Anda di halaman 1dari 22

Tugas paper Psikologi Kepribadian

Teori Psikologi Karel Horney

Di sususn Oleh

Kelompok II

Yahya Muhaimin C021181015

Adek Titiek Chumaerah C021181310

Elma Widyanti C021181006

Hasneni Bahar C021181002

Ramijaya Sangadji C021181034

Dhea Maya Karimata C021181329

Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran

Universitas Hasanuddin
A. Biografi Karen Danielsen Horney

Karen Danielsen Horney lahir 15 September 1885, di Eilbek, kota kecil dekat
Hamburg, Jerman. Ia merupakan satu-satunya anak perempuan Berndt (Wackels) Danielsen,
seorang kapten kapal, dan Clothilda van Ronzelen Danielsen, seorang yang berusia hampir 18
tahun lebih muda daripada suaminya dan merupakan istri kedua. Horney memiliki saudara
tiri yaitu empat orang yang sebagian sudah dewasa ketika Horney di lahirkan. Keluarga
Danielsen adalah sebuah keluarga yang tidak bahagia, sebagian di picu oleh perbuatan
saudara tiri Karen yang membuat ayahnya membenci ibunya. Horney merasakan permusuhan
yang besar terhadap ayahnya yang keras dan taat beragama, dan seorang munafik yang taat.
Akan tetapi, ia mengidolakan ibunya yang selalu mendukung dan menjaganya dari sang
kapten tua yang keras. Ia juga bukanlah seorang anak yang bahagia. Ia membenci perlakuan
pilih kasih yang di berikan kepada kakak laki-lakinya. Horney memulai analisis diri melalui
buku harian dari usia 13 tahun hingga 26 tahun, di lanjutkan dengan analisis dirinya oleh Karl
Abraham, dan di akhiri dengan bukunya self-analysis. (Feist dkk. 2017).

Masa kecil Horney agak rumit, pada masa kecilnya dia mengatakan bahwa ayahnya
seorang yang keras dan lebih menyanyangi kakaknya, sehingga Horney merasa lebih dekat
dengan ibunya. Di usia 9 tahun dia mengubah cara hidupnya menjadi gadis yang ambisius
dan pemberontak. Dia berkata “Kalau aku tidak cantik, maka aku harus pintar”, padahal dia
cantk. Dia juga jatuh hati kepada saudara laki-lakinya. Karena selalu di goda, tentu saja
saudaranya menolak dia. Kejadian ini menyebabkan dia mengalami depresinya yang pertama
dan persoalan yang kemudian menghantuinya seumur hidup (Boore, 2017).

Ketika ia berusia 13 tahun, Horney memutuskan untuk menjadi seorang dokter, Ia


memasuki Gymnasium, sebuah sekolah yang akan berlanjut ke universitas dan kemudian ke
sekolah kedokteran. Sendiri pertama kalinya membuat Horney menjadi mandiri di sisa
hidupnya. Akan tetapi, menurut Paris (1994), kemandirian Horney hanyalah di luarnya saja.
Dalam hatinya, ia memendam sebuah kebutuhan kompulsif untuk bisa bersama dengan orang
yang hebat. Yang berkaitan dengan perasaan idealis akan sesuatu dan ketakutan akan
penolakan secara kasar. Hal ini menghantui hubungan Horney dengan beberapa lelaki (Feist
dkk. 2017).

Ketika mulai dewasa, dia mengalami stress selama beberapa tahun. Tahun 1904,
ibunya menceraikan ayahnya dan meninggalkan Karen dan ayahnya. Tahun 1906, ia memulai
studinya di Universitas of Freiburg dan satu-satunya wanita jerman yang mempelajari tentang
obat-obatan. Selama kuliah, Karen bertemu dengan mahasiswa hukum yang bernama Oscar
Horney, yang menikahinya tahun 1990. Tahun 1910, Karen melahirkan Brigitte, anak
perempuan pertamanya dari tiga orang anak perempuannya. Tahun 1911, ibunya meninggal.
Rangkaian peristiwa ini sangat dirasakan Karen. Inilah yang menghantarkannya menjadi
seorang psikoanalisis (Boore, 2017).

Pada awal tahun 1910, ia mulai menggerakkan sebuah analisis bersama Karl Abraham
yang merupakan seorang kolega dekat dengan Frued yang membuat analisis tentang Melanie
Klein. Tahun 1917, Horney telah menyelesaikan tulisan pertamanya mengenai psikoanalisis
“The Technique of Psychoanalitic Therapy”, yang mencerminkan pandangan Freudian yang
konfensional dan memperlihatkan sedikit indikasi adanya pemikiran pribadi Horney di
kemudian hari (Feist dkk. 2017).

Tahun 1923, usaha Oscar bangkrut dan kemudian menderita sakit radang selaput otak.
Dia berubah menjadi pria putus asa, menderita dan cerewet. Pada tahun itu juga, saudara
Karen meninggal dunia di usia 40 tahun akibat infeksi paru-paru. Karen benar-benar
mengalami depresi, sampai berniat untuk bunuh diri (Boore, 2017).

Tahun-tahun awal setelah perpisahannya dengan Oscar, membuat Horney semakin


produktif dan tulisan-tulisannya semakin memperlihatkan perbedaan penting dengan teori
Freudian. Horney menyakini bahwa kultur, bukan anatomi, yang berperan dalam perbedaan
psikis antara laki-laki dan perempuan. Ketika Freud bereaksi negative terhadap pemikiran
Horney, ia menjadi lebih terbuka mengungkapkan ketidaksetujuannya (Feist dkk. 2017).

Tahun 1926, Karen dan anaknya pindah dari rumah Oscar menuju ke Brooklyn,
Amerika Serikat. Selama 10 tahun, Horney dan Fromm menjadi teman akrab sampai akhirnya
menjadi sepasang kekasih. Setelah 2 tahun menetap di Chicago, Horney pindah ke New York,
ia mengajar di New School For Sosial Research, dan menjadi anggota kelompok Zodiac yang
terdiri dari Fromm, Fromm Reichmann, Sullivan. Namun, ia jarang sependapat dengan
anggota-anggota lama. Bukunya yang berjudul New Ways in Psychoanalysis (1939)
menjadikannya sebagai pemimpin kelompok oposisi. Dalam bukunya, ia mengajak untuk
meninggalkan teori insting dan lebih menitikberatkan pada ego dan pengaruh sosial. Pada
tahun 1950, Horney mempublikasikan karya yang paling bernilai di hidupnya yaitu, Neurosis
and Human Growth. Buku ini merupakan ekspresi pemikiran pribadi Horney yang kreatif.
Dia juga mendirikan Karen Horney Clinic, mengajar dan menulis. Sampai akhirnya
meninggal 4 Desember 1952 pada usia 65 tahun akibat penyakit kanker (Feist. dkk 2017).
B. PERBEDAAN TEORI HORNEY DAN FREUD

Horney seperti halnya tokoh psikologi yang lain, tokoh Horney juga
memiliki ciri khas Freudian. Namun Horney lama kelamaan tidak setuju
dengan hal ini. Perbedaan utama antra keduanya berpusat pada
persoalan pengaruh biologis univeral dan pengaruh kultural. Horney
sependapat bahwa masa kanak-kanak awal merupakan bagian terpenting
seperti yang dikemukakan Freud, namun letak perbedaannya dengan
Freud adalah keyakinannya bahwa dorongan sosial lebih berperan penting
dalam perkembangan kepribadian dibanding dengan biologis. Perbedaan
selanjutnya juga terletak pada teori prnggerak dasar manusia, yan
menurutnya bergerak bukan hanya karena insting, tapi juga pada kultur,
ego dan pembentuk kepribadian. Serupa dengan hal ini, Horney juga
merasa bahwa masalah kejiwaan bukan merupakan akibat dari insting,
melainkan akibat dari “usaha seseoang mencari jalan agar dapat melalui
keadaan yang penuh dengan rintangan”, keadaan ini dibentuk oleh
lingkungan [ CITATION Law15 \l 1057 ]

Horney juga mengkritik beberapa teori Freud dalam berbagai aspek,


yaitu ia tidak sepenuhnya berpandangan psikoanalisis ortodoks dan
mengarah pada tidak berkembangnya pemikiran teoritis dan praktik
terapi. Kedua Horney tidak sependapat dengan gagasan Freud mengenai
psikologi feminim.

Perdebatan utamanya dengan Freud bukan mengenai keakuratan


observasi, tetapi berkaitan dengan validitas dari interpretasinya. Dengan
kata lain, bahwa penjelasan Freud menyebabkan adanya cara pandang
kinsep kemanusiaan yang pesimis berdasar insting bawaan dan
kepribadian yang tidak berkembang. Di lain pihak, cara pandangnya
mengenai kemanusiaan adalah cara pandang yang optimis dan berpusat
pada dorongan kultural serta mudah mengalami perubahan.

KEPRIBADIAN BERDASAR PENGARUH KULTUR DAN PENGALAMAN


MASA KANAK-KANAK
Kepribadian seseorang menurut Horney dipengaruhi oleh kultural,
namun tetap tidak mengabaikan faktor genetis. Kultural menjadi dasar
utama perkembangan kepribadian neurotik dan kepribadian normal. Kultur
modern sendiri terbentuk berdasarkan kompetisi antar-indibidual. Daya
saing dan rasa permusuhan dasar yang ditimbulkan oleh kultur modern
menyebabkan adanya perasaan terisolasi, di mana perasaan sendirian di
dunia yang tidak ramah akan menyebabkan meningkatnya kebutuhan
akan kasih sayang, dan pada akhirnya akan membuat orang menilai cinta
terlalu tinggi. Sebagai akibatnya, banyak orang yang mrlihat kasih sayang
dan cinta adalah jawaban dari dari setiap permasalahannya. Cinta yang
tulus memang adalah sebuah pengalaman yang baik dan bermanfaat,
namun kebutuhan akan cinta yang berlebihan akan menjadi dasar yang
kuat bagi berkembangnya neurosis. Orang-orang neurotik akan berusaha
mendapatkan cinta dengan cara apapun. Usaha untuk mengalahkan diri
sendiri menyebabkan timbulnya penghargaan diri yang rendah,
meningkatnya permusuhan, kecemasan dasar, keinginan bersaing yang
lebih tinggi, serta kebutuhan akan cinta dan kasih sayang yang berlebihan
dan tiada henti.

Menurut Horney, masyarakat Barat memiliki peranan dalam


menimbulkan adanya lingkaran setan kecemasan, karena orang-orang
dalam masyarakat diperkenalkan dengan ajaran kultur tentang
kekeluargaan dan kerendahan hati, yang bertentangan dengan sikap
agresivitas dan dorongan untuk menang yang terjadi di masyarakat.
Alasan kedua yaitu keinginan masyarakat untuk sukses dan berhasil
mencapai sesuatu tidak pernah berakhir, yang artinya ketika suatu ambisi
telah terpenuhi, akan timbul adanya keinginan lain yang terus bertambah.
Alasan ketiga ialah masyarakat meyakini bahwa mereka hidup bebas dan
daoat memperoleh apapun dengan kerja keras dan ketekunan. Sebagian
besar kebebasan dibatasi oleh faktor genetis, kedudukan sosial, dan daya
saing orang lain.

Berbagai kontradiksi yang terjadi yang merupakan pegaruh dari


lingkungan dan bukan oleh pengaruh biologis menghasilkan adanya
konflik intrapsikis yang mengancam kesehatan mental dari oeang normal
yang dmenghasilkan rintangan yang sulit dihadapi oleh orang dengan
gangguan neurotik.

Adapun pada masa kanak-kanak, seringkali terjadi pengalaman


yang tidak menyenangkan dan mempengaruhi perkembangan anak
dimasa depan. Hal ini seringkali ditimbulkan akrena kurangnya
kehangatana dan kasih sayang yang tulus. Horney sendiri kekurangan
kasih sayang dari sosok Ayah dan memiliki hubungan yang lebih akrab
dengan sang ibu, pasti hal ini memiliki pengaruh yang kuat pada
perkembangan pribadinya dan pemikiran teoritisnya. Horney membuat
hipotesis bahwa masa kanak-kanak yang berat menyebabkan timbulnya
kebutuhan neurotik. Kebutuhan ini menjadi kuat karena merupakan satu-
satunya cara bagi si anak mendapatkan perasaan aman. Keseluruhan
hubungan yang terjalin di masa kanak-kanak mempengaruhi kepribadian
seseorang, dengan demikian sikap yang dilakukan pada msa dewasa
bukanlah pengulangan dari sikap yang dilakukan pada masa bayi,
melainkan timbul dari struktur karakter yang pada dasarnya berkembang
pada masa kanak-kanak. Walaupun sebenarnya pengalaman pada masa
dewasa juga penting, namun bagi individu normal, pengalaman pada
masa kanak-kanak memiliki peran utama dalam perkembangan
kepribadian. Orang yang menjalani pola tingkah laku tertentu yang sama,
ia mengartikan pengalaman baru yang mereka dapatkan sesuai degan
pola tingkh laku yang sudah berkembang pada diri mereka [ CITATION
Jes17 \l 1057 ].

C. Kecemasan dan konflik (Horney)

Menurut horney semua orang mengalami creature anxiety. perasaan kecemasan yang
normal muncul pada masa bayi, dimana ketika bayi yang lahir dalam keadaan tak berdaya
dan rentan itu dihadapkan dengan kekuatan alam yang keras dan tidak bisa dikontrol.
Sehingga Bimbingan yang penuh kasih sayang dan cinta pada awal kehidupan membantu
bayi belajar menangani situasi bahaya itu. Sebaliknya, tanpa bimbingan yang memadai bayi
akan mengembangkan basic anxiety, basic hostility, dan terkadang neurotic distress.
a. Kecemasan dasar dan permusuhan dasar

Kecemasan dasar berasal dari takut, dimana suatu peningkatan yang berbahaya dari
perasaan tak berteman dan tak berdaya dalam dunia penuh ancaman. Kecemasan dasar itu
sendiri selalu dibarengi oleh permusuhan dasar, berasal dari perasaan marah, suatu
predisposisi untuk mengantisipasi bahaya dari orang lain dan untuk mencurigai orang lain
tersebut. Kecemasan dan permusuhan bersama-sama membuat orang yakin bahwa dirinya
harus dijaga untuk melindungi keamanannya. Kecemasan dan permusuhan cenderung
direpres, atau dikeluarkan dari kesadaran, karena menunjukkan rasa takut bisa membuka
kelemahan diri, dan menunjukkan rasa marah beresiko dihukum serta kehilangan cinta dan
keamanan.

Bayi kemudian mengalami peroses melingkar, yang oleh horney dinamakan lingkaran setan
atau vicious circle. Dimulai sejak lahir, bayi membutuhkan kehangatan dan kasih sayang
untuk dapat menghadapi tekanan lingkungan.

1. jika kehangatan cinta dan kasih sayang ini tidak cukup diperoleh,
2. bayi menjadi marah dan muncul perasaan permusuhan karena diperlakukan secara
salah,
3. Kemarahan harus direpres agar perolehan cinta dan rasa aman yang hanya
sedikit(tidak cukup) itu tidak hilang sama sekali,
4. perasaan menjadi kacau, muncul kecemasan dasar dan kemarahan dasar,
5. kebutuhan kasih sayang dan cinta semakin besar,
6. Kemungkinan akan semakin banyak kebutuhan kasih sayang yang tidak terpenuhi,
sehingga semakin kuat pula perasaan marah yang timbul
7. Perasaan permusuhan menjadi semakin kuat
8. Depresi harus semakin kuat dilakukan agar perolehan kasih sayang yang hanya sedikit
itu tidak hilang
9. Tegangan perasaan kkacau, marah, gusar, mengamuk semakin kuat, perasaan menjadi
kacau, muncul kecemasan dasar dan kemarahan dasar ini akan membuat kecemasan
dasar dan permusuhan dasar semakin kuat dan akan terus semakin parah jika yang
dimulai pada nomor 4 sampai 9 dan seterusnya terus menerus terjadi.

Teori horney tentang neurosis didasarkan pada konsep gangguan psikis yang membuat
orang terkunci dalam lingkaran yang membuat tingkah laku tertekan dan tidak produktif
terus menerus semakin parah.
b. Konflik interpersonal : kebebasan versus kesepian

Konflik adalah pertentangan antar kekuatan yang berhadapan dalam fungsi manusia,
yang tidak dapat dihindari. Mengalami konflik tidak berarti mengidap neurotik. Akan
tetapi suatu ketika, harapan, minat, atau pendirian seseorang bertabrakan dengan orang
lain. Konflik dalam diri sendiri adalah bagian yang integral dari kehidupan manusia,
misalnya dihadapkan dua pilihan keinginan yang arahnya berbeda, atau antara harapan
dengan kewajiban. Perbedaan konflik normal dengan konflik neurotik adalah taraf atau
tinggi rendahnya. Setiap orang memakai berbagai cara mempertahankan diri melawan
penolakan, permusuhan, dsn persaingan dari orang lain. Orang normal mampu memakai
bermacam-macam strategi pertahanan disesuaikan dengan masalahnya. Sedangkan orang
yang neurotik secara kompulsif memakai strategi pertahanan yang sama yang pada
dasarnya tidak produktif. Orang dengan kecemasan dasar mungkin memulai hidup
dengan konflik yang sangat berat, konflik antara kebutuhan rasa aman dan kebutuhan
menyatakan kebebasan emosi dan pikiran. Semuuanya dimulai dari hubungan bayi
dengan ibunya, hubungan antar manusia.

Horney mengemukakan 10 kebutuhan neurotik, yakni kebutuhan yang timbul sebagai


akibat dari usaha menemukan pemecahan-pemecahan masalah gangguan hubungan antar
manusia.

1. Kebutuhan kasih sayang dan penerimaan : keinginan membabi_buta untuk


menyenangkan orang lain dan berbuat sesuai dengan harapan orang lain. Orang itu
mengharapkan dapat di terima baik orang lain, sehingga berusaha bertingkah laku
sesuai dengan harapan orang lain, cenderung takut berkemauan, dan sangat peka /
terganggu dengan tanda-tanda permusuhan dan penolakan dari oraang lain, dan
perasaan permusuhan di dalam dirinya sendiri.
2. Kebutuhan partner yang bersedia mengambil alih kehidupannya : biasanya tidak
memiliki kepercayaan diri, berusaha mengikatkan diri dengan partner yang kuat.
Kebutuhan ini mencangkup penghargaan yang berlebihan terhadap cinta dan
ketakutan akan kesepian dan diabaikan.
3. Kebutuhan membatasi kehidupan dalam ranah sempit : penderita neurotik sering
berusaha untuk tetap tidak menarik perhatian,, menjadi orang kedua, puas dengan
serba sedikit. Mereka biasanya merendahkan nilai kemampuan mereka sendiri, dan
takut menyuruh orang lain.
4. Kekuasaan : kekuatan dan kasih sayang mungkin dua kebutuhan neurotik yang
terbesar. Kebutuhan kekuatan, keinginan berkuasa, tidak menghormati orang lain,
memuja kekuatan dan melecehkan kelemahan, biasanya dikombinasikan dengan
kebutuhan prestis dan kepemilikan, yang berujud sebagai kebutuhan mengontrol
orang lain dan menolak perasaan lemah atau bodoh.
5. Kebutuhan mengeksploitasi orang lain : takut menggunakan kekuasaan secara terang-
terangan, menguasai orang lain melalu eksploitasi dan superiorita intelektual.
Neurotik sering mengevaluasi orang lain berdasarkan bagaimana mereka dapat
dimanfaatkan atau dieksploitasi, pada saat yang sama mereka takut dieksploitasi
orang lain.
6. Kebutuhan pengakuan sosial atau prestise ; kebutuhan memperoleh penghargaan
sebesar-besarnya dari masyarakat. Banyak orang yang berjuang melawan kecemasan
dasar dengan berusaha menjadi nomor satu, menjadi yang terpenting, menjadi pusat
perhatian.
7. Kebutuhan menjadi pribadi yang dikagumi ; pengidap narkotik memiliki gambarsn
diri melambung dsn ingin dikagumi atas dasar gambaran tersebut, dan bukan atas
siapa mereka sesungguhnya. Inflasi harga diri yang terus menerus terjadi harus
ditutupi jugs secara terus menerus dengan penghargaan dan penerimaan dari orang
lain.
8. Kebutuhan ambisi dan prestasi pribadi : penderita neurotik sering memiliki dorongan
untuk menjadi yang terbaik- penjual terbaik, pemain bowling terbaikk, pencinta
terbaik. Mereka ingin menjadi yang terbaik dan memaksa diri untuk semakin
berprestasi sebagai akibat dari perasaan tidak aman, harus mengalahkan orang lain
untuk menyatakan superioritasnya.
9. Kebutuhan mencukupi diri sendiri dan independensi : neurotik yang kecewa-gagal
menemukan hubungan-hubungan yang hangat dan memuaskan dengan orang lain
yang cenderung akan memisahkan diri tidak mau terikat dengan orang lain dan
menjadi orang yang menyendiri. Mereka memiliki keinginan yang kuat untuk jauh
dari orang lain, membuktikan bahwa mereka bisa hidup tanpa orang lain. Gambaran
khas dari sifat “play boy” yang tidak mau terikat dengan wanita manapun.
10. Kebutuhan kesempurnaan dan ketaktercelaan : melalu perjuangan yang tidak
mengenal lelah untuk menjadi sempurna, penderita neurotik membuktikan harga diri
dan suprioritas pribadinya. Mereka sangat takut membuat kesalahan dan mati-matian
berusaha menyembunyikan kelemahannya dari orang lain.
D. Konsep Umum Teori psikoanalisis Sosial

Teori Psikoanalisis dari Karen Horney dibentuk berdasarkan kondisi sosial dan kultur.
Terutama pengalaman pada masa kanak-kanak yang sangat berpengaruh terhadap
pembentukan kepribadian individu. Apabila pada masa kanak-kanak individu tidak
memperoleh kasih sayang dan cinta yang cukup dari orangtua, maka individu akan
mengembangkan rasa permusuhan dasar (basic hostility) terhadap orangt tuanya. Sehingga
akan berakibat adanya rasa kecemasan dasar (basic axienty) dari anak.

Horney mengatakan bahwa individu melawan rasa kecemasan tersebut dengan


melakukan salah satu dari 3 cara pokok dalam berhubungan dengan orag lain, yakni :
mendekati orang lain, melawan orang lain, menjauhi orang lain. Orang yang normal mungkin
akan menggunakan cara manapun dari 3 hal tersebut, namun tidak dengan orang neurotik
yang hanya menggunakan satu cara.

Dalam membentuk dorongan kompulsif individu neurotik memiliki masalah yang


sama dengan orang normal. Horney (1942) meyakinin bahwa orang neurotik tidak menikmati
penderitaan dan ketidakbahagiann. Mereka tidak dapat mengubah tingkah lakunya atas
kemauannya sendiri. Akan tetapi mereka terus menerus menjaga diri dari kecemasan dasar.
Strategi petahanan diri ini membuat mereka terperangkap dalam kebutuhan-kebutuahan
kompulsif untuk mengurangi kecemasan dasar yang mengarah pada tingkah laku yang
memupuk penghargaan diri rendah, rasa permusuhan, pencarian kekuasaan tidak wajar,
ketakutan terus menerus yang menyebabkan kecemasan akan bertabah besar.
Horney berpendapat bahwa sebenarnya neurosis adalah cara yang digunakan manusia
untuk menjalani hubungan dengan manusia lainnya. Akan tetapi, hanya ada sebagian orang
yang mampu melakukannya dengan baik. Orang yang mengidap neurosis justru cenderung
membiarkan dirinya hidup dalam dunianya sendiri (Syuropati 2012:107-108).

a. Jenis-jenis Kebutuhan Neurotik


Horney menemukan sepuluh kategori kebutuhan neurotik yang menggambarkan
orang-orang neurotik dalam usahanya untuk melawan kecemasan dasar (Feist dan Feist
2009:201).
Sepuluh kategori kebutuhan neurotik saling tumpah tindih satu sama lain, dan satu
orang dapat menerapkan lebih dari satu kebutuhan. Masing-masing kebutuhan-kebutuhan
neurotik berikut ini berhubungan dengan orang lain dalam berbagai cara (Feist dan Feist
2009:201).
1. Kebutuhan neurotik akan kasih sayang dan penerimaan diri (the neurotic need for
affection and approval). Kebutuhan ini dipenuhi dengan cara apapun oleh orang
neurotik yang untuk menyenangkan orang lain, memenuhi harapan orang lain,
cenderung takut mengatakan bahwa dirinya benar, dan kurang nyaman dengan
permusuhan/pertengkaran orang lain dan rasa permusuhan dalam dirinya.

2. Kebutuhan neurotik akan rekan yang kuat (the neurotic need for a powerful partner).
Kurangnya rasa percaya diri membuat orang neurotik berusaha mendekatkan diri
mereka dengan pasangan yang lebih kuat/berpengaruh. Kebutuhan ini adalah
penilaian yang terlalu tinggi terhadap cinta dan ketakutan jika sendirian atau
ditinggalkan. Pengalaman hidup Horney pribadi mengungkapkan adanya kebutuhan
yang besar untuk bisa bersama seorang laki-laki yang berpengaruh dan ia memiliki
serangkaian hubungan dengan laki-laki yang berpengaruh sepanjang masa dewasanya.

3. Kebutuhan neurotik untuk membatasi hidupnya dalam lingkup yang sempit (the
neuorotic need to restrict one’s life within narrow borders). Orang neurotik sering kali
berusaha untuk tidak menonjol, berada di tempat kedua, dan merasa puas dengan
stimulus yang sangat sedikit. Mereka menurunkan kemampuan mereka ke tingkatan
yang lebih rendah dan takut membuat permintaan yang membebani orang lain.

4. Kebutuhan neurotik akan kekuasaan (the neurotic need for power). Kekuasaan dan
kasih sayang merupakan dua kebutuhan neurotik yang paling besar. Kebutuhan akan
kekuasaan biasanya dibarengi dengan adanya kebutuhan akan penghargaan sosial dan
kepemilikan yang terbentuk dalam kebutuhan untuk mengatur orang lain dan
menghindar dari perasaan lemah atau tidak pintar.

5. Kebutuhan neurotik untuk memanfaatkan orang lain (the neurotic need to exploit
others). Orang-orang neurotik sering kali menilai orang lain berdasarkan bagaimana
orang-orang tersebut bisa digunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan mereka,
tetapi pada saat yang sama, mereka takut dimanfaatkan orang lain.

6. Kebutuhan neurotik akan penghargaan sosial atau gengsi (the neurotic need for social
recognition or prestige). Beberapa orang melawan kecemasan dasar dengan berusaha
menjadi orang pertama, orang paling penting, atau menarik perhatian orang lain agar
tertuju pada dirinya.

7. Kebutuhan neurotik akan kekaguman pribadi (the neurotic need for personal
admiration). Orang-orang neurotik mempunyai kebutuhan untuk dikagumi atas diri
mereka daripada atas apa yang mereka miliki. Harga diri mereka yang tinggi harus
terus-menerus ditunjang dengan kekaguman dan penerimaan dari orang lain.

8. Kebutuhan neurotik akan ambisi dan pencapaian pribadi (the neurotic need for
ambition and personal achievement). Orang-orang neurotik mempunyai dorongan
kuat untuk menjadi yang terbaik. Mereka harus mengalahkan orang lain untuk
membuktikan keunggulan mereka.

9. Kebutuhan neurotik akan kemandirian dan kebebasan (the neurotic need for self-
suffciency and independence). Orang neurotik yang mempunyai kebutuhan yang kuat
untuk menjauh dari orang lain, yang membuktikan bahwa mereka bisa bertahan hidup
tanpa orang lain. Playboy yang tidak bisa terikat dalam sebuah hubungan merupakan
contoh dari kebutuhan neurotik ini.

10. Kebutuhan neurotik akan kesempurnaan dan ketidakmungkinan untuk salah (the
neurotic need for perfection and unassailability). Dengan berusaha semaksimal
mungkin untuk sempurna, orang neurotik mendapat “bukti” atas harga diri dan
keunggulan pribadi mereka. Mereka takut membuat kesalahan dan mempunyai
kelemahan pribadi. Sehingga mereka berusaha untuk menyembunyikan kelemahan
mereka dari orang lain (Feist dan Feist 2009:201-202).

b. Kecenderungan Neourotik

Seiring perkembangan teori Horney, Horney mulai melihat dari sepuluh kebutuhan
neurotik yang ia temukan dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori umum yang berhubungan
dengan sikap dasar seseorang terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Horney
mengidentifikasikan 3 sikap dasar yang disebut dengan kecenderungan neurotik (neurotic
trend), yakni mendekati orang lain, melawan orang lain, dan menjauhi orang lain.

Kecenderungan neurotik merupakan bagian dari teori Horney tentang neurosis, tetapi
kecenderungan ini berlaku juga untuk individu normal. Namun ada perbedaan antara sikap
yang dialami oleh individu normal dan individu neurotik. Berikut perbedaan antara individu
normal dan individu neurotik. Individu normal sering sadar ketika menjalankan strategi
dalam menghadapi orang lain, memilki kebebasan dalam bertindak, mudah dalam
menghadapi masalah, dan dapat memilih strategi pertahanan dirinya. Sedangkan individu
neurotik sering tidak sadar akan sikap-sikap yang mereka ambil, memilki keterpaksaan dalam
bertindak, kesulitan dalam mengatasi masalah dan terbatas dalam memilih strategi pertahanan
dirinya.

Horney (1950) menggunakan istilah konfilk dasar untuk mengatasi konflik yang
terjadi karena anak-anak terdorong ke tiga arah pertahanan diri, yakni dengan mendekati,
melawan, dan menjauhi orang lain. Pada anak-anak segat ketiga dorongan ini tidak selalu
bertentangan. Namun karena adanya kecemasan dasar yang mendorong sebagian anak hanya
terbatas pada satu kecenderungan saja. Pengambilan sikap yang berbeda-beda akan
menyebabkan anak berusaha untuk mengatasi konflik dasar yang dihadapi dengan cara
menjadikan satu dari tiga kecnderungan neurotik sebagai sikap yang dominan. Sebagian
anak-anak mendekati oorang lain dengan menuruti apa yang dikatakan sebagi cara untuk
melindungi dari perasaan tak berdaya. Anak-anak lain melawan dengan agresif untuk
mencegah sikap tidak ramah/memusuhi. Anak-anak lain menjauhi oranglain dengan
memisahkan diri dari orang lain dengan tujuan mengurangi perasaan terisolasi (Horney,
1945)

Horney (1945) mengidentifikasi 3 sikap dasar (kecenderungan neurotik) menjadi 3, yaitu :

1. Mendekati orang lain (Moving toward people)

Mendekati orang lain yang diutarakan oleh Horney bukanlah mendekati dalam
artian cinta yang tulus. Melainkan melakukan pendekatan dengan orang lain untuk
melindungi diri dari perasaan ketidakberdayaan. Usaha untuk melindungi dari
perasaan ketidakberdayaan, dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu atau
kedua dari kebutuhan neurotik. Dapat dilakukan dengan berusaha mendapatkan kasih
sayang dan peneriman orang lain.
Kecenderungan neurotik dengan mendekati orang lain melibatkan serangkaian
strategi. Kecenderungan ini merupakan sebuah cara berfikir, merasakan, dan
bertingkah laku dengan sebuah cara untuk hidup. (Horney, 1945, hlm.55)

2. Melawan orang lain (moving against people)

Lima dari sepuluh kebutuhan neurotik dirangkum menjadi kecenderungan


neurotik melalwan orang lain. Diantaranya yaitu kebutuhan untuk kekuasaan,
memanfaatkan orang lain, memperoleh penghargaan dan gengsi, dikagumi, dan
mencapai seuatu. Orang agresif cenderung mementingkan kemanangan daripada
perlombaan. Maka akan tempak bekerja keras dan banyak akal dalam bekerja, namun
mereka tidak menikmati pekerjaannya sendiri. Dorongan utama mereka untuk
mendapatkan kekuasaan, gengsi, dan ambisi pribadi.
Individu yang mendekati orang lain terdorong untuk mendapatkan kasih
sayang dari semua orang, sedangkan orang agresif menganggap semua orang sebagi
musuh potensial. Namun kedua kecenderungan ini yakni menerima orang lain dan
melawan orang lain sama-sama membutuhkan orang lain. Individu yang mendekati
orang lain membutuhkan orang lain untuk menghilangkan perasaan
ketidakberdayaannya. Sedangkan individu yang agresif membutuhkan orang sebagai
permusuhan yang nyata.

3. Menjauhi orang lain (moving away from people)

Agar dapat mengatasi masalah dasar terisolasi, beberapa orang memisahkan


diri dari orang lain. Strategi ini merupakan ekspresi akan kebutuhan keksendirian,
kebebasan dan kemandirian. Masing-masing d ari kebutuhan ini dapat mengarah ke
arah positif dan dipenuhi dengan cara yang sehat. Namun kebutuhan ini akan menjadi
neurotik jika individu memnuhi kebutuhan ini dengan berusaha untuk memenuhi
kebutuhan dengan membuat jajrak emosional antara diri mereka dengan orang lain
secara terus menerus. (Feist dan Feist 2009:205)
Banyak dari orang neurotik cenderung menganggap berhubungan dengan
orang lain itu merupakan tekanan berat. Sehingga, mereka terdorong menjauh dari
orang lain secara terus-menerus. Mereka membangun dirinya dengan menolak orang
lain yang berusaha mendekati mereka.
Semua orang neurotik memilki keinginan untuk merasa lebih baik dari orang
lain. Tapi orang-orang yang memisahkan diri mereka dengan orang lain. Mereka takut
akan kompetisi yang akan menghilangkan perasan mereka terhadap keunggulannya.
Mereka lebih memilih kehebatan yang tersembunyi tanpa harus memberitahu orang
lain. (Feist & Feist 2009:206)

E. Konflik Intrapsikis

Kecenderungan Neoritik muncul dari kecemasan dasar yang merupakan akibat dari
hubungan seorang anak dengan orang lain. Horney mulai memberikan perhatian yang lebih
pada konflik-konflik dalam diri yang dialami, baik oleh individu-individu normal maupun
neurotik. Pada bagaian ini akan menyoroti dua konflik Intrapsikis yang paling penting yaitu
gambaran diri dan kebencian diri. Yang mana Gambaran diri ( idealis self-image ) adalah
usaha untuk mengatasi konflik dengan membuat gambaran diri sendiri yang seperti dewa dan
Kebencian diri ( Self-hatred ) adalah kecenderungan yang salaing berhubuungan, tetapi juga
masuk akal dan kuat menganggap rendah dirinya yang sebenarnya. Oleh karena itu dua hal
ini menciptakan katerpisahan yang semakin berkembang anataranya diri yang sebenarnya dan
dirinya yang ideal, sehingga mengarahkan orang-orang yang neuritik untuk membenci dan
menganggap rendah dirinya sendiri dan menganggap dirinya juga tidak sesuai yang di
banggkan ( Horney, 1950 )

a. Kebencian Diri.

Orang yang melakukan pencarian Neurotik akan kemuliaan tidak akan pernah merasa
bahagia dengan diri mereka. Ketika mereka menyadari bahwa dirinya mereka sebenrnya tidak
dapat memenuhi kebutuhan maka mereka akan menganggap bahwa diri mereka iru sangat
rendah.

Horney ( 1950 ) menemukan 6 cara utama yang mengekpresikan kebencian diri

 Kebencian diri dapat menyebabkan tuntutan yang tidak henti-henti terhadap diri,
yang di gambarkan oleh tirani atas apa yang sebaiknya atau menginginkan sesuatu
namun karena kemampuan yang dimilki terbatas maka kebutuhan akan keinginan
tersebut tidak terpenuhi. Sehingga pada akhirnya orang ini akan terus menerus
berusaha untuk menjadi sempurna karena mereka meyakini mereka harus menjadi
sempurna.
 Selanjutnya adalah Dakwah terhadap diri yang kejam. Yaitu dakwah terhadap diri
muncul dalam beragam bentuk dari ekpresi yang tampak mengagumkan dan nyta,
seperti merasa bertanggung jawab atas terjadinya sesuatu sehingga mempertanyakan
secara mendetail tentang manfaat dari kebaikan mereka sendiri.
 Kebencian diri dapat berupa penghinaan terhadap diri. Yang yang di ekpresikan
melalui dengancara meremehkan, merendahkan, meragukan, mendiskreditkan, dan
mengolok,olok diri sendiri.
 Kebencian diri adalah frustasi diri. Horney membedakan antara di siplin diri sehat
dan frustasi diri neurotik. Rasa frustasi diri bermula dari kebencian diri sendiri dan di
bentuk untuk membuat gambarandiri yang mengagumkan menjadi nyata.
 Kebencian diri dapat muncul dalam bentuk penyiksaan diri atau penganiayaan diri.
Ekpresi yang biasa di keluarkan bersifat kepuasan masochistic yang mana yaitu
merasa menderita ketika mengambil keputusan, membesar-besarkan rasa sakit ketika
mengalami sakit kepala, menyilet diri,atau bahkan mengajak orang berkelahi dan
memicu dirinya supaya menjadi korban penyiksaan fisik.
 Dan yang paling terkahir adalah Tindakan dan dorongan menghancurkan diri,yang
dapat berupa kehancuran fisik maupun psikologis seperti berhenti dari pekerjaan
ketika kariernya mulai menanjak, putus dari hubungan yang sehat demi memilih
hubungan yang beurotik atau melakukan seks bebas.

b. Gambaran diri Ideal

Horney meyakini bahwa makhluk hidup, jika di berikan sebuah lingkungan dengan
kedisiplinan dan kehangatan, maka akan menumbuhkan perasaan aman dan percaya diri,serta
kecenderungan untuk memiliki pemahaman diri. Namun karena banyaknya hambatan
negatif pada masa awal membuat kecenderungan mengalami situasi yang membuat mereka
merasakan perasaan terpisah dan rendah diri. Maka dari itu hanya bisa di atasi dengan
menciptakan sebuah gambaran yang ideal. Seiring dengan gambaran diri ideal menjadi
samakin kuat, orang-orang neoritik mulai meyakini bagaimana gambaran tersebut. Mereka
tidak lagi sadar dengan diri mereka dan menggunakan diri idel sebagai tandar untuk evaluasi
diri dan membuat diri mereka mejadi lebih nyata.

Adapaun menurut ( Horney 1950 ) Gambaran Ideal itu memilki 3 Aspek yaitu

a. Pencarian Neurotik akan kemuliaan

setelah orang-orang neurotik sudah mulai meyakini bahwa diri ideal mereka adalah
sesuatu yang lebih nyata, mereka mulai menjadikan diri ideal sebagai bagian dari seluruh
aspek kehidupan mereka. Dan inilah yang si sebut dengan Pencarian Neurotik akan
kemuliaan. Dalam hal ini mereka berusaha untuk mendapatkan kesempurnaan dengan
membuat daftar lengkap atau sebuah rencana yang mana rencana ini bisa mengantarkan
mereka kepada kesempuraan. Oleh karena itu orang-orang neurotik secara tidak sadar
mengatakan kepada diri mereka bahwa mereka melupakan hal-hal yang jelek pada dalam
dirinya dan hanya di sibukkan untuk mencari kesempurnaan. Adapun cara dalam mencapai
kesempurnaan atau kesuksesan adalah mereka menjatuhkan diri orang lain demi mencapai
kesuksesannya itu, mereka seolah lupa akan tujuan awalnya dan lebih membuat orang yang di
jatuhkan itu dia permalukan. Dorongan untuk menjatuhkan diri orang lain timbul karena dari
keinginan masa kanak-kanak untuk membalas dendam atas penghinaan nyata maupun
inajiner. Adapun orang neorotik sudah mendapatkan kesuksesan degan cara tersebut maka dia
juga timbul rasa cemas sehingga ingin terus mendapatkan kesuksesan dengan
memperlakukan untuk mempermalulkan orang lain lagi.

b. Permintaan Neurotik

Aspek kedua adalah Permintaan Neurotik, dalam pencaharian akan kemulian,orang-orang


Neurotik membangun dunia dunia imajinasi yaitu sebuah dunia yang bertolak belakang
dengan dunia nyata. Maka dari itu pula mereka menganggap dirinya sangat spesial dan
meminta agar mereka di perlakukan dengan sangat baik karena mereka merasa kayak berhak
merasakan semua itu. Ketika harapan mereka tidak teroenuhi, maka orang-orang neurotik
akan menjadi frustasi yang di wujudkan dalam bentuk marah, bingung, dan tidak dapat
memahami mengapa orang kain tidak bisa mengabulkan permintaan mereka.

c. Kebanggaan Neurotik
Aspek ketiaga dari gambaran ideal adalah Neurotic pride yang merupakan kebanggaan
yang salah dan di dasari bukan pada pandangan realistis dari diri yang sebenarnya, tetapi
pada gambaran yang salah dari diri yang ideal. Kebanggaan neurotik sama sekali berbeda
dengan kebanggaan yang sehat atau harga diri yang realistis. Orang yang neuritik
membanyangkan diri mereka sebagai seorang yang mulia, hebat, dan sempurna, sehingga
ketika orang lain tidak memberi mereka mereka perlakuan yang spesial maka kebanggaan
neurotik mereka akan tersakiti. Untuk mengatasi rasa sakit yang di timbulkan maka mereka
menghindari orang-orang yang menolak untuk menyetujui permintaan neuritik mereka.
( Horney, 1950 )

F. Psikologi Feminim

Bagi ( Horney 1967 ) , perbedaan psikis antara pria dan wanita bukanlah dari hasil
perbedaan anatomi, melainkan dari perbedaan kultur dan harapan sosial terhadap masing-
masing dari mereka. Horney meyakini bahwa kecemasan dasar merupakan penyebab utama
dari kebutuhan pria untuk mengalahkan wanita dan keinginan wanitauntuk menaklukkan
wanita. Dalam hal ini di temukan bahwa pada beberapa kasus terdapat neoritik dasar. Dalam
kasus itu terdapat seorang individu yang memilki ekpresi neoritik dari kebutuhan akan cinta,
kebutuhan neoritik ini biasanya akan lebih agresi ketika berawal pada tahap kanak-kanak dan
merupakan dua dari tiga kecenderungan neoritik anak. Seorang anak akan lebih dekat dengan
salah-satu orang tua dan menampilkan tingkah laku cemburu kepada orang tua lainnya. Akan
tetap, perilakau ini merupakan cara untuk mengurangi kecemasan dasar dan bukanlah
pertanda dari kompleks oedipus yang berdasarkan penyebab anotomi yang dengan tujuan
utamanya adalah untuk mendapatkan rasa aman dan bukan untuk melakukan hubungan yang
seksual.

Dalam hal ini ( Horney 1967 ) menemukan konsep Penis envy bahwa semakin
kurang bisa di pertahankan, ia mengatakan bahwa tidak ada lagi alasan anatomi mengapa
anak-anak perempuan harus iri akan penis di bandingkan dengan anak-anak yang
menginginkan payudara atau rahim. Pada kenyataannya, anak laki-laki terkadang
mengungkapkan keinginanya untuk mempunyai bayi namun keinginan ini bukan akibat dari
rasa iri rahim. Budaya dan lingkungan sangat berpengaruh dan berperan dalam perbedaan
psikologis antara wanita dan pria. Oleh karena itu,

( Horney 1967 ) merasa bahwa tidak terlalu penting memahami dan menganalisis
signifikasi perbandingan pada perbedaan pertanyaan tentang kedua jenis kelamin dalam
keterkaitan pada sudut pandang Feminim. Dan menurutnya aturan tentang maskulinitas dan
feminitas merupakan aturan yang di buat, apa yang kita ketahui tentang perbedaan jenis
kelamin adalah bahwa memiliki perbedaan yang bersifat ilmia. Meskipun ada kita tidak akan
pernah bisa menemukan apa perbedaan-perbedaan tersebut jika sebelum kita bisa
mengembangkan kemampuan sebagai makhluk hidup. Dan menurutnya lagi kita bisa mencari
perbedaan-perbedaan itu hanya jika kita melupakannya

G. Psikoterapi

Tujuan umum dari terapi adalah membantu pasian berkembang secara bertahap menuju
relisasi diri, lebih khusus terapi ini bertujaun untuk agar pasien menghilangkan gambran diri
yang mereka anggap ideal, menghentikan pencarian neoritik akan kemuliaan dan kelebihan
mereka, dan mengubah kebencian diri menjadi penerimaan terhadap diri mereka. Namun
sayangnya pasien yang terlalu yakin akan neoritik adalah solusi yang terbaik. Sehingga
mereka enggan menghilangkan kecenderungan neoriti mereka namun di lain sisi mereka
ingin tidak terus menerus sakit. Sehingga mereka lebih cenderung untuk melakukan perilaku
yang mendukung penyakit mereka karena mereka mengistilahkan neoritik dengan istilah-
istilah yang positif seperti “cinta”, “penguasaan”, dan “kebebasan”.( Horney 1967 dalam
buku jess Feiss )

Tugas terapi adalah menyakinkan pasien-pasien bahwa solusi mereka saat ini lebih
condong pada pendukung perilaku neoritik di bandingkan mengurangi inti masalah dari
neortik itu sendiri. Oleh karena itu, tugas ini memerlukan waktu yang lama dengan usaha
kerja keras karena dengan hal inilah yang dapat memberikan perubahan positif yang dengan
dibarengi penegenalan diri dan pencarian informasi serta di dampingi juga oleh pengalaman
emosional. Dalam berbicara metode atau teknik-teknik yang di gunakan dalam terapi
penyembuhan ini adalah dengan menggunakan dua teknik yaitu Intropesasi mimpi dan
Asosiasi bebas. .( Horney 1967 dalam buku jess Feiss )

1. Itropesasi mimpi

Ketika seorang terapis memberikan Intropesasi yang benar, pasien dapat terbantu untuk
mengenal diri lebih dalam dan lebih baik dengan yang sebenarnya, pasien dapat melihat
dengan sekilas sebuah dunia dalam dirinya yang bebar-benar merupakan dunianya sendirian
yang lebih nyata menggambarkan perasaanya daripada ilusinya. ( Horney 1967 dalam buku
jess Feiss )

2. Asosiasi

Pada taknik ini pasien diminta untuk mengatakan segala hal yang muncul dalam pikiranya
walaupun yang dipikirkannya itu adalah hal sepele dan meskipun juga terkadang memalukan
ketika hal-hal tersebut di munculkan. Mereka juga di minta untuk mengekpresikan perasaan
apa pun yang muncul dari dalam asosiasi tersebut. ( Horney 1967 dalam buku jess Feiss )

Ketika kedua teknik ini berhasil di terapkan dalam terapi pasien, maka pasie akan secara
bertahap membanagun rasa percaya diri dalam kemampuan mereka untuk lebih bisa
bertanggung jawab atas perkemvangan psikologis mereka sendiri. Mereka semakin secara
perlahan akan memahami diri dan memahami semua proses yang menyertai relisasi diri
tersebut. Dalam hal pekerjaan mereka akan lebih mudah menyukai pekerjaan itu sendiri
daripada sekedar melihat pekerjaanya sebagai cara untuk mencapai pencarian neoritik akan
kemuliaan. ( Horney 1967 dalam buku jess Feiss )

H. Kritik terhadap Horney

Teori psikoanalisis sosial Horney memberikan prespektif menarik tentang ciri-ciri


humanisme. Akan tetapi, teori tersebut tidak memiliki penelitian terkini yang cukup untuk
mendukung gagasan-gagasannya. Kekuatan teori Horney adalah pada gambarannya yang
jelas tentang kepribadian neurotik. Tidak ada teoretikus kepribadian lainnya yang menulis
tentang neurosis, sebaik (atau sebanyak) Horney. Penjelasannya yang sangat komprehensif
tentang kepribadian neurotik memberikan ide-ide yang sangat baik untuk memahami orang-
orang yang kurang sehat secara mental. Meskipun demikian, ide-idenya yang hampir
sebagian besar dikhususkan membahs tentang orang-orang neurotik telah membatasi
teorinya. Gagasan-gagasannya mengenai kepribadian normal atau sehat sangatlah umum dan
tidak dijelaskan dengan baik. ia meyakini bahwa setiap orang pada dasarnya akan selalu
berusaha meraih pemahaman diri tersebut.

Teori Horney tidak cukup kuat untuk mengembangkan penelitian dan memenuhi
kriteria falsifiability atau kemungkinan logis bahwa sebuah gagasan dapat dianggap salah
atau benar berdasarkan observasi penelitian. Pemikiran dari teori tidak dapat dengan mudah
menghasilkan hipotesis yang bisa diteliti, dan oleh karena itu, teori tersebut kurang dalam hal
verifiability atau kemungkinan bahwa sebuah gagasan dapat diverifikasi serta falsifiability.
Teori Horney sebagian besar didasari oleh pengalaman-pengalaman klinis ketika ia sering
kali berhubungan dengan individu-individu neurotik. Ia keberatan untuk membuat asumsi-
asumsi spesifik tentang keadaan psikologis dari individu-individu sehat. Teorinya lebih
banyak berkutat pada orang-orang neurotik. Oleh karena itu, teori tersebt dinilai tinggi
kemampuannya dalam hal mengorganisasi pengetahuan mengenai neurotik. Meskipun
demikian, teori Horney dinilai rendah dalam kemampuannya menjelaskan tentang orang-
orang pada umumnya.

Teori Horney dianggap lebih berhasil dalam fungsinya sebagai panduan pemecahan
masalah. Guru, terapis, dan terutama orang tua dapat menggunakan asumsinya mengenai
perkembangan kecenderungan neurotik agar dapat memberikan lingkungan yang hangat,
aman, dan menerima bagi para siswa, pasien, atau anak-anak mereka. Akan tetapi, diluar
fungsi-fungsi tersebt, teori ini tidak cukup dalam memberikan penanganan yang jelas dan
mendetail bagi para praktisi. Untuk kriteria ini, teori Horney menerima penilaian yang
rendah.

Dalam buku “Neurosis an Human Growth” yang ditulis Horney (1950), konsep dan
idenya jelas, kosisten, dan tidak ambigu. Akan tetapi, ketika semua karyanya diteliti, sebuah
gambaran yang berbeda muncul. Dalam sekian tahun, ia menggunakan istilah seperti
“kebutuhan neurotik” dan “kecenderungan neurotik” kadang sebagai istilah yang berbeda dan
kadang sebagai istilah yang saling menggantikan. Di sisi lain, istilah “kecemasan dasar” dan
“konflik dasar” tidak selalu dibedakan dengan jelas. Ketidak kosistenan ini membat
keseluruhan karyanya menjadi agak tidak konsisten, tetapi tetap saja teori terakhirnya (1950)
adalah sebah teori yang dibahas dengan jelas dan konsisten.
Kriteria lain dari sebah teori yang berguna adalah kesederhanaan, dan teori terakhir
dari Horney, sebagaimana dijelaskan pada bab terakhir atau bab 15 dari “Neurosis and
Human Growth”, mendapat penilaian tinggi untuk kriteria ini. Bab terkahir dalam buku
tersebut, yang membahas pengantar teori Horney tentang perkembangan neurotik, merupakan
bab yang sederhana, mudah dipahami, dan ditulis dengan jelas.

Daftar Pustaka

Boeree, G. C. (2017). Personality Theories. Jogjakarta: PRISMASOPHIE.

Jess Feist, G. J.-A. (2017). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika.

Alwisol (2009) : psikologi kepribadian.

Filma Rahmanda. 2015. Kebutuhan Neoritik tokoh utama dalam Novel Bonjour tristesse
karya Francoise sagan : Kajian Psikoanalisis sosial Karen Horney.Semarang : Jurusan Bahasa
dan Sastra asing Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.