Anda di halaman 1dari 7

TABEL 72

DEFINISI OPERASIONAL

Air minum yang : Air minum yang terlindung meliputi air ledeng (keran), keran umum, hydrant umum, terminal air, penampungan air hujan
berkualitas (layak) (PAH) atau mata air dan sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa, yang jaraknya minimal 10 meter dari pembuangan
kotoran, penampungan limbah, dan pembuangan sampah. Tidak termasuk air kemasan, air dari penjual keliling, air yang
dijual melalui tanki, air sumur dan mata air tidak terlindung.
Sumur gali terlindung : Sarana untuk menyadap dan menampung air tanah dengan cara menggali tanah berbentuk sumur agar mendapatkan air yang
sehat dan murah serta dapat dimanfaatkan oleh perorangan (rumah tangga) maupun kelompok sebagai sumber air minum
yang menggunakan dinding dari cincin beton atau pasangan batu bata sebagai pengamanan dindingnya dan juga berfungsi
sebagai penyaring dan dilengkapi dengan bibir sumur, tiang penyangga, lantai sumur dan saluran untuk mengalirkan air
bekas mandi dan cuci
Sumur gali dengan pompa : Sumur gali yang dilengkapi dengan mesin pompa
Sumur bor dengan pompa : Sumur yang metode pembuatannya menggunakan alat (pantek, automatik, full automatik) yang dilengkapi dengan pompa
Terminal air : Sarana pelayanan air minum yang digunakan secara komunal (bersama), berupa bak penampung air yang ditempatkan di
atas permukaan tanah atau pondasi dan pengisian air dilakukan dengan sistem curah dari mobil tangki air atau kapal tangki
air
Mata air terlindung : Suatu titik di mana air tanah mengalir keluar dari permukaan tanah, atau permukaan muka air tanah (akuifer) bertemu
dengan permukaan tanah yang terlindung dari sumber pencemaran
Penampungan air bersih : Wadah untuk menampung air hujan sebagai air baku di daerah yang sumber airnya sangat sedikit yang dapat digunakan
(PAH) untuk keperluan minum dan personal higiene. Penggunaan PAH bersifat individu atau skala komunal dan dilengkapi
saringan
Perpipaan : Suatu sistem tentang pemasangan, rangkaian dan aksesoris pipa yang diperlukan untuk jalur distribusi yang digunakan
(PDAM, BPSPAM) untuk mengalirkan air dari instalasi pengolahan air minum/bersih atau sumber ke pemukiman masyarakat

Depot air minum : Usaha yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi air minum dalam bentuk curah dan menjual langsung ke
konsumen
FORMULA

Persentase penduduk yang Jumlah penduduk yang memiliki akses berkelanju tan terhad ap sumber air minum berkualita s (layak)
memiliki akses
di suatu wila yah pada periode tertentu
berkelanjutan terhadap air  x 100%
minum berkualitas (layak) Jumlah penduduk di wilayah dan pada periode yang sama
TABEL 73

DEFINISI OPERASIONAL
Sarana air minum yang dilakukan: Pengawasan pada penyelenggara air minum melalui inspeksi kesehatan lingkungan dan pemeriksaan (pengujian) kualitas air berdasarkan
pengawasan parameter fisik, kimia, mikrobiologi
Inspeksi kesehatan lingkungan: Pemeriksaan dan pengamatan secara langsung terhadap fisik sarana dan kualitas air minum mengacu pada Permenkes No 736 Tahun 2010 tentang
Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum
Pemeriksaan (pengujian) Kualitas: Pemeriksaan (pengujian) dengan menggunakan alat/ pemeriksaan (pengujian) di laboratorium berdasarkan parameter fisik, kimia, mikrobiologi
Air
Sarana air minum : Penyelenggara air minum yang meliputi :
1. PDAM /BPAM/PT yang terdaftar di persatuan perusahaan air minum seluruh indonesia (PERPAMSI)
2. Sarana air minum perpipaan non PDAM
3. Sarana air minum bukan jaringan perpipaan komunal (Sumur gali, sumur bor dengan pompa, penampungan air hujan, mata air terlindung,
terminal air/ tangki air, depot air minum)
Sarana air minum di IKL : Sarana air minum yang diperiksa dan diamati secara langsung fisik sarana dan kualitas air minumnya mengacu pada lampiran Permenkes No 736
Tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum
Sarana air minum dengan resiko : Sarana air minum yang berdasarkan hasil inspeksi kesehatan lingkungan pada parameter negatif kualitas fisik air minum memenuhi jawaban ya <
rendah 25%
Sarana air minum dengan resiko: Sarana air minum yang berdasarkan hasil inspeksi kesehatan lingkungan pada parameter negatif kualitas fisik air minum memenuhi jawaban ya
sedang 25%-50%
Sarana air minum dengan resiko: Sarana air minum yang berdasarkan hasil inspeksi kesehatan lingkungan pada parameter negatif kualitas fisik air minum memenuhi jawaban ya >
tinggi 75%
Sarana air minum diambil sampel Sarana air minum yang diambil sampel airnya mengacu pada Permenkes No 736 Tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air
: Minum
Sarana air minum yang memenuhi : :1. Sarana air minum yang masuk dalam kategori tinggi dan amat tinggi berdasarkan hasil inspeksi kesehatan lingkungan telah dilakukan
syarat tindakan perbaikan
2. Sarana air minum yang masuk dalam kategori rendah dan sedang berdasarkan hasil inspeksi kesehatan lingkungan telah diambil dan
diperiksakan (diujikan) sampel airnya berdasarkan parameter fisik, kimia, mikrobiologi yang mana hasil pemeriksaannya (pengujiannya)
memenuhi standar persyaratan kualitas air minum berdasarkan Permenkes No 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum
FORMULA
Persentase sarana air minum Jumlah sarana diambil sampel
yang dilakukan pengawasan = x 100%
Jumlah sarana dengan resiko rendah dan sedang

Persentase jumlah sarana Jumlah sampel air minum pada penyelenggara air minum yang diuji kualitas air minum
air minum yang memenuhi dan memenuhi syarat parameter mikrobiologi, fisik, kimia di wilayah dan periode waktu tertentu ̂
= x 100%
syarat mikrobiologi, fisik, Jumlah seluruh sampel air minum pada penyelenggara air minum yang diuji parameter
dan kimia mikrobiologik, fisik, kimia di wilayah dan pada periode waktu yang sama
TABEL 74

DEFINISI OPERASIONAL

JSP : sarana jamban leher angsa yang dipakai secara individu dengan pembuangan akhir septic tank, baik
individu maupun septic tank bersama (komunal) ditambah sumur resapan atau menyambung ke system
pengolahan air limbah (SPAL)
JSSP : sarana jamban dalam bentuk lubang jamban tertutup (pelengsengan, cubluk, atau leher angsa) yang
berakhir dengan sumur resapan saja serta harus memiliki jarak lebih dari 10 m sehingga tidak
mencemari sumber air dan tanah
Sharing/komunal : menumpang di jamban sehat permanen milik orang lain/umum

Jamban komunal : suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran manusia dalam suatu
tempat tertentu/bersama, sehingga kotoran tersebut dalam suatu tempat tertentu tidak menjadi penyebab
penyakit dan mengotori lingkungan pemukiman
Fasilitas sanitasi yang : Fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan antara lain dilengkapi dengan leher angsa, tanki
layak (Jamban Sehat) septik/Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL), yang digunakan sendiri atau Bersama

FORMULA

Persentase penduduk Jumlah penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak
dengan akses terhadap
(jamban sehat) di suatu wila yah pada periode tertentu
fasilitas sanitasi yang  x 100%
layak (jamban sehat) Jumlah penduduk di wilayah dan pada periode yang sama
TABEL 75

DEFINISI OPERASIONAL

Desa : Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem
perundangan nasional dan berada di daerah kabupaten/kota
STBM : Pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi meliputi 5 pilar yaitu tidak buang air besar
Sanitasi Total Berbasis (BAB) sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman,
Masyarakat mengelola sampah dengan benar, mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman melalui
pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan
Desa melaksanakan : Desa yang sudah melakukan pemicuan minimal 1 dusun, mempunyai tim kerja masyarakat/Natural
STBM Leader, dan telah mempunyai rencana tindak lanjut/ rencana kerja masyarakat untuk menuju Sanitasi
Total
Desa Stop BABS : Desa yang peduduknya 100 % mengakses jamban sehat
(SBS)/ ODF (Open
Defecation Free)
Desa STBM : Desa yang telah mencapai 100 % penduduk melaksanakan 5 pilar STBM

FORMULA
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐞𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐤𝐬𝐚𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐓𝐁𝐌 𝐝𝐢 𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮 𝐰𝐢𝐥𝐚𝐲𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐢𝐨𝐝𝐞 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐞𝐧𝐭𝐮
Persentase desa melaksanakan STBM = x 100%
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐞𝐬𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐢𝐥𝐚𝐲𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐢𝐨𝐝𝐞 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐦𝐚

Persentase desa stop BABS Jumlah desa stop BABS (SBS) di suatu wila yah pada periode tertentu
 x 100%
(SBS) Jumlah desa di wilayah dan pada periode yang sama

Jumlah desa STBM di suatu wila yah pada periode tertentu


 x 100%
Persentase desa STBM Jumlah desa di wilayah dan pada periode yang sama
TABEL 76

DEFINISI OPERASIONAL

Tempat-tempat umum : Tempat atau sarana yang diselenggarakan pemerintah/swasta atau perorangan yang digunakan untuk
(TTU) kegiatan bagi masyarakat yang meliputi: sarana kesehatan (rumah sakit, puskesmas), sarana sekolah
(SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA), tempat ibadah, dan pasar.
TTU sehat : TTU yang memenuhi standar berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku

FORMULA

Jumlah tem pat - tempat umum sehat


Persentase tempat- di suatu wila yah pada kurun wakt u tertentu
tempat umum sehat  x 100%
Jumlah seluruh TTU yang ada di wilayah dan pada kurun wakt u yang sama
TABEL 77

DEFINISI OPERASIONAL

Tempat Pengelolaan : Usaha pengelolaan makanan yang meliputi jasa boga atau katering, rumah makan dan restoran, depot air minum,
Makanan (TPM) kantin, dan makanan jajanan
Jumlah TPM : TPM yang terdaftar yang tercatat diwilayah kerja puskesmas atau kantor kesehatan pelabuhan dan didukung dengan
aspek legal hukum baik yang memenuhi persyaratan maupun yang tidak memenuhi persyaratan higiene sanitasi
Jasa boga/katering : usaha atau kegiatan pengelolaan makanan yang disajikan di luar tempat usaha atas dasar pesanan yang dilaksanakan
oleh badan hukum atau perorangan
Rumah makan : Setiap usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat
usahanya
Restoran : Salah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunannya yang permanen dilengkapi
dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan, penyajian dan penjualan makanan dan
minuman bagi masyarakat umum ditempat usahanya
Depot air minum : Usaha industri yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi air minum dan menjual langsung kepada
konsumen
Kantin/Sentra makanan Salah satu jenis usaha jasa makanan yang lokasinya berada di lingkungan institusi dan sebagaian besar konsumennya
jajanan : adalah masyarakat di institusi tersebut, seperti kantin sekolah, kantin yang berada di kantor dll
Makanan jajanan : Usaha makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan/atau disajikan sebagai
makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasaboga, rumah makan/restoran, dan hotel
TPM memenuhi : TPM yang memenuhi persyaratan higiene sanitasi dengan bukti dikeluarkannya sertifikan laik higiene sanitasi
syarat higiene sanitasi

FORMULA

Jumlah TPM memenuhi/t idak memenuhi syarat higiene sanitasi


Persentase TPM
di suatu wila yah pada kurun wakt u tertentu
memenuhi/tidak  x 100%
memenuhi syarat Jumlah seluruh TPM yang ada di wilayah dan pada kurun wakt u yang sama
higiene sanitasi