Anda di halaman 1dari 14

12/13/2018

KEBIJAKAN
e-PROCUREMENT
Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018
Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Disampaikan pada
Acara Bimtek Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sesuai Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 dan Pelatihan SPSE versi 4.3 di Kabupaten Gunung Kidul
tanggal 13 s.d. 14 Desember 2018

1
12/13/2018

4. Penyusunan RUP Barang/Jasa


1. Maksud dan tujuan adalah pada K/L/D/I untuk Tahun
memberikan informasi Anggaran berikutnya atau
dalam waktu yang cukup Tahun Anggaran yang akan
agar penyedia dapat datang, harus diselesaikan
ikutserta dan berkompetisi pada Tahun Anggaran yang
dalam memenuhi kebutuhan berjalan.
Pemerintah.
5. Anggaran yang akan diproses
2. Pengadaan B/J dimulai dari melalui pengadaan barang/jasa
perencanaan kebutuhan. HARUS dimuat dalam SiRUP.
3. PA menyusun dan 6. Paket-paket pekerjaan yang
menetapkan Rencana tidak diumumkan di SiRUP
Umum Pengadaan serta maka tidak dapat diproses
mengumumkan secara melalui sistem e-procurement
luas sekurang-kurangnya di (e-tendering, e-catalogue/e-
website K/L/D/I. purchasing).

2
12/13/2018

1. Pemahaman yang masih kurang sehingga


tidak semua paket pekerjaan diumumkan
dalam SiRUP.

2. Data yang disampaikan seringkali tidak


lengkap.

3. Pengisian SiRUP tidak dilakukan pada tahun


sebelumnya. Rata-rata pada bulan Maret
tahun anggaran bejalan untuk diproses pada
tahun anggaran berjalan.

4. Waktu pengumuman SiRUP kurang dari 24


jam.

Perpres Nomor 16 Tahun 2018

BAB X
PENGADAAN BARANG/JASA SECARA ELEKTRONIK

Bagian Kesatu
Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik

Pasal 69

(1) Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa dilakukan secara


elektronik menggunakan sistem informasi yang terdiri atas
Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan sistem
pendukung.
(2) LKPP mengembangkan SPSE dan sistem pendukung.

3
12/13/2018

Sistem e-Procurement Nasional


(Dikelola oleh LKPP)
LKPP)

Perencanaan SiRUP
Sistem Informasi
Rencana Umum Pengadaan
e-Lelang
e-Tendering Monev
e-Procurement
e-Seleksi Online
NASIONAL Pemilihan e-Kontrak PBJP
Management
e-Purchasing e-Katalog =

Lelang cepat SISMON


Inovasi
SIKaP TEPRA
Sistem Informasi
Kinerja Penyedia

TANTANGAN & SOLUSI

UMUM : INTEGRATED
1. Korupsi di PBJ; PROCUREMENT
2. Industri dan Produk
dalam Negeri belum
SYSTEM :
menguasai pasar;
3. UMKM belum banyak 1. Sistem Informasi
berperan; Rencana Pengadaan
(SiRUP).
KHUSUS PBJ: 2. e-Tendering
1. Proses yang harus 3. e-Catalogue/e-
lebih efisien, cepat, Purchasing.
transparan. 4. e-Pengadaan Langsung;
2. Market correction
5. e-Swakelola
(akses, kompetisi, harga).
3. Penghematan 6. e-Contract
keuangan negara Management.
melalui PBJ. 7. e-Monev.

4
12/13/2018

TRANSFORMASI
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

No. Isu Paradigma Lama Paradigma Baru


1 Jumlah paket pengadaan Banyak paket Jumlah paket yang lebih
sedikit
(Konsolidasi)
2 Harga Tidak sama dengan Sama dengan harga
harga pasar pasar
3 Proses PBJ Panjang, rumit Cepat, sederhana
4 Kontrak PBJ (rata-rata) 1 tahun Dapat lebih dari 1
tahun.
5 Metoda Manual, semi elektronik Integrated
Elektronik
Procurement
6 Ruang lingkup Proses pengadaan, Procurement to Pay
Kontrak Management (Procurement, Contract
Management, Payment)

Budgeting--Procurement-
Budgeting Procurement-Payment
Integrated System

5
12/13/2018

Perlem LKPP No. 9 Tahun 2018

Persiapan Pemilihan Penyedia


Pokja Pemilihan
menetapkan
metode
pemilihan
Penyedia
dengan
memperhatikan
Dokumen Review Menetapkan Metode
Pemilihan, evaluasi
jenis
Persiapan UKPBJ/PP
dan cara barang/jasa,
penyampaian
Spesifikasi
Teknis/KAK dan
kompleksitas
pekerjaan, Pagu
Anggaran/HPS,
rancangan
kontrak, hasil
Dokumen Menyusun Dokumen Jadwal
Pemilihan Pemilihan
analisis pasar
Pemilihan
dan/atau hasil
KONSOLIDASI

Perlem LKPP No. 9 Tahun 2018

Tender Tender merupakan metode


Menetapkan Metode
Pemilihan, evaluasi
dan cara E-Purchasing
pemilihan terakhir apabila
penyampaian
E- Purchasing,
Dengan menggunakan Katalog
Sektoral, Katalog Daerah,
Pengadaan Langsung,
ataupun Katalog Nasional Penunjukan Langsung, dan
Tender Cepat tidak sesuai
Pengadaan Langsung dengan nature
Sampai dengan Rp. 200 juta pengadaan/kebutuhan.
untuk Barang/Konstruksi/Jasa Terkait dengan
Lainnya atau sampai dengan Rp. konsolidasi terdapat
100 juta untuk Konsultansi varian tender yaitu:

Penunjukan Langsung • Dalam hal terdapat keragaman item,


Apabila memenuhi salah satu penyebaran lokasi/tempat kerja/tempat
serah terima, keterbatasan kapasitas dari
dari Keadaan Tertentu Pelaku Usaha sebagai akibat dari
konsolidasi maka Pokja Pemilihan dapat
menetapkan metode Tender itemized
Tender Cepat • Tender itemized peserta dapat menawarkan
Spesifikasi dan volume dapat satu/beberapa/seluruh item barang/jasa
yang ditenderkan, dan Pokja Pemilihan
ditentukan, pelaku usaha ada menetapkan lebih dari 1 (satu) pemenang
dalam SiKAP, peserta menawar pemilihan/Penyedia
harga, evaluasi berdasarkan
harga terendah

6
12/13/2018

e-Marketplace
Perpres Nomor 16 Tahun 2018

Pasal 70

(1) Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik dengan memanfaatkan E-


marketplace.
(2) E-marketplace Pengadaan Barang/Jasa menyediakan infrastruktur teknis dan
layanan dukungan transaksi bagi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah
dan Penyedia berupa:
a. Katalog Elektronik;
b. Toko Daring; dan
c. Pemilihan Penyedia.
(3) LKPP mempunyai kewenangan untuk mengembangkan, membina, mengelola,
dan mengawasi penyelenggaraan E-marketplace Pengadaan Barang/Jasa.
(4) Dalam rangka pengembangan dan pengelolaan E-marketplace Pengadaan
Barang/Jasa,LKPP dapat bekerja sama dengan UKPBJ dan/atau Pelaku Usaha.
(5) Dalam rangka pengembangan E-marketplace sebagaimana dimaksud pada ayat
(4), LKPP menyusun dan menetapkan peta jalan pengembangan E-marketplace
Pengadaan Barang/Jasa.

Konsep e-Marketplace Pengadaan Pemerintah

7
12/13/2018

Kebijakan e-
e-Catalogue /
e-Purchasing
Jenis E-Katalog E-Katalog E-Katalog
E-Katalog NASIONAL SEKTORAL LOKAL

1. Barang/jasa 1. Barang/jasa 1. Barang/jasa


Kriteria
dibutuhkan oleh dibutuhkan oleh dibutuhkan oleh
beberapa K/L/D/I. Kementerian SKPD

2. Barang/Jasa standar atau dapat distandarkan


3. Kebutuhan barang/jasa bersifat berulang.

Proses Pimpinan Satuan Kerja di Pimpinan SKPD


Sekjen/Sesmen/Sekut/
Pra Sekda/Pimpinan Institusi Kementerian mengajukan mengajukan surat usulan
Katalog: mengajukan surat usulan surat usulan kepada kepada Kepala Daerah cq.
Usulan kepada Kepala LKPP cq. Menteri cq. Sekretaris Daerah.
Deputi Monitoring- Sekjen/Sekretaris
Evaluasi dan PSI. Kementerian

Kontrak Kepala LKPP Menteri Kepala Daerah


Katalog

Tahapan Proses
Pra Katalog
1 (surat usulan, rencana kebutuhan, kajian
pasar, kajian harga, dll)

Pemilihan

PROSES
2 Penyedia
(Tender dan Non
Tender)

3 Kontrak Katalog
5
E-Purchasing
4 3a

E-catalog Electronic
(Tayang di E- Data Input
Katalog)

8
12/13/2018

e-TENDERING

Savings Y 2008 As of 2017

$ 4.1 M $ 143.5 B
15.4% 10.13%

Personnels
732K
(National and
sub national)

Perpres Nomor 16 Tahun 2018

1. Ruang lingkup e-tendering meliputi proses pengumuman


pengadaan B/J sampai dengan pengumuman pemenang.
2. E-tendering dilaksanakan dengan menggunakan sistem
pengadaan secara elektronik (SPSE) yang diselenggarakan
oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
3. 596 LPSE pengelola SPSE yang terstandar, 92 LPSE belum
terstandar dan 79 LPSE sudah mempunyai 17 standar.
4. SPSE Versi 4.3
5. Produk : e-tendering, e-tender cepat, e-reverse auction,
VMS/SiKAP, e-contract management.

9
12/13/2018

PEDOMAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK


1. Perpres No 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
2. Perlem LKPP No 8/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Swakelola
3. Perlem LKPP No 9/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penyedia
4. Perlem LKPP No 10/2018 tentang Tender Internasional
5. Perlem LKPP No 12/2018 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa yang Dikecualikan pada Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah
6. Perlem LKPP No 13/2018 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat
7. Keputusan Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi No 20 Tahun 2018 tentang
Panduan Penggunaan Aplikasi SPSE di Bawah Versi 4.3 Untuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018
8. Keputusan Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi No 21 Tahun 2018 tentang
Syarat dan Ketentuan Penggunaan Aplikasi SPSE
9. Keputusan Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi No 28 tentang Perubahan
Atas Keputusan Deputi Bidang Monitoring Evaluasi Dan Pengembangan Sistem Informasi Lembaga
Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Panduan Penggunaan
Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik Di Bawah Versi 4.3 Untuk Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018
10. Keputusan Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi No 29 tentang Panduan
Penggunaan Aplikasi SPSE 4.3
11. Keputusan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan tentang Standar Dokumen Pengadaan

Perpres Nomor 16 Tahun 2018


Pasal 71

(1) Ruang lingkup SPSE terdiri atas:


a. Perencanaan Pengadaan;
b. Persiapan Pengadaan;
c. Pemilihan Penyedia;
d. Pelaksanaan Kontrak;
e. Serah Terima Pekerjaan;
f. Pengelolaan Penyedia; dan
g. Katalog Elektronik.
(2) SPSE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki interkoneksi dengan
sistem informasi perencanaan, penganggaran, pembayaran, manajemen aset,
dan sistem informasi lain yang terkait dengan SPSE.
(3) Sistem pendukung SPSE meliputi:
a. Portal Pengadaan Nasional;
b. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pengadaan Barang/Jasa;
c. Pengelolaan advokasi dan penyelesaian permasalahan hukum;
d. Pengelolaan peran serta masyarakat;
e. Pengelolaan sumber daya pembelajaran; dan
f. Monitoring dan Evaluasi.

10
12/13/2018

 Transaksi Proses Pemilihan  Manajemen Kontrak


◦ Tender ◦ SPPBJ
◦ Pengadaan Langsung ◦ Surat Perjanjian
◦ Penunjukan Langsung ◦ SSKK
 Pencatatan Hasil Pemilihan ◦ Berita Acara Serah Terima
◦ Pengadaan Langsung ◦ Berita Acara Pembayaran
◦ Penunjukan Langsung  Integrasi SIKaP (pemusatan
◦ Tender Internasional data kualifikasi pelaku
◦ Pengadaan Keadaan Darurat usaha & pembuktian
◦ Pengadaan Dikecualikan kualifikasi)
◦ Swakelola

 Perubahan istilah
 Persiapan Pengadaan oleh PPK
◦ Upload KAK
◦ Input HPS
◦ Input Rancangan Kontrak
 Penambahan role user kepala unit Pengelola PBJ dalam UKPBJ
 Perubahan metode tender/seleksi dan proses tender/seleksi
 Upload Standar Dokumen Pemilihan
 e-Reverse Auction
 Java Installation Manager (JAIM)

11
12/13/2018

Perpres Nomor 16 Tahun 2018


Pasal 73

(1) Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah menyelenggarakan fungsi layanan


pengadaan secara elektronik.
(2) Fungsi layanan pengadaan secara elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) meliputi:
a. pengelolaan seluruh sistem informasi Pengadaan Barang/Jasa dan
infrastrukturnya;
b. pelaksanaan registrasi dan verifikasi pengguna seluruh sistem informasi
Pengadaan Barang/Jasa; dan
c. pengembangan sistem informasi yang dibutuhkan oleh pemangku
kepentingan.
(3) LKPP menetapkan standar layanan, kapasitas, dan keamanan informasi SPSE
dan sistem pendukung.
(4) LKPP melakukan pembinaan dan pengawasan layanan pengadaan secara
elektronik.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai fungsi layanan pengadaan secara elektronik
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Kepala
Lembaga.

12
12/13/2018

Perpres Nomor 16 Tahun 2018

Pasal 75

(1) Menteri/ kepala lembaga/ kepala daerah membentuk UKPBJ memiliki tugas
menyelenggarakan dukungan pengadaan barang/jasa pada
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.
(2) Dalam rangka pelaksanaan tugas UKPBJ sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
UKPBJ memiliki fungsi:
a. pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa;
b. pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik;
c. pembinaan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Pengadaan
Barang/Jasa;
d. pelaksanaan pendampingan, konsultasi, dan/atau bimbingan teknis; dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh menteri/kepala lembaga/kepala
daerah.
(3) UKPBJ sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk struktural dan
ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(4) Fungsi pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf b, dapat dilaksanakan oleh unit kerja terpisah.

13
12/13/2018

14