Anda di halaman 1dari 6

.

Tahap penyusunan pendapat hukum

Bahwa setelah data-data serta fakta terkumpul dan diteliti berdasarkan aturan
hukum yang relevan , maka dimulailah penyusunan pendapat hukum / legal
opinion yang bentuk formulasi akhirnya sebagai laporan atau juga biasa disebut
sebagai legal drafting.

Bahwa sampai saat ini, belum ada suatu aturan yang baku mengenai
bentuk pendapat hukum / legal opinion yang dibuat oleh seorang Advokat, karena
hal tersebut tergantung dari sumber daya manusianya (human resources) sendiri,
seni dalam menuangkan pendapat hukum serta penguasaan seorang
Advokat dalam menghadapi permasalahan hukum yang harus ditanganinya.

Akan tetapi secara garis besar, setiap pendapat hukum / legal opinion yang dibuat
oleh Advokat yang bertujuan untuk memberikan suatu solusi hukum dalam bentuk
laporan / legal drafting; haruslah ada hal-hal sebagai berikut :

1. Posisi Perkara (Case Position)


Gambaran mengenai kronologis perkara yang ada dan juga perkara-perkara lain
yang menyertainya

2. Analisis Hukum (Legal Analisist)


Hasil penelitian tentang permasalahan yang dihadapi oleh klien yang dihubungkan
dengan hukum positif yang ada dan juga sistem peradilan di negara kita, terutama
mengenai kompetensi absolutnya.

3. Kesimpulan (Conclusion)
Suatu penarikan benang merah atas inti permasalahan yang terjadi dan juga
mungkin perkara sampingan yang ada dan dihubungkan dengan dasar hukum
positif yang berlaku.

4. Saran Hukum (Legal Suggest)


Berisi langkah – langkah hukum yang seharusnya dilakukan dalam upaya
penyelesaian permasalahan yang ada.
Terhadap permasalahan hukum yang kami contohkan di atas, maka pola
penyusunan argumentasi hukum (legal opinion) nya, dapat dijabarkan sebagai
berikut : ------------------

Posisi Perkara (Case Position) :

1. Bahwa PT. Bank Melati Tbk , sebuah perusahaan berbentuk perseroan terbatas yang
berkedudukan di Jakarta Untuk Cabangya di Semarang, berkedudukan di Semarang Jl. Pemuda
No. 4 , telah mengucurkan kredit kepada Saudara HAMBALI, berdasarkan : ------------------------
------------------------------------------------------
a. Perjanjian pemberian Kredit No. 02/BS/2001 tanggal 2 Nopember 2001 .
b. Perjanjian pemberian Kredit No. 14/BS/2003 tanggal 4 Agustus 2004.
c. Perpanjangan Kredit No. 21/PPJ/BS/2995 tanggal 5 Januari 2005.

Bahwa fasilitas kredit yang dikucurkan oleh Bank Melati Tbk sampai dengan tanggal 5 Januari
2005 adalah sebesar 4.500.000.000,- (empat milyar lima ratus juta rupiah)

2. Bahwa terhadap pemberian kredit tersebut, diberikan jaminan oleh Saudara HAMBALI berupa
tidak bergerak berupa : ------------------------------------------------------
1. 2 (dua) bidang tanah berikut bangunan tempat tinggal yang berdiri diatasnya sebagaimana
tersebut dalam SHM 23 dan SHM No. 21 yang dibebani hak tanggungan peringkat I sebesar Rp.
3.000.000.000 (tiga milyar rupiah)
2. 1 (satu) bidang tanah berikut bangunan pabrik yang berdiri diatasnya sebagaimana tersebut
dalam SHM 4 yang dibebani hak tanggungan peringkat I sebesar Rp. 2.500.000.000 (dua
milyar lima ratus juta rupiah).

3. Bahwa tanpa alasan yang jelas, terhitung sejak bulan Januari 2007 Saudara Hambali ternyata
tidak menunaikan kewajibannya dengan baik kepada PT. Bank Melati Tbk dengan baik atau
dengan kata lain terjadi kemacetan dalam pembayaran kreditnya.
4. Bahwa ternyata atas obyek jaminan yang telah dibebani Hak Tanggungan, juga telah dibebani
sita persamaan (vergelijkende beslag) oleh Pengadilan Negeri Semarang, berdasarkan berita
acara sita persamaan No. 212 /Pdt.G/2007/PN.Smg karena adanya gugatan wanprestasi yang
diajukan oleh Saudara PAIJO KUSUMO yang sekarang perkaranya masih dalam tahap
pemeriksaan di Mahkamah Agung dan belum berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde).

2. Analisis Hukum (Legal Analisit) :


1. Bahwa PT. Bank Melati Tbk adalah kreditur atas debitur HAMBALI yang memegang Hak
Tanggungan ; Dimana selaku pemegang hak istimewa berdasarkan sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan, yaitu adanya sifat-sifat
khusus , antara sebagai berikut : ----------------------------------------------------------------------------
----------------------
a. Hak Tanggungan bersifat memaksa
b. Hak Tanggungan mengikuti bendanya (droit de suite)
c. Hak Tanggungan bersifat mendahului (droit de preference)

2. Bahwa terhitung sejak tanggal 7 Januari 2007, ternyata Saudara HAMBALI tidak melaksanakan
kewajibannya dengan baik dan benar kepada PT. Bank Melati Tbk; Sedangkan berdasar hitungan
terakhir outstanding pinjaman yang bersangkutan per tanggal 28 Februari 2010 (dihitung sisa
pokok, bunga, biaya) adalah sebesar Rp. 5.050.000.000,- (lima milyar lima puluh juta rupiah).

3. Bahwa oleh karenanya telah terbukti Saudara HAMBALI melakukan wanprestasi terhadap PT.
Bank Melati Tbk, sehingga PT. Bank Melati Tbk dapat melakukan eksekusi grosse sertifikat hak
tanggungan melalui eksekusi lelang.

4. Bahwa mengenai adanya sita Persamaan dalam perkara perdata (vergelijkende beslag) oleh
Pengadilan Negeri Semarang, berdasarkan berita acara sita persamaan No. 212
/Pdt.G/2007/PN.Smg, karena adanya gugatan wanprestasi yang diajukan oleh Saudara PAIJO
KUSUMO; Hal tersebut tidak dapat mengganggu kepentingan hukum dari PT. Bank Melati Tbk,
karena sifat dari Hak Tanggungan yang mendahului hak lainnya (droit de preference)
3. Kesimpulan (Conclusion) :

Berdasarkan analisis hukum di atas dapat disimpulkan bahwa : --------------

1. Bahwa benar, PT. Bank Melati Tbk adalah kreditur yang telah memegang Hak
Tanggungan atas nama debitur saudara HAMBALI Dimana selaku pemegang hak istimewa
berdasarkan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak
Tanggungan.

2. Bahwa benar, terhitung sejak tanggal 7 Januari 2007, ternyata Saudara HAMBALI tidak
melaksanakan kewajibannya dengan baik dan benar kepada PT. Bank Melati Tbk.; Sedangkan
berdasar hitungan terakhiroutstanding pinjaman yang bersangkutan per tanggal 28 Februari 2010
(dihitung sisa pokok, bunga, biaya) adalah sebesar Rp. 5.050.000.000,- (lima milyar lima puluh
juta rupiah), sehingga telah terbukti Saudara HAMBALI melakukan wanprestasi terhadap PT.
Bank Melati Tbk, sehingga PT. Bank Melati Tbk dapat melakukan eksekusi grosse sertifikat hak
tanggungan melalui eksekusi lelang.

3. Bahwa benar , terhadap obyek hak tanggungan tersebut juga telah diletakkan sita Persamaan
dalam perkara perdata (vergelijkende beslag) oleh Pengadilan Negeri Semarang, berdasarkan
berita acara sita persamaan No. 212 /Pdt.G/2007/PN.Smg karena adanya gugatan wanprestasi
yang diajukan oleh Saudara PAIJO KUSUMO; Namun hal tersebut tidak dapat mengganggu
kepentingan hukum dari PT. Bank Melati Tbk, karena sifat dari Hak Tanggungan yang
mendahului hak lainnya (droit de preference)

4. Saran Hukum (Legal Suggest) :

Berdasar atas uraian di atas serta dasar-dasar hukumnya, kami dapat memberikan saran-saran
terhadap PT. Bank Melati Tbk , agar melakukan langkah-langkah hukum sebagai berikut : -------
---------------------------------------------------------------------------------------
1. Mengajukan eksekusi grosse sertifikat hak tanggungan, tanpa harus melalui gugatan terlebih
dahulu, karena sertifikat Hak Tanggungan yang mempunyai irah-irah “ Demi Keadilan
Berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa. “

- Eksekusi ini dapat langsung diajukan berdasarkan ketentuan Pasal 6 Undang-Undang No. 4
Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang menyatakan : -----------------------------------------------
--------------------------------------

Apabila debitor ingkar janji , pemegang Hak Tanggungan pertama mempunyai hak untuk
menjual obyek hak tanggungan
atas kekuasaannya sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya
dari hasil penjualan tersebut..

- Ketentuan Pasal 14 Undang - Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang
menyatakan : ------------------------

1. Sebagai tanda bukti adanya Hak Tanggungan, Kantor Pertanahan menerbitkan Sertifikat Hak
Tanggungan sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

2. Sertifikat Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat irah – irah dengan
kata – kata “ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

3. Sertifikat Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai kekuatan
eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan yang telah memperoleh
kekuatan hukum tetap dan berlaku sebagai
pengganti grosse acte hypotheek sepanjang mengenai hak atas tanah.

4. Kecuali apabila diperjanjikan lain, sertifikat hak atas tanah yang telah dibubuhi catatan
pembebanan Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3) dikembalikan
kepada pemegang hak atas tanah yang bersangkutan.
5. Sertifikat Hak Tanggungan diserahkan kepada pemegang Hak Tanggungan.

2. Bahwa sesuai dengan akta perjanjian yang dibuat maupun sertifikat Hak Tanggungannya
telah dipilih domisili hukum di Pengadilan Negeri Semarang apabila terjadi sengketa ; Dengan
demikian PT. Bank Melati Tbk, dapat mengajukan eksekusi grosse sertifikat
Hak Tanggungan kepada Pengadilan Negeri Semarang
atau tidak menutup kemunginan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
(KPKNL) Semarang, dengan segala kelebihan dan kekuranganya .

3. Bahwa PT. Bank Melati Tbk, tidak perlu masuk sebagai intervinient (pihak ketiga) dalam
perkara No. 212 /Pdt.G/2007/PN.Smg mengenai gugatan wanprestasi yang diajukan
oleh Saudara PAIJO KUSUMO; Mengingat gugatan tersebut sama sekali tidak menyangkut PT.
Bank Melati Tbk, dan tidak dapat mengganggu kepentingan hukum dari PT. Bank Melati Tbk,
karena sifat dari Hak Tanggungan yang mendahului hak lainnya (droit de preference);

Akan tetapi walaupun demikian seyognya Pt. Bank Melati Tbk tetapmembuat surat kepada
Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut untuk memberitahukan apabila memang
benar-benar terhadap obyek yang telah diletakkan sita jaminan (vergelijkende
beslag) tersebut sebelumnya telah dibebani Hak Tanggungan guna menjadi jaminan hutang
kepada PT. Bank Melati Tbk.