagian-bagian yang kecil. Masing-masing
bagian yang kecil tersebut dapat dianggap sebagai usaha yang dilakukan oleh
gaya Fx pada segmen Δx. Apabila segmen Δx dibuat lebih kecil lagi maka
jumlah usaha yang dilakukan oleh sekumpulan gaya konstan yang mendekati
gaya yang berubah tersebut diperoleh dengan menjumlahkan seluruh luasan
kecil dan diperoleh

𝑊 = lim ∑𝑖 𝐹𝑥 ∆𝑥𝑖 (3.1)


∆𝑥𝑖 →0

Usaha yang dilakukan gaya berubah yang bekerja pada suatu benda ketika
bergerak dari x1 ke x2 adalah
𝑥
𝑊 = ∫𝑥 2 𝐹𝑥 𝑑𝑥 (3.2)
1

Dimana hasilnya sama dengan luas daerah di bawah kurva Fx versus x.

Atau dapat dituliskan


𝑥
𝑊 = ∫𝑥 2 𝐹⃗ . 𝑑𝑥⃗ (3.3)
1

Supaya lebih jelas, perhatikan video 3.1 berikut:

Video 3.1. Usaha oleh gaya yang berubah

- 10 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Contoh soal:

Sebuah balok bermassa 4 kg berada di atas meja yang licin. Balok tersebut
diikatkan pada pegas horizontal yang memiliki konstanta pegas k = 400 N/m
dan terletak di sebelah kiri balok. Balok ditekan ke x1 = 5 cm.

Tentukanlah:

a. Usaha yang dilakukan pegas pada balok jika balok bergerak dari x1 sampai
pada titik kesetimbangan.
b. Kelajuan balok di titik kesetimbangan

Jawab:

a. Usaha yang dilakukan gaya pegas pada balok jika balok bergerak dari x1
sampai pada titik kesetimbangan dapat ditentukan dengan menggunakan:
i. metode grafik sebagai luasan daerah di bawah kurva 𝐹⃗ 𝑣𝑠 𝑥⃗
ii. metode yang menggunakan persamaan (3.3)

Berikut penjelasan dari masing-masing metode


i. metode grafik sebagai luasan daerah di bawah kurva 𝐹⃗ 𝑣𝑠 𝑥⃗

𝐹⃗

20 N
𝑥⃗

-5 cm

Gambar 3.2. Grafik 𝐹⃗ 𝑣𝑠 𝑥⃗

Usaha yang dilakukan pegas dapat ditentukan dengan menggunakan


metode grafik sebagai luasan daerah di bawah kurva 𝐹⃗ 𝑣𝑠 𝑥⃗, luasan
daerah yang dimaksud adalah sesuai dengan batas-batasnya seperti

- 11 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

pada Gambar 3.2 adalah merupakan luas segitiga . Luas segitiga


adalah setengah alas kali tinggi. Alas segitiga sama dengan 0,05 m
sedangkan tingginya adalah nilai gaya pada x1 sebagai berikut:

400𝑁
𝐹⃗ = −𝑘𝑥⃗ = − ( ) (−0,05 𝑚) = 20 𝑁
𝑚

Usaha yang dilakukan pegas adalah

1
𝑊= (0,05 𝑚)(20 𝑁) = 0,5 𝐽
2

Jadi dengan metode grafik dapat diketahui bahwa usaha yang


dilakukan pegas adalah 0,5 J.

ii. metode yang menggunakan persamaan (3.3)

Usaha yang dilakukan oleh gaya pegas dapat juga diketahui dengan
menggunakan persamaan (3.3) sebagai berikut:
𝑥2
𝑊 = ∫ 𝐹⃗ . 𝑑𝑥⃗
𝑥1

0
1 0
𝑊 = ∫ −𝑘𝑥𝑑𝑥 = −2𝑘𝑥 2 |
𝑥1
𝑥1

1
𝑊 = 2𝑘𝑥12

1
𝑊 = 2(400 𝑁⁄𝑚)(−0,05 𝑚)2 = 0,5𝐽
Jadi dengan metode yang menggunakan persamaan (3.3) dapat
diketahui bahwa usaha yang dilakukan pegas adalah 0,5 J. Hasilnya
sama dengan penyelesaian (i) diatas.

b. Kelajuan balok pada posisi kesetimbangan dapat ditentukan dengan


persamaan
1 1
𝑊= 𝑚𝑣𝑡2 − 𝑚𝑣02
2 2

- 12 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Karena kelajuan balok awal adalah 0 m/s maka


2𝑊
𝑣𝑡 = √ 𝑚

2(0.5𝐽)
𝑣𝑡 = √ 4 𝑘𝑔
= 0,5 𝑚/𝑠

Kelajuan balok pada posisi kesetimbangan adalah 0,5 m/s.

4. Gerak di dalam medan konservatif

Apakah yang disebut sebagai gerak di dalam medan konservatif itu? Bagaimana
gerak di dalam medan konservatif itu dapat terjadi?

Perhatikan video 4.1. berikut. Setelah melihat video 4.1 dan mempelajari uraian
materi gerak di dalam medan konservatif, temukan alasan kenapa gerak bandul
di dalam video ini merupakan gerak di dalam medan konservatif?

Video 4.1. Gerak dalam medan konservatif

Gerak di dalam medan konservatif dapat terjadi apabila gaya yang


menyebabkan terjadinya gerak merupakan gaya konservatif. Gaya konservatif
adalah gaya yang memenuhi sifat usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif
hanya bergantung pada posisi awal dan akhir benda dan tidak bergantung pada
lintasannya. Usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif sama dengan
pengurangan fungsi energi potensialnya.
𝑊 = ∫ 𝐹⃗ ∙ 𝑑𝑠⃗ = −∆𝑈 (4.1)

Energi potensial (U) suatu benda merupakan energi yang dimiliki benda
tersebut karena kedudukannya sehingga benda tersebut mampu melakukan
usaha dimana nilainya sama dengan usaha yang diperlukan untuk memindahkan

- 13 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

benda tersebut dari letak benda dimana energi potensialnya nol ke tempat
tersebut. Air terjun dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kincir air karena
ketika air bergerak terjun ke bawah, air tersebut melepaskan energi potensial
yang diubah menjadi energi kinetik sehingga dapat dipergunakan untuk
menggerakkan kincir.

Dari persamaan (4.1) dapat diketahui bahwa yang memiliki arti fisis adalah
perubahan energi potensial (∆𝑈) maka kita harus menentukan suatu titik yang
memiliki nilai energi potensialnya sama dengan nol.

∆𝑈 = 𝑈2 − 𝑈1 = −𝑊 = − ∫ 𝐹⃗ ∙ 𝑑𝑠⃗

Untuk perpindahan yang sangat kecil


𝑑𝑈 = −𝐹⃗ ∙ 𝑑𝑠⃗ (4.2)

Dari uraian di atas maka dapat dinyatakan bahwa usaha yang dilakukan gaya
konservatif bersifat:
1. Dapat selalu dinyatakan sebagai fungsi energi potensial
2. Bersifat reversibel (bolak balik)
3. Tidak tergantung pada lintasan benda dan hanya tergantung pada titik awal
dan titik akhir lintasan.
4. Ketika benda bergerak dalam lintasan tertutup, titik awal dan titik akhirnya
sama maka usaha totalnya adalah nol.

Contoh gaya konservatif

a. Gaya pada pegas


Suatu benda terikat pada ujung suatu pegas yang mempunyai konstanta
pegas k. Apabila benda ditarik dan kemudian dilepaskan maka benda akan
bergerak bolak balik di sekitar titik kesetimbangan. Berdasarkan Hukum III

- 14 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Newton, gaya yang diberikan pegas kepada benda yang kemudian disebut
sebagai gaya pemulih adalah
𝐹⃗ = −𝑘𝑥⃗ (4.3)

𝐹⃗

𝐹⃗ = −𝑘𝑥⃗
𝑥⃗

Gambar 4.1. Grafik 𝐹⃗ 𝑣𝑠 𝑥⃗

Usaha yang dilakukan gaya pegas


𝑥 𝑥
𝑊 = ∫𝑥 𝐹𝑑𝑥 = ∫0 −𝑘𝑥𝑑𝑥 = −12𝑘𝑥 2 (4.4)
0

Fungsi energi potensial

𝑑𝑈 = −𝐹⃗ ∙ 𝑑𝑠⃗ = −(−𝑘𝑥)𝑑𝑥 = 𝑘𝑥


𝑥
𝑈 = ∫𝑥 𝑘𝑥𝑑𝑥 = 12𝑘𝑥 2 +𝑈0 (4.5)
0

Titik x0 dipilih sebagai titik referensi dimana energi potensialnya nol (𝑈0 =
0) yang terjadi pada saat pegas tidak teregang. Sehingga diperoleh Energi
potensialnya memiliki nilai sebagai berikut:

1
𝑈 = 𝑘𝑥 2 (4.6)
2

- 15 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Gambar 4.2. Grafik U versus x

Ketika benda di ujung pegas ditarik searah sumbu x dan kemudian


dilepaskan, akan terjadi gerak bolak balik di sekitar titik kesetimbangan
yang dikenal sebagai gerak harmonik. Pada titik dimana ujung pegas ditarik,
energi potensialnya mempunyai nilai maksimum dan energi kinetiknya nol.
Ketika pegas dilepaskan, terjadi gerak dipercepat sampai pada titik
kesetimbangan. Energi potensial diubah menjadi energi kinetik. Setiap
pengurangan energi potensial akan menambah nilai energi kinetik sebesar
pengurangan energi potensial. Tetapi ketika pegas bergerak dari titik
kesetimbangan ke titik x terjadi gerak diperlambat. Energi kinetik benda
mengalami pengurangan dan diubah menjadi energi potensial. Setiap
pengurangan energi kinetik akan menambah nilai energi potensial sebesar
pengurangan energi kinetik. Jadi pada gerak pegas, energi kinetik dan energi
potensialnya berubah terhadap waktu (Jumlah total kedua energi tersebut
selalu konstan).

- 16 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

b. Gaya gravitasi bumi (gaya berat)


Suatu benda bermassa m yang berada dalam medan gravitasi homogen, gaya
gravitasinya dapat dinyatakan sebagai

𝐹𝑦 = −𝑚𝑔 (4.7)

Fy

Fy= - mg

Gambar 4.3. Grafik Fy vs y

Apabila benda bermassa m digerakkan dari permukaan tanah sampai dengan


ketinggian h maka
𝑑𝑈 = −𝐹⃗ ∙ 𝑑𝑦⃗ = −(−𝑚𝑔)𝑑𝑦 = 𝑚𝑔𝑑𝑦

𝑈 = − ∫0 −𝑚𝑔𝑑𝑦 = 𝑚𝑔ℎ − 𝑚𝑔(0) (4.8)

dimana di permukaan tanah, energi potensialnya sama dengan nol maka


energi potensialnya diperoleh sebagai
𝑈 = 𝑚𝑔ℎ (4.9)

- 17 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

U
U = mgh

Gambar 4.4. Grafik U versus y

Ketika benda dilempar ke atas, terjadi gerak diperlambat. Energi kinetik


benda mengalami pengurangan dan diubah menjadi energi potensial. Setiap
pengurangan energi kinetik akan menambah nilai energi potensial sebesar
pengurangan energi kinetik. Tetapi ketika benda bergerak ke bawah terjadi
gerak dipercepat. Energi potensial diubah menjadi energi kinetik. Setiap
pengurangan energi potensial akan menambah nilai energi kinetik sebesar
pengurangan energi potensial. Jadi pada gerak di dalam medan gravitasi,
energi kinetik dan energi potensialnya berubah terhadap waktu (Jumlah total
kedua energi tersebut selalu konstan).

5. Kekekalan energi mekanik di dalam medan konservatif

Apabila gaya yang mempengaruhi gerak benda di dalam suatu sistem hanyalah
gaya konservatif maka usaha yang dilakukan gaya tersebut sama dengan
pengurangan energi potensial dan juga sama dengan pertambahan energi kinetik
sistem dimana dapat dituliskan:

𝑊𝑡𝑜𝑡 = −∆𝑈 = ∆𝐾

∆𝐾 + ∆𝑈 = ∆(𝐾 + 𝑈) = 0

K+U = E = konstan (5.1)

K1 + U1 = K2 + U2 (5.2)

- 18 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Jadi apabila di dalam sistem hanya terdapat gaya konservatif saja maka energi
mekanik awal sama dengan energi mekanik akhir dimana energi mekanik (E)
merupakan jumlahan energi kinetik dan energi potensial. Energi mekanik tidak
berubah atau kekal. Persamaan (5.1) disebut Hukum Kekekalan Energi
Mekanik.

Pada contoh gaya konservatif (gaya pegas pada materi gerak di dalam medan
konservatif halaman 15) dapat diperoleh grafik hubungan antara energi
potensial dan energi kinetik versus x sebagai berikut:

Gambar 5.1. Grafik U, K versus x

Untuk lebih jelasnya, silakan pelajari kekekalan energi mekanik pada simulasi
yang terdapat pada link: http://phet.colorado.edu/sims/html/pendulum-
lab/latest/pendulum-lab_en berikut ini:

Simulasi 5.1. Kekekalan energi mekanik

- 19 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Contoh soal:

Sebuah bandul terdiri dari beban bermassa 0,1 kg yang diikatkan pada sebuah
tali yang panjangnya 2,55 m. Bandul ditarik ke samping sehingga memberikan
sudut 60° dengan vertikal dan dilepas dari keadaan diam.

Tentukanlah:

a. kelajuan v di dasar ayunan


b. tegangan tali di dasar ayunan apabila bandul dilepaskan dari Ɵ = 90°.

Jawab:

𝜃
𝐿 cos 𝜃
L

1
ℎ = 𝐿 − 𝐿 cos 𝜃
2

Gambar 5.2. Bandul yang ditarik membentuk sudut 𝜽 dengan vertical

a. Hukum kekekalan energi mekanik

K1 + U1 = K2 + U2

0 + 𝑚𝑔ℎ = 12𝑚𝑣22 + 0

𝑣2 = √2𝑔ℎ = √2𝑔(𝐿 − 𝐿𝑐𝑜𝑠𝜃)


𝑚
𝑣2 = √2(9,8 )(2,55 𝑚)(1 − cos 60 °)
𝑠2
𝑣2 = 5 𝑚/𝑠
Jadi kelajuan bandul di dasar ayunan adalah 5 m/s.

- 20 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

b. Tegangan tali di dasar ayunan apabila bandul dilepaskan dari Ɵ = 90° dapat
ditentukan dengan menggunakan Hukum II Newton. Gaya-gaya yang
bekerja pada bandul ketika bandul berada di dasar ayunan dapat
digambarkan sebagai berikut:

⃗⃗
𝑇

mg

Gambar 5.3. Gaya-gaya yang bekerja pada bandul di dasar ayunan

Berdasarkan Hukum II Newton dapat dituliskan:

∑ 𝐹 = 𝑚𝑎

𝑣2 𝑣2
𝑇 − 𝑚𝑔 = 𝑚
=𝑚
𝑅 𝐿
2𝑚𝑔𝐿(1 − cos 𝜃)
𝑇 − 𝑚𝑔 =
𝐿
𝑇 = 2𝑚𝑔(1 − cos 𝜃) + 𝑚𝑔

Apabila bandul dilepaskan dari 𝜃 = 90°, tegangan tali ketika bandul berada
di dasar ayunan dapat ditentukan sebagai berikut

𝑇 = 2𝑚𝑔(1 − cos 90°) + 𝑚𝑔


𝑇 = 2𝑚𝑔(1 − 0) + 𝑚𝑔
𝑚
𝑇 = 3𝑚𝑔 = 3(0,1 𝑘𝑔) (9,8 2 ) = 2,94 𝑁
𝑠
Jadi apabila bandul dilepaskan dari 𝜃 = 90°, maka tegangan tali ketika
bandul berada di dasar ayunan adalah 2,94 N atau nilainya sama dengan tiga
kali nilai gaya gravitasinya.

- 21 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

6. Teorema usaha energi umum

Apabila gaya yang bekerja di dalam suatu sistem merupakan gaya konservatif
dan gaya non konservatif maka energi mekanik total tidak konstan. Contoh gaya
tak konservatif adalah gaya gesek. Misalkan sistem dipengaruhi oleh gaya
takkonservatif dan gaya konservatif maka gaya netto yang bekerja adalah

𝐹⃗𝑛𝑒𝑡𝑡𝑜 = 𝐹⃗𝑛𝑐 + 𝐹⃗ (6.1)

Berdasarkan Teorema usaha energi yang menyatakan usaha total yang


dilakukan sama dengan perubahan energi kinetik maka

𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = ∫ 𝐹⃗𝑛𝑐 ∙ 𝑑𝑠⃗ + ∫ 𝐹⃗ ∙ 𝑑𝑠⃗

𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑊𝑛𝑐 + 𝑊 = ∆𝐾 (6.2)

Karena 𝑊 = −∆𝑈 maka

𝑊𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑊𝑛𝑐 + (−∆𝑈) = ∆𝐾 (6.3)

𝑊𝑛𝑐 = ∆𝐾 + ∆𝑈 = ∆𝐸 (6.4)

Dengan 𝐸 =𝐾+𝑈

Persamaan (6.4) disebut sebagai Teorema Usaha Energi Umum yang


menyatakan bahwa usaha yang dilakukan gaya non konservatif pada suatu
sistem sama dengan perubahan energi mekanik total sistem.

Contoh soal:

Sebuah kereta luncur bermassa 10 kg bergerak di atas salju dengan kelajuan


awal 2 m/s. Apabila diketahui koefisien gesekan antara kereta luncur dan salju
adalah 0,14. Keadaan akhir kereta luncur berhenti. Tentukanlah berapa jauh
kereta akan meluncur sebelum berhenti?

- 22 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Jawab:

Usaha oleh gaya non konservatif dapat ditentukan sebagai berikut:

𝑤𝑛𝑐 = 𝑓𝑘 cos 180° 𝑠


𝑚
𝑤𝑛𝑐 = 𝜇𝑘 𝑚𝑔(−1)𝑠 = (0,14)(10 𝑘𝑔) (9,8 2 ) (−1)𝑠 = −13,72 𝑠
𝑠
∆𝐸 = 𝐸2 − 𝐸1
1 1
∆𝐸 = 𝑚𝑣 2 +𝑚𝑔ℎ2
2 2
− (2𝑚𝑣12 +𝑚𝑔ℎ1 )
1 𝑚 2
∆𝐸 = − (10 𝑘𝑔) (2 ) = −20 𝐽
2 𝑠

Dengan menggunakan teorema usaha energi umum diperoleh

𝑤𝑛𝑐 = ∆𝐸
−13,72 𝑠 = −20 𝐽
𝑠 = 1,46 𝑚
Jadi kereta akan meluncur sejauh 1,46 m.

7. Hukum kekekalan energi

Selain energi kinetik dan energi potensial yang sudah dibicarakan di depan, di
alam terdapat jenis – jenis energi yang lain misalnya energi panas, energi kimia
dan lain-lain. Energi panas dapat dipahami sebagai energi kinetik dari molekul-
molekul yang membentuk suatu benda. Apabila benda dipanaskan, molekul-
molekul akan bergerak lebih cepat sehingga energi panasnya akan lebih besar
daripada benda yang dingin. Energi kimia merupakan energi potensial yang
tersimpan berdasarkan posisi relatif atom-atom di dalam molekul yang
disebabkan karena adanya ikatan kimia pada makanan dan bahan bakar.

Energi dapat diubah dari energi yang satu ke energi yang lain. Dari banyak
uraian di depan diperoleh pengertian bahwa perpindahan energi diiringi dengan
kerja, maka dapat dituliskan bahwa usaha dapat dilakukan apabila terdapat
energi yang dipindahkan dari satu keadaan ke keadaan yang lainnya atau dapat
dinyatakan juga bahwa energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha.

- 23 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Apabila suatu sistem mengalami perubahan keadaan maka akan terjadi


perubahan energi dalam sistem dimana energi dalam adalah energi yang
berkaitan dengan perubahan keadaan sistem. Kenaikan temperatur sebuah
benda menyebabkan kenaikan energi dalam sedangkan penurunan temperatur
akan menyebabkan penurunan energi dalam. Perubahan energi dalam dapat
dituliskan sebagai

∆𝑈𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 = −𝑊

𝐾1+ 𝐾2 − ∆𝑈𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 = 𝐾2+ 𝑈2

∆𝐾 + ∆𝑈 + ∆𝑈𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 = 0 (7.1)

Persamaan (7.1) disebut sebagai Hukum Kekekalan energi. Dalam suatu proses
yang terjadi pada suatu sistem, energi kinetik, energi potensial dan energi dalam
dapat mengalami perubahan semua. Tetapi jumlah dari semua perubahan
tersebut sama dengan nol. Jika terjadi penurunan suatu bentuk energi, maka
akan terjadi peningkatan bentuk energi yang lain sebesar nilai penurunan
energinya. Sehingga dapat dituliskan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan tetapi hanya dapat berubah bentuk saja. Sehingga dapat dituliskan
suatu pernyataan yang kemudian dikenal sebagai Hukum Kekekalan Energi
yaitu:

Energi total selalu tetap pada proses apapun. Energi dapat diubah
dari satu bentuk ke bentuk lainnya dan dapat dipindahkan dari satu
benda ke benda yang lainnya tetapi jumlah totalnya selalu tetap.

8. Daya

Usaha yang dilakukan gaya 𝐹⃗ untuk menggerakkan suatu benda sehingga


bergerak dengan kecepatan 𝑣⃗ dalam selang waktu yang singkat dt dan benda
mengalami perpindahan ds = v dt dapat dituliskan sebagai

𝑑𝑊 = 𝐹⃗ ∙ 𝑑𝑠⃗ = 𝐹⃗ ∙ 𝑣⃗dt (8.1)

- 24 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 5: Usaha Dan Energi

Daya atau laju usaha merupakan usaha yang dilakukan gaya 𝐹⃗ persatuan waktu
dan dinyatakan sebagai

𝑑𝑊 𝐹⃗ ∙𝑣
⃗⃗𝑑𝑡
𝑃= = = 𝐹⃗ ∙ 𝑣⃗ (8.2)
𝑑𝑡 𝑑𝑡

Satuan Daya (SI) adalah J/s atau disebut watt (W)

Satuan lainnya adalah daya kuda atau horsepower (hp) dimana

1 hp = 746 W

G. Daftar pustaka

a. Hugh D. Young & Roger A. Freedman. 2003. Fisika Universitas (1).


Terjemahan edisi ke 10. Jakarta: Erlangga
b. Giancoli, DC. 2001. Fisika. Edisi ke 5. Jakarta: Penerbit Erlangga
c. Allonso M. dan E.J. Finn, 1994. Dasar-dasar Fisika Universitas (1).
Terjemahan. Jakarta: Erlangga
d. Tippler, Paul A. 2001. Fisika Untuk Sains dan Teknik (1). Terjemahan edisi
ke 3. Jakarta: Erlangga

- 25 -