Anda di halaman 1dari 11

EFEK PEMBERIAN GEL GAMAT TERIPANG EMAS

(Stichopus variegatus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA


DIABETES MELITUS FASE PROLIFERASI PADA TIKUS
WISTAR YANG DIINDUKSI ALOKSAN

ARTIKEL ILMIAH

Oleh :
PUTRI PIRDA ERLINA
I1B015049

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
PURWOKERTO
2019
Abstract

THE EFFECT OF GOLD GAMAT GEL (Stichopus variegatus) TO


DIABETIC WOUND HEALING PROLIFERATION PHASE IN
ALLOXAN-INDUCED WISTAR RATS
Putri Pirda Erlina, Yunita Sari, Akhyarul Anam

Background: Gold gamat gel (Stichopus variegatus) has been used as an


alternative of wound treatment. Gold gamat also have been reported rich with
glycosaminoglycan, collagen and fatty acid content. This study aimed to observe
the effect of gold gamat gel (Stichopus variegatus) to diabetic wound healing in
alloxan induced rats.
Methods: This study was an true experiment with posttest only with control group
design. This study used 12 samples of male wistar rats which were intervention
group and control group. Intervention group received an extra using gamat gold
gel (Stichopus variegatus) and control group was treatment standard care. Sample
analyzed macroscopic (bed wound color, oedema, granulation tissue, slough and
wound size) and microscopic (Inflammation cell and reepithelisation). Then,
wound care analyzed with a independent t test, and other with descriptive
analysis.
Results: The result of macroscopic observation showed that bed wound color is
red, there was a granulation tissue on both, there was a slough and oedema in
control group from day 4 to 7. The difference in wound ratio in both groups was
significant with a value of p=0.49. Microscopic observation showed that
intervention group was a inflammation cell intensity is lower and longer
reepithelisation than control group.
Conclusion: Gold gamat gel (Stichopus variegatus) could repair proliferative
phase in diabetic wound healing.
Keywords: Diabetic Ulcer, Gold gamat gel, Proliferation Phase.
PENDAHULUAN Kandungan asam lemak pada gamat
Ulkus diabetik adalah sangat berperan untuk mempercepat
kerusakan integritas kulit yang biasa regenerasi sel dalam proses
terjadi pada ekstremitas bawah akibat penyembuhan luka (Hartono, Istanti
adanya gangguan sirkulasi darah pada & Rosa 2011). Kandungan lain dalam
pembuluh darah perifer penderita gel gamat teripang emas yaitu 82%
DM, sehingga penyembuhan luka protein, dengan 80%-nya berupa
terganggu (Walmsley et al. 2015). kolagen yang dapat membantu
Ulkus diabetik salah satu penyebab meningkatkan regenerasi sel dan
terbanyak yang melakukan perawatan mempercepat penutupan luka
di rumah sakit dengan persentase 80% (Muzayana 2014 dalam (Purwito &
( PERKENI dalam (Wagiu et al. Yulistiani 2016)). Selain itu, bentuk
2016)). gel pada bahan yang digunakan untuk
Prevalensi penderita DM perawatan luka dapat
dengan ulkus diabetik di dunia mempertahankan kondisi lembab
berkisar 4-10%, menyebabkan 40- sehingga mempercepat pertumbuhan
70% kasus dengan amputasi non- growth factor dan sel aktif (Arisanty
trauma. Di Indonesia, ulkus diabetik 2013).
pada penderita DM sebesar 15% Janakiram, Mohammed, & Rao
dengan angka kematian 32,5% dan (2015) menjelaskan bahwa teripang
amputasi sebesar 23,5%. laut terbukti menekan peradangan dan
Penyembuhan luka terdiri dari tiga meningkatkan sistem imun pada luka
fase yaitu inflamasi, proliferasi dan kanker. Kemudian pada penelitian
maturasi atau remodelling (Setyarini. Purwito & Yulistiani (2016)
E.A., Barus L.S., Dwitari 2013). menyatakan gel gamat emas
Abidin, Adiningsih dan Suriadi (Stichopus variegatus) efektif
(2012) menyatakan bahwa menurunkan malodor, jumlah
penyembuhan luka fase proliferasi eksudat, skala nyeri dan perdarahan
pada luka diabetes terganggu, growth pada perawatan luka kanker.
factor sulit diaktivasi oleh tubuh Penelitian Budiharto, Pranggono,
sehingga menghambat penutupan luka Kurniawan, & Haryanto (2016)
dan waktu epitelisasi semakin menyatakan teripang laut terbukti
panjang. memperbaiki penyembuhan luka
Saat ini banyak alternatif yang diabetes.
digunakan untuk perawatan luka, Dengan ini peneliti tertarik
salah satunya adalah gel gamat untuk meneliti lebih jauh pengaruh
teripang emas (Stichopus variegatus). pemberian gel gamat teripang emas
Gel gamat teripang emas diduga dapat pada luka diabetes untuk mengetahui
memperbaiki fase proliferasi luka gambaran penyembuhan luka fase
diabetes dengan adanya kandungan proliferasi luka diabetes secara
senyawa aktif seperti triterpen makroskopis yang meliputi warna
glycosides (saponin), luka, edema, jaringan granulasi,
glycosaminoglycan (GAGs), dan asam slough, luas luka dan mikroskopis
lemak (Karnila 2011). GAGs meliputi intensitas sel inflamasi dan
berperan untuk meningkatkan reepitelisasi.
proliferasi pembuluh darah in vitro,
pertumbuhan neurit dan sel fibroblast
(Patar, Jamalullail, et al. 2012).
METODE HASIL
Desain penelitian yang a. Pengamatan Makroskopis
digunakan dalam penelitian ini ialah Hasil penelitian pada gambar 1
true experiment (posttest only with menunjukkan perbedaan makroskopis
kontrol group design) dimana sampel antara kelompok perlakuan yang
terdiri dari kelompok perlakuan dan diberi gel gamat teripang emas
kontrol yang berjumlah 12 ekor. dengan kelompok kontrol yang hanya
Tikus berumur 2-3 bulan dengan berat dilakukan standard care
badan 150-200 gram. Perawatan luka menggunakan NaCl. Pada hari ke 0,
dilakukan selama 7 hari. Kedua hasil semua luka menunjukkan gambaran
pengukuran dibandingkan secara makroskopis yang sama. Perbedaan
makroskopis (warna dasar luka, terlihat mulai hari ke 2, dimana warna
edema, jaringan granulasi, slough dan dasar luka kelompok kontrol mulai
ukuran luka) dan mikroskopis (sel berwarna merah pucat sedangkan
inflamasi dan reepitelisasi). Data kelompok perlakuan berwarna
dengan skala nominal dianalisis kemerahan. Luka pada kelompok
menggunakan metode deskriptif perlakuan tidak terlihat adanya edema
kualitatif. Ukuran luka diukur di sekitar luka dari hari ke-0 sampai
menggunakan ImageJ software dari dengan hari ke-7, namun pada
National Health Institute berdasarkan kelompok kontrol terlihat adanya
margin luka dalam. Area luka relatif edema di sekitar luka yang mulai
ditentukan berdasarkan rumus (area nampak pada hari ke-3 sampai dengan
hari ke-n/hari ke-0) (Ueda et al. hari ke-7 perawatan luka. Kelompok
2010). perlakuan menunjukkan adanya
Perbandingan ukuran luka jaringan granulasi yang terlihat sejak
kedua kelompok dianalisis hari ke-4, sedangkan kelompok
menggunakan independent t-test. kontrol tidak terlihat adanya jaringan
Penelitian dilakukan pada bulan granulasi karena luka tertutup
November 2018 sampai dengan jaringan nekrotik. Kelompok
Januari 2019 di Laboratorium perlakuan terlihat tidak adanya slough
Keperawatan Medikal Bedah Jurusan berwarna kekuningan dari hari ke-0
Keperawatan, Laboratorium Histologi sampai dengan hari ke-7, namun pada
Fakultas Kedokteran Universitas kelompok kontrol terlihat adanya
Jenderal Soedirman, Laboratorium slough berwarna kekuningan disertai
Patologi Anatomik Universitas cairan berbau yang muncul pada hari
Gadjah Mada. ke-4.

Tikus H0 H1 H2 H3 H4 H5 H6 H7

Perlakuan

Kontrol

Gambar 1 Pengamatan makroskopis luka tikus perlakuan dan kontrol


2.5

Rasio Luas Luka


1.5

0.5
*
0
H0 H1 H2 H3 H4 H5 H6 H7
Lama Perlakuan
Perlakuan Kontrol

Gambar 2 Rasio Luas Luka

Perbandingan luas luka pada kelompok perlakuan menunjukkan


kelompok perlakuan dan kontrol lebih kecil dibandingkan kelompok
dapat terlihat pada gambar 2 Rasio kontrol.
luas luka pada setiap harinya,
Tabel 1 Rasio Luas Luka
Uji Saphiro-Wilk (Sig.)*
Mean Independent t-test
Hari
Perlakuan Kontrol
Perlakuan Kontrol Sig. (2-tailed)
H1 0.953 0.936 0.781 0.402 0.555
H2 0.849 0.763 0.197 0.543 0.584
H3 0.72 0.715 0.486 0.146 0.564
H4 0.635 0.611 0.992 0.307 0.486
H5 0.624 0.557 0.083 0.550 0.797
H6 0.535 0.594 0.575 0.241 0.420
H7 0.454 0.562 0.316 0.631 0.049*

Berdasarkan uji statistik dapat dilihat pada gambaran titik-titik


menggunakan SPSS 17.0, hasil uji berwarna ungu, jumlah sel inflamasi
independent t-test rasio luas luka hari pada kelompok kontrol terlihat lebih
ke-7 pada kelompok perlakuan banyak dibandingkan kelompok
signifikan lebih kecil dibandingkan perlakuan.
kontrol yang ditunjukkan dengan nilai Gambar 4 merupakan gambaran
P=0,049/ P<0,05. Namun tidak mikroskopis sel inflamasi pada
ditemukan adanya perbedaan yang lapisan dermis kelompok perlakuan
signifikan pada hari ke 1,2,3,,4,5 & 6. dan kontrol. Hasil penelitian
Gambar 3 merupakan gambaran menunjukkan intensitas sel inflamasi
mikroskopis pada epidermis pada kelompok kontrol lebih banyak
menggunakan pewarnaan dibandingkan dengan kelompok
Haematoxylin Eosin. Intensitas sel perlakuan.
inflamasi pada hasil mikroskopis
Sel Inflamasi Sel Inflamasi
(a) Perlakuan (b) Kontrol
Gambar 3 Perbandingan gambar inflamasi pada epidermis kelompok perlakuan dan kontrol
( Perbesaran 400x)

Sel Inflamasi Sel Inflamasi

(a) Perlakuan (b) Kontrol


Gambar 4 Perbandingan gambar inflamasi pada dermis kelompok perlakuan dan kontrol (
Perbesaran 400x).

Reepitelisasi Reepitelisasi

(a) Perlakuan (b) Kontrol


Gambar 5 Perbandingan gambar reepitelisasi pada kelompok perlakuan dan kontrol
(Perbesaran 40x)

Gambar 5 merupakan gambaran pewarnaan Haematoxylin Eosin.


reepitelisasi pada jaringan dengan Hasil penelitian menunjukkan bahwa
reepitelisasi pada kelompok perlakuan (Sudiana, Pangestuti & Lestari
lebih panjang dibandingkan kelompok 2018)). Seperti yang terlihat pada
kontrol yang ditunjukkan dengan kelompok perlakuan. Hasil tersebut
garis berwarna kuning. didukung oleh penelitian (Hartono,
Istanti & Rosa 2011) yang
PEMBAHASAN menyatakan bahwa gel gamat
Sediaan gel dan kandungan teripang emas mempercepat
GAGs (glycosaminoglycan) dalam gel pertumbuhan jaringan granulasi pada
gamat teripang emas berperan sebagai luka kronik. Kandungan
anti-inflamasi. Damaiyanti (2015) glycosaminoglycan (GAGs) dalam gel
menjelaskan bahwa GAGs akan gamat teripang emas merangsang
berikatan dengan protein inti pembentukan fibroblast dan
membentuk proteoglikan. neovaskularisasi dengan cara GAGs
Proteoglikan berintegrasi dengan berikatan dengan protein inti, dan
membrane protein, dan melalui membentuk molekul yang disebut
ikatan dengan molekul, aktivasi proteoglikan. Proteoglikan
growth factor, kemokin GAGs dapat berintegrasi dengan membran protein
bertindak sebagai modulator melalui ikatan dengan molekul dan
inflamasi, & pertumbuhan sel. aktivasi growth factor dan kemokin
Heparin yang merupakan salah bertindak sebagai modulator
satu glycosaminoglycan sulfat pertumbuhan sel sehingga
berikatan dengan HMGB 1( High proteoglikan dapat merangsang
Mobility Group Box 1) dan pembentukan makrofag. Peningkatan
menstimulasi VEGF, dimana VEGF FGF, VEGF, dan PDGF oleh
merupakan suatu faktor angiogenik makrofag, selanjutnya, dapat
kuat yang berperan untuk proses menyebabkan peningkatan proliferasi
pembentukan pembuluh darah baru fibroblast dan angiogenesis (Arundina
dalam penyembuhan luka sehingga et al. 2016).
terjadi vaskularisasi luka yang baik. Pendapat yang sama
Kandungan saponin dalam gel gamat disampaikan oleh Kelly dalam (Patar,
teripang yang berperan sebagai Jaafar, et al. 2012) bahwa GAGs
antimikroba. Vaskularisasi yang baik sebagai senyawa protein ini telah
akan menjadikan warna dasar luka meningkatkan proliferasi pembuluh
kemerahan. darah in vitro dengan melibatkan
Dasar luka dengan warna pucat angiogenesis. Neovaskularisasi
merupakan salah satu ciri luka dengan memiliki pengaruh yang baik, yaitu
sedikit atau tanpa vaskularisasi. Tidak membawa oksigen dan nutrisi yang
adanya vaskularisasi pada luka akan sangat penting untuk metabolisme sel
mengakibatkan terjadinya kematian dan regenerasi jaringan pada luka.
jaringan yang ditunjukkan dengan Setelah terbentuknya pembuluh darah
munculnya jaringan nekrotik pada baru, ujung-ujung kapiler menyatu
luka. dengan fibroblast dan makrofag
Jaringan granulasi merupakan sehingga terbentuk jaringan baru yang
jaringan berwarna kemerahan dengan dinamakan granulasi (Susanto 2018).
permukaan yang menonjol halus yang Siahaan et al. (2017)
tersusun oleh sel radang, kapiler menyatakan bahwa kandungan lain
darah, fibroblast dan kolagen pada teripang yang berperan dalam
(Sjamsuhidayat & Jong dalam pertumbuhan jaringan granulasi ialah
kolagen. Kolagen berperan penting penutupan luka (Majdina,
dalam menyusun jaringan ikat dan Mulawarmanti & Rizka 2016). GAGs
proses pertumbuhan kulit baru. akan mengikat FGF (fibroblast
Kolagen disekresi ke ruang growth factor) yang menyebabkan
ekstraseluler dalam bentuk migrasi sel epitel semakin banyak dan
prokolagen, kemudian membelah diri terjadi peningkatan kontraksi pada
menjadi tropokolagen. Tropokolagen luka sehingga proliferasi berlangsung
bergabung dengan molekul cepat (Sirko et al. 2010).
tropokolagen lainnya dan membentuk Fredalina et al dalam
filamen kolagen sehingga terbentuk (Subramaniam et al. 2013)
fibril. Fibril-fibril kolagen ini melaporkan bahwa teripang emas
menyatu membentuk serabut-serabut mengandung komposisi asam lemak
kolagen. Kemudian kolagen berikatan yang terbukti mempengaruhi
dengan pembuluh darah baru, metabolisme dan pembelahan sel,
fibroblast dan makrofag membentuk memodulasi gen tertentu dalam
jaringan granulasi (Arundina et al. fibroblast dan sel endotel,
2016). merangsang angiogenesis awal dan
Berdasarkan hasil pengamatan mendorong penyembuhan luka in
ukuran luka ditemukan terjadi vivo. Selanjutnya, asam lemak dalam
penurunan ukuran luka yang lebih teripang berfungsi sebagai sumber
besar pada kelompok perlakuan energi untuk sel dan regenerasi
pemberian gel gamat teripang emas. epidermis, mempengaruhi produksi
Hasil ini didukung oleh penelitian PGE2 dan meningkatkan regulasi
Zohdi et al. (2011) yang menyatakan sintesis kolagen (Damaiyanti 2015).
bahwa gamat hydrogel secara Berdasarkan atas penelitian
signifikan meningkatkan laju Zohdi et al. (2011) gamat hydrogel
penyembuhan luka yang ditunjukkan secara signifikan memodulasi respon
dengan peningkatan kontraksi luka. peradangan luka dengan pengurangan
Kontraksi luka menjadi dasar sitokin proinflamasi. Penurunan
penutupan luka, sebagai akibat dari sitokin proinflamasi oleh
pergerakan sentripetal kulit yang antiinflamasi menyebabkan lebih
berdekatan membentuk margin luka sedikit neutrofil dan makrofag ke
yang dibantu oleh myofibroblast, dalam luka, kemudian lebih sedikit
sebuah kontraktil fibroblast dalam juga sitokin yang dilepaskan dalam
jaringan granulasi. luka untuk memberikan lingkungan
Glycosaminoglycan (GAG) permisif dalam proses penyembuhan
yang berperan dalam penyembuhan luka. Hal ini dibuktikan dengan lebih
luka yaitu asam hialuronat, kondroitin sedikitnya sel PMN pada kelompok
sulfat dan heparin. Kandungan perlakuan daripada kelompok kontrol.
tersebut merangsang PDGF dan Epidermis pada tepi batas luka
TGFβ untuk berinteraksi dan FGF menebal dikarenakan aktivitas mitosis
untuk meningkatkan proliferasi sel basal, terdapat neovaskularisasi
fibroblast (Arundina et al. 2016). dan jaringan granulasi yang
Selama proses perbaikan jaringan, berkembang. Hasil penelitian ini
GAG mengeluarkan asam hialuronat didukung oleh penelitian Zohdi et al.
untuk mempengaruhi kecepatan (2011) bahwa gamat hydrogel
migrasi sel pada proses reepitelisasi, menunjukkan bukti penyembuhan
inflamasi, adhesi, proliferasi sel dan lanjut dimana reepitelisasi awal
diamati dengan proliferasi dan granulasi, terjadi edema di tepi
migrasi keratinosit yang luka, dan adanya slough pada luka
diproyeksikan ke pusat area luka tepat yang muncul sejak hari ke-4.
di atas jaringan granulasi yang baru Berdasarkan indikator ukuran luka
terbentuk. Hal tersebut dihubungkan terdapat perbedaan ukuran luka
dengan adanya kandungan asam yang signifikan pada kedua
lemak EPA dan DHA pada gamat kelompok di hari ke-7.
teripang emas. b. Pengamatan mikroskopis
EPA dan DHA meningkatkan menunjukkan bahwa jumlah sel
IL-1 ( Interleukin 1) yang berperan inflamasi pada kelompok
mengatur proliferasi fibroblas dan perlakuan lebih sedikit daripada
sintesis kolagen sehingga kolagen kelompok kontrol. Reepitelisasi
tersebut mengisi jaringan yang pada kelompok perlakuan lebih
mengalami kerusakan. IL-1 juga panjang dari kelompok kontrol.
berperan meningkatkan pertumbuhan Hasil pengamatan makroskopis
keratinosit untuk reepitelisasi dan dan mikroskopis menunjukkan
menstimulasi angiogenesis. gambaran penyembuhan luka
Kandungan lain yaitu Asam kelompok perlakuan dengan
hialuronat, yang berfungsi memicu perawatan luka menggunakan gel
pemulihan jaringan akibat cedera, gamat teripang emas (Stichopus
menekan aktivitas anti-inflamasi, variegatus) lebih baik dibandingkan
memodulasi hidrasi jaringan, kelompok kontrol yang hanya
keseimbangan osmotik dan untuk menggunakan NaCl.
pengenalan kolagen dan kontraksi
selama perbaikan (Sari et al. 2012). SARAN
Selama proses perbaikan jaringan, Perlu dilakukan penelitian
GAGs akan mengikat FGF (fibroblast lanjutan tentang keefektifan
growth factor) yang menyebabkan penggunaan gel gamat teripang emas
migrasi sel epitel semakin banyak dan yang menggunakan ekstrak teripang
terjadi peningkatan kontraksi pada lebih besar terhadap penyembuhan
luka sehingga terjadi reepitelisasi luka diabetes.
(Sirko et al. 2010).
DAFTAR PUSTAKA
KESIMPULAN Arisanty, I.P. 2013, Manajemen
Berdasarkan analisis data yang Perawatan Luka :Konsep Dasar,
dilakukan, dapat ditarik kesimpulan EGC, Jakarta.
bahwa : Arundina, I., Suardita, K., Setiabudi,
a. Hasil pengamatan makroskopis H. & Dwi Ariani, M. 2016,
menunjukkan dasar luka pada ‘Golden Sea Cucumbers
kelompok perlakuan berwarna (Stichopus Hermanii) as Growth
kemerahan, terdapat jaringan Factors of Stem Cells’, Journal
granulasi sampai dengan hari ke-7, of International Dental and
tidak ditemukan adanya edema di Medical Research, vol. 9, no. 3,
tepi luka, dan tidak terdapat pp. 242–8.
slough. Kelompok kontrol Budiharto, I., Pranggono, E.H.,
menunjukan bahwa dasar luka Kurniawan, T. & Haryanto 2016,
berwarna merah pucat sejak hari ‘Effect of Sea Cucumber Extract
ke-3, terdapat sedikit jaringan on Diabetic Foot Ulcers’, WCET
Journal, vol. 36, no. 1, pp. 1–39. vol. 3, no. 3, pp. 1–7.
Damaiyanti, D. 2015, ‘Karakterisasi Patar, A., Jamalullail, S.M.S.S.,
Ekstrak Air Teripang Emas ( Jaafar, H. & Abdullah, J.M.
Stichopus hermanii )’, Jurnal 2012, ‘The effect of water
kedokteran gigi, vol. 9, no. No.1, extract of sea cucumber
pp. 74–81. Stichopus variegatus on rat
Hartono, Istanti, Y.P. & Rosa, E.M. spinal astrocytes cell lines’,
2011, ‘Perbedaan Pemberian Current Neurobiology, vol. 3,
Gamat Jelly dan Hidrogel dalam no. 1, pp. 11–6.
Penyembuhan Luka Kronik pada Purwito, D. & Yulistiani, M. 2016,
Tikus Putih’, Journal of Nursing, ‘Efektifitas Minyak Jinten Hitam
pp. 137–45. (Nigella sativa) dan Jelly Gamat
Janakiram, N.B., Mohammed, A. & Emas (Golden stichopus
Rao, C. V. 2015, ‘Sea variegatus) Pada Perawatan Luka
cucumbers metabolites as potent Kanker Di RSUD Margono
anti-cancer agents’, Marine Purwokerto’, Jurnal Ilmiah
Drugs, vol. 13, no. 5, pp. 2909– Ilmu-Ilmu Kesehatan, vol. XIV,
23. no. 1, pp. 56–64.
Karnila, R. 2011, Pemanfaatan Sari, R.P., Karsini, I., Rizal, M.B. &
Komponen Bioaktif Teripang Tjhoeng, H.G. 2012,
dalam Bidang Kesehatan, ‘Karakterisasi Ekstrak Teripang
Universitas Riau. Emas Sebagai Bahan Topikal
Khoirul Rista Abidin, Suriadi, Untuk Pemulihan Mukosa
B.S.U.A. 2012, ‘Faktor Rongga Mulut’, Strategic
Penghambat Proses Proliferasi Achievement of Oral Sciences
Luka Diabetic Foot Ulcer Pada and Promotion of Quality of
Pasien Diabetes MelLitus Tipe II Lifeand Professional Education
Di Klinik Kitamura Pontianak’, for Oral Hygienists by Using
Universitas Tanjungpura, pp. 1– Information and Communication
7. Technology, Dental School,
Majdina, S., Mulawarmanti, D. & Faculty of Medicine and Health
Rizka, Y. 2016, ‘Efektifitas Sciences Universitas
Kombinasi Terapi Oksigen Muhammadiyah Yogyakarta,
Hiperbarik dan Gel Teripang Yogyakarta.
Emas ( Stichopus hermanii ) Setyarini. E.A., Barus L.S., Dwitari,
terhadap Peningkatan Jumlah A. 2013, ‘Perbedaan alat ganti
Osteoblas pada Tikus Diabetes verband antara dressing set dan
Melitus yang Diinduksi Bakteri dressing trolley terhadap resiko
Porphyromonas gingivalis ( The infeksi nosokomial dalam
Effectiveness of Combination perawatan luka post operasi’,
Hyperbaric Ox’, Jurnal Jurnal Kesehatan STIKes Santo
Kedokteran Gigi, vol. 10, no. 1, Borromeus, p. 1(1): 11-23.
pp. 31–41. Siahaan, Amelia, E., Pangestuti, R.,
Patar, A., Jaafar, H., Sahil, S.M.S.J. Munandar, H. & Kim, S.-K.
& Abdullah, J.M. 2012, ‘The 2017, ‘Cosmeceuticals
Potential of Malaysian Sea Properties of Sea Cucumbers :
Cucumber Extracts in Prospects and Trends’,
Regenerative Medicine’, ONN, Cosmetics, vol. 4, pp. 1–12.
Sirko, S., Holst, A. Von, Weber, A., & Sanada, H. 2010, ‘A possible
Wizenmann, A., Theocharidis, animal model for critical
U., Go¨ Tz, M. & Faissner, A. colonisation.’, Journal of wound
2010, ‘Chondroitin Sulfates Are care, vol. 19, no. 7, pp. 295–300.
Required for Fibroblast Growth Wagiu, A.M.J., Sumangkut, R.M.,
Factor-2- Dependent Sapan, H.B., Waworuntu, L.A.J.,
Proliferation and Maintenance in Ilmu, B., Fakultas, B.,
Neural Stem Cells and for Universitas, K., Ratulangi, S. &
Epidermal Growth Factor- Kandou, R.P.R.D. 2016,
Dependent Migration of Their ‘Perbandingan efektivitas asam
Progeny’, Stem Cells, vol. 28, perasetik dan feracrylum pada
pp. 775–87. pola kuman ulkus diabetik
Subramaniam, B.S., Amuthan, A., Karakteristik penderita
D’Almeida, P.M. & Arunkumar, dikelompokkan’, Jurnal
H.D. 2013, ‘Efficacy of gamat Biomedik, vol. 8, no. 1, pp. 51–7.
extract in wound healing in Walmsley, G.G., Maan, Z.N., Wong,
albino wistar rats’, International V.W., Duscher, D., Hu, M.S.,
Journal of Pharmaceutical Zielins, E.R., Wearda, T.,
Sciences Review and Research, Muhonen, E., Mcardle, A.,
vol. 20, no. 1, pp. 142–5. Tevlin, R., Atashroo, D.A.,
Sudiana, I.K., Pangestuti, W. & Senarath-Yapa, K., Lorenz, H.P.,
Lestari, W.T. 2018, ‘Perbedaan Gurtner, G.C. & Longaker, M.T.
Efektivitas Penyembuhan Luka 2015, ‘Scarless wound healing:
Bakar Dengan Propolis Dan Chasing the holy grail’, Plastic
Silver Sufadiazin 1 %’, Jurnal and Reconstructive Surgery, vol.
Ners, vol. 4, no. 2, pp. 128–38. 135, no. 3, pp. 907–17.
Susanto, H. 2018, Aktivitas Sediaan Zohdi, R.M., Abu, Z., Zakaria, B.,
Teripang Dan Spirulina Pada Yusof, N., Mustapha, N.M.,
Penyembuhan Luka Dan Nazrul, M. & Abdullah, H. 2011,
Penurunan Kadar Glukosa ‘Sea cucumber ( Stichopus
Darah Tikus Putih Diabetes hermanii ) based hydrogel to
Yang Diinduksi Streptozotosin, treat burn wounds in rats’,
Institut Pertanian Bogor. Journal of Biomedical Materials
Ueda, K., Akase, T., Nakagami, G., Research, vol. 98B, no. 1, pp.
Nagase, T., Minematsu, T., 30–7.
Huang, L., Sagara, H., Ohta, Y.