Anda di halaman 1dari 9

See

discussions, stats, and author profiles for this publication at: http://www.researchgate.net/publication/261027977

KNSI2014-381 STUDI DAN IMPLEMENTASI


ALGORITMA TERINSPIRASI SISTEM IMUN :
CLONAL SELECTION ALGORITHM

CONFERENCE PAPER · FEBRUARY 2014

READS

262

4 AUTHORS, INCLUDING:

Ayi Purbasari Iping Supriana


Bandung Institute of Technology Bandung Institute of Technology
13 PUBLICATIONS 1 CITATION 195 PUBLICATIONS 63 CITATIONS

SEE PROFILE SEE PROFILE

Available from: Iping Supriana


Retrieved on: 03 November 2015
Konferensi Nasional Sistem Informasi 2014, STMIK Dipanegara Makassar, 27 Februari – 01 Maret 2014

KNSI2014-381
STUDI DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA TERINSPIRASI SISTEM
IMUN : CLONAL SELECTION ALGORITHM
Ayi Purbasari 1, OeripSantoso2 , Rila Mandala3 , Iping Supriana S4
1,2,3,4
Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
1
pbasari@unpas.ac.id,, 2oerip@stei.itb.ac.id, 3rila@stei.itb.ac.id, 4iping@stei.itb.ac.id

Abstrak

Artificial Immune System (AIS) merupakan bagian dari Bio-Inspired Computing yang menggunakan metafora
sistem imun vetebrata untuk menciptakan solusi atau cara pandang baru khususnya untuk persoalan kompleks.
Algoritma ClonalGmerupakan salah satu algoritma AIS-untuk penyelesaian persoalan optimasi dengan prinsip
evaluasi terhadap suatu populasi. Penelitian ini melakukan studi dan implementasi terhadap algoritma
ClonalGdan diujicobakan untuk pencarian solusiTravelling Salesperson Problem (TSP).Implementasi dilakukan
di lingkungan pengembangan Visual C# dengan kasus uji persoalan TSP dari 14 simpul sampai dengan 666
simpul. Dengan parameter populasi yang tetap, yaitu 50 serta jumlah evaluasi ditetapkan sebanyak 100000
evaluasi, terlihat bahwa algoritma ini konvergen untuk setiap kasus uji. Implementasi menunjukkan adanya
konsistensi dalam waktu eksekusi yang berbanding lurus dengan jumlah simpul. Evaluasi, bobot optimal
diperoleh pada kasus Burma14, dengan 14 simpul, sedangkan pada kasus lain, bobot optimal belum diperoleh.
Keluaran program kemudian dibandingkan dengan hasil eksperimen kakas OatTools dengan algoritma yang
sama, menunjukkan bahwa keluaran program memperoleh nilai bobot yang lebih baik untuk seluruh kasus uji.

Kata kunci : Artificial Immune System (AIS), Clonal Selection Algorithm(CSA), CLONALG, Travelling
Salesperson Problem (TSP), Visual C#.

Pendahuluan Terdapat tiga teori utama yang menjadi


landasan pemodelan dan pembuatan algoritma
Terdapat banyak inspirasi dari sistem pada AIS, yaitu Teori Jaringan Imun (Immune
biologi (bio-inspired) dalam memecahkan Network) oleh Jerne pada tahun 1974, teori
persoalan komputasi. Penelitian terkait jaringan Negative Selection, teori Clonal Selection oleh
syaraf yang berasal dari pengamatan kerja otak Burnet pada tahun 1959 [5, 16]. Teori Seleksi
[15], algoritma optimasi berdasarkan perilaku Clonal menyatakan bahwa terdapat skema
koloni semut[10] atau lebah [13], juga sistem seleksi dimana sel yang mengenali non-self
evolusi pada sel yang mendasari algoritma akan dipertahankan dan mengalami proses klon
evolusioner, misalkan algoritma genetika [12]. melalui skema somatic hypermutation (mutasi
Perilaku biological system diekstraksi dan dengan probabilitas tinggi). Sel yang diseleksi
kemudian diadopsi dan menjadi inspirasi untuk merupakan sel B yang bertanggung jawab
menangani persoalan komputasi pada sistem membentuk antibodi yang spesifik. Deskripsi ini
kompleks. Salah satu bio-inspired systemlainnya memperlihatkan adanya proses seleksi yang
Artificial Immune Systems (AIS) [16] . Pada adaptif. Hal ini menginspirasi lahirnya
prinsipnya, AIS menggunakan metafora sistem algoritma seleksi clonal (Clonal Selection
imun vetebrata untuk menciptakan solusi baru Algorihtm, CSA) [7]. Ulutas [18] menyatakan
untuk persoalan kompleks - atau setidaknya sebanyak 23% algoritma ini digunakan untuk
memberikan cara-cara baru dalam memandang persoalan optimasi.
persoalan. Sejumlah kontribusi bidang AIS telah Di sisi pemodelan, Watkins [20]
menyelesaikan persoalan pada bidang optimasi, mengungkapkan gagasan bahwa sistem imun
deteksi intrusi, dan learning [1, 5, 6, 9]. merupakan sistem yang memiliki karakteristik

KNSI 2014 1910


Konferensi Nasional Sistem Informasi 2014, STMIK Dipanegara Makassar, 27 Februari – 01 Maret 2014

inherently a parallel, baik dalam kontrol, berikut: kelompok algoritma Artificial


respons, proses maturasi, dan manajemen Immune Recognition System
populasi sel. Paralelisasi algoritma terinspirasi (AIRS) dari Watskin dan Timmis 2004, B-
menjadi potensi pengembangan algoritma untuk Cell Algorithm (BCA) dari Kelsey dan
menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks. Timmis 2003, the Clonal Selection Algorithm
Namun kinerja paralelisme akan selalu (CLONALG) dari De
dibandingkan dengan program yang dieksekusi Castro dan Zuben 2002, Immunological
secara serial. Untuk itu, diperlukan Algorithm (IA) dari Mario Pavone, Giuseppe
implementasi algoritma ClonalG ini yang Narzisi dan Giuseppe Nicosia, Multi-objective
dieksekusi secara serial. Immune System Algorithm (MISA) dari
Brownlee pada dasarnya telah Nareli Cruz Cortés, dan beberapa yang tidak
menyiapkan kakas yang diberi nama oatTools terkelompokkan. Kecuali AIRS, seluruh
[3], sebuah kakas untuk penyelesaian algoritma ini ditujukan untuk aplikasi
persoalan optimasi dengan pendekatan persoalan optimasi, sedangkan MISA khusus
komputasi terinspirasi biologi, termasuk juga untuk optimasi multiobjektif.
ClonalG. Namun kakas ini tidak dipersiapkan
untuk implementasi paralel. Karena itu, Clonal Selection Algorithm (CLONALG)
penelitian ini bertujuan menyiapkan kakas
yang siap dikembangkan untuk penelitian De Castro dan VonZuben mengusulkan
lanjut berupa paralelisasi algoritma. Pada algoritma seleksi clonal / ClonalSelection
penelitian ini digunakan contoh kasus Algorithm (CSA) sebagai komputasi realisasi
persoalan optimasi kombinatorial, Travelling dari prinsip seleksi clonal, digunakan untuk
Salesperson Problem (TSP). persoalan pattern matching dan optimisasi.
Makalah ini akan terbagi menjadi Algoritma ini merupakan algoritma yang
beberapa bagian sebagai berikut: Bab II berisi paling popular di bidang AIS dan diberi nama
model umum dari CSA dengan definisi standar CLONALG (CLONal selection
dan spesikasi umum algoritma CLONALG. ALGorithm) [7].
Bab III memperlihatkan persoalan optimasi Secara umummodel CLONALG,
yang diselesaikan oleh ClonalG. Bab IV melibatkan seleksi dari antibodi yang
memperlihatkan implementasi dan hasil merepresentasikan kandidat solusi, dimana
percobaan terhadap data kasus uji. Bab V seleksi ini berdasarkan nilai afiniti yang didapat
berisi simpulan tentang implementasi ClonalG dari memasangkan pola antigen atau melalui
dan panduan umum untuk studi lanjut suatu fungsi evaluasi. Antibodi yang terseleksi
paralelisasi ClonalG. kemudian mengalami perbanyakan/kloning dan
hipermutasi dengan proporsi hipermutasi yang
Algoritma Seleksi Clonal (CSA) berbanding terbalik dengan nilai afiniti. Hasil
kloning ini dibandingkan dengan populasi
Algoritma Seleksi Clona/Clonal Selection antibodi, dipilih yang terbaik untuk generasi
Algorithms(CSA) merupakan algoritma yang berikutnya. Anggota Populasi dengan afiniti
terinspirasi dari prinsip seleksi clonal/Clonal rendah akan digantikan oleh antibodi yang
Selection Principle (CSP) yang diturukan dari digenerate secara random (random
teori seleksi clonal / Clonal Selection Theory replacement).
(CST). Bidang ini merupakan bagian dari CLONALG diuji cobakan untuk pattern
bidang Artificial Immune Systems (AIS) yang recognition dengan menerapkan sel memori
umumnya terkait erat dengan komputasi sebagai representasi solusi sementara [7]. Untuk
terinspirasi biologi. BiologicallyInspired persoalan binary-pattern recognitian dan fungsi
Computation (BIC) atau komputai inteligen / optimasi, digunakan skema enkoding biner,
Computational Intelligence (CI). sedangkan untuk persialan Travelling
Terdapat beragam algoritma dengan Salesperson Problem (TSP) digunakan skema
prinsip CSA. Galeano, Veloza-Suan dll., permutasi integer [7].
mengusulkan pegelompokkan ragam algoritma
yang dilengkapi oleh Brownlee [4] sebagai Prinsip Dasar Algoritma CLONALG

KNSI 2014 1911


Konferensi Nasional Sistem Informasi 2014, STMIK Dipanegara Makassar, 27 Februari – 01 Maret 2014

Sejumlah n Ab terpilih tersebut akan


Prinsip dasar CLONALG adalah diproduksi/klon secara independen dan
menghasilkan populasi antibodi N, masing- proporsional terhadap afiniti masing-
masing menetapkan solusi acak untuk proses masing, membentuk wadah . Semakin
optimasi. Pada setiap iterasi, beberapa antibodi tinggi afiniti, semakin tinggi jumlah klon
yang ada terbaik dipilih, kloning, dan bermutasi yang digenerate untuk setiap n Ab yang
untuk membangun suatu calon populasi baru. terpilih.
Antibodi baru kemudian dievaluasi dan
persentase tertentu dari antibodi terbaik kemudian mengalami proses maturasi afiniti
ditambahkan ke populasi asli. Prosentase yang berbanding terbalik dengan nilai
antibodi terburuk dari generasi sebelumnya afiniti, membentuk populasi . Semakin
kemudian diganti dengan yang baru secara acak. tinggi afinii, semakin kecil rate dari mutasi.
Berikut simbol dan parameter yang
digunakan pada CLONALG [7]: Tetapkan afiniti untuk yangdirelasikan
Ab, wadah Ab yang bisa dibagi menjadi ke antigen
beberapa subset, dimana:
Seleksi ulang sejumlah dari ;sejumlah n Ab
= sejumlah n Ab dari Ab dengan afiniti terpilih untuk membentuk wadah Ab
tertinggi, dimana Gantikan sejumlah d Ab dari yang memiki afiniti
terendah individu baru dari

= bagian dari Ab yang baru, yang akan Berikut gambar untuk proses ClonalG
menggantikan Ab dari dengan afiniti
rendah, dimana

, merupakan vektor yang berisi afiniti antara


dari seluruh terhadap antigen

, merupakan populasi dari hasil kloning dari


setelah mengalami
hipermutasi, menjadi
, merupakan kandidat dari untuk memasuki
memori pool dari Ab.
Afiniti Ab dihitung berdasarkan nilai fungsi
objektif untuk Ab tersebut.
Setiap antibodi merepresentasikan
elemen dari ruang input. Gambar 95 CLONALG untuk Optimasi [7]
Berikut tahapan penerapan algoritma
CLONALG:
Proporsi afiniti tidak menjadi pertimbangan
Secara random, pilih antibodi Ab yang terdapat
dalam menetapan jumlah kloning untuk setiap
pada wadah/ repertoar.
Ab. Jumlah kloning untuk setiap Ab menjadi
Tentukan vektor yang berisi afinitiAbdari sama, sehingga persamaan yang digunakan
seluruh N Ab dalam wadah.Afiniti Ab untuk menetapkan klon adalah sebagai berikut:
dihitung berdasarkan nilai fungsi objektif
untuk Ab tersebut. Setiap antibodi
merepresentasikan elemen dari ruang input.
Pilih sejumlah n Ab dengan afiniti tertinggi
untuk membangun

KNSI 2014 1912


Konferensi Nasional Sistem Informasi 2014, STMIK Dipanegara Makassar, 27 Februari – 01 Maret 2014

CLONALG dan Persoalan TSP cepat dan hasil optimasi yang lebih baik.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, penulis
mengusulkan penelitian menggunakan:
Untuk persoalan optimasi kombinatorial, Algoritma CLONALG (untuk TSP) dari
contohnya TSP, maka representasi yang deCastro dan Leandro,
dilakukan adalah sebagai berikut: Implementasi algoritma dengan pendekatan
Populasi Ab merepresentasikan solusi tour, pada berorientasi objek,
awalnya diinisiasi secara random dari Di lingkungan implementasi yang kedepannya
seluruh kemungkinan solusi TSP dalam mendukung pemrograman paralel, yaitu
bentuk tour dan bobot (terdapat n!/2 sirkuit dengan Visual C#. Hal ini dikarenakan
Hamilton, dimana n adalah jumlah simpul). .NET menyediakan library MPI.NET yang
Jumlah populasi ditetapkan sebagai variabel dapat digunakan untuk pengembangan
awal. program paralel.
Terdapat fungsi seleksi terhadap afiniti untuk
mengecek bobot dari tour yang paling Hasil dan Pembahasan
minimum. Jumlah seleksi ditetapkan
sebagai variabel awal. Afiniti tinggi Implementasi Algoritma CLONALG
dinyatakan dengan bobot minimum.
Terdapat fungsi kloning dan hipermutasi. Pada bagian ini dijelaskan lingkungan
Kloning adalah copy dari populasi implementasi algoritma TSP. Lingkungan
terseleksi, jumlah copy tersebut ditetapkan perangkat keras terdiri dari Manufaktor Toshiba
sebagai variabel awal. Portege Z935, Prosesor Intel® Core™ i5-3317*
Hasil copy tersebut kemudian CPU@1.70GHz. Memori 4GB, Tipe sistem 64-
dimutasi/hipermutasi, yaitu mutasi yang bit Operating System.
sesuai dengan ketetapan nilai afiniti. Sedangkan lingkungan perangkat lunak
Semakin baik nilai afiniti, semakin kecil terdiri dari Sistem Operasi Windows 7,
kemungkinan mutasi. Populasi hasil kloning Microsoft Visual Studio 2010 versi
dan mutasi kemudian digabungkan dengan 10.0.30319.1 RTMRel, Microsoft .NET
populasi awal untuk selanjutnya dilakukan
Framework versi 4.0.30319 RTMRel, Visual C#
seleksi populasi, populasi dengan bobot Express 2010 01014-169-2560017-70895.
terbaik (rendah) akan dipilih sebanyak
Secara alur aplikasi adalah sebagai berikut:
jumlah populasi awal, sedangkan sisanya
Mengambil data set, mengubah data set ke
diabaikan.
dalam matrik bobot dengan bobot adalah
Hal ini dilakukan sampai dengan kriteria jarak antar titik masing-masing koordinat.
berhenti terpenuhi. Kriteria berhenti dapat Jarak dihitung dengan menggunakan
berupa maksimal jumlah pengulangan, rumusEuclidean.
konvergensi hasil fungsi seleksi (bobot
Menyiapkan parameter-parameter: ukuran
sudah konvergen), atau seluruh tour sudah
populasi, ukuran seleksi, nilai faktor
selesai dievaluasi.
kloning, nilai faktor mutasi.
Menyiapkan operasi random untuk membuat
Sebagai persoalan klasik, TSP telah populasi awal secara random, dalam ini
menjadi persoalan dengan berbagai pendekatan adalah beberapa tour.
penyelesaian. Beberapa pendekatan bio-inspired Menyiapkan operasi evaluasi, yaitu untuk
algorithm lain untuk persoalan TSP, antara lain mengecek affinity, dalam hal ini adalah
dengan Algoritma Genetika [14], Ant Colonies besaran/bobot dari tour yang terdapat pada
[11] dan Bee Colony [21] serta Particle Swarm populasi awal.
Optimization (PSO) [19].M. Bakhouya dan J.
Melakukan operasi seleksi, yaitu mengambil
Gaber memetakan sistem imun dengan
populasi terbaik, dalam hal ini adalah tour
persoalan TSP [2] demikian juga dengan
dengan bobot paling minimum sebanyak
Chingtham [8]. Dibandingkan dengan
nilai parameter ukuran seleksi.
pendekatan Ant Colony Optimization, algoritma
Melakukan operasi kloning dan hipermutasi,
imun menghasilan waktu eksekusi yang lebih
yaitu mencopy tour dan sekaligus melakuan

KNSI 2014 1913


Konferensi Nasional Sistem Informasi 2014, STMIK Dipanegara Makassar, 27 Februari – 01 Maret 2014

mutasi. faktor mutasi (rho) 2.5; ukuran


Mereplace tour hasil copy dan mutasi tersebut random untuk replacment (d) = 5.
sejumlah tertentu.
Kriteria berhenti ditetapkan total evaluasi atau Kriteria berhenti terdiri dari: jumlah
jumlah generasi. Dalam hal ini diset sebuah generasi, konvergensi, mencapai nilai optimum.
nilai yang tetap. Pada implementasi, kriteria berhenti terdiri dari
jumlah generasi dan diset secara statis, yaitu
Berikut adalah kelas-kelas yang digunakan 100.000 generasi.
untuk implementasi: Dengan parameter yang sudah diset,
digunakan dataset persoalan TSP yang
mengambil dari TSPLIB[].Diambil kasus TSP
simetrik, dengan 15 varian data, dengan jumlah
simpul 14 sampai dengan 666.
Setelah eksperimen dilakukan, diambil
analisis terhadap:
perhitungan waktu eksekusi
analisis konvergensi
perhitungan prosentasi optimal
terhadap bobot optimal (data
dari TSPLib)
perhitungan perbandingan optimal terhadap
bobot
dari TSPlib dan OatTools.
Gambar 96Kelas Perancangan Algoritma CSA
Hasil Percobaan

Kelas point, yaitu kelas untuk


merepresentasikan titik-titik simpul TSP. Berikut adalah hasil percobaan untuk
Kelas path, yaitu kelas untuk menyimpan tour menyajikan waktu eksekusi:
dan bobot dari persoalan TSP.
Kelas data, yaitu kelas untuk Tabel 31 Dataset Dan Bobot Optimal
mengolah/menyiapkan data, dari data yang
berupa file teks menjadi matriks dan path
yang siap diolah.
Kelas problem, yaitu kelas mengelola ketiga Waktu
kelas tersebut. N Jumla Bobot Eksekus
Data
Kelas CSA (clonal selection algorithm), yaitu o h Optimal i
kelas yang terdiri dari metode-metode inti (Detik)
untuk operasi CSA itu sendiri. 1 14 burma14.tsp 3323 52
2 22 ulysses22.ts 8277 78
Rancangan Percobaan p
3 51 eil51.tsp 794.69 165
Percobaan dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut: 4 52 berlin52.tsp 13006.93 183
Penetapan parameter 5 70 st70.tsp 1656.85 232
Penetapan dataset 6 76 eil76.tsp 1169.73 232
Penetapan analisis hasil eksperimen 7 76 pr76.tsp 224494.5 274
9
Pada percobaan ini, ditetapkan nilai
8 96 gr96.tsp 140282 295
parameterparameter secara statik: ukuran
populasi (N) = 50; ukuran seleksi (n) = 10; 9 100 kroA100.tsp 56685.64 296
nilai faktor kloning (β) = 0.1; nilai 10 100 rd100.tsp 19267.36 291

KNSI 2014 1914


Konferensi Nasional Sistem Informasi 2014, STMIK Dipanegara Makassar, 27 Februari – 01 Maret 2014

11 101 eil101.tsp 1268.42 317 0,1,2,3,12,6,4,11,5,13,7,9,8,


12 130 ch130.tsp 20070.12 425 253 10 3914
0,1,2,3,5,11,13,4,6,12,7,9,8,
13 150 ch150.tsp 28779.4 501
254 10 3798
14 202 gr202.tsp 163852 680 0,1,2,3,5,11,4,13,6,12,7,9,8,
15 225 tsp225.tsp 26148.02 841 256 10 3713
16 280 a280.tsp 22356.34 1158 0,1,13,2,5,11,3,4,6,12,7,10,
17 442 pcb442.tsp 588016.8 2107 257 8,9 3634
1 0,1,13,2,11,5,3,4,6,12,7,10,
18 666 gr666.tsp 4085192 3795 258 8,9 3624
0,1,13,2,3,11,5,4,6,12,7,10,
259 8,9 3442
Waktu Eksekusi Algoritma CLONALG
4.000
0,9,8,10,7,12,6,11,5,4,3,2,1
3.500
35382 3,1 3323
W
akt 3.000
u
Ek
se
2.500 Terlihat bahwa, bobot yang diperoleh semakin
ku
si 2.000
menurun seiring dengan jumlah evaluasi. Dari
(de
tik 1.500
Konversi
100.000 evaluasi, perubahan nilai terjadi pada
)
1.000 beberapa titik evaluasi. Terlihat bahwa dari
500 100.000 evaluasi, program mencapai nilai
- optimum di evaluasi ke 35382. Dari 100.000
generasi tersebut, terlihat perubahan nilai terjadi
14 22 51 52 70 76 76 96 100 100 101 130 150 202 225 280 442 666
Jumlah Simpul

pada 14 titik.
Gambar 97 Waktu Eksekusi Konvegensi kasus Burma14 terjadi pada
evaluasi ke 35382sedangkan pada Gr666
konvergensi terjadi pada evaluasi ke 95625.
Terlihat bahwa waktu eksekusi yang Berikut grafik ekskusi TSP untuk Burma14.
diperlukan meningkat seiring dengan banyaknya
simpul pada kasus TSP.
Grafik Eksekusi TSP Burma14
Berikut adalah tabel dan grafik analisis 5000

konvergensi untuk kasus TSP Burma14 dan 4500

4000
Gr666. Tabel 32 Konverfensi Kasus Burma14 3500
Bobot; 3323
3000
Bo
bo 2500
t
2000

Evaluas Bobo
1500

1000

i Tour t 500

8,1,7,0,6,4,11,12,13,2,3,5,9, 0
1 3 6 8 249 250 251 253 254 256 257 258 259 35382

1 10 4523
Evaluasi

9,1,7,0,6,4,11,12,13,2,3,5,8, Gambar 98 Waktu Eksekusi TSP Burma14


3 10 4415
9,1,7,5,11,4,6,12,13,2,3,0,8,
6 10 4247
0,1,7,5,11,4,6,12,13,2,3,9,8, 5000000
Grafik Eksekusi TSP Gr666

8 10 4240 4800000

4600000

0,13,2,5,12,6,11,4,3,1,7,9,8, Bo 4400000
bo
t 4200000

249 10 4222 4000000


Bobot; 4085192

0,13,2,3,12,6,11,4,5,1,7,9,8, 3800000

3600000
1 2 3 5 10 12 16 19 20 22 28 31 32 49 85 11 34 35 37 43 52 23 26 33 66 73 74 84
11 16 18 21 23 26 35 40 84 95

250 10 4179 2 5 7 5 4 0 97 13 82 04 93 49 13 91 13 83 14 22 12 42 96 44 62

Evaluasi
3 9 9 0 2 6 5 8 8 5

0,1,2,3,12,6,11,4,5,13,7,9,8,
251 10 3944

KNSI 2014 1915


Konferensi Nasional Sistem Informasi 2014, STMIK Dipanegara Makassar, 27 Februari – 01 Maret 2014

Gambar 99 Waktu Eksekusi TSP GR666 Algoritma ClonalG telah diimplementasikan di


lingkungan pengembangan dan
menghasilkan konsistensi proses yang
ditunjukkan dengan adanya konvergensi
Berikut adalah perhitungan prosentase bobot optimal untuk setiap kasus
bobot optimal yang diperoleh aplikasi dengan adanya peningkatan waktu eksekusi yang
bobot optimal dari TSPLib. berbanding lurus dengan jumlah simpul
yang harus dievaluasi
Grafik Prosentasi Optimal Untuk percobaan 100.000 evaluasi, bobot
(100.000 Evaluasi) optimal diperoleh pada kasus Burma14,
dengan 14 simpul, sedangkan pada kasus
1.2

0.8
lain, bobot optimal belum diperoleh.
% 0.6 Untuk percobaan dengan 100.000 evaluasi,
0.4
%
keluaran program mempunyai nilai optimal
0.2
yang lebih baik dibandingkan terhadap
0
14 22 52 76 96 100 101 130 150 202 225 280 442 666 1002 keluaran OatTools untuk seluruh kasus.
Jumlah Simpul

Future Work
Gambar 100 Prosentasi Optimal
Pengembangan berikutnya adalah
melakukan eksplorasi potensi paralelisme yang
Terlihat bahwa untuk 100.000 generasi, terdapat pada algoritma CLONALG. Dengan
bobot optimal diperoleh pada kasus Burma14, dukungan lingkungan pengembangan yang
sedangkan pada kasus lainya tidak diperoleh digunakan pada penelitian ini, ditambahkan
bobot optimal. dengan libray pendukung pemrograman paralel,
Berikut adalah perhitungan perbandingan akan diperoleh kinerja komputasi paralel.
bobot optimal dari TSPLib dan OatTools.
Daftar Pustaka:
Perbandingan Bobot Optimal
(100.000 Evaluasi)
700000
Abbod MF, A. S.-E. (2010, May 3). Artificial
600000
Immune Systems – Models , Algorithms
and Applications. International Journal of
500000

Bo 400000
bo
t 300000 Research
200000 and Reviews in Applied Science (IJRRAS),
100000 118-131.
0
14 22 52 76 96 100 101 130 150 202 225 280 442
Bakhouya M, G. J. (2007). An Immune
Jumlah Simpul
Inspiredbased Optimization Algorithm :
ClonalG (Penulis) ClonalG (TSPLIB) ClonalG (Benchmark)
Application to the Traveling Salesman
Problem. AMO - Advanced Modeling and
Gambar 101 Perbandingan Bobot Optimal Optimization, 9(1), 105-116.
Brownlee, J. (2008). Optimization Algorithm
Toolkit. Retrieved July 30, 2013, from
Terlihat bahwa untuk 100000 evaluasi, Optimization Algorithm Toolkit:
keluaran program mempunyai nilai optimal http://optalgtoolkit.sourceforge.net/
yang lebih baik dibandingkan terhadap keluaran Brownlee, J. (2009). Clonal Selection
OatTools untuk seluruh kasus. Algorithms. Technical, Swinburne
University of
Kesimpulan dan Future Work Technology, Melbourne, Australia.
Castro, L. N., & Zuben, F. J. (1999:1). Artificial
Kesimpulan Immune Systems: Part I – Basic Theory
and Applications. State University of
Beberapa hal yang bisa ditarik kesimpulan: Campinas Brazil.

KNSI 2014 1916


Konferensi Nasional Sistem Informasi 2014, STMIK Dipanegara Makassar, 27 Februari – 01 Maret 2014

Castro, L. N., & Zuben, F. J. (2000). Artificial Ulutas BH, K.-K. S. (2011). A Review of
Immune Systems: Part II - A Survey of Clonal Selection Algorithm and Its
Applications. State University of Campinas Applications. Artificial Intelligence
Brazil. Review.
Castro, L. N., & Zuben, F. J. (2002, June). Wang, K.-P., Huang, L., Zhou, C.-G., & Pang,
Learning and Optimization Using the W. (2003). Particle swarm optimization for
Clonal Selection Principle. IEEE traveling salesman problem. International
Transactions On Evolutionary Conference on Machine Learning and
Computation, 6(3), 239-251. Cybernetics, 3, pp. 1583 - 1585.
Chingtham, T. S. (2010, April). Optimization of Watkins, A., Bi, X., & Phadke, A. (2003).
Path Finding Algorithm Using Clonal Parallelizing an Immune-Inspiring
Selection: Application to Traveling Algorithm for Efficient Pattern
Salesperson Problem. International Journal Recognition. Intelligent Engineering
of Computer Theory and Engineering, 2(2), Systems through Artificial Neural
17938201. Networks: Smart Engineering, (pp. 225-
Dasgupta, D. (1999). Artificial Immune Systems 230).
and Their Applications. In D. Dasgupta, An Wong, L.-P., Chong, C. S., & Low, M. Y.
Overview of Artificial Immune Systems (2008). A Bee Colony Optimization
and Their Applications. Berlin: Springer Algorithm for Traveling Salesman
Berlin Heidelberg. Problem. Second Asia International
Dorigo, M. (1999). Ant colony optimization: a Conference on Modelling & Simulation,
new meta-heuristic. Congress on (pp. 818-823). Kuala Lumpur.
Evolutionary
Computation. 2. Washington, DC:
10.1109/CEC.1999.782657.
Dorigo, M., & Gambardella, L. M. (1997). Ant
colonies for the traveling salesman
problem. (G. Fogel, Ed.) BioSystems.
Goldberg, D. E., & John H. Holland. (1988).
Genetic Algorithms and Machine Learning.
Machine Learning 3, 95-99.
Karabogak, D., & Bastur, B. (2008, January).
On the performance of artificial bee colony
(ABC) algorithm. Elsevier: Applied Soft
Computing, 8(1), 687–697.
Larranaga, P., Kuijpers, C., Murga, R. H., I, I.,
& Dizdarevic, S. (1999). Genetic
Algorithms for the Travelling Salesman
Problem: A Review of Representations and
Operators. Artificial Intelligence Review,
13, 129–170.
Lippmann, R. (1987, April). An introduction to
computing with neural nets. ASSP
Magazine, IEEE, 4 - 22.

Timmis, J., & Castro, L. N. (2002). Approach,


Artificial Immune Systems: A New
Computational. London: Springer Verlag.
TSPLIB. (n.d.). Retrieved July
2013, from http://www.iwr.uni-
heidelberg.de/groups/comopt/software/TSPLIB
95/

KNSI 2014 1917