Anda di halaman 1dari 38

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Limbah (PBPAL)

Pertemuan 7
Semester I Ganjil 2018/2019
Oleh: Merry Sianipar, ST., M.Sc.Eng
BIOLOGICAL TREATMENT
Biological Treatment

 Pengolahan Biologis = Secondary Treatment

 Objectives : Removing Biodegradable Organic Matter – Dissolved with


Microorganism

 Component Process:
a. Dissolved Biodegradable Organic Matter as feeding resources
b. Microorganisms as consumer process
Biological Treatment

Penentuan penggunaan unit pengolah biologis sangat ditentukan oleh


beberapa faktor, diantaranya :
• Kontinuitas feeding
• Pengendalian temperatur dan pH
• Pengadukan
• Penambahan nutrien
• Adaptasi mikroorganisme
Biological Treatment

Sedangkan jenis pengolahan biologis yang digunakan bergantung pada:


• Derajat pengolahan yang dikehendaki
• Jenis air limbah yang akan diolah
• Konsentrasi air limbah
• Variasi aliran
• Volume limbah
• Biaya operasi dan Pemeliharaan
Biological Treatment
Biological Treatment

Jenis pengolahan dapat dibedakan:


a. Berdasarkan kebutuhan Oksigen
Proses Aerobic
Proses Anoxic
Proses Anaerobic

b. Berdasarkan Pola pertumbuhan mikroba


Sistem dengan pola pertumbuhan tersuspensi
Sistem dengan pola pertumbuhan terlekat
Biological Treatment
Biological Treatment

AEROBIC PROCESS -
SUSPENDED GROWTH -
ACTIVATED SLUDGE
PERTIMBANGAN PROSES DESAIN

1. PEMILIHAN TIPE REAKTOR


TIPE REAKTOR :
• CONTINUOUS STIRRED TANK REACTOR (CSTR)
• COMPLETE AERATED REACTOR (CAR)
TANGKI ACTIVATED SLUDGE :
• Berbentuk persegi empat
• Terbuat dari konstruksi beton bertulang
• Pemukaan tangki terbuka terhadap atmosfir
• Kedalaman air kotor pada tangki = 3 – 5 m
• Freeboard tangki = 0,3 – 0,6 m
• Rasio panjang : lebar = (1 – 2,2) : 1
• Lebar tangki = 6 – 12 m
PERTIMBANGAN PROSES DESAIN
mixed liquor volatile suspended solids
(MLVSS)
2. KRITERIA BEBAN
• KRITERIA BEBAN / LOADING CRITERIA :
 F/ M = 0,2 – 0,6
 MEAN CELL RESIDENCE TIME (Θc )= 5 – 15 hari
 VOLUMETRIC LOADING = 0,8 – 2,6 kg BOD / m3.hr
 Beban Volumetrik : Vl = (Qo x So)/ Vr
• DEBIT = Q AVERAGE
• BEBAN BOD = BOD EF. BP I dan MEMPERHITUGKAN BOD RESIRKULASI
• RESIRKULASI (Qr/Q) = 0,25 -1
• RASIO MLVSS : MLSS = 3.500 kg/lt
PERTIMBANGAN PROSES DESAIN

3. PRODUKSI LUMPUR
• PRODUKSI LUMPUR PER HARI (PX) :

Px = Yobs Q ( So – S ) x [ 8.34 lb/ Mgal.(mg/L)]….(US)


Px = Yobs Q ( So – S ) x ( 103 g/kg )-1………………( SI )
Dimana:
Px = jumlah bersih buangan activated sludge yang dihasilkan tiap hari, diukur dalam volatile
suspended solid, (lb/hari = US) atau (kg/hari = SI)
Yobs = observed yield, lb/lb (g/g)

Y VX
Yobs  c 
1  K d ( c ) Qw X w  (Q  Qw ) X e

Produksi Lumpur : Px = Y.Q (So – S) – kd.Vr.X


PERTIMBANGAN PROSES DESAIN

4. KEBUTUHAN & TRANSFER OKSIGEN


 digunakan mechanical aerator tipe surace aerator
 kebutuhan udara untuk aerasi = 62 m3/kg bod
 waktu detensi aerator = 2 – 5 jam
PERTIMBANGAN PROSES DESAIN

5. KEBUTUHAN NUTRIEN
• Rasio C/N

6. KONTROL ORGANISME
 F/M rasio = (Q.So) / (V.X)

 Sludge Volume Index (SVI) = (1000 x Vs)/ (MLSS)


• SVI < 100 ml/gr Kualitas pengendapan LA baik
• SVI > 200 ml/gr Kualitas pengendapan LA jelek
PERTIMBANGAN PROSES DESAIN

7. KARAKTERISTIK EFFLUEN

 Efisiensi removal BOD = 85 – 95%, TSS = 85 – 95%


 Biological solids content effluen = 22mg / l & 65% biodegradable
 BOD5 content effluen ASP = 20 mg/lt
 Faktor konversi BOD5 ke BOD = 0,68
 Perkiraan konsentrasi BOD efluen :

K s 1   c k d 
Se 
 c Y  k d   1
PERENCANAAN
PERENCANAAN
PERENCANAAN

KETERANGAN :
F / M = rasio makanan & mikroorganisme (/hari)
Θ = waktu detensi hidrolik tangki aerasi
= V / Q (hari)
So = konsentrasi BOD atau COD influent, (mg/l)
X = Konsentrasi Volatile SS
(mg/l) atau (g/m3)
θc = rata-rata waktu tinggal sel berdasarkan vol.tangki (hari)
Vr = Volume reaktor (m3)
X = Konsentrasi Volatile SS (mg/l) atau (g/m3)
Qw = debit lumpur terbuang, mgal/hr(m3/hr)
Xw = konsentrasi volatile suspended solid dalam lumpur terbuang, mg/l atau g/m3
Qe = rata-rata effluen yang terolah, mgal/hr
Xe = konsentrasi volatile suspended solid dalam effluent yang terolah
PERENCANAAN

KETERANGAN :
F / M = rasio makanan & mikroorganisme (/hari)
Θ = waktu detensi hidrolik tangki aerasi
= V / Q (hari)
So = konsentrasi BOD atau COD influent, (mg/l)
X = Konsentrasi Volatile SS
(mg/l) atau (g/m3)
θc = rata-rata waktu tinggal sel berdasarkan vol.tangki (hari)
Vr = Volume reaktor ( m3 )
X = Konsentrasi Volatile SS (mg/l) atau (g/m3)
Qw = debit lumpur terbuang, mgal/hr(m3/hr)
Xw = konsentrasi volatile suspended solid dalam lumpur terbuang, mg/l atau g/m3
Qe = rata-rata effluen yang terolah, mgal/hr
Xe = konsentrasi volatile suspended solid dalam effluent yang terolah
PERENCANAAN
PERENCANAAN
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Completely Mixed Activated Sludge merupakan salah satu modifikasi dari proses
lumpur aktif.
Air buangan terlebih dahulu harus melalui bak pengendap pertama sebelum
memasuki tangki aerasi.
Influent dari bak pengendap pertama ini dimasukkan ke dalam suatu inlet
sehingga beban pengolahan dapat tersebar merata keseluruh tangki aerasi.
Dengan cara ini diharapkan rasio antara substrat dan mikroorganisme cukup
seimbang sehingga memungkinkan terjadinya adsorbsi material organik terlarut
dalam biomassa dengan cepat.
Proses selanjutnya adalah proses dekompossisi materi biodegradabel secara
aerob. Waktu detensi hidrolis dalam bak aerasi yang direncanakan harus
mencukupi untuk terjadinya dekompoisisi aerob
Peralatan yang banyak digunakan untuk aerasi adalah mekanikal aerator karena
menghasilkan pengadukan yang lebih baik
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

• Kelebihan: Mampu mengolah air buangan dengan konsentrasi yang tinggi ataupun
yang mengandung zat toksik karena kondisi tangki yang homogen. Kondisi yang
homogen inilah yang menyebabkan mikroorganisme di dalam tangki tidak akan
pernah berkontak dengan air buangan yang terkonsentrasi.

• Kelemahan: Cenderung menghasilkan lumpur yang sulit mengendap


Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

TANGKI AERASI

Kriteria Desain

Parameter Simbol Besaran Satuan Sumber


Umur lumpur c 5 - 15 hari Metcalf&Eddy
F/M - 0,2 - 5 hari-1 Metcalf&Eddy
Koefisien kinetik pertumbuhan sel y 0,4 – 0,8 mg VSS/ mg Metcalf&Eddy
maksimum BOD5
Koefisien kematian Kd 0,025-0,075 hari-1 Metcalf&Eddy
MLSS - 2500 - 4000 Mg / L Metcalf&Eddy
Volumetrik Loading Rate VLR 0.8 – 2,0 Kg/m3. hari Metcalf&Eddy
Waktu detensi Hidrolis  4-8 jam Metcalf&Eddy
Faktor Resirkulasi R 0,25 – 1,0 - Metcalf&Eddy
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Data Perencanaan:
Tangki Aerasi Parameter Simbol Besaran Satuan
Direncanakan :

Debit rata-rata (Q) = 16897


Debit rata-rata tahap II Q m3/hari
27472 m3/hari
Debit rata-rata tahap I m3/hari
BOD5 influen = 238 mg/l Q 16897
BOD influen tahap II
5 BOD 250
5in mg/L
BOD5 effluent
BOD5 influen tahap I
diharapkanBOD
= 12 mg/l
238
5in mg/L
Kedalaman
BOD 5
tangki (D) : 4,5
efluen diharapkan BOD m 12
5ef mg/L
Konsentrasi
Kedalaman tangki Lumpur (Xr) :D10000 4,5 mg/l m

Umur Lumpur
Konsentrasi lumpur (θc) = 8 hari
Xr 10000 mg/L
Umur lumpur c 8 hari
MLVSS/MLSS 0,8
MLVSS X 3500 mg/L
MLSS - 4375 mg/L
Asumsi :
Koefisien kinetik pertumbuhan sel y 0,5 mg VSS/mg BOD5
maksimum
Koefisien kematian Kd 0,06 hari-1
Efluen Solid Biodegradable - 65 %
BOD5 - 0,68 BODL
VSS/VS - 0,8
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Aerasi

Perhitungan:
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Aerasi

Perhitungan:
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Aerasi

Perhitungan:
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Aerasi

Perhitungan:
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Aerasi

Perhitungan:
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Aerasi

Perhitungan:
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Aerasi Tipe Surface Aerator

MOTOR AERATOR
MODEL HP POLE O2KG/HR DM DZ D Pumping rate
M3/MIN
SFA-02 2 4 3 6 12 2-3 5
SFA-03 3 4 4.2 9 18 3-4 7
SFA-05 5 4 6.6 12 24 3-4 9
SFA-07 7 1/2 4 9.6 16 32 3-4 11
SFA-10 10 4 11.5 19 38 3-4 19
SFA-15 15 4 16.5 27 54 3-4 24
SFA-20 20 4 21 32 64 3-4 29
SFA-25 25 4 27.5 36 72 3-4 33
SFA-30 30 4 31 40 80 3-4 37
SFA-40 40 4 38 45 90 5-6 46
SFA-50 50 4 50 50 100 5-6 55
SFA-60 60 4 61 56 112 5-6 65
SFA-75 75 4 73 62.5 125 5-6 80
SFA-100 100 4 95 70 140 5-6 120
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Aerasi

Kontrol Desain
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)
TANGKI PENGENDAPAN (CLARIFIER)
Fungsi : Mengendapkan
Kriteria Desain zat padat yang terdapat
Parameter Simbol Besaran Satuan Sumber dalam air buangan yang
Overflowrate OR 15 - 32 m3/m2.hari Metcalf&Eddy
berasal dari unit
Solid Loading SL 15 - 150 Kg/m2.hari Qasim
pengolahan biologis.
Radius R 10 - 40 m Metcalf&Eddy
Kedalaman Bak H 3,5 - 5 m Metcalf&Eddy

Perencanaan
Parameter Simbol Besaran Satuan
Direncanakan :
Debit rata-rata tahap II Q 27472 m3/hari
Debit rata-rata tahap I Q 16897 m3/hari
MLVSS X 3500 mg/L
Kedalaman bak H 4,5 m
Tipe Center Feed Clarifier
Asumsi :
Solid Flux SF 3 Kg/m2.jam
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Pengendapan (Clarifier)

Perhitungan:
Completely Mixed Activated Sludge (CMAS)

Tangki Pengendapan (Clarifier)

Kontrol Desain
Sekian & Terima kasih
Merry Sianipar, ST., M.Sc.Eng