Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MAHASISWA KEPANITERAAN

BAGIAN ILMU KONSERVASI GIGI

PULPEKTOMI

Disusun Oleh:
Edwita Ramadhani 10/297008/KG/08616

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016
PULPEKTOMI
Pulpektomi adalah ekstirpasi pulpa sampai atau mendekati foramen apikal,
diindikasikan bila bagian apikal telah terbentuk sempurna dan foramen apikal telah
cukup tertutup untuk dilakukan pengisian saluran akar secara konvensial. Pulpektomi
dapat dilakukan dengan secara vital (anestesi terlebih dahulu) atau secara non vital
(devitalisasi terlebih dahulu). Tujuannya adalah untuk mencegah perluasan penyakit
dari dari pulpa ke jaringan periapikal.

1. Alat
1) Sonde endodontik
Membantu dalam menentukan letak orifis pada dasar kamar pulpa
2) Excavator
Untuk menyendok isi kamar pulpa dan mengungkit batu pulpa selama preparasi
kavitas orifis
3) Kaca mulut
Untuk melihat kedalaman kamar pulpa dan untuk menahan lidah.
4) Pinset berkerat
Untuk memegang paper point, gutta percha dan alat saluran akar
5) Disposable syringe
Untuk mendepositkan larutan irigasi berupa sodium hipoklorit ke dalam saluran
akar
6) Petridish bersekat
Untuk menempatkan cotton roll, cotton pellet dan paper point (Friedman and
Stabholz, 1986).
7) Tungsten carbide bur (Exavabur)
Digunakan untuk membuang seluruh jaringan karies
8) Ball ended tapered fissure bur (Endo Access Bur)
Digunakan untuk membuka atap pulpa
9) Tappered fissure bur dengan non-cutting tip (Diamendo)
Digunakan untuk membentuk akses garis lurus dan mengurangi resiko kerusakan
dasar kamar pulpa.
10) Jarum Miller
Digunakan untuk eksplorasi saluran akar, pengukuran dan panjang kerja
11) Barbed Broach
Digunakan untuk untuk mengambil jaringan pulpa/jaringan nekrotik, untuk
mengambil jaringan nekrotik, untuk mengambil bahan pengisi dan untuk pengait.
Broach diputar secara perlahan sampai jaringan pulpa menyangkut diduri-
durinya, kemudian ditarik (gerakan pull stroke).
12) File
Alat ini berfungsi untuk menghaluskan dinding saluran akar dan mengambil
jaringan keras selama pelebaran saluran akar. File digunakan dengan gerak
mengerok dan gerak mendorong menarik. Gerakan ini lebih efisien jika
instrument memiliki lebih banyak pelintiran atau spiral. File yang digunakan
adalah K file dan Head strome file.

2. Bahan
a. Bahan Irigasi
Berfungsi untuk membersihkan saluran akar, sebagai pelumas, membunuh kuman,
dan melarutkan jaringan.
1) Saline isotonik
Biasanya dalam kemasan larutan infus sebagai saline steril. Saline selain dapat
membersihkan debris, juga bersifat sebagai pelumas.
2) Natrium Hipoklorit (NaOCl)
Konsentrasi 2,5% yang biasa digunakan sebagai larutan irigasi.
3) Klorheksidin Glukonat
Konsentrasi efektif 0,2%-2% , namun tidak dapat melarutkan jaringan organik.
b. Bahan Sterilisasi Saluran Akar
1) ChKM (Chlorophenolkamfermetol)
ChKM mempunyai anti bakteri spectrum luas. Masa aktif selama 1 hari.
2) Chresophen
Chresophen merupakan antipholosticum, sangat baik untuk kasus dengan
permulaan periodontitis apikalis akut yang dapat terjadi pada peristiwa
overinstrumentasi. Masa aktifnya antara 3-5 hari.
3) Kalsium Hidroksida (CaoH)
Pengaruh antiseotiknya berkaitan dengan ph-nya yang tinggi dan pengaruh
melumerkan jaringan pulpa yang nekrotik. CaoH merupakan desinfektan
intrapulpa yang sangat efektif. Masa aktifnya 7-14 hari.
4) Eugenol
Eugenol memiliki sifat sebagai penghalang impuls saraf interdental. Eugenol
merupakan golongan minyak esensial. Masa aktif 3 hari (Bakar, 2013).

c. Bahan Pengisi Saluran Akar


Bahan pengisi saluran akar yang digunakan harus menutup seluruh sistem saluran
akar terutama di daerah apikal yang banyak terdapat saluran akar tambahan.
Syarat bahan pengisi saluran akar
- Mudah dimasukkan ke dalam saluran akar
- Dapat menutup saluran akar dengan rapat ke arah lateral dan apikal
- Tidak mengerut setelah dimasukkan ke dalam saluran akar
- Tahan kelembaban/ tidak larut dalam cairan tubuh
- Bersifat barterisid/ menghambat pertumbuhan bakteri.
- Bersifat radiografik.
- Tidak menyebabkan perubahan warna pada gigi
- Tidak mengiritasi jaringan periapikal
- Mudah dikeluarkan dari dalam saluran akar bila diperlukan
Bahan pengisi saluran akar utama biasanya bahan padat atau semi padat (pasta atau
bentuk padat yang dilunakkan) dan disertai dengan semen saluran akar (sealer).
a) Bahan padat :
- Gutta-percha / gutta-point
Berbentuk kon ada tipe standar
dengan ukuran (#15 - #40, #45 - #80), maupun bentuk kon tipe konvensional
dimana ukurannya berbeda antara ujung kon maupun badannya, misalkan
ukurannya fine medium, ujungnya runcing, badannya medium.
- Ag-point / silver - point
Merupakan bahan pengisi yang padat
Indikasi :
 Saluran akar gigi dewasa
 Saluran akar yang sempit
 Saluran akar bengkok
 Diameter harus bulat

Kontra-indikasi
 Gigi belum tumbuh sempurna
 Saluran akar lebar
 Diameter saluran akar oval/tak teratur

b) Bahan semi padat/pasta


Biasanya merupakan bahan campuran yang akan memadat setelah
dimasukkan ke dalam saluran akar. Dapat sebagai bahan pengisi utama maupun
sebagai semen.
Contoh :
- Semen Grossman
- Tubli seal Kerr
- Semen Wachs
- Sealapex (semen kalsium hidroksida)
- AH 26 (resin epoksi)
- Diaket (resin polivinil/poliketon) (Subiwahjudi, 2016)

d. Sealer
Berfungsi mengisi ketidak beraturan, celah, dapat mengisi saluran akar
aksesoris, mengontrol pertumbuhan bakteri, pelumas, dan menambah daya lekat.
Berbagai macam jenis sealer dapat dipilih sebagai bahan obturasi saluran akar
bersama gutta percha, di antaranya adalah sealer berbahan dasar resin dan sealer
berbahan non resin. Contoh dari sealer berbahan resin yaitu sealer berbahan dasar
resin epoksi (AH-26®, AH Plus®, EndoREZ®, Real Seal®, dan Topseal®),
sedangkan contoh dari sealer berbahan dasar non resin yaitu: seng oksida eugenol,
sealer berbahan dasar kalsium hidroksida (Ca(OH)2), sealer berbahan dasar
ionomer kaca, dan sealer berbahan dasar silikon (Rahimi dkk., 2009). Jenis sealer
berbahan dasar seng oksid eugenol dengan bahan tambahan obat-obatan yang
sering digunakan di klinik yaitu Endomethasone™ (Harty, 1993).

3. Prosedur Pulpektomi
a) Pembukaan akses ke saluran akar (cavity enterance)
Pertama dilakukan dengan membuang seluruh jaringan karies mengunakan
Tungsten carbide bur, setelah itu atap pulpa dibuka dengan menggunakan
ball ended tapered fissure bur, kemudian dibentuk akses garis lurus dengan
menggunakan bur Diamendo. Kemudian mencari jalan masuk ke saluran akar
melalui orifis dengan menggunakan jarum miller.
b) Ekstirpasi
Ekstirpasi atau pengambilan jaringan pulpa pada saluran akar dilakukan
dengan menggunakan barbed broach. Barbed broach diputar perlahan sampai
jaringan pulpa menyangkut diduri-durinya, kemudian ditarik. Kemudian
dilakukan irigasi dengan Saline untuk membantu mengeluarkan sisa-sisa
jaringan pulpa yang tertinggal.
c) Penentuan panjang kerja
Penentuan panjang kerja ( working length ) dilakukan dengan teknik observasi
langsung secara radiografi, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Panjang gigi pada radiograf diagnostik diukur
- Kemudian dikurangi 1 mm untuk mengimbangi distorsi
- Kemudian atur rubber stop
- Masukkan instrumen dalam saluran akar, rubber stop pada titik referensi,
jika ada rasa sakit kurangi ½ - 1 mm
- Dilakukan pengambilan radiografi
- Panjang instrument diuku, apabila pada radiograf tampak over
instrumen/under instrumen, dikurangi/ditambah panjang kerjanya, sesuaikan
letak rubber stop.
d) Preparasi saluran akar
Preparasi saluran akar bertujuan untuk membersihkan saluran akar serta
membentuk konus saluran akar. keberhasilan preparasi saluran akar akan
mempengaruhi keberhasilan pengisian saluran akar. Preparasi saluran akar
dilakukan dengan cara step back, yaitu dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
- preparasi saluran akar diawali dengan menggunakan initial file dengan
putaran ¼ sampai sampai dengan ½ putaran searah jarum jam
- setiap pergantian alat dari nomor kecil ke nomor berikutnya selalu
dilakukan irigasi dengan 2 cc NaOCL 2,5% dan rekapitulasi, yaitu
diulang kembali dengan menggunakan file nomor sebelumnya.
- preparasi dilakukan sampai 3 nomor di atas file yang pertama kali (Initial
Apikal File/IAF) digunakan untuk memulai preparasi biomekanis
(preparasi 1/3 apikal ) atau bila sudah tercapai white dentin. Master Apikal
File (MAF) ditentukan, kemudian dilakukan preparasi badan saluran akar
dengan menggunakan K file sampai 3 nomor file diatas MAF.
- selanjutnya untuk menghaluskan dinding saluran akar sehingga
membenuk corong yang halus maka digunakan head strome file
menggunakan paling tidak 2 nomor diatas file yang terakhir digunakan
atau menggunakan nomor sesuai dengan MAF dengan panjang kerja
sesuai dengan panjang kerja K file yang tadi digunakan.
- preparasi diakhiri dengan K file ukuran MAF dengan gerakan
circumferential filing untuk menghaluskan dinding saluran akar.
- terakhir saluran akar dikeringkan dengan paper point setelah dilakukan
irigasi
e) Sterilisasi saluran akar/Dressing
Sterilisasi saluran akar dilakukan dengan mencampurkan CaOH dengan
gliserin hingga berbentuk pasta cair dan dimasukkan ke dalam saluran akar
hingga penuh menggunakan lentulo spiral sampai batas orifis, kemudian
ditutup dengan tumpatan sementara. Pada kunjungan berikutnya , setelah
minimal 1 minggu dan maks 14 hari , tumpatan sementara dibuka, bahan
dressing dibuang, setelah itu dimasukkan paper point ke dalam saluran akar
dan diperiksa apakah paper point basah atau kering dan berbau atau tidak.
Setelah itu, irigasi saluran akar dengan NaOCL 2,5 %. Jika saluran akar sudah
steril maka langsung dilakukan obturasi.
f) Obturasi saluran akar
Pengisian saluran akar dilakukan secara kondensasi lateral (lateral
condensation method), yakni melalui tahapan sebagai berikut:
- pilih gutta perca point dengan ukuran nomor file sesuai dengan MAF,
sebagai master Cone (gutta perca utama) dan dipotong sesuai dengan
panjang kerja
- saluran akar maupun gutta perca utama diolesi dengan pasta saluran akar
atau sealer (endomethason) dengan menggunakan lentulo yang diputar
dengan putaran low speed contra angle, dengan gerakan ditarik ke arah
koronal.
- gutta perca utama dimasukkan ke dalam saluran akar, semaksimal
mungkin ditekan lateral dengan menggunakan spreader, sisa ruang saluran
akar diisi lagi dengan gutta perca tambahan sampai penuh hingga spreader
tidak dapat dimasukkan lagi
- kelebihan gutta perca point dipotong sampai orifis menggunakan
ekskavator yang dipanaskan
- Orifis ditutup dengan semen Zn fosfat dan kavitas kemudian ditumpat
dengan menggunakan tumpatan sementara
g) Evaluasi pasca perawatan
Pada kunjungan berikutnya, ronsen foto dilakukan untuk mengetahui apakah
pengisian saluran akar hermetis atau tidak. Jika pengisian hermetis, maka
dapat dilakukan restorasi (Bakar, 2013).

DAFTAR PUSTAKA
Bakar, Abu, 2013, Kedokteran Gigi Klinis, Edisi 2, Yogyakarta: Quantum.
Friedman S, Stabholz A, 1986, Endodontic Retreatment, Case Selection and
Technique Part 1 Criteria for case selection, J Endo: 28-33.
Subiwahjudi, Agus, Pengisian Saluran Akar,
http://www.fkg.unair.ac.id/filer/AS%20Bahan%20Pengisi.pdf,
Diakses pada 6/9/2016
Harty, F.J., 1993, Endodontik Klinis (terj), Ed. 3, Jakarta: Hipokrates.
Rahimi dkk., 2009, Bonding of Resin Based Sealer to Root Dentin, J Endod, 35
(1):121-124.