Anda di halaman 1dari 5

PERENCANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

Satuan Pendidikan : SMA AL HIKMAH SURABAYA


Cabang Ekstrakurikuler : Panahan Putra
Kelas/Semester : X-XI / 2 (Genap)
Jumlah Siswa : 13
Sub Tema/ Materi : Teknik Dasar Memanah
Alokasi Waktu : .2 JP x 2 pertemuan

A. Kompetensi Dasar
Mempraktikkan teknik dasar memanah

B. Indikator
1. Siswa dapat melakukan teknik dasar memanah dengan baik.
2. Siswa dapat melakukan gerak memanah dari awal hingga akhir.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Mempraktikkan teknik dasar memanah dan mengkoordinasikan tangan kanan maupun
kiri.
2. Mempraktikkan teknik dasar memanah dengan urutan pembelajaran yang jelas dan
terstruktur
D. Materi Pembelajaran
1. Metode dorong tarik (push pull)

Metode ini dipakai pada busur yang lurus dan melengkung. Tali dipasang secara tepat di
dalam notch dari sisi busur sebelah bawah yang dibiarkan tenang. Tangan yang satu
menarik bagian tengah bususr keluar, sedangkan tangan yang lain mendorong untuk
memaksa sisi busur kearah bawah. Ketika lengkungan diperoleh, jari harus menyumbat
ujung tali dalam penakik busur atas (notch). Tali yang sudah dipasang harus diperiksa
yaitu dalam keadaan lurus dengan busur.

Pemanah harus hati-hati dalam menggunakan metode ini, karena jika saat mendorong
tidak hati-hati tangan bisa tergelincir, akibatnya bususr bisa terbang ke depan dan dapat
memukul wajah.

2. Metode Tindak Langkah

Menempatkan sayap bawah di depan salah satu kaki dan tali bususr berada diantara kaki
yang lain. Pemanah manarik sayap bagian atas maju di atas paha dan masukkan tali
sampai takik pada ujung sayap. Kelemahan metode ini pemanah cenderung sering
menarik sayap bagian atas kea rah badan menjadi suatu garis lurus dengan tali bususr dan
busur melengkung secara alami.

Teknik memanah bagi pemula pada dasarnya ada sembilan langkah, yaitu :
1. Sikap Berdiri (stand)

Sikap berdiri (stand), menurut Damiri, “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap
berdiri yang baik ditandai oleh: (1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai
secara seimbang, (2) tubuh tegak, tidak condong ke depan atau ke belakang, ke samping
kanan ataupun ke samping kiri.” Terdapat empat macam sikap kaki dalam panahan, yaitu
open stand, square stand, close stand, dan oblique stand, yang kebanyakan dipakai oleh
pemanah pemula adalah sikap square stand atau sikap sejajar.

1. Sejajar (square stance)

 Posisi kaki pemanah terbuka selebar bahu dan sejajar dengan garis tembak.
 Pemahan pemula disarankan untuk mempergunakan cara ini 1 sampai 2 tahun,
selanjutnya baru beralih ke terbuka (open stance)
 Cara berdiri sejajar mudah dilakukan untuk membuat garis lurus dengan sasaran,
namun dalam hal ini perlu diingat, yaitu pada waktu menarik dan holding
cenderung badan bergerak.
1. Terbuka (open stance)
 Posisi kaki pemanah membuat sudut 450 dengan garis tembak.
 Pada saat menarik, posisi badan lebih stabil.
 Posisi leher atau kepala akan lebih rileks dan pandangan pemanah lebih mudah
untuk focus kedepan.
 Cara berdiri seperti ini dianjurkan untuk pemanah lanjutan, katena pada tarikan
penuh akan banyak space room pada bahu.

2. Memasang Ekor Panah (nocking)

Memasang ekor anak panah (nocking), menurut Damiri, “Gerakan menempatkan atau
memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan
menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest). Kemudian diikuti
dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap menarik tali.” Memasang ekor
panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu
atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak
panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.

3. Mengangkat Lengan Busur (extend)

Mengangkat lengan busur (extend), menurut Damiri, “Gerakan mengangkat lengan


penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.”
Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga
jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya
diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan
penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk
(lengan penahan busur), penulis memperjelas dengan memberikan gambar seperti
dibawah ini :

4. Menarik Tali Busur (drawing)


Menarik tali busur (drawing), menurut Damiri, “Gerakan menarik tali sampai menyentuh
dagu, bibir dan atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan
penarik tali di dagu.” Ada tiga fase gerakan menarik, yaitu pre-draw, primary draw dan
secondary draw. Pre-draw adalah gerakan tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi
siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci.Primary-draw atau tarikan utama adalah
gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan sedikit
menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi
penjangkaran. Secondary-draw atau tarikan kedua adalah gerakan menahan tarikan pada
posisi penjangkaran sampai melepas tali (release).

Didalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat
SD dan SLTP yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak (wirst),
dan lengan bawah. Ketiga bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya
bahu dan otot belakang. Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan
jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot yang seharusnya
dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan pada halaman-halaman sebelumnya, di
bawah ini adalah gambar menarik busur :

5. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)

Menjangkarkan lengan penarik (anchoring), menurut Damiri, “Gerakan menjangkarkan


tangan penarik pada bagian dagu.” Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat
penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu,
dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment). Ada
dua jenis penjangkaran, yaitu penjangkaran di tengah dan penjangkaran di samping. Pada
penjangkaran di tengah, tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir dan hidung serta
tangan penarik menempel di bawah dagu. Pada penjangkaran di samping, tali menyentuh
pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan penarik menempel di bawah
dagu.

6. Menahan Sikap Panahan (tighten)

Menahan sikap panahan (tighten), menurut Damiri, adalah: Suatu keadaan menahan
sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada
saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar
sikap panahan tidak berubah. Bersamaan dengan itu pemanah melakukan pembidikan.
Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan.

7. Membidik (Aiming)

Membidik (aiming), menurut Damiri: “Gerakan mengarahkan atau menempelkan titik


alat pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.” Pada posisi membidik, posisi
badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian pemanah tidak hanya fokus
kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus
akan lebih baik.

8. Melepas Tali/Panah (release)

Melepas tali/panah (release), menurut Damiri: “Gerakan melepas tali busur, dengan cara
merilekskan jari-jari penarik tali.” Ada dua cara melepaskan anak panah, yaitu dead
release dan active release. Pada dead release setelah tali lepas, tangan penarik tali tetap
menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas. Pada active release, setelah tali lepas
tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.
Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali
terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah
getaran tali yang tidak diperlukan, yang akan menyebabkan panah berputar. Kesalahan
sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah, mengakibatkan dampak yang sangat
besar terhadap sasaran.

9. Menahan Sikap Panahan (after hold)

Menahan sikap panahan (after hold), menurut Damiri, “Suatu tindakan untuk
mempertahankan sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah
meninggalkan busur. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak
panahan yang dilakukan.”

Di dalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat
SD dan SLTP after hold adalah Tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus
kearah sasaran dan tetap ditahan hingga dua detik setelah panah menyentuh permukaan
sasaran.

E. Bahan dan Alat Pembelajaran


1. Bahan Pembelajaran
- www.archery.com
- http://asci-club.com/blog/2015/05/12/teknik-teknik-dasar-panahan/

2. Alat Pembelajaran
- Lapangan Panahan
- Anak panah
- Busur Panah (milik siswa pribadi)

F. Metode Pembelajaran
Penugasan dan Demonstrasi

G. Kegiatan Pembelajaran
KEGIATAN DISKRIPSI WAKTU
 Berbaris, berdoa, presensi, dan apersepsi 10 menit
 Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan
pembelajaran
Pendahuluan  Menyampaikan tahapan kegiatan pembelajaran yang akan
dilaksanakan pada tiap pertemuan.
 Melakukan pemanasan/ latihan fisik agar tidak terjadi
cidera saat pelaksanaan pembelajaran.
Inti  Melakukan pemanasan dengan menggunakan busur 60 menit
dengan cara perlahan menarik dan dikembalikan selama
10 menit
 Membariskan siswa menjadi 4 banjar ke belakang
sehingga tiap sasaran bisa dipakai untuk 2 siswa.
 Meningkatkan inmtensitas menembak karena dengan
semakin banyak intensitas menembak maka semakin
tinggi juga akurasi dan otomatisasi
 Mengkoreksi sasaran perkenaan
 Pendinginan, berbaris, evaluasi proses pembelajaran, 10 Menit
berdoa dan bubar
 Melakukan refleksi dengan tanya jawab kepada peserta
Penutup
didik
 Menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran
.

H. Penilaian
Contoh format penilaian service
1. Penilaian keterampilan
Perolehan Nilai
Kriteria Pengskoran Klasifikasi Nilai
Putera Puteri

…… > Angka 90 …… > Angka 80 100% Sangat Baik

Angka 80 – 89 Angka 70 – 79 90% Baik

Angka 70 – 79 Angka 60 – 69 80% Cukup

Angka 60 – 69 Angka 50 – 59 70% Kurang

…… < Angka 60 …… < Angka 50 60% Kurang Sekali

2. Penilaian sikap
Penilaian Kedisiplinan, Ketertiban, dan Motivasi
No Nama Ket.
1 2 3 4 5 6

Jumlah skor yang diperoleh

Penilaian Afektif = ----------------------------------------- X 100%

Jumlah skor maksimal

Surabaya, 10 Januari 2019


Pembina Ekstrakurikuler Panahan

(Tsalits Fikriyah Rahmi)