Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK

REPORT

MATA KULIAH
STATISTIKA
PENDIDIKAN

KELOMPOK IV

BESTRICA KURNIA SARI 8186175005

RAHMAYANI 8186175004

DOSEN PENGAMPU : Dr. Karya Sinulingga, M.Si

MATA KULIAH : Statistika Pendidikan

PENDIDIKAN FISIKA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN
08 April, 2019

0
Kata pengantar
Segala puji atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa
kepadakita semua termasuk terselesaikannya Critical Book Report yang berjudul
“Metoda Statistika” sebagai buku utama dan “Statistika“ sebagai buku pembanding.
Sebagai amanat yang diberikan kepada kami didalam memenuhi tugas mata kuliah
Satistika Pendidikan. Penulis berterimak a si h k e p a d a b a p a k d os e n D r . K a r y a
S i n u li n g g a , M . S i ya n g s u da h me mb e ri ka n bimbingannya kami untuk
penyelesaian tugas ini.
Dalam penyelesaian Critical Book Report ini penyusun merasa masih banyak
kekurangan baik pada teknis penulisan maupun yang lainnya, mengingat kemampuan
yang dimiliki penyusun. Untuk kritik dan saran dari semua pihak
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan Critical Book Report yang sudah
diselesaikan.

Medan, 8 April 2019


Penulis

Kelompok IV

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar 1
Daftar isi 2
Bab I : Pendahuluan
1.1. Rasionalisasi pentingnya CBR 3
1.2. Tujuan penulisan CBR 3
1.3. Manfaat CBR 3
1.4. Identitas Buku Utama 3
1.5. Identitas Buku Pembanding 4
Bab II : Ringkasan Isi Buku
RINGKASAN BUKU UTAMA 5
RINGKASAN BUKU PEMBANDING 6
Bab III : Pembahasan
3.1. Pembahan Buku Utama dan Buku Pembanding 10
3.2. Kelebihan dan Kekurangan pada Buku 10
Bab IV : Penutup
4.1. Kesimpulan 12
Daftar Pustaka 13

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.6. Rasionalisasi pentingnya CBR


Keterampilan membuat CBR pada penulis dapat menguji kemampuan
dalam meringkas dan menganalisis sebuah buku serta membandingkan buku
yang dianalisis dengan buku yang lain, mengenal dan memberi nilai serta
mengkritik sebuah karya tulis yang dianalisis.
Seringkali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan
pahami, terkadang kita hanya memilih satu buku untuk dibaca tetapi hasilnya
masih belum memuaskan misalnya dari segi analisis bahasa dan pembahasan,
oleh karena itu penulis membuat CBR dari buku Statistika.

1.7. Tujuan penulisan CBR


Critical Book Report ini bertujuan :
1. Mengulas isi buku.
2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku.
3. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang
diberikan oleh setiap bab dari buku.
4. Membedakan keunggulan dan kelemahan isi buku pada pembahasan.

1.8. Manfaat CBR


Critical Book Report ini bermanfaat untuk :
1. Untuk memenuhi tugas critical book report mata kuliah Statistika
2. Untuk menambah pengetahuan tentang Statistika

1.4. Identitas Buku Utama

Judul : Statistika Pendidikan


Edisi : (7)
Pengarang : Prof. Dr. Sudjana, M.A., M.Sc
Penerbit : Tarsito
Tahun Terbit : 2013
Kota terbit : Bandung

3
1.5. Identitas Buku Pembanding

Judul : Statistika
Edisi : (1)
Pengarang : Drs. Andi Supangat, M.Si
Penerbit : KENCANA
Kota terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2007

4
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

RINGKASAN ISI BUKU UTAMA

BAB V. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI DAN VARIASI


2.1. Rentang, Rentang Antar Kuartil dan Simpangan Kuartil
Ukuran variasi yang paling mudah ditentukan adalah rentang. Adapun
rumusnya yaitu :

Rentang = data terbesar – data terkecil

Karena mudahnya dihitung, rentang ini banyak sekali digunakan dalam cabang
lain dari statistika ialah statistika industri. Rentang antar kuartil juga mudah
ditentukan, dan ini merupakan selisih antara K3 dan K1. Jadi didapatlah hubungan :

RAK = K3 - K1

Dimana :
RAK = Rentang Antar Kuartil
K3 = kuartil ketiga
K1 = kuartil pertama

2.2. Rata-rata Simpangan


Misalkan data hasil pengamatan berbentuk x1, x2, x3, ... , xn dengan rata-rata 𝑥̅ .
Untuk menentukan jaraknya ditulis dalam simbol |𝑥𝑖 − 𝑥̅ |. Untuk menentukan rata-
rata simpangan digunakan rumus :
∑|𝑥𝑖 − 𝑥̅ |
RS = , dimana RS = Rata-rata Simpangan.
𝑛

5
2.3. Simpangan Baku
Ukuran simpangan baku yang paling banyak digunakan adalah simpangan
baku atau deviasi standar. Pangkat dua dari simpangan baku dinamakan varians. Jika
kita mempunya data x1, x2, x3, ... , xn dan rata-rata 𝑥̅ , maka statistik s2 dihitung dengan:
∑( 𝑥𝑖−𝑥)2
S2 = 𝑛−1

Untuk mencari simpangan baku s, dari s2 diambi harga akarnya yang positif.

2.4. Bilangan Baku dan Koefisien Variasi


Misalkan kita mempunya sampel berukuran n dengan data x1, x2, x3, ... , xn dan
rata-rata 𝑥̅ dan simpangan baku = s. Dari sini kita membentuk data baru yaitu z 1, z2,
z3, ... , zn dengan rumus :
𝑥𝑖 − 𝑥̅
Zi = untuk i = 1,2, ... , n
𝑠

Jadi diperoleh penyimpangan atau deviasi data dari rata-rata dinyatakan dalam
satuan simpangan baku. Bilangan yang didapat dinamakan bilangan z. Variabel z1, z2,
z3, ... , zn ternyata mempunyai rata-rata = 0 dan simpangan baku = 1. Adapun bilangan
baku sering dipakai untuk membandingkan keadaan distribusi fenomena.
Selain itu, untuk mengukur pengaruh atau membandingkan variasi antara nilai-
nilai besar dan nilai-nilai kecil, digunakan dispersi relatif yang ditentukan oleh :
𝐷𝑖𝑠𝑝𝑒𝑟𝑠𝑖 𝐴𝑏𝑠𝑜𝑙𝑢𝑡
Dispersi Relatif = 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑅𝑎𝑡𝑎

Jika untuk dispersi absolut diambil simpangan baku, maka didapat koefisien
variasi, disingkat KV. Rumusnya dinyatakan dalam persen, yaitu :
𝑆𝑖𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐵𝑎𝑘𝑢
KV = x 100%
𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑅𝑎𝑡𝑎

RINGKASAN ISI BUKU PEMBANDING

2.1. Pengukuran Jarak (Range)


Pengukuran ini merupakan pengukuran yang paling sederhana, yaitu
mengukur selisih antara data terbesar dan data terkecil, selanjutnya selisih antardata
ini dikatakan sebagai jarak (range) dari data yang dipunyai, jika datanya sudah
dikelompokkan ke dalam suatu daftar distribusi frekuensi, maka dalam hal
menentukan jarak (range) tersebut adalah selisih antara nilai tengah dari kelas

6
interval terakhir dengan nilai tengah dari kelas interval pertama.
Pengukuran jarak untuk data yang belum dikelompokkan :
P = Xmaks – Xmin
Dengan :
Xmaks = data terbesar
Xmin = data terkecil

Pengukuran jarak untuk data yang sudah dikelompokkan dalam daftar


distribusi frekuensi :
R = Xk – X1
Dengan :
Xk = Nilai tengah kelas interval terakhir
X1 = Nilai tengah kelas interval pertama

2.2. Pengukuran Deviasi Rata-rata


Deviasi rata-rata atau penyimpangan rata-rata dinyatakan dengan notasi 𝑑𝑥̅ .
Adapun rumus umum yang digunakan dalam menentukan nilai deviasi rata-rata
dinyatakan sebagai berikut :
(1) Untuk data yang belum dikelompokkan :
∑|𝑥𝑖 −𝑥̅ |
𝑑𝑥̅ = 𝑛

Dimana 𝑥𝑖 = item data, dan 𝑥̅ = nilai rata-rata


(2) Untuk data yang sudah dikelompokkan :
∑ 𝑓𝑖 |𝑥𝑖 −𝑥̅ |
𝑑𝑥̅ = ∑ 𝑓𝑖

Dimana 𝑓𝑖 = frekuensi, dan 𝑥𝑖 = nilai tengah dan 𝑥̅ = nilai rata-rata

2.3. Pengukuran Deviasi Kuartil


Tingkat penyimpangan data dapat pula diukur berdasarkan pengukuran jarak
kuartilnya, deviasi kuartil ini sangat penting artinya manakala data yang akan
dianalisis terkelompok di dalam daftar distribusi frekuensi yang bersifat terbuka.
Adapun rumusnya yaitu :
dk = ½ (K3 – K1)
dimana :

7
K1 = Nilai kuartil kesatu
K3 = Nilai kuartil ketiga

2.4. Pengukuran Varian dan Deviasi Standar


Ukuran tingkat penyimpangan data yang paling banyak digunakan dalam
analisis data adalah deviasi standar atau simpangan baku. Adapun nilai simpangan
baku adalah harga akar positif dari selisih item data dengan nilai rata-rata yang
dibagi oleh jumlah data (untuk data yang belum dikelompokkan), dengan formulasi
sebagai berikut :
∑(𝑥𝑖 −𝑥̅ )2
S=√ ; untuk data > 100
𝑛

∑(𝑥𝑖 −𝑥̅ )2
S=√ ; untuk data ≤ 100
𝑛−1

2.5. Deviasi Polar


Deviasi polar adalah merupakan besaran untuk mengukur tingkat
penyimpangan data terhadap nilai rata-ratanya. Formula baru untuk menentukan
nilai dari tingkat penyimpangan data (ukuran dispersi) selanjutnya dikatakan sebagai
deviasi polar, hal ini dikarenakan pada penghitungan tingkat penyimpangan datanya,
baik data yang belum dikelompokkan maupun yang sudah dikelompokkan
bergantung pada nilai rata-rata polarnya.
Rumusnya yaitu :
|𝐷𝐴 −𝐷𝑃 | |𝐷𝑇 −𝐷𝑃 | |𝐷𝐵 −𝐷𝑃 |
(1) (𝐷𝑝 ) = + + ; untuk data yang belum dikelompokkan
3 3 3

(jumlah data ganjil)


Dimana :
𝐷𝐴,𝑇,𝐵 = data awal, data tengah dan data akhir
𝑃𝐴 = rata-rata polar
𝐷 −𝐷
|𝐷𝐴 −𝐷𝑃 | |( 𝑇1 𝑇2 )−𝑃𝐴 | |𝐷𝐵 −𝐷𝑃 |
(2) (𝐷𝑝 ) = + 2
+ ; untuk data yang belum
3 3 3

dikelompokkan (jumlah data genap)


Dimana :
𝐷𝐴,𝐵 = data awal dan data akhir
𝐷𝑇1 ,𝐷𝑇2 = dua data tengah

8
𝑃𝐴 = rata-rata polar
|𝐹𝑇𝐴 −𝑃𝐴 | + |𝐹𝑇𝑇 −𝑃𝐴 |+ |𝐹𝑇𝐵 −𝑃𝐴 |
(3) (𝐷𝑝 ) = ∑(𝐹𝐴 + 𝐹𝑇 + 𝐹𝐵 )
; untuk data yang sudah dikelompokkan

(jumlah kelas ganjil)

9
BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Pembahan Buku Utama dan Buku Pembanding


Pada buku utama, untuk pembahasan mengenai dispersi ada 4 poin. Yaitu :
Rentang, Rentang Antar Kuartil dan Simpangan Kuartil, rata-rata simpangan
simpangan baku dan yang terakhir bilangan baku dan koefisien variasi.
Sedangkan pada buku pembanding terdapat 5 poin mengenai dispersi. Yaitu :
pengukuran jarak (range), pengukuran Deviasi Kuartil, pengukuran deviasi kuartil,
Pengukuran Varian dan Deviasi Standar, dan yang terakhir pengukuran deviasi polar.
Kedua buku ini memiliki ciri khas yang berbeda dalam menyampaikan materi.
Namun, walaupun penyampaiannya berbeda, rumus yang digunakan untuk mencari
nilai rentang, kuartil dan simpangan adalah sama. Bedanya buku kedua ada tambahan
mengenai deviasi polar yang tidak dibahas pada buku pertama. Dan buku pertama
membahas bilangan baku yang tidak dibahas pada buku kedua. Namun, kedua buku
ini dilengkapi dengan contoh-contoh soal yang membuat pembaca paham untuk
mengaplikasikan rumus yang diberikan.

3.4. Kelebihan dan Kekurangan Buku


3.4.1. Kelebihan Buku
Buku utama dapat dikatakan buku pegangan wajib untuk mahasiswa yang
belajar statistik ataupun mencari referensi statistik untuk keperluan penelitian.
Penggunaan font pada buku pertama juga cukup jelas sehingga tidak menyulitkan
untuk dibaca.
Kedua buku memberikan contoh soal beserta penyelesaiannya, sehingga
memudahkan pembaca untuk mengimplementasikan rumus yang diberikan.
Dari aspek informasi yang diberikan, buku utama lebih banyak memberikan
informasi. Namun, pada buku pembanding juga ada memberikan informasi yang tidak
ada di buku utama.

3.4.2. Kekurangan Buku


Buku utama merupakan buku yang usianya sudah cukup tua dibandingkan
dengan buku pembanding. Namun, walupun begitu informasi yang diberikan pada

10
buku utama tidak sedikit.
Sub bab yang ada pada buku pembanding berbeda dengan buku utama,
sehingga jika kita tidak mendapatkan informasi dari buku pembanding kita dapat
mencari informasi tersebut dari buku utama. Sehingga untuk beberapa informasi
yang tidak ada di terdapat di buku pembanding harus dillihat lagi dari buku utama
atau dari buku referensi yang lain untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai
statitik.

11
BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
1. Pada buku utama, untuk pembahasan mengenai dispersi ada 4 poin. Yaitu :
Rentang, Rentang Antar Kuartil dan Simpangan Kuartil, rata-rata simpangan
simpangan baku dan yang terakhir bilangan baku dan koefisien variasi.
Sedangkan pada buku pembanding terdapat 5 poin mengenai dispersi. Yaitu :
pengukuran jarak (range), pengukuran Deviasi Kuartil, pengukuran deviasi
kuartil, Pengukuran Varian dan Deviasi Standar, dan yang terakhir
pengukuran deviasi polar.
2. Buku utama dapat dikatakan buku pegangan wajib untuk mahasiswa yang
belajar statistik ataupun mencari referensi statistik untuk keperluan
penelitian. Namun, walaupun demikian, informasi yang ingin dicari mengenai
statistik dapat juga ditemukan pada buku pembanding.

12
DAFTAR PUSTAKA

Sudjana. Statistika Pendidikan. Bandung : Tarsito. 2013.


Supangat, Andi. Statistika. Jakarta : Kencana. 2007.

13