Anda di halaman 1dari 6

Contoh Kasus Anggaran Kas Jangka Pendek

Berikut ini adalah data yang dimiliki PT LARA yang dikumpulkan untuk melakukan penyusunan
anggaran kas tahunan, pada semester 1 Tahun 20XX:

 Rencana Penjualan selama semester 1 Tahun 20XX

 Sejak beroperasi, perusahaan selain menjual secara tunai, juga menjual secara kredit. Adapun
komposisi penjualannya adalah:

1. Sebesar 60% dari total penjualan adalah penjualan tunai dan sisanya adalah penjualan kredit.
Untuk penjualan tunai manajemen menetapkan akan memberikan potongan harga sebesar 10%.

2. Untuk penjualan kredit; manajemen memberlakukan term of payment 5/10, n/60. Dari
penjualan kredit diperkirakan sebesar 60% akan memanfaatkan periode potongan, sedangkan
sisanya tidak memanfaatkan periode potongan. Dari pembeli yang tidak memanfaatkan
potongan, 50%-nya kaan membayar pada bulan transaksi dan sisanya akan membayar pada
bulan berikutnya.

3. Diperkirakan besarnya piutang tak tertagih (bad debt) adalah 5% dari penjualan kredit.

 Besarnya Cash Opname awal Tahun 20XX adalah Rp 10.000.000,-

 Perusahaan melakukan pembelian bahan baku yang merencanakan akan dibayar 30% secara
tunai dan 70% dibayar bulan berikutnya. Adapun pembelian yang dilakukan adalah:
 Hutang jatuh tempo yang harus dibayarkan adalah januari Rp 2.500.000,- , Maret Rp 1.000.000,-
,dan Juni Rp 3.000.000,-

Dari data tersebut, diminta:

1. Menyusun skedul pengumpulan piutang untuk triwulan 1 tahun 20XX. Sertakan persiapan
perhitungannya.

2. Menyusun skedul penerimaan kas untuk triwulan 1 Tahun 20XX.

3. Menyusun skedul pengeluaran kas untuk triwulan 1 Tahun 20XX.

4. Menyusun skedul kas sementara untuk triwulan 1 Tahun 20XX.

Penyelesaian Kasus : Anggaran Kas Tahunan (Jangka Pendek)


a) Penjualan Menurut Bentuk Pembayaran & Skedul Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai

PT LARA
Skedul Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
Triwulan 1 Tahun 20XX
Keterangan Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai :

1. Total penjualan : dari data Rencana Penjualan selama semester 1 Tahun 20XX

2. Penjualan Tunai (60%): Total Penjualan x 0,6 (penjualan tunai 60%). Misal, pada bulan Januari
(Rp 15.000.000 x 0.6= Rp 9.000.000).

3. Potongan Penjualan Tunai (10%): Hasil dari penjualan Tunai x 0.1 (Pot. Penj. Tunai ). Misal, pada
bulan Januari (Rp 9.000.000 x 0.1= Rp 900.000).

4. Penjualan Tunai Neto: Hasil dari penjualan tunai ˗ hasil dari pot.penjualan tunai.Misal, pada
bulan Januari (Rp 9.000.000 – Rp 9.00.000= Rp 8.100.000).

5. Penjualan Kredit (40%): Total penjualan x 0.4 (penjualan kredit 40%). Misal, pada bulan Januari
(Rp 15.000.000 x 0.4 = Rp 6.000.000).

6. Bad Debt (5%): Hasil dari penjualan kredit x 0.05 (bad debt 5%). Misal, pada bulan Januari (Rp
6.000.000 x 0.05= Rp 300.000).

7. Piutang Neto: Hasil dari penjualan kredit – bad debt. Misal, pada bulan Januari (Rp 6.000.000 –
Rp 300.000= Rp 5.700.000) .

b) Skedul Pengumpulan Piutang / Penerimaan Kas dari Penjualan Kredit


PT LARA
Penerimaan Kas dari Penjualan Kredit
Triwulan 1 Tahun 20XX

Keterangan Penerimaan Kas dari Penjualan Kredit:

1. Piutang Neto didapat dari data pada Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai

2. Piutang yang mendapat hak discount (60%): Piutang Neto x 0,6 (hak discount). Misal, Pada bulan
Januari (Rp 5.700.000 x 0,6= Rp3.420.000).

3. Discount 5%: Piutang yang mendapat hak discount x 0.05 (discount). Misal, pada bulan Januari
(Rp 3.420.000 x 0.05 = Rp 171.000).

4. Piutang tidak mendapat discount (40%): Piutang neto x 0.4 (piutang tidak mendapat
discount). Misal, pada bulan Januari (Rp 5.700.000 x 0,4= Rp 2.280.000).

5. Piutang yang tidak mendapat discount dilunasi: Hasil dari piutang tidak mendapat discount x 0,5
(pelunasan 50%).Misal, pada bulan Januari (Rp 2.280.000 x 0.5= Rp 1.140.000).
6. Total Pengumpulan Piutang: Piutang neto + piutang tidak mendapat discount. Misal, pada bulan
Januari (Rp 3.249.000 + Rp 1.140.000= Rp 4.389.000).

c) Anggaran Penerimaan Kas

PT LARA
Anggaran Penerimaan Kas
Triwulan 1 Tahun 20XX

Keterangan Anggaran Penerimaan Kas:

1. Penjualan Tunai Neto (dari data Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai)

2. Piutang (dari data Penerimaan Kas dari Penjualan Kredit)

d) Anggaran Pengeluaran Kas

PT LARA
Anggaran Pengeluaran Kas
Triwulan 1 Tahun 20XX

Keterangan Anggaran Pengeluaran Kas:

1. Pembelian bahan baku tunai: Data pembelian bahan baku x 0,3 (dari perencanaan pembelian
bahan baku 30% secara tunai). Misal, pada bulan Januari (Rp 5.000.000 x 0,3 = Rp 1.500.000)

2. Pembelian bahan baku kredit: Data pembelian bahan baku x 0,7 (dari perencanaan pembelian
bahan baku 70% secara kredit dibayar bulan berikutnya). Misal, pada bulan Februari (Rp
5.000.000 x 0,7 = Rp 3.500.000)
3. Pembayaran hutang: Data didapat dari soal bahwa Januari sebesar Rp 2.500.000 , Maret Rp
1.000.000 , dan Juni Rp 3.000.000.

e) Anggaran Kas

PT LARA
Anggaran Kas
Triwulan 1 Tahun 20XX

Keterangan Anggaran Kas :

1. Kas tersedia: Saldo kas awal + penerimaan kas. Misal, pada bulan Januari (Rp 10.000.000 + Rp
12.489.000 =Rp22.489.000)

2. Saldo kas akhir: Kas tersedia – pengeluaran kas. Misal, pada bulan Januari (Rp 22.489.000 – Rp
4.000.000 = Rp 18.489.000)