Anda di halaman 1dari 12

SAMBUTAN MENKO POLHUKAM

PADA APEL KESIAPAN TNI-POLRI DAN


KOMPONEN BANGSA LAINNYA
DALAM RANGKA
PILEG DAN PILPRES TAHUN 2019
Tanggal, 22 Maret 2019

Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita
sekalian
Syaloom
Om swasti astu
Nammo budhaya
Salam kebajikan
- Yang terhormat Menteri Dalam Negeri,
Panglima TNI dan Kapolri beserta seluruh
jajarannya.
- Yang saya hormati Ketua KPU, Ketua
Bawaslu dan Ketua DKPP beserta seluruh
jajarannya.

- Yang saya hormati para Kepala Staf


Angkatan beserta jajarannya.

- Yang saya cintai, saya hormati dan saya


banggakan seluruh prajurit TNI-Polri peserta
apel kesiapan Pemilu Serentak Tahun 2019
diseluruh wilayah Indonesia.

- Yang saya hormati seluruh anggota


Ormas, Linmas dan Potmas serta seluruh
hadirin tamu undangan peserta apel yang
berbahagia.

Mengawali kegiatan pada pagi ini,


marilah kita tidak henti-hentinya
memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena sungguh
merupakan kebahagiaan dan anugerah yang
sangat berharga atas segala limpahan
rahmat dan ridhoNya, sehingga kita masih
diberikan kekuatan dan kemampuan untuk
melaksanakan tugas dalam keadaan sehat
wal’afiat.

2
Pada kesempatan yang baik ini,
sungguh merupakan kehormatan dan
kebanggaan bagi saya pribadi selaku Menko
Polhukam diberikan kepercayaan menjadi
pimpinan apel bersama-sama dengan
Panglima TNI dan Kapolri, berdiri dihadapan
para prajurit TNI-Polri, para anggota Linmas,
Ormas dan Potmas melaksanakan apel
kesiapan TNI-Polri dan komponen bangsa
lainnya dalam rangka pengamanan Pemilu
Serentak Tahun 2019.

Hadirin yang saya hormati, Pemilu


Serentak Tahun 2019 merupakan pesta
demokrasi Indonesia yang akan menjadi
tonggak sejarah karena dilaksanakan secara
serentak yakni 5 (lima) jenis pemilihan
dalam waktu yang bersamaan. Pemilu
serentak kali ini akan menjadi warisan
kebanggaan sekaligus menjadi sorotan
dunia internasional terkait apakah bangsa
Indonesia mampu melaksanakan
konsolidasi politik dengan demokratis dan
berintegritas dalam rangka memilih
pemimpin nasionalnya.

3
Sukses atau tidaknya perhelatan
demokrasi ini sangat tergantung kepada
semua pihak yang terlibat secara langsung
maupun tidak langsung. Tidak saja anggota
partai politik dan masyarakat yang dituntut
untuk taat dan patuh pada berbagai
ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak
penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu
dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan
kinerja yang obyektif dan transparan. Tidak
ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNI-
Polri yang berada di luar lingkup
penyelenggara Pemilu, akan tetapi sangat
menentukan suksesnya keberlangsungan
Pemilu yang dilaksanakan secara langsung,
umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Hadirin peserta apel yang berbahagia,


Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan
kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia
untuk memilih calon anggota legislatif yang
akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan
sekaligus sarana untuk memilih pemimpin
nasional guna mewujudkan cita-cita
nasional bangsa Indonesia. Melihat konteks
pelaksanaan Pemilu tersebut, sedapat

4
mungkin opini kita semua diarahkan bahwa
ajang ini bukanlah untuk membenturkan
satu pihak dengan pihak yang lain atau
ajang konflik antara kubu yang satu dengan
kubu yang lain. Namun sejatinya Pemilu
Serentak Tahun 2019 memilih pemimpin dan
bukan mengadu pemimpin, momen ini
harus menjadi ajang unjuk kompetensi,
program dan kapabilitas untuk
mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan
memilihnya menjadi pemimpin nasional.

Kita ketahui bersama bahwa terkait


penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun
2019 masih terdapat ancaman, gangguan,
hambatan dan tantangan yang
dimungkinkan akan menghambat
kelancaran penyelenggaraannya. Kita
ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri
telah mengeluarkan Indeks Kerawanan
Pemilu, yang merupakan pemetaan
terhadap kerawanan-kerawanan yang
diprediksi akan timbul dalam
penyelenggaraan Pemilu disetiap daerah.
Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi
penyelenggaraan dan sisi keamanan dan

5
ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, saya
mengajak seluruh stake holders terkait
untuk segera mengenali, menemukan dan
menetralisir serta mengatasi hambatan-
hambatan tersebut.

TNI-Polri selaku institusi yang


bertanggungjawab langsung terhadap
pengamanan jalannya Pemilu Serentak
tahun 2019, apabila menemukan adanya
kerawanan dan hambatan tersebut harus
dapat mengambil suatu tindakan tegas
sesuai dengan Prosedur Tetap dan aturan
hukum yang berlaku sehingga tidak ada
toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak
yang akan mengganggu jalannya Pemilu
Serentak Tahun 2019.

Hadirin peserta apel yang berbahagia,


Kita bersama turut merasakan bahwa dalam
tahapan Pemilu Serentak tahun 2019 ini
muncul berbagai kerawanan seperti
menyebarnya berita bohong atau hoax dan
meningkatnya politik identitas disamping
kerawanan-kerawanan lainnya. Berita-berita
hoax atau berita bohong yang disampaikan

6
terutama melalui media sosial tentunya
memiliki tujuan politis yaitu dipakai sebagai
alat untuk menyingkirkan lawan politik
sehingga menyebabkan demokrasi menjadi
tidak sehat dan merusak persatuan dan
kesatuan bangsa Indonesia. Demikian pula
halnya dengan semakin menguatnya politik
identitas menggunakan isu-isu SARA, telah
menjadi salah satu strategi bagi pihak-pihak
tertentu yang tidak bertanggungjawab
dalam memenangkan konstelasi Pemilu,
sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa
dan hilangnya rasionalitas dalam
menentukan pilihan politiknya. Penyebaran
berita hoax dan menguatnya politik identitas
dalam ajang Pemilu Serentak Tahun 2019
merupakan bentuk lain dari teror kepada
masyarakat karena mempengaruhi kondisi
psikologis rakyat Indonesia sehingga
kepada para pelakunya harus diambil
langkah hukum yang tegas.

Hadirin peserta apel yang berbahagia,


Pada hari ini kita berkumpul bersama
menggelar apel kesiapan TNI-Polri dan
komponen bangsa lainnya dalam
mengamankan Pemilu Serentak Tahun 2019.

7
Kegiatan apel ini dilaksanakan secara
serentak dan massif diseluruh wilayah
Indonesia baik itu di tingkat Provinsi
maupun ditingkat Kabupaten/Kota dengan
melibatkan prajurit TNI-Polri dan komponen
masyarakat lainnya. Jumlah kekuatan
prajurit TNI-Polri yang dilibatkan dalam
pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019
adalah sebanyak 453.133 orang didukung
dengan Alutsista sesuai potensi kerawanan
yang ada jumlah kekuatan TNI-Polri ini
cukup besar. Hal ini kita laksanakan semata-
mata menunjukkan bahwa negara dengan
didukung oleh rakyatnya sangat serius dan
bertanggungjawab agar gelaran pesta
demokrasi bisa berjalan dengan baik tanpa
ada hambatan yang berarti guna memilih
calon legislatif dan pemimpin nasional yang
berintegritas. Sebagai prajurit TNI-Polri kita
sepenuhnya menyadari bahwa tugas
mengamankan penyelenggaraan Pemilu
Serentak tahun 2019 adalah kehormatan dan
kebanggaan, karena sama nilainya dengan
menjaga keutuhan bangsa atau menjamin
terwujudnya keamanan dan ketertiban
masyarakat. Untuk itu saya berharap kepada

8
seluruh prajurit TNI-Polri dan komponen
masyarakat yang dilibatkan agar
melaksanakan tugas ini dengan penuh
dedikasi dan rasa tanggungjawab, karena
bagi Prajurit Bhayangkari Negara tugas
adalah kehormatan yang tidak ternilai
harganya.

Dalam melaksanakan tugas


pengamanan penyelenggaraan Pemilu
Serentak Tahun 2019, agar seluruh prajurit
TNI-Polri yang terlibat mempedomani
seluruh prosedur tetap yang berlaku
sehingga tindakan-tindakan yang dilakukan
senantiasa terukur sesuai aturan hukum.
Wujudkan sinergitas antara TNI-Polri
dengan penyelenggara Pemilu dan seluruh
komponen masyarakat agar setiap
permasalahan yang muncul dilapangan
dapat dihadapi, dikoordinasikan dan
dipecahkan bersama. Tidak kalah
pentingnya untuk kita pahami, bagi seluruh
prajurit TNI-Polri dimanapun saudara-
saudara bertugas, disamping melaksanakan
tugasnya mengamankan penyelenggaraan
Pemilu Serentak Tahun 2019, saudara-
saudara juga harus mampu untuk

9
mendewasakan masyarakat dalam
berdemokrasi sehingga tidak mudah
terprovokasi dengan isu-isu dan berita
bohong atau hoax yang beredar dan
menimbulkan keresahan. Saya sangat
meyakini bahwa unsur Babinsa dan
Bhabinkamtibmas serta perangkat
pemerintahan pada strata desa/kelurahan
sangat menguasai situasi diwilayahnya.
Dengan bekal inilah diharapkan saudara-
saudara mampu menjaga stabillitas
keamanan dalam penyelenggaraan Pemilu
Serentak Tahun 2019.

Hadirin peserta apel yang berbahagia,


Sebelum mengakhiri amanat ini, saya akan
menyampaikan beberapa penekanan untuk
kita pedomani bersama dalam
melaksanakan tugas pengamanan Pemilu
Serentak Tahun 2019 sebagai berikut :
1. Pahami bahwa tugas pengamanan
Pemilu Serentak Tahun 2019 ini adalah
kehormatan dan kebanggaan yang tidak
dapat dinilai dengan apapun sekaligus
menjadi amal ibadah yang akan
mendapatkan balasan pahala dari
Tuhan Yang Maha Esa bila dilaksanakan
dengan tulus ikhlas;

10
2. Jalin sinergitas antara unsur
Pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh
komponen masyarakat guna
mewujudkan keamanan dan kelancaran
pelaksanaan tugas;
3. Segera kenali, cari, temukan dan atasi
serta netralisir potensi kerawanan agar
tidak berkembang dan menggangu
penyelenggaraan Pemilu Serentak
Tahun 2019;
4. Tindak tegas sesuai aturan hukum yang
berlaku tehadap pihak-pihak yang
mencoba mengganggu kelancaran
Pemilu Serentak Tahun 2019;
5. Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus
mampu ikut serta menenangkan
masyarakat agar tidak resah dengan
menyebarnya berita-berita hoax serta
menguatnya politik identitas yang dapat
menggerus disintegrasi bangsa;
6. Inventarisir dan berkoordinasi dengan
tokoh agama, tokoh adat, tokoh
pemuda serta tokoh masyarakat untuk
memberikan rasa tenang kepada
masyarakat sehingga masyarakat dapat
menggunakan hak pilihnya dengan
aman.

11
Demikian amanat saya, semoga Tuhan
Yang Maha Esa senantiasa memberikan
perlindungan dan kekuatan kepada kita
semua dalam melanjutkan pengabdian serta
memberikan karya terbaik bagi bangsa dan
negara. Selamat bertugas..!!

Sekian dan terima kasih


Wassalamuallaikum Wr. Wb.
Selamat pagi
Om shanti shanti shanti om
Namo buddhaya.
Salam Kebajikan

MENTERI KOORDINATOR
BIDANG POLITIK HUKUM DAN KEAMANAN
REPUBLIK INDONESIA,

Ttd

WIRANTO

12