Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya haturkan ke hadirat Tuhan YME, karena dengan karunia-Nya
saya dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul “Pemuda Untuk Lingkungan”.
Meskipun banyak hambatan yang saya alami dalam proses pengerjaannya, tapi saya
berhasil menyelesaikan karya ilmiah ini tepat pada waktunya.

Tidak lupa saya sampaikan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah
membantu dan membimbing kami dalam mengerjakan karya ilmiah ini. Saya juga
mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi kontribusi
baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini. Semoga
karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.

Saya menyadari bahwa dalam menyusun karya tulis ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna sempurnanya makalah ini. Saya berharap semoga karya tulis ini
bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi generasi muda.

Sentani, Juli 2015

Penulis

Page | 1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................1

Daftar Isi.............................................................................................................................2

BAB I. Pendahuluan...........................................................................................................3

1.1 Latar Belakang Masalah...............................................................................................3


1.2 Pembatasan Masalah...................................................................................................4
1.3 Rumusan Masalah........................................................................................................4
1.4 Pengertian Judul...........................................................................................................4

BAB II. Isi/Pembahasan......................................................................................................6

2.1 Menjadi Generasi Muda Yang Bijak...................................................................6

2.2 Cara Agar Generasi Muda Bisa Terlibat Aktif Dalam Menjaga Lingkungan......7

2.3 Kontribusi Generasi Muda Masa Kini Terhadap Lingkungan.............................8

BAB III. Penutup......................................................................................................11

3.1 Kesimpulan....................................................................................................................11

3.2 Saran..............................................................................................................................11

Page | 2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Generasi muda, dikenal sebagai generasi yang secara fisik sedang mengalami
perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, itulah
sebabnya sering dikenal labil karena masih dalam proses transisi menuju
pendewasaan. Lingkungan, tidak mungkin kita yang berada di dunia ini tidak
mengenal lingkungan, sudah sejak lahir kita hidup berdampingan dengan lingkungan.
Lingkungan didefinisikan sebagai segala susuatu yang berada disekitar makhluk
hidup yang memiliki hubungan timabal balik, serta saling memengaruhi satu dengan
lainnya. Namun, entah apa yang ada sekarang ini, sangat disesali kelalaian yang
terjadi menimbulkan dampak negatif bagi banyak pihak.

Berbagai usaha telah dilakukan dengan melibatkan masyarakat sekitar yang


bertujuan untuk meminimalisir kesalahan yang telah terjadi. Namun, masih saja ada
oknum-oknum tertentu yang tidak memahami maksud dari usaha yang dilakukan ini.
Disinilah peran generasi muda dibutuhkan, para remaja akan membangun dari dirinya
sendiri untuk melestarikan lingkungan yang sehat. Generasi ini dapat memicu
perkembangan kedepannya agar lingkungan menjadi lebih baik.

Sekarang ini, banyak kelalaian dari manusia dalam menjaga lingkungan. Sadar
akan lingkungan yang bersih sudah sangat minim. Lingkungan yang bersih dan sehat
sangat sulit diciptakan apalagi dipertahankan. Sampah bertaburan dimana-mana
membuat lingkungan menjadi jorok dan kotor, penebangan hutan secara liar
mengakibatkan kerusakan hutan, ditambah lagi cara hidup manusia yang semakin
sembrono. Kecerobohan dan kelalaian manusia yang menyebabkan semua ini,
manusia hanya mementingkan diri sendiri, bagaiman bisa kita akan maju dengan
lingkungan yang kotor? Apakah kita hanya akan menonton lingkungan yang semakin
jorok ini? Kita sendiri tahu kebersihan adalah sebagaian dari iman. Lingkungan yang
bersih akan berdampak bagi kesehatan kita. Maka dari itu kita harus menjaga
kebersihan lingkungan kita. Langkah pertama dari para remaja untuk memelihara
serta melestarikan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang
kemudian menjadi generasi yang cinta akan kesehatan dan kebersihan dengan
menjaga lingkungan sekitar.

Mulailah dari sekarang, bagi kita semua para remaja bangkitlah! Ciptakanlah
generasi yang peduli akan lingkungan yang bersih dan sehat. Menjaga dan
melestarikan dengan tidak menjadi remaja yang sembrono, jauhkanlah lingkungan ini
dari kejahatan pribadi kita yang hanya mementingkan diri sendiri. Lingkungan yang
bersih akan mendatangkan kebaikan bagi banyak pihak, sehingga hubungan timbal
balik yang terjadi antara makhluk hidup dan lingkungan akan berlangsung dengan
baik.

Page | 3
1.2 Pembatasan Masalah
1. Menjadi generasi muda yang bijak.
2. Upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan.
3. Cara agar generasi muda bisa terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.

1.3 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara menjadi generasi muda yang bijak?
2. Apa upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan?
3. Sebutkan cara agar generasi muda bisa terlibat aktif dalam menjaga
lingkungan?

1.4 Pengertian Judul


Generasi Muda
Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik
sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami
perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia
pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus
yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional,WHO menyebut
sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun
disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan
tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok
pemuda.
Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis,
bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang
stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia
antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa
perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu
memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam
makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.

Page | 4
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan
generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau
kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada
definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel.
Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat
pembaharu dan progresif.

Lingkungan
Definisi lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia serta
mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Lingkungan dibedakan menjadi dua; lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.
Lingkungan biotik adalah lingkungan yang hidup, misalnya tanah, pepohonan, dan
para tetangga. Sementara lingkungan abiotik mencakup benda-benda tidak hidup
seperti rumah, gedung, dan tiang listrik.

Page | 5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Menjadi Generasi Muda Yang Bijak


Lingkungan merupakan tempat kita tinggal di muka bumi ini, dan lingkungan
merupakan aspek penentu dalam kelangsungan sebuah kehidupan suatu daerah.
Terciptanya keharmonisan hidup antar masyarakat bisa terwujud dengan adanya
lingkungan yang lestari dan asri.
Saat ini, sebagai generasi muda yang akan memegang kendali kehidupan
dalam bermasyarakat di masa yang akan datang, maka sudah sepantasnya kita
menjadi generasi yang bijak dalam berbagai aspek kehidupan, begitu juga halnya
dalam masalah kelestarian lingkungan, mestinya sebagai genrerasi penerus bangsa
sangat wajib untuk bersifat bijak dalam andil mempertahankan kelestarian lingkungan.
Kemajuan teknologi tanpa kita sadari membuat generasi muda kurang bersikap
bijak terhadap lingkungan sekitar, banyak penampakan dan bukti bahwa masih kurang
bijaknya generasi muda dalam masalah melestarikan lingkungan. Contoh kecilnya,
masih banyak pagar-pagar tembok sekolah atau pagar bangunan yang menjadi bukti
kurang bijaknya generasi muda saat ini, mereka masih semena-mena mencoret-coret
dan bahkan menuliskan kata-kata yang senonoh disana, padahal jika generasi muda
itu lebih bijak dengan kesadarannya mengenai pentingnya arti pelestarian lingkungan,
maka seharusnya generasi muda itu lebih menjaga dan memberikan efek positif
kepada masyarakat.
Menjadi generasi muda yang bijak itu harus ditanamkan kedalam sikap dan
kepribadian para pemuda, tugas wajib bagi para orang tua untuk ikut membiasakan
anak-anak mereka selalu bersikap bijak khususnya rasa kepeduliannya terhadap
lingkungan sekitar.
Banya juga fakta yang mengatakan generasi muda saat ini sudah tak lagi
mencerminkan rasa bijak dan pedulinya kepada lingkungan malahan cara dan
perilaku mereka tidak sama sekali menggambarkan rasa pedulinya kepada
kelestarian lingkungan, mereka lebih cenderung bertingkah sebagai perusak
lingkungan sekitar, seperti mabuk-mabukan, tawuran antar ssama, yang sumua itu
hanya meninggalkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan khususnya.
Banyak cara untuk melestarikan lingkungan, contoh sederhananya : Di sebuah
daerah setiap weekend selalu rutin membersihkan lingkungan baik menyapu jalan,
membersihkan saluran air serta mencoba menanam pepohonan yang rindang dan lain
sebagainya , dan seharusnya yang melakukan itu adalah para generasi muda yang
akan memegang warisan kekayaan alam dan sekitarnya.

Page | 6
Adapun cara membiasakan agar para generasi muda mau melestarikan
lingkungan sebagai berikut :
1. Mengajarkan sejak mereka masih berada dibangku sekolah.
2. Menunjukkan betapa pentingnya lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Bagi orang tua seharusnya mendidik dan membiasakan anaknya untuk
melakukan hal-hal yang bermanfaat terhadap lingkungan.
4. Melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
5. Menjauhkan diri dari pergaulan bebas yang hanya akan meracuni fikiran
generasi muda tersebut.

Jika hal-hal diatas diterapkan, maka akan terwujud dan terciptanya generasi
muda yang bijak dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar, karena peran
generasi muda sangat besar pengaruhnya terhadap keberlangsungan
lingkungan dimasa yang akan datang.

2.2 Upaya Untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan

Agar pemuda bisa terlibat aktif dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan
yang baik, pemuda harus dibekali secara cukup tentang pengetahuan, kesadaran dan
ketrampilan tentang bagaimana menjaga kelesatrian alam. Bila ini dilakukan sejak
dini, kita yakin masa depan lingkungan dan kondisi alam bisa lebih baik ke depan..
Usianya yang masih sangat muda dapat memberikan suatu contoh yang baik dalam
upaya penjagaan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dengan memulai dari suatu
hal yang paling kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya. Hal ini akan
menciptakan lingkungan yang bersih. Apabila setiap pemuda memiliki kesadaran diri
dan rasa tanggung jawab pribadi untuk menjaga kebersihan lingkungan, kita yakin
bahwa lingkungan hidup kita akan baik.

Banyak cara yang bisa ditempuh. Salah satunya dengan melibatkan pemuda
dalam kegiatan Bakti Sosial (BakSos) dari desa ke desa. Melibatkan pemuda dalam
kegiatan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari
langkah-langkah untuk menjaga kebersihan, tata cara pelestarian serta manfaat-
manfaat dari lingkungan yang bersih.

Page | 7
Para pemuda yang memiliki kepedulian akan kebersihan dan kelestarian
lingkungan, selalu berusaha menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya. Namun
satu hal yang sangat disayangkan pengaruh kebiasaan yang sudah membudaya di
lingkungan sosial kita, membuat pemuda enggan melakukan hal-hal kecil. Melibatkan
pemuda dalam mengelola sampah sebenarnya bisa menjadi contoh yang baik. Bila
sejak remaja cerdas dalam mengelola sampah dan limbah, maka lingkungan hidup
kita akan bisa lebih baik.

Pemuda sangat perlu dibekali dengan sikap kreatif dalam mengelola


lingkungan. Sebab remaja yang kreatif akan bisa mengelola sampah dan limbah
menjadi berkah. Adapun remaja yang memiliki kreatifitas tinggi, dapat memanfaatkan
sampah yang dianggap sebagai limbah serta pencemaran lingkungan itu menjadi
suatu produk yang bermutu dan berguna atau bermanfaat bagi orang lain. Melalui
proses pengolahan dan proses produksi dengan menggunakan keterampilan dan
mempoles sampah menjadi suatu keunikan akan memiliki nilai jual yang tinggi. Namun
saat ini pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa sampah sekalipun bisa menghasilkan
rupiah? Untuk dapat melaksanakan semua kegiatan dalam upaya pelestarian
lingkungan itu ada tiga hal yang menjadi catatan untuk kita semua, yaitu: dimulai dari
yang kecil, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai dari sekarang.

2.3 Cara Agar Generasi Muda Bisa Terlibat Aktif Dalam Menjaga Lingkungan
Agar remaja dapat terlibat aktif dalam menjaga kelestarian alam dan
lingkungan yang baik, remaja harus dibekali tentang pengetahuan, kesadaran dan
keterampilan tentang bagaimana menjaga kelestarian alam. Hal tersebut harus
dibekali sejak dini agar lingkungan dan alam akan lebih baik ke depan. Dimulai dari
hal yang paling kecil seperti membuang sampah di tempatnya. Seringkali kita sebagai
manusia membuang sampah di sembarang tempat. Hal tersebut menunjukkan bahwa
kita tidak sayang terhadap bumi dan tidak peduli akan dampak negatif yang dapat
ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan. Biasanya tidak hanya dilakukan
oleh generasi muda tetapi orangtua pun melakukannya. Kebiasaan masyarakat yang
membuang sampah sembarangan akan memberi ruang bebas bagi kuman, bakteri,
dan sumber penyakit lain untuk berkembang biak. Oleh sebab itu, sebagai generasi

Page | 8
muda yang merupakan penerus bangsa, kita harus tanamkan pada diri masing-
masing untuk mencintai alam dan lingkungan.

Selain membuang sampah pada tempatnya, kita dapat melakukan hal positif
lain terhadap lingkungan. Seperti ikut dalam kegiatan Go Green. Go Green
merupakan kegiatan peduli terhadap lingkungan dengan tujuan menciptakan
lingkungan yang hijau. Contoh salah satu kegiatan Go Green adalah penghijauan.
Penghijauan ini sangat banyak manfaatnya apabila diterapkan di lingkungan sekitar
seperti di lingkungan rumah, jalan dan sekolah. Penghijauan ini dapat dilakukan
dengan menanam tanaman obat-obatan, buah-buahan, sayuran dan juga tanaman-
tanaman lainnya. Selain itu, penghijauan di lingkungan sekolah dapat juga dilakukan
dengan cara meletakkan tanaman hias di dalam kelas, di depan kelas dan di
sepanjang jalan melintas. Selain berfungsi untuk memperindah lingkungan sekolah,
juga berfungsi untuk penyegaran. Dengan melakukan penghijauan, generasi muda
dapat menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dan mempelajari bagaimana
merawat serta memperindah lingkungan. Selain itu, generasi muda dapat belajar
mengenai tanaman, seperti mengenal jenis-jenis tanaman serta mengamati
pertumbuhan dan perkembangbiakkannya.

Kegiatan lainnya yang dapat kita lakukan adalah penggunaan kendaraan


ramah lingkungan. Dapat dilakukan dengan cara berjalan kaki, penggunaan sepeda
dan penggunaan transportasi publik. Hal-hal tersebut dilakukan untuk mengurangi
polusi udara akibat asap berbagai kendaraan yang mengandung berbagai gas karbon
monoksida yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan hidup dan kesehatan
manusia. Contohnya apabila jarak dari rumah ke sekolah dekat, dapat kita lakukan
dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Contoh lainnya adalah mengurangi perjalanan
yang tidak perlu. Selain menghemat bahan bakar minyak, kita dapat mengurangi
polusi udara juga. Bila kita memang harus menggunakan kendaraan bermotor, kita
dapat menggunakan Motor Injeksi Honda.

Page | 9
Keunggulan motor injeksi honda yaitu: Mudah, Hebat, dan Hemat.

1. Mudah
Servis mudah dan praktis disemua AHASS dan 10.000 bengkel umum siap
PGM-FI. Apa itu PGM-FI? Programmed Fuel Injection, sistem suplai bahan
bakar dengan menggunakan teknologi kontrol secara elektronik yang mampu
mengatur pasokan bahan bakar dan udara secara optimum yang dibutuhkan
oleh mesin pada setiap keadaan.
2. Hebat
 Teknologi MotoGP
 Pelopor teknologi injeksi di Indonesia
 Akselerasi responsif
3. Hemat
 Motor injeksi honda 30% lebih irit. Dengan injektor canggih yang
menghasilkan partikel BBM terkecil di dunia untuk pembakaran
sempurna.
 Garansi 5 tahun atau 50.000 km.
 Perawatan makin mudah. Komponen injektor dan throttle body tidak
perlu perawatan berkala.

Oleh karena itu kita wajib menggnakan motor injeksi dari honda. Selain Mudah,
Hebat dan Hemat, honda memiliki inovasi mein tebaru yaitu eSP. eSP adalah
penamaan untuk mesin terbaru inovasi honda, melalui aplikasi teknologi mutakhir dan
ACG starter, untuk menghasilkan performa tinggi dengan efisiensi bahan bakar yang
lebih baik dan ramah lingkungan.

Page | 10
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sebagai generasi yang baik hendaknya kita harus selalu menjaga kelestarian
lingkungan. Banyak cara yang dapat dilakukan contohnya adalah dengan
membuang sampah pada tempatnya, tidak membuangnya di sungai atau
selokan, dan penggunaan kendaraan ramah lingkungan

3.2 Saran

Mulai dari sekarang, bagi kita semua para remaja bangkitlah! Ciptakanlah
generasi yang peduli akan lingkungan yang bersih dan sehat. Menjaga dan
melestarikan dengan tidak menjadi remaja yang sembrono, jauhkanlah lingkungan
ini dari kejahatan pribadi kita yang hanya mementingkan diri sendiri. Lingkungan
yang bersih akan mendatangkan kebaikan bagi banyak pihak, sehingga hubungan
timbal balik yang terjadi antara makhluk hidup dan lingkungan akan berlangsung
dengan baik.

Page | 11