Anda di halaman 1dari 6

PERSALINAN SPONTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPK/Obgyn/ 00 5/5

Disahkan, Ditetapkan,
Tanggal terbit,
PANDUAN
PRAKTIS
KLINIS
dr. Triseno A. Budhihardjo,Sp.OG(K) dr. Douglas S. Umboh, MARS
Ketua Komite Medik Direktur
PENGERTIAN  Persalinan adalah proses lahirnya bayi, plasenta, dan selaput ketuban baik melalui
jalan lahir maupun dengan cara operasi sesar.
 Persalinan disebut spontan jika bayi keluar melalui jalan lahir dengan kekuatan his
dan tenaga mengejan ibu sendiri tanpa bantuan obat obatan maupun alat untuk
membantu persalinan.
 Persalinan disebut persalinan cukup bulan bila bayi lahir pada usia kehamilan cukup
bulan (umur kehamilan 37 sampai 42 minggu).
ANAMNESIS  H ari pe rtama h ai d te rak h i r
 G… … P… ..A… … ..
 Ri way at k e h ami l an s e k aran g:
- K e lu h an y an g di ras ak an i bu s ek aran g
- Pemeriksaan antenatal yang sudah dilakukan: kapan , dimana, oleh siapa
(dokter/bidan)
 Bila ibu datang saat sudah ada tanda-tanda/ keluhan in partu (dalam persalinan)
- Bila pasien seorang primi gravid, tanya apakah ada bloody show ?
- Apakah ibu sudah merasa mules-mules? Sejak kapan, masih jarang atau sudah
sering? (ibu dipandu agar jawabannya mempunyai arti klinik)
- A pakah g erakan bayi mas ih ada/mas ih diras akan ibu?
- Apakah selaput ketuban sudah pecah (ibu merasa sudah keluar cairan seperti air
seni namun tidak berbau pesing)? Kapan (berapa jam yang lalu)?
- Apakah keluar darah dari vagina (jalan lahir)?
 Bila kehamilan ini adalah kehamilan ke 2 atau lebih , tanyakan riwayat
kehamilan sebelumny a. Hal ini bisa dipakai untuk menilai apakah ibu
memiliki riwayat obstetrik yang buruk dan apakah kehamilan yang
sekarang ini patut dinilai sebagai kehamilan/anak mahal sekali
 Apakah pasien mempunyai riwayat penyakit kronis/sistemik seperti hipertensi,
gangguan jantung, kencing manis, dan sebagainya
PEMERIKSAAN  Kesadaran (compos mentis, somnolen, sopor , dll)
FISIS  Tanda tanda vital: tekanan darah, respirasi, nadi, suhu tubuh.
 Pemeriksaan obstetrik luar (Pemeriksaan Leopold pada kehamilan trimester ke II
atau lebih) untuk menentukan tinggi fundus uteri, letak bagian bawah janin
dalam rahim (bagian terendah janin dalam rahim / presentasi janin) dan
seberapa jauh turunnya bagian terendah.
 Menilai kontraksi uterus (frekuensi kontraksi/10 menit, kekuatannya, lama tiap
kontraksi dalam detik)
 Mendengarkan denyut jantung janin, menilai frekuensinya / menit , adakah tanda-tanda
gawat janin

*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN HERMINA HOSPITAL GROUP*


Halaman 1
PERSALINAN SPONTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPK/Obgyn/ 00 5/5

Disahkan, Ditetapkan,
Tanggal terbit,
PANDUAN
PRAKTIS
KLINIS
dr. Triseno A. Budhihardjo,Sp.OG(K) dr. Douglas S. Umboh, MARS
Ketua Komite Medik Direktur
 Pemeriksaan dalam (tentukan konsistensi serviks, arah serviks, effacement
cervix, besarnya pembukaan, selaput ketuban masih ada/sudah pecah , bagian
terendah yang teraba termasuk titik petunjuknya (posisi) , apakah tali pusat
janin teraba, apakah bagian bagian kecil janin teraba melalui pembukaan ,
keadaan vagina dan perineum)
 Pemeriksaan panggul (terutama bila pasien seorang primi gravida atau multi
gravida dengan riwayat persalinan buatan baik per vaginam maupun per
abdominam atau belum pernah melahirkan janin dengan BB > 2500 gram).
KRITERIA  Pasien G…. P…. A…
DIAGNOSIS  Umur kehamilan
 Presentasi dan jumlah janin
 Kondisi janin : hidup/gawat janin/mati
 Penyulit : bila ada
 Hal-hal khusus : primi tua , anak sangat mahal
 Bila pasien datang dalam persalinan disebut parturient kala…I / II/
III/IV…. (Bila kala I apakah fase laten ataukah fase aktif)

PERSALINAN
Persalinan dibagi menjadi 4 kala:
1) Kala I : kala Pembukaan.
 Persalinan pada seorang primigravida dimulai dengan keluarnya lendir
bercampur darah (bloody show). Hal ini terjadi karena lepasnya mucous plug dari
saluran leher rahim
 Pada seorang multigravida tidak jarang sudah ada pembukaan serviks dalam
kehamilan cukup bulan sebelum ada tanda-tanda persalinan
a. Kala I fase latent :
- Ditandai dengan his yang frekuensinya masih jarang , belum kuat dan tiap
kontraksi berlangsung singkat
- Fase ini berakhir bila pembukaan sudah mencapai 3 – 4 cm.
b. Kala I fase aktif:
- Dimulai dari pembukaan 3-4 cm sampai pembukaan lengkap ( 10 cm ).
- Ditandai dengan his yang frekuensinya makin sering (3 kontraksi dalam 10
menit, kuat (cirinya dinding uterus keras dan bila ditekan tidak melesak) dan
tiap kontraksi berlangsung 40 – 45 detik.
- Friedmann membagi fase aktif menjadi:
 fase akselerasi: dalam 2 jam, pembukaan 3 cm menjadi 4 cm.
 Fase dilatasi maksimal: dalam 2 jam, pembukaan berlangsung sangat cepat,

*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN HERMINA HOSPITAL GROUP*


Halaman 2
PERSALINAN SPONTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPK/Obgyn/ 00 5/5

Disahkan, Ditetapkan,
Tanggal terbit,
PANDUAN
PRAKTIS
KLINIS
dr. Triseno A. Budhihardjo,Sp.OG(K) dr. Douglas S. Umboh, MARS
Ketua Komite Medik Direktur
dari 4 cm menjadi 9 cm
Fase deselerasi: dalam 2 jam, pembukaan dari 9 cm sampai Iengkap (10 cm).

Pada multigravida, fase laten, fase aktif, dan fase deselerasi lebih pendek.
2) Kala II : kala pengeluaran, dimulai sejak pembukaan lengkap (10 cm)sampai
bayi lahir
3) Kala Ill: Kala Uri, dimulai dari sejak bayi lahir sampai seluruh plasenta lahir
lengkap.
4) Kala IV, dimulai dari Iahirnya plasenta sampai 1 jam setelah plasenta lahir
- Komplikasi yang menjadi penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan
pasca persalinan (post partum haemorrhage) sering terjadi pada kala IV.
- Kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya penyulit ini harus tinggi.
- Mekanisme berhentinya perdarahan setelah plasenta lahir terjadi karena
terjepitnya pembuluh pembuluh darah oleh otot-otot rahim yang berkontraksi
dan terjadinya pembekuan darah.

Pengamatan pada kala ini meliputi penilaian kualitas kontraksi rahim


dan jumlah perdarahan yang keluar.

Bila perdarahan sesudah anak dan plasenta lahir lebih dari 500 ml berarti terjadi
penyulit PERDARAHAN PASCA PERSALINAN
Tapi jangan menunggu sampai perdarahan 500 ml. Segeralah bertindak bila
mekanisme fisiologis untuk menghentikan perdarahan pada kala IV tidak berlangsung
sebagai mana mestinya.

- Kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya penyulit perdarahan pasca persalinan


harus sudah dimulai sejak kita melakukan anamnesis, pemeriksaan luar dan menilai
hasil pemeriksaan laboratorium
- Faktor - faktor predisposisi (kencenderungan ) untuk terjadinya perdarahan pasca
persalinan adalah :
 Grande Multipara ( P 4 Plus )  Hamil dengan Myoma Uteri
 Hamil kembar  PEB
 Anak besar ( > 4000 gram)  Abortus Habitualis
 Polihidramnion  Riwayat Retensio Plasenta

*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN HERMINA HOSPITAL GROUP*


Halaman 3
PERSALINAN SPONTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPK/Obgyn/ 00 5/5

Disahkan, Ditetapkan,
Tanggal terbit,
PANDUAN
PRAKTIS
KLINIS
dr. Triseno A. Budhihardjo,Sp.OG(K) dr. Douglas S. Umboh, MARS
Ketua Komite Medik Direktur

 Anemia
 Persalinan diselesaikan dengan oksitosin drip

SARAN :
Bidan VK harus segera memberitahukan DPJP bila ada pasien-
pasien yang masuk dan mempunyai predisposisi di atas serta
meminta saran pengelolaan khusus yang diperlukan dalam
menghadapi persalinannya.
DIAGNOSIS Tidak ada
DIFERENSIAL
PEMERIKSAAN  Kardiotokografi (CTG) untuk memantau keadaan janin
PENUNJANG  Lakukan pemeriksaan laboratorium bila belum ada data pemeriksaan laboratorium pada
trimester 3 (Hemoglobin, hematokrit, leukosit, trombosit, MCV, MCH, MCHC, urin
lengkap) atau periksa lebih lengkap apabila belum pernah dilakukan pemeriksaan
laboratorium sejak trimester pertama (ditambah gula darah sewaktu, golongan darah-
rhesus, dan HBsAg)
TATALAKSANA  Makanan ringan dan asupan cairan harus tetap cukup selama persalinan untuk
memberi energi dan mencegah dehidrasi karena dehidrasi bisa memperlambat
kontraksi dan/atau membuat kontraksi menjadi tidak teratur dan kurang efektif.
 Bila kandung kemih tidak dapat dikosongkan secara spontan dan dinilai mengganggu
penurunan kepala, maka kandung kemih dapat dikosongkan (bila perlu setiap 2 jam)
 Memantau jalannya persalinan dengan menggunakan ( pencatatan) partograf
untuk memantau kemajuan (kala I ) persalinan kala I.
 Bila rektum penuh dan dinilai menganggu penurunan kepala, maka dapat dilakukan
pemberian klisma/pencahar (enema) untuk mengosongkan rektum, bisa diberikan 20-
40 mL gliserin ke dalam rektum dengan alat khusus.
 Ibu disarankan untuk tidak mengedan sebelum pembukaan lengkap.
 Setelah anak lahir, kontraksi rahim dinilai. Bila perlu ibu diberi suntikan Oksitosin 10
IU intramuskuler.
 Kemudian lakukan pemeriksaan apakah plasenta sudah lepas dengan Perasat Kutsner.
 Bila sudah ada tanda-tanda lepasnya plasenta, plasenta dilahirkan dengan tarikan
ringan pada tali pusat (bila perlu dapat dibantu dengan dorongan ringan pada fundus
uteri)
 Setelah plasenta lahir, kontraksi rahim dinilai. Bila perlu dilakukan massage ringan
pada korpus uteri untuk memperbaiki kontraksi uterus dan mencegah perdarahan
*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN HERMINA HOSPITAL GROUP*
Halaman 4
PERSALINAN SPONTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPK/Obgyn/ 00 5/5

Disahkan, Ditetapkan,
Tanggal terbit,
PANDUAN
PRAKTIS
KLINIS
dr. Triseno A. Budhihardjo,Sp.OG(K) dr. Douglas S. Umboh, MARS
Ketua Komite Medik Direktur
post partum.
 Bila plasenta dalam 15 menit belum lahir, dapat diberikan suntikan Oksitosin 10 IU
IM.
 Jika setelah plasenta lahir kontraksi uterus dinilai kurang baik, berikan M etergin
Injeksi 0,2 mg (1 ampul) IM. Bila kontraksi uteri masih kurang baik dapat diberikan
metergin Injeksi lagi 0,2 mg IV (pemberian metergin maksimum 3 ampul).

CATATAN : Kita harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya atonia uteri


sebagai penyebab perdarahan pasca persalinan, terutama pada persalinan lama, grande
multipara, gemeli, hidramnion, anak besar (taksiran berat badan anak/TBBA > 4000 gram )
dan pasien dengan anemia
EDUKASI  Ibu dinasehati untuk minum banyak cairan dan sering BAK (setiap 2 jam)
 Pada kala II ( Pembukaan sudah lengkap ) bila tidak ada kontraindikasi Ibu
dibimbing dan dituntun untuk meneran yang benar
PROGNOSIS Baik
KEPUSTAKAAN 1. Wiknjosastro, Hanifa. 2006. Fisiologi don Mekanisme Persalinan Normal.
Dalam Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan, Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Hal 180-91.
2. Buku Panduan Peserta Pelatihan Asuhan Persalinan Normal. Edisi ketiga (revisi).
2007.
3. Cunningham FG (editorial): Normal Labor and Delivery. In “William Obstetrics”
22 nd ed. Page 409 – 441. McGraw Hill Companies, 2005.
4. Saifuddin AB (ed): Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono. Jakarta 2002.

Disclaimer : Penerapan panduan praktis klinis ini dapat disesuaikan oleh pemberi pelayanan medis pada kondisi
tertentu sesuai dengan keadaan pasien dan perkembangan ilmu kedokteran.

*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN HERMINA HOSPITAL GROUP*


Halaman 5
PERSALINAN SPONTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPK/Obgyn/ 00 5/5

Disahkan, Ditetapkan,
Tanggal terbit,
PANDUAN
PRAKTIS
KLINIS
dr. Triseno A. Budhihardjo,Sp.OG(K) dr. Douglas S. Umboh, MARS
Ketua Komite Medik Direktur

*DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN HERMINA HOSPITAL GROUP*


Halaman 6