Anda di halaman 1dari 92

Pertemuan 6

AR62210 Teknologi Bahan (3SKS)


Rabu, 13.30-14.30

TEKNOLOGI
BAHAN BUATAN
Hatifah, ST.,MT.

Dosen Mata Kuliah:


1. DR. Eng. Putery Fitriaty, ST., MT
2. Andi Jiba Rifai, ST., MT
3. Hatifah, ST.,MT.
Program Studi S1 Teknik Arsitektur
Jurusan Teknik Arsitektur
UNIVERSITAS TADULAKO
BAHAN BANGUNAN BUATAN

Bahan bangunan buatan ialah bahan bangunan yang


dihasilkan dari campuran bahan dasaryang
sudah diproses/diolah melalui proses produksi menjadi
material yang mempunyai sifat dan volume yang berbeda
digunakan dalam perencanaan bangunan baik konstruksi
maupun finishing bangunan (eksterior dan interior)
Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD
JENIS BAHAN BANGUNAN BUATAN
 GENTENG  GYPSUM
 SENG  MARMER
 SIRAP  PARQUET
 KERAMIK  VINYL
 GRANIT  CAT

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
 VINYL MERUPAKAN BAHAN SINTETIS SEJENIS PLASTIK, MERUPAKAN
CAMPURAN BAHAN : ETHYLENE DAN CHLORINE DIDALAM PROSES
PEMBUATAN TERSEBUT MENJADI Polyvinyl Chloride (PVC) resin
ATAU SERING DISEBUT VINYL (polyvinyl chloride).
 VINYL ditemukan oleh Dr. Waldo Semon pada tahun 1926 yang
bekerja pada perusahaan the BF Goodrich Company untuk
mengembangkan material metal dan rubber secara bersamaan.
Waldo Semon, juga sebagai assistant chemistry teacher di
Washington University.

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
PROSES PEMBUATAN VINYL

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL

BEBERAPA APLIKASI BAHAN VINYL


Dalam Industri Konstruksi :
1. Siding and window frames
2. Roofing
3. Gutters and down spouts
4. Coverings for walls and floors
5. Piping for water distribution, sewage
6. Fencing, railing, and decking
7. Fire sprinkler piping

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
APLIKASI VINYL UNTUK KUSEN PINTU&JENDELA

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
APLIKASI VINYL UNTUK KUSEN PINTU&JENDELA

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
APLIKASI VINYL UNTUK PELAPIS DINDING

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
APLIKASI VINYL UNTUK PELAPIS LANTAI

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
APLIKASI VINYL sebagai DEKORASI (Art Vinyl)

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


1. Lantai kayu dan lantai vinyl sangat cocok digunakan
untuk kamar tidur, hometheatre, ruang kerja, dan
studio musik, selain itu juga cocok untuk hotel, villa,
cafe, gym, dan lapangan olah raga.
2. Kayu vinyl merupakan produk untuk Lantai Kayu dan
Decking(wood flooring) yang berkualitas eksport dan
bergaransi. Bahannya dari berbagai jenis kayu, mulai
sonokeling, jati, merbau, bengkirai atau kuku.
VINYL
PVC VS uPVC
PVC (Polyvinyl Chloride) UPVC ( Unplasticised Polyvinyl
Chloride)
• Merupakan material plastik yang sedikit • Material ini sudah diolah
dikeraskan namun tetap mempertahankan kembali untuk menghilangkan
sifat lenturnya , sehingga mudah dibentuk sifat plastisnya , sehingga
• Sangat ekonomis dan diolah menjadi menjadi keras, kokoh, tahan
barang yang dapat kita temui sehari-hari terhadap api.

• Sangat bersifat plastis sehingga cukup • Beberapa UPVC mendapat


berbahaya jika tidak digunakan dengan baik. predikat greenline (dapat diurai
oleh bumi)sehingga aman bagi
• Tidak memiliki ketahanan yang baik , bumi.
sehingga usia dari barang berbahan
material ini tidak akan lama , jika tidak di • Digunakan di dunia
simpan dengan baik. pembangunan , seperti kusen
pintu dan jendela, switch untuk
• Harga yang ekonomis lampu,dll
• Beratnya yang ringan sehingga mudah • Harga lebih mahal dibanding
untuk dipindahkan atau dibawa kemana- PVC.
mana
• Aplikasi pada pintu utama,
• Aplikasi pada pintu pintu kamar mandi pintu kamar di hotel-hotel
maupun perumahan mewah .

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
PVC uPVC
KELEBIHAN  Material lebih ringan  Material lebih ringan
 Tahan korosi dan rayap  Tahan korosi dan rayap sehingga usia pakai lama
 Apabila terkena sinar matahari  Tidak merambat panas, sehingga tidak menghasilkan panas
tidak akan mengalami berlebih pada bangunan.
penyusutan bentuk maupun  Bisa diaplikasikan di dalam dan luar ruangan rumah.
ukuran.  Warna tidak mudah memudar.
 Anti bocor, sebab pada design-  Anti bocor, sebab pada design-nya memiliki sebuah saluran
nya memiliki sebuah saluran khusus yang akan menyalurkan air hujan
khusus yang akan menyalurkan  UPVC tidak akan mengalami masalah pelapukan
air hujan  UPVC yang telah ditambahkan dengan sebuah bahan tertentu
 Mudah dalam perawatan. dapat menghambat menjalarnya api.
 Tidak memerlukan pengecatan,  UPVC dengan “double sealed” yang terpasang antara kusen
karena warnanya sudah di “mix” dan daun pintunya dapat meredam kebisingan
secara langsung  Mudah dalam perawatan.
 Tidak memerlukan pengecatan, karena warnanya sudah di
“mix” secara langsung.
KEKURANGAN  Tidak dapat diaplikasikan di luar  Kekuatan lebih rendah dari bahan lain sehingga aplikasi pada
ruangan. kusen bangunan membutuhkan tulangan penyangga untuk
 Akan mengalami perubahan menahan beban tembok yang berat.
warna seiring perjalanan waktu.  Daya tahan terhadap benturan sangat kurang

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
Kelebihan atap UPVC UPVC untuk Konstruksi Atap
• Tahan terhadap cuaca dan erosi bahan kimia
• Tidak mengandung bahan-bahan beracun
• Karakter yang lebih kaku dan kokoh.
• Tahan benturan dan beban berat hingga 540 kg/m2.
• Mengandung 50% garam sehingga tidak mudah
terbakar atau menyebarkan api.
• Tidak menghantarkan listrik sehingga tidak akan
terbakar apabila terkena petir.
• Mampu menghadapi pemuaian dan penyusutan.
• Tersedia dalam material opak (tidak transparan) dan
semi-transparan yang tembus cahaya matahari.
• Mampu meredam panas secara baik
Kekurangan atap UPVC
• Harga jauh lebih mahal dibandingkan material lain
• Hanya tersedia warna putih dan biru.
• Walaupun tidak mudah terbakar, bukan berarti
benar-benar 100% tahan api.
Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD
VINYL

UPVC roof/penutup atap

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
uPVC untuk talang air

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL
uPVC untuk kusen pintu & jendela

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


VINYL

UPVC untuk daun pintu

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


GIPSUM

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


GIPSUM
Definisi Gipsum:
• Gipsum merupakan mineral yang tidak larut
dalam air dalam waktu yang lama, sehingga
gipsum jarang ditemui dalam bentuk butiran
atau pasir.
• Gypsum adalah batu putih yang terbentuk
karena pengendapan air laut.
• Gipsum merupakan mineral sulfat yang
paling umum di bumi dan terbanyak dalam
batuan sedimen, lunak bila murni.
• Menurut Sanusi (1986) gipsum adalah suatu
senyawa kimia yang mengandung dua
molekul hablur dan dikenal dengan rumus
kimia CaSO4.2H2O.
GIPSUM

Definisi Gipsum:
• Di dunia perdagangan biasanya gipsum
mengandung 90% CaSO4.2H2O (Habson, 1987).
• Bentuk murni gipsum berupa kristal
berwarna putih dan berwarna abu-abu,
kuning, jingga atau hitam bila kurang
murni.
• Dengan perlakuan panas, tekanan,
percampuran dengan unsur-unsur yang
lain dapat menghasilkan berbagai jenis
gipsum.
GIPSUM

Penghasil Gipsum:
• Gipsum banyak ditemukan di berbagai
daerah di dunia, yaitu Jamaika, Iran,
Thailand, Spanyol (penghasil gipsum
terbesar di Eropa), Jerman, Italia,
Inggris, Irlandia, Manitoba, Ontario,
Canada, New York, Michigan, Indiana,
Texas, Iowa,Kansas, Oklahoma,
Arizona , New Mexico, Colorado, Utah,
Nevada, Paris, California, New South
Wales, Kalimantan, dan Jawa Barat.
GIPSUM
Klasifikasi Gipsum:
Gipsum Alam : mineral hidrous sulfat yang
mengandung dua molekul
air dengan rumus kimia
CaSO4.2H2O, dimana
jenis batuannya adalah
satinspar, alabaster,
gypsite dan selenit, warna
bervariasi dari putih
kekuningan hingga abu-
abu.
• Batuan gypsum yang berbentuk
granular dan buram,mengandung
sedikit dolomite,batu kapur,dari kadar
CaSO4 76%
• Gipsit (Sentono, 1992)
GIPSUM
Klasifikasi Gipsum:
Gipsum Sintesis : gypsum yang diperoleh dengan memproses
air laut dan air kawah yang banyak yang
mengandung sulfat dengan menambahkan
unsur kalsium ke dalamnya dan sumber
lainnya

(Sentono, 1992)
GIPSUM
Klasifikasi Gipsum:

Gipsum juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat


terjadinya, yaitu
• endapan danau garam,
• berasosiasi dengan belerang,
• terbentuk sekitar fumarol vulkanik,
• efflorescence pada tanah atau gua-gua kapur,
• tudung kubah garam,
• penudung oksida besi (gossan) pada endapan pirit di
daerah batu gamping.
GIPSUM
Penggunaan gypsum dapat
digolongkan menjadi:
• Yang belum mengalami kalsinasi
dipergunakan dalam pembuatan
semen Portland dan sebagai
pupuk, meliputi 28% dari
seluruh volume perdagangan.
• Yang mengalami proses kalsinasi.
digunakan sebagai bahan
bangunan, flester paris, bahan
dasar untuk pembuatan kapur,
bedak, untuk cetakan alat
keramik, tuangan logam, gigi dan
sebagainya, meliputi 72% dari
seluruh volume perdagangan.

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


GIPSUM
 Gipsum sebagai perekat mineral mempunyai
sifat yang lebih baik dibandingkan dengan
perekat organic karena tidak menimbulkan
pencemaran udara, murah, tahan api, tahan
deteriorasi oleh faktor biologis dan tahan
terhadap zat kimia ( Purwadi, 1993).
 Gipsum mempunyai sifat yang cepat
mengeras yaitu sekitar 10 menit. Maka
dalam pembuatan papan gipsum harus
digunakan bahan kimia untuk memperlambat
proses pengerasan tanpa mengubah sifat
gipsum sebagai perekat (Simatupang, 1985).
 Perlambatan tersebut dimaksudkan agar
tesedia cukup waktu mulai dari tahap
pencampuran bahan sampai tahap
pengempaan. Waktu pengerasan gipsum
bervariasi tergantung pada kandungan bahan
dan airnya.

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


GIPSUM
 Dalam proses pengerasan gipsum setelah dicampur dengan air maka
terjadi hidratasi yang menyebabkan kenaikan suhu. Kenaikan suhu
tersebut tidak boleh melebihi suhu 40° C ( Simatupang, 1985 ).

 Suhu yang lebih tinggi lagi akan mengakibatkan pengeringan gipsum


dalam bentuk CaSO4. 2H2O sehingga mengurangi bobot air hidratasi.
Pengurangan tersebut akan menyebabkan berkurangnya kekuatan papan
gipsum.

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


GIPSUM APLIKASI GIPSUM SEBAGAI BAHAN BANGUNAN

1. BAHAN KONSTRUKSI PLAFON


• Plafon : sekat yang membatasi antara atap suatu bangunan
dengan ruangan di bawahnya.
• Perkembangan jaman dan teknologi, plafon sudah banyak
menggunakan gypsum.
• Keunggulan gipsum :
lebih, murah, tahan
api, fleksibel dan
mudah dalam
pemasangan,
memiliki kontur yang
lebih rapih dan
presisi, dan tidak
mudah rusak.

• Untuk bahan Acoustic tiles (plafond & partisi/dinding)


Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD
GIPSUM
KELEBIHAN PLAFON GIPSUM
• memberikan visualisasi yang lebih
rapi
• dapat diaplikasikan dengan bermacam
variasi
• dapat diberi berbagai macam dekorasi
yang menarik
• mudah dalam perawatan maupun
perbaikannya
• Mudah pemasangannya
• Tahan rayap dan tidak mudah
terbakar.
• dapat menggunakan kerangka kayu
atau besi
• tersedia banyak di pasaran
GIPSUM APLIKASI GIPSUM SEBAGAI BAHAN BANGUNAN

KEKURANGAN PLAFON GIPSUM


• Tidak anti air. Jika atap rumah bocor, air yang masuk
melalui atap akan langsung jatuh pada plafon dan di serap
plafon sehingga plafon tidak nampak mulus lagi karena ada
noda air. Jika air yang di serap terlalu banyak bisa
membuat plafon menjadi rusak.
• Tidak tahan terhadap beban yang berat. Jika di atas plafon
gypsum di tempatkan barang yang berbobot berat maka
dapat di pastikan plafon bisa mengalami kerusakan.

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


GIPSUM APLIKASI GIPSUM SEBAGAI BAHAN BANGUNAN

2. PEMBUATAN DINDING SEKAT/PARTISI


• Gypsum dimanfaatkan sebagai dinding partisi ataupun
lapisan pada dinding utama.
• Gypsum juga sering dimanfaatkan untuk melapis rangka baja,
ataupun rangka kayu dari suatu bangunan.
• Untuk memberikan sekat (partisi) antar toko di dalam mall,
perencana/pemborong akan menggunakan gypsum untuk
menjadi pembatas,

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


GIPSUM APLIKASI GIPSUM SEBAGAI BAHAN BANGUNAN

KELEBIHAN DINDING GIPSUM


• Memiliki bentuk yang padat dan kering
sehingga memudahkan proses
pemasangan
• Tidak membutuhkan waktu lama untuk
menunggu plester untuk kering.
• Pengerjaan tidak tergantung cuaca.
• Harga lebih murah dan tidak
memerlukan pengerjaan yang rumit
• Perawatan lebih mudah
• Memiliki berat yang jauh lebih
ringan dari dinding plaster, tekanan
pada struktur dinding lebih ringan
• Papan gypsum lebih terhadap tahan api
Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD
GIPSUM APLIKASI GIPSUM SEBAGAI BAHAN BANGUNAN

3. SEBAGAI ORNAMEN/HIASAN
• Gipsum sebagai salah satu bahan
dasar pembuatan ornament atau
hiasan bangunan gedung.
• Lebih menghemat biaya, karena
biasanya ornament rumah yang
dibuat dari bahan kayu memiliki
harga yang relatih jauh lebih
tinggi, dan juga proses
pengerjaannya yang cenderung
sulit apabila tidak berada pada
tangan yang tepat.
• Gipsum lebih ringan dan mudah
dalam pembuatan desain ornament
yang diinginkan.
RANGKA PLAFOND & PARTISI GIPSUM BOARD

RANGKA PLAFOND & PARTISI GIPSUM BOARD Hanger wire


Accoustical Lay-in Panel
MENGGUNAKAN METAL FURING ATAU HOLLOW

Wall Moulding
KALSI BOARD
!lross Runners Spanning
Main Runners]
JAYA BOARD Main Runners
(Direct Suspended

Aatomo@copyRigTif 201 2
Rangka Hollow {Plafon & Partisi)

PEMASANGAN RANGKA CEILING


ACOUSTIC

Rangka Hollow Metal Furlng

Hold-Down Clip_Detail

C Stud & U Channel. Maintee & Crosstee


sur awanozhi-blogspot. c om
KERAMIK
Hatifah, ST., MT
KERAMIK
• Keramik merupakan material untuk industri
tembikar.
• Bahan keramik anorganik, terdiri dari senyawa
non-logam dan dibuat permanen dengan proses
pembakaran dengan sifat keras dan kuat dalam
kompresi, namun lemah dalam geseran dan
ketegangan.
KERAMIK
SIFAT-SIFAT KERAMIK
• Secara fisik dapat terlihat dalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat
pada keramik jenis tradisional seperti barang pecah belah, gelas, kendi,
gerabah dan sebagainya, mudah pecah, walaupun sifat ini tidak berlaku
pada jenis keramik tertentu, terutama jenis keramik hasil sintering, dan
campuran sintering antara keramik dengan logam.
• tahan suhu tinggi, sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri dari
tanah liat, flint, dan feldspar tahan sampai dengan suhu 120°C, keramik
hasil rekayasa seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu
200° C.
• Kekuatan tekan tinggi merupakan sifat yang membuat penelitian tentang
keramik terus berkembang.
Sejarah Penggunaan Keramik
Keramik yang berasal dari bahasa Yunani keramos yang berarti bahan yang dibakar, maka yang disebut produk
keramik adalah mencakup macam-macam produk yang dibuat melalui proses pembakaran.Pemakaian benda-benda
keramik sudah dimulai sejak 10.000 tahun yang lalu.

Mesir : Hasil penggalian barang kuno terdapat keramik yang dibuat 5000 tahun sebelum Masehi, dan penggunaan bata
merah sudah sejak 3000 tahun sebelum Masehi.

Eropa : dimulai masa kejayaan Romawi Yunani, dan mulai berkembang pesat pada abad 18.

Tiongkok : Keramiknya terkenal sejak 2600 tahun sebelum Masehi. Keramik dari daerah ini terkenal di seluruh dunia
karena terbuat dari sejenis tanah putih (tanah Kaolin) yang dapat dibakar porselen.

Indonesia, : perkembangan berjalan lambat. Bata merah digunakan sejak jaman Majapahit dan Sriwijaya. Sampai awal
abad 20, industri dominan adalah industri bata dan genteng, ubin merah, alat sanitair dan pipa tanah. Pada bidang
keramik halus adalah grabah alat rumah tangga, pot/vas bunga, isolator listrik tegangan rendah dan bata tahan api bata
samot.

Dengan berkembangnya teknologi, pada abad terakhir ini, pemakaian bahan keramik tidak hanya terbatas pada bahan
bangunan dan alat rumah tangga, tetapi sudah meningkat pada keramik untuk bidang teknik, antara lain keramik untuk
teknik listrik dan teknik suhu tinggi seperti isolator listrik, busi kendaraan, transistor dan kapasitor, bata tahan api,
ceramic metal, fibre optic, silicon, dll.
KERAMIK

Bahan Baku Keramik


 Bahan baku keramik berupa oksida-oksida mineral di alam
berupa batuan maupun pelapukan batuan.
 Jenis oksida tersebut adalah : SiO₂, Al₂O₃, Fe₂O₃, CaO, MgO,
K₂O dan Na₂O.
 Oksida-oksida tersebut banyak terdapat pada tanah liat
(lempung)
 Yang terdapat dalam bentuk batuan berup feldspar, kwarsa
dan batu kapur.
KERAMIK
Bahan Baku Keramik
Tanah Liat/lempung
• Tanah liat  tanah hasil penguraian
batuan alam terutama batuan feldspar
yang mengandung alumina silikat hidrat.
• Bersifat plastis bila basah dan akan
mengeras/membatu bila dipanasi pada
suhu tinggi.
• Lempung : butiran-butiran halus yang
mengandung bermacam-macam mineral
sehingga pada umumnya lempung tidak
mempunyai susunan kimia tertentu.
KERAMIK
Bahan Baku Keramik
Feldspar
• Feldspar : jenis batuan yang tidak terlalu
keras, tersusun dari mineral alumina
silikat.
• Jenis feldspar yaitu
 Feldspar kalium (mengandung K₂O)
disebut orthoclase feldspar
 Felspar natrium (mengandung Na₂O)
disebut plagioclase feldspar
• Felspar di industri keramik dipakai sebagai
sebagai bahan pelebur (merendahkan
suhu leleh), glasir, gelas atau kaca.
KERAMIK
Bahan Baku Keramik
Kwarsa
• Berbentuk batuan keras atau pasir.
• Pemakaian dalam industri keramik yaitu :
 campuran dalam pembuatan keramik putih dan
keramik halus.
 Campuran pembuatan glasir dan email.
 Bahan dasar pembuatan gelas atau kaca.
 Bahan dasar pembuatan batu tahan api jenis
silika.
• Batu pasir kwarsa yang berkadar kwarsa tinggi dapat
dipakai sebagai bata silika alam untuk bata tahan api.

Batu Kapur
Dalam industri keramik digunakan sebagai bahan
campuran.
KERAMIK
Proses Pembuatan
Penyiapan bahan mentah
• umumnya lempung/tanah liat. Lempung ad/ bentuk
Penggalian
endapan di permukaan bumi sehingga penggaliannya
bahan mentah dengan cara terbuka.

• hasil galian ditimbun, diberikan air/direndam agar


partikel2 menjadi lebih lapuk dan menyerap air. Untuk
Penimbunan melarutkan garam sulfat yang merugikan dilakukan
pencampuran dengan bahan lain, misalnya pasir.

• bongkahan lempung yang keras, digiling dengan


kollegrang yang berlubang-lubang untuk mendapatkan
butir yang homogen. Selama digiling, ditambah air
Penggilingan sehingga berbentuk lempung basah. Agar homogen,
dilakukan penggilingan lagi di pugmill (mixer), diolah di
dalam extruder, diaduk dan ditekan, sehingga lempung
padat berbentuk kolom segi empat atau bulat.
Proses Pembuatan
Pembentukan Produk Keramik
Pembentukan dengan proses lempung lembek (soft mud process).
- membentuk produk keramik yang dapat dilakukan pembentukan dengan tangan.
- dipakai untuk benda-benda khusus yang tidak dapat dikerjakan dengan alat lain,
- lempung bersifat lembek dengan kandungan air 25 – 40 %,
- syarat lempung masih cukup kuat menahan beratnya sendiri sehingga tidak terjadi
perubahan bentuk.

Pembuatan dengan proses lempung kaku (Stiff mud).


- Masa yang dipakai berupa lempung kau yang cukup berat bila dibentuk dengan tangan.
-Kadar air lempung kaku dalam cara ini kurang lebih 15 – 30 %.
-Memerlukan alat pembentuk extruder sehingga dikeluarkan suatu kolom tanah kaku.
-Kolom tanah ini dibentuk/dipotong, lalu dibentuk kembali menjadi produk tertentu.
-Dipakai dalam pembuatan produk keramik berat dan keramik banhan bangunan,
misalnya genteng keramik, bata merah, bata berlubang, pipa tanah dan bentuk produk
keramik kasar lainnya.
Proses Pembuatan
Pembentukan Produk Keramik

Cara Pembentukan dengan masa slip. Cara ini dipakai bila lempung yang akan dicetak disiapkan
dalam bentuk bubur yang halus sekali dan berbentuk lumpur cair. Biasanya lempung terdiri dari
susunan butiran yang halus sekali. Kandungan air dalam lempung ini 12 – 50 %. Cara ini biasanya
dilakukan dengan membuat cetakan dari gips yang telah dibakar dan dengan cara mencetak
tersebut dapat dibuat produk yang sama. Selain itu,juga memungkinkan untuk membentuk
benda-benda yang sulit dibentuk dengan cara tangan atau mesin. Cara pembuatan ini biasanya
digunakan untuk membuat produk sanitair (closet, wastafel, dll).

Cara Pembentukan dengan proses kering. Dalam cara ini dipakai lempung/masa campuran yang
berkadar air rendah 4 – 12 %, sehingga masa tadi lembab. Cara membentuknya biasanya dengan
alat kempa (press) yang bertekanan tinggi untuk mendapatkan produk yang mempunyai
kepadatan tinggi pula. Cara ini umumnya dipakai untuk membuat produk keramik yang
mempunyai kepadatan tinggi tetapi hasil bakarannya tidak sampai meleleh, misalnya dalam
pembuatan produk ubin keramik, bata klinker dan bata tahan api.
Proses Pembuatan
Pengeringan

 Pada saat keramik selesai dibentuk, biasanya mengandung air


antara 7-30 % tergantung cara pembentukkannya.
 Keramik ini masih dalam kondisimentah dan basah sehingga untuk
mengurangi kadar airnya perlu dikeringkan lebih dulu.
 Tujuan pengeringan adalah untuk mnguapkan air yang masih
terkandung di dalam produk mentah tadi, sehingga pada saat
dibakar tidak banyak terjadi kerusakan, tidak berubah sifat maupun
bentuknya.
 Pada saat pengeringan, akan terjadi penyusutan karena air di dalam
bahan mentah akan menguap sehingga butir-butir masa lempung
akan mendekat satu sama lain.
 Penyusutan akan terhenti apabila air yang menguap telah mencapai
± ½ - 1/3 kali. Apabila penyusutan telah selesai, maka produk kering
sudah tidak mengalami perubahan bentuk lagi .
Proses Pembuatan
Pengeringan

Pengeringan produk mentah dilakukan


dengan 2 cara, yaitu :
a. Pengeringan alami, yaitu suatu cara
pengeringan yang memanfaatkan
matahari dan suhu di sekitar benda
tersebut. Kecepatan pengeringan alami
tergantung oleh : suhu udara di
sekitarnya, kelembaban udara, kecepatan
gerakan udara.
b. Pengeringan buatan, yaitu cara
pengeringan dengan menggunakan
tungku pemanas sehingga radiasi panas
dari tungku dimanfaatkan untuk
mengeringkan keramik mentah tadi.
Proses Pembuatan
Pembakaran

Pembakaran produk
keramik bertujuan untuk
mendapatkan produk yang
bersifat tidak berubah
bentuknya, keras, cukup
kuat menahan beban,
tahan air, padat dan tahan
terhadap pengaruh cuaca
lainnya.
Proses Pembuatan
Pembakaran
Proses yang terjadi pada keramik selama pembakaran terdiri dari beberapa tahap,
a. Tahap penguapan air mekanis sisa pengeringan. Jumlah air yang terkandung di
dalam bahan mentah keramik setelah pengeringan ± 3 – 10 %. Pada tahap awal
pembakaran, perlu dilakukan pengeringan air bebas ini. Pada tahap ini,
pembakaran dilakukan secara perlahan-lahan dengan suhu relatif rendah ( 40 -
150ºC ) untuk menghindari penguapan secara mendadak yang menyebabkan
benda retak. Kenaikan suhu pembakaran diatur antara 5 -10ºC/jam.
b. Tahap Penguapan air mineral, umumnya air yang terkandung di dalam masa
lempung tidak lepas pada suhu < 200ºC dan lepas pada suhu di atas 500-700ºC.
Pada tahap ini, benda keramik menjadi lebih berpori dan kurang kuat.
c. Tahap Pembakaran Cepat, tahap ini dimaksudkan agar terjadi sedikit peleburan
pada dinding partikel lempung sehingga partikel satu dengan yg lainnya
melekat. Untuk beberapa produk keramik yang memerlukan penyerapan air
rendah, maka dilakukan peleburan lebih lanjut sehingga pori-pori yang
ditinggalkan air bebas maupun air mineral menjadi tertutup.
KERAMIK

Ukuran : 10x20 cm, 20x20 cm, 30x30 cm, 40x40


cm, 60x60cm, dst
Warna dan motif : beraneka ragam dan banyakpilihan
Penerapan : lantai dan dinding
Contoh penerapan: rumah tinggal, kantor, kolam, dst
KERAMIK
Sistem pemeliharaan :
 relatif mudah,
 tidak mudah tergores,
 tidak mudah meninggalkan bekas
jika terkena kotoran sehingga
cukup dibersihkan dengan
pembersih lantai.
 Jangan dibersihkan menggunakan
fixol, marble renewal karen dapat
menyebabkan timbulnya lubang
pada keramik.
KERAMIK
Cara Pemasangan
 Rendam keramik di dalam air
 Oleskan air semen ke bawa keramik
 Adukan dan dasar lantai yang akan dipasang
harus bersih dari kerikil/batu/ganjalan lain yang
akan membuat rongga di bawah keramik
 Padatkan secara rata. Ketuk keramik dan
pastikan tidak ada yang kopong
 Periksa ketinggian dengan rata benang
 Nat keramik dipasang belakangan, biarkan selama
2-3hari lalu beri semen nat.
 Sebelum diberi semen nat bersihkan rongga yang
masih kosong dari kotoran yang mengendap.
 Untuk keramik kualitas rendah, nat keramik
harus dipasang longgar agar tidak saling
bertubrukan
 Jangan diinjak-injak, amankan areal keramik
selama dua sampai tiga hari
KERAMIK

KELEBIHAN KEKURANGAN
 harga murah • untuk ukuran diatas 60x60
 tahan terhadap noda, gampang biasanya mudah melenting
dibersihkan apabila terkena kotoran karena ketebalannya tidak
seperti kopi, tinta dan cat mendukung
 tidak memerlukan bahan khusus untuk • apabila sudah terpasang pada
pemasangan seperti semen instan bagian natnya terlihat lebih
besar karena baian sisi-sisinya
 mudah dipotong
berpinggul.
 tidak memerlukan perawatan khusus
• Ada juga yang tidak memiliki
karena tidak mudah kusam
pinggul biasanya karena
 memiliki pilihan motif dan warna yang dipotong dan ukurannya
bermacam-macam cenderung tidak sama walaupun
dalam satu dus
KERAMIK
 APLIKASI KERAMIK PADA DINDING

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


KERAMIK
 APLIKASI KERAMIK PADA LANTAI

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


KERAMIK
 APLIKASI KERAMIK SEBAGAI GENTENG

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


GRANIT
GRANIT
 Secara terminologi, batu
granit merupakan jenis
batuan beku yang memiliki
sifat asam.
 Batu granit terbentuk dari
proses pembekuan magma
yang berlangsung secara
bertahap dan perlahan di
dalam bumi.
 Secara fisik, batu granit berwarna abu-abu, putih, dan kombinasi
keduanya. Terkadang muncul dengan warna jingga -merah muda.
 Warna atau rona yang ada pada batu granit tersebut
tergantung proses kimiawi yang dialaminya serta kandungan
mineral yang ada di dalamnya.
GRANIT
 Secara alami, batu granit
ditemukan dalam ukuran yang
besar, kokoh, serta keras.
 Batu granit kemudian dipotong
sesuai dengan ukuran yang
diinginkan menggunakan alat
potong yang kuat untuk
kepentingan selanjutnya. Inilah yang
menjadi alasan batu granit dipakai
untuk material bangunan.
 Kekuatan batu granit sangat baik
untuk dijadikan bahan bangunan.
 Kilaunya yang menawan
merupakan ciri utama dari batu ini.
Granit juga baik untuk diletakkan
di dalam maupun di luar ruangan
sebab batu ini tahan akan cuaca
panas dan dingin, serta tahan asam.
GRANIT
Ukuran : 100cmx100cm
120cmx120cm
180cmx180cm
Warna: putih, krem, abu-
abu, bone, hitam,
dan ada pula yang
gradasi
Motif : didapat dari
campuran/
kombinasi warna.
Kebanyakan polos
atau bintik-bintik

Sifat penerapan: lantai dan dinding


contoh penerapan : hall, masjid, lobby
GRANIT
JENIS GRANIT UNTUK LANTAI
Batu granit hitam memiliki daya tarik yang elegan
& terbaik digunakan untuk dinding, meja, &lantai

Batu granit biru memiliki sinar perak yang dapat


memberikan tampilan yang elegan dan kaya.

Batu granit putih paling fleksibel dan terjangkau,


untuk aplikasi pada permukaan yang keras.

Batu granit emas mempunyai warna dasar netral


yang terbaik untuk digunakan pada ruangan besar
seperti gedung.

Batu granit cokelat memiliki warna netral yang


dapat melengkapi berbagai jenis bahan.

Granit hijau memiliki warna hijau yang kaya dan


bahan pilihan terbaik untuk dinding dan lantai.
GRANIT
CARA PEMASANGAN
 Dasaran untuk plaster semen sudah dibuat  Permukaan bawah keramik granit boleh
rata untuk memudahkan proses diberi adonan semen dan air yang cukup
pemasangan u/ hasil yang lebih maksimal kental.
 Standar ukuran dimulai dari 1 keping  Campuran semen dan pasir dibuat merata
memanjang. Untuk pemasangan yang nyaris di permukaan yang akan dipasang,
tanpa nat, dimulai 3 baris memanjang. disarankan menggunakan trawl.
 Arah pemasangan dari bagian tengah  Sebelum keramik granit dipasang, bagian
ruangan ke bagian luar. tepi dari campuran semen pasir dibuang 1-
 Bila menggunakan semen pasir, dianjurkan 1,5 cm sepanjang keliling keramik granit
perbandingan campurannya h 1:3  Kerataan permukaan sangat diutamakan.
 Bila menggunakan lem semen atau semen Potongan keramik granit dan
instan, harus sesuai dengan standar yang juga waterpass panjang bisa digunakan
diberikan oleh masing-masing pabrik semen sebagai patokan.
tersebut.  Setelah terpasang dengan baik, permukaan
 Adonan semen dan pasir dibuat agak kering keramik granit tidak boleh diinjak selama 4
(tidak terlalu lembek), agar pada saat kadar hari (untuk semen pasir) dan 2 hari untuk
air menyusut tidak beresiko tinggi. lem semen.
GRANIT
CARA PEMELIHARAAN

 Sebelum dipel bersihkan


lantai dari debu dan pasir.
 Bila masih ada pasir maka
granit tergores saat di pel.
 Gunakan kain pel yang
lembut.& alat yang tidak
menggores lantai
 Gunakan cairan pel poles granit
sesuai yang disarankan pada kemasan
produk & ikuti petunjuk penggunaan.
 Poles granit beberapa saat
GRANIT
Kelebihan
 Tahan lama, bisa bertahan hingga 10 tahun.
 Memiliki daya tahan yang cukup tinggi terhadap
aktivitas tinggi, seperti dapur
 Tahan terhadap berbagai macam cuaca.
 Bersifat kedap udara sehingga tidak perlu khawatir
bentuknya berubah karena terkena air atau terjadi
banjir.
 Tidak mudah retak atau rapuh
 Harganya lebih murah dibandingkan marmer
 Tahan terhadap berbagai macam goresan
 Sambungan nat lebih tipis dan bisa terlihat menyatu
 Memberikan kesan yang mewah
 Lebih halus dibandingkan dengan jenis keramik lainnya
 Lebih mudah dibersihkan saat terkena noda
GRANIT
Kekurangan
 apabila kualitas granitnya kurang bagus, maka kotoran sulit
dibersihkan
 memerlukan perawatan ekstra dibandingkan keramik karena
mudah kusam
 Diperlukan alat pemotong yang khusus karena material ini
keras dan tebal
 harga mahal
 Variasi corak dan warna dari granit tidak sebanyak marmer
atau vinyl
 Batu granit lebih berat dibandingkan dengan yang lainnya
 Warna tidak bisa sama persis
Aplikasi
Granit

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


MARMER
MARMER
 Batuan hasil dari proses
metamorfosa atau malihan
dari batu gamping yang
terbentuk dalam waktu
ratusan tahun.
 Pengolahannya hanya
memerlukan proses
pemotongan dan
penghalusan saja.
 Harganya mahal karena
ketersediaannya di alam yang
terbatas.
 Marmer bersifat dingin
sehingga menyejukkan
ruangan
MARMER

 Warna : memiliki warna yang sangat


beragam seperti, kuning, merah,
putih dst
 Motif : memiliki corak yang khas dan
unik
 Ukuran : 30cmx30cm-3mx1,5m,
cutting size, slab dan ketebalan
1,8cm-2cm
 Sistem penerapan : interior
bangunan
 Cutting size: marmer yang telah dipotong dengan ukuran tertentu dan
ukuran yang sudah disesuaikan dengan desain
 Slab : marmer dalam ukuran lembar besar dengan ukuran beragam
MARMER
Cara Perawatan
 Harus dibersihkan dengan cairan pembersih yang bersifat
netral yaitu marble klin agar tidak merusak permukaan
lantaidan keaslian warnanya. Permukaan marmerdijaga
agar bebas dari debu dan pasir agar tidak tergores apabila
bergesekan dengan alas sepatu atau dengan benda lain
MARMER

Kelebihan
 ukuran tidak terbatas
 tidak gampang melenting
 sambungan nat lebih kecil sehingga terlihat lebih menyatu
 dengan ukuran yang lebih besar, ruangan jadi tampak lebih
luas
MARMER
Kekurangan
 - marmer sulit dibersihkan apabila terkena kotoran
 - memerlukan perawatan ekstra dibandingkan keramik
karena mudah kusam dan harus dipoles lagi
 - memerlukan pisau khusus karena keras dan tebal,
setelah dipasang marmer harus dipoles lagi
 - harga mahal
 - warna tergantung pada alam
MARMER

Aplikasi
Marmer
Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD
MARMER

Aplikasi Marmer
Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD
MARMER

Aplikasi
Marmer

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


PARQUETTE (PARKET)
PARQUETTE (PARKET)
 Lantai kayu dan lantai parket merupakan kumpulan kepingan
kayu yang bisa berupa kayu original ataupun kepingan kayu yang
sudah dipress sedemikian rupa yang diterapkan di atas lantai
konkrit, bisa diterapkan di interior atau eksterior.
 Penutup lantai ini menjadi salah satu unsur dekoratif yang
diterapkan di residential, villa, hotel, dan terkadang di
perkantoran.
 Lantai parket merupakan kepingan kayu yang mempunyai
profil di sisi-sisinya untuk saling terkunci satu sama lain saat
diaplikasikan dan diperkuat lagi menggunakan paku tembak.
 Untuk parket terbagi menjadi 2, yaitu parket solid dan
parket engineered. Sedangkan lantai kayu merupakan satuan
kayu utuh yang dipasang satu sama lain menggunakan skrup.

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


PARQUETTE (PARKET)
 ukuran : 90cmx10,2cmx10mm 92,5cmx10,2cmx10m
 Motif/warna : kekuningan, kemerahan, coklat muda, coklat tua
dan motif alami kayu
PARQUETTE (PARKET)
Tipe
 solid wood : dibuat dengan potongan-potongn kecil kayu dan
berasal dari satu kayu saja yaitu jati, sonokeling, merbau, oak dll
 engineering parquet : bagian atas hanya lapisan tipis
sedangkan bagian bawahnya berupa jenis kayu yang lebih
rendah kualitasnya untuk menghasilkan parquet dengan harga
yang lebih murah
 laminate parquet : bubuk kayu/paper yang dicetak bersama
lem kemudian dilaminating dengan kertas
PARQUETTE (PARKET)

Parket solid Parket engineered

(+) • Bisa di re-finishing berulang-ulang • Lebih stabil (tidak mudah


hingga 5x kembang susut)
• Lebih kokoh • Bisa dipasang di
• Lebih tahan lama karena basement
merupakan kayu asli tanpa • Harga lebih ekonomis
campuran lapisan lain

(-) • Mudah kembang susut (muai) • Tidak bisa di refinishing


• Tidak bisa dipasang di basement berkali-kali
• Jika terkena air dan tidak cepat • Tidak seawet parket solid
ditangani akan bengkak dan • Rawan terhadap
rusak kelembapan
• Harga relatif tinggi
Cara Perawatan
 - biasakan menyapu lantai rutin agar tidak berdebu
dengan sapu yang lembut atau vacuum cleaner lalu
gunakan lap kering untuk membersihkan sisanya
 - hindari penggunaan air karena bisa terkelupas apabila
menyerap ke pori-pori kayu
 - jika terkena noda makanan atau minuman gunakan tisu
atau lap kering lalu gunakan cairan khusus pembersih
kayu parquet untuk permukaannya
 - untuk tipe solid, lakukan waxing ulang setiap bulan
dengan bahan pengkilap kayu dan coating ulang setiap dua
tahun sekali
 - untuk membersihkan noda membandel dan kelihatan
berkilau gunakan air perasn lemon tau belimbing wuluh
Cara pemasangan
 - tounge and groove : sistem sambung dengan 100%
harus lem. Mudah renggang setelah beberapa bulan. Harga
Rp 70000-Rp90000/m²
 - snap looking : sistem sambung dengan 100%
harus dilem. Rawan kenaikan permukaan lantai apabila
terjadi pemuaian pada lantau HDF. Harga Rp90000-
Rp130000/m²
 - single lock : sistem sambung dengan sedikit lem
(pada sambungan pendeknya) karena masih rentan
terhadap renggang pada sambungan pendek
 - double dock : sistem sambung tanpa lem. Produk
sempurna tanpa renggang karena sambungan panjang dan
pendek saling mengunci
Kelebihan
 - lantai parquet lebih lunak sehingga aman untuk balita
 - lebih bersih, kotoran tidak dapat melekat baik untuk
penderita alergi debu
 - tidak menyerap dingin, baik untuk penderita reumatik
 - tidak dapat pecah/retak
 - tidak dapat bernoda
 - kedap suara
Kekurangan
 - tidak tahan terhadap air, daya serap tinggi
KERANGKA ACUAN KERJA TUGAS TEKNOLOGI BAHAN
(Bahan Bangunan Buatan)

 Pilihlah salah satu rancangan rumah tinggal tipe 36 atau tipe 45


 Tampilkan keseluruhan hasil rancangan tersebut secara tiga dimensi
dari bagian ruang dalamnya.
 Pisahkan dan uraikan masing-masing bagian secara detil menjadi 2
bagian utama, yakni untuk interior: plafon, dinding dan lantai; serta
bagian eksterior: atap, dinding luar dan lantai luar.
 Berikan penjelasan yang detil untuk bahan masing-masing bagian dan
hitunglah jumlah bahan yang digunakan.
 Untuk tambahan nilai: akan dipertimbangkan apabila mahasiswa
menganalisis hingga dapat menentukan estimasi biaya.
 Penyajian tugas dibuat pada kertas A4 HVS
 Tugas dikumpulkan pada Selasa, 16 April 2019 pukul 10.00 ke ketua
kelas dan menandatangani absen yang disediakan

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD
Contoh Penyajian
 INTERIOR BANGUNAN
Ruang Tamu (buat sketsa 3D ruang)
Plafon :
o Buat sketsa desain plafon
o Beri penjelasan detail bahan-bahan yang digunakan
baik ukuran, warna motif dan lain-lain
o Hitung jumlah bahan dan estimasi biaya
Lantai :
o Buat sketsa desain lantai
o Beri penjelasan detail bahan-bahan yang digunakan
baik ukuran, warna motif dan lain-lain
o Hitung jumlah bahan dan estimasi biaya
Dinding
o Buat sketsa desain 4 sisi dinding
o Beri penjelasan detail bahan-bahan yang digunakan
baik ukuran, warna motif dan lain-lain
o Hitung jumlah bahan dan estimasi biaya

Teknologi Bahan/Hatifah, ST., MT/S1 Arsitektur UNTAD


TERIMA KASIH