Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

VACUTAINER

DISUSUN OLEH :

Mayda Rezeki

NIM : P07134117249

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN

DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN

2017/2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..............................................................................................................................2


KATA PENGANTAR ...............................................................................................................3
BAB I .........................................................................................................................................4
PENDAHULUAN .....................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................................4
1.3 Tujuan ..........................................................................................................................4
BAB II ........................................................................................................................................5
PEMBAHASAN ........................................................................................................................5
2.1 Pengertian Tabung Vacum ..........................................................................................5
2.2 Macam-macam Tabung Vacum ..................................................................................5
2.3 Urutan Penggunaan Tabung Vacum ............................................................................9
2.4 Keuntungan dan Kerugian Tabung Vacum .................................................................9
BAB III ....................................................................................................................................11
PENUTUP ................................................................................................................................11
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................11
3.2 Saran ..........................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................................12
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita, sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah tentang “Vacutainer”.

Dengan disusun nya makalah tentang Vacutainer. Dengan pembahasan yang


dibuat agar pembaca mudah memahami dan mengerti isi dari makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar saya dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata saya berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan
manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.

Banjarbaru, 03 Juli 2018

Penyusun

Mayda Rezeki
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Venipuncture atau tusukan vena adalah pengambilan darah pada pembuluh
darah vena yang digunakan untuk pemeriksaan hematologi. Lokasi pengambilan
venipuncture biasanya dilakukan pada vena mediana cubiti, vena cephalica dan
vena basillica. Metode pengambilan venipuncture meliputi metode vacutainer,
spuit, dan wing needle. Dalam pengambilan venipuncture terdapat indikasi dan
kontraindikasi.

Tabung vakum pertama kali dipasarkan oleh perusahaan ASBD.


Jenis tabung ini berupa tabung maka yang hampa udara terbuat dari
kaca atau plastic. Ketika tabung dilekatkan pada jarum darah akan
mengalir masuk kedalam tabung dan berhenti mengalir ketika sejumlah
volume tertentu telah tercapai.

Tabung Vakum, Tabung ini dirancang untuk dihubungkan ke soket tabung


sehingga mudah diganti. Mereka terlihat seperti bola lampu, dengan filamen
disegel dalam amplop kaca, dari mana semua udara telah dilepas.

1.2 Rumusan Masalah


1. Pengertian Tabung Vacum
2. Macam-macam Tabung Vacum
3. Urutan Penggunaan Tabung Vacum
4. Keuntungan dan kerugian Tabung Vacum

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Tabung Vacum
2. Untuk mengetahui macam-macam Tabung Vacum
3. Untuk mengetahui urutan Tabung Vacum
4. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian Tabung Vacum
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tabung Vacum

Mengambil sample darah di daerah


pembuluh darah vena bukanlah
pekerjaan mudah, tetapi begitulah tugas
sehari-hari yang harus dilakukan oleh
seorang analis yang bertugas di
laboratorium kesehatan. Meskipun
terlihat sangat sederhana, terdapat
berbagai tahap yang harus dilakukan
dengan benar apabila ingin mendapatkan hasil yang sempurna
Tabung vakum pertama kali dipasarkan dengan nama dagang Vacutainer.
Jenis tabung ini berupa tabung reaksi yang hampa udara, terbuat dari kaca atau
plastik. Ketika tabung dilekatkan pada jarum, darah akan mengalir masuk ke
dalam tabung dan berhenti mengalir ketika sejumlah volume tertentu telah
tercapai.
Vacuteiner adalah sebuah alat pengambilan darah dengan metode tabung
vacum. Jenis tabung ini berupa tabung reaksi yang hampa udara, terbuat dari kaca
atau plastik. Ketika tabung dilekatkan pada jarum, darah akan mengalir masuk ke
dalam tabung dan berhenti mengalir ketika sejumlah volume tertentu telah
tercapai. Beberapa produk vacutainer diantaranya seperti Vacutainer BD, Greiner,
Green Vac, Vaculab, dan beberapa produk lokal lainnya.

2.2 Macam-macam Tabung Vacum


Tabung vakum merupakan tabung yang telah hampa udara yang diproduksi
oleh perusahaan, sehingga saat pengambilan darah maka akan tersedot sendiri
dengan gaya vakum tabung ini. Tabung vakum rata-rata terbuat dari kaca
antipecah atau plastik bening dengan berbagai ukuran volume yang berisi zat
additif didalamnya. Tabung vakum dibedakan jenisnya berdasarkan warna tutup
dan etiketnya, berikut kode warna untuk tiap tabung vakum:
1. Tutup dan Etiket Merah (Red Top)
Tabung jenis ini telah berisi reagent Clot Activator yang akan mempercepat
pembekuan darah. Umumnya digunakan untuk Kimia darah, Serologi dan Bank
Darah. Waktu pembekuan ideal 60 menit (sesuai standart NCCLS/National
Committee Clinical Laboratory System) tetapi bisa di sentrifuge dibawah 60
menit asalkan sampel sudah mengental. Sample harus segera di sentrifuge dalam
waktu maksimal 2 jam (dari pengambilan sampel).
Di sentrifuge 1300-2000 rpm selama 10 menit. Penyimpanan sampel : 22°C
(dapat digunakan sampai 8 jam), 4°C (dapat digunakan 8-48 jam), -20°C (dapat
digunakan diatas 48 jam). Ukuran tersedia 4 ml, 6 ml dan 10 ml.
2. Tutup dan Etiket Ungu muda (Lavender)
Berisi antikoagulan K3EDTA, sehingga darah diperoleh tidak beku. Umumnya
digunakan untuk pemeriksaan Hematologi. Ukuran tersedia 1 ml, 2 ml, 3 ml, 4 ml,
6 ml dan 8 ml.
3. Tutup dan Etiket Ungu (Violet)
Berisi antikoagulan K2EDTA, untuk mencegah pembekuan darah. Umumnya
digunakan untuk pemeriksaan Hematologi. Yang membedakan hanyalah isi dari
antikoagulannya saja dibandingkan dengan K3EDTA lavender.
Dinding tabung bagian dalam dilapisi pengawet sehingga dapat
memperpanjang waktu hidup dan metabolisme Sel darah Merah setelah proses
pengambilan darah. Berisi antikoagulan K2EDTA (Ethylene Tetra Acetic Acid)
yang berbentuk Spray dry. Setelah darah masuk penuh ke tabung ‘segera
mungkin’ lakukan homogenisasi sebanyak 6x untuk menghindari penggumpalan
thrombosit karena pada situasi thrombosit sangat bagus darah cepat sekali
menggumpal. Agar mesin dapat membaca leukositenya disarankan sample darah
yang masuk ketabung minimal 75% dari ml tabung yang dipakai. Ukuran tersedia
1 ml, 2 ml, 3 ml, 4 ml, 6 ml dan 8 ml.
4. Tutup dan Etiket Biru (Blue)
Berisi Trisodium sitrat 3,2% sesuai standart NCCLS dengan rasio sample darah
: citrate = 9 : 1 (rasio yang selalu konstan akurasinya). Didesign khusus untuk tes
koagulasi dan agregasi thrombosit. Dilapisi oleh double cover, yaitu : Poly
Propylene (bagian dalam) agar tidak ada penguapan aditive, terjaga kevakuman.
Poly Ethyline (bagian luar) mampu mengurangi insiden aktivasi platelet. Tersedia
ukuran 1,8 ml, 2,7 ml dan 4,5 ml (Full Draw).
5. Tutup dan Etiket Hijau (Green)
Berisi Lithium Heparin dengan gel (PGS), baik digunakan sebagai
antikoagulan karena tidak mengganggu analisa beberapa macam ion yang ada
dalam darah. Direkomendasikan untuk pemeriksaan Kimia Darah, Kreatinin dan
BUN, elektrolit dan enzim. Dihomogenisasi 6x dan di sentrifuge pada 1300 - 2000
rpm selama 10 menit dan kemudian plasma siap untuk dianalisa. Tersedia ukuran
1 ml, 2 ml, 3,5 ml, 5 ml dan 8 ml.
6. Tutup dan Etiket Abu-abu (Grey)
Berisi Kalium Oxalate berfungsi sebagai antikoagulan dan NaF yang berfungsi
sebagai pengawet sehingga dapat menstabilkan kadar gula darah selama 24 jam
pada suhu ruangan dan selama 48 jam jika disimpan pada suhu 4°C. NaF
menghambat enzim Phosphoenol Pyruvate dan kerja urease (mencegah
Glycolysis). Ukuran tersedia 2 ml, dan 3 ml.
7. Tutup dan Etiket Kuning (Yellow)
Disebut juga SST II/Serum Separator Tube. Berisi Silica sebagai Clot
Activator dan Polymer Gel Innert sebagai pemisah serum sehingga diperoleh
kualitas serum yang bagus dan mengurangi resiko timbulnya fibrin yang bisa
menyumbat instrument.
Waktu mendapatkan serum hanya separuh dari Clot Activator/Red Top maka
lebih menghemat waktu dan biaya. SST II / Serum Separator Tube. Sebagai
pilihan terbaik untuk pemeriksaan kimia darah cito. Serum yang diperoleh lebih
banyak jika dibanding dengan Clot Activator/Red Top sehingga efisien dalam
pengambilan darah.
Memungkinkan untuk penundaan analisa specimen (diambil malam hari dan
diproses/dianalisa esok hari). Satu tabung berfungsi sebagai penyimpan sekaligus
analisa tube sehingga mengurangi kesalahan identifikasi. Setelah specimen masuk
tabung dihomogenisasi 6x kemudian diamkan 15-30 menit (mengurangi resiko
fibrin).Dicentrifuge pada 4000 rpm selama 10 menit (swing head) atau 15 menit
(fixed angle). Ukuran tersedia 3,5 ml, 5 ml dan 8,5 ml
8. Tutup dan Etiket Hijau muda (Citrus)
Berisi Lithium Heparin sangat banyak digunakan sebagai antikoagulan karena
tidak mengganggu analisa beberapa macam ion yang ada dalam darah.
Direkomendasikan untuk pemeriksaan Kimia Darah, Kreatinin dan BUN,
elektrolit dan enzim.
9. Tutup dan Etiket Jingga (Orange)
Tabung tidak hampa/vakum, berisi Clot Activator yang berisi gel. Digunakan
untuk laboratorium yang tidak memerlukan tabung vakum untuk mengumpulkan
darah. Dapat digunakan pemeriksaan Kimia darah dan Serologi. Ukuran tabung 5
ml.
10. Tutup dan Etiket Hitam (Black)
Berisi Trisodium sitrat 3,8% untuk pemeriksaan LED/ESR metode Westergren.
Ukuran tabung dengan isi 2,4 ml volume cairan.
11. Tabung dengan Tutup Putih (White)
Zat Additive : Kalium EDTA, Tindakan : Bentuk garam kalsium, Digunakan
untuk pemeriksaan : Molecular/PCR and bDNA testing.
12. Tabung dengan Tutup Merah Muda (Pink)
Zat Additive : Kalium EDTA, Tindakan : Bentuk garam kalsium, Digunakan
untuk pemeriksaan : Immunohematology.
13. Tabung dengan Tutup Coklat Terang
Zat Additive : Sodium heparin, Tindakan : Inactivates trombin dan
tromboplastin; isinya hampir tidak ada timbal, Digunakan untuk pemeriksaan :
Serum lead determination
14. Tabung dengan Tutup Kuning Hitam
Zat Additive : Kaldu campuran, Tindakan : Menjaga kelangsungan hidup
mikroorganisme, Digunakan untuk pemeriksaan : Mikrobiologi - aerob, anaerob,
jamur
15. Tabung dengan Tutup Emas
Tidak terdapat zat Additive, Tindakan : Pemisah tabung serum (SST) berisi gel
di bagian bawah untuk memisahkan darah dari serum dengan cara sentrifugasi,
Digunakan untuk pemeriksaan : Kimia, Imunologi dan Serologi
2.3 Urutan Penggunaan Tabung Vacum
Bila dalam satu kali pengambilan darah dibutuhkan untuk beberapa
pemeriksaan, maka seorang phlebotomis harus melakukan pengurutan tabung
vacum sebagai berikut :
 Tabung untuk KULTUR DARAH (atau test lain dengan spesimen steril)
Berikutnya
 Tabung tertutup Merah atau Abu - Abu tanpa zat tambahan dan gel pemisah
digunakan untuk pemeriksaan Kimiawi.
 Tabung bertutup Biru Terang (Zat aditif : Natirum Sitrat) atau tabung untuk
tes koaglasi,
 Digunakan untuk pemeriksaan Hematologi. Khususnya untuk pemeriksaan
fibrinogen, tabung
 Vacum harus pas dengan garis saat pengambilan darah.
 Tabung bertutup Hijau
 Tabung bertutup Ungu (Zat Aditif : EDTA), digunakan untuk pemeriksaan
Hematologi Rutin.
 Tabung bertutup Abu - Abu (zat aditif : K-Oksalat/Na Fluorida)
Urutan pengambilan darah ini ditunjukkan untuk menghindari kontaminasi
antar tabung. Beberapa kegagalan dalam sampling menggunakan tabung vacum,
adalah
1. Kevakuman tabung berkurang (Jarum telah menembus tutup karet tabung)
2. Posisi jarum sala, dikarenakan ;
- Lubang jarum menempel pada bagian atas/bawah dinding vena
- Jarum masuk terlalu dalam atau kurang dalam
- Jarum masuk ke dalam vena yang kolaps

2.4 Keuntungan dan Kerugian Tabung Vacum


 Keuntungan
Keuntungan menggunakan metode pengambilan ini adalah, tak perlu
membagi-bagi sampel darah ke dalam beberapa tabung. Cukup sekali
penusukan, dapat digunakan untuk beberapa tabung secara bergantian sesuai
dengan jenis tes yang diperlukan. Untuk keperluan tes biakan kuman, cara ini
juga lebih bagus karena darah pasien langsung dapat mengalir masuk ke
dalam tabung yang berisi media biakan kuman. Jadi, kemungkinan
kontaminasi selama pemindahan sampel pada pengambilan dengan cara
manual dapat dihindari.
 Kerugian
Kekurangannya sulitnya pengambilan pada orang tua, anak kecil, bayi,
atau jika vena tidak bisa diandalkan (kecil, rapuh), atau jika pasien gemuk.
Untuk mengatasi hal ini mungkin bisa digunakan jarum bersayap (winged
needle).
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam makalah ini kami menyimpulkan bahwa keuntungan menggunakan
metode pengambilan Tabung Vacum ini adalah, tak perlu membagi-bagi sampel
darah ke dalam beberapa tabung. cukup sekali penusukan,dapat digunakan untuk
beberapa tabung secara bergantian sesuai dengan jenis tes yang diperlukan.

3.2 Saran
Agar tidak terjadi kesalahan pada saat pengambilan darah maka seorang
flebotomist harus memiliki kompetensi dan perilaku professional sehingga dapat
bekerja dengan baik dan benar agar memperoleh hasil yang akurat.dan
mengetahui dengan benar jenis dan cara penggunaan tabung vacum.
DAFTAR PUSTAKA

http://imadanalis.blogspot.com/2012/03/macam-macam-tabung-phlebotomi.html

R. Gandasoebrata, Penuntun Laboratorium Klinik, Dian Rakyat, Bandung, 1992.

https://dokumen.tips/documents/urutan-penggunaan-tabung-vakum.html

http://periksalaboratorium.blogspot.com/2013/10/pengambilan-darah-vena-
dengan-tabung.html

http://ripanimusyaffalab.blogspot.com/2011/04/kode-warna-tabung-vakum.html

http://viviecomell.blogspot.com/2013/06/makalah-venipuncture_6877.html