Anda di halaman 1dari 24

MANAJEMEN PORTOFOLIO DENGAN

EFISIENSI PASAR
Dosen Pengampum:
Khairunnisa Harahap, SE., M.Si

Disusun Oleh
KELOMPOK 9

Muhammad Isro Milala (7163342030)


Rika Rian Dewi (7163342034)
Siti Henrika Sihite (7163342036)

Kelas: C Pendidikan Akuntansi’ 2016

Jurusan Akuntansi / Prodi Pendidikan Akuntansi


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGATAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan rahmatNya penulis bisa menyelesaikan makalah “Manajemen
Portofolio Dengan Efisiensi Pasar”. Dan penulis juga berterima kasih kepada Ibu
Khairunnisa Harahap, SE., M.Si selaku dosen pembimbing matakuliah
Manajemen Investasi dan Pasar Modal pada semester ini karena telah memberikan
tugas ini kepada kelas kami.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna untuk menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai efisiensi pasar. Penulis juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah penulis buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis
sendiri maupun orang yang membacanya.

Medan, Februari 2019

Kelompok 9
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Suatu pasar modal akan berperan secara optimal apabila dapat memenuhi
dua syarat utama yaitu pasar harus efisien dan adanya perlindungan investor
yang memadai sehingga sebagian besar dunia usaha dapat memanfaatkan
pasar modal untuk memperoleh sumber pembiayaan dan salah satu media
investasi yang menguntungkan dalam rangka pengembangan usaha.
Hipotesis pasar efisien (Fama, 1970) menunjukkan bahwa harga saham di
pasar modal mencerminkan semua informasi yang relevan. Pemahaman
terhadap pasar modal yang efisien akan membawa pengaruh yang cukup
besar terhadap cara melakukan analisis saham. Cara analisis yang terpengaruh
paling besar adalah analisis teknikal, karena jika pasar modal efisien, analisis
teknikal diragukan manfaatnya karena harga saham akan acak tidak
dipengaruhi oleh data historis di masa lalu (Harianto dan sudomo, 1998).
Kunci utama untuk mengukur pasar yang efisien adalah hubungan antara
harga sekuritas dengan informasi. Fama (1970) menyajikan tiga macam
bentuk utama dari efisiensi pasar berdasarkan ketiga macam bentuk dari
informasi, yaitu informasi masa lalu, informasi sekarang yang sedang
dipublikasikan dan informasi privat sebagai berikut: 1) Efisiensi pasar bentuk
lemah (weak form); 2) Efisiensi pasar bentuk setengah kuat (semi-strong
form); 3) Efisiensi dalam bentuk kuat (Strong form).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari efisiensi pasar ?
2. Bagaimana Tingkatan Efisiensi Pasar ?
3. Bagaimana Pengujian Pendugaan Return Efisiensi Pasar ?
4. Bagaimana studi peristiwa (event study) dari kasus ini ?
5. Apakah yang dimaksud dengan Pengujian Informasi Privat ?
6. Bagaimana Anomali Pasar ?
7. Apa alasan yang menyebabkan pasar menjadi efesien dan pasar tidak
efesien ?
1.3 Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui pengertian dari Efisiensi Pasar.
2. Untuk mengetahui tentang Tingkatan Efisiensi Pasar.
3. Untuk mengetahui tentang Pengujian Pendugaan Return Efisiensi Pasar.
4. Untuk mengetahui studi peristiwa (event study) yang berkaitan dengan
Efisiensi Pasar.
5. Untuk mengetahui pengertian dari Pengujian Informasi Privat.
6. Untuk mengetahui tentang Anomali Pasar.
7. Untuk mengetahui alasan yang menyebabkan pasar menjadi efesien dan
pasar tidak efesien
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Defenisi Efisiensi Pasar


Konsep efisiensi pasar membahas bagaimana pasar merespons informasi-
informasi yang masuk dan bagaimana informasi tersebut bisa mempengaruhi
pergerakan harga sekuritas menuju harga keseimbangan yang baru. Secara
umum, efisiensi pasar (market eficiency) didefinisikan sebagai hubungan
antara harga-harga sekuritas dengan informasi. Secara detail, efisiensi pasar
dapat didefinisikan dalam beberapa macam definisi, yaitu :

1. Defenisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Nilai Intrinsik Sekuritas


Konsep awal dari efisiensi pasar yang berhubungan dengan informasi
laporan keuangan berasal dari praktek analis sekuritas yang mencoba
menemukan sekuritas-sekuritas dengan harga yang kurang benar
(mispriced). Sekuritas-sekuritas yang dihargai kurang benar (mispriced)
merupakan sekuritas-sekuritas yang harganya menyimpang dari nilai
intrinsiknya atau nilai fundamentalnya. Untuk konteks seperti ini, maka
efisiensi pasar (market efficiency) diukur dari seberapa jauh harga-harga
sekuritas menyimpang dari nilai instrinsiknya. Dengan demikian suatu
pasar yang efisien menurut konsep ini dapat didefinisikan sebagai pasar
yang nilai-nilai sekuritasnya tidak menyimpang dari nilai-nilai
intrinsiknya.
2. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Akurasi dari Ekspektasi Harga
Suatu pasar sekuritas dikatakan efisien jika harga-harga sekuritas
“mencerminkan secara penuh” informasi yang tersedia. Pengertian dari
“mencerminkan secara penuh” menunjukkan bahwa harga dari sekuritas
secara akurat mencerminkan informasi yang ada. Pasar dikatakan efisien
jika dengan menggunakan informasi yang tersedia (information available),
investor-investor secara akurat dapat mengekspektasi harga dari sekuritas
bersangkutan.
3. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Distribusi Informasi
Pasar dikatakan efisien terhadap suatu sistem informasi, jika dan hanya
jika harga-harga sekuritas bertindak seakan-akan setiap orang mengamati
sistem informasi tersebut. Definisi ini secara implisit mengatakan bahwa
jika setiap orang mengamati suatu sistem informasi yang menghasilkan
informasi, maka setiap orang dianggap mendapatkan informasi yang sama.
Jika harga-harga sekuritas mempunyai properti seperti yang didefinisikan,
maka harga-harga tersebut dikatakan fully reflect terhadap informasi yang
tersedia. Definisi ini mempunyai arti bahwa pasar dikatakan efisien
terhadap satu set informasi yang spesifik (dihasilkan dari suatu sistem
informasi) jika harga yang terjadi setelah informasi diterima oleh pelaku
pasar sama dengan harga yang akan terjadi jika setiap orang mendapatkan
set informasi tersebut. Harga yang terjadi di pasar yang efisien ini disebut
dengan “full-information price”.
4. Definisi Efisiensi Pasar Didasarkan Pada Proses Dinamik
Definisi efisiensi pasar yang didasarkan pada proses dinamik
mempertimbangkan distribusi informasi yang tidak simetris dan
menjelaskan bagaimana harga-harga akan menyesuaikan karena informasi
tidak simetris tersebut. Definisi yang mendasarkan pada proses yang
dinamik ini menekankan pada kecepatan penyebaran informasi yang tidak
simetris. Pasar dikatakan efisien jika penyebaran informasi ini dilakukan
secara cepat sehingga informasi menjadi simetris, yaitu setiap orang
memiliki informasi ini.

Ada beberapa penjelasan yang mendasari penyebaran informasi


tidak simetris menjadi informasi simetris. Penjelasan yang pertama ialah
informasi privat disebarkan ke publik secara resmi melalui pengumuman
oleh perusahaan emiten. Proses penyebaran informasi tidak simetris
menjadi informasi yang simetris dengan cara ini akan terjadi dengan cepat.
Penjelasan kedua adalah bahwa investor yang memiliki informasi
privat akan menggunakannya dan setelah itu mereka bersedia untuk
menjualnya kembali. Nilai dari informasi ini akan semakin rendah
mendekati nol dan akan sama dengan nol dengan semakin banyaknya
investor lainnya menggunakan informasi tersebut dan berusaha
menjualnya kembali dan juga sudah digunakan sepenuhnya dan sudah
tidak bernilai lagi untuk dijual.
Penjelasan ketiga ialah investor yang mendapat informasi secara
privat akan melakukan tindakan yang spekulatif (speculative behavior).
Investor yang mempunyai informasi privat akan mempunyai insentif untuk
bertransaksi menggunakannya sampai dicapai harga informasi penuh (full-
information price). Untuk kasus ini, informasi asimetrik terjadi karena
pemilik informasi privat sudah menggunakan informasi tersebut secara
penuh.
Dan penjelasan keempat ialah apa yang disebut dengan teori
ekspektasi rasional (rational expectation theory) yang menjelaskan bahwa
investor yang tidak mempunyai informasi privat akan mendapatkan
informasi tersebut dengan mengamati lewat perubahan harga yang terjadi.
Investor yang tidak mempunyai informasi tersebut akan melakukan
transaksi dengan mengikuti transaksi yang dilakukan oleh investor yang
mempunyai informasi dengan cara mengamati perubahan dari harga yang
terjadi. Perubahan dari harga yang terjadi adalah karena refleksi dari
informasi yang dimiliki oleh investor yang mempunyai informasi privat.
Dalam hal ini, informasi simetrik terjadi karena semua informasi privat
sudah diserap oleh pasar lewat pengamatan harga yang terjadi akibat
informasi privat tersebut.

2.2 Tingkatan Efesiensi Pasar


Tingkatan efisiensi pasar dapat ditinjau dari segi ketersediaan
informasinya saja atau dapat dilihat tidak hanya dari ketersediaan informasi,
tetapi juga dilihat dari kecanggihan pelaku pasar dalam pengambilan
keputusan berdasarkan analisis dari informasi yang tersedia. Pasar efisien
yang ditinjau dari sudut informasi saja disebut dengan efisiensi pasar secara
informasi (informationally efficient market). Sedang pasar efisien yang
ditinjau dari sudut kecanggihan pelaku pasar dalam mengambil keputusan
berdasarkan informasi yang tersedia disebut dengan efisiensi pasar secara
keputusan (decisionally efficient market).

1. Efisiensi Pasar secara Informasi


Profesor Eugene fama membagi efesiensi pasar dalam tiga tingkatan, yaitu
: (1) The weak efficient market hypothesis, (2) The semistrong efficient
market hypothesis, (3) The strong efficient market hypothesis
a. The weak efficient market hypothesis
Efesiensi pasar dikatakan lemah (weak-form) karena invetor di dalam
proses pengambilan keputusan jual-beli saham menggunkan data harga
dan volume masa lalu. Berdasarkan harga dan volume masa lalu
dilakukan berbagai model analisis teknikal untuk menentukan arah
harga apakah akan naik atau akan turun. Apabila arah harga saham
akan naik, maka diputuskan untuk membeli, dan sebaliknya jika arah
harga akan turun diputuskan untuk menjual. Analisis teknikal
beranggapan bahwa harga sham selalu berulang kembali, setelah naik
dalam beberapa hari pasti akan turun dalam beberapa hari berikutnya,
kemudian naik lagi dan turun lagi,demikian seterusnya. Analisis
teknikal mempelajari pola dari pergerakan harga suatu saham untuk
tiap kondisi ekonomi yang sedang berlangsung. Kelemahan analisis
teknikal adalah mengabaikan variabel lain yang mempengaruhi harga
saham di masa depan, sehingga kemungkinan kesalahan estimasi harga
dapat terjadi.
b. The semistrong efficient market hypothesis
Efesiensi pasar dikatakan setengah kuat (semistrong-form), karena
investor di dalam proses pengambilan keputusan jual-beli saham
menggunakan data harga masa lalu, volume masa lalu dan semua
informasi yang di publikasikan misalnya, laporan keuangan, laporan
tahunan, pengumuman bursa, informasi keuangan internasional,
peraturan perundangan pemerintah, peristiwa politik, peristiwa hukum,
peristiwa sosial dan lain sebagainya yang sekiranya dapat
mempengaruhi perekonomian nasional. Hal ini berarti investor
menggunakan analisis teknikal digabung dengan analisis fundamental
dalam proses menghitung nilai saham yang akan di jadikan pedoman
dalam tawaran harga beli dan tawaran harga jual,
c. The strong efficient market hypothesis
Efisiensi pasar dikatakan bentuk kuat (strong-form) karena
penggunaan data yang lebih lengkap yaitu: harga masa lalu, volume
masa lalu, informasi yang di publikasikan dan informasi privat yang
tidak dipublikasikan secara umum. Contoh informasi privat adalah
hasil riset yang di terbitkan sendiri oleh unit kerja riset yang ada di
dalam perusahaan atau dibeli dari lembaga riset dari pihak luar.
Penghitungan harga estimasi yang menggunakan informasi lebih
lengkap ini akan lebih baik sehingga di harapkan keputusan jual-beli
saham lebih tepat dan menghasilkan return yang lebih tinggi. Kegiatan
riset untuk menganalisis variable-variabel yang berpengaruh terhadap
harga saham sangat penting dilakukan walaupun harus mengeluarkan
biaya riset, asalkan dapat meningkatkan return perusahaan,
peningkatan return akan terjadi apabila kebijakan portofolio ataupun
keputusan jual-beli saham yang didasarkan pada hasil riset tepat
mengenai sasaran.

2. Efisiensi Pasar secara Keputusan


Efisiensi pasar secara keputusan merupakan efisiensi pasar bentuk
setengah kuat menurut Fama yang didasarkan pada informasi yang
didistribusikan. Perbedaannya adalah, jika efisiensi pasar secara informasi
(informationally efficient market) hanya mempertimbangkan sebuah faktor
saja, yaitu ketersediaan informasi, maka efisiensi pasar secara keputusan
(decisionally efficient market) mempertimbangkan dua buah faktor, yaitu
ketersediaaan informasi dan kecanggihan pelaku pasar. Karena melibatkan
lebih banyak faktor dalam menentukan pasar yang efisien, suatu pasar
yang efisien secara keputusan merupakan efisiensi pasar bentuk setengah
kuat yang lebih tinggi dibandingkan efisiensi pasar bentuk setengah kuat
secara informasi.
Pasar yang efisiensi secara informasi belum tentu efisien secara
keputusan. Sebagai contoh misalnya, pengumuman pembayaran dividen
yang naik dari nilai dividen periode sebelumnya dan informasi ini tersedia
untuk semua pelaku pasar pada saat yang bersamaan. Umumnya
perusahaan emiten menggunakan pembayaran dividen sebagai sinyal
kepada pelaku pasar. Dengan meningkatkan nilai dividen yang dibayar,
perusahaan emiten mencoba memberi sinyal bahwa perusahaan
mempunyai prospek yang baik di masa depan, sehingga mampu
meningkatkan pembayaran dividen. Sebaliknya, jika perusahaan
memotong nilai dividen akan dianggap sebagai sinyal buruk karena akan
dianggap sebagai kekurangan likuiditas. Pelaku pasar yang kurang canggih
akan menerima informasi peningkatan dividen ini begitu saja sebagai
sinyal yang baik tanpa menganalisisnya lebih lanjut dan harga sekuritas
akan mencerminkan informasi kabar baik ini secara penuh. Secara definisi,
ini berarti pasar sudah efisien bentuk setengah kuat secara informasi.

2.3 Pengujian Pendugaan Return


Sebelum tahun 1970, pengujian dari efisiensi pasar bentuk lemah
difokuskan pada prediksi return atau harga sekuritas berdasarkan return atau
harga masa lalu. Jika HPE (Hipotesis Pasar Efisien) benar, maka perubahan
harga masa lalu tidak berhubungan dengan harga sekuritas sekarang, sehingga
tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga atau return dari sekuritas.
Oleh karena itu, pengujian efisiensi pasar bentuk lemah melibatkan pertanyaan
apakah informasi yang terkandung di harga-harga sekuritas masa lalu yang
berurutan sudah secara penuh mencerminkan harga sekarang.
Setelah tahun 1970, pengujian dari efisiensi pasar bentuk lemah tidak
hanya difokuskan pada variabel return atau harga masa lalu untuk
memprediksi return atau harga sekarang atau masa depan, tetapi juga
melibatkan variable-variabel yang lainnya. Variabel-variabel yang digunakan
untuk memprediksi return atau harga sekuritas di antaranya adalah dividend
yield, rasio P/E, suku bunga, dan lain sebagainya.
Pengujian dari efisiensi pasar bentuk lemah ini dapat dilakukan dengan
cara pengujian statistik atau dengan cara pengujian menggunakan aturan-
aturan perdagangan teknis (technical trading rules).

1. Pengujian secara Statistik


Pengujian secara statistik dapat dilakukan dengan menguji independensi
dari perubahan-perubahan harga sekuritas. Jika hasil pengujian
menunjukkan independensi harga-harga, maka implikasinya adalah
investor tidak dapat menggunakan nilai-nilai masa lalu dari variabel-
variabel penduga (seperti misalnya harga, return, dividend yield, rasio P/E
atau suku bunga) untuk memprediksi harga atau return sekarang. Untuk
pasar efisien bentuk lemah, perubahan-perubahan harga sekuritas adalah
independen terhadap nilai masa lalu variabel-variabel penduga. Pengujian
statistik yang banyak dilakukan untuk pengujian independensi adalah
pengujian hubungan variabel dengan menggunakan korelasi serial atau
regresi linier dan pengujian run (run test).
a. Pengujian Menggunakan Korelasi dan Regresi Linier
Pengujian pasar efisien bentuk lemah ini dilakukan untuk menguji
tidak adanya hubungan antara harga atau return sekuritas masa lalu
dengan harga atau return sekarang atau mendatang. Sebenarnya
pengujian seperti ini sulit, jika tidak mau dikatakan tidak mungkin
untuk dilakukan. Alasannya adalah bahwa harga atau return sekuritas
masa lalu yang mana akan digunakan untuk memprediksi harga atau
return sekuritas mendatang. Studi yang pernah dilakukan
menggunakan perubahan harga periode kemarin untuk memprediksi
perubahan harga periode sekarang dengan model sebagai berikut :

Notasi
∆Pt = Pt – Pt-1
∆Pt-1-T = Pt-1-T – Pt-2-T
Koefisien β0 di persamaan di atas mengukur perubahan harga
yang diekspektasi dan yang tidak berhubungan dengan perubahan
harga periode lalu. Koefisien β1 mengukur hubungan antara perubahan
harga periode lalu dengan perubahan harga periode selanjutnya. Jika T
= 0, maka hubungan perubahan harga adalah antara period ke-t dengan
t-1 sebagai berikut

Atau

Untuk T=1, maka hubungan perubahan harga adalah antara period


ke-t dengan periode ke t-2 sebagai berikut :

Dan begitu seterusnya untuk nilai T=2 dan selanjutnya.


b. Pengujian Run
Alternatif lain untuk menguji efisiensi pasar bentuk lemah adalah
dengan pengujian runtun (run test). Suatu runtun (run) adalah urutan
tanda yang sama dari perubahan-perubahan harga sekuritas yang
meningkat diberi tanda positif (+), perubahan harga yang menurun
diberi tanda negatif (-) dan harga sekuritas yang tidak berubah diberi
tanda nol (0).
Jika perubahan harga sekuritas berkorelasi secara positif dari waktu
ke waktu (yang berarti perubahan tanda akan sama dari waktu ke
waktu), maka diharapkan akan terjadi sedikit perubahan tanda atau
akan terjadi runtun yang sedikit. Sebaliknya jika perubahan harga
sekuritas berkorelasi secara negatif dari waktu ke waktu, maka akan
banyak terjadi perubahan tanda dari negatif ke positif atau dari positif
ke negatif atau akan terjadi banyak runtun. Jika perubahan runtun
sifatnya adalah acak, maka jumlah runtun yang diharapkan adalah
sebesar :

Notasi
E(NR) = jumlah runtun ekspektasian
N1 = jumlah perubahan “+”
N2 = jumlah perubahan “-”
N = jumlah dari perubahan atau sebesar N1 + N2

Deviasi standar dari jumlah runtun adalah sebesar :

Nilai Z-hitung adalah sebesar :

Notasi
NR = jumlah sesungguhnya dari seluruh runtun.
c. Pengujian Cyclical
Pola pergerakan harga atau sekuritas yang tertentu dapat terjadi
untuk pasar yang tidak efisien bentuk lemah. Pengujian menggunakan
regresi linier sebelumnya juga menguji pola bentuk linier dari harga-
harga sekuritas. Pola lain yang mungkin dapat terjadi jika pasar tidak
efisien bentuk lemah adalah pola siklikal (cyclical). Misalnya French
(1980) menunjukkan bahwa return pada hari Senin lebih rendah
dibandingkan dengan return-return di hari lainnya dalam satu minggu.
Hasil dari French menunjukkan bahwa return sekuritas mempunyai
pola siklikal dengan return terendah di hari Senin.
Gibbons dan Hess (1981) juga menemukan hal yang sama dengan
yang ditemukan oleh French, yaitu return hari Senin lebih rendah
dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Return yang mereka gunakan

adalah raw return (return biasa, yaitu , bukan


abnormal return. Gibbon dan Hess selanjutnya menggunakan abnormal
return yang dihitung menggunakan risk-adjusted return (atau disebut
dengan model pasar) dan mereka menemukan bahwa efek hari Senin
tidak signifikan.
Efek lain yang diteliti adalah efek Januari. Rozzef dan Kinney
(1976) menunjukkan bahwa return sekuritas pada bulan Januari secara
signifikan lebih besar dari return-return bulan-bulan yang lainnya.
Return yang mereka gunakan ini adalah raw return. Ketika mereka
menggunakan abnormal return yang didasarkan pada model market-
based pricing, efek Januari menjadi hilang.

2. Pengujian secara Aturan Perdagangan Teknis


Investor dapat menggunakan pola bentuk linier atau bentuk siklikal
sebagai strategi perdagangan untuk mendapatkan keuntungan berlebihan.
Salah satu strategi perdagangan yang memanfaatkan pola perubahan harga
sekuritas ini adalah strategi aturan saringan (filter rule).
Strategi aturan saringan ini merupakan strategi waktu (timing
strategy), yaitu strategi tentang kapan investor harus membeli atau menjual
suatu sekuritas. Dengan strategi ini, investor akan membeli sekuritas jika
harga dari sekuritas meningkat melebihi batas atas yang sudah ditentukan
dan menjualnya jika harganya turun lebih rendah dari batas bawah yang
sudah ditentukan. Harga sekuritas yang berada di antara dua batas ini
dianggap masih merupakan harga sekuritas yang wajar (fair price) yang
sekuritasnya belum pernah dibeli atau dijual.
Di gambar ini terlihat bahwa harga sekuritas sampai waktu ke t*
masih berada di dalam batas atas dan batas bawah yang sudah ditentukan.
Mulai saat ke t*, harga sekuritas beranjak naik melebihi batas atasnya.
Strategi yang menggunakan filter rule ini akan menyarankan investor
untuk membeli sekuritas tersebut pada saat waktu ke t*. alasannya adalah
jika harga sekuritas sudah memecah dan mulai menembus batas atasnya,
kemungkinan besar harga sekuritas ini akan terus meningkat, sehingga
merupakan saat yang tepat untuk membelinya pada waktu ke t* tersebut.
Dengan alasan yang sama, jika harga sekuritas sudah mulai menembus
batas bawahnya, untuk mengurangi kerugian lebih lanjut, maka investor
akan menjual sekuritas tersebut. Saringan (filter) untuk batas atas harga
dan batas bawah harga dapat ditentukan sebesar nilai absolut atau nilai
relatif terhadap harga sebelumnya dan persentase nilai tertinggi-terendah
sebelumnya.

2.4 Studi Peristiwa (Event Study)


Studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi
pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan
sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji
kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman dan dapat
juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat.
Pengujian kandungan informasi dan pengujian efisiensi pasar bentuk
setengah kuat merupakan dua pengujian yang berbeda. Pengujian kandungan
informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika
pengumuman mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi
pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar
ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas bersangkutan.
Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan
harga atau menggunakan abnormal return. Abnormal return atau return
taknormal terjadi karena ada informasi baru atau peristiwa baru yang
mengubah nilai perusahaan dan direaksi oleh investor dalam bentuk kenaikan
atau penurunan harga saham. Jika digunakan abnormal return, maka dapat
dikatakan bahwa suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi
akan memberikan abnormal return kepada pasar. Sebaliknya yang tidak
mengandung informasi tidak memberikan abnormal return kepada pasar.
Pengujian kandungan informasi hanya menguji reaksi dari pasar, tetapi
tidak menguji seberapa cepat pasar itu bereaksi. Jika pengujian melibatkan
kecepatan reaksi dari pasar untuk menyerap informasi yang diumumkan, maka
pengujian ini merupakan pengujian efisiensi pasar secara informasi
(informationally efficient market) bentuk setengah kuat. Pasar dikatakan
efisien bentuk setengah kuat jika investor bereaksi dengan cepat (quickly)
untuk menyerap abnormal return untuk menuju ke harga keseimbangan yang
baru. Jika investor menyerap abnormal return dengan lambat, maka pasar
dikatakan tidak efisien bentuk setengah kuat secara informasi.

2.5 Pengujian Informasi Privat


Pengujian informasi privat merupakan pengujian pasar efisien bentuk kuat.
Terdapat permasalahan dalam pengujian efisiensi pasar bentuk kuat.
Permasalahannya adalah informasi privat yang akan diuji merupakan
informasi yang tidak dapat diobservasi secara langsung. Oleh karena itu,
pengujian ini harus dilakukan secara tidak langsung dengan menggunakan
proksi. Proksi yang digunakan adalah return yang diperoleh oleh corporate
insider dan return yang diperoleh oleh portofolio reksadana. Alasannya adalah
corporate insider dan reksa dana dianggap mempunyai informasi privat di
dalam perdagangan sekuritas.
a. Insider Trading
Insider trading merupakan sekuritas yang dilakukan oleh corporate
insider. Corporate insider adalah pejabat perusahaan, manajemennya,
direksinya atau pemegang saham mayoritasnya yang mempunyai
informasi privat. Security Exchange Commision (SEC) mengharuskan
insider yang mempunyai kepemilikan lebih besar dari 10% dari saham
perusahaan harus melaporkan kegiatan transaksi sekuritasnya ke SEC
secara bulanan. Informasi ini dipublikasikan secara bulanan oleh SEC
dalam publikasi “Official Summary of Security Transactions and
Holdings”. Official Summary ini telah banyak digunakan sebagai basis
data penelitian untuk menguji apakah insider dapat memperoleh abnormal
return.
Pendekatan yang umum dilakukan untuk menguji kegiatan insider
trading adalah dengan membuat portofolio bulanan berdasarkan sekuritas-
sekuritas yang diperdagangkan oleh insider tersebut. Saffe (1974)
menunjukkan bahwa membeli suatu sekuritas yang banyak dibeli oleh
insider dan menjual sekuritas yang banyak dijual oleh insider dapat
menghasilkan abnormal return yang tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa
insider tampaknya mempunyai informasi privat yang belum terefleksi di
harga sekuritas.
b. Return dari Reksa Dana
Reksa Dana (mutual fund) merupakan portofolio yang dibentuk oleh
perusahaan reksa dana dan dijual kembali kepada masyarakat dalam
bentuk unit penyertaan. Salah satu tujuan dari reksa dana adalah untuk
meminimumkan risiko tidak sistematik (dengan membentuk portofolio)
dan untuk menghasilkan return yang tinggi. Jika reksa dana dapat
menghasilkan return yang tinggi yang tidak normal, hal ini bertentangan
dengan hipotesis pasar efisien. Jika memang hal ini terjadi, yaitu reksa
dana dapat memperoleh abnormal return yang berlebihan, kemungkinan
manajer reksa dana mendapatkan informasi privat yang tidak
dipublikasikan.
Studi yang meneliti kinerja dari reksa dana di antaranya adalah yang
dilakukan oleh Sharpe (1966) dan Jensen (1968). Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa reksa dana tidak mendapatkan abnormal return yang
berlebihan.

Events Studies
Even studies, Mohamad Samsul diartikan mempelajari pengaruh suatu peristiwa
terhadap harga saham di pasar pada saat peristiwa terjadi dan beberapa saat
setelah peristiwa terjadi. Apakah harga saham meningkat atau menurun setelah
peristiwa terjadi ataukah harga saham sudah terpengaruhi sebelum peristiwa itu
terjadi secara resmi ? Peristiwa itu sendiri ada yang dapat diduga akan terjadi dan
ada pula yang adanya mendadak terjadi dan tidak dapat diduga sebelumnya.

Peristiwa Split
Misalkan manajemen perusahaan merencanakan untuk melakukan
tindakan split saham yang akan diusulkan di dalam rapat umum pemegang saham
(RUPS) mendatang. Hasil RUPS diumumkan secara resmi melalui surat kaar dan
pemberitahuan manajemen perusahaan kepada pihak Bapepam dan bursa efek
misalkan pada tanggal 13 Desember 2014. Peristiwa ini digambarkan dalam
Peraga 11.2.

Reaksi pasar terhadap pengumuman hasil RUPS tersebut positif, karena


para investor menilai saham perusahaan ini sangat menguntungkan dengan
memberikan return sebesar 20% per tahun –yaitu suatu tingkat return yang jauh di
atas bunga deposito 7%. Pelaksanaan split itu sendiri membutuhkan waktu 16 hari
setelah tanggal pengumuman. Investor memberi reaksi positif terhadap split ini
yang tercermin pada kenaikan harga saham selama menunggu pelaksanaan split
dari tanggal 13 s/d 29 Desember 2014.
Posisi’0’ pada Peraga 11.2 adalah tanggal pengumuman 13 Desember
2004. Posisi +5 berarti 5 hari setelah tanggal pengumuman dan seterusnya. Posisi
-5 berarti 5 hari sebelum tanggal pengumuman dan posisi -16 berarti 16 hari
sebelum tanggal pengumuman. Posisi -16 memang dibuat agar dapat
diperbandingkan dengan periode +16 tentang return yang di peroleh sebelum dan
sesudah split, untuk mengetahui signifikansi perbedaan return tersebut. Investor
mengharapkan return saham melebihi 20% setelah masa split selesai.

Apabila rencana split itu bocor sebelum diputuskan oleh RUPS, maka
harga saham akan naik sebelum pengumuman resmi hasil RUPS diterbitkan dan
investor merespons positif tindakan split tersebut, seperti tampak dalam Peraga
11.3. Kenaikan harga saham terhadi pada hari ke-5 sebelum tanggal pengumuman
karena kebocoran informasi (leakage of information) yang dapat berasal dari
insider information. Insider Information adalah informasi yang berasal dari orang
dalam—yaitu direksi, komisaris, pemegang saham pengendali , karyawan ataupun
stakeholder dari perusahaan yang bersangkutan. Kenaikan harga saham tercermin
dalam cummulative return yang selalu meningkat dari hari ke hari selama satu
tahun berjalan.
Peristiwa Right Issue
Apabila reaksi suatu peristiwa bersifat negatif terhadap harga saham di
pasar berarti peristiwa itu tidak dikehendaki oleh investor. Reaksi negatif berarti
harga saham akan turun setelah pengumuman diterbitkan.
Misalkan suatu reancana penerbitan right issue dimunculkan pada saat
pasar bearish dan bertujuan menutupi keugian atau kekurangan modal perusahaan,
maka investor akan melepaskan sahamnya sebelum maupun sesudah
pengumuman diterbitkan.

Jika penurunan harga saham terjadi sebelum tanggal pengumuman resmi,


berarti telah terjadi kebocoran informasi. Sebaliknya jika rencana penerbitan right
issue dilakukan dalam masa pasar sedang bullish dan bertujuan untuk perluassan
produksi, maka hal in akan mendapat reaksi positif dari investor sehingga
mendorong harga saham meningkat. Penurunan dan kenaikan harga saham
tercermin dalam penurunan dan kenaikan cummulative return dalam Peraga 11.4.
2.6 Anomali Pasar
Jones (1996) mendefinisikan anomali pasar (market anomaly) sebagai
teknik atau strategi yang tampaknya bertentangan dengan pasar efisien.
Beberapa anomali yang banyak mendapat perhatian adalah anomali karena
strategi PER rendah (low P/E ratio) dan anomali efek ukuran perusahaan (size
effect).
Basu (1977) melakukan penelitian dengan merangking PER (price/earning
ratio) dan membandingkan hasil dari grup dengan PER rendah selama 12
bulan setelah terjadi pembelian sekuritas. Hasil yang diperoleh menunjukkan
bahwa sekuritas dengan PER rendah mengalahkan sekuritas dengan PER
tinggi. Hal ini dikatakan anomali karena informasi PER merupakan informasi
yang tersedia luas dan sudah banyak digunakan oleh pasar dalam menilai
suatu sekuritas. Jika banyak investor sudah menggunakan strategi ini,
seharusnya penggunaan strategi ini tidak akan menghasilkan abnormal return.
Akan tetapi, kenyataannya strategi ini dapat menghasilkan abnormal return,
sehingga dianggap sebagai suatu anomali.

2.7 Alasan Yang Menyebabkan Pasar Efisien dan Tidak Efisien


Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan pasar menjadi efisien. Pasar
efisien dapat terjadi karena peristiwa-peristiwa sebagai berikut ini :
1. Investor ialah penerima harga (price takers), yang berarti bahwa sebagai
pelaku pasar, investor seorang diri tidak dapat mempengaruhi harga dari
suatu sekuritas.
2. Informasi tersedia secara luas kepada semua pelaku pasar pada saat yang
bersamaan dan harga untuk memperoleh informasi tersebut murah.
3. Informasi dihasilkan secara acak dan tiap-tiap pengumuman informasi
sifatnya random satu dengan yang lainnya. Informasi dihasilkan secara
random mempunyai arti bahwa investor tidak dapat memprediksi kapan
emiten akan mengumumkan informasi yang baru.
4. Investor bereaksi dengan menggunakan informasi secara penuh dan cepat,
sehingga harga dari sekuritas berubah dengan semestinya mencerminkan
informasi tersebut untuk mencapai keseimbangan yang baru.
Sebaliknya jika kondisi-kondisi di atas tidak terpenuhi, kemungkinan
pasar tidak efisien dapat terjadi. Dengan demikian, pasar dapat menjadi tidak
efisien jika kondisi-kondisi berikut terjadi
1. Terdapat sejumlah kecil pelaku pasar yang dapat mempengaruhi harga
dari sekuritas
2. Harga dari informasi adalah mahal dan terdapat akses yang tidak seragam
antara pelaku pasar yang satu dengan yang lainnya terhadap suatu
informasi yang sama.
3. Informasi yang disebarkan dapat diprediksi dengan baik oleh sebagian
pelaku-pelaku pasar

Sumber ketidakefesienan lainnya, efesiensi system pasar tergantung pada


kepekaan dan tanggapan terhadap isyarat yang di berikan oleh harga, biaya
dan laba tak terduga. Kekuatan-kekuatan yang menimbulkan gangguan
(distorsi) serius terhadap isyarat ini atau menimbulkan gangguan terhadap
tanggapan terhadap isyarat tersebut, dapat menyebabkan pasar gagal
berfungsi secara efesien. Kekuatan-kekuatan ini seringkali diacu sebagai
ketidaksempurnaan pasar dan halangan pasar.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Efisiensi Pasar (Market Eficiency) didefinisikan sebagai hubungan antara
harga-harga sekuritas dengan informasi. Secara detail, efisiensi pasar dapat
didefinisikan dalam beberapa macam definisi, yaitu berdasarkan nilai intrinsik
sekuritas, berdasarkan akurasi dari ekspektasi harga, berdasarkan distribusi
informasi, dan berdasarkan pada proses dinamik.
Pasar efisien dapat terjadi karena peristiwa-peristiwa seperti, informasi
tersedia secara luas kepada semua pelaku pasar pada saat yang bersamaan,
informasi dihasilkan secara acak dan tiap-tiap pengumuman informasi sifatnya
random satu dengan yang lainnya, investor bereaksi dengan menggunakan
informasi secara penuh dan cepat.
Pengujian efisiensi pasar dibagi menjadi tiga kategori yang dihubungkan
dengan bentuk-bentuk efisiensi pasarnya, antara lain pengujian bentuk lemah
(weak-form test), pengujian bentuk setengah kuat (semi-strong-form tests),
dan pengujian bentuk kuat (strong-form tests).
Anomali pasar ialah teknik atau strategi yang tampaknya bertentangan
dengan pasar efisien. Beberapa anomaly yang banyak mendapat perhatian
adalah anomali karena strategi PER rendah (low P/E ratios) dan anomali efek
ukuran perusahaan (size effect).
Salah satu faktor pasar efisien yaitu, informasi tersedia luas kepada
seluruh pelaku pasar pada saat yang bersamaan dan harga untuk memperoleh
informasi tersebut murah. Sedangkan faktor pasar yang tidak efisisen yaitu,
Harga dari informasi adalah mahal dan terdapat akses yang tidak seragam
antara pelaku pasar yang satu dengan yang lainnya terhadap suatu informasi
yang sama
DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, P. Dan Pakarti, P. 2001. Pengantar Pasar Modal. Edisi Revisi, PT Asdi
Mahasatya. Jakarta.
Hartono, Jogiyanto. 2015. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE
Yogyakarta : Yogyakarta.
Samsul, Mohamad. 2015. Pasar Modal & Manajemen Portofolio. Surabaya.
Erlangga